Anda di halaman 1dari 23

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

( RPP )

Satuan Pendidikan : SMK Theresiana


Mata Pelajaran : Tata Hidang
Kelas/Semester : XI / 1
Bidang Keahlian : Pariwisata
Program Keahlian : Kuliner
Kompetensi Keahlian : Tata Boga
Materi Pokok : Menu
Alokasi Waktu : 7 x 45 menit x 2 pertemuan

A. Kompetensi Inti
KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Tata Boga pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan
dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks
pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga
masyarakat nasional, regional, dan internasional.
KI 4 : Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja
yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Tata
Boga. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang
terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar,
mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif,
komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugasspesifik di bawah
pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru,
membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan
tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian IKKD


(KD) Kompetensi (IPK)
3.1 Menganalisis menu 3.1.1 Memahami pengertian 3.1.1.1 Menjelaskan pengertian
menu menu
3.1.1.2 Mengidentifikasi susunan
menu
3.1.1.3 Menjelaskan dasar menu yaitu
static menu, cycle menu,
single use menu
3.1.1.4 Menjelaskan tampilan menu
secara Table D’hote & A La
Carte
3.1.1.5.Mengklasifikasikan tipe menu
3.1.2 Memahami fungsi 3.1.2.1 Menjelaskan fungsi menu
menu untuk pelanggan
3.1.2.2 Menjelaskan fungsi menu
untuk perusahaan
3.1.3 Memahami 3.1.3.1 Menjelaskan pertimbangan
persyaratan dalam secara umum dalam
menyusun menu menyusun
3.1.3.2 Menjelaskan pertimbangan
secara khusus dalam
menyusun menu
3.1.4 Mengklasifikasi 3.1.4.1 Mengidentifikasi menu
macam-macam menu breakfast
sesuai dengan waktu 3.1.4.2 Mengidentifikasi menu brunch
makan 3.1.4.3 Mengidentifikasi menu lunch
3.1.4.4 Mengidentifikasi menu dinner
4.1 Membuat 4.1.1 Membuat perencanaan 4.1.1.1 Mengidentifikasi persyaratan
perencanaan menu menu berdasarkan menyusun menu
(Menu planning) syarat- syarat 4.1.1.2 Merancang perencanaan
penyusunan menu menu berdasarkan syarat
dengan teliti menyusun menu
4.1.1.3 Memilah reaksi yang tepat
dalam penulisan menu
4.1.1.4 Menyesuaikan rancangan
menu dengan aturan
penulisan menu
4.1.2 Membuat kartu menu 4.1.2.1 Mengkonstruksi susunan
dengan rapi, bersih, menu
dan menarik 4.1.2.2 Merancang kartu menu
dengan rapi bersih dan
menarik

C. Tujuan Pembelajaran
Setelah melalui proses mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi, dan
mengkomunikasikan diharapkan peserta didik mampu :
1. Memahami pengertian menu
2. Memahami fungsi menu
3. Memahami persyaratan dalam menyusun menu
4. Mengklasifikasikan macam – macam menu sesuai dengan waktu makan
5. Membuat perencanaan menu berdasarkan syarat- syarat penyusunan menu dengan teliti
6. Membuat kartu menu dengan rapi, bersih, dan menarik

D. Materi Pembelajaran
Rangkuman Materi
1. Pengertian Menu
Terminologi tentang Menu memiliki dua makna yang berbeda. Makna pertama; menu
berarti informasi yang menunjukkan kumpulan beberapa macam nama kuliner untuk satu
kali waktu makan, berarti cetak biru dalam bentuk lembaran “Kartu” atau lembaran yang
terhimpun dalam wujud ”Buku”, atau “papan menu/papan lampu”, dimana di dalamnya
tertulis nama nama kuliner yang tersaji di restoran tersebut.
Makna kedua adalah menunjukkan sebuah benda atau material yang bisa dipegang
dan diangkat oleh tangan,”Handy”, atau papan nama yang mudah terbaca tamu restoran;
berisi informasi tulisan nama nama makanan yang mudah terbaca berikut harga. Menu
sebagai alat dari pemasaran. Oleh karena itu efek dari menu sangat diharapkan terjadinya
transaksi jual beli, terjadi aktivitas pelayanan jasa dari perusahaan , dan berujung pada
kepuasan tamu yang terkait.
Menu berasal dari bahasa Prancis “Le Menu” yang berarti daftar makanan yang
disajikan kepada tamu di ruang makan. Dalam lingkungan rumah tangga, menu diartikan
sebagai susunan makanan/hidangan tertentu. Oleh orang Inggris menu disebut juga “Bill of
Fare”. Menurut Marsum (2005 : 135) pada umumnya menu mempunyai tiga macam arti
yaitu :
1) Menu sebagai daftar makanan pada umumnya diikuti harga makanannya
2) Sebagi makanan yang disajikan
3) Menu dapat diartikan sebagai hidangan yang disajikan pada waktu tertentu misalnya
makan pagi (Breakfast menu), makan siang (Lunch menu), dan makan malam (Dinner
menu)
2. Susunan Menu
Susunan menu adalah suatu rangkaian yang disesuaikan dengan fungsi dari
makanan tersebut. Pada mulanya susunan ini terdiri dari 13 macam makanan dan disebut
Menu Klasik. Sususan hidangan pada menu klasik disesuaikan dengan kebiasaan pada
masa itu, pada saat makanan itu dipesan dan disajikan atau dimakan. Makanan – makanan
ringan atau yang berfungsi sebagai pembangkit selera dihidangkan sebelum makanan
utama (main courses) disajikan. Kerangka susunan menu klasik yang lengkap terdiri dari 13
courses adalah sebagai berikut :
Bahasa Perancis Bahasa Inggris Contoh Hidangan
1 Hors D’oeuvre Froild Cold Appetizer Lobster
2 Potage Soup Consomme Royale
3 Hors D’oeuvre Chaud Wane Appetizer Mapraow on Toast
4 Poisson Fish Poached Machkerel with
lemon butter
5 Grosse Piece Large Joint Beef Bourguigno
6 Entrée Chaud Hot Entrée Chicken Breast With
Mushroom
7 Entrée Froid Cold Entrée Ham mouse with
mushroom
8 Sorbet Sherbet Lemon Sherbet
9 Roti (Et Salad) Roast (and salad) Roast ris of beef (+salad)
10 Legumes Vegetables Gratinated Asparagus
11 Entrements Sweet Didten Kaba Au Thu
12 Savoury Savory Cheese Puff Paste
13 Dessert Dessert Fresh Fruit
Susunan menu klasik yang terdiri dari 13 courses ini dapat dipergunakan dalam
segala aspek penyajian makanan. Dari masa ke masa terjadi perubahan yang bertujuan
kearah penyederhanaan, karena orang – orang kebanyakan tidak menyukai susunan
hidangan yang begitu panjang, waktu makan yang tersedia makin lama makin sedikit, juga
karena pertimbangan kebutuhan kalori oleh tubuh dan faktor kesehatan tubuh.
Menu modern pada dasarnya adalah penyederhanaan dari struktur menu klasik agar
mempersingkat waktu makan serta untuk kecukupan jumlah kalori dalam tubuh. Berikut ini
adalah beberapa contoh menu penyederhanaan dari menu klasik diatas:
a. Menu dengan 6 kelompok hidangan (courses)
 Cold appetizer
 Soup
 Warm Appetizer
 Main Course: vegetables & potatoes
 Sweet
 Dessert
Susunan Menu Contoh Menu
1 Cold Appetizer Oysters
2 Soup Cream of Tomatoes Soup
3 Hot Appetizer or Entree Cheese Risoles
4 Fish Grilled snaper
5 Main Course South Western Stir-Frying
6 Dessert Baba au Rhum

