Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PRAKTIKUM ACARA IV

SKALA, MEMPERBESAR DAN MEMPERKECIL PETA

Disusun Oleh:

Nama: Ramona Situngkir

NPM: 1606101040014

Dosen Pembimbing:

M. Okta Ridha, M, S.Pd. M.Pd

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SYIAH KUALA

DARUSALAM

2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat dan karunia kepada saya sehingga saya dapat menyelesaikan penulisan
laporan praktikum ini sesuai dengan waktu yang telah disediakan. Ucapan terima
kasih juga saya sampaikan kepada pihak-pihak yang telah banyak memberikan
bantuan kepada saya selama kegiatan praktikum maupun saat penulisan laporan.
Terutama kepada dosen pembimbing yang senantiasa selalu memberikan bimbingan
dan arahan kepada saya selama kegiatan praktikum berlangsung serta tenaga laboran
yang juga telah banyak memberikan masukan-masukan.
Laporan praktikum ini saya tulis sebagai bentuk pertanggung-jawaban saya
sebagai mahasiswa yang telah mengikuti kegiatan praktikum dan bukti bahwa saya
telah selesai melaksanakan praktikum di laboratorium. Adapun isi dari laporan ini
berisi tentang kegiatan praktikum acara IV yaitu memperbesar dan memperkecil
peta. Dalam laporan ini saya memaparkan tujuan, langkah prosedur, serta hasil
analisis dari praktikum memperbesar dan memperkecil peta.
Memperbesar atau memperkecil peta merupakan suatu cara untuk
menggambarkan sebuah peta kedalam bidang datar yang baru dengan ukuran yang
berbeda ukuran pada peta pemandu. Jika tujuannya untuk memperbesar maka ukuran
peta yang digambarkan harus lebih besar dari peta pemandu, sebaliknya jika
tujuannya memperkecil maka ukuran peta yang digambarkan haruslah lebih kecil
dari peta pemandu. Adapun tujuan atau maksud dari kegiatan memperkecil atau
memperbesar peta tentu saja berbeda-beda sesuai dengan pemanfaatannya.
Demikianlah ucapan pengantar ini saya sampaikan. Sebagai penyusun, saya
sepenuhnya menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki dari
laporan yang saya susun ini, oleh karena itu saya sangat mengharapkan kritik beserta
masukan berupa saran dari seluruh pembaca demi perbaikan penulisan laporan
kedepannya. Akhir kata saya mengharapkan bahwa isi dalam laporan ini bermanfaat
untuk saya dan juga seluruh pembaca. Terima Kasih.

Penulis

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ......................................................................................................... i


Daftar Isi ................................................................................................................... ii
Daftar Lampiran ..................................................................................................... iii
BAB I Pendahuluan ................................................................................................. 1
1.1. Latar Belakang .......................................................................................... 1
1.2. Tujuan ...................................................................................................... 2
1.3. Manfaat ...................................................................................................... 2
BAB II Landasan Teori ........................................................................................... 3
2.1. Teori Dasar ................................................................................................ 3
2.2. Waktu dan Tempat .................................................................................... 8
2.3. Alat dan Bahan .......................................................................................... 8
2.4. Prosedur Kerja ........................................................................................... 8
BAB III Pembahasan ............................................................................................. 10
3.1. Analisis hasil praktikum.......................................................................... 11
3.2. Kemudahan dan Kesulitan ...................................................................... 13
BAB IV Penutup..................................................................................................... 14
4.1. Kesimpulan .............................................................................................. 14
4.2. Saran ........................................................................................................ 14
Daftar Pustaka ........................................................................................................ 15

ii
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : Peta Peandu ( Kabupaten Aceh Tengah )


Lampiran 2 : Hasil peta yang diperbesar 2 kali
Lampiran 3 : Hasil peta yang diperkecil 0.5 kali

