Anda di halaman 1dari 16

PEMASANGAN IMPLANT

Nomor :
Terbit ke :
Dinkes.Kab. SOP No.Revisi : UPTD
Tanggamus Tgl.Diberlakukan : Puskesmas Gisting
Halaman :3
Ditetapkan Kepala UPTD Winarti,S.ST,M.Kes
Puskesmas Gisting NIP.19631104 198703 2 013

1. 1. Pengertian Suatu tindakan pemasangan alat kontrasepsi yang dipasang dibawah kulit yang
mengandung levonorgestrel yang dibungkus dalam kapsul silastic silicon yang
berisi hormon progesteron.
2. 2. Tujuan Untuk menjarangkan kehamilan 3-5 tahun
3. 3. Kebijakan Semua Bidan yang melakukan tindakan harus sesuai dengan prosedur yang
berlaku.
4. 4. Referensi
5. 5. Prosedur A. Persiapan Alat
 Tensimeter
 Stetoskop
 APD (sepatu bot, matela, masker, kaca mata goggle, handuk pribadi)
 Bak instrument berisi trokar dan pendorong
 Duk Steril
 Spuit 5 cc berisi lidocain
 Kapsul Implant
 Bisturi
 Kasa
 Pinset anatomis
 Hand Scoon
 Kom kecil yang berisi cairan betadin
 Larutan clorin 0,5 %
 Alcohol 70%
 Kapas
 Plester
 Ban aid/hansaplas
 Perlak dan alas
 Bengkok
 Busur dan pulpen
6. 6. Langkah - langkah Pelaksanaan
 Pemasangan kapsul norplant
1. Periksa kembali untuk meyakinkan bahwa klien telah mencuci lengannya
sebersih mungkin dengan sabun dan air dan membilasnya, sehingga tidak
ada sisa sabun.
2. Tentukan tempat pemasangan pada bagian dalam lengan atas.
3. Beri tanda pada tempat pemasangan.

 Langkah atau kegiatan


4. Pastikan bahwa peralatan yang steril atau DTT dan kapsul norplant sudah
tersedia

 Tindakan pra pemasangan


5. Cuci tangan dengan air dan sabun, keringkan dengan kain bersih.
6. Pakai sarung tangan steril atau DTT
7. Usap tempat pemasangan dengan larutan antiseptic
8. Pasang kain penutup (Duk) steril atau DTT di sekeliling lengan klien

 Pemasangan kapsul norplant


9. Suntikan anastesi local tepat dibawah kulit sampai kulit sedikit
menggelembung.
10. Teruskan penusukan jarum ± 4 cm dan suntikan masing-masing 1cc
diantara pola pemasangan nomor 1 dan 2, 3 dan 4, 5 dan 6.
11. Uji efek anastesi sebelum melakukan insisi pada kulit
12. Saat insisi dangkal selebar 2 mm dengan scapel alternative lain tusukan
trokar langsung ke lapisan dibawah kulit atau subdermal.
13. Sambil mengungkit kulit, masukkan terus ujung trokar yang berisi implant
dan pendorongnya sampai atas tanda 1(pada pangkal trokar) tepat berada
pada luka insisi
14. Keluarkan pendorong dan tekan dan masukkan kapsul kearah ujung
15. Tarik trokar dan pendorongnya secara bersama-sama sampai batas tanda
terlihat pda luka insisi (jangan mengeluarkan trokar dari tempat insisi).
16. Tahan kapsul yang telah terpasang dengan satu jari dan masukkan kembali
trokar serta pendorongnya sampai tanda 1
17. Jangan menarik ujung trokar dari tempat insisi sampai seluruh kapsul
terpasang
18. Coba kapsul untuk memastikan kapsul telah terpasang
19. Coba daerah insisi untuk memastikan seluruh kapsul berada dari insisi
 Tindakan pasca pemasangan
20. Dekatkan ujung –ujung insisi dan tutup dengan band aid
21. Beri pembalut, tekan untuk mencegah perdarahan dan mengurangi memar
22. Taruh alat suntik ditempat terpisah dan letakkan semua peralatan dalam
larutan klorin untuk dekontaminasi
23. Buang peralatan yang sudah tidak terpakai lagi ketempatnya
(kasa,kapas,sarung tangan atau alat suntik sekali pakai)
24. Lepaskan sarung tangan dan rendam dalam larutan klorin
25. Cuci tangan dengan sabun dan air, kemudian keringkan dengan air bersih

