Anda di halaman 1dari 15

Nama Uyun Nailatul Mafaz

NIM 175100107111002
Kelas G
Kelompok G1

BAB IV
LARUTAN PENYANGGA (BUFFER)

TUJUAN :
 Memahami sifat larutan peyangga
 Membuat larutan buffer
 Mengukur pH larutan peyangga menggunakan pH meter

1. Pre –Lab
1. Apakah yang dimaksud dengan larutan penyangga?
Larutan penyangga (buffer) adalah larutan yang dapat menjaga (mempertahankan)
pHnya dari penambahan asam, basa, maupun pengenceran oleh air. pH larutan buffer
konstan setelah penambahan sejumlah asam, basa, maupun air. Larutan penyangga
memiliki dua komponen yaitu asam dan basa. Biasanya, mengandung asam lemah
beserta basa lemah konjugasinya dalam konsentrasi yang hampir sama (Alfian, 2009).

2. Jelaskan prinsip kerja larutan penyangga!


Larutan penyangga asam pada penambahan asam (H+) akan menggeser
kesetimbangan ke kiri, sebaliknya jika pada penambahan basa maka ion OH– dari basa
itu akan bereaksi dengan ion H+ membentuk air. Hal ini akan menyebabkan
kesetimbangan bergeser ke kanan sehingga konsentrasi ion H+ dapat dipertahankan.
Larutan penyangga basa pada penambahan asam, maka ion H+ dari asam akan
mengikat ion OH–. Hal tersebut menyebabkan kesetimbangan bergeser ke kanan,
sehingga konsentrasi ion OH– dapat dipertahankan. Jika yang ditambahkan adalah suatu
basa, maka kesetimbangan bergeser ke kiri, sehingga konsentrasi ion OH– dapat
dipertahankan (Ismail, 2010).

3. Sebutkan 3 jenis larutan penyangga!


Larutan peyangga fosfat merupakan peyangga yang berada di dalam sel. Peyangga
ini adalah campuran dari asam lemah H2PO4- dan basa konjugasinya HPO42-. Jika
dari proses metabolisme sel dihasilkan banyak zat yang bersifat asam, maka akan
segera berakhir dengan HPO42-. Jika proses metabolisme menghasilkan senyawa
yang bersifat basa maka ion OH– akan bereaksi dengan H2PO4-
Larutan peyangga karbonat merupakan peyangga yang berasal dari campuran asam
karbonat (H2CO3) dengan basa konjugasi bikarbonat (HCO3). Penyangga karbonat
berpera dalam mengontrol pH darah. Perbandingan molaritas HCO3– terhadap
H2CO3 yang diperlukan untuk mempertahanan pH darah 7,4 adalah 20 : 1
Larutan penyangga hemoglobin, pada darah terdapat hemoglobin yang dapat
mengikat oksigen untuk selanjutnya dibawa ke seluruh sel tubuh. Larutan
keseimbangan dari larutan peyangga hemoglobin adalah HHB + O2  HBO2- + H+
(Steven dkk, 2010).
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Kelas G
Kelompok G1

2. Tinjauan Pustaka

2.1 Pengertian dan prinsip larutan buffer


Larutan penyangga (buffer) adalah larutan yang dapat menjaga (mempertahankan)
pHnya dari penambahan asam, basa, maupun pengenceran oleh air.
Jika ke dalam larutan penyangga yang berisi campuran asam lemah dengan
garamnya dimasukkan sedikit asam kuat, asam kuat akan bereaksi dengan garamnya
sehingga asam kuat akan diubah menjadi garam (bersifat netral) dan asam lemah. Pengaruh
asam kuat menjadi sangat kecil. Jika ke dalam larutan penyangga yang berisi campuran
asam lemah dengan garamnya dimasukkan sedikit basa kuat, basa kuat akan bereaksi
dengan asam lemah membentuk garamnya. Pengaruh basa kuat menjadi sangat kecil.
Demikian pula, jika ke dalam larutan penyangga yang berisi campuran basa lemah dan
garamnya dimasukkan asam kuat atau basa kuat. Basa lemah yang ada akan menyangga
larutan jika ke dalamnya dimasukkan sedikit asam kuat. Garam akan menyangga larutan jika
ke dalamnya dimasukkan sedikit basa kuat (Anna, 2008).

