Anda di halaman 1dari 15

Nama Uyun Nailatul Mafaz

NIM 175100107111002
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian
Kelas G
Kelompok G1

7 PENGAMATAN KEANEKARAGAMAN
HAYATI PADA EKOSISTEM PERAIRAN

1. PRE-LAB
1. Jelaskan pengertian keanekaragaman hayati ekosistem perairan!
Ekosistem perairan merupakan ekosistem yang komponen abiotiknya sebagai besar terdiri
atas air. Makhluk hidup (komponen biotik) dalam ekosistem perairan antara lain Plankton,
Nekton, Neuston, Bentos, Perifiton. Ekosistem perairan dibedakan menjadi dua macam
yaitu ekosistem air tawar dan ekosistem air laut (Fitriati, 2007).

2. Makhluk hidup dalam ekosistem perairan dibagi ke dalam beberapa kelompok, sebut dan
jelaskan !
Plankton = Terdiri atas fitoplankton dan zooplankton, organisme ini dapat bergerak dan
berpindah tempat secara pasif karena pengaruh arus air, seperti ganggung uniseluler dan
protozoa. Nekton = Organisme yang bergerak aktif ( berenang ) seperti katak dan ikan.
Neuston = Organisme yang mengapung di permukaan air, seperti eceng gondok, serangga
air, ganggang dan teratai. Bentos = Organisme yang berada di dasar perairan, seperti
cacing, udang, ganggang dan kepiting. Perifiton = Organisme yang melekat pada
organisme lain seperti siput dan ganggang (Ganeri, 2007).

3. Sebut dan jelaskan parameter apa saja yang digunakan dalam keanekaragaman hayati
ekosistem perairan!
Parameter yang digunakan adalah parameter fisika, parameter biologi dan parameter
kimia. Parameter fisika dilakukan dengan cara mengukur suhu, kedalaman, kecerahan, dan
kecepatan arus perairan. Kemudian pada parameter biologi, dilakukan pengambilan
benthos, plankton, perifiton, neuston, dan nekton. Dan pada parameter kimia dilakukan
pengujian tingkat pH (Retnowati, 2008).

4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan PH meter dan bagaimana penggunaannya? Disertai
gambar PH meter.

(Hutagalung, 2010).

pH meter adalah alat elektronik yang digunakan untuk mengukur pH (keasaman atau
alkalinitas) dari cairan. Sebuah pH meter khas terdiri dari probe pengukuran khusus atau
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian
Kelas G
Kelompok G1

elektroda yang terhubung ke meteran elektronik yang mengukur dan menampilkan


pembacaan pH. Cara menggunakan pH meter adalah hidupkan pH meter yang akan
digunakan, dan panaskan hingga 20 menit. Setelah 20 menit lalu yang pertama pilih
“Cal” untuk mengkalibrasikan, kemudian pilih “pH” untuk mengukur pHnya, setelah itu
basahi elektroda menggunakan aquades dan keringkan menggunakan tisue. Siapkan
larutan yang akan diukur pHnya, misalnya larutan NaCl. Bersihkan probel dengan
menggunakan aquades dan di keringkan menggunakan tissue dengan arah yang sama,
lalu siapkan larutan NaCl yang ada di gelas beker, masukkan probel kedalam larutan
NaCl tersebut jangan terlalu dalam, hanya dimasukkan sebagian saja. Kemudian
masukkan magnet kedalam gelar beker, lalu pilih “pH” dan tunggu hingga ada tulisan
“Measuring Stable” dan berhenti. Jika sudah ada tulisan seperti itu dan magnetnya
berhenti berputar, maka pengukuran pH sudah selesai (Hutagalung, 2010).

