Anda di halaman 1dari 13

CRITICAL JURNAL REVIEW

TEMA : MANAJEMEN KEPEMIMPINAN


MATA KULIAH : KEPEMIMPINAN

JUDUL :
1. IMPLEMENTASI MANAJEMEN KEPEMIMPINAN DALAM PENCAPAIAN TUJUAN
ORGANISASI
2. KEPEMIMPINAN : KONSEP, TEORI DAN KARAKTERNYA

NAMA : PEDRO JOSUA ADYTIA SITANGGANG


NIM : 170906074

DEPARTEMEN ILMU POLITIK


FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa , karena dengan
berkatnya penulis dapat membuat dan menyelesaikan tugas critical jurnal review ini dengan
sedemikian rupa. Yang kedua penulis ucapkan terima kasih kepada dosen penulis yang telah
memberikan tugas ini kepada penulis sehingga penulis dapat mempelajari dan memahami serta
membandingkan jurnal jurnal karya tulis yang berhubungan dengan tema gaya kepemimpinan.

Tugas ini penulis buat untuk menyelesaikan tugas dalam mata kuliah “Kepemimpinan”,
harapan penulis semoga hasil review penulis dari jurnal jurnal ini dapat berguna bagi para
pembaca khususnya dan pada masyarakat pada umumnya.
Jika dalam penulisan makalah ini terjadi salah penulisan Nama,kota,atau pun dalam
bahasa /ketikan dari penulis susah untuk dimengerti saya sebagai pembuat makalah ini
memohon maaf sebesar-besarnya

Demikianlah critical jurnal review ini penulis buat, penulis sadar akan kekurangan
penulis dalam mereview jurnal ini, jika ada saran dan pesan yang membangun untuk penulis
untuk tulisan kedepannya dapat pembaca berikan kepada penulis melalui email :
Pedrojosua14498@gmail.com Diakhir kata penulis ucapkan terima kasih sebanyak banyak
nya kepada para pembaca dan kepada dosen penulis.

Medan, 20 April 2019

Penulis
DAFTAR ISI
COVER
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang…………………………………………………………………………
1.2. Permasalahan………………………………………………………………………….
1.3. Tujuan…………………………………………………………………………………
1.4. Manfaat………………………………………………………………………………..
BAB II PEMBAHASAN
2.1. Hasil critical jurnal review dari jurnal 1………………………………………………
2.2. Hasil critical jurnal review dari jurnal 2………………………………………………
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN
3.1. Kesimpulan……………………………………………………………………………
3.2. Saran…………………………………………………………………………………..
BAB IV PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kepemimpinan merupakan hal yang sering kita lihat didalam kehidupan kita sehari-
hari, didalam hal ini ketika kita melihatnya bisa dimulai dari lingkungan keluarga, yang dimana
ayah adalah pemimpin dari keluarga kita, lingungan sekolah, dalam jangkauan kelas, seorang
ketua kelas adalah pemimpin dikelas tersebut, dan banyak contoh kepemimpinan lain yang
dapat kita lihat didalam kehidupan kita sehari-hari, jadi bisa dikatakan bahwa kepemimpinan
merupakan hal yang penting dan perlu dipelajari dan dipahami oleh setiap orang didalam
kehidupan bermasyarakat,
Kita sebagai manusia adalah makluk yang bersosial yang dimana dia tidak dapat atau
tidak mampu untuk hidup sendiri. Dalam hidup, manusia selalu berinteraksi dengan sesame
serta dengan lingkungannya. Manusia hidup berkelompok baik dalam kelompok yang besar
mampun dalam kelompok yang kecil.
Kepemimpinan merupakan masalah yang penting bagi suatu kelompok atau organisasi
kelembagaan. Hal ini dikarenakan pemimpin merupakan salah satu faktor yang sangat
berpengaruh bagi keberhasilan suatu organisasi atau lembaga tersebut mencapai tujuan.
Pemimpin adalah seseorang yang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi bawahan
sehubungan dengan tugas-tugas yang harus dilaksanakan.
Kepemimpinan bisa juga diartikan sebagai kekuatan atau kemampuan untuk
menggerakkan orang dan mempengaruhi orang. Kepemimpinan dalam pendidikan adalah
segenap kegiatan dalam usaha mempengaruhi personal di lingkungan pendidikan pada situasi
tertentu agar mereka melalui usaha kerja sama dan mau bekerja dengan penuh tanggung jawab
dan ikhlas demi tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Pemimpin dalam dunia
pendidikan terutama di perguruan tinggi disebut rektor. Ia memiliki peranan penting karena
mampu mempengaruhi, mengkoordinasi, membimbing dan mengarahkan serta mengawasi
semua personalia dalam hal yang ada kaitannya dengan kegiatan yang dilaksanakan sehingga
dapat tercapai tujuan pendidikan yang efektif dan efisien. Sebagai pemimpin, rektor harus
mampu mendorong semangat dan kepercayaan diri dosen, staf dan mahasiswa/i dalam
melaksanakan tugas masing-masing.
Manusia adalah makhluk social yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam hidup, manusia selalau
berinteraksi dengan sesame serta dengan lingkungan. Manusia hidup berkelompok baik dalam
kelompok besar maupun dalam kelompok kecil.