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Pemanfaatan sebuah peta dalam berbagai bidang kehidupan sangat membantu
dalam proses perencanaan maupun pengambilan sebuah keputusan. Manfaat sebuah
peta tidak hanya memberikan informasi berupa lokasi ataupun arah suatu objek,
tetapi juga dapat membantu dalam mengambil suatu keputusan dalam proses
pembangunan melalui analisis informasi spasial yang terdapat dalam sebuah peta.
Pemanfaatan sebuah peta juga berbeda-beda dalam berbagai kegiatan, tergantung
tujuan yang ingin dicapai serta informasi yang ingin didapatkan dari sebuah peta.
Salah faktor yang mempengaruhi pemanfaatan peta dalam berbagai aspek
kehidupan adalah ukuran sebuah peta. Peta digambarkan dalam ukuran yang
berbeda-beda antara satu peta dengan peta lainnya tergantung dari jenis peta, luas
wilayah yang dipetakan serta informasi yang ingin disampaikan kepada pengguna
peta. Suatu ukuran peta yang lebih besar dari peta lain tentu memiliki keunggulan
dibanding peta yang lebih kecil, contohnya informasi yang disajikan dalam peta lebih
detail. Namun peta yang digambarkan dengan ukuran yang lebih kecil juga memiliki
sebuah keunggulan dari peta yang lebih besar, contohnya wilayah yang dapat
digambarkan dapat mencakup area yang lebih luas.
Sebagai seorang mahasiswa, yang disiapkan untuk menjadi seorang tenaga
pendidik yang handal dan profesional kelak, seorang mahasiswa yang berkuliah pada
jurusan pendidikan geografi haruslah menguasai secara betul-betul bidang keilmuan
geografi. Salah satu materi pokok yang harus dikuasai mahasiswa geografi adalah
materi kartografi atau pemetaan. Teori-teori ilmu pemetaan yang diberikan dibangku
perkuliahan harus diimbangi dengan praktikum yang dilakukan di dalam
laboratorium. Hal ini bertujuan untuk mengasah kemampuan dan menjadikan
mahasiswa benar-benar paham seputar materi pemetaan.
Salah satu materi praktikum kartografi yang harus dikerjakan dalam kegiatan
praktikum di laboratorium adalah kegiatan memperbesar dan memperkecil sebuah
peta. Kegiatan ini merupakan sebuah kegiatan lanjutan dari materi-materi yang telah
di kerjakan pada minggu-minggu sebelumnya. Mahasiswa geografi haruslah

1
menguasai teknik dan cara yang dilakukan untuk memperkecil dan memperbesar
sebuah peta. Mahasiswa juga dituntut untuk dapat menjelaskan tujuan dan manfaat
yang diperoleh dari kegiatan memperbesar dan memperkeci sebuah peta. Untuk
mewujudkan itu semua maka mahasiswa haruslah melakukan kegiatan secara
langsung melalui praktikum di laboratorium. Diharapkan dengan kegiatan praktikum
ini maka mahasiswa dapat menguasai dan mengetahui berbagai sub materi dari
kartografi atau pemetaan.

1.2. Tujuan
Kegiatan praktikum acara IV yang dilakukan di laboratorium geografi
bertujuan untuk:
a. Melatih kemampuan mahasiswa untuk memperbesar dan memperkecil suatu peta.
b. Mengajarkan cara dan teknik-teknik yang dapat dilakukan untuk memperbesar
dan memperkecil sebuah peta, sehingga mahasiswa mampu melaksanakan
perbesaran maupun mengecilkan sebuah peta.
c. Untuk mengajarkan mengubah skala pada peta yang telh diperbesar ataupun
diperkecil.
d. Mahasiswa mengetahui manfaat kegiatan memperkecil dan memperbesar peta
serta dapat menyimpulkan keunggulan dan kekurangan dari masing-masing peta.

1.3. Manfaat
Adapun manfaat yang akan diperoleh mahasiswa setelah selesai
melaksanakan praktikum adalah:
a. Mampu menggambarkan peta kedalam bidang datar yang baru dengan ukuran
yang berbeda baik ukurany yang lebih besar maupun lebih kecil dari peta
pemandu.
b. Mahasiswa menguasai teknik-teknik dalam memperbesar dan memperkecil peta
serta dapat menguraikan langkah-langkah atau prosedur yang ditempuh.
c. Mahasiswa dapat menjelaskan tujuan serta manfaat kegiatan memperbesar dan
memperkecil peta serta diharapkan dapat mengaplikasikannya kelak saat bekerja
sebagai tenaga pendidik.

