Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN STUDY TOUR

KELOMPOK

Disusun Oleh :

DANI

MOHAMAD APIP

KELAS 2G

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS KUNINGAN
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberi
rahmat,taufik serta hidayah-Nya kepada kami sehingga penulisan laporan study tour ini dapat
berlangsung dengan lancar. Penulis selesaikan untuk memenuhi salahsatu tugas kelompok
tentang laporan study tour ke Yogyakarta.Semoga laporan ini memenuhi syarat seperti yang
diharapkan. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kekurangan dalam
penulisan laporan ini, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat
penulis harapkan demi perbaikan untuk masa mendatang.

Cirebon, 27 Juni 2016

Penulis,

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..................................................................................................... i

DAFTAR ISI .................................................................................................................... ii

BAB I : PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ........................................................................................ 1


B. Rumusan Masalah ................................................................................... 1
C. Tujuan ..................................................................................................... 2

BAB II : PELAKSANAAN OBSERVASI

A. Lokasi dan Waktu Observasi ................................................................... 3


B. Subjek Observasi .................................................................................... 3
C. Variabel Observasi ................................................................................. 3
D. Teknik Pengumpulan Data ..................................................................... 3

BAB III : HASIL OBSERVASI

A. Daftar Pertanyaan .................................................................................... 4


B. Hasil Observasi ....................................................................................... 4

BAB IV : PENUTUP

A. Kesimpulan ............................................................................................. 8
B. Saran ....................................................................................................... 8

LAMPIRAN .................................................................................................................... 9

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Yogyakarta atau Jogja adalah sebuah kota beserta merangkap sebagai ibukota
provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kota Jogja terletak dipulau jawa yang
berbatasan langsung dengan provinsi Jawa Tengah dan berbatasan dengan samudra
Hindia. Kota Jogja sering disebut juga sebagai kota budaya dan pelajar.

Yogyakarta adalah kota yang terkenal akan sejarah dan warisan budayanya.
Yogyakarta merupakan pusat kerajaanMataram (1575-1640), dan sampai sekarang ada
Kraton (Istana) yang masih berfungsi dalam arti yang sesungguhnya. Yogyakarta juga
memiliki banyak candi berusia ribuan tahun yang merupakan peninggalan kerajaan-
kerajaan besar jaman dahulu, di antaranya adalah Candi Borobudur yang dibangun
pada abad ke-9 oleh dinasti Syailendra.Selain warisan budaya, Yogyakarta memiliki
panorama alam yang indah dan atmosfir kesenian yang sangat kental didalamnya.
Dalam hal kebudayaan propinsi Yogyakarta masih sangat kental dengan budaya
Jawanya. Dalam kehidupan sehari-hari seni dan budaya seolah tak terpisahkan dan
sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat

Dalam berkomunikasi, bahasa pengantar sehari-hari umumnya masyarakat


Yogyakarta menggunakan bahasa Jawa. Propinsi Yogyakarta merupakan salah satu
pusat bahasa dari sastra Jawa seperti bahasa parama sastra, ragam sastra, bausastra,
dialek, sengkala serta lisan dalam bentuk dongeng, japamantra, pawukon, dan aksara
Jawa.

Tempat-tempat pariwisatanya pun juga sangat mengesankan. Tak ayal turis


mancanegara banyak yang singgah di tengah-tengah pulau jawa yang eksotik ini.
Karena itulah sudah sepantasnya generasi muda khususnya siswa MAN III
CIREBONberkunjung untuk menimba ilmu ke Yogyakarta. Paling tidak bisa
mengetahui sedikit seluk beluk mengenai Yogyakarta. Karena itulah kita sebagai
generasi muda sangat tidak etis jika kita tidak pernah berkunjung ke Yogyakarta dan
tidak mengenal history tentang jogja,karena jogja mempunyai sejarah yang panjang
dalam terbentuknya pemerintahan NKRI mulai zaman kerajaan sampai sekarang . Jogja
tetap istimewa dimata dunia .

Kegiatan belajar mengajar biasanya hanya terbatas dengan ruang dan waktu.
Dinding sekolah menjadi pembatas siswa untuk menuntut ilmu pengetahuan sehingga
bisa dikatakan sangat sempit sekali sumber belajar siswa selama ini. MAN III Cirebon
berinisiatif mengadakan variasi baru untuk membuat belajar siswa lebih menarik yaitu
dengan mengadakan Study Tour ke Yogyakarta yang dilaksanakan pada tanggal 12
April 2016.

