Anda di halaman 1dari 16

Nama Uyun Nailatul Mafaz

NIM 175100107111002
Kelas G
Kelompok G1

BAB VI
PENENTUAN KONSENTRASI ZAT WARNA MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER
UV-VIS

TUJUAN:
1. Membuat kurva standar kaliumpermanganat
2. Menentukan konsentrasi kalium permanganat dalam larutan sampel yang belum diketahui
konsentrasinya dengan metode spektrometri

1. PRE-LAB
1. Jelaskan prinsip dasar analisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis!
Analisis spektrofotometri adalah analisis kimia yang didasarkan pada pengukuran intensitas
warna larutan yang akan ditentukan konsentrasinya dibandingkan dengan larutan standar,
yaitu larutan yang telah diketahui konsentrasinya. Penentuan konsentrasi didasarkan pada
absorbsimetri, yaitu metode analisis kimia yang didasarkan pada pengukuran absorpsi
(serapan) radiasi gelombang elektromagnetik (Maftuchah dkk, 2014).

2. Jelaskan cara mengatasi kesalahan (kalibrasi) pada spektrofotometer!


Dilakukan dengan larutan blangko yaitu larutan yang berisi pelarut murni yang digunakan
dalam sampel dengan kuvet yang sama, setiap perubahan panjang gelombang diusahakan
dilakukan proses kalibrasi, proses kalibrasi pada pengukuran dalam waktu yang lama untuk
satu macam panjang gelombang dilakukan secara periodik selang waktu per 30 menit
(Harmita dan Radji, 2008).

3. Jelaskan yang dimaksud dengan kurva standar/kurva baku!


Kurva standar merupakan standar dari sampel tertentu yang dapat digunakan sebagai
acuan untuk sampel tersebut pada percobaan. Pembuatan kurva standar bertujuan untuk
mengetahui hubungan antara konsentrasi larutan (sumbu x) dan absorbansi larutan (sumbu
y ). Metode yang digunakan untuk membuat kurva standar ada dua yaitu metode grafik dan
metode least square (Harmita dan Radji, 2008).

4. Jelaskan hukum yang melandasi spektrofotometri !


Hukum yang melandasi penggunaan spektrofotometer adalah hukum Lambert-Beer, yaitu
bila suatu cahaya monokromatis dilewatkan melalui suatu media yang transparan, maka
bertambah-turunnya intensitas cahaya yang ditransmisikan sebanding dengan tebal dan
kepekaan media yang digunakan. Pengukuran konsentrasi cuplikan didasarkan pada
hukum Lambert-Beer, yang menyatakan hubungan antara banyaknya sinar yang diserap
sebanding dengan konsentrasi, dengan rumus sebagai berikut :
A = log I/Io atau A = e.b.c
dimana :
A = absorban
e = absorptivitas molar
b = tebal kuvet (cm)
Io = intensitas sinar mula-mula
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Kelas G
Kelompok G1
I = intensitas sinar yang diteruskan
Prinsip kerja spektrofotometri berdasarkan hukum Lambert-Beer, bila cahaya monokromatik
(Io) melalui suatu media (larutan), maka sebagian cahaya tersebut diserap (Ia), sebagian
dipantulkan (Ir), dan sebagian lagi dipancarkan (It). Aplikasi rumus tersebut dalam
pengukuran kuantitatif dilaksanakan dengan cara komparatif menggunakan kurva kalibrasi
dari hubungan konsentrasi deret larutan standar dengan nilai absorbansinya (Nugroho dan
Rahayu, 2016).
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Kelas G
Kelompok G1

2. TINJAUAN PUSTAKA
a. Pengertian Spektrofotometri UV-Vis
Spektrofotometri UV-Vis adalah pengukuran panjang gelombang dan intensitas sinar
ultraviolet dan cahaya tampak yang diabsorbsi oleh sampel. Spektroskopi UV-Vis biasanya
digunakan untuk molekul dan ion anorganik atau kompleks di dalam larutan.
Spektrofotometri UV-Vis melibatkan energi elektronik yang cukup besar pada molekul yang
dianalisis, sehingga spektrofotometri UV-Vis lebih banyak dipakai untuk analisis kuantitatif
dibandingkan kualitatif. Sinar ultraviolet berada pada panjang gelombang 200-400 nm,
sedangkan sinar tampak berada pada panjang gelombang 400-800 nm (Maftuchah dkk,
2014).

