Anda di halaman 1dari 10

Nama Uyun Nailatul Mafaz

NIM 175100107111002
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian
Kelas G
Kelompok G1

5 PENGAMATAN JARINGAN HEWAN

A. PRE-LAB
1. Sebutkan dan jelaskan minimal 3 perbedaan sel tanaman dan sel hewan!
1. Sel hewan dapat bergerak aktif sedangkan sel tumbuhan tidak dapat, hal ini
disebabkan karena sel tumbuhan memiliki dinding sel sehingga bentuknya kaku dan
tidak fleksibel, berbeda dengan sel hewan yang fleksibel dan bentuknya dapat
berubah-ubah (Waluyo, 2010).
2. Sel hewan tidak dapat melakukan fotosintesis seperti pada sel tumbuhan, hal ini
dikarenakan sel hewan tidak memiliki kloroplas yaitu organel yang mengandung
klorofil, sedangkan sel tumbuhan memiliki kloroplas (Waluyo, 2010).
3. Sel hewan tidak memiliki vakuola (sebagian memiliki tapi hanya berukuran kecil)
sedangkan sel tumbuhan memiliki vakuola yang berukuran besar yang memiliki fungsi
utama untuk memasukkan air melalui tenoplas untuk membangun tugor sel serta
menjadi tempat penimbunan sisa metabolism, plastida (kloroplas, kromoplas, dan
leukoplas) (Waluyo, 2010).

2. Sebutkan dan jelaskan minimal 3 jenis jaringan pada hewan!


1. 1. Jaringan epitel yaitu jaringan yang melapisi permukaan dalam dan permukaan luar
suatu organ. Jaringan ini tersusun atas selapis atau berlapis-lapis sel yang sangat rapat
tanpa adanya ruang antar sel. Jaringan epitel memiliki bermacam-macam fungsi
tergantung jenis dan lokasi jringan tersebut. Jaringan epitel dapat dikelompokkan
menjadi beberapa kelompok. Berdasarkan bentuk sel penyusunnya, terdapat epitel sel
kubus (kuboid), epitel sel pipih (skuamosa), epitel silindris (kolumner), dan epitel
transisional. Sementara berdasarkan jumlah lapisan sel penyusunnya, epitel dapat
dibedakan menjadi epitel selapis (simpleks), epitel berlapis banyak (kompleks), dan
epitel berlapis semu (pseudokompleks) (Siregar, 2008).
2. 2. Jaringan ikat, jaringan ini disebut juga jaringan penyambung yaitu jaringan yang
menghubungkan jaringan atau organ yang satu dengan jaringan atau organ yang lain.
Fungsi jaringan ikat adalah melekatkan suatu jaringan ke jaringan lain, menyokong
atau menunjang organ, melindungsi dan memberi struktur pada organ-organ,
membentuk darah dan limfa, menyimpan lemak serta mengisi rongga diantara organ-
organ (Siregar, 2008).
3. 3. Jaringan otot yaitu jaringan yang disusun oleh sel-sel otot yang memberi struktur
otot serabut kontraktil yang disebut myofibril. Berdasarkan struktur sel penyusunnya,
jaringan otot dibedakan menjadi tiga yaitu otot polos, otot lurik, dan otot jantung
(Sharma, 2009).

3. Berikan gambar beserta bagian-bagiannya dari pengamatan jaringan hewan


menggunakan mikroskop pada perbesaran 400x pada jaringan berikut :
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian
Kelas G
Kelompok G1

a. Jaringan saraf

(Campbell, 2008).

b. Jaringan ginjal

(Campbell, 2008).

c. Jaringan esofagus

(Campbell, 2008).

B. DIAGRAM ALIR

Preparat Hewan
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian
Kelas G
Kelompok G1

Diletakkan dimeja objek mikroskop

Diamati pada perbesaran 100x dan 400x

Digambar

Hasil

DAFTAR PUSTAKA
Campbell. 2008. Biologi edisi kedelapan jilid 1. Jakarta: Erlangga
Sharma, O.P. 2009. Plant Taxonomy Second Edition. New Delhi: Tata McGrawHill
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian
Kelas G
Kelompok G1

Waluyo, Joko. 2010. Biologi Umum. Jember: Universitas Jember


Siregar, Ameilia Z. 2008. Biologi Pertanian Jilid 1. Jakarta : Direktorat Jenderal Manajemen
Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional

LAPORAN PRAKTIKUM
Praktikum 5.Pengamatan Jaringan Hewan

1. Gambarkan hasil pengamatan preparat anda dan beri keterangan bagian-bagiannya!

No. Nama Sel/ Jaringan Keterangan


Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian
Kelas G
Kelompok G1

(Lengkapi dengan fungsi dari


bagian-bagian jaringan)
1. JARINGAN ESOFAGUS 1. Epithelium sebagai pelindung /
a. Hasil Pengamatan Perbesaran 400x proteksi
2. Lamina Propria sebagai pondasi sel
dan sebagai sarana nutrisi
3. Muscularis Mucuse sebagai
pembatas antara jaringan pengikat
lamina propia dan tunika submukosa
4. Submucose sebagai penghasil mukus
dan sebagai sekresi untuk
pembersihan dan pertahanan jaringan
terhadap asam

b. Gambar Literatur Berdasarkan literatur hasil


pengamatan pada esofagus,
perbesaran 400x terdapat bentuk
jaringan epitelnya merupakan
jaringan epitel pipih berlapis dimana
pada jaringan ini disusun oleh lebih
dari satu sel yang berbentuk pipih.
Epitel ini lebih tebal dari epitel
selapis, struktur demikian berfungsi
melindungi jaringan di bawahnya dari
gesekan (Bakhtiar, 2011).
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian
Kelas G
Kelompok G1

