Anda di halaman 1dari 14

Nama Uyun Nailatul Mafaz

NIM 175100107111002
Kelas G
Kelompok G1

BAB 5
REAKSI REDUKSI OKSIDASI

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Tujuan Praktikum
Tujuan dari praktikum reaksi reduksi oksidasi ini adalah mengetahui terjadinya reaksi reduksi
dan reaksi oksidasi pada suatu zat tertentu dengan menggunakan logam seng, logam
tembaga, larutan CuSO4 dan larutan AgNO3.

1.2 Pre-lab
1. Jelaskan pengertian reaksi reduksi!
Ada 3 konsep yang menjelaskan mengenai reduksi yaitu reduksi adalah pelepasan
oksigen. Reduksi adalah pengikatan elektron. Dan yang terakhir reduksi adalah penurunan
bilangan oksidasi
Contoh :
Na + + e– → Na
(Yew, 2010).
2. Jelaskan pengertian reaksi oksidasi!
Ada 3 konsep yang menjelaskan mengenai oksidasi yaitu oksidasi adalah pengikatan
oksigen. Oksidasi adalah pelepasan elektron. Dan yang terakhir oksidasi adalah kenaikan
bilangan oksidasi
Contoh
Na → Na + + e–
(Yew, 2010).
3. Pada pereaksian CuSO4 dengan logam Zn, apa fungsi larutan CuSO4 dan logam Zn
dalam reaksi redoks? Tuliskan reaksinya !
Larutan CuSO4 berfungsi sebagai larutan garam dari logam Cu. Dalam reaksi katoda
Cu+ + 2e- → Cu2+ dalam hal ini ion Cu2+ akan bergerak mengambil elektron dan menjadi
logam tembaga yang menempel pada besi katoda. Dalam reaksi anoda Cu (s) → Cu 2+ (aq)
+ 2e– dalam hal ini ion Cu2+ akan bergerak memberikan elektron.
Larutan AgNO3 berfungsi sebagai larutan garam dari logam Ag. Dalam reaksi anoda
AgNO3, ion NO3- tidak akan larut dalam air sehingga molekul air dan atom Ag + bersaing
untuk beroksidasi (Subandi, 2010).
4. Sebutkan apa itu deret volta dan jelaskan hubungannya dengan reaksi redoks!
Deret volta adalah deret yang digunakan untuk mengurutkan unsur-unsur logam
berdasarkan nilai potensial elektroda yang dimiliki unsur tersebut.
Hubungan sel volta dengan reaksi redoks adalah sel volta adalah energi kimia diubah
menjadi energi listrik atau reaksi redoks menghasilkan arus listrik. Dalam sel volta akan
dipelajari transfer elektron melalui sebagai gejala listrik dan reaksi redoks yang terlibat di
dalamnya (Enterprise, 2010).
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Kelas G
Kelompok G1

1.3 Tinjauan Pustaka


1.3.1 Pengertian reaksi
a. Redoks
Reaksi redoks adalah reaksi reduksi dan oksidasi. Reaksi reduksi adalah reaksi
penangkapan elektron atau reaksi terjadinya penurunan bilangan oksidasi. Sedangkan
reaksi oksidasi adalah reaksi pelepasan elektron atau reaksi terjadinya kenaikan bilangan
oksidasi.
Jadi, reaksi redoks adalah reaksi penerimaan dan pelepasan elektron (adanya
transfer elektron), atau reaksi redoks adalah reaksi terjadinya penurunan dan kenaikan
bilangan oksidasi (Sriwuryandari dan Sembiring, 2007).
Contoh : Zn + H2SO4 ZnSO4 + H2O
0 +1 -2 +2 -2
oksidasi
reduksi

