Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH

Periodesasi Seni Rupa Mancanegara

Nuzul ramadhan
Kelas X MIA 1

SMAN 1 TINAMBUNG
TAHUN PELAJARAN 2019/2020

i
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan
malakah tentang Seni Rupa Mancanegara.

Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan kita mengenai Periadesasi seni rupa mancanegara. Kami
juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan
jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan
usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang,
mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.

Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang


membacanya. Sekiranya makalah yang telah kami susun ini dapat berguna bagi kami
sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila
terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan
saran yang membangun dari Anda selaku pembaca.

Tinambung, 2019

Penulis

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Seni rupa mancanegara ialah seni yang mengandung nilai budaya mancanegara.
Walaupun demikian, fungsi seni rupa ini jika dibandingkan dengan seni rupa nusantara
dapat dikatakan sama. Sebagian besar masyarakat di tanah air menggunakan seni sebagai
media ekspresi dan ritual, begitu pula dengan seni rupa mancanegara. Pada prakteknya,
seni rupa ini telah banyak digunakan sebagai media untuk memperingati upacara-upacara
sakral. Sejak jaman dahulu, khususnya pada jaman Mesir Kuno, seni yang dihasilkan
adalah berupa patung-patung, lukisan dan relief. Hal ini selalu dihubungkan dengan
upacara ritual atau pembangunan tempat-tempat sakral, seperti makam raja-raja Mesir
Kuno.
Selain itu, seni rupa yang ada pada jaman Mesir Kuno memiliki ciri-ciri identik dan
khas, seperti contoh relief raja-raja dan para rakyat jelata yang diperbudak. Seni rupa lain
yang sejenis dapat dilihat pada seni zaman Yunani Kuno. Dapat dikatakan bahwa seni
patung pada jaman Yunani Kuno sangatlah populer karena dikenalkan oleh tiga seniman
terkenal yaitu Phiedias, Myron, dan Polycletos

B. Rumusaan Masalah
1. Jelaskan tentang Seni Rupa Mancanegara?
2. Sebutkan Periodesasi Seni Rupa Mancanegara?

3
BAB II
PEMBAHASAN

A. Seni Rupa Mancanegara


Seni rupa mancanegara yang banyak memberikan pengaruh penting terhadap seni
rupa Indonesia adalah seni rupa India, Cina dan Eropa. Pengaruh mereka hingga kini
masih nampak kuat keberadaannya pada perkembangan seni di Indonesia. Selain itu seni
dan kebudayaan besar di dunia ada beberapa yang perlu diketahui antara lain seni dan
budaya Mesir, Yunani, Romawi, Jepang, dan Maya di Amerika.

B. Periodisasi Seni Rupa Mancanegara, Zaman Prasejarah, Zaman Klasik, Zaman


Pertengahan, dan Zaman Renaissance (Lengkap)

Zaman prasejarah

Secara historis, seni lukis sangat terkait dengan gambar. Peninggalan-


peninggalanprasejarah memperlihatkan bahwa sejak ribuan tahun yang lalu, nenek moyang manusiatelah

4
mulai membuat gambar pada dinding-dinding gua untuk mencitrakan bagian-bagian penting dari
kehidupan mereka.
Semua kebudayaan di dunia mengenal seni lukis. Ini disebabkan karena lukisan ataugambar sangat
mudah dibuat. Sebuah lukisan atau gambar bisa dibuat hanya dengan menggunakan materi yang
sederhana seperti arang, kapur, atau bahan lainnya.

Salah satuteknik terkenal gambar prasejarah yang dilakukan orang-orang gua adalah
denganmenempelkan tangan di dinding gua, lalu menyemburnya dengan kunyahan daun-daunan atau
batu mineral berwarna. Hasilnya adalah jiplakan tangan berwana-warni di dinding-dinding gua yang
masih bisa dilihat hingga saat ini. Kemudahan ini memungkinkan gambar(dan selanjutnya lukisan)
untuk berkembang lebih cepat daripada cabang seni rupa lainseperti seni patung dan seni
keramik.Seperti gambar, lukisan kebanyakan dibuat di atas bidang datar seperti dinding,
lantai,kertas, atau kanvas. Dalam pendidikan seni rupa modern di Indonesia, sifat ini
disebut juga dengan dwi-matra(dua dimensi, dimensi datar). Seiring dengan perkembangan
peradaban,nenek moyang manusia semakin mahir membuat bentuk dan menyusunnya dalam
gambar,maka secara otomatis karya-karya mereka mulai membentuk semacam komposisi
rupa dannarasi (kisah/cerita) dalam karya-karyanya.Objek yang sering muncul dalam
karya-karya purbakala adalah manusia, binatang, danobyek-obyek alam lain seperti
pohon, bukit, gunung, sungai, dan laut. Bentuk dari obyekyang digambar tidak selalu
serupa dengan aslinya. Ini disebut citra dan itu sangatdipengaruhi oleh pemahaman si pelukis
terhadap obyeknya. Misalnya, gambar seekorbanteng dibuat dengan proporsitanduk yang luar
biasa besar dibandingkan dengan ukurantanduk asli. Pencitraan ini dipengaruhi oleh
pemahaman si pelukis yang menganggaptanduk adalah bagian paling mengesankan dari
seekor banteng. Karena itu, citra mengenaisatu macam obyek menjadi berbeda-beda tergantung
dari pemahaman budaya masyarakatdi daerahnya. Pencitraan ini menjadi sangat penting karena juga
dipengaruhi oleh imajinasi. Dalam perkembangan seni lukis, imajinasi memegang peranan penting
hingga kini.Pada mulanya, perkembangan seni lukis sangat terkait dengan perkembangan
peradabanmanusia. Sistem bahasa, cara bertahan hidup (memulung, berburu dan
memasangperangkap, bercocok-tanam), dan kepercayaan (sebagai cikal bakal agama)
adalah hal-halyang mempengaruhi perkembangan seni lukis. Pengaruh ini terlihat dalam
jenis obyek,pencitraan dan narasi di dalamnya. Pada masa-masa ini, seni lukis memiliki
kegunaankhusus, misalnya sebagai media pencatat (dalam bentuk rupa) untuk
diulangkisahkan.Saat-saat senggang pada masa prasejarah salah satunya diisi dengan menggambar
danmelukis. Cara komunikasi dengan menggunakan gambar pada akhirnya merangsangpembentukan