b. Pengertian Spektrum Cahaya Tampak dan Warna Komplementer


Cahaya tampak adalah sebagian kecil dari spektrum elektromagnetik dengan rentang
panjang gelombang antara 400 – 700 nm. Cahaya yang tampak atau cahaya yang dilihat
dalam kehidupan sehari-hari disebut warna komplementer. Warna yang diserap oleh suatu
senyawa atau unsur adalah warna komplementer dari warna yang teramati. Hal tersebut
dapat diketahui dari larutan berwarna yang memiliki serapan maksimum pada warna
komplementernya. Namun apabila larutan berwarna dilewai radiasi atau cahaya putih, maka
radiasi tersebut pada panjang gelombang tertentu akan secara selektif sedangkan radiasi
yang tidak diserap akan diteruskan (Surya, 2009).

c. Hukum yang Melandasi Spektrofotometri


Hukum yang melandasi spektrofotometri adalah hukum Lambert – Beer. yaitu “ Jika suatu
cahaya monokromator melalui suatu media yang transparan, maka logaritma intensitas
cahaya yang datang dibanding intensitas cahaya yang diteruskan sebanding dengan
adsorbansi serta absorbtivitas molar (koevisien ekstingsi molar), tebal media (kuvet) dan
konsentrasi larutan. Hukum Lambert : “Bila suatu sumber sinar monokromatik melewati
medium transparan, maka intensitas sinar yang diteruskan berkurang dengan bertambahnya
ketebalan medium yang mengabsorbsi. Hukum Beer : “Intensitas sinar yang diteruskan
berkurang secara eksponensial dengan bertambahnya konsentrasi spesi yang menyerap
sinar tersebut” Jumlah radiasi yang diserap proporsional dengan ketebalan sel (b),
konsentrasi analit (c), dan koefisien absorptivitas molekuler (a) dari suatu spesi (senyawa)
pada suatu panjang gelombang. Pengukuran konsentrasi cuplikan didasarkan pada hukum
Lambert-Beer, yang menyatakan hubungan antara banyaknya sinar yang diserap sebanding
dengan konsentrasi, dengan rumus sebagai berikut :
𝑨 = 𝒍𝒐𝒈 𝑰/𝑰𝒐 𝒂𝒕𝒂𝒖 𝑨 = ε. 𝒃. 𝒄
dimana :
A = absorban
ε = absorptivitas molar
b = tebal kuvet (cm)
Io = intensitas sinar mula-mula
I = intensitas sinar yang diteruskan
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Kelas G
Kelompok G1

Prinsip kerja spektrofotometri berdasarkan hukum Lambert-Beer, bila cahaya monokromatik


(Io) melalui suatu media (larutan), maka sebagian cahaya tersebut diserap (Ia), sebagian
dipantulkan (Ir), dan sebagian lagi dipancarkan (It) (Indrawan dkk, 2007).
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Kelas G
Kelompok G1

3. TINJAUAN BAHAN
a. Larutan KMnO4
Senyawa ini memiliki rumus kimia KMnO4 dan merupakan garam yang mengandung ion K+
dan MnO4-. Senyawa ini merupakan agen pengoksidasi kuat. Ia larut dalam air
menghasilkan larutan berwarna merah muda atau ungu. Kelarutan dalam air 6.4 g/100mL
(20°C), 250 g/L (65°C) dengan titik didih 32,350°C dan titik beku 2,830°C. Kelarutan
terdekomposisi dalam alkohol dan pelarut organik. KMnO4 dapat larut dalam methanol dan
mudah terurai oleh sinar matahari . KMnO4 juga bereaksi dengan materi yang tereduksi dan
mudah terbakar menimbulkan bahaya api dan ledakan. KMnO4 dapat digunakan sebagai
oksidator yang kuat (Patra, 2011).