b. Spontan dan Non – Spontan


Reaksi spontan merupakan reaksi yang tidak memerlukan energi dari luar. Reaksi ini
E° selnya berharga positif dan menghasilkan arus. Sedangkan reaksi tidak spontan
merupakan reaksi yang memerlukan energi dari luar. Reaksi ini E° selnya berharga negatif
dan tidak menghasilkan arus.
Biasanya reaksi spontan terjadi pada penggunaan sel volta yaitu sebagai sumber
arus listrik, contohnya sel aki, batu baterai. Sedangkan reaksi non spontan terjadi pada
penggunaan sel elektrolisis, contohnya penyepuhan, pemurnian logam. Jadi sel elektrolisis
merupakan kebalikan dari sel volta (Sriwuryandari dan Sembiring, 2007).

1.3.2 Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya reaksi redoks


Faktor faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya reaksi redoks yaitu terjadinya
proses pengikatan dan pelepasan elektron, terjadinya penambahan dan pengurangan
bilangan oksidasi, terjadinya reaksi pengikatan dan pelepasan oksigen, dalam reaksi redoks
yaitu terjadi peristiwa reduksi.
Selain itu energi ionisasi yaitu semakin eletropositif elemen maka akan lebih mudah
untuk melepaskan elektronnya. Afinitas elektron yaitu semakain eletronegatif elemen maka
afinitas elektron juga akan bertambah sehingga potensial reduksinya juga naik (David,
2007).
1.3.3 Aplikasi redoks dalam teknologi pertanian
Reaksi redoks terjadi di dalam tanah. Di dalam tanah proses pembentukan oksidasi
dan reduksi berhubungan dengan oksigen, tanpa oksigen proses oksidasi tidak dapat
berlangsung, hal ini dikarenakan pada proses oksidasi dan reduksi, oksigen berperan
sebagai unsur yang menjalankan reaksi pada proses oksidasi dan reduksi. Reaksi oksidasi
dan reduksi dalam tanah biasanya digunakan dalam kompleks pada pembentukan lapisan
tanah, reaksi ini bertindak sebagai sumber ion-ion penyusun unsur dalam lapisan oksidasi
dan reduksi dalam tanah (Nugroho dan Rahayu, 2017).
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Kelas G
Kelompok G1

1.4 Tinjauan Bahan


1.4.1 Logam seng
Logam seng adalah logam dengan warna putih kebiruan dan merupakan logam
transisi. Unsur kimia dengan lambang kimia Zn, nomor atom 30, dan massa atom relatif
65,39. Ia merupakan unsur pertama golongan 12 pada tabel periodik. Seng terutama
digunakan dalam proses peleburan besi serta sebagai campuran paduan logam.
Logam ini juga digunakan sebagai pelat negatif dalam beberapa baterai listrik serta
untuk atap dan selokan dalam konstruksi bangunan. Seng juga berpotensi mengganggu
aktivitas organisme dalam tanah karena berefek negatif pada aktivitas mikrorganisme dan
cacing tanah (Utami dkk, 2009).

1.4.2 Logam tembaga


Tembaga atau cuprum dalam tabel periodik yang memiliki lambang Cu dan nomor
atom 29. Tembaga merupakan logam kemerahan dengan struktur kristal kubus. Tembaga
memantulkan sinar merah dan oranye dan menyerap frekuensi lain dalam spektrum cahaya
terlihat. Logam ini merupakan konduktor panas dan listrik yang baik. Tembaga lebih lunak
dari seng, dapat dipoles, dan memiliki reaktivitas kimia rendah (Marzuki dkk, 2010).

1.4.3 Larutan CuSO4 0,1 M


Tembaga (II) sulfat, juga dikenal sebagai sulfat cupric, adalah senyawa kimia dengan
rumus kimia CuSO4. Tembaga sulfat diproduksi industri dengan memperlakukan logam
tembaga atau oksida dengan asam sulfat. CuSO4 terionisai menjadi Cu2+ dan SO4-2, ion
Cu2+ menyerap spektrum cahaya biru sehingga larutan CuSO4 berwarna biru. Kegunaan
CuSO4 sebagai herbisida, fungisida dan pestisida (Kotz dkk, 2012).