2. JARINGAN GINJAL Epitel Kubus sebagai alat sekresi,


absorbsi, dan pelindung.
a. Hasil Pengamatan Perbesaran 400x Lumen sebagai penyimpanan zat-
zat makanan yang di perlukan oleh
sel
Inti sel sebagai
pengatur/pengendalikan sel
Membran basal sebagai tempat
melekatnya sel epitel dan inti sel

Pada literatur, ginjal terdiri dari


b. Gambar Literatur epitel kubus, inti sel, lumen dan
membran basal. Fungsi dari epitel
kubus adalah melindungi inti agar
terhindar dari guncangan. Inti sel
digunakan mengatur semua kegiatan
sel. Lumen adalah sebuah kantung
yang berfungsi untuk menyimpan
cadangan makanan sel itu sendiri.
Sedangkan membrane basal berfungsi
untuk melindungi lumen agar tidak
pecah. Semua bagian tersebut
merupakan komponen-komponen
penting dalam pembentukan ginjal
(Ferdinand dan Ariebowo, 2009).
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian
Kelas G
Kelompok G1

3 JARINGAN SYARAF Sel glial untuk memberi dukungan


struktural, menjaga neuron di lokasi
a. Hasil Pengamatan Perbesaran 400x yang tepat serta memberi nutrisi dan
berpartisipasi dalam transmisi sinal
dalam sel saraf
Sel Neuron untuk menghantarkan
rangsangan melalui sinapsis yang
terbentuk akibat suatu stimulus
Sel Neuropil susunan mirip jala
yang kompleks yang terdapat pada
sel-sel sistem syaraf pusatm
terhadap processus sel serta elemen
neuroglia substansia grisea

1. b. Gambar Literatur Pada literatur, syaraf terdiri dari


sel glial, sel neuron, dan sel
neurophil. Fungsi dari sel glial adalah
sel non-neuron yang menyediakan
dukungan dan nutrisi,
mempertahankan homeostasis,
membentuk mielin, dan berpartisipasi
dalam transmisi sinyal dalam sistem
syaraf. Fungsi sel neuron adalah
meneruskan rangsang membawa
impuls. Fungsi Sel Neuropil adalah
untuk menghancurkan dan membuang
zat-zat asing (Diastuti, 2009).

2. Jelaskan perbedaan hasil pengamatan anda pada setiap jaringan !


Pengamatan yang dilakukan pada jaringan ginjal, dapat diketahui bahwa struktur
jaringan ginjal yaitu Epitel Kubus sebagai alat sekresi, absorbsi, dan pelindung, Lumen
sebagai penyimpanan zat-zat makanan yang di perlukan oleh sel, Inti sel sebagai
pengatur/pengendalikan sel, Membran basal sebagai tempat melekatnya sel epitel dan inti
sel. Pada literatur, ginjal terdiri dari epitel kubus, inti sel, lumen dan membran basal. Fungsi
dari epitel kubus adalah melindungi inti agar terhindar dari guncangan. Inti sel digunakan
mengatur semua kegiatan sel. Lumen adalah sebuah kantung yang berfungsi untuk
menyimpan cadangan makanan sel itu sendiri. Sedangkan membrane basal berfungsi untuk
melindungi lumen agar tidak pecah. Semua bagian tersebut merupakan komponen-
komponen penting dalam pembentukan ginjal. (Bakhtiar, 2011).
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian
Kelas G
Kelompok G1

