Anda di halaman 1dari 3

2.

Tujuan :
Dokter mampu melakukan 7 Langkah Diagnosis Okupasi sesuai dengan standar pelayanan
kesehatan di Indonesia, untuk :
a. dasar terapi
b. membatasi kecacatan dan mencegah kematian
c. melindungi pekerja lain
d. memenuhi hak pekerja

3. Kebijakan :
SK Klinik Pratama nomor l/KM/SK/KP/7/2019 tentang Manajcmen Mutu

4. Referensi
l) Panduan Keterampilan Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer. PBIDI,
2016
2) Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.02.02/MENKES/514/2015 Tentang Panduan
Praktik Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran-
II.

5. Prosedur/langkah-langkah :
Alat dan Bahan :
Berkas pasien
Alasan kedatangan
Riwayat perjalanan penyakit
Riwayat penyakit keluarga
Riwayat reproduksi
Anamnesis okupasi
Jenis pekerjaan
Uraian tugas
Bahaya potensial fisik, kimia, biologi, ergonomic, psikososial
Gangguan kesehatan yang mungkin terjadi
Risiko kecelakaan kerja
Hubungan pekerjaan dengan keluhan yang dialami
Pemeriksaaan fisik (status generalis dan lokalis)
Pemeriksaan penunjang (bila ada)
Diagnosis klinis
Tatalaksana medikamentosa, non medikamentosa, edukasi
Rencana Follow up dan rujukan (bila perlu)

Langkah-langkah Pelaksanaan
l) Menentukan diagnosis klinis
2) Menentukan pajanan yang dialami individu tersebut dalam pekerjaan
3) Menentukan apakah ada hubungan antara pajanan dengan pcnyakit (berdasarkan evidence based
medicine)
4) Menentukan apakah pajanan yang dialami cukup
5) Menentukan apakah ada faktor-faktor individu yang berperan
6) Menentukan apakah ada faktor lain diluar pekeoaan
7) Menentukan Diagnosis Okupasi/ Diagnosis Penyakit Akibat Kerja
168