Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Rumah sakit merupakan salah satu sarana pelayanan

kesehatan bagi masyarakat. Menurut WHO (World Health

Organization), rumah sakit adalah bagian integral dari suatu

organisasi sosial dan kesehatan dengan fungsi menyediakan

pelayanan paripurna (komprehensif), penyembuhan (kuratif) dan

pencegahan (preventif) kepada masyarakat. Undang-undang RI

nomor 44 tahun 2009 menyebutkan bahwa rumah sakit adalah

institusi pelayan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan

kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan

pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat (Manasikana,

2015).

Rumah sakit dapat didirikan oleh pemerintah, pemerintah

daerah atau swasta. Sebagai salah satu organisasi sektor publik,

rumah sakit harus memiliki organisasi yang efektif, efisien, dan

akuntabel. Organisasi rumah sakit disusun dengan tujuan untuk

mencapai visi dan misi rumah sakit dengan menjalankan tata kelola

rumah sakit dan tata kelola klinis yang baik (UU No. 44 Tahun 2009).

Pendapat tentang tata kelola sering dihubungkan dengan

perusahaan dengan istilah good corporate governance (GCG) atau

1
2

dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai tata kelola perusahaan

yang baik. GCG merupakan seperangkat sistem yang mengatur dan

mengendalikan perusahaan untuk menciptakan nilai tambah bagi para

pemangku kepentingan. Konsep tata kelola pada rumah sakit dikenal

dengan istilah good hospital governance (GHG). GHG sama dengan

konsep tata kelola perusahaan pada umumnya, namun disesuaikan

dengan jenis bisnisnya yaitu layanan kesehatan (Manasikana, 2015).

Pasal 36 undang-undang RI nomor 44 tahun 2009

menyebutkan bahwa “Setiap rumah sakit harus menyelenggarakan

tata kelola rumah sakit dan tata kelola klinis yang baik”. Tata kelola

rumah sakit yang baik adalah penerapan fungsi-fungsi manajemen

rumah sakit yang berdasarkan prinsip-prinsip transparansi,

akuntabilitas, independensi dan responsibilitas, kesetaraan dan

kewajaran. Hal ini menunjukkan pentingnya penerapan sistem tata

kelola rumah sakit di setiap rumah sakit guna melayani kebutuhan

akan kesehatan masyarakat (UU Nomor 44 Tahun 2009).

Penlitian mengenai prinsip tata kelola rumah sakit masih sangat

jarang ditemui. Prinsip-prinsip tata kelola rumah sakit sama dengan

beberapa prinsip pada good corporate governance (GCG), sehingga

lebih sering ditemui penelitian mengenai GCG yang dilakukan pada

rumah sakit. Salah satu peneltian yang berkaitan dengan GCG di

rumah sakit yaitupenelitian yang dilakukan oleh Firman Pribadi, Erwin

Santosa dan Bobet Evih Hedi Ihnuna Rusep (2012) mengenai “Good
3

Corporate Governance (GCG) di Rumah Sakit A dan B”. hasil

penelitian tersebut menunjukkan bahwa good corporate governance

(GCG) pada rumah sakit A dan B berada dalam status bad. Status

bad tersebut diperoleh dari hasil perhitungan kuesioner GCG pada

rumah sakit A dan B yang menunjukkan skor 718 dan 695,8 dimana

skor ini masuk dalam status bad (skor antara 650-749) (Firman dkk,

2012).

Penelitian lain dilakukan oleh Mutamimah dan Phradiansah

(2014) mengenai “Analisis Good Corporate Governance terhadap

Kinerja SDM melalui Organizational Commitment”. Hasil dari

penelitian mereka menunjukkan bahwa tidak semua prinsip GCG

berpengaruh terhadap kinerja SDM di RSUD Kab. Konawe, Sulawesi

Tenggara. Prinsip partisipasi dan fairness berpengaruh positif dan

signifikan terhadap kinerja SDM, sedangkan prinsip transparansi dan

akuntabilitas berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap

kinerja SDM. Setelah dimoderasi dengan komitmen organisasi, prinsip

akuntabilitas dan fairness berpengaruh positif terhadap kinerja SDM,

tetapi prinsip transparansi berpengaruh negative terhadap kinerja

SDM (Mutamimah dan Phradiansah, 2014).

Kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai seseorang atau

sekelompok orang dalam suatu organisasi dalam ranagka mencapai

tujuan organisasi dalam waktu tertentu. Kinerja sumber daya manusia

yaitu suatu hasil yang dicapai dari sumber daya manusia menurut
4

kriteria yang berlaku untuk suatu pekerjaan sesuai dengan

kemampuan, kompetensi dan tanggungjawab yang diberikan

kepadanya (Manasikana, 2015).