1.4.4 Larutan AgNO3 0.1 M


Perak nitrat dengan rumus kimia AgNO3. Garam nitrat ini merupakan senyawa
prekursor yang serba guna untuk banyak senyawa perak lainnya. Sifat dari larutan AgNO3
berupa padatan kristal, tidak berwarna, tidak berbau, dapat larut dalam air, merupakan
oksidator kuat dan beracun (Utami dkk. 2009).
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Kelas G
Kelompok G1

1.5 Tinjauan Alat


1.5.1 Beaker glass
Gelas Beaker adalah silinder dan tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari 1 mL
sampai beberapa liter. Fungsi gelas beker adalah sebuah wadah penampung yang
digunakan untuk mengaduk, mencampur, dan memanaskan cairan. alam membuat larutan
dengan beaker glass harus diperhatikan K3nya, yaitu apabila membuat larutan asam encer
maka didalam beaker glass diletakkan sejumlah aquades terlebih dahulu kemudian
dimasukkan sejumlah asam sesuai dengan perhitungan takaran (Estridge and Reynolds,
2012).

1.5.2 Pipet ukur


Pipet ukur berfungsi untuk memindahkan suatu cairan dari wadah satu ke wadah
yang lainnya. Di pasaran pipet jenis ini ada dalam berbagai ukuran yaitu pipet ukur 1, 2, 5,
10, dan 25 ml. Biasanya pipet ukur ini digunakan bersamaan dengan rubber bulb. Rubber
bulb berupa karet merah yang digunakan untuk menghisap larutan dari botol bahan. Jadi
penggunaan pipet ini harus sepasang dengan rubber bulb (Estridge and Reynolds, 2012).
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Kelas G
Kelompok G1

BAB II METODOLOGI
2.1 Diagram Alir
Diagram Alir Percobaan Redoks

1. Reaksi logam Zn dengan CuSO4 0,5M

100 ml CuSo4 0,5M

Dimasukkan dalam gelas kaca


Logam Zn

Diamplas hingga bersih

Diamati perubahan larutan CuSO4 0,5 M

Hasil

2. Reaksi logam Cu dengan AgNO3 0,1 M

100 ml AgNO3 0,1 M

Dimasukkan dalam gelas kaca


Logam Cu

Diamplas hingga bersih

Diamati perubahan larutan AgNO3 0,1 M

Hasil
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Kelas G
Kelompok G1

BAB III PEMBAHASAN


3.1 Data Hasil Pengamatan

Warna Jenis Warna


Waktu Jenis Logam Keterangan
Logam Larutan Larutan

Biru muda
0 Abu-abu bening
pekat Belum ada perubahan
1 Merah Bata Tetap biru Ada endapan sedikit
Biru nya Ada endapan di sekitar
3 Zn Merah Bata
CuSO4 berkurang logam
(mengalami Merah Bata Biru makin
5 reduksi) Kecoklatan pudar Ada endapan
Merah Bata Biru makin
7
Kecoklatan pudar Ada endapan
Merah Bata
10 Biru pudar
Makin Tua Ada banyak endapan
0 Perunggu Bening Belum ada perubahan
1 Keperakan Bening Perubahan warna logam
Perak dan
3 timbul Bening
kristal Timbul kristal
Cu
Kehitaman
(mengalami AgNO3 Bening
banyak
oksidasi) kebiruan
5 kristal Mulai banyak kristal
Makin
Bening
hitam mulai
kebiruan
7 mengelupas Kristal mulai mengelupas
Hitam dan Bening
10 mengelupas kebiruan Kristal mengelupas
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Kelas G
Kelompok G1