 Konseling pasca pemasangan


26. Gambar letak kapsul pada rekam medic dan catat bila ada hal khusus
27. Beri petunjuk pada klien cara merawat luka dan kapan klien harus dating
kembali ke klinik untuk control
28. Yakinkan pada klien bahwa dia dapat dating ke klinik setiap saat bila
menginginkan untuk mencabut kembali implant
29. Lakukan observasi selama 5 menit sebelum memperbolehkan klien pulang

Hal Yang Harus diperhatikan


1. Peserta KB Implant sebaiknya menjaga agar daerah sayatan tetap kering
minimal selama 3 hari untuk mempercepat penyembuhan dan mengurangi
kemungkinan infeksi
2. Bila lengan akseptor terasa membengkak dan berwarna kebiru biruan, hal
tersebut biasanya akibat tindakan suntikan atau pemasangan Implant dan
akan menghilang selam 3 -5 hari
3. Setelah 5 tahun atau 3 tahun untuk Implanon pemakaian, Implant dapat
dilepas

7. 7. Unit terkait Dokter ,Bidan, Parsamedis yang telah mengikuti pelatihan kontrasepsi
8. 8. Bagan alir

9.Rekaman Historis

NO HALAMAN YANG DIRUBAH PERUBAHAN DIBERLAKUAKAN TANGGAL


PEMASANGAN IUD

Nomor :
Terbit ke :
Dinkes.Kab. SOP No.Revisi : UPTD
Tanggamus Tgl.Diberlakukan : Puskesmas
Halaman :2 Gisting
Ditetapkan Kepala UPTD Winarti,S.ST,M.Kes
Puskesmas Gisting NIP.19631104 198703 2 013

10. 1. Pengertian Suatu tindakan pemasangan alat kontrasepsi yang dipasang didalam rahim untuk
menghalangi pertemuan sel sperma dan ovum
11. 2. Tujuan Untuk menjarangkan kehamilan 5-8 tahun
12. 3. Kebijakan Semua para medis yang telah mengikuti pelatihan,melakukan tidakan harus sesui
dengan prosedur yang berlaku
13. 4. Referensi
14. 5. Prosedur 1. Petugas harus siap ditempat
2. Harus ada permintaan dan persetujuan dari calon peserta
3. Ruang pemeriksaan yang tertutup, bersih dan cukup ventilasi
4. Alat-alat yang tersedia
 Gynekolog bed
 Timbangan BB
 Tensimeter dan stetoskop
 IUD set steril
 Bengkok
 Lampu
 Kartu KB(Kl,KIV)
 Buku-buku administrasi dan register KB
 Meja dengan duk steril
 Sym speculum
 Sonde rahim
 Lidi kipas dan kapas air secukupnya
 Busi/dilatator hegar
 Kogel tang
 Pinset/gunting

15. 6. Langkah-langkah 1. Memberi penjelasan kepada calon peserta mengenai keuntungan, efek
samping, dan cara menanggulangi efek samping
2. Melaksanakan anamnesa umum, keluarga, media dan kebidanan
3. Melaksanakan pemeriksaan umum meliputi timbang badan, mengukur
TD
4. Mempersilahkan calon peserta untuk mengosongkan kandung kemih
5. Siapkan alat-alat yang diperlukan
6. Mempersilahkan calon peserta untuk berbaring di bed ginekolog dengan
posisi litotomi
7. Petugas cuci tangan
8. Pakai sarung tangan kanan dan kiri
9. Bersihkan vagina dengan kapas first aid
10. Melaksanakan pemeriksaan dalam untuk menentukan keadaan posisi
uterus
11. Pasang speculum sym
12. Gunakan kogel tang untuk menjepit servix
13. Masukan sonde dalam rahim untuk menentukan ukuran, posisi, dan
bentuk rahim
14. Inserter yang telah berisi AKDR di masukkan perlahan-lahan kedalam
rongga rahim, kemudian plugger didorong sehingga AKDR masuk
kedalam, inserter dikeluarkan
15. Gunting AKDR sehingga panjang benang ± 5 cm
16. Speculum sym dilepas dan benang AKDR didorong kesamping mulut
rahim
17. Peserta di rapihkan dan dipersilahkan berbaring ± 5 menit
18. Alat-alat dibersihkan
19. Petugas cuci tangan
20. Member penjelasan kepada peserta gejala-gejala yang mungkin terjadi
atau dialami setelah pemasangan AKDR dan kapan harus control
21. Membuat nota pelayanan
22. Menyerahkan nota pelayanan kepada peserta untuk diteruskan kebagian
administrasi pelayanan
23. Mencatat data pelayanan dalam kartu dan buku catatan untuk dilaporkan
kebagian rekam medic