b. Aquades
Aquades merupakan cairan atau air yang biasanya digunakan di dalam laboratorium sebagai
pelarut atau bahan yang ditambahkan saat titrasi. Nama lain aquades adalah air suling. Sifat
fisikanya yaitu aquades merupakan cairan, tidak berbau, berat molekul 18,02g/mol, titik didih
100°C, tekanan uap 2,3 kPa. Sifat kimianya yaitu tidak dapat terbakar, memiliki pH7,
merupakan produk stabil, tidak berifat korosif, tidak beracun. Penyimpanan dalam wadah
tertutup dan kegunaannya sebagai pelarut (Mahyudin dan Hermawan, 2016).
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Kelas G
Kelompok G1

4. DIAGRAM ALIR
a. Penentuan Panjang Gelombang Maksimum
Larutan KMnO4 3x10-4 M

Diencerkan menjadi 10 ml 3 x 10-4 1M

Larutan KMnO4 3 x 10-4 1M dimasukkan kedalam kuvet

Diukur absorbansinnya pada panjang gelombang 500-560 nm

Dicatat nilai absorbansinya

Nilai absorbansi tertinggi

Panjang gelombang (λ) maksimum


Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Kelas G
Kelompok G1

b. Pembuatan Kurva Standar


Larutan KMnO4 1 x 10-3M

Dimasukkan ke dalam masing – masing labu ukur

1 ml KMnO4 1x10-3 M 2 ml KMnO4 10-3 M 3 ml KMnO4 10-3 M

9 ml 8 ml 7 ml
Aquades Aquades Aquades

4 ml KMnO4 10-3 M 5 ml KMnO4 10-3 M

6 ml 5 ml
Aquades Aquades

Dimasukkan kedalam 5 kuvet

Diukur absorbansinya (A) dengan menggunakan λ maksimum yang diperoleh sebelumnya

Dicatat nilai absorbansinya (A)

Dibuat kurva standar antara absorbansi (sumbu y) terhadap konsentrasi (sumbu x)

Kurva Standar
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Kelas G
Kelompok G1

c. Pengukuran absorbansi sampel KMNO4


Sampel KmnO4

Dimasukkan kedalam kuvet

Diukur absorbansi pada λ maksimum yang digunakan pada pembuatan kurva standar

Dicatat nilai absorbansinya

Ditentukan konsentrasi larutan sampel dengan menggunakan kurva standar


Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Kelas G
Kelompok G1

5. DATA HASIL PRAKTIKUM


a. Penentuan panjang gelombang maksimum
Konsentrasi KMNO4 yang digunakan untuk mencari panjang gelombang maksimum = M

Panjanggelombang (nm) Absorbansi (A)


range 500-560 nm
500nm 0,545
510nm 0,591
520nm 0,750
530nm 0,682
540nm 0,720
550nm 0,598
560nm 0,430
Sampel A 0,581
Sampel B 0,815
Panjang gelombang maksimum adalah 520 nm (panjang gelombang maksimum adalah
panjang gelombang yang menghasilkan absorbansi paling tinggi)

b. Pembutan kurva standar

Konsentrasi Larutan Absorbansi (diukur pada panjang gelombang


KMNO4(M) (sumbu x) maksimum) (sumbu y)
1 x 10-4 1M 0,228
2 x 10-4 1M 0,5
3 x 10-4 1M 0,750
4 x 10-4 1M 1,009
5 x 10-4 1M 1,289
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Kelas G
Kelompok G1

c. Pengukuran absorbansi sampel KMNO4

Absorbansi sampel KMNO4 diukur pada panjang gelombang maksimum= ......... nm


Konsentrasi sampel KMNO4 =

Nama Sampel Absorbansi (A) Konsentrasi (M)


Sampel A 0,581 2,312 x 10⁻⁴ M
Sampel B 0,815 3,21 x 10⁻⁴ M

Perhitungan :
Sampel A: Sampel B
y = 2582.3x – 0.0162 y = 2582.3x – 0.0162
0,581 + 0,0162 = 2582.3x 0,815 + 0,0162 = 2582.3x
0,5972 = 2582.3x 0,8312 =2582.3x
2,312 x 10⁻⁴ M = x 3,21 x 10⁻⁴ M = x
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Kelas G
Kelompok G1