1
Seluruh siswa kelas XI MAN III Cirebon diikutsertakan dalam kegiatan Study
Tour ini. Sekitar 300 lebih siswa kelas XI berangkat ke Yogyakarta untuk
melaksanakan kegiatan ini. Kegiatan ini bukan hanya bertujuan untuk rekreasi semata,
melainkan untuk menambah wawasan bagi siswa terhadap dunia sekitar. Selain itu,
dengan adanya kegiatan tersebut, secara tidak langsung guru dan siswa menjadi lebih
akrab dengan seringnya waktu bersama dalam belajar di lingkungan alam.

B. Perumusan Masalah

Melihat latar belakang diatas, maka penulis akan memfokuskan masalah pada :

1. Bagaimana perjalanan Studi Tour kelas XI MAN III Cirebon ke Yogyakarta?


2. Apa yang didapatkan selama berada di Yogyakarta?
3. Budaya apa saja yang ada di Yogyakarta?

C. Tujuan Observasi

Laporan observasi ini disusun selain untuk memenuhi tugas kelompok tentang
laporan study tour ke Yogyakarta juga untuk menambah wawasan penulis, khususnya
dalam dunia pendidikan.

BAB II

PELAKSANAAN OBSERVASI

A. Lokasi dan Waktu Observasi


1. Lokasi Observasi

Dalam observasi ini penulis mengambil lokasi diantaranya yaitu:

 Candi prambanan
 Universitas Gadjah Mada
 Pantai Indrayanti
 Taman Pintar

2
 Malioboro

2. Pelaksanaan observasi

Penulis melakukan observasi pada hari Selasa sampai hari Sabtu, 12 s.d. 16
April 2016 dengan mendatangi langsung lokasi tersebut diatas dimulai pukul
08.00 s.d. 13.00 WIB.

B. Subyek Observasi

Subyek observasi yang penulis pilih untuk narasumber observasi yaitu dosen
Universitas Gadjah Mada dan masyarakat Yogyakarta.

C. Variabel Observasi

Variabel observasi yang menjadi titik tolak penulis adalah sejarah budaya
Yogyakarta.

D. Teknik Pengumpulan Data

Instrumen pengumpulan data mengenai Ekonomi Kerakyatan ini dengan cara


melakukan seminar terbuka dosen Universitas Gadjah Mada dan dengan melihat
langsung objek wisata serta peninggalan sejarahnya.

BAB III

HASIL OBSERVASI

A. Daftar Pertanyaan Wawancara dengan Pemilik dan Pegawai Bagian


Administrasi

PERTANYAAN DIAJUKAN KEPADA


1. Bagaimana perusahaan tape PEMILIK PERUSAHAAN
ketan ini berdiri? (H. CARSIM CAHYADI)
2. Apa itu tape ketan?

3
3. Apa saja alat dan bahan untuk
membuat tape ketan? STAF ADMINISTRASI
4. Dari mana perusahaan (WOWO)
mendapatkan alat dan
bahannya?
5. Bagaimana proses
pembuatannya?
6. Bagaimana dengan manajemen
pegawainya?
7. Bagaimana dengan
pembiayaannya?
8. Bagaimana dengan
pemasarannya?
9. Adakah dampak lingkungan
akibat pengolahaan tape ketan
ini? Jika ada bagaimana
mengatasinya?