2.2 Rumus perhitungan pH buffer asam dan basa


Campuran asam lemah dengan garamnya (basa konjugasi)
mol asam 𝑚𝑜𝑙 𝑎𝑠𝑎𝑚
[H+] =Ka x 𝑚𝑜𝑙 𝑔𝑎𝑟𝑎𝑚
atau pH = pKa – log 𝑚𝑜𝑙 𝑔𝑎𝑟𝑎𝑚

Campuran basa lemah dengan garamnya (asam konjugasinya)


𝑚𝑜𝑙 𝑎𝑠𝑎𝑚 𝑚𝑜𝑙 𝑎𝑠𝑎𝑚
[H+] = Kb x 𝑚𝑜𝑙 𝑔𝑎𝑟𝑎𝑚 atau pH = pKb – log 𝑚𝑜𝑙 𝑔𝑎𝑟𝑎𝑚 (Marzuki dkk, 2010).

2.3 Jenis Buffer


Larutan penyangga salmiak adalah campuran dari larutan NH3 (basa lemah) dengan
NH4OH (garam)
Larutan penyangga asetat adalah larutan yang dibuat dengan cara mencampurkan asam
asetat (CH3COOH) ke dalam larutan garamnya (CH3COONa) (Watson, 2012).
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Kelas G
Kelompok G1

3 Tinjauan Bahan

3.1 HCL
Merupakan asam kuat yang banyak kegunaannya dalam industri. Asam ini sangat
korosif. Pada suhu kamar, HCl adalah gas tidak berwarna yang membentuk kabut putih. HCl
dibentuk oleh ikatan kovalen antara ion hidrogen dan klorida. Secara historis disebut asam
muriatat, dan roh garam, asam hidroklorida dihasilkan dari vitriol (asam sulfat) dan garam
biasa. (Patric, 2012).

3.2 NaOH
Merupakan basa kuat yang berwarna putih berbentuk serpihan. Larutan ini mudah
terionisasi membentuk ion natrium dan hidroksida dan bila dibiarkan di udara akan cepat
menyerap karbondioksida dan lembab. NaOH mudah larut dalam air dan dalam etanol.
NaOH atau caustic soda digunakan secara luas di sektor industri dan rumah tangga. Pada
industri, NaOH digunakan sebagai bahan kimia basa untuk kebutuhan pembuatan bubur
kertas dan kertas, tekstil (Turkington, 2010).

3.3 NaCl
NaCl dikenal sebaga garam dapur dan digunakan sebagai bumbu dan pengawet
makanan. Kekurangan natrium klorida umumnya ditandai dengan berbagai gejala seperti
sakit kepala, mual, muntah, pusing, kram otot, pingsan, atau kombinasi semua gejala
tersebut. Sifat kelarutan NaCl yaitu mudah larut dalam air dingin, air panas, larut dalam
gliserol, dan ammonia dan sangat sedikit larut dalam alcohol (Frederick dkk, 2010).

3.4 CH3COONa
Natrium asetat atau natrium etanoat (jarang digunakan) adalah garam natrium dari
asam asetat. Natrium asetat ini dapat digunakan sebagai bahan pengawet, pada industri
tekstil digunakan untuk menetralkan asam sulfat dari limbah dan digunakan juga sebagai
buffer dengan asam klorida. CH3COONa atau yang biasa disebut garam natrium asetat yang
terionisasi sempurna membentuk ion Na+ dan ion CH3COO-
CH3COONa (aq) ↔ Na+ + CH3COO- (aq) (Moore and Stanitski, 2015).

3.5 CH3COOH
Asam asetat adalah cairan higroskopis tak berwarna. Mempunyai densitas 1,049 gr/ml dan
titik didih 1180 dengan Ka = 1,8 x 10-5 Asam asetat sangat korosif terhadap jaringan yang
dapat menuyebabkan muntah, pusing, pingsan dan lain-lain. Berwujud cairan kental jernih
atau padatan mengkilat. CH3COOH mempunyai nama lain etanoat, asam asetat, asam
karboksilat atau asam organik lemah yang merupakan zat cair yang tidak berwarna dan
berbau khas (Ebbing and Gammon, 2011).
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Kelas G
Kelompok G1

3.6 NH3
Adalah gas yang tidak berwarna dan baunya sangat menyengat. Larutan ini sangat
mudah larut dalam air. Amonia merupakan gas yang mudah mencair, amonia cair membeku
pada suhu -780C dan mendidih pada suhu -330 C (Frederick dkk, 2010).