2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Teori Dasar
1. Skala Peta
a. Pengertian Skala Peta
Salah satu hal yang penting pada setiap peta adalah skala. Secara definitif
skala peta merupakan perbandingan jarak antara dua titik pada peta dengan
jarak sebenarnya di lapangan atau pada objeknya sendiri. Jarak di lapangan
yang dimaksudkan adalah jarak horizontalnya. Skala adalah perbandingan
antara jarak dua buah titik (tempat) di peta dengan jarak sesungguhnya di
lapangan. Skala merupakan bagian yang sangat penting dalam peta, oleh
karena itu skala harus tercantum pada peta. Hanya dengan bantuan skala orang
dapat memperoleh ukuran jarak, dan luas wilayah dari peta yang bersangkutan.
Skala dapat berujud skala angka maupun skala grafis.
Skala peta dapat diartikan sebagai:
a) Perbandingan jarak antara dua titik sembarang di peta dengan jarak
horizontal kedua titik tersebut di permukaan bumi (dengan satuan ukuran
yang sama), dan;
b) Perbandingan antara jari-jari globe dengan jari-jari bumi (spheroid).

b. Jenis-jenis skala peta


a) Skala Angka/Skala Pecahan (Numerical Scale).
Skala ini sering disebut skala numeric yaitu skala yang dinyatakan
dalam bentuk perbandingan angka.
Contoh:
Skala 1 : 100.000, skala 1 : 2.000.000 dan sebagainya. Bila peta berskala 1 :
100.000 berarti tiap satuan panjang pada peta menggambarkan jarak yang
sesungguhnya dilapangan/ di muka bumi sebenarnya 100.000 kali satu
satuan panjang di peta. Bila satuan panjang menggunakan cm berarti tiap
jarak 1 cm pada peta menggambarkan jarak 100.000 cm di lapangan.
b) Skala Verbal yaitu skala yang dinyatakan dengan kalimat atau kata-kata.

3
Skala ini disebut juga skala inci dibanding mil yang dalam bahasa
Inggris disebut “Inch Mile Scale”.
Contoh:
Skala dalam suatu peta dinyatakan dalam 1 inch to 5 miles, ini berarti jarak
1 inci di peta menggambarkan jarak 5 mil di lapangan atau jarak
sebenarnya.
c) Skala batang/ garis
Untuk skala ini dinyatakan dalam bentuk garis lurus yang terbagi
dalam beberapa bagian yang sama panjangnya. Pada garis tersebut harus
dicantumkan ukuran jarak yang sesungguhnya di lapangan, misalnya dalam
meter, kilometer, feet atau mil.
Contoh :

Gambar 2.1. Contoh skala batang

c. Rumus-rumus skala peta


1. Menghitung jarak sesungguhnya
Skala ini dipakai untuk menghitung jarak wilayah sesungguhnya
dengan memanfaatkan peta. Rumus skala untuk menghitung jarak
sebenarnya adalah:
Jarak Sesungguhnya = Jarak pada Peta ×
Skala
Contoh:
Pada sebuah peta dengan skala 1:10.000.000, jarak antara kota A dan kota
B adalah 5 cm. Berapakah jarak sebenarnya kota A dengan kota B?
Jawab:
Jarak sesungguhnya = 5 cm × 1 : 10.000.000
= 5 cm × 10.000.000 / 1= 50.000.000 cm

4
Jadi, jarak sebenarnya antara kota A dan B adalah 50.000.000 cm atau
juga bisa diubah menjadi 500 km.

2. Menentukan skala peta


Selain itu pada suatu perkara atau pada sebuah soal kita diminta untuk mencari
skala suatu peta. Rumus yang kita gunakan adalah:
Skala = Jarak pada Peta / Jarak dilapangan
Contoh:

Kota C dan kota D memiliki jarak 800 km, dan ketika adi melihat peta, dalam
peta jarak kedua kota tersebut adalah 16cm. Hitunglah skala yang digunakan
peta tersebut?