Hidup dalam kelompok tentulah tidak mudah. Untuk menciptakan kondisi kehidupan yang
harmonis anggota kelompok haruslah saling menghormati & menghargai. Keteraturan hidup
perlu selalu dijaga. Hidup yang teratur adalah impian setiap insan. Menciptakan & menjaga
kehidupan yang harmonis adalah tugas manusia.

Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling tinggi disbanding makhluk Tuhan lainnya.
Manusia di anugerahi kemampuan untuk berpikir, kemampuan untuk memilah & memilih
mana yang baik & mana yang buruk. Dengan kelebihan itulah manusia seharusnya mampu
mengelola lingkungan dengan baik.

Tidak hanya lingkungan yang perlu dikelola dengan baik, kehidupan social manusiapun perlu
dikelola dengan baik. Untuk itulah dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber
daya yang berjiwa pemimpin, paling tidak untuk memimpin dirinya sendiri.

Dengan berjiwa pemimpin manusia akan dapat mengelola diri, kelompok & lingkungan dengan
baik. Khususnya dalam penanggulangan masalah yang relatif pelik & sulit. Disinilah dituntut
kearifan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan agar masalah dapat terselesaikan
dengan baik.

Secara umum ada beberapa model kepemimpinan dalam memimpin suatu lembaga,
termasuk ditujukan pada perguruan tinggi. Model-model tersebut adalah model otokratik,
militeristik, paternalistik, laissez faire, kharismatis, dan demokratis. Sehubung dengan
permasalahan diatas, maka peneliti tertarik untuk meneliti tentang model-model kepemimpinan
yang digunakan oleh pemimpin STAIN selama empat masa kepemimpinan ini yaitu Model
Kepemimpinan Dalam Metamorfosis STAIN Menjadi IAIN Palangka Raya.
Kualitas dari pemimpin seringkali dianggap sebagai faktor terpenting dalam
kemajuan atau kemunduran suatu Daerah demikian juga kemajuan atau kemunduran suatu
Daerah, biasanya dipersepsikan sebagai keberhasilan atau kegagalan pemimpin. Begitu
pentingnya peran pemimpin sehingga isu mengenai pemimpin menjadi fokus yang menarik
perhatian para peneliti. Hal ini membawa konsekuensi bahwa setiap pimpinan
berkewajiban memberikan perhatian yang sungguh-sungguh untuk membina,
menggerakkan, mengarahkan semua potensi bawahannya agar terwujud volume dan beban
kerja yang terarah pada tujuan. Pimpinan perlu melakukan pembinaan yang sungguh-
sungguh terhadap bawahan agar dapat menimbulkan kepuasan dan komitmen sehinga pada
akhirnya dapat meningkatkan kinerja yang tinggi.
Gaya kepemimpinan adalah suatu cara yang digunakan oleh seorang pemimpin
dalam mempengaruhi perilaku orang lain. Gaya kepemimpinan merupakan norma perilaku
yang dipergunakan oleh seseorang pada saat orang tersebut mencoba mempengaruhi perilaku
orang lain. Masing-masing gaya tersebut memiliki keunggulan dan kelemahan. Seorang
pemimpin akan menggunakan gaya kepemimpinan sesuai kemampuan dan kepribadiannya.
Setiap pimpinan dalam memberikan perhatian untuk membina, menggerakkan dan
mengarahkan semua potensi bawahan di lingkungannya memiliki pola yang berbeda-beda
antara satu dengan yang lainnya . Perbedaan itu disebabkan oleh gaya kepemimpinan yang
berbeda beda pula dari setiap pemimpin. Kesesuaian antara gaya kepemimpinan, norma-
norma dan kultur organisasi dipandang sebagai suatu prasyarat kunci untuk kesuksesan
prestasi seorang pemimpin.

