Anda di halaman 1dari 13

Nama Uyun Nailatul Mafaz

NIM 175100107111002
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian
Kelas G
Kelompok G1

A. PRE-LAB
1. Sebutkan dan jelaskan jenis jaringan pada tanaman
 Jaringan meristem: jaringan embrional (jaringan muda) yang sel-selnya selalu aktif
melakukan pembelahan secara mitosis. Sel-sel meristem umumnya berbentuk menyerupai
kubus, berdidinding tipis, banyak mengandung sitoplasma, dan tidak memiliki vakuola
tengah. Jaringan meristem terdapat pada titik-titik tumbuh, seperti pada pucuk batang dan
ujung akar. Berdasakan letaknya jaringan meristem dapat dibagi menjadi meristem apical,
meristem lateral, dan meristem interkalar. Sementara itu berdasarkan sifat-sifat dasar sel
asalnya jaringan meristem dibagi menjadi meristem primer dan meristem sekunder (Sutrian,
2011).
 Jaringan pengangkut: jaringan yang berfungsi mengangkut air dan zat-zat makanan hasil
fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan. Selain itu jaringan pengangkut juga berfungsi
sebagai penyokong tumbuhan. Pada tumbuhan terdapat dua macam jaringan pengkut yaitu:
a. Xilem merupakan komponen jaringan pengangkut yang memiliki dua fungsi utama, yaitu
mengangkut air dan garam-garam mineral dari akar ke batang tumbuhan dan daun, serta
memberi sokongan/kekuatan mekanis bagi tumbuhan (Sutrian, 2011).
b. Floem merupakan jaringan pembuluh atau pengangkut yang bertugas memindahkan gula
hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan (Sutrian, 2011).
 Jaringan dewasa (permanen): jaringan yang tersusun oleh sel-sel yang tidak aktif
membelah lagi. Jaringan dewasa meliputi jaringan epidermis, parenkim, penguat, pengangkut,
dan periderm (Pujiyanto, 2008).
a. Jaringan epidermis berfungsi sebagai pelindung dan berhubungan langsung dengan dunia
luar, jaringan epidermis tersusun atas sel-sel yang berbentuk pipih yang bersusun rapat.
Umumnya jaringan epidermis tersusun atas selapis sel, tetapi ada juga yang tersusun atas
beberapa lapis sel, seperti pada jaringan epidermis pada akar udara tanaman anggrek. Fungsi
utama dari jaringan epidermis adalah melindungi jaringan yang ada di bawahnya (Pujiyanto,
2008).
b. Jaringan parenkim (jaringan dasar) yaitu jaringan yang tersusun atas sel-sel parenkim yang
memiliki bentik bervariasi, umumnya polyhedral atau isodiametris. Sel-sel parenkim
berdidinding relative tipis, fleksibel, dan mengandung selulosa, tetapi umumnya tidak
mengandung lignin. Selain itu, sel-sel parenkim juga memiliki ciri khas yaitu sel-sel hidup,
yaitu dapat tumbuh dan membelah. Karena kemampuannya berpoliferasi, sel-sel parenkim
merupakan sumber pembentukan sel-sel baru untuk proses penyembuhan luka dan regenerasi
(Pujiyanto, 2008).

2. Sebutkan tujuan terhadap pengamatan jaringan tanaman?


Untuk mengetahui berbagai macam jaringan tumbuhan, untuk mengetahui struktur umum
jaringan tumbuhan, untuk megidentifikasi struktur berbagai jaringan pada tumbuhan, untuk
mengetahu fungsi berbagai jaringan tumbuhan (Haryati, 2009).
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian
Kelas G
Kelompok G1

3. Berilah tanda V untuk setiap komponen yang dimiliki sel tanaman


Komponen Sel Tanaman
Dinding sel √
Plasma membran √
Nukleus √
Nukleolus √
Ribosom √
Endoplasmic retikulum √
Aparatus golgi √
Lisosom
Mitokondria √
kloroplas √
Peroxisomes √
Sistokeleton √
sentriol

4. Jelaskan prinsip pengujian pengamatan jaringan tanaman


Melihat keseluruhan jaringan pada tumbuhan sebagai bagian-bagian secara fungsional yang
berbeda dengan anatomi makhluk hidup lainnya. Pengamatan jaringan tumbuhan
menggunakan metode pengamatan mikroskop tanpa harus melakukan pembedahan seperti
pada hewan. Pengamatan dilakukan pada jaringan tumbuhan melalui pengambilan atau
penghancuran bagian tertentu dari tumbuhan yang sejatinya memiliki dua jenis jaringan yaitu
jaringan meristem dan jaringan dewasa (Sharma, 2009).