Masih kurangnya penelitian mengenai tata kelola rumah sakit,

membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai

“Pengaruh Prinsip Tata Kelola Rumah Sakit terhadap Kinerja Sumber

Daya Manusia pada Rumah Sakit Pemerintah dan Swasta”. Pada

penelitian ini, rumah sakit pemerintah dan rumah sakit swasta yang

dimaksud adalah RSUD Labuang Baji dan RS Ibnu Sina Makassar.

RSUD Labuang Baji merupakan salah satu rumah sakit tertua

yang saat ini dikelola oleh pemerintah Sulawesi Selatan. Berdasarkan

informasi yang diperoleh dari pengambilan data awal, RSUD Labuang

Baji mempunyai tata kelola yang tertua dan di rumah sakit ini belum

ada yang melakukan penelitian mengenai tata kelola rumah sakit.

Informasi lain yang diperoleh melalui wawancara terhadap beberapa

karyawan di rumah sakit tersebut, RSUD Labuang Baji belum

menerapkan prinsip tata kelola rumah sakit dengan baik. Mereka

mengatakan bahwa dalam hal penerimaan pegawai baru, tidak

diberitahukan secara terbuka kepada karyawan.

RS Ibnu Sina Makassar Makassar adalah salah satu rumah

sakit swasta di Kota Makassar, dahulunya dikenal sebagai Rumah

Sakit 45. Informasi yang diperoleh saat pengambilan data awal, di

rumah sakit ini belum ada yang melakukan penelitian mengenai tata
5

kelola rumah sakit. Menurut beberapa karyawan yang diwawancarai

pada saat pengambilan data awal, pelaksanaan tata kelola rumah

sakit di RS Ibnu Sina Makassar belum berjalan dengan baik. Saat

pengambilan data awal juga ditemukan bahwa salah satu kepala

bagian di rumah sakit tersebut kosong dan belum diisi oleh orang baru

selama kurang lebih satu bulan.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut maka perumusan masalah

dalam penelitian ini yaitu:

1. Apakah prinsip transparansi berpengaruh terhadap kinerja sumber

daya manusia pada RSUD Labuang Baji dan RS Ibnu Sina

Makassar ?

2. Apakah prinsip akuntabilitas berpengaruh terhadap kinerja sumber

daya manusia pada RSUD Labuang Baji dan RS Ibnu Sina

Makassar ?

3. Apakah prinsip responsibilitas berpengaruh terhadap kinerja

sumber daya manusia pada RSUD Labuang Baji dan RS Ibnu

Sina Makassar ?

4. Apakah prinsip independensi berpengaruh terhadap kinerja

sumber daya manusia pada RSUD Labuang Baji dan RS Ibnu

Sina Makassar ?

5. Apakah prinsip kesetaraan dan kewajaran (fairness) berpengaruh

terhadap kinerja sumber daya manusia pada RSUD Labuang Baji


6

dan RS Ibnu Sina Makassar ?

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Untuk mengetahui pengaruh prinsip tata kelola rumah sakit

terhadap kinerja sumber daya manusia pada RSUD Labuang Baji

dan RS Ibnu Sina Makassar.

2. Tujuan Khusus

a. Untuk mengetahui pengaruh prinsip transparansi terhadap

kinerja sumber daya manusia pada RSUD Labuang Baji dan

RS Ibnu Sina Makassar.

b. Untuk mengetahui pengaruh prinsip akuntabilitas terhadap

kinerja sumber daya manusia pada RSUD Labuang Baji dan

RS Ibnu Sina Makassar.

c. Untuk mengetahui pengaruh prinsip responsibilitas terhadap

kinerja sumber daya manusia pada RSUD Labuang Baji dan

RS Ibnu Sina Makassar.

d. Untuk mengetahui pengaruh prinsip independensi terhadap

kinerja sumber daya manusia pada RSUD Labuang Baji dan

RS Ibnu Sina Makassar.

e. Untuk mengetahui pengaruh prinsip kesetaraan dan

kewajaran (fairness) terhadap kinerja sumber daya manusia

pada RSUD Labuang Baji dan RS Ibnu Sina Makassar.


7

D. Manfaat Penelitian

1. Manfaat bagi Peneliti

Agar dapat meningkatkan pemahaman peneliti tentang

prinsip-prinsip tata kelola rumah sakit dan pengaruhnya terhadap

kinerja sumber daya manusia pada rumah sakit pemerintah dan

rumah sakit swasta.

2. Manfaat Teoritis

Diharapkan dapat mendukung pengembangan rumah sakit

dalam meningkatkan kinerja SDM sehingga memperoleh hasil

kerja maksimal.

3. Manfaat Praktis

a. Sebagai masukan untuk rumah sakit dalam mendukung

kebijakan-kebijakan pimpinan dalam menerapkan prinsip-

prinsip tata kelola rumah sakit.

b. Diaharapkan dapat menambah khasanah ilmu pengetahuan

dan menjadi salah satu bahan bacaan bagi peneliti berikutnya

di masa yang akan datang.

Anda mungkin juga menyukai