Tanggal Nilai Paraf


Asisten
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian
Kelas G
Kelompok G1

2. DIAGRAM ALIR

2.1 Pengujian Parameter Fisik

Sampel

Dimasukkan dalam gelas beker

Diamati

Warna Bau Suhu Kekeruhan

Dicatat Hasil Pengamatan

Hasil
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian
Kelas G
Kelompok G1

2.2 Pengujian Parameter Kimia

Sampel

Dituang dalam gelas beker

Disiapkan rangkaian alat pH meter

Dikalibrasi pH meter dengan larutan buffer

Dimasukkan probe dalam sampel

Dicatat hasil pada layar pH meter

Hasil

2.3 Pengujian Parameter Biologis

Sampel

Diteteskan diatas gelas objek sebanyak 1 tetes

Ditutup dengan gelas penutup

Diamati dibawah mikroskop perbesaran 100x dan 400x

Digambar

Hasil
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian
Kelas G
Kelompok G1

DAFTAR PUSTAKA

Fitriati, Afia. 2007. Pengantar Six Sigma. Jakarta: Salemba Empat


Ganeri, Anita. 2007. Ensiklopedia Mini Sains. Jakarta: Grasindo

Hutagalung. 2010. Biologi. Jakarta: Esis

Retnowati, Pristilla. 2008. Seribu Pena Biologi. Jakarta: Erlangga


Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian
Kelas G
Kelompok G1

DATA HASIL PRAKTIKUM


Praktikum7. Pengamatan Keanekaragaman Hayati Pada Ekosistem Perairan

A. Data sampel cair

No Sampel Asal Sampel


1 Air Selokan
2 Air Limbah Tahu
3 Air Sungai
4 Air Kolam
5 Air Selokan

B. Parameter fisik sampel cair

No sampel Warna Bau Suhu Kekeruhan


1 Hijau Berbau 28°C Keruh
Kecoklatan
2 Kekuningan Berbau 28°C Keruh
menyengat
3 Bening Berbau 27°C Keruh
Kecoklatan
4 Bening Tidak berbau 28°C Sedikit keruh
Kehitaman
5 Bening Berbau 28,5°C Keruh
Kekeruhan menyengat

C. Parameter kimia sampel cair

No sampel pH
1 7,41
2 3,83
3 6,58
4 7,83
5 7,33
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian
Kelas G
Kelompok G1

D.Parameter biologi sampel cair


Gambarkan jumlah dan bentuk morfologi dari sampel limbah cair yang diamati!