5. Sebutkan macam-macam penampakan kerusakan jaringan yang dapat terjadi pada saat
pengamatan jaringan tanaman! (minimal 2)
Terjadi perubahan bentuk sel yang jelas pada daun Rhoeo discolor yakni menepinya pigmen
antisianin menuju dinding sel yang menjadikan Rhoeo discolor berwarna bening. Selain itu,
stomata pada daun ini mengalami kerusakan yaitu hilangnya kloroplas, sel penjaga, dan sel
tetangga yang menyebabkan bentukstomata menyerupai donat atau keping darah merah. Pada
sel bawang merah terjadi kerusakan dinding sel yakni dinding sel menjadi bocor. Sitoplasma
pada sel bawang merah menjadi berwarnma keunguan karena dinding sel yang rusak (Haryati,
2009).
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian
Kelas G
Kelompok G1

B. DIAGRAM ALIR

Preparat jaringan tumbuhan

Diletakkan di meja preparat

Diatur hingga tepat pada lingkaran

Ditentukan perbesaran lensa yang digunakan

Diamati objek yang terlihat

Digambar

Hasil
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian
Kelas G
Kelompok G1

DAFTAR PUSTAKA
Haryati, Daroji. 2009. Jelajah fakta biologi 2. Jakarta: Tiga serangkai
Pujiyanto, Sri. 2008. Menjelajah Dunia Biologi. Jakarta: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri
Sharma, O.P. 2009. Plant Taxonomy Second Edition. New Delhi: Tata McGrawHill
Sutrian, Yayan. 2011. Anatomi Tumbuh-Tumbuhan Tentang Sel dan Jaringan. Jakarta: PT
Rineka Cipta
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian
Kelas G
Kelompok G1

LAPORAN PRAKTIKUM
Praktikum 4. Pengamatan Jaringan Tanaman

1. Gambarkan hasil pengamatan preparat sel Tanaman dan beri keterangan bagian-bagiannya
secara lengkap
1) Sel parenkim pada kulit pisang Keterangan:
Hasil pengamatan
menggunakan mikroskop pada
perbesaran 400x didapatkan
hasil bahwa terdapat sel
parenkim yang ditunjukkan
dengan adanya butiran-butiran
segi enam tidak beraturan
berwarna kuning kecoklatan.

2) Sel kolenkim dan penebalan dindingnya Keterangan:


pada tangkai seledri Hasil pengamatan
menggunakan mikroskop pada
perbesaran 400x, terdapat sel
kolenkim yang berwarna
kehijauan dan terdapat
penebalan diding sel yaitu
jaringan sklerenkim yang
berwarna hijau lebih gelap
bentuknya yang heksagonal.
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian
Kelas G
Kelompok G1

3) Sel Sklerenkim pada tangkai waru Keterangan:


Hasil pengamatan
menggunakan mikroskop
pada perbesaran 400x
didapatkan hasil bahwa
pada tangkai daun waru
terdapat kolenkim dan
sklerenkim erwarna hijau
yang terletak di pinggir
atau di bawah epidermis.
Selain itu terdapat dinding
sel yang tebal.

4) Stomata pada daun Rhoeo discolor Keterangan :


Hasil pengamatan
menggunakan mikroskop
pada perbesaran 400x
didapatkan hasil bahwa
pada daun Rhoeo discolor
terdapat stomata, sel
penjaga dan sel tetangga
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian
Kelas G
Kelompok G1

Data Literatur
1) Sel parenkim pada kulit pisang Keterangan:
Berdasarkan literature, pada
preparat kulit pisang terdapat
sel parenkim yang berbentuk
segi enam berwarna kuning
kecoklatan, terdapat butiran-
butiran pati dan tepung
(Waluyo, 2010).

2) Sel kolenkim dan penebalan dindingnya Keterangan:


pada tangkai seledri Berdasarkan literatur,
umumnya kolenkim
terbentuk dibawah
epidermis, berdasarkan dari
cara penebalan dinding
selnya, sel kolenkim pada
tangkai daun seledri
merupakan kolenkim tipe
angular (menyudut) yaitu
penebalan dinding yang
terdapat pada sudut sel dan
memanjang mengikuti
sumbu sel. Sel-sel kolenkim
dindingnya dapat menebal
dengan lignin sehingga
menyerupai sklerenkim
(Aritmala, 2007).
3) Sel Sklerenkim pada tangkai waru Keterangan:
Berdasarkan literature
Tangkai Hibiscus (waru)
memiliki bentuk serat berupa
serat halus dengan satu
percabangan yang teratur
mengumpul atau sel
trikosklereid. Serat waru
memiliki warna hijau karena
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian
Kelas G
Kelompok G1

mengandung kloroplas.
Selain itu daun waru juga
mengalami penebalan
dinding sel yang ditandai
adanya titik-titik gelap yang
menyudut diantara serat
(Aryulina, 2012).

