Anda di halaman 1dari 8

KERANGKA ACUAN

KEGIATAN PELATIHAN KADER KESEHATAN LINGKUNGAN


TAHUN 2017

I. PENDAHULUAN
Seorang kader kesehatan adalah warga tenaga sukarela dalam bidang kesehatan
yang langsung dipilih oleh dan dari para masyarakat yang tugasnya membantu
dalam pengembangan kesehatan masyarakat

II. LATAR BELAKANG


Kader kesehatan masyarakat adalah laki-laki atau wanita yang dipilih oleh
masyarakat dan dilatih untuk menangani masalah-masalah kesehatan
perseorangan maupun masyarakat untuk berkerja dalam hubungan yang amat
dekat dengan tempat-tempat pemberian pelayanan kesehatan.
Kader merupakan tenaga masyarakat yang dianggap paling dekat dengan
masyarakat departemen kesehatan membuat kebijakan mengenai latihan untuk
kader yang dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan, menurunkan angka
kematian ibu dan anak.

III. TUJUAN
Adapun tujuan dari pembentukan kader kesehatan adalah untuk menyukseskan
pembangunan nasional di bidang kesehatan

IV. KEGIATAN
Kegiatan pelatihan kader kesling meliputi sebagai berikut :
1. Tahap Persiapan
a. Menyiapkan Modul Pelatihan (Materi, Pretes dan Postes, serta Rencana
Tindak Lanjut/RTL)
b. Menyiapkan Undangan kegiatan (undangan untuk peserta dan tamu undangan
pembukaan)
c. Menyiapkan spanduk Pelatihan
d. Menyiapkan tempat kegiatan
2. Tahap Pelaksanaan
a. Pembukaan, dibuka oleh Kepala Bidang PKPKL DKK
b. Pretes
c. Pemberian materi-materi pelatihan
- Peran dan fungsi kader Kesling
- Konsep dasar kesehatan lingkungan
- Penilaian Rumah Sehat
- Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)
d. Praktek Lapangan, dengan melakukan penilaian rumah sehat
e. Diskusi dan tanya jawab hasil kegiatan baik pada saat paparan materi maupun
hasil praktek lapangan
f. Postes dan Rencana Tindak Lanjut (RTL)
g. Penutupan
3. Tahap Pelaporan
a. Secara keseluruhan kegiatan pelatihan kader kesling tingkat Kecamatan
Kebun tebu berjalan baik, dari
hasil pretes rata2 peserta sebesar 54%, setelah pelatihan dilakukan postes hasil
rata2 peserta sebesar
86%, sehingga ada peningkatan pengetahuan kader kesehatan
lingkungan (kesling) dan pelatihan
tersebut dapat dinyatakan berhasil
4. Dokumentasi Kegiatan

V. CARA PELAKSANAAN
Diadakannya kegiatan penyuluhan dan Pelatihan Kader Kesehatan Lingkungan

VI. SASARAN
Kader Posyandu

VII. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN


29 Mei 2017

VIII. RENCANA PEMBIAYAAN


Dana didapatkan dari dana BOK

IX. EVALUASI PELAKSANAAN


Kegiatan telah dilaksanakan dan dapat dilakukan penyuluhan kembali

X. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN


Pelaporan sesuai jadwal dan kegiatan

Mengetahui,
Kepala UPT Puskesmas Kebun Tebu Penanggung jawab UKM

Subiyanto, S.Kep Hendri Saputra, S.kep.


NIP. 19820805 2008 1 001 NIP: 197206281998031004
Pelatihan Kader Kesling

Pertama kalinya Dinas Kesehatan Kota Semarang melalui Seksi Penyehatan Air, Tempat-
Tempat Umum dan Kesehatan Lingkungan melaksanakan pelatihan kader Kesehatan
lingkungan (Kesling) tingkat Kecamatan Gunungpati pada tanggal 17-18 Maret 2015.
Kegiatan pelatihan Kader Kesling ini diikuti oleh 16 peserta dari 16 Kelurahan wilayah
Kecamatan Gunungpati. Program Pelatihan Kader Kesling ini dibiayai oleh anggaran APBD
II Kota Semarang tahun 2015, dengan Sanitarian Puskesmas Gunungpati Selaku panitia
pelaksana kegiatan Pelatihan Kader Kesling tingkat kecamatan Gunungpati.

