Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH

EKONOMI MINERAL

Disusun oleh :

SYARIF FAYED FAHLEVI AL-QADRIE


D1101151027

FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK SIPIL / PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK
TAHUN AKADEMIK 2017/2018
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan
rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah
tentang “Ekonomi Mineral” ini dengan baik meskipun banyak kekurangan
didalamnya. Dan juga kami berterima kasih pada Bapak Muhammad Khalid
Safriyanto ST,MT. selaku dosen Ekonomi Mineral Fakultas Teknik Universitas
Tanjungpura yang telah memberikan tugas ini kepada kami.
Kami sangat berharap tugas ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan kita mengenai Ekonomi Mineral. Kami juga menyadari
sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata
sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi
perbaikan tugas yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak
ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang
membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata - kata
yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun dari
Anda demi perbaikan makalah ini di waktu yang akan datang.

Pontianak,17 April 2017

Syarif Fayed Fahlevi A.

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................................... ii
DAFTAR ISI.......................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang .................................................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................ 1
1.3 Tujuan Makalah................................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN........................................................................................................... 2
2.1 Teori Supply & Demand................................................................................... 2
2.1.1 Permintaan ( Demand.................................................................................. 2
2.1.2 Penawaran ( Supply ) .................................................................................. 2
2.1.3 Hukum Permintaan ..................................................................................... 2
2.1.4 Hukum Penawaran ...................................................................................... 3
2.1.5 Faktor – faktor Permintaan ......................................................................... 3
2.1.6 Faktor – Faktor Penawaran ......................................................................... 4
2.1.7 Studi Kasus ................................................................................................. 5
2.2 Model Kelangkaan ( Ekonomi ) ....................................................................... 5
2.3 Sumber Pembiayaan dan Cost Of Capital .................................................... 10
2.4 Analisis Keekonomian / Five Value Of Money ............................................. 12
2.4.1 Pengertian Time Value Of Money ............................................................ 12
2.4.2 Manfaat Time Value Of Money ................................................................ 12
2.4.3 Keterbatasan Time Value Of Money ........................................................ 12
2.4.4 Metode-Metode Yang Digunakan dalam Time Value of Money –
Perhitungan Nilai Uang Berdasarkan Waktu : .......................................................... 12
2.5 Estimasi Biaya & Pendapatan ....................................................................... 17
BAB III PENUTUP ............................................................................................................... 18
3.1 Kesimpulan ...................................................................................................... 18
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................. 19

iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Penggunaan mineral dan batubara berkaitan dengan usaha
peningkatan tingkat kehidupan manusia. Penggenuaan mineral dan batubara
meningkat dari tahun ke tahun Distribusi mineral dan batubara tidak merata.
Di dunia ini hampir semua negara menghandalkan tingkat kemakmurannya
pada pasokan mineral dan batubara untuk industri manukfakturingnya. Bagi
negara industri di perlukan untuk mempertahankan standar hidupnya. Di
negara berkembang mineral dan batuabara digunakan untuk mempercepat
perkembangan kondisi sosial dan ekonomi negaranya.
Endapan mineral atau bahan galian yang terdapat dalam wilayah suatu
negara mencerminkan potensi kekayaan negara tersebut Ruang linkup
ekonomi mineral :
lmu yang mempelajari tentang penerapan prinsip " prinsip ekonomi
dalam permasalahan mineral. Adalah suatu ilmu yang memadukan antara teori
dan praktek dari ilmugeologi teknik mineral, ilmu ekonomi, hukum dan politik
dalam perkembangan dan manajemen terencana dari sumber daya manusia.
Ekonomi membahas tentang kondisi " kondisi pasar mineral dalam hubungan
antara pasokan supply, demand dan faktor harga price atau lebih spesifik lagi
adalah tentang keekonomian dari proses pasokan mineral. Pasokan mineral
terjadi apabila :
 Ada kebutuhan komoditi mineral
 Endapan mineral 'iriciri khusus industri mineral :
 Keterdapatan mineral
 Mineral adalah sumber daya tak terbarukan
 Padat modal
 Struktur biaya
 Periode pro produksi lama

1.2 Rumusan Masalah


1. Berapa banyak supply & demand dari mineral ?
2. Bagaimana model kelangkaan yang mengacu kepada bidang ekonomi?
3. Apa itu analisis ekonomi / time value of money dan aliran terdiskon ?
4. Apa itu sumber pembiayaan dan cost capital ?
5. Bagaimana estimasi biaya dan pendapatan ?
1.3 Tujuan Makalah
1. Mengetahui supply & demand dari mineral.
2. Mengetahui model kelangkaan yang mengacu kepada bidang ekonomi.
3. Mengetahui analisis ekonomi / time value of money dan aliran terdiskon.
4. Mengetahui sumber pembiayaan dan cost capital.
5. Mengenai estimasi biaya dan pendapatan.

1
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Teori Supply & Demand
Demand dan penawaran Supply dalam ilmu ekonomi, adalah merupakan
suatu penggambaran atas hubungan-hubungan di pasar, antara para calon
pembeli dan penjual terhadap suatu barang.
Permintaan ( Demand ) adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta
pada suatu harga dan waktu tertentu. Sedangkan Penawaran ( Supply ) adalah
sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu
tertentu.
Model penawaran dan permintaan digunakan untuk menentukan harga dan
kuantitas yang terjual di pasar. Model ini sangat penting untuk melakukan
analisa ekonomi mikro terhadap perilaku para pembeli dan penjual, serta
interaksi mereka di pasar. Teori Supply dan Demand juga digunakan sebagai
titik tolak bagi berbagai model dan teori ekonomi lainnya. Model ini
memperkirakan bahwa dalam suatu pasar yang kompetitif, harga akan
berfungsi sebagai penyeimbang antara kuantitas yang diminta oleh konsumen
dan kuantitas yang ditawarkan oleh produsen, sehingga terciptalah
keseimbangan ekonomi antara harga dan kuantitas. Model ini mengakomodasi
kemungkian adanya faktor-faktor yang dapat mengubah keseimbangan, yang
kemudian akan ditampilkan dalam bentuk terjadinya pergeseran dari
permintaan atau penawaran.