B. Hasil Wawancara dengan Pemilik dan Pegawai Perusahaan Tape Ketan


Pamella

1. Candi Prambanan
a. Lokasi
Prambanan adalah salah satu kompleks candi terbesar di Asia
Tenggara yang kaya dengan arca dan relief. Kompleks candi ini terletak di
Desa Prambanan dan secara administratif masuk dalam dua kabupaten dan
dua provinsi sekaligus. Yaitu Kabupaten Sleman Provinsi DIY dan
Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah. Jaraknya sekitar 20 km dari kota
Yogyakarta dan 40 km dari kota Surakarta. Selain karena berada di
perbatasan, kompleks candi juga terjangkau dari berbagai arah karena
berada langsung di pinggir Jalan Raya Yogyakarta - Solo.
b. Sejarah
Pesona keindahan yang dimiliki Candi Prambanan yang merupakan
peninggalan kebudayaan Hindu terbesar di Indonesia bukan hanya dari
bentuk bangunan dan tata letaknya yang menakjubkan, namun juga kisah
sejarah dan legenda yang sangat unik dan menarik. Candi ini dibangun pada
sekitar tahun 850 Masehi oleh salah seorang dari kedua orang ini, yakni:
Rakai Pikatan, raja kedua wangsa Mataram I atau Balitung Maha Sambu,
semasa wangsa Sanjaya. Candi ini kemudian ditinggalkan ketika pusat
kerajaan di Jawa dipindahkan ke Jawa Timur akibat letusan dahsyat
Gunung Merapi sekitar tahun 950 M.
Kemudian pada tahun 1733, candi ini ditemukan oleh seorang Belanda
bernama C. A. Lons dan mulai dibersihkan oleh Jan Willem IJzerman pada
tahun 1855. Tak lama kemudian, Isaäc Groneman melakukan

4
pembongkaran besar-besaran dan batu-batu candi tersebut ditumpuk secara
sembarangan di sepanjang Sungai Opak. Selanjutnya renovasi dilakukan
oleh Theodoor van Erp dan dilanjutkan jawatan Purbakala
(Oudheidkundige Dienst) di bawah P.J. Perquin dengan cara yang lebih
metodis dan sistematis. Pada tahun 1926 dilanjutkan De Haan hingga akhir
hayatnya. Pada tahun 1931 digantikan oleh Ir. V.R. van Romondt hingga
pada tahun 1942 dan kemudian diserahkan kepemimpinan renovasi itu
kepada putra Indonesia hingga tahun 1993.
Pada tahun 1991, UNESCO telah memasukkan Candi Prambanan ke
dalam Daftar Peninggalan Sejarah Dunia (World Wonder Heritages). Hal
ini, di antaranya berarti bahwa kompleks ini terlindung dan memiliki status
istimewa, termasuk dalam situasi peperangan.
c. Keistimewaan
Kompleks Candi Prambanan memiliki tiga bangunan utama
berarsitektur indah setinggi 47 meter. Ketiga bangunan
tersebutmelambangkan Trimurti, yaitu ajaran tentang tiga dewa utama yang
terdiri dari Candi Siwa (Dewa Pelebur) di tengah, Candi Brahma (Dewa
Pencipta) di selatan, dan Candi Wisnu (Dewa Pemelihara) di utara.
Kemudian di depan bangunan utama ini terdapat tiga candi yang lebih kecil
sebagai perlambang Wahana (kendaraan) dari Trimurti. Ketiga candi
tersebut adalah Candi Nandi (kerbau) yang merupakan kendaraan Siwa,
Candi Angsa kendaraannya Brahma, dan Candi Garuda kendaraan
Wisnu.Keistimewaan Candi Prambanan lainnya yang wajib disaksikan oleh
wisatawan adalah keindahan relief-reliefnya yang menempel di dinding
candi. Kisah Ramayana menjadi relief utama candi ini.Sedangkan pada
pagar langkan Candi Wisnu dipahatkan relief cerita Krisnayana. Selain itu
kompleks candi ini dikelilingi oleh lebih dari 250 candi yang ukurannya
berbeda-beda dan disebut perwara.
Namun, relief lain yang tak kalah menarik adalah pohon kalpataru
yang dalam agama Hindu dianggap sebagai pohon kehidupan, kelestarian,
dan keserasian lingkungan. Di Prambanan, relief pohon kalpataru
digambarkan tengah mengapit singa. Keberadaan pohon ini
menggambarkan betapa masyarakat Jawa abad ke-9 memiliki kearifan
dalam mengelola lingkungannya.
d. Deskripsi Banguan
Deskripsi bangunan percandian prambanan terdiri atas latar bawah,
latar tengah dan latar atas (latar pusat) yang makin ke arah dalam makin
tinggi tempatnyaberturut-turut luasnya 390 m2, 222 m2, dan 110 m2. Di
dalam latar tengah terdapat reruntuhan candi Perwara. Apabila seluruhnya
telah selesai di Pugar, maka aka nada 224 buah candi yang ukuranya sama
yaitu luas dasar 6 m2 dan tingginya 14 m. candi-candi utama terdiri atas 2
deret yang saling berhadapan. Deret pertama yaitu Candi Siwa, Candi
Wisnu dan Candi Brahma. Deret kedua yaitu Candi Nandi, Candi Angsa,
Candi Garuda. Di ujung lorong yang memisahkan kedua deretan candi

5
tersebut terdapat candi apit. Delapan candi lainya disebut candi Sudut.
Secara keseluruhan percandian ini terdiri atas 240 buah candi.