1.2. Permasalahan
a. Apa itu teori kepemimpinan?
b.apakah kegunaan dari teori kepemimpinan itu sendiri ?
1.3. Tujuan
a. Untuk mengetahui pengertian dari kepemimpinan.
b. Mengetahui fungsi gaya kepemimpinan dalam dalam kedihupan sehari-hari.
1.4. Manfaat
Manfaat dari pembuatan critical jurnal review ini adalah untuk sebagai bahan kajian
pembelajaran untuk dapat memahami hal-hal yang berkaitan dengan teori kepemimpinan
dalam kehidupan bermasyrakat ,apakah teori kepemimpinan dapat dipake ditengah masyarakat
atau teori kepemimpinan tidak dapat dipake ditengah masyarakat .
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Review jurnal Ke-1
Judul : IMPLEMENTASI MANAJEMEN KEPEMIMPINAN DALAM PENCAPAIAN
TUJUAN ORGANISASI

Penulis : Anung Pramudyo Akademi Manajemen Administrasi (AMA) ”YPK”


Yogyakarta
Tahun Terbit : 2013
Jumlah Halaman : 13 halaman
Hasil Review :

Pemimpin (Leader) pada dasarnya adalah orang yang mampu menggerakkan


sumberdaya (terutama manusia) untuk bekerja bersama untuk mencapai tujuan. Menurut Jack
Welch dalam Slater (2001 : 33), pemimpin adalah orang yang memberikan inspirasi dengan
visi yang jelas mengenai bagaimana sesuatu dapat dikerjakan dengan cara yang lebih baik.
Pemimpin dan kepemimpinan adalah sesuatu yang tak dapat dipisahkan, merupakan suatu
kesatuan. Seorang pemimpin harus mempunyai jiwa kepemimpinan. Jiwa kepemimpinan ini
terbentuk dari suatu proses dari waktu ke waktu hingga akhirnya akan mengkristal dalam suatu
bentuk karakteristik kepemimpinan. Seseorang yang mempunyai jiwa kepemimpinan, dengan
usaha yang gigih akan dapat membantu lahirnya penegasan sikap kepemimpinan pada dirinya
(Fahmi, 2012 : 16). Robbins (2003 : 40) menyatakan bahwa kepemimpinan (leadership) adalah
kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok kearah tercapainya tujuan. Sementara
Stoner (1996 : 161) menyatakan bahwa kepemimpinan adalah proses mengarahkan dan
mempengaruhi aktifitas yang berkaitan dengan pekerjaan dari anggota kelompok. Dari definisi
ini terdapat empat implikasi penting yaitu :

1. Kepemimpinan melibatkan orang lain – bawahan atau pengikut. Kesediaan mereka untuk
menerima pengarahan dari pemimpin, akan membantu dalam menentukan status atau
kedudukan pemimpin dan membuat proses kepemimpinan dapat berjalan. Tanpa bawahan,
semua mutu atau kualitas kepemimpinan dari seorang manajer menjadi tidak relevan.

2. Kepemimpinan melibatkan distribusi kekuasaan yang tidak merata antara pemimpin dan
anggota kelompok. Pemimpin biasanya mempunyai kekuasaan yang lebih besar dan
mempunyai wewenang untuk mengarahkan berbagai kegiatan dari anggota organisasi.

3. Kepemimpinan adalah kemampuan menggunakan berbagai bentuk kekuasaan untuk


mempengaruhi tingkah laku pengikut dengan berbagai cara. Pemimpin tidak hanya dapat
memerintah bawahan ”apa” yang harus dilakukan, tetapi juga dapat mempengaruhi
”bagaimana” bawahan akan melaksanakan perintahnya.

4. Kepemimpinan adalah mengenai ”nilai”. Seorang pemimpin harus memperhatikan


komponen moral dalam melaksanakan kepemimpinannya. Pemimpin harus dapat menjadi
contoh atau guru etika bagi para bawahan atau pengikutnya. Dalam melaksanakan fungsi
kepemimpinan ini, manajemen kepemimpinan sangat diperlukan oleh suatu organisasi.
Manajemen kepemimpinan adalah suatu ilmu yang mengkaji secara komprehensif bagaimana
seseorang melaksanakan kepemimpinan dengan mempergunakan seluruh sumberdaya yang
dimiliki serta dengan selalu mengedepankan konsep dan aturan yang berlaku dalam ilmu
manajemen (Fahmi, 2012 : 2). Salah satu bagian terpenting dalam ilmu manajemen adalah
menggunakan seni dalam menggerakkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Dengan
seni ini, seorang pemimpin dapat memberikan arahan kepada seseorang untuk melaksanakan
suatu pekerjaan secara tepat.