2.1.1 Permintaan ( Demand )


Permintaan adalah sejumlah barang yang akan dibeli atau yang
diminta pada tingkat harga tertentu dalam waktu tertentu. Teori
permintaan yaitu analisis dalam ilmu ekonomi yang menerangkan
faktor-faktor yang menemukan permintaan, dan bagaimana faktor-
faktor ini mempengaruhi keseimbangan.
2.1.2 Penawaran ( Supply )
Penawaran adalah sejumlah barang yang ditawarkan pada tingkat harga
tertentu dan waktu tertentu atau keadaan keseluruhan dari hubungan antara
harga dan jumlah penawaran. Teori Penawaran yaitu analisis dalam ilmu
ekonomi yang menerangkan faktor-faktor yang menentukan penawaran dan
bagaimana faktor-faktor ini akan menentukan keseimbangan dan perubahan
keseimbangan di pasar.

2.1.3 Hukum Permintaan


Hukum permintaan berbunyi: “Apabila harga naik maka jumlah
barang yang diminta akan mengalami penurunan, dan apabila harga
turun maka jumlah barang yang diminta akan mengalami kenaikan”.
Dalam hukum permintaan jumlah barang yang diminta akan
berbanding terbalik dengan tingkat harga barang. Kenaikan harga
barang akan menyebabkan berkurangnya jumlah barang yang diminta,
hal ini dikarenakan naiknya harga menyebabkan turunnya daya beli

2
konsumen dan akan berakibat berkurangnya jumlah permintaan dan
naiknya harga barang akan menyebabkan konsumen mencari barang
pengganti yang harganya lebih murah.
2.1.4 Hukum Penawaran
Hukum penawaran berbunyi: “Bila tingkat harga mengalami kenaikan
maka jumlah barang yang ditawarkan akan naik, dan bila tingkat harga turun
maka jumlah barang yang ditawarkan turun”. Dalam hukum penawaran
jumlah barang yang ditawarkan akan berbanding lurus dengan tingkat harga,
di hukum penawaran hanya menunjukkan hubungan searah antara jumlah
barang yang ditawarkan dengan tingkat harga.

2.1.5 Faktor – faktor Permintaan


1) Selera
Apabila selera konsumen terhadap suatu barang dan jasa tinggi
maka akan diikuti dengan jumlah barang dan jasa yang diminta akan
mengalami peningkatan, demikian sebaliknya.
Contohnya : Permintaan terhadap Pasokan Batubara. Saat ini Batubara
sedang menjadi salah satu pembangkit listrik dan sebagai bahan bakar
kereta pai yang sedang gencar diseluruh dunia, tetapi beberapa tahun
mendatang mungkin Batubara sudah digantikan dengan energi –
energi terbarukan seperti energi tenaga surya, air, udara, dll.

2) Pendapatan Konsumen
Apabila pendapatan konsumen semakin tinggi akan diikuti daya
beli konsumen yang kuat dan mampu untuk membeli barang dan jasa
dalam jumlah yang lebih besar, demikian sebaliknya.
Contohnya : Negara dengan pendapatan perkapita yang tinggi Negara
tersebut dapat membeli banyak batubara untuk pasokan listrik
daerahnya, tetapi jika pendapatannya perkapita negara terebut rendah
maka negara tersebut mungkin akan mengirit pemakaian batubara
yang dibelinya agar jarang beli.

3) Harga Barang/Jasa Pengganti


Konsumen akan cenderung mencari barang atau jasa yang
harganya relatif lebih murah untuk dijadikan alternatif penggunaan.
Contohnya: bila harga tiket pesawat Jakarta-Jogja sama harganya
dengan tiket kereta api, maka konsumen cenderung akan memilih
pesawat sebagai alat transportasi.

4) Harga Barang/Jasa Pelengkap


Keduanya merupakan kombinasi barang yang sifatnya saling
melengkapi.
Contoh: kompor dengan minyak tanah, karena harga minyak
tanah mengalami kenaikan maka orang beralih menggunakan bahan
bakar minyak tanah dan beralih ke bahan bakar gas.

3
5) Perkiraan Harga Di Masa Dating
Apabila konsumen menduga harga barang akan terus mengalami
kenaikan di masa datang, maka konsumen cenderung untuk
menambah jumlah barang yang dibelinya.
Contoh: April mendatang pemerintah akan menaikan harga BBM
bersubsidi, maka banyak orang yang menimbun atau membeli ketika
harganya belum naik.

6) Intensitas Kebutuhan Konsumen


Bila suatu barang atau jasa sangat dibutuhkan secara mendesak
dan dirasakan pokok oleh konsumen, maka jumlah permintaan akan
mengalami peningkatan.
Contoh: kebutuhan akan bahan pokok beras, konsumen bersedia
membeli dalam jumlah harga tinggi, walaupun pemerintah sudah
menetapkan harga pokok.
2.1.6 Faktor – Faktor Penawaran
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Penawaran
1) Biaya produkisi dan teknologi yang digunakan
Jika biaya pembuatan/produksi suatu produk sangat tinggi maka
produsen akan membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang
mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan
produk tidak laku terjual. Dengan adanya teknologi canggih bisa
menyebabkan pemangkasan biaya produksi sehingga memicu
penurunan harga.
Contohnya : pembuatan barang-barang limited edition,meskipun
harga barangnya mahal kan tetapi banyak diburu kolektor sehingga
tidak terjadi penurunan harga.