3.7 NH4Cl
Berbentuk kristal padat berwarna putih yang memiliki berbagai manfaat. Dalam
industri, senyawa ini digunakan sebagai bahan solder dan cetak tekstil. Amonium klorida
terjadi secara alami di sebagian besar wilayah vulkanik dan dapat pula diproduksi secara
sintetis (Ebbing and Gammon, 2011).
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Kelas G
Kelompok G1

4. Diagram Alir

4.1 Kalibrasi pH meter

Disiapkan pH meter dan larutan pH 7,00; pH 4,01 dan 9,21

Dihidupkan alat

Dibilas elektroda dengan aquades

Dikeringkan dengan tisu

Dicelupkan dalam larutan pH 7

Dipilih mode kalibrasi

Ditunggu selama 1-2 menit sampai pembacaan pH stabil

Diangkat dan dibilas elektroda dengan aquades

Dikeringkan dengan tisu

Dilakukan hal yang sama untuk larutan pH 4,01 kemudian larutan pH 9,21

Hasil
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Kelas G
Kelompok G1

4.2 Pengujian larutan buffer

4.2.1 Pengujian larutan buffer NaCl 0,1 M

Disiapkan 70 ml larutan NaCl 0,1 M

Diukur pH nya dengan kertas lakmus dan pH meter

Diambil 20 ml pada 3 gelas beker

Beker I Beker II Beker III

20 ml larutan 20 ml larutan 20 ml larutan


NaCl 0,1 M NaCl 0,1 M NaCl 0,1 M

20 ml
10 ml larutan 10 ml larutan
larutan
HCl 0,01 M NaOH 0,01 M
aquades

Di homogenkan Di homogenkan Di homogenkan

Di ukur pH-nya dengan kertas lakmus dan pH meter

Hasil
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Kelas G
Kelompok G1

4.2.2 Pengujian larutan CH3COOH 0,1 M dengan NaCH3COO 0,1 M

35 ml CH3COOH 0,1 M + 35 ml CH3COONa 0,1 M

Di homogenkan

70 ml larutan campuran

Diukur pH nya dengan kertas lakmus dan pH meter

Diambil 20 ml pada gelas buffer

Beker I Beker II Beker III

20 ml larutan 20 ml larutan 20 ml larutan


NaCl 0,1 M NaCl 0,1 M NaCl 0,1 M

10 ml larutan 20 ml
10 ml larutan larutan
NaOH 0,01 M
HCI 0,01 M aquades

Di homogenkan Di homogenkan Di homogenkan

Diukur pH nya dengan kertas lakmus dan pH meter

Hasil
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Kelas G
Kelompok G1

4.2.3 Pengujian larutan buffer larutan NH3 0,1 M dan NH4Cl 0,1 M

35 ml NH3 0,1 M + 35 ml NH4 0,1 M

Di homogenkan

70 ml larutan campuran

Diukur pH nya dengan kertas lakmus dan pH meter

Diambil 20 ml pada gelas buffer

Beker I Beker II Beker III

20 ml larutan 20 ml larutan 20 ml larutan


NaCl 0,1 M NaCl 0,1 M NaCl 0,1 M

10 ml larutan 10 ml larutan 20 ml
HCI 0,01 M NaOH 0,01 M larutan
aquades

Di Homogenkan Di Homogenkan Di Homogenkan

Diukur pH nya dengan kertas lakmus dan pH meter

Hasil
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Kelas G
Kelompok G1

5. Hasil dan Pembahasan

1. Tulislah data hasil praktikum pada tabel berikut ini


No. Jenis Buffer Asam/basa (ml) pH kertas lakmus pH meter
1. Buffer asetat 20ml buffer asetat
Kertas biru  4,43
70ml terdiri dari + HCL 10ml 0,01 merah bersifat
(CH3COOH 35ml M asam
+ CH3COONa 35 20ml buffer asetat
Kertas biru  4,63
ml) + NaOH 10ml merah bersifat
0,01 M asam
20ml buffer asetat
Kertas biru  4,54
+ aquades 20ml merah bersifat
asam
2. Buffer 10ml buffer Kertas merah  9,33
salmiak70ml salmiak + HCL biru bersifat basa
terdiri dari (NH4Cl 0,01 M
35ml + NH3 10ml buffer Kertas merah  9,86
35ml) salmiak + NaOH biru bersifat basa
0,01 M
10ml buffer Kertas merah  9,61
salmiak + biru bersifat basa
aquades 20ml