b. Menu dengan 5 kelompok hidangan (courses)


 Cold appetizer
 Soup
 Warm appetizer
 Main course: vegetables & potatoes
 Sweet atau dessert
Susunan Menu Contoh Menu
1 Cold Appetizer Chicken Salad Hawaian
2 Soup Consomme Du Barry
3 Hot Appetizer Macaroni Croquette
4 Main Course Sirloin Steak With Mashroom Sauce
5 Dessert Caramel Pudding

c. Menu dengan 4 kelompok hidangan (courses)


 Appetizer
 Soup
 Main course: vegetables & potatoes
 Sweet atau dessert
Susunan Menu Contoh Menu
1 Cold Appetizer Waldorf Salad
2 Soup Puree of Potatoes Soup
3 Main Course Fish Stew Maracaibo
4 Dessert Chocolate Mousse

d. Menu dengan 3 kelompok hidangan (courses)


 Soup
 Main courses: vegetables & potatoes
 Sweet atau dessert
Susunan Menu Contoh Menu
1 Appetizer Salad Hawaian
2 Main Course Black Pepper Steak
3 Dessert Bavaroise Hopyes

3. Klasifikasi Menu Berdasarkan Sifat


Berdasarkan sifatnya klasifikasi “menu” dibagi menjadi tiga kelompok dasar yaitu : (1) Static
atau Fixed menu. (2) Cycle Menu. ( 3) Single - use menu.
a. Static / Fixed Menu
Static atau fixed menu adalah menu yang berisi item menu yang sama , setiap hari,
sepanjang masa perusahaan itu menjual makanan yang sama. Bisa hanya satu macam
makanan atau bermacam macam makanan,cirinya ada kepastian bahwa makanan
yang dijual atau yang disajikan seperti yang tertera dalam Menu setiap harinya.
Contohnya menu yang ditawarkan di Frenchise Restauran baik nasional maupun
internasional.
b. Cycle Menu
Cycle Menu adalah menu yang ber-seri, berlaku setiap kelompok hitungan
hari,misalnya per 10 hari,baru akan berulang mulai dari menu hari pertama. Jadi antara
hari pertama, hari kedua dan hari ketiga serta hari sampai hari ke 10 akan terjadi
perubahan item makanan yang tersaji, baik melalui pesanan konsumen atau telah
ditetapkan oleh perancang menu “Chef ”/kepala dapurnya. Menu seperti ini banyak
dipakai oleh dapur rumah sakit atau kantin untuk karyawan di sebuah lembaga.
c. Single Use Menu
Single - use menu ; adalah menu yang dirancang untuk satu kali pakai untuk memenuhi
pesanan pesanan makanan yang sifatnya insidental. Antara pemesan A dan pemesan
B bisa berbeda tergantung dari pihak pemesan, bisa dibantu padu padan makanan
terpilih, atas dasar saran dan masukan dari petugas yang menjadi “ konsultan menu” di
perusahaan. Bagi “konsultan menu”; tentu dia harus orang yang memiliki kompetensi
di bidangnya, karena dia bertanggung jawab atas kepuasan dari yang menikmati
makanan itu, terutama di dalam sebuah jamuan makan yang diselenggarakan oleh
pemangku hajat. Contoh nya menu untuk out side catering sebuah perhelatan; bisa
wedding party , atau academic party (seminar –konfrensi – meeting). Pada single - use
menu biasanya pihak perusahaan menyiapkan “master Menu”, yang akan
memudahkan konsumen menetapkan item makanan yang menjadi pilihannya.
4. Jenis – Jenis Menu
a. Table D’hote Menu
Table D’hote menu adalah daftar makanan yang membentuk atau tersusun dalam satu
set makanan dengan satu harga yang pasti. Jenis menu ini biasanya dapat disajikan
untuk makan pagi, makan siang, makan malam dan umumnya dengan tehnik penyajian:
 Banquets : menu yang disajikan telah ditetapkan dengan set harga tertentu dan
penyajian makanan dengan pilihan yang terbatas.
 Buffets : jenis makanan ini biasanya disesuaikan dengan suasana atau acara yang
sedang berlangsung, makanan yang disajikan jenis makanan dingin dan panas
yang ditempatkan di atas meja.
 Coffee shop : menu coffee shop karakteristiknya adalah satu kumpulan jenis
makanan disajikan pada waktu dimulainya jam makan seperti makan siang.
b. A la Carte Menu
Menu a la carte adalah menu yang telah disertai daftar harga fix per item. Menu “a’la
carte” adalah suatu susunan menu dimana setiap makanan yang dicantumkan pada
daftar tersebut disertai dengan harga tersendiri. Banyaknya jumlah serta jenis makanan
yang tercantum pada menu tergantung pada besar kecilnya restoran (jumlah tempat
duduk) dan tigkat atau golongan dari hotel atau restoran tersebut.
A’la Carte menu mempunyai karakter atau ciri – ciri sebagai berikut :
1) A’la Carte menu mencantumkan daftar makanan selengkapnya yang dapat
disediakan oleh perusahaan tersebut.
2) A’la Carte menu memberi peluang yang cukup luas pada pelanggan untuk memilih
makanan yang sesuai dengan selera mereka.
3) Masing – masing makanan diberikan harga secara terpisah dan tersendiri. Beban
harga yang harus dibayar sesuai dengan harga makanan yang dipesan.
4) Makanan akan dimasak bila dipesan. Dengan demikian setiap pesanan
memerlukan jangka waktu tertentu untuk menunggu hingga makanan tersebut siap
untuk dihidangkan.
5. Tipe Menu
a. Breakfast menu
Menu hidangan makan pagi untuk orang – orang Eropa disusun dengan
menggabungkan beberapa kelompok atau jenis makanan seperti :
1) Fruits or Juice (buah atau sari buah) : grapefruit, orange, melon, pineapple, papaya,
manggoe dan lain sebagainya.
2) Eggs (hidangan telor) : boiled egg (soft, medium or hard), poached eggs, fried eggs,
scramble eggs, omelette.
3) Cereals : cornflakes (jagung bebentuk serpihan), rice crispes, shredded wheat (irisan
gandum), porridge dan lain sebagainya.
4) Fish (hidangan ikan) : grilled herrings, kippers, sole, fish cake, smoked haddock dsb.
5) Hot meat (hidangan daging panas) : grilled ham, bacon, sausage, grilled kidney
(kacang merah panggang), calve (hati sapi) dsb.
6) Cold meat (hidangan daging dingin) : cold ham, bacon, cold pressed beef, dsb.
7) Bread (roti) : rolls, croisants, toasted bread, french toast, danish dsb. Bread selalu
disajikan dengan butter (mentega).
8) Preserves (yang diawetkan) : jam (sele), marmalade (semacam sele jeruk), honey
dsb.
9) Beverage (minuman) : tea, coffee, milk, chocolate, chocolate milk dsb.
Menu untuk makan pagi (breakfast) dapat dibedakan menjadi beberapa macam :
1) Cotinental Breakfast
Kontinental Breakfast atau European Breakfast adalah menu makan pagi yang
paling sederhana. Menu ini hanya terdiri dari :
 Bread and Butter
 Preserves : jam, marmalade, honey
 Fruit slices or fruit juices
 Beverages : coffee atau tea.
2) English Breakfast
Menu untuk english breakfast biasanya terdiri dari :
 Bread and Butter
 Preserves : jam, marmalade, honey
 Cereals or Porridge
 Fruit slices or fruit juices
 Eggs
 Fish or meat
 Beverages : coffee atau tea.
3) American Breakfast
Menu american breakfast ini disebut juga “Full Breakfast” atau menu makan pagi
yang paling lengkap dan paling berat (banyak kalori). Menu ini terdiri dari :
 Bread and Butter
 Preserves
 Cereals or Porridge
 Fruits or fruit juices
 Eggs
 Fish or meat
 Beverages : coffee atau tea.
4) Indonesian Breakfast
Hidangan makan pagi di Indonesia sebenarnya belum mempunyai pola seperti jenis
breakfast lainnya. Untuk menampilkan Indonesian Breakfast kedalam gastronomi
international, maka polanya perlu mengikuti pola breakfast Eropa. Hidangan makan
pagi di Indonesia saat ini sudah beraneka ragam, dari yang paling sederhana hingga
yang paling lengkap. Contoh Indonesian Breakfast :
 Fresh fruit and fruit juices : sliced banana, papaya, pineapple, manggo,