2) Tujuan perusahan
Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya
(profit oriented) akan menjual produknya dengan marjin keuntungan
yang besar sehingga harga jual jadi tinggi. Jika perusahaan ingin
produknya laris dan menguasai pasar maka perusahaan menetapkan
harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendah sehingga
harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.
Contohnya, produsen handphone china. Dengan fitur yang tidak
kalah bersaing, namun harganya murah dan terjangkau semua lapisan
masyarakat.

3) Pajak
Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi
sehingga perusahan menawarkan lebih sedikit produk akibat
permintaan konsumen yang turun. Harga mobil-mobil import yang

4
masuk ke Indonesia, ketika memasuki pasar Indonesia harganya akan
naik karena tingginya biaya pajak yang dikenakan. Sehingga
menurunnya permintaan dari konsumen.

4) Ketersediaan barang pengganti / pelengkap


Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah
maka konsumen akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah
sehingga terjadi penurunan permintaan, akhirnya penawaran pun
dikurangi. Contohnya, persaingan antara para produsen handphone.
Berusaha menambahkan fitur-fitur yang lebih menarik dengan harga
yang murah. Demi menarik minat konsumen.

5) Prediksi / perkiraan harga di masa depan


Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan
mempersiapkan diri dengan memperbanyak output produksi dengan
harapan bisa menawarkan/menjual lebih banyak ketika harga naik
akibat berbagai faktor. Contohnya,para produsen pengolahan emas
akan memperbanyak output produksi dan akan menjual lebih banyak
produk mereka ketika harga BBM naik untuk memperoleh
keuntungan yang lebih.

2.1.7 Studi Kasus


Memasukki pertengahan maret batubara naik, di dunia mengalami
kenaikan dibanding hari-hari sebelumnya.
Menurut S&P Global Platts, harga batu bara Kalimantan kalori 4.200
GAR dengan sistem pembelian FOB sudah bertambah 11% sejak awal
2016.
Kenaikan itu dipicu oleh seretnya pasokan dari Indonesia, serta
kuatnya permintaan dari Cina. Harga FOB Newcastle kalori 5.500
kkal/kgr NAR bahkan naik 22,5%, dari awal tahun hingga pertengahan
tahun ini. Sementara harga FOB Richards Bay, pelabuhan utama ekspor
batu bara di Afrika Selatan, malah melonjak 26,6%
Seperti yang diketahui dalam hukum ekonomi, jika permintaan
meningkat, maka penawaran dalam hal ini harga cenderung mengalami
kenaikan. Sebaliknya, jika permintaan menurun makan harga
kecenderungannya juga menurun.

2.2 Model Kelangkaan ( Ekonomi )


Inti masalah ekonomi adalah keinginan yang tidak terbatas namun dengan
alat pemenuh kebutuhan yang terbatas. Alat pemuas kebutuhan berupa barang
atau jasa dengan sumber daya yang sudah tersedia. Sumber daya yang tersedia
bersifat terbatas dan langka. Jadi, kebutuhan manusia yang tidak terbatas
dihadapkan dengan sumber-sumber yang bersifat terbatas akan menimbulkan
kelangkaasn sumber daya tersebut.

5
Contoh kelangkaan ekonomi:
1) Kelangkaan sumber makanan pokok masyarakat seperti padi, gandum,
dan sumber makanan pokok lainnya.
2) BBM (bahan bakar minyak) seperti bensin, solar, dan lain-lain.

Kelangkaan sumber ekonomi manusia dibagi menjadi 3 (tiga):


1) Kebutuhan manusia yang tidak terbatas
Kebutuhan manusia memiliki 2 (dua) sifat yaitu sifat keberanekaan
ragam dan tidak dapat di puaskan dengan barang atau jasa. Hal tersebut
yang membuat kebutuhan manusia tidak terbatas.
Contoh kebutuhan manusia yang tidak terbatas: sesorang ingin
memiliki sepeda untuk mendukung ia melakukan aktifitasnya sehari-hari
namun sesudah memiliki sepeda Ia akan menginginkan sepeda motor
untuk mendukung aktifitasnya sehari-hari. Dan kemudian setelah memiliki
sepeda motor Ia akan menginginkan yang lebih seperti motor yang lebih
bagus ataupun Mobil.
Kebutuhan manusia yang tidak terbatas dipengaruhi oleh 7 (tujuh)
faktor sebagai berikut:
a) Sifat alami manusia
Manusia memiliki sifat selalu merasa kurang terhadap apa yang ia
miliki, semakin banyak keinginan yang ia miliki maka semakin banyak
kebutuhan yang ingin di penuhi. Contoh: seseorang telah memiliki
radio namun Ia akan menginginkan peralatan yang lebih modern seperti
hp atau telpon gengam.

b) Tigkat pendatan
Semakin tinggi pendapatan seseorang maka akan semakin banyak
kebutuhan yang ingin di penuhi. Contoh: seseorang guru merasa cukup
memiliki sepeda motor, sedangkan seorang DPR tidak cukup memiliki
sepeda motor saja namun ia harus memiliki mobil yang setara dengan
kedudukannya dan gajinya.

c) Faktor lingkungan
Lingkungan tempat manusia tinggal mendorong manusia untuk
bertindak menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan dimana Ia
tinggal. Contoh: manusia yang tinggal didesa biasanya barang
penyesuaian dirinya adalah rumah yang sederhana. Namun seseorang
yang tinggal di kota untuk menyesuaikan dirinya di masyarat
membutuhkan rumah yang bagus dan bahkan mewah.
d) Lingkungan Sosial
Dalam hidup bermasyarkat budaya dan keadaan sosial sangat
berpengaruh kepada perilaku masyarakat. Hal ini dapat menimbukan
kebiasaan untuk meniru tingkah laku orang lain. Contoh: seseorang
yang meniru seorang artis yang ia kagumi atau yang ia idolakan.