4) Stomata pada daun Rhoeo discolor Keterangan:


Berdasarkan literature
Stomata merupakan derivat
epidermis dengan struktur
khusus yang berfungsi
sebagai tempat sirkulasi
udara antara jaringan dengan
udara luar. Stomata memiliki
struktur khusus yang sesuai
dengan fungsinnya, yaitu
memiliki celah stomata yang
diapit oleh 2 sel penutup, dan
satu sel penutup dikelilingi
oleh sel tetangga. Sel
tetangga berperan dalam
perubuhan osmotik yang
menyebabkan gerakan sel
penutup (Aryulina, 2012).

2. Jelaskan perbedaan sel parenkim, sklerenkim dan kolenkim pada tanaman hasil
pengamatan!
Pada pengamatan yang telah dilakukan didapatkan hasil seperti berikut:
1. Pengamatan jaringan sklerenkim dan kolenkim pada tangkai daun seledri
Pada pengamatan yang telah dilakukan yaitu menggunakan mikroskop dengan
perbesaran 400x didapatkan hasil bahwa pada tangkai daun seledri (Apium graveolens)
terdapat jaringan kolenkim pada tangkai daun seledri dapat diamati pada bagian
batang yang berwarna kehijauan dan terdapat penebalan yang terjadi pada dinding sel
yaitu jaringan sklerenkim yang berwarna hijau lebih gelap dan berbentuk heksagonal.
Berdasarkan literature, umumnya kolenkim terbentuk dibawah epidermis,
berdasarkan dari cara penebalan dinding selnya, sel kolenkim pada tangkai daun
seledri merupakan kolenkim tipe angular (menyudut) yaitu penebalan dinding yang
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian
Kelas G
Kelompok G1

terdapat pada sudut sel dan memanjang serupa prokambium yang terbentuk pada awal
diferensiasi jaringan dasar. Jaringan ini berfungsi sebagai penguat pada organ muda
maupun tua. Kolenkim pada umumnya terletak dibagian perifer batang, tangkai daun,
tangkai bunga, ibu tulang daun dan jarang dijumpai pada akar. Sel-sel kolenkim
dindingnya dapat menebal dengan lignin sehingga menyerupai sklerenkim. Kolenkim
berkembang dari sel-sel memanjang yang mirip prokambium yang terbentuk pada
awal diferensiasi jaringan dasar. Sel-sel kolenkim bersifat hidup, dinding sel
mengandung selulosa, pectin dan hemiselulosa (Aritmala, 2007).
2. Pengamatan jaringan sklerenkim dan kolenkim pada tangkai daun waru
Pada pengamatan yang telah dilakukan yaitu menggunakan mikroskop dengan
perbesaran 400x didapatkan hasil bahwa pada tangkai daun waru terdapat kolenkim
dan sklerenkim berwarna hijau yang terletak di pinggir atau di bawah epidermis.
Selain itu terdapat dinding sel yang tebal.
Berdasarkan literature, jaringan sklerenkim merupakan jaringan mekanik yang
hanya terdapat pada organ tumbuhan yang tidak lagi mengadakan pertumbuhan.
Sklerenkim tidak mengandung protoplas, sehingga sel-selnya telah mati. Dinding
selnya tebal karena berlangsung penebalan sekunder sebelumnya yang terdiri atas zat
lignin. Jaringan sklerenkim dibedakan menjadi dua yaitu serat-serat sklerenkim
(fibers) dan sklereid (sel-sel batu). Pada tangkai Hibiscus (waru) memiliki bentuk serat
berupa serat halus dengan satu percabangan yang teratur mengumpul atau sel
trikosklereid. Serat waru berwarna hijau karena mengandung kloroplas. Selain itu
daun waru juga mengalami penebalan dinding sel yang ditandai dengan adanya titik-
titik gelap yang menyudut diantara serat. Pada serat waru berwarna hijau, kuat dugaan
banyak mengandung kloroplas, sebagai karakteristik sel kolenkim (Aryulina, 2012).
3. Pengamatan parenkim kulit pisang
Pada pengamatan yang telah dilakukan yaitu menggunakan mikroskop pada
perbesaran 400x didapatkan hasil bahwa pada preparat kulit pisang (Musa
paradisiacal) terdapat sel parenkim yang berbentuk butiran-butiran segi enam yang
bentuknya sedikit tidak teratur, berwarna kuning kecoklatan yang terletak ditengah sel.
Berdasarkan literature, jaringan parenkim (jaringan dasar) yaitu jaringan yang
tersusun atas sel-sel parenkim yang memiliki bentuk bervariasi, umumnya polyhedral
atau isodiametris. Sel-sel parenkim sering mengandung kristal-kristal lemak, minyak,
zat tepung, butir aleuron, dan plastid. Berdasarkan fungsinya sel parenkim dapat
dibedakan beberapa macam yaitu, parenkim asimilasi, parenkim air, aerenkim
(parenkim udara), dan parenkim penimbun. Parenkim penumbun adalah sel parenkim
yang dapat menyimpan cadangan makanan yang berbeda sebagai larutan di dalam
vakuola, bentuk partikel padat atau cairan di dalam sitoplasma misalnya pada kulit
buah pisang. Sedangkan parenkim asimilasi merupakan parenkim yang terdapat pada
bagian tumbuhan yang berwarna hijau (Waluyo, 2010).
4. Stomata pada daun Rhoeo discolor
Pada pengamatan yang telah dilakukan yaitu menggunakan mikroskop dengan
perbesaran 400x didapatkan hasil bahwa pada stoma di daun Rheodish Color terdapat
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian
Kelas G
Kelompok G1