Kegiatan pelatihan kader kesling meliputi sebagai berikut :


1. Tahap Persiapan
a. Menyiapkan Modul Pelatihan (Materi, Pretes dan Postes, serta Rencana Tindak
Lanjut/RTL)
b. Menyiapkan Undangan kegiatan (undangan untuk peserta dan tamu undangan
pembukaan)
c. Menyiapkan spanduk Pelatihan
d. Menyiapkan tempat kegiatan
2. Tahap Pelaksanaan
a. Pembukaan, dibuka oleh Kepala Bidang PKPKL DKK Kota Semarang
b. Pretes
c. Pemberian materi-materi pelatihan
- Peran dan fungsi kader Kesling
- Konsep dasar kesehatan lingkungan
- Penilaian Rumah Sehat
- Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)
d. Praktek Lapangan, dengan melakukan penilaian rumah sehat
e. Diskusi dan tanya jawab hasil kegiatan baik pada saat paparan materi maupun hasil
praktek lapangan
f. Postes dan Rencana Tindak Lanjut (RTL)
g. Penutupan
3. Tahap Pelaporan
a. Secara keseluruhan kegiatan pelatihan kader kesling tingkat Kecamatan Gunungpati
berjalan baik, dari
hasil pretes rata2 peserta sebesar 54%, setelah pelatihan dilakukan postes hasil rata2
peserta sebesar
86%, sehingga ada peningkatan pengetahuan kader kesehatan lingkungan (kesling) dan
pelatihan
tersebut dapat dinyatakan berhasil
4. Dokumentasi Kegiatan

PEMBINAAN KADER

1.Pengertian Kader
Kader kesehatan masyarakat adalah laki-laki atau wanita yang dipilih oleh masyarakat dan dilatih
untuk menangani masalah-masalah kesehatan perseorangan maupun masyarakat untuk berkerja
dalam hubungan yang amat dekat dengan tempat-tempat pemberian pelayanan kesehatan.
Kader merupakan tenaga masyarakat yang dianggap paling dekat dengan masyarakat departemen
kesehatan membuat kebijakan mengenai latihan untuk kader yang dimaksudkan untuk
meningkatkan pengetahuan, menurunkan angka kematian ibu dan anak. Para kader kesehatan
masyarakat itu seyogyanya memiliki latar belakang pendidikan yang cukup sehingga memungkinkan
mereka untuk membaca, menulis dan menghitung secara sedarhana.
Kader kesehatan masyarakat bertanggung jawab atas masyarakat setempat serta pimpinan yang
ditujuk oleh pusat-pusat pelayanan kesehatan. Diharapkan mereka dapat melaksanakan petunjuk
yang diberikan oleh para pembimbing dalam jalinan kerja dari sebuah tim kesehatan.
Para kader kesehatan masyarakat untuk mungkin saja berkerja secara fullteng atau partime dalam
bidang pelayanan kesehatan dan mereka tidak dibayar dengan uang atau bentuk lainnya oleh
masyarakat setempat atau oleh puskesmas. Namun ada juga kader kesehatan yang disediakan
sebuah rumah atau sebuah kamar serta beberapa peralatan secukupnya oleh masyarakat setempat.

2.Peran Fungsi Kader


Peran dan fungsi kader sebagai pelaku penggerakan masyarakat:
a.perilaku hidup bersih dan sehat
b.pengamatan terhadap masalah kesehatan didesa
c.upaya penyehatan dilingkungan
d.peningkatan kesehatan ibu, bayi dan balita
e.permasyarakatan keluarga sadar gizi

Kader di tunjukan oleh masyarakat dan biasanya kader melaksanakan tugas-tugas kader kesehatan
masyarakat yang secara umum hampir sama tugasnya dibeberapa Negara yaitu:
1. pertolongan pertama pada kecelakaan dan penanganan penyakit yang ringan
2. melaksanakan pengobatan yang sederhana
3. pemberian motivasi dan saran-saran pada ibu-ibu sebelum dan sesudah melahirkan
4. menolong persalinan
5. pemberian motivasi dan saran-saran tentang perawatan anak
6. memberikan motivasi dan peragaan tentang gizi
7. program penimbangan balita dan pemberian makanan tambahan
8. pemberian motivasi tentang imunisasi dan bantuan pengobatan
9. melakukan penyuntikan imunisasi
10.pemberian motivasi KB
11.membagikan alat-alat KB
12.pemberian motivasi tentang sanitasi lingkungan,kesehatan perorangan dan kebiasaan sehat
secara umum.
13.pemberian motivasi tentang penyakit menular,pencegahan dan perujukan.
14.pemberian motivasi tentangperlunya fall up pada penyakit menular dan perlunya memastikan
diagnosis.
15.penenganan penyakit menular.
16.membantu kegiatan di klinik.
17.merujuk penderita kepuskesmas atau ke RS
18.membina kegiatan UKS secara teratur
19.mengumpulkan data yang dibutuhkan oleh puskesmas membantu pencatatan dan pelaporan.

