Anda di halaman 1dari 2

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

Nama klien : Ny. A


Umur : 30 thn
Pertemuan : II
Hari / Tgl : Rabu, 3 Februari 2016
Ruangan : Anggrek

Proses Keperawatan
1. Kondisi klien
Klien dirawat di RS sejak 2 hari yang lalu dengan diagnosa medis gastritis. Klien
mengatakan nyeri ulu hati hilang timbul, klien tampak memegangi area lambung, merasa
nyeri pada abdomen kanan atas dan tampak lemah, serta skala nyeri 6.
2. Diagnosa keperawatan
Gangguan rasa nyaman : nyeri akut b.d gejala terkait penyakit pada abdomen (gastritis)
3. Tujuan
Setelah dilakukan tindakan keperawatan, klien akan:
 Melaporkan nyeri dapat berkurang setelah melakukan teknik latihan napas dalam.
 Mengerti tentang cara melakukan latihan napas dalam.
 Melakukan latihan napas dalam secara individual untuk mencapai kenyamanan.
4. Tindakan keperawatan
Tindakan keperawatan yang dilakukan adalah latihan napas dalam.

Strategi Komunikasi dalam Pelaksanaan Tindakan Keperawatan

Fase perkenalan/orientasi
1. Salam terapeutik
Selamat pagi Bu !
2. Evaluasi/validasi
Bagaimana perasaan ibu saat ini? Bagaimana ibu, apakah semalam tidur nyenyak?
3. Kontrak
 Topik : sesuai janji kita kemarin, maka hari ini saya akan mengajarkan teknik latihan
napas dalam
 Waktu dan tempat : saya akan mengajarkan teknik latihan napas dalam pada ibu selama
kurang lebih 15 menit. Tindakan ini saya lakukan disini bu? Bagaimana bu, apakah ibu
sudah siap?

Fase kerja
1. Apakah ibu sudah siap? Sebelumnya saya akan mengatur posisi ibu, ya? Sekarang ibu
duduk dipinggir tempat tidur. Saya akan memberikan ibu bantal dan ibu harus memegang
bantal ya, bu. Ini bertujuan untuk mengurangi rasa sakit.
2. Sekarang saya akan mencontohkan terlebih dahulu, setelah itu ibu dapat
mempraktekannya. Pertama, tarik napas panjang lewat hidung sebanyak-banyaknya,
kemudian tahan sebentar lalu hembuskan melalui mulut pelan-pelan, sambil perut
dikecilkan.
3. Apakah ibu sudah mengerti? Baiklah, sekarang saya akan membantu ibu melakukan
latihan napas dalam seperti yang saya praktekkan tadi. Tarik napas ya, bu (bagus).
Kemudian tahan sebentar dan hembuskan secara perlahan-lahan lewat mulut, ya bu. Bagus
ibu, saya rasa ibu sudah mengerti. Latihan napas dalam ini dilakukan ya, bu agar nyeri
yang ibu rasakan bisa berkurang.

Terminasi
1. Evaluasi respons klien
 Evaluasi subjektif : bagaimana perasaaan ibu sekarang? Apakah sudah merasa lebih
nyaman dan sudah tahu cara melakukan latihan napas dalam ?
 Evaluasi objektif : (observasi respon klien).
2. Rencana tindak lanjut
Jika ibu merasa nyeri lagi, ibu bisa melakukan teknik latihan napas dalam setiap ibu
merasa nyeri agar kondisi ibu dapat membaik.
3. Kontrak yang akan datang
Ibu nanti sekitar jam 12.00 saya akan melihat keadaan ibu kembali dan memberikan obat.
Mari bu, selamat pagi....

Anda mungkin juga menyukai