Asal sampel : Air Selokan

Perbesaran : 100x

Keterangan : Alga

Jumlah :1

Warna : Hijau Kecoklatan

Bentuk : Panjang

Sampel 1

Jenis organisme: ganggang

Asal sampel : Air Limbah Tahu

Perbesaran : 100x

Keterangan : Alga

Jumlah :1

Warna : Bening Kehitaman

Bentuk : Memanjang

Sampel 2

Jenis organisme: ganggang


Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian
Kelas G
Kelompok G1

Asal sampel : Air Sungai

Perbesaran : 400x

Keterangan : Alga dan Zooplankton

Jumlah : ±20 − 50

Warna : Abu-abu dan coklat

Bentuk : Bulat, lonjong

Sampel 3

Jenis organisme: ganggang


Asal sampel : Air Kolam

Perbesaran : 400x

Keterangan : Alga

Jumlah : > 10

Warna : Hijau dan coklat

Bentuk : Bulat tidak beraturan

Sampel 4

Jenis organisme: ganggang


Asal sampel : Air Selokan

Perbesaran : 400x

Keterangan : Alga

Jumlah : > 10

Warna : Hijau

Bentuk : Bulat

Sampel 5

Jenis organisme: ganggang


Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian
Kelas G
Kelompok G1

Pertanyaan:
1. Jelaskan mengenai perbedaan karakteristik fisik dari setiap sampel limbah cair yang
diamati! Hubungkan antara parameter fisik tersebut dengan asal sampel cair!
Setiap sampel zat cair yang diamati dalam praktikum ini memiliki karakter fisik
yang berbeda-beda dimana perbedaan tersebut dapat dilihat dari warna, bau, suhu, dan
kekeruhan. Pada sampel air sungai memiliki warna bening kecoklatan, berbau, keruh serta
suhu 27℃. Pada sampel limbah cair tahu didapatkan warnanya yang kekuningan, keruh,
berbau menyengat, dengan suhu 28℃. Pada sampel air kolam didapatkan warnanya yang
bening kehitaman, tidak berbau, sedikit keruh, dengan suhu 28℃. Pada sampel air selokan
didapatkan warnanya yang hijau kecoklatan, berbau, keruh dengan suhu 28℃. Perbedaan
karakteristik fisik tersebut terjadi karena setiap sampel berasal dari tempat yang berbeda-
beda dengan kondisi yang berbeda-beda pula. Selain itu menurut literature perbedaan
karakteristik tersebut terjadi karena arus air, kandungan kimia dalam air, sinar matahari
dan angin, yang mana hal tersebut akan berpengaruh pada jenis mikroorganisme yang
tinggal. Perubahan temperature yang cepat menyebabkan pola sirkulasi air berubah dan
berpengaruh terhadap kehidupan organisme akuatik. Penetrasi cahaya sering dihambat oleh
zat yang larut di dalam air sehingga membatasi zona fotosintesis pada kedalaman air. Bila
kekeruhan disebabkan oleh organisme, hal ini merupakan indikasi produktifitas. Tetapi
bisa juga kekeruhan disebabkan oleh lumpur yang tersuspensi dan terkoloid yang menjadi
faktor pembatas bagi organisme akuatik (Irawan, 2012).
Berdasarkan tempat asalnya seperti sungai, sungai sebagai salah satu ekosistem
terbuka sangat dipengaruhi oleh kondisi wilayah sekitar serta rentan terhadap pencemaran,
selain itu sungai sebagai ekosistem perairan memiliki berbagai komponen biotik dan
abiotik yang berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain. Lalu limbah cair tahu
memiliki kandungan senyawa organic yang sangat tinggi. Tanpa proses penanganan yang
baik, limbah tahu dapat menjadi penyebab pencemaran lingkungan. Kemudian kolam
memiliki ukuran yang lebih kecil dari danau, biasanya pencemaran yang terjadi pada
kolam disebabkan akibat ulah manusia dan pepohonan yang ada disekitar kolam, namun
jika masih terdapat organisme yang hidup seperti ikan, plankton, serangga air, pohon
teratai, dan sebagainya menandakan bahwa kolam belum tercemar secara signifikan. Lalu
selokan adalah suatu jaringan pembuangan yang terdapat disebelah sisi kanan atau kiri
jalan. Sebenarnya selokan berfungsi untuk menyalurkan air untuk dibawa ke suau tempat
agar tidak menjadi masalah bagi lingkungan, namun akibat ulah manusia bisa terjadi
pencemaran air pada selokan (Farida, 2013).

2. Sampel air limbah diteliti berdasarkan parameter fisik, kimia dan biologi. Jelaskan
mengenai analisis air limbah yang berkaitan dengan parameter fisik dan kimia!
. Pada sampel air sungai memiliki warna bening kecoklatan, berbau, keruh serta suhu
27℃. dan pH 6,58. Pada sampel limbah cair tahu didapatkan warnanya yang kekuningan,
keruh, berbau menyengat, dengan suhu 28℃dan pH 3,83. Pada sampel air kolam
didapatkan warnanya yang bening kehitaman, tidak berbau, sedikit keruh, dengan suhu
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian
Kelas G
Kelompok G1

28℃ dan pH 7,83. Pada sampel air selokan didapatkan warnanya yang hijau kecoklatan,
berbau, keruh dengan suhu 28℃ dan pH 7,41. Pada pengamatan yang telah dilakukan
setiap sampel cair memiliki karakteristik yang berbeda-beda dimana perbedaan
karakteristik tersebut disebabkan oleh adanya pengaruh faktor fisik seperti warna, bau,
suhu, kekeruhan dan faktor kimia seperti pH. Menurut literature, pH adalah cerminan
dariderajat keasaman yang diukur dari jumlah ion hidrogen menggunakan rumus pH=-
log(H+). Air murni terdiri dari ion H+ dan OH- dalam jumlah berimbang hingga ph air
murni biasanya 7. Makin banyak ion OH- dalam cairan makin rendah ion H+ dan semakin
tinggi pH nya. Cairan demikian disebut cairan alkalis. Sebaliknya makin banyak ion H+
makin rendah pH dan cairan tersebut bersifat asam (Ferdinand dan Moekti, 2007).