rambutan, tomato juice, orange juice, peneapple juice, markisa juice.
 Cereals : steamed rice, nasi goreng, bubur ayam.
 Eggs : telor dadar, telor mata sapi, telor rebus, telor orak – arik.
 Meat and poultry : sate, ayam goreng.
 Beverage : coffee dan tea.
b. Lunch Menu
Menu lunch atau menu makan siang dapat berbentuk ‘a la carte’ atau ‘table d hote’.
Pada kedua jenis menu ini perlu dicantumkan cukup banyak jenis hidangan sehingga
tamu mempunyai kesempatan yang lebih luas untuk memilih makanan. Jumlah jenis
hidangan yang tercantum tergantung pada jenis dan besar kecilnya hotel atau
restaurant tersebut. Menu table d hote untuk makan siang biasanya mencantumkan tiga
atau empat kelompok hidangan (courses) : appetizer (misalnya paysane soup), main
courses (misalnya fillet of kakap meuniere, boiled potatoes, buttered spinach) dan
dessert (misalnya vanilla ice cream). Menu makan siang dapat juga disusun dengan
susunan hidangan lebih dari empat courses. Jumlah courses ini biasanya disesuaikan
dengan tema dan tujuan menu tersebut, misalnya untuk perjamuan khusus, perjamuan
kenegaraan.
c. Tea Time Menu
Tea time adalah waktu makan selingan yang diadakan dalam kurun waktu antara
makan siang (lunch) dan makan malam (dinner). Dengan demikian menu untuk tea time
ini biasanya terdiri dari makanan – makanan ringan (light meal). Misalnya :
1) Sandwiches
2) Canapes (makanan kecil yang menyertai minuman)
3) Small pastries (biskuit atau kue kecil)
4) Fruit salad and cream
5) Gateaux (kue bermutu tinggi) atau Pastries.
6) Ice cream
7) Tea or coffee
d. Dinner Menu
Menu dinner atau menu makan malam biasanya mencantumkan hidangan yang lebih
banyak dari pada menu makan siang sehingga tamu mempunyai kesempatan lebih
dalam memilih makanan. Banyak orang beranggapan bahwa makan malam adalah
makan yang paling lengkap dalam sehari. Dengan demikian dalam penyusunan menu
makan malam perlu mencantumkan pilihan yang lebih banyak, dengan komposisi yang
lebih berat dalam kalori. Jumlah jenis dan variasi makanan tercantum dalam menu
tergantung pula pada jenis dan besar kecilnya hotel atau restaurant. Pada pesta – pesta
perjamuan makan malam tertentu (specical dinner party) dapat disuguhkan jumlah
hidangan (courses) yang lebih banyak, misalnya 4, 5 hingga 10 jenis hidangan.
e. Supper Menu
Supper menu atau menu makan larut malam susunannya lebih terbatas dan lebih
ringan bila ditinjau dari segi kalori yang dikandung, dibandingkan dengan lunch atau
dinner menu. Kelompok makanan yang dicantumkan untuk menyusun “supper menu”
adalah:
1) Cold Cuts : smoked ham, cold fish.
2) Entrees : meat stew, lasagne.
3) Grilled : kebab, hamburger, minute steak.
4) Sweet or Dessert : English cake, fresh fruit cake.
f. Banquette Menu
Banquet atau Andrawina adalah suatu pesta perjamuan yang biasanya diadakan pada
saat – saat tertentu, diluar pelaksanaan restoran yang regular. Banquet dapat juga
diadakan untuk lunch ataupun dinner. Beberapa hal yang perlu dijadikan pertimbangan
pada waktu menyusun menu untuk bangket :
1) Makanan, terutama makanan yang akan dihidangkan dalam jumlah banyak harus
dipilih makanan yang dapat diolah dan dihidangkan cepat dan rapi.
2) Hindari penyajian makanan – makanan yang memerlukan banyak hiasan lengkap
(garnish) dan rumit.
g. Buffet Menu
Buffet mempunyai makna yang sama dengan prasmanan, dimana makanan ditata rapi
diatas pinggan besar dan dipajangkan diatas meja panjang. Tamu dapat memilih dan
mengambil makanan sesuai dengan selera mereka dan sebanyak yang mereka
inginkan. Buffet dapat juga diadakan untuk tujuan pesta tertentu seperti : pesta
pernikahan (wedding party), pesta perayaan ulang tahun perusahaan, pesta
pembukaan suatu usaha dan lain sebagainya. Pada umumnya biaya yang dibicarakan
antara perusahaan dan penyelenggara adalah biaya makan saja.
Buffet dapat dibedakan menjadi dua kelompok berdasarkan pada jenis makanan yang
dihidangkan.
1) Light Buffet (buffet sederhana) dimana makanan yang dihidangkan tidak banyak
mengandung kalori. Jenis makanan yang disuguhkan misalnya : hot or cold
savories, hot sausages, canapes, sandwich, sweets, beverages.
2) Full Buffet (buffet dengan hidangan yang lebih lengkap). Jenis makanan yang
disuguhkan adalah : large variety of cold dishes, warm dishes (entree) : meat, fish
or poultry, vegetables and potatoes, sweet atau dessert, beverages.
6. Fungsi Menu
a. Fungsi menu bagi perusahaan
 Sebagai media komunikasi antara pihak tamu dengan pihak perusahaan dengan
mencantumkan nama makanan dengan jelas dan menggunakan bahasa yang
mudah dimengerti oleh tamu.
 Sebagai media promosi dengan mencantumkan :
1) Fasilitas yang ada di hotel, adalah semua fasilitas yang ada seperti :
restaurant, tempat olah raga, tempat berenang dan rekreasi bisa dipromosikan
baik berupa gambar maupun tulisan
2) Makanan daerah dan favorit dan special
b. Fungsi menu sebagai pedoman kerja
 Dapur yaitu :
1) Menentukan bahan makanan yang diperlukan
2) Menentukan jumlah alat
3) Menentukan jumlah personalia
 Restaurant yaitu
1) Menentukan table set-up
2) Menentukan jumlah dan jenis alat makan (cutleries)
3) Menentukan jumlah personalia
 Steward yaitu :
Menyiapkan alat-alat yang diperlukan seperti : cutleries, chapping, dish, platter dan
lain-lain
 Tamu yaitu :
1) Sebagai alat atau media penuntun dalam menentukan pilihan
2) Sebagai pedoman dalam kemampuan untuk membeli makanan
7. Penulisan dan Desain Menu
a. Cara Menulis Menu
Menu merupakan Silent Salesman, karena diperlukan konsep pemikiran yang matang
dalam perencanaannya agar tampilannya menarik baik desain, format maupun
bahasanya. Hal- hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan menu:
 Gaya bahasa yang digunakan, pilihlah gaya bahasa yang sesuai untuk setiap tamu,
mudah dibaca dengan pemilihan huruf yang menarik.
 Bila terpaksa harus ditulis dalam bahasa asing, terjemahannya ditulis
dibagian belakangnya atau dibawahnya.
 Nama asli dari makanan tidak boleh diterjemahkan kedalam bahasa lain
 Untuk restoran Perancis kelas satu bisa menggunakan bahasa Inggris sebagai
keterangannya.
 Tempatkan terlebih dahulu bagian main course, kemudian appetizer, soup,
dessert dan minuman seperti kopi, teh, coklat atau susu.
 Menu special event sebaiknya ditulis khusus / tersendiri.
 Menu spesial hari ini dapat ditulis khusus / tersendiri.
 Menu spesial hari ini dapat ditulis dalam tend card atau menu kecil yang diselipkan
dalam menu ala carte.
 Menu explanation yang meliputi : base meat, ooking method & accompaniment.
b. Desain Menu
Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam membuat desain menu :
 Lay – out menu harus enak dipandang, tidak berjejal .
 Cover harus menarik .
 Pemilihan warna yang serasi.
 Hati-hati dalam memilih gaya desain.
 Nama untuk item yang ditonjolkan harus mudah terlihat.
 Menu spesial hari ini dapat dibuat dalam kolom khusus.
 Sedapatnya menu untuk anak, minuman, makan pagi, siang, malam atau supper
dipisah.
 Selalu memperhatikan menu popular.
 Nama restoran, alamat dan telepon perlu dicantumkan .
 Lebih baik mengganti menu dengan yang baru dari pada mencoret-coret atau
menempelkan harga baru.