Jawab:
Dik: Jarak sebenarnya : 800 km = 80.000.000 cm
Jarak pada peta : 16 cm
Dit : skala ?
Penyelesaian:
Skala = jarak pada peta / jarak sebenarnya
skala = 16 / 80.000.000
skala = 1 / 5.000.000
skala = 1 : 5.000.000
Jadi skala yang digunakan peta tersebut adalah 1 : 5.000.000

3. Menentukan jarak pada peta


Apabila ingin mencari jarak pada peta, maka rumus yang kita gunakan adalah
sebagai berikut:
Jarak pada Peta = Skala : Jarak Sebenarnya
Contoh:

Bagas menggambar sebuah peta dibuku gambarnya. Skala yang bagas gunakan
adalah 1 : 40.000. Jika sebuah tempat jarak sebenarnya adalah 800 m,
tentukanlah berapa jarak kedua tempat tersebut dalam peta?
Penyelesaian :

5
Dik: skala = 1 : 40.000
jarak sebenarnya = 800 m = 80.000 cm
Dit : jarak pada peta ?
Jawab :
jarak pada peta = skala : jarak sebenarnya
jarak pada peta =(1/40.000 ) : 80.000
jarak pada peta = 2 cm

2. Memperbesar dan memperkecil peta


Berdasarkan kebutuhannya, peta dapat dibuat besar atau kecil.
Contohnya, ketika kita pernah berjalan-jalan ke kantor walikota atau bupati, kamu
akan menemukan peta kabupaten atau kotamu dalam ukuran yang besar.
Sementara, bila kamu membuka-buka buku atlasmu, kamu akan melihat bahwa
peta kabupaten atau kotamu dalam buku tersebut berukuran lebih kecil dari peta
yang ada di kantor walikota atau bupati. Untuk keperluan-keperluan tertentu itu,
maka ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memperbesar atau
memperkecil peta. Memperbesar atau memperkecil ukuran peta dapat dilakukan
dengan menggunakan alat, maupun tanpa alat.
Ada beberapa cara yang bias dilakukan untuk memperbesar ataupun memperkecil
peta. Cara-cara tersebut antara lain sebagai berikut.
A. Menggunakan sistem grid/ kotak
Langkah-langkah memperbesar peta menggunakan grid sebagai berikut.
1) Membuat grid (garis-garis yang membentuk kotak-kotak) pada peta dasar
yang akan diperbesar. Berikan penomoran pada kolom dan baris grid.
2) Membuat grid yang lebih besar atau lebih kecil pada kertas untuk
menggambar peta baru. Ukuran grid sesuai dengan pembesaran peta.
Misalnya pembesaran dua kali (2×). Berarti, apabila grid pada peta dasar
berukuran 5 cm maka grid pembesaran berukuran 10 cm.
3) Pindahkan detail kenampakan peta dasar pada grid-grid peta baru.

6
Gambar 2.2. Contoh peta yang diperkecil

B. Menggunakan alat pantograph


Dengan alat pantograf kita bisa mengubah dan menggambarkan peta
sesuai ukuran, baik itu diperkecil dan diperbesar. Pada prinsipnya, kerja
pantograf berdasarkan bentuk jajaran genjang. Tiga dari empat sisi jajaran
genjang mempunyai skala faktor yang sama. Skala pada ketiga sisi dapat
diubah sesuai keinginan, yaitu diperbesar atau diperkecil.
Cara menggunakan pantograph adalah sebagai berikut:
a. Siapkan pantograph, peta, dan kertas untuk memperbesar dan memperkecil
peta.
b. Atur ukuran pada pantograph memperbesar ataupun memperkecil peta,
apabila peta akan diperbesar maka angka di alat harus diatur dengan
perbesaran dua kali.
c. Pasanglah pantograph pada posisi peta dan kertas untuk memperbesar atau
memperkecil
d. Gerakkan ujung jarum sesuai dengan bentuk peta maka pensil yang ada
akan menggambar peta sesuai yang dikehendaki.
C. Menggunakan mesin fotocopy
Selain kedua cara tersebut, memperbesar dan memperkecil peta dapat
dilakukan dengan menggunakan mesin fotokopi. Inilah cara umum yang
biasa dilakukan. Perlu kamu ingat bahwa skala hasil pembesaran maupun
pengecilan berbeda dengan skala aslinya. Pada kondisi ini skala grafik
menjadi sangat penting. Perubahan skala pada peta hasil pembesaran atau
pengecilan dapat ditentukan dengan skala grafik.