3.2 Pertanyaan
1. Tuliskan analisa prosedur dari percobaan reaksi reduksi oksidasi yang sudah
dilakuakan!
Percobaan Seng (Zn) dengan larutan CuSO4 0,5 M
Menuangkan larutan CuSO4 0,5 M ke dalam gelas beker 250 ml. Selanjutnya
memindahkan larutan CuSO4 0,5 M menggunakan pipet ukur ke dalam gelas kaca kecil .
Menyiapkan sepotong logam seng dan mengamplasnya hingga bersih. Mencatat keadaan
awal logam seng dan larutan CuSO4. Masukkan logam seng ke dalam larutan CuSO4.
Mengamati perubahan yang terjadi pada logam seng dan larutan CuSO4 dan mencatatnya
setiap 1, 3, 5, 7, dan 10 menit (Rahmawati, 2014).

Percobaan Tembaga (Cu) dengan larutan AgNO3 0,1 M


Menuangkan larutan AgNO3 0,1 M secukupnya ke dalam gelas beker 250 ml.
Selanjutnya memindahkan larutan AgNO3 0,1 M menggunakan pipet ukur ke dalam gelas
kaca kecil. Menyiapkan sepotong logam tembaga dan mengamplasnya hingga bersih.
Mencatat keadaan awal logam tembaga dan larutan AgNO3. Memasukkan Cu ke dalam
larutan AgNO3. Mengamati perubahan yang terjadi pada logam tembaga dan larutan AgNO3
dan mencatatnya setiap 1, 3, 5, 7, dan 10 menit (Purnomo, 2010).

2. Tuliskan analisa hasil dari percobaan reaksi oksidasi reduksi yang sudah dilakukan!
Percobaan Redoks Seng (Zn) dengan larutan CuSO4 0,5 M!
Pada saat menit pertama logam Zn berwarna abu-abu, warna larutan CuSO4 biru
muda bening pekat, dan masih belum terjadi perubahan. Pada menit ketiga logam Zn
berubah menjadi warna merah bata, dan warna larutan CuSO4 birunya berkurang dan mulai
muncul sedikit endapan dipinggir logam. Pada menit kelima warna logam menjadi berwarna
merah bata kecoklatan, warna larutan birunya semakin pudar, dan terdapat endapan pada
logam Zn. Pada menit ketujuh warna logam Zn masih tetap merah bata kecoklatan, dan
warna masih tetap biru makin pudar dan terdapat endapan pada logam Zn. Dan yang
terakhir pada menit kesepuluh logam Zn semakin berwarna merah bata kecoklatan, warna
larutan semakin biru pudar, dan logam Zn semakin banyak endapan. Percobaan ini sesuai
dengan literatur, bahwa larutan yang memudar ini dikarenakan kadar logam Zn yang
semakin berkurang pada larutan CuSO4, sedangkan logam Zn mengalami oksidasi sehingga
mereduksi larutan. Dan endapan yang terbentuk seharusnya berwarna merah (Saraswati,
2015).

Percobaan Tembaga (Cu) dengan larutan AgNO3 0,1 M


Pada menit pertama logam Cu bereaksi dengan larutan AgNO3 warna logam menjadi
berwarna keperakan dan larutan berwarna bening Pada menit ketiga warna logam menjadi
perak larutan masih berwarna bening, dan timbul krista pada logam. Pada menit kelima
warna logam kehitaman larutan bening kebiruan, dan mulai banyak kristal pada logam. Pada
menit ketujuh logam Cu makin hitam warna larutan mash biru muda bening, dan lapisan Cu
mengelupas. Dan yang terakhir saat menit kesepuluh logam Cu menjadi hitam, warna
larutan semakin bening biru muda, dan lapisan Cu mengelupas sempurna. Larutan menjadi
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Kelas G
Kelompok G1

berwarna sedikit biru dikarenakan adanya luruhan logam Cu yang bercampur dengan larutan
AgNO3. Tiap atom Cu kehilangan 2 elektron untuk menjadi sebuah ion tembaga dan tiap ion
perak akan memperoleh satu elektron menjadi dua buah atom perak. Elektron itu
dibersihkan langsung dari atom-atom seng ke ion-ion tembaga. Hasil yang didapatkan dari
percobaan kali ini tidak sesuai dengan literatur. Seharusnya endapan dari logan Cu adalah
berwarna perak (Supeno, 2009).