3.pembentukan kader
Mekanisme pembentukan kader membutuhkan kerjasama tim. Hal ini disebabkan karena kader yang
akan dibentuk terlebih dahulu harus diberikan pelatihan kader. Pelatihan kader ini diberikan kepada
para calon kader didesa yang telah ditetapkan. Sebelumnya telahdilaksanakan kegiatan persiapan
tingkat desa berupa pertemuan desa, pengamatan dan adanya keputusan bersama untuk
terlaksanakan acara tersebut. Calon kader berdasarkan kemampuan dan kemauan berjumlah 4-5
orang untuk tiap posyandu. Persiapan dari pelatihan kader ini adalah:
a. calon kader yang kan dilatih
b. waktu pelatihan sesuai kesepakatan bersama
c. tempat pelatihan yang bersih, terang, segar dan cukup luas
d. adanya perlengkapan yang memadai
e. pendanaan yang cukup
f. adanya tempat praktik ( lahan praktik bagi kader )

Tim pelatihan kader melibatkan dari beberapa sector. Camat otomatis bertanggung jawab terhadap
pelatihan ini, namun secara teknis oleh kepala puskesmas. Pelaksanaan harian pelatihan ini adalah
staf puskesmas yang mampu melaksanakan. Adapun pelatihannya adalah tanaga kesehatan, petugas
KB (PLKB), pertanian, agama, pkk, dan sector lain.
Waktu pelatihan ini membutuhkan 32 jam atau disesuaikan. Metode yang digunakan adalah
ceramah, diskusi, simulasi, demonstrasi, pemainan peran, penugasan, dan praktik lapangan. Jenis
materi yang disampaikan adalah:
a. pengantar tentang posyandu
b. persiapan posyandu
c. kesehatan ibu dan anak
d. keluarga berencana
e. imunisasi
f. gizi
g. penangulangan diare
h. pencatatan dan pelaporan

Strategi menjaga Eksistensi Kader

Setelah kader posyandu terbentuk, maka perlu ada nya strategi agar mereka dapat selalu eksis
membantu masyarakat dibidang kesehatan.
a. refresing kader posyandu pada saat posyandu telah selesai dilaksanakan oleh bidan desa maupun
petugas lintas sector yang mengikuti kegiatan posyandu
b. adanya perubahan kader posyandu tiap desa dan dilaksanakan pertemuan rutin tiap bulan secara
bergilir disetiap posyandu
c. revitalisasi kader posyandu baik tingkat desa maupun kecamatan. Dimana semua kader di undang
dan diberikan penyegaran materi serta hiburan dan bisa juga diberikan rewards.
d. Pemberian rewards rutin misalnya berupa kartu berobat gratis kepuskes untuk kader dan
keluarganya dan juga dalam bentuk materi yang lain yang diberikan setiap tahun

Para kader kesehatan yang bekerja dipedesaan membutuhkan pembinaan atau pelatihan dalam
rangka menghadapi tugas-tugas mereka, masalah yang dihadapinya.

Pembinaan atau pelatihan tersebut dapat berlangsung selama 6-8 minggu atau bahkan lebih lama
lagi. Salah satu tugas bidan dalam upaya menggerakkan peran serta masyarakat adalah
melaksanakan pembinaan kader.
Adapun hal-hal yang perlu disampaikan dalam pembinaan kader adalah :
a. Pemberitahuan ibu hamil untuk bersalin ditenaga kesehatan ( promosi bidan siaga)
b. Pengenalan tanda bahaya kehamilan, persalinan dan nifas serta rujukannya.
c. Penyuluhan gzi dan keluarga berencana
d. Pencatatan kelahiran dan kematian bayi atau ibu
e. Promosi btabulin, donor darah berjalan,ambulan desa,suami siaga,satgas gerakan saying ibu.

Pembinaan kader yang dilakukan bidan didalamnya berisi tentang perran kader adalah dalam daur
kehidupan wanita dari mulai kehamilan sampai dengan masa perawatan bayi. Adapun hal-hal yang
perlu disampaikan dalam persiapan persalinan adalah sebagai berikut :
a. Sejak awal, ibu hamil dan suami menentukan persalinan ini ditolong oleh bidan atau dokter
b. Suami atau keluarga perlu menabung untuk biaya persalinan.
c. Ibu dan suami menanyakan kebidan atau kedokter kapan perkiraan tanggal persalinan
d. Jika ibu bersalin dirumah, suami atau keluarga perlu menyiapkan terang, tempat tidur dengan alas
kain yang bersih, air bersih dan sabun untuk cuci tangan, handuk kain, pakaian kain yang bersih dan
kering dan pakaian ganti ibu.

Pembinaan kader yang dilakukan bidan yang berisi tentang peran kader dalam deteksi dini tanda
bahaya dalam kehamilan maupun hal-hal berikut ini.
Perdarahan ( hamil muda dan hamil tua)
Bengkan dikaki, tangan, wajah, atau sakit kepala kadang disertai kejang
Demam tinggi
Keluar air ketuban sebeleum waktunya
Bayi dalam kandungan gerakannya berkurang atau tidak bergerak
Ibu muntah terus dan tidak mau makan