Kelebihan dan Kekurangan Jurnal


Kelebihan :
Jurnal ini lebih tepat dalam menerangkan penjelasan mengenai manajemen
kepemimpinan, didalamnya dipaparkan segala contoh dan teori yang mendukung gaya-gaya
kepemimpinan yang membuat orang dapat memahami lebih dalam mengenai gaya-gaya
kepemimpinan.
Kekurangan :
Jurnal ini memiliki kosa kata dan pemahaman yang sangat banyak sehingga kadang
membuat pembaca yang membaca nya tanpa acuan atau dasar sebelumnya, pasti akan bingung
karenanya oleh karena penulis jurnal lain kali harus menggunakan kosa kata yang dapat
dimengerti.
2.2. Review jurnal Ke-2
Judul : PENGARUH KEPEMIMPINAN, BUDAYA ORGANISASI DAN
KOMPETENSI TERHADAP KINERJA PEGAWAI SERTA IMPLIKASINYA PADA
KINERJA SEKRETARIAT KABUPATEN PIDIE JAYA
Penulis : Reza Zarvedi*1 , Rusli Yusuf2 , Mahdani Ibrahim3 1 ) Magister
Manajemen Program Pascasarjana Universitas Syiah Kuala 2,3) Dosen Fakultas Ekonomi
Universitas Syiah Kuala E-mail korespondensi: *1reza_zarvedi@yahoo.co.id
Tahun Terbit : 2016
Jumlah Halaman : 17 halaman
Hasil Review :

Organisasi pada umumnya percaya bahwa untuk mencapai keunggulan harus


mengusahakan kinerja individual yang setinggi-tingginya, karena pada dasarnya kinerja
individu mempengaruhi kinerja tim atau kelompok kerja dan pada akhirnya mempengaruhi
kinerja organisasi secara keseluruhan. Penilaian kinerja terhadap karyawan biasanya
didasarkan pada job description yang telah disusun oleh organisasi. Dengan demikian, baik
buruknya kinerja pegawai dilihat dari kemampuannya dalam melaksanakan tugas-tugas sesuai
dengan pekerjaan yang telah menjadi tanggung jawabnya. Sedangkan kinerja sendiri adalah
tingkat pencapaian hasil atas pelaksanaan tugas tertentu. Seperti yang dikemukan Rue & Bryan
dalam Tjandra (2005:38) kinerja didefinisikan sebagai tingkat pencapaian hasil serta
merupakan tingkat pencapaian tujuan organisasi secara berkesinambungan. Suatu organisasi
baik pemerintah maupun swasta dalam mencapai tujuan yang ditetapkan harus melalui sarana
dalam bentuk organisasi yang digerakkan oleh sekelompok orang yang berperan aktif sebagai
pelaku dalam mencapai tujuan organisasi yang bersangkutan. Tercapainya tujuan organisasi
hanya dimungkinkan karena upaya para individu yang terdapat pada organisasi tersebut.
Dengan kata lain, kinerja individu berhubungan sejalan dengan kinerja organisasi. Selain
kinerja individual yang harus sangat diperhatikan dalam suatu organisasi, hal lain yang menjadi
salah satu penentu kinerja dari suatu organisasi tersebut adalah kepemimpinan dari organisasi
tersebut. Pengaruh kepemimpinan merupakan norma perilaku yang digunakan oleh seseorang
pada saat orang tersebut mencoba mempengaruhi perilaku orang lain. Kepemimpinan cocok
apabila tujuan Organisasi telah dikomunikasikan dan bawahan telah menerimanya. Seorang
pemimpin harus menerapkan kepemimpinan untuk mengelola bawahannya, karena seorang
pemimpin akan sangat mempengaruhi keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuannya
(Waridin dan Bambang Guritno, 2005). Maka dalam hal ini Sekretariat Kabupaten Pidie Jaya
dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan, harus senantiasa memperhatikan kemimpinan
yang dijalankan. Dalam hal ini juga kepemimpinan di Kabupaten Pidie Jaya masih mempunyai
beberapa kekurangan yang harus diperbaiki agar menjadi lebih baik lagi kedepannya.

Teori terkenal yang berkaitan dengan perilaku dimulai dari


penelitian pada Universitas Negeri Ohio sekitar tahun 1940-an. Lebih
dari 1.000 dimensi independen dari perilaku pemimpin diidentifkasi, namun pada akhirnya
dapat dikelompokkan menjadi dua kategori yang secara mendasar menjelaskan kebanyakan
perilaku pemimpin. Mereka menyebut dua dimensi tersebut adalah struktur prakarsa
(initiating structure) dan pertimbangan (consideration). Struktur prakarsa berkenaan dengan
sejauh mana seorang pemimpin menetapkan dan menstruktur perannya dan peran bawahannya
dalam kaitannya dengan tujuan yang ingin dicapai. Sedangkan pertimbangan digambarkan
sejauh mana seseorang berkemungkinan memiliki hubungan pekerjaan yangdicirikan oleh
saling percaya, menghargai gagasan bawahan, kesejahteraan, status, dan kepuasan
pengikut-pengikutnya.