3. Jelaskan perubahan bilangan oksidasi masing-masing unsur pada reaksi-reaksi tersebut


dan jelaskan unsure mana yang mengalami oksidasi atau reduksi!

Zn + CuSO4 → ZnSO4 + Cu
0 +2 +2 0

Reduksi
Oksidasi

Cu + 2AgNO3 → Cu(NO3)2 + 2Ag


0 +1 +2 0

Reduksi
Oksidasi
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Kelas G
Kelompok G1

3.3 Analisa Prosedur


Percobaan Seng (Zn) dengan larutan CuSO4 0,5 M
Alat dan Bahan dalam pembuatan Zn dengan larutan CuSO4 adalah gelas kaca,
gelas beker, pipet ukur, bulb, larutan CuSO4, logam Zn. Fungsi bahan tersebut yaitu logam
Zn berperan untuk mengoksidasi unsur Cu dalam larutan CuSO4, CuSO4 0,5M sebagai agen
pengoksidasi yang bereaksi dengan Zn. Cara kerjanya yaitu menyiapkan alat dan bahan
untuk praktikum reaksi reduksi oksidasi. Menuangkan larutan CuSO4 0,5 M ke dalam gelas
beker 250 ml. Selanjutnya memindahkan larutan CuSO4 0,5 M menggunakan pipet ukur ke
dalam gelas kaca kecil . Menyiapkan sepotong logam seng dan mengamplasnya hingga
bersih. Mencatat keadaan awal logam seng dan larutan CuSO4. Masukkan logam seng ke
dalam larutan CuSO4. Mengamati perubahan yang terjadi pada logam seng dan larutan
CuSO4 dan mencatatnya setiap 1, 3, 5, 7, dan 10 menit.

Percobaan Tembaga (Cu) dengan larutan AgNO3 0,1 M


Alat dan Bahan dalam pembuatan Cu dengan larutan AgNO3 adalah gelas kaca,
gelas beker, pipet volum, bulb, larutan AgNO3, logam Cu. Fungsi bahan tersebut yaitu logam
Cu berperan dalam mengoksidasi unsur Ag dalam AgNO3 yang menghasilkan endapan
berwarna perak. AgNO3 0,1M sebagai agen pengoksidasi yang beraksi dengan Ag. Cara
kerjanya yaitu menyiapkan alat dan bahan untuk praktikum reaksi reduksi oksidasi.
Menuangkan larutan AgNO3 0,1 M secukupnya ke dalam gelas beker 250 ml. Selanjutnya
memindahkan larutan AgNO3 0,1 M menggunakan pipet ukur ke dalam gelas kaca kecil.
Menyiapkan sepotong logam tembaga dan mengamplasnya hingga bersih. Mencatat
keadaan awal logam tembaga dan larutan AgNO3. Memasukkan Cu ke dalam larutan
AgNO3. Mengamati perubahan yang terjadi pada logam tembaga dan larutan AgNO3 dan
mencatatnya setiap 1, 3, 5, 7, dan 10 menit
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Kelas G
Kelompok G1

3.4 Analisa Hasil

Percobaan Redoks Seng (Zn) dengan larutan CuSO4 0,5 M!

