Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN KEWIRAUSAHAAN

Keripik Emping

Kelompok 5 :
Rita Fajriati 17029180
Bunga Soraya 17058153
Fathiya Putri Dayustin 17030095
Diana Florensia P 17046145
Ari Nopri 17020068
Febi Fortuna Megis 17030068
Nurfadila 17016262

Dosen Pembimbing :
Mursyid Ridha, S.Ag, M.Pd

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2018
GAMBARAN UMUM USAHA

Usaha yang kami jalankan bergerak dibidang kuliner kreatif yang berbahan baku
buah melinjo yang diolah dan menjadi KERUPUK EMPING . Olahan dari buah melinjo
ini merupakan jawaban dari maraknya olahan makanan kreatif di Indonesia. Banyak
ragam dan jenis makanan kreatif yang berkembang saat ini,namun tidak semua olahan
yang dihasilkan memiliki sisi positif bagi kesehatan.
KERUPUK EMPING merupakan olahan yang bergizi tinggi dan tidak memakai
bahan pengawet. Produk ini merupakan olahan buah melinjo dan untuk hasil akhirnya
digoreng. Penggorengan ini salah satu tujuan untuk mendapatkan suatu produk yang
dapat tahan beberapa minggu tanpa harus menggunakan pengawet makanan. Dengan
mengutamakan kesehatan para konsumen ini lah kami berdedikasi tinggi untuk
menciptakan KERUPUK EMPING yang berbahan baku yang masih segar dan cara
pengolahan yang higienis.
Untuk menambah daya tarik konsumen,kami mengemas produk ini menggunakan
bahan kedap udara yang tampak higienis dan dilengkapi dengan merek produk.

1. Harga

Harga per pack dengan isi 50gran kerupuk emping dijual dengan harga Rp. 5.000

2. 5W+1H
a. Apa Produk yang Dipasarkan ? ( WHAT )
Jenis produk yang kami jual adalah makanan ringan, yaitu kerupuk emping.
Adapun varian rasa yang kami tawarkan ada dua : rasa balado dan rasa jagung bakar

b. Kenapa memilih produk tersebut untuk dijadikan peluang usaha ? ( WHY )


Masyarakat Indonesia sangat menggemari camilan seperti
kerupuk.Kerupuk merupakan camilan ringan yang murah, enak, banyak disukai
dan cukup mengenyangkan. Keripik emping memiliki yang biasanya hanya
memiliki satu varian rasa, kami modifikasi menjadi rasa balado dan jagung bakar,
hal ini membuat para konsumen ketagihan dan menjadi peluang usaha yang
menjanjikan bagi kami Selain itu, di kampus banyak mahasiswa yang menyukai
camilan. Kami melihat peluang untuk menjual kerupuk di kampus karena belum
ada yang menjual makanan tersebut di sekitar area kampus Universitas Negeri
Padang

c. Bagaimana strategi promosi dan pemasaranya ? ( HOW )

Berhubung kami berjualan di dalam kampus jadi strategi promosi dan


pemasaran kami lakukan secara langsung yaitu dengan class to class and non class
menawarkan secara langsung produk kami kepada calon pembeli di setiap kelas atau
pembeli di luar kelas seperti lobi kampus atau lorong kampus tempat para
mahasiswa duduk santai atau sekadar mengerjakan tugas. Selain itu, kami juga
menawarkan produk kami via social media pada teman-teman yang kami kenal.
Kami juga menjual di sekitaran jalan ulak karang, kami menawarkan kepada
penduduk sekitar dan orang yang sedang lalu lalang.

d. Siapa produsen dan target konsumen dalam usaha ini ? ( WHO )


Kami membuat langsung produk makanan tersebut, pertama kita membuat
kerupuk emping terlebih dahulu Selain itu, kami membuat pembagian tugas
menjadi yaitu sebagai berikut :
 Rita bertugas membumbui keripik dan memasukan kripik ke plastik
 Uti bertugas memproduksi kerupuk dan menggoreng kerupuk
 Bunga bertugas membumbui keripik dan memasukkan keripik ke plastik
 Febby bertugas memasang merk produk ke plastik
 Ari bertugas memasukkan kerupuk ke dalam plastik
 Diana bertugas menggoreng kerupuk
 Fadhila bertugas memasukkan kerupuk ke dalam plastic

Walaupun sudah ada pembagian tugas tersebut, tidak menutup kemungkinan


bagi kami untuk membantu anggota yang lainnya. Misalnya, disaat semua kerupuk
sudah di goreng, maka yang bertugas menggoreng akan membantu anggota lainnya
dalam proses pembumbuan maupun pengemasan. Target kami dalam penjualan
keripik emping ini adalah para mahasiswa di Unversitas Negeri Padang dan warga
disekitar ulak karang.

e. Dimana pemasaran Produk ini ?


Selain memiliki harga yang terjangkau, tempat merupakan hal terpanting
dalam pemasaran, penulis memilih wilayah GOR Haji Agus Salim , karena
disini merupakan tempat yang paling startegis dan banyak mahasiswa dan
pekerja kantor yang tinggal disini sehingga memudahkan untuk promosi dan
kegiatan usaha dan bukan tidak mungkin wilayah lain akan kami garap karna
kami juga menyediakan open PO lewat media sosial agar produk lebihmudah
terjual dan terjangkau khususnya untuk mahasisa Universitas Negeri Padang.
Usaha dijalankan di salah satu rumah anggota yang untuk mempermudah
kegiatan operasional .
f. Kapan Dilaksanakan waktu pemasaran ? ( WHEN )

Minggu/ 14 Oktober 2018 Pagi-Sore di Ulak Karang


Senin/ 15 Oktober 2018 Siang-Sore di FMIPA dan FIS UNP
Rabu/ 17 Oktober 2018 Siang-Sore di FBS UNP
Jumat/ 16 November 2018 Siang-Sore di FMIPA dan MKU
Selasa/20 November 2018 Pagi-Sore di Ulak Karang

2.5 Analisis Biaya

Keripik Mentah Rp. 50.000,-


Minyak Tanah Rp. 20.000,-
Bumbu Rasa Rp. 20.000,-
Kue Rp. 50.000,-
Minyak Goreng Rp. 20.000,-
Kotak Plastik Rp. 20.000,-
Kemasan Rp.20.000,-+
Total Rp.200.000.-
Penentuan harga pokok penjualan(ratio 1 bln)

Beban-beban usaha:

Beban pemasaran Rp 40.000,-

Beban transportasi Rp 30.000,-

Beban lain-lain Rp 50.000,-
Rp 120.000,-
Laba Bersih (usaha) Per Bulan Rp 250.000
2. 7 Kendala yang di hadapi
Kami agak sulit menyesuaikan waktu untuk memasarkan produk karena padatnya jam
kuliah. Pemilihan timing (waktu) yang tepat untuk menjajakan produk pada calon pembeli
yang berbenturan dengan jam kuliah.

2.8 Dokumentasi Proses pembuatan dan Penjualan


Foto keripik emping mentah sampai siap di pasarkan