2. Apakah yang terjadi saat larutan penyangga ditambahkan sedikit asam atau basa?
Jelaskan!
pH larutan penyangga tidak akan berubah atau tetap mempertahankan pH-nya. Hal
ini sesuai prinsip kerja larutan penyangga, yaitu jika ke dalam larutan penyangga
ditambahkan sedikit asam, asam tersebut akan bereaksi dengan zat yang bersifat basa
begitupun sebaliknya. Penambahan asam ke dalam larutan penyangga akan menurunkan
basa konjugasi dan meningkatkan konsentrasi asam. Asam bereaksi dengan ion OH- yang
di tambah dengan larutan sedangkan basa konjugasinya bereaksi dengan ion H+ (Iswanto,
2011).

3. Jelaskan bagaimana cara kerja pengukuran pH menggunakan pH meter!


Hidupkan pH meter yang akan digunakan, dan panaskan hingga 20 menit. Setelah
20 menit lalu yang pertama pilih “Cal” untuk mengkalibrasikan, kemudian pilih “pH” untuk
mengukur pHnya, setelah itu basahi elektroda menggunakan aquades dan keringkan
menggunakan tisue. Siapkan larutan yang akan diukur pHnya, misalnya larutan NaCl.
Bersihkan probel dengan menggunakan aquades dan di keringkan menggunakan tissue
dengan arah yang sama, lalu siapkan larutan NaCl yang ada di gelas beker, masukkan
probel kedalam larutan NaCl tersebut jangan terlalu dalam, hanya dimasukkan sebagian
saja. Kemudian masukkan magnet kedalam gelar beker, lalu pilih “pH” dan tunggu hingga
ada tulisan “Measuring Stable” dan berhenti. Jika sudah ada tulisan seperti itu dan
magnetnya berhenti berputar, maka pengukuran pH sudah selesai (Bauer dkk, 2009).
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Kelas G
Kelompok G1

4. Jelaskan bagaimana cara kerja pengukuran pH menggunakan kertas lakmus!


Lakmus merah akan berubah warna menjadi biru bila dicelupkan kedalam larutan
basa. Dan akan tetap berwarna merah bila dicelupkan ke larutan asam atau netral.
Lakmus biru akan berubah warna menjadi merah bila dicelupkan kedalam larutan asam. Dan
akan tetap berwarna biru bila dicelupkan ke larutan basa atau netral (Oxtoby dkk, 2012).

5. Jelaskan salah satu contoh penggunaan larutan penyangga di ilmu pangan!


Sebagai bahan pengawet pangan, seperti Asam Laktat diperoleh melalui proses
fermentasi, Digunakan untuk proses pengemulsian produk pangan sehari-hari, dan
pengembang di industri pangan. Asam Asetat diperoleh melalui proses fermentasi secara
sintesis, ditemukan di dalam cuka, dan digunakan dalam bidang pangan sebagai penambah
rasa (Ayustaningwarno dkk, 2014).

6. Sebanyak 50 mL larutan NH3 0,1 M (Kb = 10–5) dicampur dengan 100 mL larutan NH4Cl
0,5 M. Hitunglah pH larutan tersebut!
Pertama, mencari mol dari masing-masing larutan dengan menggunakan rumus molaritas
nNH3 nNH4Cl
MNH3 = MNH4Cl =
Volume larutan Volume larutan
𝑛𝑁𝐻3 𝑛𝑁𝐻4𝐶𝑙
0,1 = 0,05 0,5 M = 0,1
nNH3 = 0,005 = 5 x 10-3 nNH4Cl = 0,05 = 5 x 10-2
Kedua, mencari [OH-] dari campuran tersebut dengan menggunakan rumus,
𝑚𝑜𝑙 𝑏𝑎𝑠𝑎 𝑙𝑒𝑚𝑎ℎ
[OH-] = 𝐾𝑏 𝑥 𝑔𝑎𝑟𝑎𝑚
-5 0,005
= 10 𝑥 0,05
= 10-6
pOH = log[OH-]
= log[10-6]
= 6, maka
pH = pKw – pOH
pH = 14 – 6
pH = 8