3. Sampel air limbah diteliti berdasarkan parameter fisik, kimia dan biologi. Jelaskan
mengenaianalisis air limbah yang berkaitan dengan parameter biologi!
Parameter biologi adalah parameter yang digunakan untuk mengetahui kepadatan
biota dalam air. Biota tersebut dapat berupa plankton, bentos, perifiton dan lain-lain. Lalu
biota yang ada pada pengamatan yang telah dilakukan yaitu pada sampel air sungai
terdapat alga dan zooplankton yang berwarna abu-abu dan coklat, berbentuk bulat/lonjong,
berjumlah ±20-50 dengan perbesaran mikroskop 400x. Alga dapat hidup dipermukaan
atau dalam perairan (aquatic) maupun daratan (terrestrial) yang terkena sinar matahari,
namun kebanyakan hidup di perairan. Biasanya alga digunakan sebagai bioindikator
pencemaran air, sehingga dapat memberikan informasi kepada masyarakat untuk
mengetahui pencemaran air dengan melihat keberadaan alga yang ada diperairan tersebut.
Serta diketahui bahwa alga juga bersifat spesifik terhadap bahan pencemar yang ada di
dalam air tersebut. Selain itu peningkatan nutrient juga menyebabkan kelimpahan alga
(alga blooms). Beberapa jenis alga yang berlimpah memiliki sifat perusak. Sedangkan
Zooplankton adalah hewan-hewan kecil yang berenang atau mengapung di kolom air.
Menurut tahap perkembangan dalam siklus hidup mereka, zooplanktons dibagi menjadi
dua kelompok, yang dikenal sebagai meroplankton dan holoplankton. Zooplankton
termasuk anggota dari hampir semua Filum dari kerajaan hewan. Zooplankton memiliki
fenomena yang sangat unik yang disebut migrasi vertikal, di mana mereka bergerak
menuju ke permukaan air pada malam hari dan kembali ke air yang dalam pada siang hari
(Suwigyo, 2007).
Pada sampel limbah cair tahu ditemukan alga yang berbentuk memanjang dengan
warna bening kehitaman, berjumlah 1 dengan perbesaran mikroskop 100x. Alga dapat
hidup dipermukaan atau dalam perairan (aquatic) maupun daratan (terrestrial) yang
terkena sinar matahari, namun kebanyakan hidup di perairan. Biasanya alga digunakan
sebagai bioindikator pencemaran air, sehingga dapat memberikan informasi kepada
masyarakat untuk mengetahui pencemaran air dengan melihat keberadaan alga yang ada
diperairan tersebut. Serta diketahui bahwa alga juga bersifat spesifik terhadap bahan
pencemar yang ada di dalam air tersebut. Selain itu peningkatan nutrient juga
menyebabkan kelimpahan alga (alga blooms). Beberapa jenis alga yang berlimpah
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian
Kelas G
Kelompok G1

memiliki sifat perusak (Suwigyo, 2007).