E. Strategi Pembelajaran
1. Pendekatan Pembelajaran : Saintifik
2. Motode Pembelajaran : Discovery learning,
3. Model Pembelajaran : Ceramah, Diskusi, Penugasan
F. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1
Alokasi
Kegiatan Deskripsi kegiatan
waktu
Pendahuluan 1. Guru membuka pelajaran dan mempersilahkan salah satu 25 menit
peserta didik untuk memimpin doa
2. Guru melakukan apersepsi dengan memberikan pertanyaan
 Pernahkah para peserta didik makan di restoran ?
 Bagaimana cara memesan makanan di restoran ?
3. Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari
beserta tujuan pembelajaran yang akan dicapai
Inti 1. Stimulasi (pemberian rangsangan) 265 menit
 Peserta didik dibagi berkelompok sesuai dengan
karakteristiknya
 Peserta didik mengamati gambar tentang berbagai macam
kartu menu, dimana setiap kelompok mengamati kartu
menu yang berbeda
 Secara berkelompok peserta didik diberikan tugas untuk
mengidentifikasi kartu menu
 Melalui pertanyaan tersebut diharapkan membangkitkan
rasa ingin tahu peserta didik tentang menu
2. Problem statement (pertanyaan/identifikasi masalah)
 Peserta didik melakukan diskusi kelompok
 Peserta didik melakukan diskusi tentang susunan menu,
tipe menu, jenis menu dan mengamati bentuk dan disain
kartu menu
3. Data collection (pengumpulan data)
 Berdasarkan pengamatan kartu menu yang dilakukan
peserta didik mengumpulkan data tentang susunan menu,
tipe menu, jenis menu, mengamati bentuk dan disain kartu
menu, data dilengkapi dengan mencari dari sumber buku
dan internet.
 Peserta didik menuliskan hasil diskusi pada lembar yang
telah disediakan
4. Verification (pembuktian)
 Guru meminta perwakilan dari masing – masing kelompok
untuk menyampaikan hasil diskusi, kelompok yang lain
menanggapi dengan bertanya / memberikan masukan
 Peserta didik menyampaikan hasil diskusi tentang susunan
menu, tipe menu, jenis menu dan mengamati bentuk dan
disain kartu menu
5. Generalization (menarik kesimpulan)
 Peserta didik bersama guru membuat kesimpulan /
rangkuman tentang Menu
 Guru memberikan umpan balik / memberikan beberapa
pertanyaan berkaitan dengan materi yang dibahas
 Guru memberikan tugas kepada peserta didik untuk
membuat susunan menu sebagai bahan untuk membuat
kartu menu
 Post test materi tentang menu
Penutup 1. Menyampaikan refleksi / kesimpulan tentang menu 25 menit
2. Guru memberi tugas kepada peserta didik agar membawa
bahan – bahan untuk membuat kartu menu
3. Guru menyampaikan kegiatan belajar untuk pertemuan
selanjutnya
4. Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam

Pertemuan 2
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Pendahuluan 1. Guru membuka pelajaran dan mempersilahkan salah satu 15 menit
peserta didik untuk memimpin doa
2. Guru menanyakan materi yang telah dipelajari pada
pertemuan sebelumnya tentang menu
3. Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari
beserta tujuan pembelajaran yang akan dicapai
Inti 1. Stimulasi (pemberian rangsangan) 285 menit
 Guru memperlihatkan tayangan video tentang membuat
kartu menu
 Peserta didik mengamati tayangan video
 Melalui tayangan video tersebut diharapkan
membangkitkan kreativitas peserta didik tentang
pembuatan kartu menu
2. Problem statement (pertanyaan/identifikasi masalah)
 Peserta didik berdiskusi dengan teman satu meja
 Peserta didik melakukan diskusi tentang bahan dan alat
apa saja yang diperlukan dalam pembuatan kartu menu
serta bagaimana langkah pembuatan kartu menu
3. Data collection (pengumpulan data)
 Berdasarkan pengamatan yang dilakukan dari tayangan
video, peserta didik mulai mempersiapkan praktik
membuat kartu menu yaitu menyiapkan peralatan dan
bahan untuk membuat kartu menu
 Peserta didik konsultasi kepada guru pengampu tentang
disain kartu menu yang dibuat
 Peserta didik praktik membuat kartu menu
 Peserta didik melakukan pengamatan hasil praktik
pembuatan kartu menu
4. Verification (pembuktian)
 Guru meminta beberapa perwakilan peserta didik untuk
mempresentasikan hasil praktik membuat kartu menu
 Guru memberikan pertanyaan kepada peserta didik yang
lain untuk memberikan masukan terhadap hasil karya
kartu menu yang dipresentasikan
5. Generalization (menarik kesimpulan)
 Peserta didik bersama guru membuat kesimpulan /
rangkuman tentang kartu menu
 Guru memberikan umpan balik berupa evaluasi terhadap
hasil praktik peserta didik tentang pembuatan kartu menu
Penutup 1. Menyampaikan refleksi / kesimpulan tentang proses 15 menit
pembelajaan praktik membuat kartu menu
2. Guru menyampaikan kegiatan belajar untuk pertemuan
selanjutnya
3. Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam
G. Alat bahan dan Media Pembelajaran
Media : Presentasi PPT
Alat :
1. LCD Viewer, laptop
2. Bahan pembuatan kartu menu : kertas manila, art paper, asesoris, lem
3. Peralatan pembuatan kartu menu : gunting, penggaris, lem tembak