5
sistem tulisan karena huruf sebenarnya berasal dari simbol-simbol gambaryang kemudian
disederhanakan dan dibakukan.

Seni lukis zaman klasik

Seni lukis zaman klasik kebanyakan dimaksudkan untuk tujuan:


1. Mistisme (sebagai akibat belum berkembangnya agama)
2. Propaganda (sebagai contoh grafiti di reruntuhan kota Pompeii),
Di zaman ini lukisan dimaksudkan untuk meniru semirip mungkin bentuk-bentuk yang
ada di alam. Hal ini sebagai akibat berkembangnya ilmu pengetahuan dan dimulainya
kesadaran bahwa seni lukis mampu berkomunikasi lebih baik daripadakata-kata dalam
banyak hal. Selain itu, kemampuan manusia untuk menetap secarasempurna telah
memberikan kesadaran pentingnya keindahan di dalamperkembangan peradaban.

6
Seni lukis zaman pertengahan

Sebagai akibat terlalu kuatnya pengaruh agama di zaman pertengahan, seni lukis
mengalami penjauhan dari ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan dianggap sebagai sihiryang bisa
menjauhkan manusia dari pengabdian kepada Tuhan. Akibatnya, seni lukis puntidak lagi bisa
sejalan dengan realitas.Kebanyakan lukisan di zaman ini lebih berupa simbolisme, bukan
realisme. Sehingga sulitsekali untuk menemukan lukisan yang bisa dikategorikan
"bagus".Lukisan pada masa ini digunakan untuk alat propaganda dan religi. Beberapa agama
yangmelarang penggambaran hewan dan manusia mendorong perkembangan abstrakisme(pemisahan unsur
bentuk yang "benar" dari benda). Namun sebagai akibat pemisahan ilmu pengetahuan dari kebudayaan
manusia,perkembangan seni pada masa ini mengalami perlambatan hingga dimulainya masa renaissance.

7
Seni lukis zaman Renaissance

Berawal dari kota Firenze. Setelah kekalahan dari Turki, banyak sekali ahli sains dan
kebudayaan (termasuk pelukis) yang menyingkir dari Bizantium menuju daerahsemenanjung
Italia sekarang.Dukungan dari keluarga deMedici yang menguasai kota Firenze terhadap
ilmupengetahuan modern dan seni membuat sinergi keduanya menghasilkan banyaksumbangan terhadap
kebudayaan baru Eropa.Seni Rupa menemukan jiwa barunya dalam kelahiran kembali seni zaman klasik.
Sains dikota ini tidak lagi dianggap sihir, namun sebagai alat baru untuk merebut
kembalikekuasaan yang dirampas oleh Turki.
Pada akhirnya, pengaruh seni di kota Firenze menyebar ke seluruh Eropa hingga
EropaTimur.Revolusi Industri di Inggris telah menyebabkan mekanisasi di dalam banyak hal.
Barang-barang dibuat dengan sistem produksi massal dengan ketelitian tinggi.
Sebagaidampaknya, keahlian tangan seorang seniman tidak lagi begitu dihargai karena
telahdigantikan kehalusan buatan mesin.Sebagai jawabannya, seniman beralih ke bentuk-bentuk yang
tidak mungkin dicapai olehproduksi massal (atau jika bisa, akan biaya pembuatannya menjadi
sangat mahal). Lukisan,karya-karya seni rupa, dan kriya diarahkan kepada kurva-kurva halus
yang kebanyakanterinspirasi dari keindahan garis-garis tumbuhan di alam.
Tokoh yang banyak dikenal dari masa ini adalah:
Tomassi
Donatello
Leonardo da Vinci
Michaelangelo
Raphael