Anda di halaman 1dari 6

Muslikan

19032042710377
TUGAS SOAL HOTS

Jenjang Pendidikan : SMK


Mata Pelajaran : Pemeliharaan Sistem Kelistrikan Kendaraan Ringan
Kelas : XI
Jumlah Soal : 12
Bentuk Soal : Isian (Hots)

Kisi-Kisi Soal Sistem Pengapian Elektronik

Kompetensi Indikator /Materi Indikator soal Level Nomer Jenis


Dasar Kognitif Soal soal
Merawat secara  Data yang tepat  Siswa dapat Penalaran 1-12 Isian
dilengkapi sesuai Memelihara / service
berkala sistem hasil pemeliharaan/
pengapian sistem pengapian
servis.
elektronik  Seluruh kegiatan elektronik dan
pemeliharaan sistem Komponen-
pengapian elektronik
komponennya
dilakukan
berdasarkan SOP  Siswa dapat
(Standard Operation menjelaskan
Procedur )
Memelihara / service
sistem pengapian
elektronik dan
Komponen-
komponennya
SOAL HOTS

1. Jelaskan fungsi sistem pengapian pada kendaraan!


2. Sebutkan fungsi komponen-komponen pengapian di bawah ini !
a. Koil
b. Distributor
c. Kondensor
d. Platina
e. Tahanan ballast (ballast resistor)
3. Apa yang di maksud dengan dwell angel?
4. Sebutkan komponen-komponen dari busi?
5. Sebutkan komponen-komponen yang termasuk pada rangkaian primer !
6. Sebutkan komponen-komponen yang termasuk pada rangkaian sekunder !
7. Gambar dan jelaskan cara kerja sistem pengapian saat platina menutup !
8. Gambar dan jelaskan cara kerja sistem pengapian saat kontak platina membuka !
9. Apa yang dimaksud dengan Sistem pengapian elektronik?
10. Sebutkan komponen yang terdapat dalam distributor system pengapian elektronik!
11. Sebutkan keuntungan dari sistem pengapian IIA !
12. Sebutkan cara kerja sistem pengapian IIA !
Kunci Jawaban Latihan
1. Fungsi system pengapian pada kendaraan yakni memercikkan bunga api yang di
gunakan untuk membakar campuran udara dan bahan bakar yang telah dikompresikan
di dalam silinder.
2. Fungsi komponen pengapian adalah:
a. Koil
Berfungsi untuk merubah tegangan rendah dari baterai menjadi tegangan tinggi
untuk menghasilkan bunga api pada busi.
b. Distributor
Berfungsi untuk mengalirkan arus tegangan tinggi dari koil ke busi-busi sesuai
dengan urutan pengapian.
c. Kondensor
Berfungsi untuk meredam arus yang dapat menimbulkan percikan api pada
kontak platina.
d. Platina
Berfungsi untuk menghubung dan memutuskan arus pada rangkaian primer yang
dikontrol breaker cam pada poros distributor.
e. Tahanan ballst
Berfungsi untuk mengurangi tegangan pada koil yang memang dirancang untuk
bekerja di bawah tegangan 12 volt.
3. Dwell angle adalah sudut yang dibentuk oleh cam pada distributor saat kontak platina
mulai menutup hingga membuka kembali.
4. Komponen-komponen dari busi adalah:
a. Mur terminal busi
b. Ulir terminal busi
c. Barrier
d. Isolasi
e. Seal penghantar khusus
f. Batang terminal
g. Bodi
h. Gasket
i. Isolator
j. Elektroda tengah
k. Elektroda massa
5. Komponen yang termasuk pada rangkaian primer adalah : batere, kunci kontak,
kumparan primer, kontak platina dan masa.
6. Komponen yang termasuk pada rangkaian sekunder adalah : kumparan sekunder, rotor,
kabel tegangan tinggi, busi dan masa.
7. Cara kerja sistem pengapian saat platina menutup

Kontak platina menutup

Koil pengapian
Distributor

Apabila kunci kontak pada posisi “ON”, arus mengalir dari batere melalui kunci kontak
ke kumparan primer pada koil dan kontak platina ke massa. Dalam kondisi seperti ini
pada koil terbangkit garis gaya magnit.
8. Cara kerja sistem pengapian saat platina membuka
Pada saat engine distart, poros engkol berputar sekaligus memutarkan poros distributor
bersama camnya. Apabila cam menyentuh kontak platina, maka kontak platina akan
terbuka. Karena sifat arus selalu meneruskan gerakannya, maka arus listrik ini beralih
pengalirannya ke kondensor yang sekaligus menghentikan pengaliran arus pada
rangkaian primer.

