Anda di halaman 1dari 10

L APORAN PRAKTIKUM

MODUL 8

MANAJE MEN PERANGKAT

MATA KULIAH :

SISTEM OPERASI

DOSEN :

Fitra Nugraha, S.Kom

KERAS

KULIAH : SISTEM OPERASI DOSEN : Fitra Nugraha, S.Kom KERAS Nama: DENI ALAMSYAH NIM : 2012081040

Nama: DENI ALAMSYAH NIM : 2012081040 Kelas: TIA2011

JURU SAN S1 TEKNIK INFORMATI KA FA KULTAS ILMU KOMPUTER

UN IVERSITAS KUNINGA N

TAHUN 2012

MODUL 8 MANAJEMEN PERANGKAT KERAS

A. Dasar Teori

1. File Perangkat Keras /dev berisi file device (perangkat) yang merupakan aspek penting pada

system file Linux. /dev/cdrom dan /dev/fd0 merupakan drive CD- ROM dan floppy pada computer anda. Kita dapat melakukan akses read dan write pada perangkat. Sebagai contoh /dev/dsp merupakan perangkat speaker. Sembarang data yang ditulis ke file ini akan dialihkan ke speaker. cat/boot/vmlinuz> /dev/dsp menyebabkan kita dapat mendengarkan suara dari speaker. Untuk mencetak file dapat dikirim ke perangkat /dev/lp0. Mengirim data ke dan membaca data dari

/dev/ttyS0 akan menyebabkan komunikasi dengan perangkat modem. Mayoritas device berupa block device atau character device. Block device adalah device yang menyimpan atau membawa data, character device adalah device yang mengirim atau transfer data. Sebagai contoh, diskette drive, hard drive dan CDROM drive adalah block device, sedangkan serial port, mouse dan parallel printer adalah character device. Beberapa file perangkat yang umum digunakan yang perlu diingat adalah:

/dev/ttyS0 (first communication port, COM1): first serial port (mouse,

modem), /dev/psaux (PS/2): PS/2 mouse connection (mouse, keyboard),

/dev/lp0 (first printer port, LPT 1): first parallel port (printer, scanner, dan

sebagainya), /dev/dsp (first audio device): sound card,digitized voice, dan

PCM, /dev/usb (USB device): node USB device, /dev/sda (C:/SCSI device): first SCSI device (HDD, memory stick, external mass storage device seperti CD-ROM pada laptop), /dev/scd (D:\SCSI CD-ROM device): first

SCSI CD-ROM device, /dev/js0 (standard gameport joystick): first joystick device. Device didefinisikan sebagai tipe seperti block atau character dan nomor

1

mayor dan minor. Nomor mayor digunakan untuk melakukan kategori device dan nomor minor untuk mengidentifikasi tipe device khusus. Sebagai contoh, semua IDE device dihubungkan dengan primary controller mempunyai nomor mayor 3. Perangkat master dan slave, didefinisikan lebih jauh dengan nomor minor. Terdapat dua nomor sebelum tanggal yang tercetak. Jika kita

lakukan perintah ls l /hd* maka akan terlihat nomor mayor untuk

perangkat hda dan hdb adalah 3. Nomor minor berubah untuk setiap partisi

tertentu. Kita dapat selalu membuat perangkat menggunakan skrip

MAKEDEV dimana akan diletakkan pada direktori /dev. # MAKEDEV *

2. Perintah Mount dan Umount

Sebelum menggunakan system file harus di-mount terlebih dahulu.

Kemudian system operasi dapat mengerjakan penyimpanan file. Karena semua file UNIX berada pada satu pohon direktori, operasi mount akan terlihat seperti isi dari sub direktori yang ada pada system file yang sudah

dilakukan mounting. Contoh perintah mount

$ mount /dev/hda2 /home

$ mount /dev/hda3 /usr

Perintah mount mempunyai dua argument, argument pertama adalah file device yang berhubungan dengan disk atau partisi dari system file. Argument kedua adalah direktori yang dimounting. Perintah diatas berarti bahwa

/dev/hda2 dilakukan mounting ke /home begitu juga dengan /usr.