H. Sumber Belajar
1. Annayanti Budiningsih. 2018. Tata Hidang. Yogyakarta : Penerbit Yudistira
2. Modul 3 Tata Hidang ppg.spada.ristekdikti.go.id
3. Marsum W.A. 2005. Restoran dan Segala Permasalahannya. Yogyakarta : Penerbit Andi.
4. https://www.youtube.com/watch?v=v1bNpOvtZSY “Cara Membuat Cover Menu”
J. Penilaian Hasil Belajar
1. Teknik penilaian :
Penilaian Sikap, Penilaian Pengetahuan, dan Penilaian Keterampilan
2. Prosedur penilaian :
Teknik Waktu
No Aspek yang dinilai
Penilaian Penilaian
1. Sikap Pengamatan Selama
a. Terlibat aktif dalam pembelajaran proses
b. Mampu bekerja sama dengan teman dan pembelajaran
menghargai perbedaan pendapat pada saat
proses pembelajaran (diskusi)
2. Pengetahuan Pertemuan 1
a. Mampu menjelaskan pengertian dan manfaat Tes tertulis
kartu menu
b. Mampu menjelaskan jenis – jenis menu Tes tertulis
c. Mampu menjelaskan tipe menu Tes tertulis
d. Mampu menjelaskan syarat pembuatan kartu Tes tertulis
menu
3.  Ketrampilan Penilaian Pertemuan 2
a. Terampil dalam menyiapkan serta memilih unjuk kerja
peralatan dan bahan yang tepat untuk
membuat kartu menu
b. Terampil dalam merancang dan membuat
kartu menu
c. Kartu menu yang dibuat sesuai dengan
persyaratan

3. Instrumen penilaian hasil belajar


LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN SIKAP (Lampiran 1)
LEMBAR PENILAIAN KOMPETENSI PENGETAHUAN (Lampiran 2)
LEMBAR PENILAIAN KOMPETENSI KETERAMPILAN (Lampiran 3)
I. Rencana Tindak Lanjut Hasil Penilaian
1. Program Pembelajaran Remedial, dilaksanakan dengan 2 alternatif :
a. Program pembelajaran remedial dilaksanakan secara klasikal oleh guru apabila lebih
dari 50% peserta didik tidak mencapai nilai KKM
b. Pembelajaran remedial dilaksanakan secara individu dengan pemanfaatan tutor
sebaya oleh teman sekelas yang memiliki kecepatan belajar lebih, memperhatikan
prestasi akademik yang dicapai melalui tutor sebaya diharapkan peserta didik yang
menempuh pembelajaran akan lebih terbuka dan akrab.
2. Program Pembelajaran Pengayaan
Program pembelajaran pengayaan dilaksanakan bagi peserta didik yang telah mencapai
KKM dengan belajar mandiri untuk lebih mendalami dan pengembangan materi.
3. Hasil Penilaian
a. Nilai remedial yang diperoleh diolah menjadi nilai akhir.
b. Nilai akhir setelah remedial untuk aspek pengetahuan dihitung dengan mengganti nilai
indikator yang belum tuntas dengan nilai indikator hasil remedial, yang selanjutnya
diolah berdasarkan rerata nilai seluruh KD.
c. Nilai akhir setelah remedial untuk aspek keterampilan diambil dari nilai optimal KD.
d. Penilaian hasil belajar kegiatan pengayaan tidak sama dengan kegiatan pembelajaran
biasa, tetapi cukup dalam bentuk portofolio, dan harus dihargai sebagai nilai tambah
(lebih) dari peserta didik yang normal
PROGRAM REMIDIAL DAN PENGAYAAN (Lampiran 4)

Semarang, Juli 2019


Mengetahui
Kepala SMK Theresiana Guru Mata Pelajaran

Drs. Y.Dwi Winarto, M.Kom Florentina Marzuni, S.Pd.T

Lampiran 1
LEMBAR PENILAIAN SIKAP
Jurnal Penilaian Sikap Spiritual

Nama Sekolah : SMK Theresiana


Kelas/Semester : XI/ Semester I
Tahun Pelajaran : 2019/2020
Nama Guru : Florentina Marzuni, S.Pd.T
Nilai Utama
Nama Peserta
No Tanggal Kelas Catatan Perilaku Penguatan
Didik
Pendidikan Karakter
1
2
3
4
5
7

Jurnal Penilaian Sikap Sosial


Nama Sekolah : SMK Theresiana
Kelas/Semester : XI/ Semester I
Tahun Pelajaran : 2019/2020
Nama Guru : Florentina Marzuni, S.Pd.T
Nilai Utama
Nama Peserta
No Tanggal Kelas Catatan Perilaku Penguatan
Didik
Pendidikan Karakter
1
2
3
4
5
7

Guru Mata Pelajaran

Florentina Marzuni, S.Pd.T

Lampiran 2
LEMBAR PENILAIAN PENGETAHUAN

Kisi-Kisi Tes Tertulis

Nama Sekolah : SMK Theresiana


Kelas/Semester : XI / Semester I
Tahun Pelajaran : 2019/2020
Kompetensi Keahlian : Tata Boga
Mata Pelajaran : Tata Hidang
Penilaian : Penilaian Harian ke 1

No Kompetensi Dasar Materi Indikator Soal No Soal Bentuk Soal

3.5 Menganalisis menu Menu a. Mampu menjelaskan 1 Uraian


pengertian menu
b. Mampu menjelaskan fungsi 2
menu untuk perusahaan
dan pelanggan
c. Mampu menyebut dan 3
menjelaskan jenis – jenis
menu
d. Mampu menyebuatkan dan 4
membuat contoh menu
breakfast
e. Mampu menjelaskan hal - 5
hal yang harus diperhatikan
dalam mendisain kartu
menu

SOAL
1. Jelaskan pengertian menu !
2. Jelaskan fungsi menu!
3. Jelaskan jenis – jenis menu dan sebutkan perbedaannya !
4. Sebutkan 2 macam breakfast menu dan berilah contoh menunya !
5. Jelaskan hal - hal yang harus diperhatikan dalam mendisain kartu menu !