Pada waktu yang hampir bersamaan dengan dilakukannya


telaah mengenai kepemimpinan pada Universitas Negeri Ohio, telaah
kepemimpinan juga dilakukan pada Pusat Riset dan Survai Universitas
Michigan. Kelompok Michigan juga sampai pada dua dimensi perilaku
kepemimpinan, yaitu: kepemimpinan berorientasi karyawan dan berorientasi produksi. Hasil
yang diperoleh dari kelompok Michigan adalah bahwa pemimpin yang
berorientasi karyawan lebih disukai dibandingkan pemimpin yang berorientasi produksi.
Pemimpin yang berorientasi karyawan justru menghasilkan produksi yang lebih
tinggi dibandingkan dengan pemimpin yang berorientasi produksi. Hal tersebut terjadi karena
karyawan akan memiliki produktivitas yang tinggi pada pemimpin yang berorientasi
karyawan.

Kelebihan dan Kekurangan Jurnal

Kelebihan : Didalam buku ini menerangkan bagaimana dari sebuah organisasi


kepemimpinan atau karakter kepemimpinan, jadi pembaca tidak akan jenuh dan bosan ketika
membaca jurnal ini.

Kekurangan : Jurnal ini sangat ringkas, hanya mencakup sedikit bagian jadi dia tidak
selengkap jurnal ke 1 yang telah dibahas sebelumnya.
BAB III

KESIMPILAN DAN SARAN

3.1. Kesimpulan
Kesimpulan dari Jurnal pertama:
- Jurnal ini memuat banyak teori dan gaya kepemimpina dan organisaasi serta
manajemen dalam menjelaskan hubungan gaya kepemimpinan yang dapat kita gunakan
didalam dunia kerja
- Jurnal ini bisa dibuat sebagai acuan yang bisa menggantikan peran buku dalam
penggunaannya serta isi dari dalam jurnal tersebut sudah cukup lengkap.
Jadi dari intinya semua yang dapat kita ambil dijurnal pertama ini,hal hal yang berkaitan
dengan perkerjaan, atau model gaya kepemipinan yang baik,serat kiita dapat kita lihat didalam
jurnal ini semua contoh keadaan sifat dari seseorang dapa kita pahami dari jurnal ini dan
bagaimana cara manajemen waktu dan organisasi untuk menjadi pemimpin.
Kesimpulan dari Jurnal kedua:
Jurnal kedua ini sangat rinci dan jelas tidak bertele-tele dan mudah di mengerti dalam
penggunaan bahasa baku tidak seperti jurnal pertama dan pengertian dari organisasi dalam
kepemimpinan sudah jelas dan sangat rinci dalam penjelasannya

3.2. Saran
Kepada pembaca yang ingin memahami gaya-gaya kepemimpinan secara mendalam
sebaiknya membaca dan memahami dari jurnal yang pertama karena dia mencakup semua hal
yang bergantung dengan gaya kepemimpinan dibidang organisasi.
Kepada pembaca yang hanya ingin tau sekedar tentang gaya kepemimpinan bisa hanya
membaca dan memahami dari jurnal yang kedua ini.
BAB IV
PENUTUP
Dalam proses pembuatan critical jurnal review ini penulis dapat memahami dan
menjadi lebih hapal bagaimana itu gaya-gaya dalam kepemimpinan, oleh karena itu penulis
juga berharap critical jurnal review ini juga dapat berguna dan dapat membuat para pembaca
lebih paham dalam memahami hal hal yang berhubungan dengan gaya-gaya kepemimpinan.
Diakhir kata penulis ucapkan terima kasih.
DAFTAR PUSTAKA
- Anung Pramudyo Akademi Manajemen Administrasi (AMA) ”YPK” Yogyakarta
ISSN:2252-5483 VOL.1,No.2,Febuari 2013
- Reza Zarvedi*1 , Rusli Yusuf2 , Mahdani Ibrahim3 1 ) Magister Manajemen Program
Pascasarjana Universitas Syiah Kuala 2,3) Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala
E-mail korespondensi: *1reza_zarvedi@yahoo.co.id ISSN:2502-6976 Vol2,No2,September
2016