Pada sampel air selokan terdapat alga yang berjumlah satu, berwarna hijau
kecoklatan, dan berbentuk panjang dengan perbesaran mikroskop 100x. Alga dapat hidup
dipermukaan atau dalam perairan (aquatic) maupun daratan (terrestrial) yang terkena sinar
matahari, namun kebanyakan hidup di perairan. Biasanya alga digunakan sebagai
bioindikator pencemaran air, sehingga dapat memberikan informasi kepada masyarakat
untuk mengetahui pencemaran air dengan melihat keberadaan alga yang ada diperairan
tersebut. Serta diketahui bahwa alga juga bersifat spesifik terhadap bahan pencemar yang
ada di dalam air tersebut. Selain itu peningkatan nutrient juga menyebabkan kelimpahan
alga (alga blooms). Beberapa jenis alga yang berlimpah memiliki sifat perusak (Suwigyo,
2007).
Pada sampel air kolam terdapat alga/ganggang hijau dan coklat berbentuk bulat
tidak beraturan, jumlah lebih dari 10 dengan perbesaran 400x. Ganggang hijau atau alga
hijau adalah ganggang yang mengandung klorofil dan karotin berwarna kuning sehingga
warnanya menjadi hijau kekuningan, ganggang hijau disebut juga sebagai filum
Chlorophyta. Biasanya, ganggang ini hidup di air tawar, seperti air kolam, air danau,
ataupun air sungai. Air kolam, sungai, atau danau akan berwarna hijau karena adanya jenis
ganggang hijau di dalamnya.Chlorophyta (ganggang hijau) merupakan plankton yang
hidup melayang-layang di air tawar atau laut. Ganggang hijau dapat berbentuk benang,
filamen, ataupun berkoloni. Sedangkan ganggang coklat adalah protista mirip tumbuhan
yang memiliki talus bersel banyak, sehingga dapat dilihat secara makroskopis (kasat
mata). Ganggang cokelat mengandung pigmen cokelat (xantofil), klorofil a dan c. Pigmen
xantofil jumlahnya dominan, sehingga menyebabkan warna talusnya coklat. Cadangan
makanannya disimpan dalam bentuk laminarin. Umumnya, ganggang cokelat bersel
banyak (multiseluler). Bentuk tubuhnya menyerupai tumbuhan tingkat tinggi karena
memiliki bagian menyerupai akar, batang, dan daun sehingga membuat ganggang ini
mudah untuk dikenali (Suwigyo, 2007).

4. Organisme apa saja yang mungkin terdapat pada setiap sampel cair? Jelaskan alasan anda!
Organisme-organisme yang terdapat pada setiap sampel cair adalah sebagai berikut
(Odum, 2008):
1. Alga
Plankton merupakan organisme yang terdapat pada setiap sampel cair karena pada
setiap pengamatan fisik yang telah dilakukan pada sampel-sampel cair terdapat jasad renik
yang melayang, tidak bergerak, ada yang sedikit bergerak, dan selalu mengikuti arus.
Selain itu hampir pada setiap sampel cair juga terdapat alga karena alga merupakan
organisme yag mudah berkembang dalam ekosistem perairan dengan kondisi lingkungan
yang sangat mendukung. Adanya alga biasanya menunjukkan bahwa air atau ekosistem
perairan tersebut tercemar (Odum, 2008).
2. Zooplankton
Zooplankton adalah hewan-hewan kecil yang berenang atau mengapung di kolom
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian
Kelas G
Kelompok G1

air. Tahap perkembangan dalam siklus hidup mereka, zooplanktons dibagi menjadi dua
kelompok, yang dikenal sebagai meroplankton dan holoplankton. Zooplankton termasuk
anggota dari hampir semua Filum dari kerajaan hewan. Zooplankton memiliki fenomena
yang sangat unik yang disebut migrasi vertikal, di mana mereka bergerak menuju ke
permukaan air pada malam hari dan kembali ke air yang dalam pada siang hari (Odum,
2008).