7
2.2. Waktu dan tempat
Pelaksanaan kegiatan praktikum acara IV dilaksanakan pada:
Hari : Senin 2 April 2018
Pukul : 09.50 – 11.30
Tempat : Laboratorium Pendidikan Geografi Lt II Gedung FKIP Unsyiah

2.3. Alat dan Bahan


Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum antara lain:
1. Drawing Pen
2. Pensil warna
3. Kertas millimeter blok
4. Pensil dan penghapus
5. Penggaris
6. Gunting dan Selotip
7. Rapidograph

2.4. Prosedur Kerja


Prosedur kerja yang saya lakukan dalam praktikum terdiri dari dua bagian
prosedur yaitu untuk memperbesar pata dan memperkecil peta.
a. Memperbesar peta
1. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyediakan seluruh peralatan
dan bahan yang akan digunakan selama praktikum. Tata seluruh peralatan dan
bahan diatas meja praktikum sehingga mudah digunakan saat kegiatan
berlangsung.
2. Kemudian bentangkan kertas millimeter blok yang telah diukur sesuai dengan
perbesaran dua kali dari peta pemandu. Jika ukuran peta pemandu adalah 20
cm maka ukuran kertas millimeter blok haruslah 40 cm, namun sebaiknya
ukurannya harus lebih besar. Hal ini bertujuan untuk meletakkan unsur-unsur
peta saat peta selesai digambar seperti lagenda, inset, dll.
3. Bagi kertas millimeter blok menjadi beberapa kotak, terlebih dahulu bagi
kertas pemandu menjadi beberapa kotak yang panjang dan lebar tiap kotak
adalah 2.4 cm. Jumlah kotak atau grid yang terdapat pada kertas pemandu

8
harus sama dengan jumlah grid pada kertas millimeter blok. Itu artinya jika
jumlah grid dip eta pemandu sebanyak 15 buah maka di kertas millimeter
blok juga harus sama, hanya ukuran yang berbeda. Karena tujuannya adalah
memperbesar satu kali maka ukuran grid pada kertas millimeter blok adalah
4.8 cm untuk setiap grid.
d. Setelah pembagian grid selesai maka lengkapi tiap grid dengan angka
koordinat sesuai dengan peta pemandu. Setelah itu mulailah menggambar
kenampakan pada peta dengan cara memulainya dari garis yang
bersinggungan terlebih dahulu. Gambarkan seluruh kenampakan permukaan
bumi seperti pada peta pemandu dengan hati-hati dan teliti sehingga distorsi
wilayah dapat dihindari.
e. Setelah peta sudah selesai dipindahkan, lanjutkan dengan melakukan lattering
serta pewarnaan pada peta baru sesuai dengan kreatifitas anda. Setelah itu
lengkapi peta dengan menambahkan unsur-unsur peta seperti inset, lagenda,
sumber, arah mata angin, dll.

b. Memperkecil Peta
Setelah praktikum memperbesar peta selesai dilakukan, maka langkah
selanjutnya adalah memperkecil peta. Untuk peta pemandu yang digunakan tetap
sama seperti peta pemandu yang digunakan pada saat memperbesar peta.
Adapun langkah kerjanya pada umumnya sama yaitu:
a. Siapkan seluruh peralatan dan bahan yang akan digunakan selama praktikum
berlangsung. Tata dengan rapid an teratur diatas meja sehingga mudah
digunakan saat praktikum.
b. Bentangkan kertas millimeter blok yang telah disediakan sesuai ukuran yang
diinginkan. Kertas millimeter untuk memperkecil boleh sama ukurannya
dengan peta pemandu atau juga lebih besar.
c. Bagi peta pemandu menjadi beberapa grid, peta pemandu yang kami gunakan
kami bagi menjadi 15 grid/kotak dengan ukuran 2.4 x 2.4 cm. Setelah itu
lakukan langkah yang sama pada kertas millimeter blok dengan cara
membuat garis tepi terlebih dahulu yang ukurannya lebih kecil 0.5 kali dari
peta pemandu. Kemudian bagi menjadi 15 grid yang berukuran 0.5 kali dari