6
e) Kemajuan Teknologi Informasi
Dengan adanya kemajuan teknologi ,maka informasi tentang
barang-barang dengan teknologidan model terbaru dapat dengan mudah
di ketahui oleh banyak orang, melalui radio, televise, internet dan media
cetak, sehingga orang-orang memiliki rasa ingintau dan memilikinya.

f) Akulturasi budaya
Unsur kebudayaan yang satu dapat berpengaruh terhadap
kebudayaan yang lain. Dengan masuknya budaya lain terhadap budaya
yang sudah ada maka dapat menimbukan kebutuhan yang baru. Contoh:
masuknya gaya eropa ke indonesia , Contohnya dalam bidang busana.

g) Perdagangan Internasional
Dengan perdagangan Internasional, maka akan terjadi perdagangan
antar Negara sehingga arus barang akan semakin cepat dan
beraneka ragam yang mendorong meningkatkan kebutuhan.

2) Keterbatasan sumber daya


Salah satu penyebab terjadinya kelangkaan sumber ekonomi akibat
adanya ketidak seimbangan antara kebutuhan manusia dengan faktor-
faktor produksi atau sumber ekonomi yang tersedia. Di satu pihak, pada
setiap manusia selalu terdapat keinginan yang relatif tidak terbatas untuk
menikmati berbagai jenis barang dan jasa yang dapat memenuhi kebutuhan
mereka. Sebaliknya di lain pihak suber-sumber ekonomi atau factor-faktor
produksi yang dapat digunakan untuk mengahasilkan barang-barang
pemuas kebutuhan tersebut relative sehingga dapat menibulkan
kelangkaan.
Kelangkaan timbul karena jumlah kebutuhan tidak seimbang dengan
alat pemenuhannya. Oleh karena itu, manusia di tuntut untuk
menggunakan sumber-sumber daya secara cermat dan tepat serta harus
pada hokum kelangkaan, yaitu untuk memenuhi kebutuhan tertentu orang
harus mengorbankan sesuatu terlebih dahulu.

3) Pengalokasian sumber daya


Inti sari pengalokasian sumber daya adalah efisiensi dan pemerataan.
Efisiensi menunjukan pada kondisi ideal ketika suatu masyarakat dapat
memperoleh hasil atau manfaat maksimal dari penggunaan segenap
sumber daya yang langka. Sedangkan pemerataan menunjukkan pada
kondisi ideal ketika pengguna sumber daya yang langka terbagikan secara
adil diantara segenap masyarakat
Terdapat beberapa sumber daya sebagai berikut:
a. Sumber daya manusia
Sumber daya manusia di sebut juga tenaga kerja. Tenaga kerja
mengarah pada kontribusi terhadap kegiatan produksi yang di berikan
oleh para pekerja baik dengan tenaga maupun pikiran. Unsur-unsur

7
pembentuk sumber daya manusia meliputi keahlian, kejujuran,
keadilan, dan kekuatan fisik
Dalam ilmu ekonomi tenaga kerja mencakup tenaga fisik dan
kemampuan mental yang dimiliki oleh manusia. Tenaga kerja juga
langka. Misalnya bila semakin banyak tenaga guru yang di hasilkan,
akan semakin sedikit insinyur yang di hasilkan sehigga menimbulkan
kelangkaan tenaga kerja padahal kebutuhan manusia akan semakin
banya dan bergam.

b. Sumber daya alam


Sumber daya alam sangat terbatas. Misalnya tanah yang sudah
digunakan untuk mendirikan bangunan tidak bisa di gunakan untuk
yang lain. Dengan demikian factor produksi tanah menjadi langka dan
terbatas.

c. Sumber daya modal


Sumber daya modal adalah semua jenis barang yang digunakan
untuk menunjang kegiatan produksi barang-barang lain. Modal terdiri
dari mesin-mesin, bangunan, pembangkit tenaga listrik, dan lain-lain.
Jumlah modal sangat terbatas karena kemamuan manusia untuk
menghasilkannya terbatas.

Inti masalah ekonomi adalah kebutuhan manusia yang banyak dan


beraneka ragam dengan alat pemenuhan kebutuhan yang terbatas jumlahnya.
Karena kelangkaan sumber daya, kita harus selalu memutuskan kenutuhan-
kebutuhan apa saja yang harus kita penuhi melalui pilihan-pilihan dari berbagai
alternatif yang ada untuk mencapai kepuasan maksimal dalam menkonsumsi
barang dan jasa. Pilihan-pilihan yang di buat tentunya berdasarkan pada
pertimbangan antara unyung dan rugi dengan membandingkan resiko yang
akan di tanggung. Setiap pilihan yang kita ambil berate pengorbanan atas
pilihan lain yang menyebabkan timbulnya biaya untuk melakukan hal tersebut.