5. Bagaimana hubungan nilai pH dengan masing-masing sampel cair yang diamati? Mengapa
demikian? Hubungkan dengan tempat asal sampel diambil!
Nilai pH suatu sampel cair sangat berpengaruh pada hasil pengamatan fisik dan
biologis suatu sampel. Pada pH yang asam karakter warna, bau, rasa yang berbeda dengan
sampel pH basa. Selain itu menurut literature berpengaruhnya pH terhadap parameter
biologi yaitu jenis organisme yang tumbuh pada ekosistem perairan tergantung dari jumlah
nutrient, kadar oksigen, suhu, dan pH. Seperti pada pengamatan yang telah dilakukan pada
sampel 1 (limbah cair tahu) memiliki pH 3,83 dan organisme yang hidup adalah alga. Alga
biasanya menunjukkan bahwa air atau ekosistem perairan tersebut tercemar. Pada sampel 2
(air sungai) memiliki pH 6,58 dan organisme yang hidup yaitu alga dan zooplankton.
Zooplankton memiliki fenomena yang sangat unik yang disebut migrasi vertikal, di mana
mereka bergerak menuju ke permukaan air pada malam hari dan kembali ke air yang dalam
pada siang hari. Alga yang mana alga merupakan organisme yang hidup biasanya pada pH
netral. Pada sampel 3 (air kolam) memiliki Ph 7,83 dan terdapat organisme ganggang
hijau dan coklat. Ganggang ini hidup di air tawar, seperti air kolam, air danau, ataupun air
sungai. Dan pada sampel 4 (air selokan) memiliki pH 7,41 dan organisme yang hidup
yaitu alga yang biasanya hidup pada pH netral. Semua hasil pengamatan memiliki nilai pH
yang bebeda hal ini dikarenakan faktor lokasi pengambilan sampel. Air sungai biasanya
memiliki kondisi pH 6,5-8,5. Pada limbah cair tahu pHnya rendah berkisar 3-4 karena
mengandung cuka sisa bahan untuk pembuatan tahu. pH kolam berkisar antara 5,5-9,0.
Sampel air limbah sangat berpengaruh pada jarak pengambilan sampel sebab pada saat
pengambilan terlalu dekat dengan sumber limbah dan tidak sesuai dengan aturan maka pH
limbah cair akan cenderung rendah. Sebaliknya jika sampel cair limbah pengambilannya
terlalu jauh maka akan semakin bagus kualitas airnya. Seperti yang terjadi pada
pengambilan sampel air sungai, jika kita mengambil sampel dari air sungai kemudian
kembali lagi mengambil sapel pada aliran sungai yang berjarak 5 m dari tempat semula,
maka pH nya akan memiliki nilai yang sama. Karena itu, dataran atau jarak pengambilan
sampel memiliki hubungan dengan hasil yang kita dapat pada pengukuran pH sampel
(Odum, 2008).

6. Bagaimana hubungan antara bentuk dan morfologi organisme yang ditemukan pada sampel
air limbah dengan parameter fisik dan kimia sampel? Mengapa demikian?
Parameter fisik dan kimia sampel cair sangat berpengaruh pada bentuk morfologi
dari organisme pada sampel cair tersebut. Bentuk morfologi mikroorganisme yang ada
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian
Kelas G
Kelompok G1

pada sampel cair tergantung dari lingkungan sekitarnya. Dimana pada setiap lingkungan
memiliki kondisi fisik dan komponen kimia yang berbeda-beda. Kondisi kimia pada suatu
ekosistem perairan akan membuat mikroorganisme yang hidup di dalamnya menyesuaikan
diri untuk beradaptasi dan bertahan hidup, suatu mikroorganisme akan melakukan
metabolisme sesuai dengan nitrien yang ada di lingkungannya. Hasil dari metabolism
mikroorganisme tersebut akan berpengaruh pula pada kondisi fisik perairan seperti hasil
ekskresi organisme akan mempengaruhi warna dan bau pada ekosistem perairan. Selain itu
aktivitas organisme dalam ekosistem perairan juga akan mempengaruhi suhu pada
lingkungan air tersebut. Reaksi organisme perairan dengan bahan organik akan
mempengaruhi warna dari perairan tersebut (Suwigyo, 2007).

7. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi bervariasinya organisme pada setiap sampel