Perbedaan antara file device /dev/hda2 dan direktori mount /home adalah

file device memberikan akses ke isi disk mentah, direktori mount

memberikan akses ke file dari disk. Direktori mount disebut mount point.

Linux mendukung beberapa tipe system file. Mount akan menebak tipe

dari system file. Opsi t fstype akan memberikan spesifikasi tipe system

file. Sebagai contoh, untuk mount floppy MS-DOS, dapat menggunakan perintah berikut:

$ mount t msdos / dev/fd0 /floppy

2

System file root dilakukan mounting pada waktu booting. Jika system file root tidak dapat dimounting, system tidak dapat melakukan booting. Nama system file dimounting sebagai root. System file root mula-mula bersifat

read-only. Skrip startup kemudian menjalankan fsck untuk melakukan

verifikasi validitas dan jika tidak ada permasalahan, dilakukan mounting lagi

sehingga write diperbolehkan. fsck tidak boleh dijalankan pada saat system

file dimounting, karena setiap perubahan ke system file saat fsck berjalan

mengakibatkan kesalahan. Bila system file root dimounting read-only saat

dilakukan pengecekan, fsck dapat memperbaiki permasalahan.

Jika system filetidak diperlukan untuk dimounting, dapat dilakukan

unmounting dengan perintah unmount. Perintah unmount mempunyai

satu argument berupa file device atau mount point. Sebagai contoh untuk unmount direktori pada contoh diatas dapat digunakan perintah

$ umount /dev/hda2

$ umount /usr

Kita dapat melihat perangkat floppy dan mount point yang diijinkan pada

/etc/fstab. $ cat /etc/fstab /dev/fd0 /mnt/floppy auto rw,user,noauto /dev/hdc /mnt/cdrom iso9660 ro,user,noauto /dev/hdc /mnt/cdrom iso9660 0 0 0

00

00

Kolom terdiri dari file device, directory mounting, tipe system file, opsi,

frequency backup, fsck pass number (0 berarti tanpa cek). Opsi noauto

menghentikan mounting yang dilakukan secara otomatis jika system dimulai

(misalnya menghentikan mount a). Opsi user mengijinkan sembarang

user melakukan mounting system file dank arena alasan keamanan, eksekusi program tidak diijinkan (normal atau setuid). Jika ingin menyediakan akses ke beberapa tipe floppy, perlu diberikan beberapa mount point. Seting berbeda untuk setiap mount point. Sebagai

contoh untuk memberikan akses ke floppy MS-DOS dan ext2, dilakukan

perubahan baris pada /etc/fstab:

3

/dev/fd0 /dosfloppy msdos user, noauto /dev/fdo / ext2floppy exty user, noauto 0 0 B. Praktek

1. Komponen sub direktori /dev:

a. Harddisk

0

0

Nama file

Nama Perangkat

/dev/fd0

Drive floppy pertama

/dev/fd1

Drive floppy kedua

/dev/hda /dev/hda1 - /dev/hda15

HD bus AT pertama Partisi-partisi dari HD bus AT pertama

/dev/sda /dev/sda1 - /dev/sda15 /dev/sdb /dev/sdc

HD SCSI pertama Partisi-partisi dari HD SCSIpertama HD SCSI kedua HD SCSI ketiga

Drive CDROM Nama file

b.

Nama Perangkat

/dev/cdrom /dev/hda - /dev/hdd /dev/scd0 - /dev/scd1 /dev/optcd

Link ke cdrom yang digunakan ATAPI IDE CD-ROM Drive CD-ROM SCSI CD-ROM Optics Storage

c. Mouse

Nama file

Nama Perangkat

/dev/mouse

Link (kaitan) ke mouse yang digunakan

/dev/inportbm

Mouse PS/2 dengan sistem bus

d. Modem

Nama file /dev/modem dihubungkan

e. Interface Serial

Nama file /dev/ttyS0 - /dev/ttyS3

Nama Perangkat Link ke port COM pada modem yang

Nama Perangkat Interface serial 0 - 3

4

/dev/cua0-cua3

modem hubungan keluar)

f. Port Paralel

Nama file

/dev/lp0-/dev/lp2

g. Khusus

Nama file /dev/null

/dev/tty1-/dev/tty8

/dev/zero

byte null

Interface serial 0 hingga 3 (untuk

Nama Perangkat Interface paralel 0 hingga 2

Nama Perangkat Data apapun (data bin) Konsol virtual Menghasilkan keluaran bilangan dengan

2. Block device dan character device. Block device adalah device yang menyimpan atau membawa data, contohnya adalah diskette drive, hard drive dan CDROM drive. Character device adalah device yang mengirim atau transfer data, contohnya adalah serial port, mouse dan parallel printer.

