Anda di halaman 1dari 3

Ukuran Pertumbuhan Penduduk

1. Tingkat kelahiran kasar / Crude Birth Rate (CBR)


Tingkat Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate) adalah jumlah kelahiran pada tahun tertentu
dibagi dengan jumlah penduduk pada pertengahan tahun itu, dinyatakan per 1000 orang.
Kelebihan dari cara ini adalah perhitungannya sederhana, sedang kelemahannnya adalah tidak
benar-benar mencerminkan angka fertilitas sebab penduduk itu termasuk anak-anak, orang tua,
laki-laki perempuan dan sebagainya, dimana tidak seluruh penduduk melahirkan.

B
CBR = 1000 x ( ) atau P x 1000

CBR (crude birth rate) : Angka kelahiran kasar

B (birth) : Jumlah kelahiran


P (population) : Jumlah penduduk
Contoh:
Penduduk Jawa Barat pada pertengahan tahun 2013 = 45.736.365 juta jiwa, sedang
jumlah kelahiran selama tahun 2013 = 937.276 jiwa. Berapa CBR-nya ?

CBR = 937.276/45.736.365 x 1000 = 20.49 ( 20 )


Artinya tiap 1.000 penduduk selama satu tahun melahirkan 20 bayi. Perhitungan ini dikatakan
kasar, karena pada penyebut (penduduk) dimasukan semua penduduk, laki-laki, perempuan,
anak-anak dan orang lanjut usia, yang sebenarnya tidak melahirkan bayi.

2. Tingkat Kelahiran Kasar dari Pertumbuhan Alami (The Crude Rate of Natural Increase) ( CRNI )
Seperti yang bisa dibayangkan dari kekhawatiran baru-baru ini tentang ledakan populasi. Nilai
khas dari angka kelahiran kasar lebih tinggi dari nilai khas tingkat kematian kasar. Tingkat
kenaikan alami meningkatkan ukuran kesenjangan ini seperti pada rumus berikut:

CRNI = 1000 x atau k x atau k x

3. Tingkat kesuburan umum (The General Fertility Rate (TFR/GFR))


Kesuburan juga sangat bervariasi dalam sub kelompok populasi, dan umum untuk
menghitung usia spesifik, status perkawinan, dan tingkat kesuburan spesifik lainnya. Tingkat yang
dikonstruksi disebut usia yang dibatasi atau tingkat kesuburan umum (GFR). Ini didefinisikan
sebagai jumlah kelahiran pada tahun tertentu yang dibagi oleh populasi pertengahan tahun
wanita di kelompok usia 15-44 atau 15-9, meskipun usia 10-49 kadangkadang digunakan. dalam
formula. Tujuan GFR untuk membatasi penyebut calon ibu potensial, tetapi tidak cukup
membatasi untuk analisis yang teliti. tingkat kelulusan dalam kelompok usia lima tahun mungkin
berbeda untuk dua populasi namun mungkin memiliki tingkat kesuburan umum yang sama jika
komposisi usia wanita di tahun-tahun melahirkan berbeda untuk dua populasi.

Kelemahan perhitungan ini adalah walaupun sudah dikelompokkan pada wanita usia 15 – 49
tahun, tetapi tidak dikelompokkan pada tiap kelompok umur tersendiri karena yang muda dan
yang tua memiliki angka fertilitas yang berbeda.Sedang kebaikannya, perhitungan ini, lebih
cermat dari pada CBR, sebab penduduk hanya wanita yang berumur 15 – 49 tahun atau wanita
subur.

TFR/GFR = 1000 x
Keterangan :
B : jumlah kelahiran selama 1 tahun
P : jumlah penduduk wanita umur 15-49 th pada pertengahan tahun
K : bilangan konstan, biasanya 1000
Contoh
Penduduk Jawa Barat pada pertengahan tahun 2013 sebesar 45.736.365 juta jiwa
,penduduk wanita umur 15-49 tahun sebesar 22.534.460 juta sedang jumlah kelahiran selama
tahun 2013 = 937.276 jiwa. Berapa GFR-nya ?
GFR = 1000 x 937.276/ 22.534.460 = 41.59 (42)
Artinya tiap 1.000 wanita umur 15 – 49 tahun selama satu tahun melahirkan 42 bayi di Jawa
Barat.

4. Angka Kelahiran Menurut Kelompok Umur (Age Specific Fertility Rates)


Angka Kelahiran Menurut Kelompok Umur (Age Specific Fertility Rates) adalah banyaknya
kelahiran tiap seribu wanita pada kelompok tertentu. Tingkat kesuburan usia tertentu dalam
rentang usia 15-49, ada perbedaan mencolok dalam kesuburan wanita dari berbagai usia. Untuk
alasan ini, biaya untuk menghitung tingkat kesuburan untuk setiap kelompok umur atau usia.

ASFR = 1000 x atau nFx k =kx

Keterangan:
B: jumlah kelahiran dari perempuan pada kelompok umur i pada tahun tertentu
P : jumlah penduduk perempuan pada kelompok umur i pada pertengahan tahun

k : bilangan konstan, biasanya 1.000


Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk indonesia adalah

sebagai berikut:

1). Kelahiran (Natalitas)

Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang menghambat

kelahiran (anti natalitas) dan yang mendukung kelahiran (pro natalitas). Glowaki dan

Richmond (2007), menyatakan anti natalitas adalah sebesarapa besar angka partisipasi

angkatan kerja wanita dan serta biaya-biaya anak sementara yang pro natalitas adalah

lamanya cuti setelah melahirkan, kompensasi, serta akses yang lebih baik pada anak.

Sebagai contoh bahwa Fungsi APBN maupun APBD dapat dijadikan instrumen untuk

menstimulus sektor riil maupun finansial guna menyerap angkatan kerja yang luas dengan

membuka angka partisipasi wanita dalam segala lapangan pekerjaan.

2). Kematian (Mortalitas)

Kematian merupakan salah satu diantara tiga komponen demografi yang dapat

mempengaruhi perubahan penduduk. Informasi tentang kematian penting, tidak saja bagi

Pemerintah melainkan juga baik pihak swasta, yang terutama berkecimpung dalam bidang

ekonomi dan kesehatan. Data kematian sangat diperlukan antara lain untuk proyeksi

penduduk guna perancangan pembangunan. misalnya, perencanaan fasilitas perumahan,

fasilitas pendidikan, dan jasa-jasa lainnya untuk kepentingan masyarakat. data kematian

juga diperlukan untuk kepentingan evaluasi terhadap program-program kebijakan

kependudukan.

3). Perpindahan penduduk (migrasi)

Migrasi ada dua,migrasi yang dapat menambah jumlah penduduk disebut migrasi

masuk(imigrasi),dan yang dapat mengurangi jumlah penduduk disebut imigrasi

keluar(emigrasi).

Rumus Laju Pertumbuhan Penduduk :

r = {(Pt/P0)(1/t)- 1}x100 dimana :

r = Laju pertumbuhan penduduk Pt =

Jumlah penduduk pada tahun ke –t P0 =

Jumlah penduduk pada tahun dasar t =

Selisih tahun Pt dengan P0