KUNCI JAWABAN
1. Menu adalah menunjukkan sebuah benda atau material yang bisa dipegang dan diangkat oleh
tangan,”Handy”, atau papan nama yang mudah terbaca tamu restoran; berisi informasi tulisan
nama nama makanan yang mudah terbaca berikut harga.

2. Fungsi menu
a. Fungsi menu bagi perusahaan
 Sebagai media komunikasi antara pihak tamu dengan pihak perusahaan dengan
mencantumkan nama makanan dengan jelas dan menggunakan bahasa yang mudah
dimengerti oleh tamu.
 Sebagai media promosi dengan mencantumkan fasilitas hotel dan menu unggulan dari
restoran tersebut
b. Fungsi menu sebagai pedoman kerja
 Dapur yaitu :
1) Menentukan bahan makanan yang diperlukan
2) Menentukan jumlah alat
3) Menentukan jumlah personalia
 Restaurant yaitu
1) Menentukan table set-up
2) Menentukan jumlah dan jenis alat makan (cutleries)
3) Menentukan jumlah personalia
 Steward yaitu :
Menyiapkan alat-alat yang diperlukan seperti : cutleries, chapping, dish, platter dan lain-
lain
 Tamu yaitu :
1) Sebagai alat atau media penuntun dalam menentukan pilihan
2) Sebagai pedoman dalam kemampuan untuk membeli makanan
3. Jenis – jenis menu adalah
a. A La Carte Menu
Menu a la carte adalah menu yang telah disertai daftar harga fix per item. Menu “a’la carte”
adalah suatu susunan menu dimana setiap makanan yang dicantumkan pada daftar tersebut
disertai dengan harga tersendiri. Banyaknya jumlah serta jenis makanan yang tercantum pada
menu tergantung pada besar kecilnya restoran (jumlah tempat duduk) dan tigkat atau golongan
dari hotel atau restoran tersebut.
b. Table D’hote Menu
Table D’hote menu adalah daftar makanan yang membentuk atau tersusun dalam satu set
makanan dengan satu harga yang pasti. Jenis menu ini biasanya dapat disajikan untuk makan
pagi, makan siang, makan malam
4. Menu breakfast
a. Cotinental Breakfast
Kontinental Breakfast atau European Breakfast adalah menu makan pagi yang paling
sederhana. Menu ini hanya terdiri dari :
 Bread and Butter
 Preserves : jam, marmalade, honey
 Fruit slices or fruit juices
 Beverages : coffee atau tea.
b. English Breakfast
Menu untuk english breakfast biasanya terdiri dari :
 Bread and Butter
 Preserves : jam, marmalade, honey
 Cereals or Porridge
 Fruit slices or fruit juices
 Eggs
 Fish or meat
 Beverages : coffee atau tea.
5. Hal – hal yang harus diperhatikan dalam mendisain kartu menu adalah :
 Lay – out menu harus enak dipandang, tidak berjejal .
 Cover harus menarik .
 Pemilihan warna yang serasi.
 Hati-hati dalam memilih gaya desain.
 Nama untuk item yang ditonjolkan harus mudah terlihat.
 Menu spesial hari ini dapat dibuat dalam kolom khusus.
 Sedapatnya menu untuk anak, minuman, makan pagi, siang, malam atau supper dipisah.
 Selalu memperhatikan menu popular.
 Nama restoran, alamat dan telepon perlu dicantumkan .
 Lebih baik mengganti menu dengan yang baru dari pada mencoret-coret atau menempelkan
harga baru

Norma Penilaian :
Jumlah soal : 5 soal
Nilai per butir soal : 20
Nilai maksimal : 100
Kriteria penilaian : Jumlah benar x 20

Lampiran 3
LEMBAR PENILAIAN KETRAMPILAN

Kisi-Kisi Penilaian Kinerja

Nama Sekolah : SMK Theresiana


Kelas/Semester : XI/ Semester I
Tahun Pelajaran : 2019/2020
Mata Pelajaran : Tata Hidang
Kompetensi Dasar : Membuat perencanaan menu
No Kompetensi Dasar Materi Indikator Teknik Penilaian
1 4.1 Membuat Menu 1. Membuat perencanaan menu Unjuk kerja
perencanaan menu berdasarkan syarat- syarat
penyusunan menu dengan
teliti
2. Membuat kartu menu dengan
rapi, bersih, dan menarik

Lembar Pengamatan Penilaian Praktik


Mata Pelajaran : Pengolahan dan Penyajian Makanan
Kelas / Semester : XI/1
Tahun Pelajaran : 2019 / 2020
Hari / Tanggal Penilaian :
Nilai
Komponen / Sub Komponen yang Dinilai
Akhir
No Nama Siswa
Proses /
Disain /
sistematika Sikap Waktu
perencanaan
kerja

