Anda di halaman 1dari 2

Populasi dalam penelitia adalah (misalnya manusia; klien) yang memenuhi kriteria yang telah

ditetapkan.Contoh: semua klien yang telah menjalani operasi Jantung di rumah sakit.

Pembagian Populasi

Pembagian populasi menurut Sastroasmoro & Ismail (1995) meliputi: populasi target dan populasi
terjangkau.

1. Populasi target
Populasi target adalah populasi yang memenuhi kriteria sampling dan menjadi sasaran akhir
peneliti. Populasi menurut Polit dan Hungler (1999) target bersifat umum dan biasanya pada
eneliti klinis dibatasi oleh karakteristik demografis (meliputi jenis kelamin atau usia). Misalnya,
kita mempunyai kelompok populasi target pada klien diabetes melitus di Surabaya
2. Populasi terjangkau (Accesible Population)
Populasi terjangkau adalah populasi yang memenuhi kriteria penelitian dan biasanya dapat
dijangkau oleh peneliti dari kelompoknya. Misalnya, semua klien diabetes melitus yang menjadi
anggota akses di Surabaya. Peneliti biasanya menjadikan sampel pada populasi target tersebut
dan diharapkan dapat dipergunakan untuk mewakili kelompok populasi klien diabetes melitus
yang ada di Surabaya.

Subjek penelitian karakteristik Contoh

Dibatasi oleh karakteristik Stres hospitalisasi


Populasi target
Klinis dan demografis pada anak (jumlah

Tidak terbatas)

Dibatasi oleh tempat Stres hospitalisasi


Populasiterjangkau
dan waktu pada anak di RSUD
Sampling:
Probabilitas acak Dr. Soetomo (58/bulan)
1.simple
2.cluster
3.Sistematis Dipilih secara acak 30 anak yang mengalami
Sampel
4.strartified
Stress hospitalisasi
Kriteria populasi

Dalam mendefinisikan populasi, peneliti harus berfokus pada criteria yang harus ditetapkan.

Dasar pertimbangan penentuan criteria populasi, meliputi:

a. Biaya. Jika kita ingin meneliti pada populasi suku Madura,bmaka penelitian harus belajar budaya
dan bahasa Dayak yang dapat terjadi interaksi dengan baik. Keadaan tersebut memerlukan waktu
yang lama sehingga juga memerlukan biaya tambahan.
b. Praktik. Kesulitan dalam melibatkan populasi ebagai subjek karena berasal dari daerah yang sulit
dijangkau (misalnya, masyarakat Dayak yang tinggal terpencil dipegunungan)
c. Kemampuan orang untuk berpartisipasi dalam penelitian. Kondisi kesehatan seseorang yang
menjadi subjek harus dijadikan bahan pertimbangan dalam penentuan populasi. Misalnya orang
dengan gangguan mental, tidak sadar, dan kondisi mental yang tidak stabil perlu
dikeluarkansebagai criteria populasi.
d. Pertimbangan rancangan penelitian. Pada penelitian dengan menggunakan rancangan
eksperimen, maka diperlukan populasi yang mempunyai kriteria homogenitas dalam upaya untuk
mengendalikan variabel random, perancu, dan variabel lainnya yang akan mengganggu dalam
penelitian.

Penggunaan kriteria tersebut dapat digunakan untuk mendefinisikan suatu populasi dalam
penelitian dan mempunyai dampak dalam mengintepretasi dan melakukan generalisasi hasil.