Pengamatan yang dilakukan pada jaringan esofagus, dapat diketahui bahwa struktur
jaringan esofagus terdiri dari epitel kubus sebagai alat sekresi, absorbsi, dan pelindung,
Lumen sebagai penyimpanan zat-zat makanan yang di perlukan oleh sel, Inti sel sebagai
pengatur/pengendalikan sel, Membran basal sebagai tempat melekatnya sel epitel dan inti
sel. Pada literatur, ginjal terdiri dari epitel kubus, inti sel, lumen dan membran basal. Fungsi
dari epitel kubus adalah melindungi inti agar terhindar dari guncangan. Inti sel digunakan
mengatur semua kegiatan sel. Lumen adalah sebuah kantung yang berfungsi untuk
menyimpan cadangan makanan sel itu sendiri. Sedangkan membrane basal berfungsi untuk
melindungi lumen agar tidak pecah. Semua bagian tersebut merupakan komponen-
komponen penting dalam pembentukan ginjal (Ferdinand dan Ariebowo, 2009).
Pengamatan yang dilakukan pada jaringan syaraf dapat diketahui bahwa struktur
jaringan syaraf adalah Sel glial untuk memberi dukungan struktural, menjaga neuron di
lokasi yang tepat serta memberi nutrisi dan berpartisipasi dalam transmisi sinal dalam sel
saraf, Sel Neuron untuk menghantarkan rangsangan melalui sinapsis yang terbentuk akibat
suatu stimulus, Sel Neuropil susunan mirip jala yang kompleks yang terdapat pada sel-sel
sistem syaraf pusatm terhadap processus sel serta elemen neuroglia substansia grisea. Pada
literatur, syaraf terdiri dari sel glial, sel neuron, dan sel neurophil. Fungsi dari sel glial
adalah sel non-neuron yang menyediakan dukungan dan nutrisi, mempertahankan
homeostasis, membentuk mielin, dan berpartisipasi dalam transmisi sinyal dalam sistem
syaraf. Fungsi sel neuron adalah meneruskan rangsang membawa impuls. Fungsi Sel
Neuropil adalah untuk menghancurkan dan membuang zat-zat asing (Diastuti, 2009).

3. Faktor apa saja yang mempengaruhi perbedaan struktur jaringan hewan ?


Faktor yang mempengaruhi perbedaan struktur jaringan hewan adalah perbedaan sel-sel
penyusunnya, letak jaringan, serta fungsi dari jaringan tersebut. Karena jaringan merupakan
sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Misalnya saja struktur jaringan
epitel yang berbentuk lembaran-lembaran, serta berfungi sebagai pelindung untuk jaringan
yang ada di dalamnya. Jaringan epitel tersebut berbeda dengan jaringan saraf yang berfungsi
sebagai pemberi respon terhadap perubahan lingkungan, membawa impuls-impuls saraf ke
pusat saraf atau sebaliknya. Sehingga perbedaan itulah yang menyebabkan adanya
perbedaan struktur pada jaringan hewan (Admiharja dan Mulyaningsih, 2013).

4. Apa hubungan antara bentuk jaringan dengan fungsi dalam organisme hewan ?
Bentuk jaringan sangat mempengaruhi fungsinya dalam suatu organisme hewan. Bentuk
satu jaringan akan berbeda dengan jaringan lainnya sesuai dengan fungsi dan letak jaringan
tersebut. Misalnya sel jaringan saraf yang bentuknya berserabut dilengkapi dengan sel
schwan yang berfungsi sebagai impuls. Karena suatu jaringan memiliki fungsi yang
berbeda-beda sehingga bentuk dan komponen penyusun sel tersebut berbeda pula (Agus,
2012).
KESIMPULAN
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian
Kelas G
Kelompok G1

Prinsip dari pengamatan jaringan hewan adalah mengamati jaringan hewan atau struktur
jaringan hewan di bawah mikroskop pada perbesaran 100x. Tujuan dari praktikum ini yaitu
mampu mengamati struktur jaringan hewan serta menggambarkan struktur jaringan hewan.
Pengamatan yang dilakukan pada jaringan ginjal, dapat diketahui bahwa struktur jaringan
ginjal yaitu Epitel Kubus sebagai alat sekresi, absorbsi, dan pelindung, Lumen sebagai
penyimpanan zat-zat makanan yang di perlukan oleh sel, Inti sel sebagai
pengatur/pengendalikan sel, Membran basal sebagai tempat melekatnya sel epitel dan inti sel.
Pengamatan yang dilakukan pada jaringan esofagus, dapat diketahui bahwa struktur jaringan
esofagus terdiri dari epitel kubus sebagai alat sekresi, absorbsi, dan pelindung, Lumen sebagai
penyimpanan zat-zat makanan yang di perlukan oleh sel, Inti sel sebagai
pengatur/pengendalikan sel, Membran basal sebagai tempat melekatnya sel epitel dan inti sel.
Pengamatan yang dilakukan pada jaringan syaraf dapat diketahui bahwa struktur jaringan
syaraf adalah Sel glial untuk memberi dukungan struktural, menjaga neuron di lokasi yang
tepat serta memberi nutrisi dan berpartisipasi dalam transmisi sinal dalam sel saraf, Sel
Neuron untuk menghantarkan rangsangan melalui sinapsis yang terbentuk akibat suatu
stimulus, Sel Neuropil susunan mirip jala yang kompleks yang terdapat pada sel-sel sistem
syaraf pusatm terhadap processus sel serta elemen neuroglia substansia grisea.

DAFTAR PUSTAKA TAMBAHAN


Admiharja dan Mulyaningsih. 2013. Penuntun Praktikum Biologi Umum. Bogor: Universitas
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian
Kelas G
Kelompok G1

Djuanda
Agus, Dwi I. 2012. Biologi Umum. Makassar: Alauddin Pers
Bakhtiar, Suaha. 2011. Biologi. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementrian
Pendidikan Nasional
Diastuti, Renni. 2009. Biologi. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Ferdinand dan Ariebowo. 2009. Praktis Belajar Biologi 2. Jakarta: Pusat Perbukuan
Departemen Pendidikan Nasional