Anda di halaman 1dari 5

BELA NEGARA

 Bela Negara adalah sebuah konsep yang disusun oleh perangkat perundangan dan
petinggi suatu Negara tentang patriotism seseorang, suatu kelompok, atau seluruh
komponen dari suatu Negara dalam kepentingan mempertahankan eksistensi Negara
tersebut. Secara umummya, bela Negara merupakan segala upaya baik itu fisik
ataupun non fisik yang dilakukan dengan tujuan untuk mencegah atau menghadapi
segala ancaman demi pertahanan dan persatuan Negara.

 Secara fisik, hal ini dapat diartikan sebagai usaha pertahanan menghadapi serangan
fisik atau agresi dari pihak yang mengancam Negara tersebut. Sedangkan konsep non
fisik diartikan sebagai upaya untuk ikut serta berperan aktif dalam memajukan bangsa
dan Negara, baik melalui pendidikan, moral, social maupun peningkatan
kesejahteraan orang-orang yang menyusun bangsa tersebut.

 Landasan hukum Bela Negara:


a) Landasan idiil, landasan idiil dari bela Negara adalah Pancasila. Terkhusus
sila ke-3 yaitu “Persatuan Indonesia” yang mewajibkan setiap warga Negara
untuk memiliki rasa persatuan dan kesatuan baik dalam arti ideology,
ekonomi, social budaya, memiliki nilai patriotism, menjunjung tinggi tradisi
kejuangan, dan kerelaan berkorban dalam membela bangsa dan Negara.
b) Landasan konstitusional, landasan konstitusional bela Negara adalah UUD
1945. Lebih khusus dibahas pada:
o Pasal 27 Ayat (3) UUD 1945 “Setiap warga Negara berhak dan wajib
ikut serta dalam upaya pembelaan Negara”.
o Pasal 30 Ayat (1) UUD 1945, menegaskan bahwa setiap warga
Negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha mempertahankan dan
keamanan Negara.
o Pasal 30 Ayat (2) UUD 1945, “Usaha pertahanan Negara
dilaksanakan melalui sitem pertahanan dan keamanan rakyat semesta
oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik
Indonesia, sebagai kekuatan utama, dan rakyat sebagai kekuatan
pendukung”.
c) Landasan operasional, yaiutu sebagai berikut:
o Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara
Republik Indonesia. Pasal 2 menerangkan bahwa fungsi kepolisian
adalah salah satu fungsi pemerintah Negara dibidang pemeliharaan
keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakkan hukum,
perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
o Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara
Republik Indonesia. Pasal 4 yaitu bahwa kepolisian Negara RI
bertujuan untuk mewujudkan keamanan dalam negeri yang meliputi
terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat, tertib dan
tegaknya hukum, terselenggaranya perlindungan, pengayoman, dan
pelayanan masyarakat, serta tertibnya ketentraman masyarakat, serta
terbinanya ketentraman masyarakat dengan menjunjung tinggi HAM.
o Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang pertahanan Negara.
Pada Pasal b1 yaitu dijelaskan bahwa pertahanan Negara adalah segala
usaha untuk mempertahankan kedaulatan Negara, keutuhan wilayah
NKRI, dan keselamatan segenap bangsa dari ancaman dan gangguan
terhadap keutuhan bangsa dan Negara. Dan pada b2 yaiutu dijelaskan
bahwa sitem pertahanan Negara adalah sistem pertahanan yang
bersifat semesta yang melibatkan seluruh warga Negara, wilayah, dan
sumber daya nasional lainnya serta dipersiapkan secara dini oleh
pemerintah dan diselenggarakan secara total, terpadu, terarah dan
berlanjut untuk menegakkan kedaulatan Negara, keutuhan wilayah,
dan keselamatan segenap bangsa dari segala ancaman.
o Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Dijelaskan
bahwa TNI merupakan tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara
professional. Tentara pejuang adalah tentara yang telah berjuang
menegakkan Negara RI . Tentara nasional adalah tentara yang
berkebangsaan Indonesia yang melaksanakan tugas demi kepentingan
negara diatas kepentingan pribadi, daerah, ras, suku, agama, dan
golongan. Tentara professional adalah tentara yang terlatih, terdidik,
dan dilengkapi secara baik, tidak berpolitik praktis, tidak berbisnis,
dan dijamin kesejahteraannya, serta mengikuti kebijakan politik
Negara dengan prinsip demokrasi, supermasi hukum dan HAM,
ketentuan hukum Internasional yang telah diratifikasi. Tentara rakyat
adalah tentara dimana anggotanya berasal dari warga Negara
Indonesia.
 Pelaksanaan dari unsur dasar Bela Negara:
a) Cinta tanah air
o Mengenal, memahami, dan mencintai wilayah nasional.
o Menjaga tanah dan perkarangan serta seluruh ruang wilayah Indonesia.
o Melestarikan dan mencintai lingkungan hidup.
o Memberi kontribusi pada kemajuan bangsa dan Negara.
o Menjaga nama baik bangsa dan Negara.
b) Kesadaran berbangsa dan bernegara
o Mencintai budaya bangsa dan produk dalam negeri.
o Mengakui, menghargai, dan menghormati bendera merah putih,
lambang Negara, dan lagu Indonesia Raya.
o Menjalankan hak dan kewajiban sesuai perundang-undangan.
c) Meyakini Pancasila sebagai ideology Negara