2. Malioboro

Tidak lengkap rasanya jika berkunjung ke Yogyakarta tanpa pergi ke


jalan yang satu ini yaitu Jl. Malioboro dengan panjang kurang lebih 2 km dari
pintu perlintasan KA Stasiun Tugu sampai Kraton Kasunanan Yogyakarta.
Kata malioboro sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti “Karangan
Bunga” kenapa disebut demikian, karena dulu jalan ini merupakan salah satu
rute dalam setiap acara yang diadakan kraton dan jalan sepanjang 1 km ini
akan dipenuhi dengan karangan bunga. Gelaran yang berlangsung antara lain
Jogja Java Carnival bulan Oktober, Pekan Budaya Tionghoa tiap Imlek,
Festival Kesenian Yogyakarta Juni – Juli, Karnaval Malioboro, dsb.

Jalan yang sudah dikenal oleh wisatawan domestik maupun wisatawan


mancanegara ini mempunyai suasana khas Jogja, dimana Kita bisa makan di
warung atau rumah makan dengan “Lesehan” ditemani suara motor
berseliweran dan tidak kalah unik bisa mendengarkan pengamen dengan lagu
“Yogyakarta” milik Kla Project. Produk yang dijual merupakan produk khas
jogja seperti baju, sandal, sepatu, sovenir-sovenir kecil, wayang, dsb. Dapat
Kita peroleh dengan kisaran harga Rp 10000,- sampai Rp 30000,- untuk baju,
sandal dan sepatu harga tersebut juga bisa kurang apabila Anda pandai
bernegosiasi dengan pedagang.

Untuk makanan khas Jojga sendiri Anda lebih baik membeli di pusat
oleh-oleh khas jogja agar makanan yang Anda beli terjamin tanggal
kadaluarsanya. Di tempat ini juga menyediakan andong maupun becak untuk
menemani Anda berkeliling di kota Gudeg dengan kisaran harga minimal Rp
5000,-. Untuk pengunjung yang menggunakan bus pariwisata sudah
disediakan tempat khusus untuk lapangan parkir bus dari berbagai daerah, dan
Anda juga tidak perlu kuatir akan terlambat masuk kedalam bus karena terlalu
asyik menawar berbagai barang karena pengelola menyediakan pos yang
berfungsi untuk memanggil para wisatawan dengan microphone agar tidak ada
yang tertingal bus.

6
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari beberapa objek yang telah dikunjungi bisa disimpukan bahwa :

1. Siswa memperoleh pengetahuan baru dari perjalanan di Mina Karya dalam


pembudidayaan Koi dan Arwana
2. Dengan bermodalkan keuletan dan jelih melihat peluang usaha Kita bisa
menjadi pengusaha yang berhasil seperti Bapak Santoso
3. Siswa dapat mengetahui sejarah, proses, maupun alat yang digunakan dalam
perusahaan percetakan Koran
4. Perjalanan terasa nyaman dan tidak begitu membosankan.

B. Saran

Setelah pelaksanaan suatu kegiatan pasti mempunyai hal-hal yang kurang


menyenangkan, agar kegiatan lebih baik dikemudian hari diperlukan adanya kritik
dan saran. Berikut kritik dan saran yang sikiranya bisa diperbaiki baik untuk siswa
maupun sekolah:

7
1. Siswa agaknya harus mematuhi jam perjalanan yang dibuat oleh sekolah
agar perjalanan berjalan sesuai jadwal dan selalu menjaga nama baik
sekolah.
2. Guru pendamping diharapkan lebih tegas lagi dalam memperingatkan siswa
agar lebih mematuhi jadwal perjalanan dan dapat mengontrol siswa.