1) Pengertian biaya peluang


Biaya peluang muncul ketika seorang di hadapan beberapa pilihan dam
harus memilih salah satunya. Biaya peluang adalah nilai barang dan jasa
yang dikorbankan karena memilih alternative kegiatan.
Konsep biaya peluang adalah sebuah peringatan bahwa jumlah rupiah
yang di keluarkan tidak selalu merupakan biaya yang sesungguhnya. Perlu
diketahui bahwa biaya peluang tidak harus berupa uang. Misalnya, setelah
lulus sekolah kita membandingkana antara pilihan bekerja atau kuliah
dengan uang yang di dapat dengan uang yang di keluarkan. Selain itu juga,
kita juga bisa membandingkan pengorbanan lainnya seperti waktu yang di
habiskan, kenangan, pergaulan, ilmu pengetahuan, dan sebagainya.
Penghitungan biaya peluang berbeda-beda tergantung dari kondisi dan
situasi yang di hadapi orang tersebut. Biaya peluang tidak hanya berlaku

8
untuk individu namun juga berlaku dengan sebuah perekonomian. Untuk
melakukan sesuatu proses produksi perlu beberapa alternative alokasi
sumber daya tenteang seberapa besar sumber daya alam, manusia, dan
modal yang harus di gunakan.

2) Perberdaan biaya peluang dengan biaya sehari-hari


Biaya adalah pengorbanan untuk mendapatkan sesuatu. Biaya dapat
berupa pengeluaran dalam bentuk uang atau hal lain yang tidak berkaitan
langsung dengan uang. Biaya yang berhubungan dengan uang di sebut
sebagai biaya langsung. Biaya langsung sangat berhubungan dengan biaya
sehari-hari karena biaya sehari-hari merupakan biaya yang di keluarkan
secara rutin untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.
Perbedaan yang mendasar antara biaya peluang dan biaya sehari-hari
adalah sebagai berikiut.
 Pengorbanan yang harus di lakukan untuk melakukan suatu kegitan
ekonomi tanpa memperhitungkan kerugian karena di korbankan kegitan
lain
 Muncul dari kegiatan apa yang kita lakukan - Biaya yang muncul
secara implicit karena kita melakukan sesuatu kegiatan dan pengorbanan
kegiatan lain.
 Muncul dari kegitan alin yang tidak bisa kita lakukan

3) Menentukan pilihan dari berbagai alternative


Jika terjadi kelangkaan sumber daya berarti tidak semua kebutuhan
dapat terpenuhi, maka manusia harus menentukan pilihannya. Pilihan yang
di buat merupakan suatu keputusan ekonomi yang harus ia ambil guna
memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas sebagai akibat dari sumber adanya
ekonoi daya yang terbatas.
Dalam memilih setiap keputusan ekonomi perlu dibuat sebuah daftar
pilihan untuk menentukan mana yang hendak ia putuskan. Setiap kali
memutuskan sebuah pilihan ia harus menorbankan pilihan yang ia tidak
piih.
Untuk mengatasi masalah bagaimana menetapkan pilihan, baik
individu, perusahaan maupun Negara mempunyai cara-cara yang berbeda,
yaitu sebagai berikut:

a. Konsumen/ individu
Konsumen dapat membuat daftar urutan barang-barang yang di
butuhkan sesuai dengan kepuasan yang sebesar-besarnya dari sumber
keuangan yang tersedia.

b. Pemilik perusahaan
Oleh karena kegiatan perusahaan bertujuan untuk mencari
keuntungan, untuk itu mendapatkan keuntungan maksimal harus
memperhatikan hal-hal sebagai beriut :

9
1. Jenis barang dan jasa yang mendatangkan keuntungan
2. Kombinasi jenis dan jumlah factor produksi yang akan meminimalkan
ongkos produksi

c. Negara
Oleh karena Negara sebagai pelaku kegiatan ekonomi untuk
kepentingan umum, makas sumber daya yang tersedia harus diatur
penggunaanya oelh pemerintah. Untuk menciptakan kesejahteraan
setinggi mungkin, maka semua sumber daya yang kita miliki haruslah di
kelola dan dikelolasikan dengan cara yang baik dan seefesien mungkin.
Meski demikian, hal itu tidaklah mudah karena sumber memiliki siat
keterbatasan. Oleh karena itu, pemanfaatan sumber daya tersebut harus
di lakukan dengan mempertimbangkan apakah pengalokasiannya akan
membawa manfaat bagi masyarakat.

2.3 Sumber Pembiayaan dan Cost Of Capital


2.3.1 Sumber Pembiayaan
Sumber Pembiayaan dalam Perusahaan bisa didapat sebagai
berikut :
1) Pinjaman
2) Investasi
3) Modal Asing
4) Dan Lain – Lain

2.3.2 Biaya Modal ( Cost Of Capital )


Biaya modal (Cost of Capital) adalah biaya riil yang harus
dikeluarkan oleh perusahaan utk memperoleh dana baik yang berasal
dari hutang, saham preferen, saham biasa, dan laba ditahan untuk
mendanai suatu investasi atau operasi perusahaan.
Penentuan besarnya biaya modal ini dimaksudkan untuk
mengetahui berapa besarnya biaya riil yang harus dikeluarkan
perusahaan untuk memperoleh dana yang diperlukan.
Perhitungan biaya modal sangat penting karena:
1) Maksimalisasi nilai perusahaan mengharuskan biaya-
biaya (termasuk biaya modal) diminimumkan
2) Keputusan penganggaran modal ( capital budgeting) memerlukan
estimasi biaya modal
3) Keputusan-keputusan penting lain seperti leasing dan modal
kerja juga memerlukan estimasi biaya modal