stomata, sel penjaga dan sel tetangga


Berdasarkan literature Stomata merupakan derivat epidermis dengan struktur
khusus yang berfungsi sebagai tempat sirkulasi udara antara jaringan dengan udara
luar. Stomata memiliki struktur khusus yang sesuai dengan fungsinnya, yaitu memiliki
celah stomata yang diapit oleh 2 sel penutup, dan satu sel penutup dikelilingi oleh sel
tetangga. Sel tetangga berperan dalam perubuhan osmotik yang menyebabkan gerakan
sel penutup (Aryulina, 2012).

3. Faktor apa saja yang mempengaruhi penebalan sel kolenkim? Jelaskan mengapa
demikian!
Faktor yang mempengaruhi penebalan sel kolenkim adalah adanya penumpukan
senyawa selulosa, pektat, hemiselulosa, dan air. Pektat merupakan bagian dari
senyawa pectin, selain asam pektinat dan protopektin. Penebalan dinding sel pada
kolenkim terjadi secara tidak merata. Penebalan dapat terjadi dibagian-bagian tertentu
seperti penebalan yang terjadi di sudut-sudut kolenkim (kolenkim sudut), penebalan
dibagian dinding tangensial (kolenkim papan), dan penebalan disekitar ruang antar sel
(kolenkim lacuna). Selain itu dinding kolenkim juga tidak mengandung lignin
sehingga jaringan ini bersifat fleksibel dan dapat meluas (Qibtiah, 2013).

4. Jelaskan mekanisme terbukanya stomata dan sebutkan faktor yang mempengaruhi


terbukanya stomata pada daun!
Stomata pada umumnya membuka pada saat matahari terbit dan menutup pada saat hari gelap,
sehingga masuknya CO2 yang diperlukan untuk fotosintesis pada siang hari. Umumnya pada
proses pembukaan stomata memerlukan waktu selama satu jam. Stomata juga peka terhadap
kelembaban atmosfer. Stomata akan menutup jika selisih kandungan uap air di udara dan
dalam ruang antar sel melebihi kritis (Purwanti, 2008)
Pergerakan pori stomata disebabkan oleh perubahan volume sel penjaga yang diatur oleh
keluar masuknya ion K+ dan ion-ion lain dari dan ke sel penjaga selama proses pembukaan
dan penutupan stomata. Selain itu cahaya, konsentrasi CO2, kelembaban, dan hormon
tumbuhan merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi membuka dan menutupnya
stomata. Cahaya menyebabkan membukanya stomata sedangkan keadaan gelap dapat
meningkatkan konsentrasi CO2 dan turunnya kelembaban yang berakibat pada tertutupnya
stomata. Diantara sekian banyak hormon tumbuhan, ABA (asam absisat) dan auksin
merupakan hormon tumbuhan yang berpengaruh pada pergerakan stomata. ABA (asam
absisat) menyebabkan menutupnya stomata, sedangkan auksin menyebabkan terbukanya
stomata (Wahyu, 2008).
Faktor-faktor lain yang menyebabkan membuka dan menutupnya stomata adalaha sebagai
berikut :
1. Karbondioksida (CO2)
Pembentukan stomata berkurang jika kadar CO2di ruang antar sel bertambah. Jika hasil
fotosintesis bersih berkurang kadar CO2 di ruang antar sel meningkat dan tahanan stomata
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian
Kelas G
Kelompok G1