Rubrik Penskoran Kinerja


Komponen / Sub Komponen
No Indikator Skor
Penilaian
1 Perencanaan / Disain Layout enak dipandang, cover menarik, 4
pemilihan warna serasi, penulisan nama
makanan dipisah sesuai dengan klasifikasinya
Satu indikator tidak terpenuhi 3
Dua indikator tidak terpenuhi 2
Membuat perencanaan tidak selesai 1
Tidak membuat perencanaan 0
2 Proses (sistematika dan cara Efisiensi penggunaan bahan, bekerja dengan 4
kerja) rapi, bekerja dengan bersih
Satu indikator tidak terpenuhi 3
Dua indikator tidak terpenuhi 2
Tiga indikator tidak terpenuhi 1
Tidak melakukan seluruh kriteria yang 0
ditetapkan
3 Hasil kerja Sangat baik 4
Baik 3
Cukup baik 2
Kurang baik 1
Tidak baik 0
4 Waktu 1 jam lebih cepat dari waktu yang ditentukan 4
30 menit lebih cepat dari waktu yang ditentukan 3
Tepat waktu 2
Tidak selesai tepat waktu 1
Tidak selesai 0

Norma Penilaian : ( jumlah skor perolehan : jumlah skor maksimal) x 100

Lampiran 4
A. Program Remidial
Satuan Pendidikan : SMK Theresiana
Mata Pelajaran : Tata Hidang
Kelas/Semester : XI / 1
Ulangan Harian ke :1
Tanggal Ulangan Harian : Jum’at 9 Agustus 2019
Bentuk Soal : Uraian
Materi Ulangan Harian : KD 3.1 Menganalisis Menu dengan IPK sebagai berikut
: 3.1.1 Memahami pengertian menu
: 3.1.2 Memahami fungsi menu
: 3.1.3 Memahami persyaratan dalam menyusun menu
: 3.2.4 Mengklasifikasi macam menu sesuai dengan waktu makan
Rencana Remidial : Rabu 14 Agustus 2019
Kriteria Ketuntasan Minimal : 75
Nomor soal
Nama Indikator Bentuk pelaksanaan yang Keterangan
Nilai Nilai
No peserta yang tidak pembelajaran dikerjakan tuntas /
ulangan remidial
didik dikuasai remidial dalam tes tidak tuntas
remidial
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

 Pada kolom (6) masing – masing indicator dibuatkan 1 atau 2 nomor soal dengan tingkat kesukaran
yang berbeda misalnya :
Indikator 3.1.2 menjadi 2 soal yaitu nomor 1 & 2
Indikator 3.1.4 menjadi 2 soal yaitu nomor 3 & 4
 Pada kolom (7) nilai yang diperoleh pada remedial hanya digunakan untuk menentukan tuntas atau
tidak tuntasnya peserta didik yang mengikuti remedial, sedangkan nilai yang diolah adalah nilai
batas ketuntasan (nilai KKM = 75)
Bentuk pelaksanaan pembelajaran remidial :
1. Cara yang dapat ditempuh :
a. Pemberian bimbingan secara khusus dan perorangan bagi peserta didik yang belum atau
mengalami kesulitan dalam penguasaan indikator tertentu
b. Pemberian tugas – tugas atau perlakukan secara khusus yang sifatnya penyederhanaan dari
pelaksanaan pembelajaran reguler
Bentuk penyederhanaan itu dapat dilakukan dengan cara :
a. Penyederhanaan strategi pembelajaran untuk indikator tertentu
b. Penyederhanaan cara penyajian (misalnya menggunakan gambar, model, skema, grafik,
memberikan rangkuman yang sederhana dan lain – lain)
c. Penyederhanaan soal yang diberikan
2. Materi dan waktu pelaksaan program remidial
a. Program remidial diberikan hanya pada indikator yang belum tuntas
b. Program remidial dilaksanakan setelah mengikuti tes / ulangan KD tertentu atau sejumlah KD
dalam satu kesatuan
3. Teknik pelaksanaan penugasan atau pembelajaran remidial
a. Penugasan individu diakhiri dengan tes (lisan / tertulis) bila jumlah peserta didik yang mengikuti
remidial maksimal 20%
b. Penugasan kelompok diakhiri dengan tes individual (lisan/tertulis) bila jumlah peserta didik yang
mengikuti remidial lebih dari 20% tetapi kurang dari 50%
c. Pembelajaran ulang diakhiri dengan tes individual (tertulis) bila jumlah peserta didik yang
mengikuti remidial lebih dari 50%

B. Program Pengayaan
Satuan Pendidikan : SMK Theresiana
Mata Pelajaran : Tata Hidang
Kelas/Semester : XI / 1
Materi : KD 3.1 Menganalisis Menu dengan IPK sebagai berikut
: 3.1.1 Memahami pengertian menu
: 3.1.2 Memahami fungsi menu
: 3.1.3 Memahami persyaratan dalam menyusun menu
: 3.2.4 Mengklasifikasi macam menu sesuai dengan waktu makan
No Nama Siswa Nilai Ulangan Bentuk Pengayaan

Pelaksanaan program pengayaan :


1. Cara yang dapat ditempuh :
a. Pemberian bacaan tambahan atau berdiskusi yang bertujuan memperluas wawasan bagi
KD tertentu
b. Pemberian tugas untuk melakukan analisis gambar model, grafik, bacaan atau paragraf
dan lain – lain
c. Memberikan soal – soal latihan tambahan yang bersifat pengayaan
d. Membantu guru dalam membimbing teman – temannya yang belum mencapai ketuntasan
2. Materi dan waktu pelaksanaan program pengayaan
a. Materi program pengayaan diberikan sesuai dengan KD yang dipelajari bisa berupa
penguatan materi yang dipelajari maupun berupa pengembangan materi
b. Waktu pelaksanaan program pengayaan adalah setelah mengikuti tes atau ulangan KD
tertentu atau kesatuan KD tertentu dan atau pada saat pembelajaran dimana peserta didik
yang lebih cepat tuntas dibanding dengan teman lainnya maka dilayani dengan program
pengayaan
3. Sebagai bagian integral dari kegiatan pembelajaran, kegiatan pengayaan tidak lepas kaitannya
dengan penilaian. Penilaian hasil belajar kegiatan pengayaan tentu tidak sama dengan
kegiatan pembelajaran biasa tetapi cukup dalam bentuk portofolio dan harus dihargai sebagai
nilai tambah atau lebih dari peserta didik yang normal.