Anda di halaman 1dari 3

KERANGKA ACUAN KEGIATAN

STIMULASI DETEKSI DAN INTERVENSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK


PUSKESMAS DEPOK III

A. PENDAHULUAN
Pembangunan kesehatan sebagai bagian dari upaya membangun
manusia seutuhnya antaralain diselenggarakan melalui upaya kesehatan
anak yang dilakukan sedini mungkin sejak anak masih dalam kandungan.
Mengingat jumlah balita di Indonesia sangat besar yaitu sekitar 10% dari
seluruh populasi, maka sebagai calon generasi penerus bangsa, kualitas
tumbuh kembang balita perlu mendapatkan perhatian serius yaitu
mendapatkan gizi yang baik, stimulasi yang memadai serta terjangkau oleh
pelayanan kesehatan yang berkualitas termasuk deteksi dan intervensi dini
penyimpangan tumbuh kembang.
B. LATAR BELAKANG
Angka Kematian Bayi (AKB) dan Balita (AKABA) merupakan salah
satu indikator status kesehatan masyarakat. Menurut data Survei Demografi
Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007, AKB 34 per 1.000 kelahiran hidup, AKN
19 per 1.000 kelahiran hidup, AKABA 44 per 1.000 kelahiran hidup. Sejak
tahun 1985 pemerintah merancang Child Survival (CS) untuk penurunan
AKB. Strategi tersebut diatas telah sejalan dengan Grand Strategi DEPKES
tahun 2004.

C. TUJUAN
a. Tujuan Umum
Menurunkan AKB & AKABA
b. Tujuan Khusus
1. Meningkatkan mutu pelaksanaan program Kesehatan Bayi, Balita dan
Apras diPuskesmas
2. Memberikan pedoman bagi tenaga Bidan dalam melaksanakan
program Kesehatan Bayi, Balita dan Apras diPuskesmas

D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


a. Kegiatan Pokok
Melaksanakan kegiatan SDIDTK di dalam gedung terintergrasi
dengan kegiatan imunisasi dan kegiatan balita sakit di BP umum. Untuk
kegiata luar gedung terintergrasi dengan kegiatan penimbangan Balita di
Posyandu dan pemeriksaan anak prasekolah terintergrasi dengan
kegiatan pemeriksaan kesehatan umum, gigi dan mulut untuk murid
Playgroup, Paud, & TK

1
b. Pelayanan kesehatan anak balita
Lima tahun pertama kehidupan, pertumbuhan mental dan intelektual
berkembang pesat. Masa ini merupakan masa keemasan atau golden period
dimana terbentuk dasar-dasar kemampuan keindraan, berfikir berbicara, serta
pertumbuhan mental intelektual yang intensif dan awal pertumbuhan moral. Pada
masa ini stimulasi sangat penting untuk mengoptimalkan fungsi-fungsi organ
tubuh dan rangsangan pengembangan otak. Upaya deteksi dini gangguan
pertumbuhan dan perkembangan pada anak usia dini menjadi sangat penting
agar dapat dikoreksi sedini mungkin dan atau mencegah gangguan ke arah yang
lebih berat.
Bentuk pelaksanaan tumbuh kembang anak di lapangan dilakukan
dengan mengacu pada pedoman stimulasi, Deteksi dan Intervensi Tumbuh
Kembang Anak (SDIDTK) yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan di
Puskesmas dan jajarannya seperti dokter, bidan , perawat, ahli gizi, penyuluh
kesehatan masyarakat dan tenaga kesehatan lainnya yang peduli dengan anak.
Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang
(SDIDTK) minimal 2 kali dalam setahun. Pelayanan SDIDTK meliputi
perkembangan motorik kasar, motorik halus, bahasa, sosialisasi dan
kemandirian minimal 2 kali pertahun (setiap 6 bulan). Pelayanan SDIDTK
diberikan di dalam gedung (sarana pelayanan kesehatan) maupun di luar
gedung.

E. CARA MELAKSANAKAN

1. Kegiatan di Luar Gedung


Kegiatan SDIDTK balita yang menyeluruh dan terkoodinasi
diselenggarakan dalam bentuk kemitraan (orang tua, pengasuh anak dan
anggota kelurga lainnya), masyarakat (kader kesehatan dan guru
playgroup/Paud) dengan tenaga profesional (Guru TK)
F. SASARAN
Tercapainya target SPM dan PWS KIA : SDIDTK bayi Balita 99% dan
SDIDTK Apras 100%

G. JADWAL KEGIATAN
No Kegiatan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des
1 Pembentukan √
Tim SDIDTK
2 Refresing √
SDIDTK
untuk
Posyandu
3 Pemantauan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
Kesehatan
Balita

2
4 Pemantauan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
Kesehatan
Apras

H. PENCATATAN DAN PELAPORAN EVALUASI KEGIATAN


Kegiatan dilakukan pencatatan di :
1. Format SDIDTK
2. Register SDIDTK Balita
3. Buku Kohort bayi &Balita
Pelaporan kegiatan dilakukan setiap bulan melalui format LB 3 dikirim ke
dinas kesehatan.Untuk kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat dibuat
SPJ sesuai jadwal yang sudah direncanakan.
Hasil-hasil kegiatan dievaluasi setiap bulan melalui kegiatan pertemuan
bulanan Puskesmas dalam bentuk Lokakarya mini bulanan di Puskesmas.