Biaya modal dihitung berdasarkan biaya untuk masing-masing


sumber dana (biaya modal individual). Namun, jika perusahan
menggunakan beberapa sumber modal maka biaya modal yang
dihitung adalah biaya modal rata-rata tertimbang dari seluruh modal

10
yang digunakan. Biaya modal rata-rata tertimbang ini disebut
dengan ”weight average cost of capital” (WACC).
Konsep biaya modal erat kaitannya dg konsep tingkat keuntungan
yg disyaratkan (required rate of return) yg dapat dilihat dari 2 sisi
yaitu investor & persh. Sisi investor, tinggi rendahnya required rate
of return mrupakan tingkat keuntungan (rate of return) yg
mencerminkan tingkat risiko dari aktiva yang dimiliki.Sisi perusahan
yang menggunakan dana (modal), besarnya required rate of
return merupakan biaya modal (cost of capital) yang harus
dikeluarkan untuk mendapatkan modal tersebut.

2.3.2.1 Fungsi Biaya Modal


Biaya Modal memiliki fungsi sebagai berikut :
1) Terkait dengan pajak yang dikenakan pada perusahaan.
Biaya modal yang dikenakan pada modal pinjaman
berbeda dengan biaya modal dari modal sendiri. Konsep
perhitungan biaya modal didasarkan pada perhitungan :
a) sebelum pajak (before tax basis) Perlu disesuaikan
dulu dengan pajak sebelum dilakukan peritungan
biaya modal rata-ratanya seperti obligasi.
b) setelah pajak (after tax basis).

2) Sebagai Discount Rate untuk menentukan diterima atau


ditolaknya suatu usulan investasi yaitu dengan
membandingkan tingkat keuntungan (rate of return) dari
usulan investasi tersebut dengan biaya modalnya. Biaya
modal di sini adalah biaya modal yang
menyeluruh (overall cost of capital). Misalnya jika kita
menggunakan metode Net Present Value atauProfitability
Index untuk menentukan diterima atau ditolaknya suatu
usulan investai, maka biaya modal berfungsi
sebagai "discount rate" yang digunakan untuk menghitung
nilai sekarang dari proceeds dan pengeluaran investasi.

2.3.2.2 Jenis Biaya Modal


Jenis – Jenis Biaya Modal dapat didefinisikan sebagai
berikut :

1) Biaya Modal Individual


a. Biaya Modal Hutang Jangka Pendek
b. Biaya Modal Hutang Jangka Panjang
c. Biaya Modal Saham Preferen
d. Biaya Modal Saham Biasa dan Laba Ditahan

2) Biaya Modal Keseluruhan


a. Biaya Modal Hutang Jangka Pendek
b. Biaya Modal Hutang Jangka Panjang

11
2.4 Analisis Keekonomian / Five Value Of Money
2.4.1 Pengertian Time Value Of Money
Time Value of Money atau dalam bahasa Indonesia disebut nilai
waktu uang adalah merupakan suatu konsep yang menyatakan bahwa
nilai uang sekarang akan lebih berharga dari pada nilai uang masa yang
akan datang atau suatu konsep yang mengacu pada perbedaan nilai uang
yang disebabkan karena perbedaaan waktu.
Dalam memperhitungkan, baik nilai sekarang maupun nilai yang
akan datang maka kita harus mengikutkan panjangnya waktu dan tingkat
pengembalian, maka konsep time value of money sangat penting dalam
masalah keuangan baik untuk perusahaan, lembaga maupun individu.
Dalam perhitungan uang, nilai Rp. 1.000 yang diterima saat ini akan
lebih bernilai atau lebih tinggi dibandingkan dengan Rp. 1.000 yang
akan diterima dimasa akan datang. Hal sebaliknya akan berlaku apabila
kita harus membayar atau mengeluarkan uang. Banyak para mahasiswa
yang “mempraktekkan“ hal ini. Mereka cenderung untuk membayar SPP
mereka pada hari – hari terakhir batas pembayaran. Kalau jumlah yang
dibayar sama besarnya, mengapa harus membayar lebih awal, kalau
upaya untuk membayar sama saja. Hal tersebut sangat mendasar karena
nilai uang akan berubah menurut waktu yang disebabkan banyak faktor
yang mempengaruhinya seperti adanya inflasi, perubahan suku bunga,
kebijakan pemerintah dalam hal pajak, suasana politik, dll.

2.4.2 Manfaat Time Value Of Money


Manfaat time value of money adalah untuk mengetahui apakah
investasi yang dilakukan dapat memberikan keuntungan atau tidak. Time
value of money berguna untuk menghitung anggaran. Dengan demikian
kita sebagai investor dapat menganalisa apakah suatu proyek dapat
memberikan keuntungan atau tidak. Tentunya kita akan lebih menyukai
suatu proyek yang memberikan keuntungan setiap tahun dimulai tahun
pertama sampai tahun berikutnya.
Maka sudah jelas time value of money sangat penting untuk
dipahami oleh kita semua, sangat berguna dan dibutuhkan untuk kita
menilai seberapa besar nilai uang masa kini dan akan datang.
2.4.3 Keterbatasan Time Value Of Money
Keterbatasannya yaitu akan mengakibatkan masyarakat hanya
menyimpan uangnya apabila tingkat bunga bank tinggi, karena mereka
menganggap jika bunga bank tinggi maka uang yang akan mereka terima
dimasa yang akan datang juga tinggi. Time value of money tidak
memperhitungkan tingkat inflasi.
2.4.4 Metode-Metode Yang Digunakan dalam Time Value of Money –
Perhitungan Nilai Uang Berdasarkan Waktu :