7. Tentukan pH larutan penyangga yang dibuat dengan mencampurkan 50 mL larutan


CH3COOH 0,1 M dengan 50 mL larutan NaCH3COO 0,1 M. (KaCH3COOH = 1,8 × 10–5)
Pertama, mencari mol dari masing-masing larutan dengan menggunakan rumus molaritas,
𝑛𝐶𝐻3𝐶𝑂𝑂𝐻 𝑛𝐶𝐻3𝐶𝑂𝑂𝑁𝑎
MCH3COOH = MCH3COONa =
𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑙𝑎𝑟𝑢𝑡𝑎𝑛 𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑙𝑎𝑟𝑢𝑡𝑎𝑛
𝑛𝐶𝐻3𝐶𝑂𝑂𝐻 𝑛𝐶𝐻3𝐶𝑂𝑂𝑁𝑎
0,1 = 0,05 0,1 M = 0,05
-3
nCH3COOH = 0,005 = 5 x 10 nCH3COOH = 0,005 = 5 x 10-3
Kedua, mencari [H+] dari campuran tersebut dengan menggunakan rumus
𝑚𝑜𝑙 𝑎𝑠𝑎𝑚 𝑙𝑒𝑚𝑎ℎ
[H+] = 𝐾𝑎 𝑥 𝑔𝑎𝑟𝑎𝑚
pH = log[H+]
-5 0,005
= 1,8 x 10 𝑥 0,005 = log[1,8 x 10-5]
= 1,8 x 10-5 = 5 – log1,8
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Kelas G
Kelompok G1

6. Analisa Prosedur

6.1 Kalibrasi pH meter


Yang pertama dilakukan adalah menyiapkan pH meter dan larutan pH 7,00; pH 4,01
dan pH 9,21. Selanjutnya menghidupkan alat, lalu membilas elektrode dengan
menggunakan aquades, setelah itu mengeringkan dengan menggunakan tisu, pada saat
mengeringkan, gerakan tisu harus satu arah, mencelupkan elektrode dalam larutan pH 7 dan
dipilih mode kalibrasi, menunggu selama 2-3 menit sampai pembacaan pH stabil, diangkat
dan dibilas elektrode dengan menggunakan aquades, mengeringkan dengan menggunakan
tisu, melakukan kegiatan yang sama untuk larutan dengan pH 4,01 dan pH 9,21

6.2 Pembuatan dan Pengujian Larutan Buffer NaCl 0,1 M


Pertama mengambil larutan NaCl 0,1 M sebanyak 70 ml menggunakan gelas ukur,
lalu diukur pH-nya menggunakan pH meter yang telah dikalibrasi terlebih dahulu dan
menggunakan indikator pH universal berupa kertas lakmus, selanjutnya 70 ml larutan NaCl
0,1 M dibagi ke dalam 3 gelas beker 100 ml dengan masing-masing gelas beker terisi 20 ml
larutan NaCl 0,1 M. Gelas beker I ditambahkan HCl 0,1 M sebanyak 10 ml, lalu dicampurkan
dengan cara diaduk, selanjutnya pH larutan di ukur menggunakan pH meter dan kertas
lakmus. Gelas beker II ditambahkan NaOH 0,1 M sebanyak 10 ml, lalu dicampurkan dengan
cara diaduk, selanjutnya pH larutan di ukur menggunakan pH meter dan kertas lakmus.
Gelas beker III ditambahkan Aquades sebanyak 20 ml, lalu dicampurkan dengan cara
diaduk, selanjutnya pH larutan di ukur menggunakan pH meter dan kertas lakmus

6.3 Pembuatan dan Pengujian Larutan Buffer Asetat


(CH3COOH 0,1 M + CH3COONa 0,1 M)
Pertama mengambil larutan CH3COOH 0,1 M sebanyak 35 ml dan larutan
CH3COONa 0,1 M sebanyak 35 ml menggunakan gelas ukur, setelah itu mencampurnya di
dalam gelas beker 250 ml dengan cara diaduk, lalu diukur pH-nya menggunakan pH meter
yang telah dikalibrasi terlebih dahulu dan menggunakan indikator pH universal berupa kertas
lakmus, selanjutnya 70 ml larutan campuran tersebut dibagi ke dalam 3 gelas beker 100 ml
dengan masing-masing gelas beker terisi 20 ml larutan campuran. Gelas beker I
ditambahkan HCl 0,01 M sebanyak 10 ml, lalu dicampurkan dengan cara diaduk membentuk
huruf w supaya terhomogenisasi secara sempurna, selanjutnya pH larutan di ukur
menggunakan pH meter dan indikator pH universal. Gelas beker II ditambahkan NaOH 0,01
M sebanyak 10 ml, lalu dicampurkan selanjutnya pH larutan di ukur menggunakan pH meter
dan indikator pH universal. Gelas beker III ditambahkan Aquades sebanyak 20 ml, lalu
dicampurkan dengan cara diaduk selanjutnya pH larutan di ukur menggunakan pH meter
dan indikator pH universal.
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Kelas G
Kelompok G1