16. Catatan Bila pada waktu pemasangan terasa ada obstruksi jangan dipaksa (hentikan)
konsultan dengan dokter bila sonde masuk kedalam uterus dan bila fundus uteri
tidak terasa, kemungkinan terjadi perforasi, keluarkan sonde dan konsultasikan
ke dokter
Keluarkan sonde dan lihat batas cairan lendir atau darah, ini adalah panjang
rongga uterus ukuran normal 6-7 cm.Bila ukuran uterus kurang dari 5 cm atau
lebih dari 9 cm jangan dipasang.
17. 7. Unit terkait Dokter, Bidan, Paramedis yang telah mengikuti pelatihan kontrasepsi
18. 8. Bagan alir

9. Rekaman Historis

NO HALAMAN YANG DIRUBAH PERUBAHAN DIBERLAKUAKAN TANGGAL


PENCABUTAN IUD

Nomor :
Terbit ke :
Dinkes.Kab. SOP No.Revisi : UPTD
Tanggamus Tgl.Diberlakukan : Puskesmas
Halaman :2 Gisting
Ditetapkan Kepala UPTD Winarti,S.ST,M.Kes
Puskesmas Gisting NIP.19631104 198703 2 013

19. 1.Pengertian Suatu tindakan pencabutan alat kontrasepsi yang di pasang didalam rahim
2. Tujuan Agar pasien yang akan melepas AKDR mendapat pelayanan yang tepat, puas
20. dan sesuai dengan kebutuhan,mempersiapkan ibu agar cepat mengenal efek
samping dilepaskan AKDR
3. Kebijakan Dokter,bidan dan paramedic yang melakukan tindakan harus sesui dengan
21. prosedur yang berlaku
4.Referensi
5.Prosedur 1. Petugas harus siap ditempat
2. Harus ada permintaan dan persetujuan dari calon peserta
3. Ruang pemeriksaan yang tertutup, bersih dan cukup ventilasi
4. Alat-alat yang harus tersedia lengkap sesuai meja dengan standar yang
ditentukan :
 Meja dengan alas duk steril
 Sarung tangan
 Lidi kapas, kapas first aid secukupnya
 Speculum
 Tampon tang
 Tutup duk steril
 Bengkok
 Lampu
 Timbangan BB
 Tensimeter
 Stetoskop
6.Langkah-langkah 1. Memberi penjelasan kepada calon peserta mengenai keuntungan, efek
samping dan cara menangani efek samping
2. Melaksanakan anamnesa umum, keluarga, media dan kebidanan
3. Melaksanakan pemeriksaan umum meliputi timbang badan, mengukur TD
4. Siapkan alat-alat yang diperlukan
5. Mempersilahkan calon peserta untuk berbaring di bed gynekologi dengan
posisi litotomi
6. Bersihkan vagina dengan Lysol
7. Melaksanakan pemeriksaan dalam untuk menentukan keadaan dan posisi
uterus
8. Pasang speculum sym
9. Mencari benang IUD kemudian dilepas dengan tampon tang
10. Setelah IUD berhasil dilepas alat-alat dibereskan
11. Pasien dirapikan kembali
12. Memberi penjelasan kepada peserta gejala-gejala yang mungkin terjadi atau
dialami setelah AKDR dilepas dan kapan harus control
13. Menyerahkan nota pelayanan dan menerima pembayaran sesuai dengan
nota
14. Mencatat data pelayanan dalam kartu dan buku catatan, register KB untuk
dilaporkan ke bagian rekam medik.
7.Unit terkait Dokter, bidan ,paramedic yang telah ,mengikuti pelatihan kontrasepsi
8.Bagan alir

9.Rekaman Historis

NO HALAMAN YANG DIRUBAH PERUBAHAN DIBERLAKUAKAN TANGGAL


PELEPASAN IMPLANT

Nomor :
Terbit ke :
Dinkes.Kab. SOP No.Revisi : UPTD
Tanggamus Tgl.Diberlakukan : Puskesmas
Halaman :3 Gisting
Ditetapkan Kepala UPTD Winarti,S.ST,M.Kes
Puskesmas Gisting NIP.19631104 198703 2 013