Tutup

Distributo
Kontak platina Rotor
membuka

Distributor
Berhentinya pengaliran arus listrik ini menyebabkan terjadinya perubahan garis gaya
magnit di sekeliling kumparan primer dan sekunder dengan sangat cepat.

Dengan adanya perubahan garis gaya magnit ini maka pada kedua kumparan akan
terbangkit arus listrik. Arus yang terbangkit pada kumparan primer diserap oleh
kondensor, sedangkan arus dengan tegangan tinggi yang terbangkit pada kumparan
sekunder dialirkan pada terminal kabel tegangan tinggi tinggi pada tutup distributor,
selanjutnya melalui rotor arus bertegangan tinggi tersebut dialirkan ke busi sesuai dengan
urutan pengapian.

Pada busi, arus listrik tersebut akan mengalir pada elektroda tengah ke elektroda massa
melalui celah busi sehingga pada celah busi timbul letikan bunga api. Proses ini terjadi
antara 50 - 150 kali perdetik tergantung pada putaran engine.

9. Sistem pengapian elektronik adalah Sistem pengapian full transistor menggunakan


transistor untuk memutus dan menghubungkan arus pada kumparan primer koil
pengapian. Sedangkan untuk menghidupkan dan mematikan transistor menggunakan
signal rotor dan generator yang cara kerjanya dengan induksi listrik. Ada juga yang
untuk mematikan dan menghidupkan transistor ini dengan menggunakan sensor infra
merah.
10. Komponen-komponen yang terdapat pada distributor system pengapian elektronik
adalah:
a. Signal Rotor
Berupa rotor yang terpasang pada poros distributor dan berputar sesuai dengan
putaran poros distributor, dan memiliki tonjolan sesuai dengan jumlah silinder mesin.
b. Signal Generator
Berupa gulungan yang disebut pick-up coil, yang menghasilkan tegangan induksi
karena adanya perubahan flux magnet pada saat signal rotor berputar.
c. Ignitor
Rangkaian elektronik yang berfungsi untuk meutus dan menghubungkan arus lisktrik
pada primary koil
d. Pick – Up Coil
Generator yang berfungsi untuk menghasilkan arus maupun tegangan untuk
mengaktifkan ignitor.
e. Magnet Permanen
Sebagai sumber induksi
11. Keuntungan dari system pengapian IIA adalah:
a. Kecil dan ringan.
b. Tidak mengalami putus sambungan, jadi keandalannya tinggi.
c. Memiliki daya tahan yang tinggi terhadap air.
d. Tidak mudah terpengaruh oleh kondisi sekitarnya.
12. Cara kerja sistem pengapian IIA
a. Mesin mati
Pada saat kunci kontak ON mesin mati arus dari baterai tidak bisa mengalir ke primer
coil, karena transistor off pada inti besi tidak ada medan magnet.
b. Mesin hidup
Bila mesin di hidupkan signal rotor pada distributor akan berputar, jika tegangan yang
dihasilkan positif (+) maka transistor akan ON, primer coil terhubung dengan massa,
pada inti besi ada medan magnet.
Bila mesin di hidupkan signal rotor pada distributor akan berputar, jika tegangan yang
dihasilkan negatif (-) maka transistor akan OFF, primer coil akan terputus dan medan
magnet akan hilang secara tiba – tiba, terjadinya induksi pada sekunder coil dengan
tegangan 15000 volt yang menuju ke rotor dan rotor akan membagi ke tiap – tiap busi
untuk memercikan bunga api.