6.4 Pembuatan dan Pengujian Larutan Buffer Salmiak


(NH3 0,1 M + NH4Cl 0,1 M)
Pertama mengambil larutan NH3 0,1 M sebanyak 35 ml dan larutan NH4Cl 0,1 M
sebanyak 35 ml menggunakan gelas ukur, setelah itu mencampurnya di dalam gelas beker
250 ml dengan cara diaduk, lalu diukur pH-nya menggunakan pH meter yang telah
dikalibrasi terlebih dahulu dan menggunakan indikator pH universal berupa kertas lakmus,
selanjutnya 70 ml larutan campuran tersebut dibagi ke dalam 3 gelas beker 250 ml dengan
masing-masing gelas beker terisi 20 ml larutan campuran. Gelas beker I ditambahkan HCl
0,01 M sebanyak 10 ml, lalu dicampurkan dengan cara diaduk membentuk huruf w supaya
terhomogenisasi secara sempurna, selanjutnya pH larutan di ukur menggunakan pH meter
dan indikator pH universal. Gelas beker II ditambahkan NaOH 0,01 M sebanyak 10 ml, lalu
dicampurkan dengan cara diaduk membentuk huruf w supaya terhomogenisasi secara
sempurna, selanjutnya pH larutan di ukur menggunakan pH meter dan indikator pH
universal. Gelas beker III ditambahkan Aquades sebanyak 20 ml, lalu dicampurkan dengan
cara diaduk membentuk huruf w supaya terhomogenisasi secara sempurna, selanjutnya pH
larutan di ukur menggunakan pH meter dan indikator pH universal.
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Kelas G
Kelompok G1

7. Analisa Hasil

7.1 Kalibrasi pH meter


Mengkalibrasi pH meter yakni sebelumnya sudah memanaskan pH meter selama 20 menit,
kalibrasi dilakukan bertujuan untuk menetralkan sebelum pengujian larutan. Dalam proses
pengkalibrasian pH meter menghasilkan pH dari larutan yang akan diujikan. Nilai – nilai pH
tersebut bermacam – macam, dari yang bersifat asam, basa, dan netral. Hal ini sesuai
dengan teori yang ada di literatur, yaitu pengukuran pH dapat dilakukan dengan
menggunakan pH meter, karena pH meter dapat berfungsi sebagai pengukur pH dari suatu
larutan (Sujana, 2017).

7.2 Pengujian Larutan buffer NaCl 0,1 M


Menurut data hasil praktikum, dalam pengujian larutan Buffer NaCl 0,1 M pada keadaan
awalnya netral, maka kertas lakmus yang diujikan tidak berubah warna. Kemudian
ditambahkan HCl 0,01 M atau NaOH 0,01 atau aquades. Saat ditambahkan HCl 0,01 M,
larutan tersebut menjadi asam yang ditandai dengan merahnya warna kertas lakmus yang
diujikan. Jika ditambahkan NaOH 0,01 M, larutan tersebut menjadi basa yang ditandai
dengan birunya warna kertas lakmus yang diujikan. Saat ditambahkan aquades, larutan
tersebut tetap netral dan warna lakmus tidak berubah. Hasil ini sesuai dengan yang ada di
literatur yaitu bahwa jenis larutan ini adalah jenis buffer garam yang bersifat netral, jika
ditambahkan HCl 0,01 bersifat asam, jika ditambahkan NaOh bersifat basa, dan jika
ditambahkan aquades bersifat netral (Sujana, 2017).