3. 1. Pengertian Suatu tindakan pencabutan alat kontrasepsi yang dipasang di bawah kulit
2. Tujuan Mengeluarkan alat kontrasepsi yang sudah habis masa berlakunya
3. Kebijakan Dokter,bidan,paramedic yang melakukan tindakan harus sesuai dengan prosedur
yang berlaku
4.Referensi
5.Prosedur  Meja periksa untuk tempat tidur klien
4.  Penyangga lengan atau meja samping
 Sabun untuk mencuci tangan
 Kain penutup operasi steril (bersih) yang kering
 3 mangkok steril atau DTT
 Sepasang sarung tangan steril atau DTT
 Larutan antiseptic
 Anastesi local
 Tabung suntik (5 atau 10ml)
 Jarum suntik 2,5-4cm no 22
 Skapel
 Klem lengkung dan lurus
 Ben aid atau kasa steril
 Plester
 Kasa pembalut
 Epinefrin untuk syok
 Anafilaptik (harus tersedia dalam keadaan darurat)
6.Langkah-langkah Persilahkan klien untuk mencuci seluruh lengan dan tangan dengan sabun dan air
mengalir
Tutup tempat tidur klien dengan kain bersih yang kering
Persilahkan klien berbaring dengan lengan yang lebih jarang digunakan ( lengan
yang terpasang Implant)
Raba kapsul untuk menentukan lokasinya
Pastikan posisi dari setiap kapsul dengan membuat tanda pada kedua ujung setiap
kapsul dengan menggunakan spidol
Siapkan tempat, alat-alat dan buka bungkus steril tanpa menyentuh alat-alat
didalamnya

Tindakan  Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir


sebelum  Pakai sarung tangan steril atau DTT
pencabutan  Atur alat dan bahan-bahan sehingga mudah dicapai
5.  Usap temmpat pencabutan dengan kasa berantiseptik, gunakan klem steril atau
DTT untuk memegang kasa tersebut
 Gunakan duk bolong untuk menutupi lengan
 Sekali lagi raba seluruh kapsul untuk menentukan lokasinya
 Setelah memastikan kain tidak alergi terhadap obat anastesi, isi alat suntik
dengan 3ml obat anastesi
Tindakan 1. Metode Standar
pencabutan  Tentukan lokasi insisi yang mempunyai jarak yang sama dari ujung bawah
kapsul semua kapsul (dekat siku) kira-kira 5mm dari ujung bwah kapsul
 Pada lokasi yang sudah dipilih, buat insisi melintang yang kecil ± 4mm
dengan menggunakan skapel
 Mulai mencabut kapsul yang mudah diraba dari luar atau yang terdekat luka
insisi
 Dorong ujung kapsul kearah insisi dengan jari tangan sampai ujung kapsul
tampak pada luka insisi
 Masukkan klem lengkuk melalui luka insisi, lengkungan jempitan mengarah
ke kulit
 Dorong ujung kapsul pertama sedekat mungkin pada luka insisi dengan
lengkungan jepitan mengarah ke kulit, teruksan sampai berada dibawah ujung
kapsul dekat siku
 Dorong ujung kapsul pertama sedekat mungkin pada luka insisi
 Bersihkandan buka jaringan ikat yang mengelilimgi kapsul
 Jepit kapsul yang sudag terpapar dengan menggunakan klem ke 2
 Pilih kapsul berikutnya yang akan di cabut
2. Metode Pencabutan Teknik “U”
 Tentukan lokasi insisi pada kulit diantara kapsul 3 dan 4 ±5 mm dari ujung
kapsul dekat siku
 Buat insisi kecil(4mm) memanjang sejajar diantara sumbu panjang kapsul
dengan menggunakan skapel
 Masukan ujung klem pemegang implant secara hati-hati melalui luka insisi
 Fiksasi kapsul yang letaknya paling dekat luka insisi dengan jari telunjuk
sejajar panjang kapsul
 Masukkan klem lebih dalam sampai ujungnya menyentuh kapsul, buka klem
dan jepit kapsul dengan sudut yang tepat pada sumbu panjang kapsul ±5 mm
diatas ujung bawah kapsul