12
a. Bunga Tetap
Perhitungan bunga ini sangat sederhana, yang diperhitungkan
dengan besarnya pokok yang sama dan tingkat bunganya yang juga
sama pada setiap waktu.
Walaupun pokok pinjaman pada kenyataannya sudah berkurang
sebesar angsuran pokok pinjaman namun dalam perhitungan ini tetap
digunakan standar perhitungan yang sama. Contoh : Kita akan
meminjam uang dari bank untuk membiayai proyek investasi sebesar
Rp.10.000.000,00 dengan bunga 15% per tahun dalam waktu 4 tahun
dan diangsur 4 kali. Jadi besarnya bunga pada setiap tahun, mulai
tahun kedua tidak mendasarkan pada sisa pinjamannya. Apabila
diformulasikan :
I=P.n.i

Dimana : I = Besarnya keseluruhan bunga


P = Besarnya pinjaman
n = Jumlah tahun/bulan
i = Tingkat bunga

Sedangkan jumlah yang harus dibayarkan :


F = P + i
= P + P . n . i
= P (1+P.n.i)
Dari contoh tersebut bila tanpa menggunakan tabel, maka bunga
yang harus dibayarkan selama 4 tahun.
I = P . n . i
= Rp. 10.000.000 .4 . 15%
= Rp. 6.000.000
Oleh karena itu pemohon harus mengembalikan hutangnya :
F = P (1+ n . i )
= Rp. 10.000.000 ( 1 + 4 . 15% )
= Rp. 16.000.000

b. Future Value (nilai yang akan datang)


Future Value Nilai Adalah nilai uang dimasa yang akan datang
dari uang yang diterima atau dibayarkan pada masa sekarang dengan
memperhitungkan tingkat bunga setiap periode selama jangka waktu
tertentu. Future Value diasumsikan juga sebagai nilai majemuk
(compound value) dimana merupakan penjumlahan dari sejumlah
uang permulaan/pokok dengan bunga yang diperolehnya selama
periode tertentu, apabila bunga tidak diambil pada setiap saat. Untuk
lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah ini :
05/03/11 05/03/15
Po FV
Rp. 1,000,000 ?

13
RUMUS :

FV = Po (1+i)n

Keterangan :
FV : Nilai pada masa yang akan datang
Po : Nilai pada saat ini
i : Tingkat suku bunga
n : Jangka waktu
atau rumus tersebut dapat disederhanakan dengan melihat tabel :
FV = PV ( FVIF tahun,bunga )
Tabel Future Value ( FVIF ) US $
No 10% 15% 20% 30% 40% 50%
1 1.1000 1.1500 1.2000 1.3000 1.3600 1.4000
2 1.2100 1.3225 1.4400 1.6900 1.8496 1.9600
3 1.3310 1.5209 1.7280 2.1970 2.5155 2.7440
4 1.4641 1.7490 2.0736 2.8561 3.4210 3.8416
5 1.6105 2.0114 2.4883 3.7129 4.6526 5.3782

c. Present Value
Present Value (nilai sekarang) merupakan kebalikan dari
compound value (nilai majemuk) adalah besarnya jumlah uang, pada
permulaan periode atas dasar tingkat bunga tertentu dari sejumlah
uang yang baru akan diterima beberapa waktu / periode yang akan
datang. Jadi present value menghitung nilai uang pada waktu sekarang
bagi sejumlah uang yang baru akan kita miliki beberapa waktu
kemudian.
Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah ini.

05/03/11 05/03/15
PV Po
? Rp 1,000,000

Rumus :
Keterangan :
PV : Nilai sekarang
Po : NIlai di masa yang akan datang
r : Tingkat suku bunga
n : Jangka waktu.

Atau dengan rumus: PV = Po ( PVIF i,n )


Keterangan:
PV = nilai sekarang
Po = nilai masa akan datang
i = tingkat bunga

14
n = jangka waktu

Tabel nilai sekarang ( PVIF ) US $


No 10% 15% 20% 30% 40% 50%
1 0.9091 0.8696 0.8333 0.7692 0.7143 0.6667
2 0.8264 0.7561 0.6944 0.5917 0.5102 0.4444
3 0.7513 0.6575 0.5787 0.4552 0.3644 0.2963
4 0.6830 0.5718 0.4823 0.3501 0.2603 0.1975
5 0.6209 0.4972 0.4019 0.2693 0.1859 0.1317

d. Future Value Annuity


Future Value Annuity Adalah suatu hal yang dimanfaatkan untuk
mencari nilai dari suatu penjumlahan tahun yang akan datang dari
jumlah yang diterima sekarang pada waktu yang sudah ditentukan
atau dengan kata lain penjumlahan dari future value. Untuk lebih
jelasnya perhatikan gambar berikut ini.
5/03/11 5/03/12 5/03/13 5/03/14 5/03/15 5/03/16
5/03/17 5/03/18
Po
FV
Rp1 juta Rp1 juta Rp1 juta Rp1 juta Rp1 juta Rp1
juta Rp1 juta ?
Rumus :
atau dengan rumus: FVA = PMT ( FVIFA i,n )

Tabel Future Value of Annuity ( FVIFA ) US $


No 10% 15% 20% 30% 40% 50%
1 1.0000 1.0000 1.0000 1.0000 1.0000 1.0000
2 2.1000 2.1500 2.2000 2.3000 2.4000 2.5000
3 3.3100 3.4725 3.6400 3.9900 4.3600 4.7500
4 4.6410 4.9934 5.3680 6.1870 7.1040 8.1250
5 6.1051 6.7424 7.4416 9.0431 10.9456 13.1875