7.3 Pengujian Larutan Buffer CH3COOH 0,1 M &CH3COONa 0,1 M


Dalam pengujian larutan buffer CH3COOH 0,1 M &CH3COONa 0,1 M pada keadaan awalnya
adalah asam, kertas lakmus yang diujikan berubah menjadi warna merah. Tetapi jika
ditambahkan HCl 0,01 atau NaOH 0,01 M atau aquades. Saat ditambahkan HCl 0,01 M,
larutan tersebut menjadi tetap asam ditandai dengan merahnya warna kertas lakmus yang
diujikan. Jika ditambahkan NaOH 0,01 M, larutan tersebut menjadi sedikit asam ditandai
dengan warna kertas lakmus yang berwarna merah kebiruan. Dan saat ditambahkan
aquades, larutan tersebut tetap asam dan warna lakmus berubah menjadi merah. Hasil ini
sesuai dengan yang ada di literatur bahwa jenis larutan ini adalah jenis larutan buffer asetat
yang bersifat asam dan campuran antara asam asetat dan natrium asetat (Sujana, 2017).
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Kelas G
Kelompok G1

KESIMPULAN
Tujuan praktikum ini adalah memahami sifat larutan peyangga, membuat larutan
buffer, mengukur pH larutan peyangga menggunakan pH meter dan kertas lakmus. Larutan
penyangga adalah larutan yang terdiri dari campuran asam atau basa konjugasinya dan
basa atau asam konjugasinya yang membuat larutan tersebut dapat mempertahankan
PHnya ketika ditambah dengan sejumlah asam, basa, maupun diencerkan.
Pengujian larutan Buffer NaCl 0,1 M pada keadaan awalnya netral, kemudian
ditambahkan HCl 0,01 M atau NaOH 0,01 atau aquades. Saat ditambahkan HCl 0,01 M,
larutan tersebut menjadi asam Jika ditambahkan NaOH 0,01 M, larutan tersebut menjadi
basa dan saat ditambahkan aquades, larutan tersebut tetap netral dan warna lakmus tidak
berubah.
Pengujian larutan buffer CH3COOH 0,1 M &CH3COONa 0,1 M pada keadaan
awalnya adalah asam, kemudian ditambahkan HCl 0,01 atau NaOH 0,01 M atau aquades.
Saat ditambahkan HCl 0,01 M, larutan tersebut menjadi tetap asam, jika ditambahkan NaOH
0,01 M, larutan tersebut menjadi sedikit asam, dan saat ditambahkan aquades, larutan
tersebut tetap asam dan warna lakmus berubah menjadi merah.

SARAN
Dalam menentukan pH larutan buffer ini, sebaiknya praktikan berhati-hati dalam
mengukur volume sebuah larutan. Dan larutan tidak boleh tercampur dengan larutan yang
lain, karena dapat mempengaruhi nilai pH.
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Kelas G
Kelompok G1

DAFTAR PUSTAKA

Alfian, Zul. 2009. Kimia Dasar. Medan: USU Press


Anna. 2008. Ilmu Kimia Organik. Purwokorto : Pakultas Pertanian Dan Peternakan UNSOED
Ebbing and Gammon, 2011. General Chemistry Enhanced Edition. Belmont: Brooks/Cole
Cengange Learning
Frederick dkk. 2010. Introduction to General Organic and Biochemistry. Belmont:
Brooks/Cole Cengange Learning
Marzuki dkk. 2010. Kimia dalam Keperawatan. Kalampa: Pustaka Alam
Marzuki, Ismail dkk. 2010. Kimia Dalam Keperawatan. Takalar: Pustaka As Salam
Moore and Stanitski. 2015. Chemistry: The Molecular Science. Stamford: Cengange
Learning
Patric, Graham. 2012. Instant Notes in Organic Chemistry. Paisley: Garland Science
Steven dkk. 2010. Chemistry. Belmont: Brooks/Cole Cengange Learning
Turkington, Robert. 2010. Chemicals Used for Illegal Purposes. New Jersey: Willey
Watson, David G. 2012. Pharmaceutical Analysis. USA: Elsevier Health Sciences

DAFTAR PUSTAKA TAMBAHAN


Ayustaningwarno dkk. 2014. Aplikasi Pengolahan Pangan. Yogyakarta: Deepublish
Bauer dkk. 2009. Laboratory Inquiry in Chemistry. Belmont: Brooks/cole Cengange
Learning
Iswanto, Heri. 2011. Keasaman dan Kapasitas Penyangga. Jakarta: Erlangga
Oxtoby dkk. 2012. Principles of Modern Chemistry. Belmont: Brooks/cole Cengange
Learning
Sujana, R.M Helmy. 2017. Kimia 7 level. Sleman: Deepublish