 Bersihkan kapsul dari jaringan ikat yang mengelilingnya dengan menggosok-


gosok dengan menggunakan kasa steril
 Gunakan klem lengkung untuk menjepit kapsul yang sudah terpapar
 Lepaskan pemegang norplant dan cabut kapsul dengan pelan-pelan dan hati-
hati
 Taruh kapsul yang telah dicabut dalam mangkok kecil yang berisi klorin 0,5
% untuk dekontaminasi sebelum dibuang
 Pencabutan kapsul berikutnya adalah yang tampak paling mudah dicabut
3. Metode Pencabutan teknik “Pop Out”
 Raba ujung kapsul didaerah dekat siku untuk memilih salah satu kapsul yang
lokasinya terletak ditengah-tengah dan mempunyai jarak yang sama dengan
ujung kapsul lain
 Lakukan penekanan dengan ibu jari dan jari tangan lainnya pada ujung bagian
bawah kapsul untuk membuat ujung kapsul tersebut tepat berada dibawah
tempat insisi
 Masukan ujung tajam scapel kedalam luka insisi sampai terasa menyentuh
ujung kapsul
 Tekan jaringan ikat yang sudah terpotong tadi dengan kedua ibu jari sehingga
ujung bawah kapsul terpapar keluar
 Tekan sedikit ujung kapsul(dekat bahu) sehingga kapsul muncul (Pop Out)
pada luka insisi dan dengan mudah dapat di pegang dan dicabut
Tindakan pasca Menutup luka insisi
pencabutan  Bila klien tidak ingin menggunakan implant lagi, bersihkan tempat insisi dan
sekitarnya dengan menggunakan kasa berantiseptik
 Dekatkan kedua tepi luka insisi kemudian tutup dengan band aid
 Buang bahan-bahan habis pakai yang terkontaminasi
 Rendam seluruh peralatan yang sudah terpakai dengan larutan klorin 0,5 %
selam 10 menit
 Cuci tangan dengan larutan klorin 0,5 % kemudian lepaskan sarung tangan
dalam posisi terbalik
Konseling pasca  Lengkapi rekam medik
tindakan  Beritahu klien mungkin akan timbul memar, pembengkakan dan kulit
kemerahan pada daerah pencabutan selama beberapa hari, keadaan ini normal
 Berikan petunjuk pada klien tentang perawatan luka insisi dirumah
 Klien tetap segera melakukan pekerjaan rutin
 Bila terdapat tanda-tanda infeksi segera kembali ke klinik
 Yakinkan bahwa klien dapat datang keklinik setiap saat bila memerlukan
konsultasi
7.Unit terkait Dokter, bidan, paramedic yang telah mengikuti pelatihan kontrasepsi
8.Bagan alir

9. Rekaman Historis

NO HALAMAN YANG DIRUBAH PERUBAHAN DIBERLAKUAKAN TANGGAL


SUNTIK KB

Nomor :
Terbit ke :
Dinkes.Kab. SOP No.Revisi : UPTD
Tanggamus Tgl.Diberlakukan : Puskesmas
Halaman :2 Gisting
Ditetapkan Kepala UPTD Winarti,S.ST,M.Kes
Puskesmas Gisting NIP.19631104 198703 2 013

1. Pengertian Penggunaan alat kontrasepsi suntik merupakan tindakan invasive, karena menembus
6. pelindung kulit, penyuntikan harus dilakukan secara hati-hati dengan tekhnik
antiseptic untuk mencegah infeksi.
2.Tujuan Sebagai acuan dalam melakukan suntikan KB
7.
3.Kebijakan Semua Bidan yang melakukan tindakan harus sesuai dengan prosedur yang berlaku.
8.
4. Referensi

5.Prosedur  Alat
1. Obat yang akan disuntikan (depo provera, cyclofem)
2. Semprit suntik dan jarumnya (sekali pakai)
3. Alcohol 60-90 %
6. langkah-langkah 1. Cuci tangan dengan sabun dan bilas dengan air mengalir, keringkan dengan
handuk.
2. Buka dan buang tutup kaleng pada vial yang menutupi karet, hapus karet yang
ada dibagian atas vial dengan kaps yang telah dibasahi dengan alcohol 60-90%,
biarkan kering.
3. Bila menggunakan jarum atau semprit sekali pakai segera buka plastiknya, bila
menggunakan jarum atau semprit yang telah disterilkan dengan DTT, pakai
korentang yang telah di DTT untuk mengambilnya.
4. Pasang jarum pada semprit suntik dengan memasukkan jarum pada mulut semprit
penghubung.
5. Balikkan vial dengan mulut vial kebawah, masukkan cairan suntik dalam
semprit, gunakan jarum yang sama untuk menghisap kontrasepsi suntik yang
menyuntikan klien.
Tekhnik suntikan 1. Kocok botol dengan baik, hindarkan terjadinya gelembung-gelembung udara
(pada depo provera/cyclofem), keluarkan isinya.
2. Suntikan secara intra muscular dalam di daerah bokong (daerah gluteal) apabila
suntikan diberikan terlalu dangkal, penyerapan kontrasepsi suntukan akan lambat
dan tidak bekerja segera dan efektif.
3. Depo provera (3ml/150mg atau 1ml/150mg) diberikan setiap 3 bulan (12
minggu).
4. Noristerat diberikan setiap 2 bulan (8 minggu).
5. Cyclofem 25 mg medroksi progesterone asetat dan 5mg estrogen sipionat
diberikan setiap bulan.
7. Unit terkait KIA
8. Bagan alir