6. PERTANYAAN
1. Bahas penentuan panjang gelombang maksimum!
6.1.1 Analisa Prosedur
Alat dan bahan yang digunakan untuk menentukan panjang gelombang maksimum
adalah spektrofotometer, kuvet, tabung reaksi, larutan KMNO₄ 3 x 10⁻4 M, aquades, pipet
tetes.
Pertama masukkan aquades ke dalam kuvet hingga mencapai tanda batas. Apabila
takut kelebihan, lebih baik menggunakan pipet tetes untuk memasukkan aquadesnya.
Setelah itu, masukkan kuvet yang berisi aquades ke dalam tempat kuvet pada
spektrofotometer. Cara memegang kuvet yaitu bagian yang buram yang dipegang. Posisi
kuvet yaitu bagian yang bening harus menghadap ke arah datangnya cahaya. Kemudian,
tutup penutup tempat kuvet lalu kondisikan panjang gelombang awalnya 500nm. Setelah
diatur 500nm, lalu tekan tombol √ kemudian tekan tombol warna hijau untuk diketahui nilai
absorbansinya. Ditunggu sebentar hingga muncul nilai absorbansi, setelah muncul di nol kan
dengan cara tekan tombol biru.
Kemudian setelah nol, dikeluarkan aquades lalu diganti dengan kuvet yang berisi
larutan KMNO₄ 3 x 10⁻4, di set lagi 500nm lalu ditekan tombol √ lalu selanjutnya tekan
tombol hijau untuk diketahui nilai absorbansinya. Setelah muncul, dicatat. Prosedur ini
berlaku untuk pengukuran nilai absorbansi panjang gelombang 500 – 560 nm untuk
didapatkan panjang gelombang maksimumnya terletak pada panjang gelombang ke berapa.
Ternyata didapatkan nilai absorbansi terbesar pada panjang gelombang 520 nm, yaitu 0,750

6.1.2 Analisa Hasil

Dalam praktikum penentuan panjang gelombang maksimum ini digunakan larutan


KMNO₄ 3 x 10⁻4 sebagai variabel terikatnya. Setelah dicari panjang gelombang
maksimumnya dengan range panjang gelombang 500 – 560 nm sesuai dengan warna
komplementer dari KMNO₄, didapatkan panjang gelombang maksimumnya adalah 520 nm
(Rubiyanto, 2017).
Hal ini dilihat dari nilai absorbansi terbesar yang didapat setelah mencari nilai
absorbansi dari range panjang gelombang 500 – 560nm, absorbansi panjang gelombang
520 nm adalah 0,750. Absorbansi adalah nilai serapan dari suatu larutan berwarna. Nilai
absorbansi berbanding lurus dengan konsentrasi (Sarker and Nahar, 2011).

2. Bahas penentuan kurva standar!


6.2.1 Analisa Prosedur

Penentuan kurva standar dilakukan setelah didapat panjang gelombang maksimum dari
larutan KMNO₄. Panjang gelombang maksimumnya adalah 520 nm yang mempunyai nilai
absorbansi 0,750. Panjang gelombang maksimum tersebut digunakan untuk mencari nilai
absorbansi dari larutan KMNO₄ yang mempunyai konsentrasi masing-masing sebesar : 1 x
10⁻3, 2 x 10⁻3, 3 x 10⁻3, 4 x 10⁻3 dan 5 x 10⁻3
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Kelas G
Kelompok G1