Dengan perlakuan 10ml CuSO4(aq) (warna birumuda bening pekat) + 1gram Zn(s)
(warna abu-abu) dengan keterangan banyak Gelembung, larutan tidak berwarna, endapan
berwarna hitam
Persamaan Reaksi
Zn(s) + CuSO4(aq) → ZnSO4(aq) + Cu(s)
(abu-abu) (biru muda) (tak berwarna) (hitam)
Oksidasi : Zn(s) → Zn (aq) + 2e
2+ -

Reduksi : 2+
Cu (aq) + 2e -
→ Cu(s)
Zn(s) + Cu2+(aq) → Zn2+(aq) + Cu(s)

Logam Zn berwarna abu-abu dan larutan CuSO4 berwarna biru muda bening Pada
saat menit pertama logam Zn berwarna abu-abu, warna larutan CuSO4 biru muda bening
pekat, dan masih belum terjadi perubahan. Pada menit ketiga logam Zn berubah menjadi
warna merah bata, dan warna larutan CuSO4 birunya berkurang dan mulai muncul sedikit
endapan dipinggir logam. Pada menit kelima warna logam menjadi berwarna merah bata
kecoklatan, warna larutan birunya semakin pudar, dan terdapat endapan pada logam Zn.
Pada menit ketujuh warna logam Zn masih tetap merah bata kecoklatan, dan warna masih
tetap biru makin pudar dan terdapat endapan pada logam Zn. Dan yang terakhir pada menit
kesepuluh logam Zn semakin berwarna merah bata kecoklatan, warna larutan semakin biru
pudar, dan logam Zn semakin banyak endapan. Percobaan ini sesuai dengan literatur,
bahwa larutan yang memudar ini dikarenakan kadar logam Zn yang semakin berkurang
pada larutan CuSO4, sedangkan logam Zn mengalami oksidasi sehingga mereduksi larutan.
Dan endapan yang terbentuk seharusnya berwarna merah (Saraswati, 2015).

Percobaan Tembaga (Cu) dengan larutan AgNO3 0,1 M


Dengan perlakuan 10ml AgNO3(aq) (warna transparan jernih) + 1gram Cu(s) (warna
coklat) dengan keterangan larutan tidak berwarna, endapan berwarna hitam
Persamaan Reaksi
Cu(s) + AgNO3(aq) → Cu(NO3)2 (aq) + Ag(s)
(perunggu) (bening) (coklat keruh) (abu-abu kristal)
Oksidasi : Cu(s) → Cu2+(aq) + 2e-
Reduksi : 2Ag (aq) + 2e → 2Ag(s)
+ -

Cu(s) + 2Ag+(aq) → Cu2+(aq) + 2Ag(s)

Logam Cu berwarna perunggu dan larutan AgNO3 berwarna bening. Pada menit
pertama logam Cu bereaksi dengan larutan AgNO3 warna logam menjadi berwarna
keperakan dan larutan berwarna bening Pada menit ketiga warna logam menjadi perak
larutan masih berwarna bening, dan timbul kristal pada logam. Pada menit kelima warna
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Kelas G
Kelompok G1

logam kehitaman larutan bening kebiruan, dan mulai banyak kristal pada logam. Pada menit
ketujuh logam Cu makin hitam warna larutan mash biru muda bening, dan lapisan Cu
mengelupas. Dan yang terakhir saat menit kesepuluh logam Cu menjadi hitam, warna
larutan semakin bening biru muda, dan lapisan Cu mengelupas sempurna. Larutan menjadi
berwarna sedikit biru dikarenakan adanya luruhan logam Cu yang bercampur dengan larutan
AgNO3.
Tiap atom Cu kehilangan 2 elektron untuk menjadi sebuah ion tembaga dan tiap ion
perak akan memperoleh satu elektron menjadi dua buah atom perak. Elektron itu
dibersihkan langsung dari atom-atom seng ke ion-ion tembaga. Hasil yang didapatkan dari
percobaan kali ini tidak sesuai dengan literatur. Seharusnya endapan dari logan Cu adalah
berwarna perak (Supeno, 2009).
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Kelas G
Kelompok G1