9. Rekaman Historis

NO HALAMAN YANG DIRUBAH PERUBAHAN DIBERLAKUAKAN TANGGAL


PIL KB

Nomor :
Terbit ke :
Dinkes.Kab. SOP No.Revisi : UPTD
Tanggamus Tgl.Diberlakukan : Puskesmas Gisting
Halaman : 2
Ditetapkan Kepala UPTD Winarti,S.ST,M.Kes
Puskesmas Gisting NIP.19631104 198703 2 013

1. Pengertian Pasien yang pertama kali berkunjung di poli KB untuk merencanakan KB dengan
10. metode kontrasepsi pil
2.Tujuan Pasien dapat memilih alat kontrasepsi yang sesuai dengan keinginannya kecuali
11. pasien tertentu yang tidak dapat memilih
3.Kebijakan Dokter, bidan, paramedic yang melakukan tindakan harus sesuai dengan prosedur
yang berlaku
4.Referensi
5.Prosedur Alat.
12. 1. Pil KB
2. Media penyuluhan

6.Langkah-langkah  Konseling Awal


1. Sapa klien dengan ramah dan perkenalkan diri anda serta tanyakan tujuan dan
kedatangannya
2. Berikan informasi umum tentang keluarga berencana
3. Berikan informasi tentang jenis kontrasepsi yang tersedia dan keuntungan dari
masing-masing jenis kontrasepsi (termasuk perbedaan antara kontab dan metode
reversible)
4. Tunjukan dimna dan alkon tersebut digunakan
5. Jelaskan bagaimana cara keja alkon
6. Jelaskan kemungkinan efek samping dan masalah kesehatan lain yang mungkin
dialami
7. Jelaskan efek samping yang umunya sering dialami oleh klien
8. Jelaskan apa yang bisa diperoleh dan kunjungannya
9. Berikan jaminan akan kerahasiaan yang diperlukan klien
 Konseling Pra Pemberian Pil dan Seleksi Klien
1. Kumpulkan data-data pribadi klien (nama,alamat,dsb)
2. Tanyaka tujuan reproduksi Kb yang diinginkan (apakah klien ingin mengatur
jarak kelahiran atau membatasi jumlah anaknya)
3. Tanyakan agama kepercayaan yang di anut klien yang mungkin menantang
penggunaan salah satu metode Kb
4. Diskusikan kebutuhan, pertimbangan dan kekhwatiran klien dengan sikap yang
empati
5. Bantulah klien untuk memilih metode yang tepat
6. Jelaskan kemungkinan-kemungkinan efek samping dan lain-lain sampai benar-
benar dimengerti oleh klien
7. Periksa kembali rekam medic dan lakukan penilaian lanjutan bila ada indikasi
 Konseling Pasca Pemberian Pil
1. Ajarkan klien bagaimana cara memakan pilnya
2. Ajarkan bagaimana klien jika lupa meminum pilnya
3. Ajarkan kapan klien bisa memulai meminum pilnya
4. Beritahukan hala-hal yang perlu diperhatikan, jelaskan pada klien apa yang harus
dilakukan bila mengalami efek samping
5. Beritahu kapan klien harus dating kembali ke klinik untuk kontrol ulang
6. Yakinkan klien bahwa dia dapat dating ke klinik setiap saat bila memerlukan
konsultasi, pemeriksaaan medic, atau bila menginginkan penghentian
penggunaan
7.Unit terkait KIA
8.Bagan alir

9.Rekaman Historis

NO HALAMAN YANG DIRUBAH PERUBAHAN DIBERLAKUAKAN TANGGAL