Pertama, mengencerkan larutan tersebut. Pengenceran dilakukan agar larutan tidak


terlalu pekat sehingga absorbansinya tidak terlalu tinggi nilainya. Alat dan bahan yang akan
digunakan adalah spektrofotometer kuvet, labu ukur, tabung reaksi, pipet tetes, pipet ukur
dan bulb, alumunium foil, larutan KMNO₄ dengan konsentrasi masing-masing 1 x 10⁻3, 2 x
10⁻3, 3 x 10⁻3, 4 x 10⁻3 dan 5 x 10⁻3 yang akan dicari nilai absorbansinya, dan aquades.
Konsentrasi larutan KMNO₄ yang tersedia adalah 10⁻³ M. Dengan menggunakan rumus
M₁ x V₁ = M₂ x V₂ dihasilkan volume larutan yang akan diencerkan masing-masing adalah
1 mL, 3 mL, 5 mL, 7 mL dan 9 mL. Diambil larutan KMNO₄ dengan konsentrasi masing-
masing 1 x 10⁻3, 2 x 10⁻3, 3 x 10⁻3, 4 x 10⁻3 dan 5 x 10⁻3 sebanyak 1 mL, 3 mL, 5 mL, 7 mL
dan 9 mL dengan menggunakan pipet ukur dan bulb. Dimasukkan ke dalam labu ukur
untuk kemudian tambahkan aquades lalu dihomogenkan. Setelah semua larutan
dihomogenkan, masukkan ke dalam tabung reaksi lalu dilapisi dengan alumunium foil.
Alumunium foil berfungsi untuk menjaga larutan KMNO₄ dari cahaya. Karena cahaya bisa
mengakibatkan warna dari KMNO₄ memudar. Setelah semua larutan yang telah
dihomogenkan dimasukkan ke dalam tabung reaksi dan dilapisi alumunium foil, kemudian
diukur aborbansi masing-masing larutan.
Mula-mula diambil larutan KMNO₄ dengan masing-masing volume yang telah diketahui
dan telah dihomogenkan. Dimasukkan ke dalam kuvet yang tersedia hingga mencapai
tanda batas (dalam percobaan ini, karena kuvet yang tersedia hanya dua, dilakukan secara
bergantian). Setelah itu, dimasukkan kuvet yang telah diisi dengan larutan KMNO₄ tadi ke
dalam tempat kuvet yang ada pada spektrofotometer. Lalu ditutup dan selanjutnya dipencet
tombol hijau pada spektrofotometer untuk dicari nilai absorbansinya. Setelah diketahui
absorbansi masing-masing larutan, dibuat kurva standartnya menggunakan excel. Pada
kurva excel nanti akan muncul persamaan berikut : y = 2582.3x – 0.0162
Pembuatan kurva standart menggunakan Microsoft Excel, mula-mula dimasukkan data
konsentrasi dan absorbansi dari larutan-larutan yang tertera diatas. Setelah itu, diblok lalu
klik insert dan pilih chart scatter with smooth lines and makers. Kemudian akan muncul
kotak dialog, lalu akan muncul kurva. Selanjutnya klik chart layout dan pilih f (x) dan akan
muncul
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Kelas G
Kelompok G1

6.2.2 Analisa Hasil

Dari praktikum yang telah dilakukan, larutan yang memiliki konsentrasi tinggi juga
mempunyai nilai absorbansi yang tinggi pula. Sehingga disimpulkan bahwa nilai konsentrasi
berbanding lurus dengan nilai absorbansi suatu larutan. Kurva standar yang dihasilkan pada
excel juga memiliki bentuk yang linear karena konsentrasi berbanding lurus dengan
absorbansi (Kirkland, 2010).
Persamaan kurva standar yang telah di buat memiliki persamaan y = 2582.3x –
0.0162, dengan y menyatakan absorbansi larutan sample. Di dalam kurva standar juga
terdapat keterangan R² = 0,998. R merupakan regresi. Regresi dari suatu data apabila
mendekati 1 menyatakan bahwa data tersebut sangat baik/keakuratannya tinggi (Sujana,
2017).

3. Bahas hasil konsentrasi sampel KMNO4!

Perhitungan :
Sampel A: Sampel B
y = 2582.3x – 0.0162 y = 2582.3x – 0.0162
0,581 + 0,0162 = 2582.3x 0,815 + 0,0162 = 2582.3x
0,5972 = 2582.3x 0,8312 =2582.3x
2,312 x 10⁻⁴ M = x 3,21 x 10⁻⁴ M = x
Jadi konsentrasi yang di dapat untuk sampe A 2,312 X 10⁻⁴ M dan sampel B 3,21 X
10⁻⁴ M

Faktor-faktor yang mempengaruhi kerja spektrofotometer


Faktor yang memperngaruhi ada tiga, yaitu: kepekatan suatu larutan yang akan
diukur absorbansinya atau panjang gelombang maksimumnya. Apabila larutan terlalu pekat,
maka nilai absorbansinya semakin tinggi karena nilai absorbansi berbanding lurus dengan
nilai konsentrasi. Yang kedua adalah faktor alat tersebut. Apabila cahaya yang diterima tidak
bersifat monokromatis, maka akan terjadi kelebihan panjang gelombang maksimum.
Panjang gelombang maksimum bisa ada dua. Yang ketiga adalah reaksi kimia. Apabila
larutan yang akan diukur absorbansinya didapatkan dari reaksi kimia diawal, kemudian
reaksi tersebut belum selesai berlangsung tetapi kemudian langsung dihitung absorbansinya
dapat mengakibatkan berkurangnya konsentrasi dari larutan tersebut, sehingga berpengaruh
terhadap nilai absorbansinya (Sarwono, 2013).
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Kelas G
Kelompok G1