9
peta pemandu, itu artinya ukuran grid di kertas millimeter adalah 1.2 cm x 1.2
cm.
d. Setelah garis grid selesai dibagi, kemudian lanjutkan dengan menambahkan
angka koordinat sesuai dengan peta pemandu. Selanjutnya mulailah
menggambarkan kenampakan objek pada peta pemandu ke dalam kertas
millimeter, mulailah dengan menggambarkan objek yang bersinggungan
langsung dengan garis grid. Lakukan dengan teliti dan hati-hati, hal ini karena
ukuran peta akan menjadi lebih kecil sehingga dibutuhkan ketelitian yang
lebih untuk menghindari distorsi wilayah.
e. Setelah peta yang diperkecil selesai dipindahkan kedalam kertas millimeter
kemudian lengkapi peta yang diperkecil dengan melakukan lattering serta
pewarnaan. Kemudian lanjutkan dengan menambahkan unsur-unsur peta
seperti judul, lagenda, sumber, inset, dll.

10
BAB III
PEMBAHASAN
3.1. Analisis Hasil Praktikum
Setelah selesai melakukan rangkaian kegiatan praktikum maka saya dapat
menganalisis perupahan yang terjadi pada peta yang diperbesar maupun diperkecil.
Dibawah ini saya uraikan satu-persatu.

1. Hasil analisis peta diperbesar.


Memperbesar peta merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan untuk
menggambarkan peta dari peta pemandu kedalam bidang datar baru berupa kertas
millimeter blok yang hasil akhirnya akan didapatkan peta yang lebih besar dari peta
pemandu. Ukuran perbesaran peta tergantung dari nilai perbesaran yang ingin
dipakai. Saya memakai nilai perbesaran 2 (dua) kali, itu artinya bahwa peta baru
yang saya gambarkan akan lebih besar 2 kali dari peta pemandu. Dari perbesaran
ukuran peta ini akan ditemukan berbagai perubahan yang terjadi diantaranya adalah:

a Skala peta berubah.


Peta yang dipakai pada praktikum acara empat sama dengan peta yang
dipakai pada praktikum ketiga, oleh karena itu maka didapatkan skala peta adalah:
Titik A = 96°20'0" BT
Titik B = 96°40'0" BT
a. Maka perbedaan letaknya adalah 20'
b. Jarak titik A-B adalah 4,3 cm
Jadi skalanya adalah:

𝐽𝐴𝑅𝐴𝐾 𝑃𝐴𝐷𝐴 𝑃𝐸𝑇𝐴


Skala =
𝐽𝐴𝑅𝐴𝐾 𝑆𝐸𝐵𝐸𝑁𝐴𝑅𝑁𝑌𝐴

111
1° = = 1.85 km
60
20' = 1.85 km × 20
= 37 km

11
4,3 = 37 km
4,3
1= = 860.465 cm
3.700.000

Jadi skala peta pemandu adalah 1 : 860.465

Setelah peta diperbesar dua kali, maka skala peta harus diperkecil dua kali. Jadi
hasil skala pada peta yang diperbesar adalah:

860.465
= 430.232.
2
Jadi skala peta yang diperbesar dua kali akan berubah menjadi 1:430.232.

b. Kenampakan objek pada peta


Peta yang digambarkan dengan perbesaran dua kali akan
menyebabkan perubahan pada tingkat ketelitian penampakan obejek. Semakin
besar peta skala akan semakin kecil namun gambar permukaan yang tergambar
akan semakin detail.

2. Hasil analisis peta diperkecil


Sama seperti peta yang diperbesar, peta yang diperkecil juga akan menyebabkan
berbagai perubahan yang terjadi pada peta, perubahan yang terjadi adalah:
a. Skala peta semakin besar
Karena peta diperkecil 0.5 kali maka skala peta akan berubah menjadi
semakin besar. Hal ini sesuai dengan ketentuan jika peta diperkecil maka skala
harus diperbesar sebanyak nilai perkecilan. Peta saya perkecil menjadi 0.5, itu
artinya skalanya harus lebeih besar setengah dari skala awal.
Setengah dari 860.465 adalah 430.323, maka skala peta diperkecil adalah skala
awal ditambah setengah dari skala awal.
Maka diperoleh hasil:
860.465 + 430.323 = 1.290.788
Jadi skala peta yang diperkecil menjadi 1: 1.290.788.