KESIMPULAN
Oksidasi adalah penambahan/pengikatan oksigen serta perlepasan elektron dan
terjadi kenaikan bilangan oksidasi. Sedangkan reduksi adalah penambaha/pengikatan
elektron serta penurunan oksigen dan terjadi penurunan bilangkan oksidasi.
Tujuan dari percobaan ini untuk mengetahui terjadinya reaksi redoks pada zat
tertentu menggunakan Cu dengan AgNO3 dan Zn dengan CuSO4.
Percobaan pertama, yaitu antara logam Zn dengan larutan CuSO4 menghasilkan
larutan ZnSO4 berupa larutan tidak berwarna, dan endapan Cu yang berwarna hitam. Dalam
percobaan ini yang teroksidasi adalah logam Zn(s) dan yang tereduksi adalah CuSO4(aq).
Reaksi berlangsung secara spontan.
Percobaan kedua, yaitu antara logam tembaga dengan larutan AgNO3 menghasilkan
larutan Cu(NO3)2 berupa larutan berwarna coklat keruh, dan endapan Ag yang berwarna
abu–abu kristal. Dalam percobaan ini yang teroksidasi adalah logam Cu(s) dan yang
tereduksi adalah AgNO3(aq). Reaksi berlangsung secara spontan.

SARAN
Saat membersihkan logam Zn dan logam Cu dengan menggunakan amplas
usahakan sebersih mungkin, karena apabila kurang bersih dan terdapat kotoran dapat
mempengaruhi hasil percobaan. Dalam mengamati perubahan yang terjadi pada logam dan
larutan haruslah jeli dan teliti agar hasil lebih akurat. Dalam melakukan praktikum harus
memperhatikan k3 dan wajib menggunakan sarung tangan dan masker.
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Kelas G
Kelompok G1

DAFTAR PUSTAKA
Enterprise, Jubilee. 2010. Teknik Menghemat Baterai. Jakarta: Elex Media Komputindo
Estridge and Reynolds. 2012. Basic Clinical Laboratory Techniques. Clifton Park: Delmar
Cengage Learning
Goldberg, David. 2007. Schaum’s Outlines Kimia untuk Pemula. Jakarta: Erlangga
Kotz dkk. 2012. Chemistry and Chemical Reactivity. Belmont: Brooks/cole Cengange
Learning
Marzuki dkk. 2010. Kimia dalam Keperawatan. Kalampa: Pustaka Alam
Nugrohon dan Rahayu. 2017. Pengantar Bioteknologi. Yogyakarta: Deepublish
Sriwuryandari dan Sembiring. 2007. Teknologi Indonesia. Bandung: Lipi Press
Subandi, 2010. Kimia Organik. Yogyakarta: Dee Publish
Utami dkk. 2009. Kimia Dasar Universitas. Jakarta : Erlangga
Yew, Chau Kok. 2010. Bilingual Express Chemistry Form 5. Bandar Baru Bangi: Pelangi

DAFTAR PUSTAKA TAMBAHAN


Purnomo, Mansur. 2010. Kimia Analitik. Jakarta: Gagas Media
Rahmawati, Huda. 2014. Jurnal Praktikum Kimia Anorganik II Pembuatan ZnSO4. Jakarta
Saraswati, Indah. 2015. Panduan Praktikum Kimia. Yogyakarta: Deepublish
Supeno, 2009. Interaksi Asam Basa. Medan: USU press
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Kelas G
Kelompok G1

DOKUMENTASI

Larutan CuSO4 (biru) dan Terdapat endapan pada


AgNO3 (bening) larutan CuSO4 dan pada
larutan AgNO3 timbul kristal

Larutan CUSO4 dan


AgNO3 pada saat
dimasukkan logam Zn
dan Cu

Pada logam Cu mulai banyak


kristal dan mulai mengelupas
dan pada logam Zn banyak
endapan
Terdapat banyak Logam Zn Berubah
banyak endapan warna menjadi
dan perubahan merah bata
warna pada logam Zn