akan meningkat. Sebaiknya kalau fotosintesis bersih meningkat, ruang antar sel akan
menyebabkan terbukanya ruang antar sel akan menyebabkan terbukanya stomata.
2. Cahaya
Pengurangan cahaya menyebabkan pembukaan celah stomata berkurang pada kebanyakan
tumbuhan. Hal ini tidak tergatung pada tanggapan stomata terhadap kenaikan CO2 di ruang
antar sel akibat penurunan laju fotosinetesis.
3. Suhu Jika faktor lain dalam keadaan konstan, biasanya stomata akan membuka lebih besar
jika suhu naik.
4. Potensial Air Daun
Pembukaan celah stomata biasanya berkurang jika potensial air daun menurun. Perubahan
pembukaan air biasanya dianggap disebabkan oleh kenaikan kadar absisat yang dihasilkan
dalam mesofil dengan lajuyang tinggi atau oleh keduanya pada potensial daun berkurang.
5. Kelembaban Beberapa jenis tumbuhan menunjukkan tanggapan stomata secara langsung
terhadap kelembaban, sehingga kenaikan kelembaban relatif menyebabkan celah stomata
mengecil.
6. Angin Pada kebanyakan tanaman menaikkan kecepatan angin yang besar dapat
menyebabkan stomata menutup.
7. Laju Fotosintesis Peranan laju fotositesis akan mengurangi pembukaan stomata dan dengan
demikian menahan air serta meningkat potensial air melalui pengurangan respirasi (Waluyo,
2010).
Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian
Kelas G
Kelompok G1

KESIMPULAN

Prinsip dari pengamatan jaringan tumbuhan yaitu pengamatan jaringan tumbuhan atau
mengamati struktur jaringan tumbuhan dibawah mikroskop dengan perbesaran lemah 100x
dan dilanjutkan perbesaran 400x. Tujuannya yaitu mampu mengamati struktur jaringan dari
beberapa jenis tanaman dan dapat menggambarkan struktur jaringan dari beberapa jenis
tanaman. Dari hasil praktikum didapatkan hasil pengamatan menggunakan mikroskop pada
perbesaran 400x, terdapat sel parenkim pada tangkai daun kana, dimana sel parenkim
tersebut memiliki tepian berbentuk segi enam, berwarna hijau muda dan terdapat pula yang
berwarna kehitaman. Selain itu terdapat pula parenkim bintang pada tangkai daun kana.
Pada pengamatan sel kolenkim dan sklerenkim pada batang daun seledri didapatkan hasil
bahwa pada tangkai daun seledri (Apium graveolens) terdapat jaringan kolenkim pada
tangkai daun seledri dapat diamati pada bagian batang yang berwarna kehijauan dan terdapat
penebalan yang terjadi pada dinding sel yaitu jaringan sklerenkim yang berwarna hijau lebih
gelap dan berbentuk heksagonal. Pada pengamatan preparat kulit pisang didapatkan hasil
bahwa pada preparat kulit pisang (Musa paradisiacal) terdapat sel parenkim yang berbentuk
butiran-butiran segi enam yang bentuknya sedikit tidak teratur, berwarna kuning kecoklatan
yang terletak ditengah sel. Pada pengamatan sel kolenkim dan sklerenkim pada batang daun
waru didapatkan hasil bahwa pada tangkai daun waru terdapat kolenkim dan sklerenkim
berwarna hijau yang terletak di pinggir atau di bawah epidermis. Selain itu terdapat dinding
sel yang tebal.

Tanggal Nilai Paraf


Asisten

DAFTAR PUSTAKA TAMBAHAN


Nama Uyun Nailatul Mafaz
NIM 175100107111002
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian
Kelas G
Kelompok G1

Aritmala, P. 2007. Morfologi Tumbuhan. Jakarta: Erlangga.


Aryulina, Diah., dkk. 2012. Laporan Praktikum Struktur Tanaman. Jambi: Universitas Jambi
Priadi, Arif. 2010. Sains dalam Kehidupan. Jakarta: Yuhdistira
Qibtiah, Mariatul. 2013. Anatomi Tumbuhan Jaringan Kolenkim. Jakarta: Universitas Negeri
Jakarta
Wahyu, Guntur. 2008. Sel, Jaringan, Organ, Sistem Organ dan Anatomi. Bandung: PT
Mandiri Berjaya
Waluyo, Joko. 2010. Jember: Biologi Umum. Unej.