7. KESIMPULAN
Tujuan dari praktikum adalah untuk mengetahui cara mencari nilai absorbansi suatu
larutan menggunakan spektrofotometer, yang nilai absorbansi tersebut kemudian digunakan
untuk menentukan panjang gelombang maksimum dari suatu larutan, untuk mengetahu cara
pembuatan kurva standart kalium permanganat (KMNO₄) dan menentukan konsentrasi dari
suatu larutan sample, dalam praktikum ini adalah larutan kalium permanganat (KMNO₄).
Prinsip kerja spektrofotometri adalah melakukan pengukuran konsentrasi suatu
larutan berdasarkan nilai absorbansinya dan dibandingkan dengan kurva standart.
Sedangkan prinsip kerja spektrofotometer adalah sample dikenai radiasi elektromagnetik lalu
menyerap energi/radiasi, kemudian terjadi interaksi antara radiasi elektromagnetik dengan
materi.
Untuk menentukan panjang gelombang maksimum, kita harus membuat variabel
terikat, dalam percobaan ini yaitu larutan KMNO₄ 3 x 10⁻⁴. Larutan ini digunakan untuk
mencari panjang gelombang maksimum dari range panjang gelombang yang dimiliki oleh
KMNO₄ dengan warna komplementer ungu-violet yaitu antara 500 – 560 nm.
Lalu, untuk membuat kurva standar, setelah diketahui panjang gelombang
maksimum, panjang gelombang tersebut dijadikan untuk mencari nilai absorbansi dari
larutan KMNO₄ dengan konsentrasi yang berbeda-beda. Dalam menentukan nilai absorbansi
larutan-larutan tersebut, tidak perlu dilakukan kalibrasi ulang apabila melakukan pergantian
larutan dalam percobaan. Ini karena panjang gelombang yang digunakan adalah sama yaitu
520 nm sesuai dengan hasil dari pencarian panjang gelombang maksimum yang telah
dilakukan. Dari percobaan ini disimpulkan bahwa nilai absorbansi berbanding lurus dengan
konsentrasi.
Nilai konsentrasi pada sample dapat ditentukan apabila kurva standar telah dibuat.
Kurva standar dapat dibuat apabila data-data dari percobaan pembuatan kurva standar telah
didapatkan. Pembuatan kurva standar pada excel akan memunculkan persamaan yang
nantinya akan digunakan untuk mencari konsentrasi larutan pada sample. Dalam praktikum
ini, sample yang digunakan adalah KMNO₄.
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Kelas G
Kelompok G1

DAFTAR PUSTAKA
Harmita dan Radji. 2008. Analisis Hayati. Jakarta: EGC
Indrawan dkk. 2007. Biologi Konservasi. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia
Maftuchah dkk. 2014. Teknik Dasar Analisis Biologi Molekuler. Yogyakarta: Deepublish
Mahyudin and Hendrawan. 2016. Biomaterials and Medical Devices. New York: Springer
Nugroho dan Rahayu. 2014. Penuntun Praktikum Bioteknologi. Yogyakarta: Deepublish
Patra. 2011. Laboratory Manual For Engineering Chemistry. Bhubaneswar: Dorling
Kindersley
Surya, Yohanes. 2009. Fisika Modern. Tangerang: Kandel
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Kelas G
Kelompok G1

DAFTAR PUSTAKA TAMBAHAN


Sarker and Nahar. 2011. Chemistry For Pharmacy. Chichester: John Wiley & Sons Ltd.
Sujana, Helmy. 2017. Kimia 7 level. Yogyakarta: Deepublish
Sarwono, Jonathan. 2013. 12 Jurus Ampuh SPSS Untuk Riset Skripsi. Jakarta: Elexmedia
Kamputindo Kompas Gramedia
Kirkland, Kyle. 2010. Chemistry. Brainerd: Facts on File
Rubiyanto, Dwiarso. Metode Kromatografi. Yogyakarta: Deepublish