12
b. Ketelitian gambar berkurang.
Jika peta diperkecil itu artinya ukuran yang digambar akan menjadi
lebih kecil dari peta pemandu, hal ini akan menyebabkan ketelitian pada peta
akan berkurang. Hasilnya dapat dilihat pada lampiran 2 (dua).

3.2. Kesulitan dan kemudahan.


Dalam pelaksanaan kegiatan praktikum saya menemukan beberapa

kesulitan dalam memindahkan gambar peta. Kesulitan pertama adalah saat

kegiatan memperkecil peta, saya rasa nilai perkecilan peta terlalu kecil sehingga

saat saya menggambarkan peta yang diperkecil 0.5 kali , beberapa kali

mengalami kesalahan. Kesalahan tersebut berupa kesalahan bentuk peta yang

digambarkan tidak sama seperti peta pemandu, hal ini dapat diamklumi karena

memperkecil peta lebih sulit dibadingkan memperbesar peta. Oleh karena itu

saya harus mengulangi beberapa kali sehingga didapatkan hasil akhir yang

paling mendekati bentuk asli seperti di peta pemandu. Kesulitan juga ditemukan

saat lattering, ukuran peta yang begitu kecil membuat saya mengalami

kebingungan saat ingin member nama-nama objek, sehingga dilakukan seleksi.

Dalam kegiatan memperbesar peta, saya lebih banyak menemukan

kemudahan daripada kesulitan. Kemudahan tersebut karena saat memperbesar

peta ukuran peta menjadi lebih besar dengan tingkat ketelitian gambar yang

tinggi. Distorsi atau perbedaan ukuran dapat dihindari karena ukuran peta

diperbesar sehingga lebih mudah menggambarkannya kedalam kertas baru.

Selain itu dalam proses lattering juga lebih mudah karena tersedia banyak ruang

dalam peta sehingga mudah menempatkan nama-nama objek.

13
BAB IV
PENUTUP

4.1. Kesimpulan
Dari pembahasan dan uraian pada bab sebelumnya saya dapat
menyimpulkan beberapa hal diantaranya adalah:
1. Memperbesar dan memperkecil peta merupakan kegiatan memindahkan
gambar pada peta pemandu pada permukaan datar lain (dalam hal ini kertas
millimeter blok) dengan ukuran yang berbeda dari peta pemandu. Jika
memperbesar maka ukuran peta baru akan lebih besar, sebaliknya jika tujuannya
memperkecil peta maka ukuran peta yang digambar harus lebih kecil dari peta
pemandu.
2. Memperkecil dan memperbasar peta akan menyebebkan terjadinya perbedaan
pada peta. Perbedaan tersebut adalah skala peta akan berubah. Jika peta
diperbesar maka skala akan menjadi lebih kecil, sebaliknya jika peta diperkecil
maka skala akan menjadi lebih besar. Selain itu ketelitian peta juga akan
berubah, peta yang diperbesar akan menjadi lebih teliti, sebaliknya peta yang
diperkecil ketelitian peta akan berkurang.
3. Ada beberapa teknik yang dapat dilakukan untuk memperbesar dan
memperbesar peta, contohnya adalah menggunakan mesin fotocopy,
menggunakan pantograph serta menggunakan metode grid atau kotak.

4.2. Saran
Secara umum kegiatan memperbesar dan memperkecil peta sudah
berjalan dengan lancar. Namun butuh perbaikan lagi pada tahapan kegiatan,
sebaiknya alat-alat serta bahan sudah harus siap pakai sehingga tidak memakan
waktu dalam mepersiapkan alat-alat. Selain itu juga sebaiknya mahasiswa
diberikan pengarahan yang lebih sehingga mahasiswa yang menemukan
kesulitan dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan benar dan sesuai alokasi
waktu.

14
DAFTAR PUSTAKA

Soendjojo,Hadwi dan Akhmad Riqqi.2012.Kartografi.Bandung:Penerbit ITB

Subroto,Tullus dan IG Indradi.2014.Modul Kartografi.Yogyakarta:Sekolah Tinggi


Pertahanan Nasional

Tim Lab Geo.2018.Penuntun Praktikum Kartografi.Darusalam:Lab Geografi FKIP


Unsyiah

15

Anda mungkin juga menyukai