3. Mounting, mount dan umount. Mounting adalah istilah untuk memberikan akses pada suatu perangkat penyimpanan data. Perintah mount yaitu untuk melakukan mounting sedangkan umount sebaliknya yaitu untuk unmounting atau memutus akses terhadap perangkat tersebut.

5

C. Latihan

1. Melihat perangkat pada system computer.

C. Latihan 1. Melihat perangkat pada system computer. a. Perbedaan antara block device dan character device

a. Perbedaan antara block device dan character device adalah dilihat dari hurup awal status file, block device hurup awalnya yaitu b sedangkan character device hurup awalnya c.

b. Melihat daftar harddisk dengan perintah ls -l /dev/hd* untuk melihat nomor mayor dan minornya. Perintah tersebut tidak dapat digunakan karena harddisk yang digunakan harddisk SCSI.

melihat nomor mayor dan minornya. Perintah tersebut tidak dapat digunakan karena harddisk yang digunakan harddisk SCSI.

6

2.

Menangani Removable Media

a. Melihat perangkat yang ada pada system file utama dengan perintah $ cat /etc/fstab. Terdapat tiga opsi yang ditampilkan yaitu:

nosuid: Jangan menetapkan akses SUID/SGID pada partisinya. nodev: Jangan menetapkan akses khusus device atau character pada partisinya. noexec: Jangan menetapkan eksekusi terhadap suatu binaries pada partisinya.

noexec : Jangan menetapkan eksekusi terhadap suatu binaries pada partisinya. b. Melakukan unmounting pada usb drive.

b. Melakukan unmounting pada usb drive.

noexec : Jangan menetapkan eksekusi terhadap suatu binaries pada partisinya. b. Melakukan unmounting pada usb drive.

7

D. Tugas

1. Melihat direktori /proc/devices

D. Tugas 1. Melihat direktori /proc/devices 2. Tugas 2 dan 3 tidak dapat dikerjakan karena tidak
D. Tugas 1. Melihat direktori /proc/devices 2. Tugas 2 dan 3 tidak dapat dikerjakan karena tidak

2. Tugas 2 dan 3 tidak dapat dikerjakan karena tidak ada perangkat foppy disknya.

2 dan 3 tidak dapat dikerjakan karena tidak ada perangkat foppy disknya. 3. Melakukan percobaan dengan

3. Melakukan percobaan dengan instruksi fsck

2 dan 3 tidak dapat dikerjakan karena tidak ada perangkat foppy disknya. 3. Melakukan percobaan dengan

8

E.

Kesimpulan.

1.

Direktori /dev berisi file device (perangkat) yang terdiri dari mayoritas block device dan character device.

2.

Block device adalah device yang menyimpan atau membawa data, contohnya diskette drive, hard drive dan CDROM drive.

3.

character device adalah device yang mengirim atau transfer data, ontohnya serial port, mouse dan parallel printer.

4.

Device didefinisikan sebagai tipe seperti block atau character dan nomor mayor dan minor.

5.

Nomor mayor digunakan untuk melakukan kategori device dan nomor minor untuk mengidentifikasi tipe device khusus.

6.

Sebelum menggunakan system file harus di-mount terlebih dahulu. Perintah mount mempunyai dua argument, argument pertama adalah file device yang berhubungan dengan disk atau partisi dari system file. Argument kedua adalah direktori yang dimounting. Direktori mount disebut mount point.

7.

Jika system filetidak diperlukan untuk dimounting, dapat dilakukan unmounting dengan perintah unmount.

9