cair hasil pengamatan anda!
Faktor yang mempengaruhi bervariasinya organisme pada setaip sampel cair adalah:
1. pH
pH suatu sampel akan mempengaruhi komponen biotic yang terdapat pada sampel tersebut.
Karena suatu organisme memiliki ketahanan pH tersendiri. Semakin asam pH sampel cair,
maka semakin rendah kualitas air (Widyatmoko, 2007).
2. Jarak pengambilan sampel
Jarak pengambilan sampel akan berpengaruh terhadap kualitas air yang didapat. Seperti
contohnya semakin dekat jarak pengambilan sampel pada sumber limbah, maka pH sampel
akan cenderung rendah serta bau yang menyengat hal ini menunjukan bahwa sampel
tersebut sangat tercemar. Sebaliknya jika jarak pengambilan sampel jauh dari sumber
limbah akan semakin bagus kualitas airnya (Widyatmoko, 2007).
3. Nutrisi
Nutrisi mempengaruhi keberadaan organisme yang hidup dalam sampel cair karena
kandungan nutrisi tertentu menyebabkan organisme yang hidup pun akan berbeda.
Misalnya perairan yang kaya akan bahan organic akan ditumbuhi banyak ganggang yang
akan menyebabkan eutrofikasi yang dapat menurunkan mutu dan kualitas air
(Widyatmoko, 2007).
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian
Kelas G
Kelompok G1

Kesimpulan
Keanekaragaman hayati ekosistem perairan adalah variasi yang dapat ditemukan
antar ekosistem perairan yang satu dengan ekosistem perairan yang lain akibat adanya
perbedaan komponen tak hidup (abiotik) yang menyebabkan jenis makhluk hidup (biotik)
beradaptasi berbeda-beda. Parameter yang diukur yaitu parameter fisik yang terdiri dari warna
yang terbentuk akibat reaksi mikroorganisme dengan bahan organik sampel. Bau yang
disebabkan karena adanya mikroorganisme yang menguraikan bahan organik sampel. Suhu
perairan yang tercemar limbah akan lebih tinggi dibandingkan air biasa karena adanya
pembusukan, dan Kekeruhan yang menunjukan sifat optis air dimana adanya koloid dan
suspense yang dapat dilihat dengan bantuan sinar matahari. Selain itu parameter yang
digunakan yaitu parameter kimia yang terdiri dari pH meter tergantung bahan buangan yang
ada di sampel bisa asam/basa. Selanjutnya parameter biologi yaitu mkroorganisme tergantung
sampel lingkungan yang diambil.
Pada sampel air sungai memiliki warna bening kecoklatan, bau, keruh serta suhu 27℃
dan terdapat mikroorganisme alga dan zooplankton yang berwarna abu-abu dan coklat,
berbentuk bulat/lonjong, berjumlah ±20-50 dengan perbesaran mikroskop 400x dan pH 6,58.
Pada sampel limbah cair tahu didapatkan warnanya yang kekuningan, keruh, bau menyengat,
dengan suhu 28℃ dan terdapat alga yang berbentuk memanjang dengan warna bening
kehitaman, berjumlah 1 dengan perbesaran mikroskop 100x dan pH 3,83. Pada sampel air
kolam didapatkan warnanya yang bening kehitaman, tidak berbau, sedikit keruh, dengan suhu
28℃ dan terdapat terdapat alga/ganggang hijau dan coklat berbentuk bulat tidak beraturan,
jumlah lebih dari 10 dengan perbesaran 400x dan pH 7,83. Dan pada sampel air selokan
didapatkan warnanya yang hijau kecoklatan, berbau, keruh dengan suhu 28℃ dan terdapat
alga yang berjumlah satu, berwarna hijau kecoklatan, dan panjang dengan perbesaran
mikroskop 100x dengan pH 7,41.
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian
Kelas G
Kelompok G1

DAFTAR PUSTAKA TAMBAHAN


Farida, Luthfiana Nur, dkk. 2013. Ekosistem Perairan. Surakarta: Universitas Sebelas Maret
Ferdinand, F dan Moekti, A. 2007. Bilogi. Jakarta: Visindo Media Persada
Irawan. 2012. Ekosistem Perairan. Jakarta: Penebar Swadaya
Odum, E.P. 2008. Dasar-Dasar Ekologi 4rdEdition. Yogyakarta: Gadjah Mada University
Press
Suwigyo, Sugiarti., dkk. 2007. Avertebrata Air 1th Edition. Jakarta: Penebar Swadaya
Widyatmoko. Michael. 2007. Sains Kimia. Jakarta: Erlangga