Mencari anuitas
Merupakan perhitungan yang digunakan untuk menentukan suatu
jumlah dari anuitas tertentu yang akan dicadangkan (simpan) pada
setiap priode dalamjangka waktu yang sudah ditentukan dengan
tingkat bunga yang berlaku supaya dapat mencukupi untuk masa
yang akan datang. Dengan rumus sebagai berikut:
A = FVa

Keterangan :
FVA : Nilai yang akan datng dari suatu anuitas
A : Anuitas
r : Tingkat bunga
n : Periode tertentu

15
e. Nilai Sekarang (Present Value) dari Annuity :
Nilai Sekarang Adalah suatu bilangan yang dapat
dimanfaatkan untuk mencari nilai sekarang dari suatu
penjumlahan yang diterima setiap akhir periode pada jangka
waktu tertentu. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut
ini :

5/03/11 5/03/12 5/03/13 5/03/14 5/03/15 5/03/16


5/03/17 5/03/18
? PV
Po
Rp1 juta Rp1 juta Rp1 juta Rp1 juta Rp1 juta Rp1
juta Rp1 juta ?

Rumus yang digunakan:

atau dengan rumus : PVA = A ( PVIFA i,n )


Keterangan :
PVA = nilai sekarang dari suatu anuitas
A = anuitas / angsuran
i = tingkat bunga
n = jangka waktu / priode

Tabel present value of annuity (PVIFA) US $


N 10% 15% 20% 30% 40% 50%
1 0.9091 0.8696 0.8333 0.7692 0.7143 0.6667
2 1.7355 1.6257 1.5287 1.3609 1.2245 1.1111
3 2.4869 2.2832 2.1065 1.8161 1.5889 1.4074
4 3.1699 2.8550 2.5887 2.1662 1.8492 1.6049
5 3.7908 3.3522 2.9906 2.4356 2.0352 1.7366

Capital recovery factor


Merupakan faktor bilangan yang digunakan untuk
menghitung sejumlah uang tertentu yang dibayar dalam
jumlah yang tetap pada setiap priode.

Rumusnya :
Atau dengan rumus:
f. A = PVA ( 1 / PVIFA i,n )

16
Keterangan :
A = anuitas / angsuran
PVA = nilai sekarang
i = tingkat bunga
n = jangka waktu

2.5 Estimasi Biaya & Pendapatan


Estimasi adalah salah satu proses utama dalam proyek konstruksi untuk
mengetahui besarnya dana yang harus disediakan untuk sebuah bangunan.
Pada umumnya, sebuah proyek konstruksi membutuhkan biaya yang cukup
besar. Ketidaktepatan yang terjadi dalam penyediaannya akan
berakibat kurang baik pada pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Bagi
pemilik proyek (owner), estimasi biaya diperlukan sebagai pegangan dalam
menentukan kebijakan yang dipakai untuk menentukan besarnya investasi
yang harus dilaksanakan. Estimasi biaya adalah penghitungan kebutuhan biaya
yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu kegiatan atau pekerjaan sesuai
dengan persyaratan atau kontrak.
Dalam melakukan estimasi (perhitungan) biaya diperlukan:
 Pengetahuan dan keterampilan teknis estimator, seperti membaca
gambar, melakukan estimasi (perhitungan), dll.
 judgement berdasarkan pengalaman estimator.

17
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kelangkaan atau scarcity adalah keadaan timpang antara kebutuhan
manusia yang tidak terbatas, dihadapkan pada sarana ekonomi yang terbatas.
Terbatasnya sumber ekonomi membuat manusia melakukan segala usaha
bahkan jika perlu dengan pengorbanan tertentu misalnya menghabiskan dana,
tenaga, dan pikiran yang tidak sedikit, agar bisa memenuhi kebutuhan hidup.
Adapun penyebab kelangkaan sumber ekonomi itu, antara lain, kelangkaan
sumber alam, tenaga kerja, serta modal dan teknologi.
Biaya modal (Cost of Capital) adalah biaya riil yang harus dikeluarkan
oleh perusahaan utk memperoleh dana baik yang berasal dari hutang, saham
preferen, saham biasa, dan laba ditahan untuk mendanai suatu investasi atau
operasi perusahaan. Penentuan besarnya biaya modal ini dimaksudkan untuk
mengetahui berapa besarnya biaya riil yang harus dikeluarkan perusahaan
untuk memperoleh dana yang diperlukan.
Time Value of Money adalah nilai waktu dari uang, di dalam pengambilan
keputusan jangka panjang, nilai waktu memegang peranan penting. Seiring
dengan pesatnya perkembangan bisnis, konsep nilai waktu dari uang ( time
value of money ) telah mendapat tempat yang demekian penting. Estimasi
biaya adalah penghitungan kebutuhan biaya yang diperlukan untuk
menyelesaikan suatu kegiatan atau pekerjaan sesuai dengan persyaratan atau
kontrak.

18
DAFTAR PUSTAKA
https://www.scribd.com/document/328022005/Makalah-Ekonomi-Mineral
johnyericsonataupah.blogspot.com/2011/08/time-value-of-money-dan-
analisis.html

burhanspenjoe.blogspot.com/2013/02/pengertian-permintaan-demand-dan.html

wawasanfadhitya.blogspot.com › Info Terbaru › Materi Pembelajaran

www.academia.edu/10237710/Makalah_Cost_Of_Capital

19