o Memahami hakekat atau nilai dalam Pancasila.
o Melaksanakan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
o Menjadikan Pancasila sebagai pemersatu bangsa.
d) Rela berkorban bagi bangsa dan Negara
o Gemar membantu sesama warga Negara yang mengalami kesulitan.
o Bersedia mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran untuk kemajuan
bangsa dan Negara.
e) Memiliki kemampuan awal bela Negara
o Secara psikis memiliki kecerdasan emosional yang baik.
o Secara fisik memiliki kondisi kesehatan yang baik dan keterampilan
jasmani untuk mendukung kemampuan awal secara psikis.
 Komponen pertahanan Negara:
1. Komponen utama, yaitu Tentara Nasional Indonesia yang siap digunakan
untuk melaksanakan tugas-tugas pertahanan.
Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 dijelaskan peran, fungsi dan tugas
TNI.
2. Komponen cadangan, adalah sumber daya nasional yang telah disiapkan untuk
dikerahkan melalui mobilitas guna memperbesar dan memperkuat kekuatan
dan kemampuan komponen utama.
3. Komponen pendukung, adalah sumber daya nasional yang dapat digunakan
untuk meningkatkan kekuatan dan kemampuan komponen utama dan
cadangan. Komponen pendukung tidak membentuk kekuatan nyata untuk
perlawanan fisik. Sumber daya nasional terdiri dari sumber daya manusia,
sumber daya alam, dan sumber daya buatan. Sumber daya nasional yang dapat
dimobilisasi dan didemobilisasi terdiri dari sumber daya alam dan sumber
daya buatan, serta sarana dan prasarana nasional yang mencakup berbagai
cadangan materiil strategis, factor geografi dan lingkungan, sarana dan
prasarana di darat, diperairan maupun di udara dengan segenap unsur
pelengkapannya dengan atau tanpa notifikasi.
Komponen pendukung terdiri dari 5 segmen, yaitu para militer, tenaga
ahli/profesi, industry, sumber daya alam dan buatan serta sarana dan
prasarana, juga sumber daya manusia.
 Implementasi Bela Negara di era Reformasi:
o Menjalankan fungsi strategis dengan baik dan benar.
1. Agent of social control
2. Agent of change
3. Iron stock
Dalam hal ini peran kita sebagai mahasiswa sangan dibutuhkan, mulai dari
mahasiswa sebagai social control, sebagai agent of change, dan juga iron
stock. Peran mahasiswa sebagai social control bukan sebagai pengamat,
namun mahasiswa juga dituntut sebagai pelaku dalam masyarakat, karena
tidak bisa dipungkiri bahwa mahasiswa adalah bagian dari masyarakat.
Idealnya, mahasiswa menjadi panutan dalam masyarakat.berlandaskan dengan
pengetahuannya, dengan tingkat pendidikannya, norma-norma yang berlaku.
Namun kenyataan di lapangan berbeda dari yang diharapkan, mahasiswa
cenderung hanya memahami ilmu teori dan sedikit sekali yang berhubungan
dengan masyarakat, walaupun ada sebagian yang melakukan kontak melalui
pengabdian dll. Peran mahasiswa sebagai social control terjadi ketika ada hal
yang tidak beres atau ganjil dalam masyarakat. Maka mahasiswa sudah
selayanya memberontak terhadap keusukan-kebusukan dalam birokrasi yang
selama ini dianggap lazim namun tetap pada batasannya. Mahasiswa sebagai
agent of change adalah mahasiswa sebagai agen dari suatu perubahan. Kondisi
bangsa saat ini jauh dari kondisi ideal. Banyak penyakit masyarakat yang
menghinggapi bangsa ini. Maka sudah seharusnya mahasiswa sebagai penerus
bangsa dan sebagai agen dari suatu perubahan mulai membuka mata kan hal
itu. Sudah seharusnya mahasiswa melakukan perubahan terhadap hal itu.
Perubahan itu sendiri merupakan harga mutlak dan pasti akan terjadi. Dan
mahasiswa akan menjadi garda terdepan dalam hal ini karena dalam
melakukan perubahan tersebut haruslah dibuat metode yang tidak tergesa-
gesa, dimulai dari ruang lingkup terkecil yaitu diri sendiri, lalu menyebar terus
hingga akhirnya sampai ke ruang lingkup yang kita harapkan, yaitu bangsa
ini. Sedangkan peran mahasiswa sebagai iron stock yaitu mahasiswa
diharapkan menjadi manusia-manusia tangguh yang memiliki kemampuan
dan akhlak mulia yang nantinya dapat menggantikan generasi-generasi
sebelumnya. Intinya mahasiswa merupakan asset, cadangan, harapan bangsa
untuk masa depan. Maka untuk mewujudkan hal itu mahasiswa harus lebih
giat memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan baik dari segi keprofesian
atau kemasyarakatan, dan juga mempelajari kesalahan yang terjadi pada
generasi sebelumnnya.
o Membangun dan meningkatkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas:
1. Kognitif
2. Afektif
3. Psikomotorik
Dalam era reformasi ini, dibutuhkan upaya untuk terus membangun dan
meningkatkan sumber daya manusia dari segi kognitif, afektif, dan
psikomotorik. Hal ini bertujuan untuk menciptakan daya saing yang kuat
dengan bangsa lain dalam kemajuan bangsa. Sumber daya manusia harus
diupayakan untuk terus ditingkatkan dengan cara pelatihan, sosialisasi dan
yang lainnya. Karena seperti yang terlihat saat ini bangsa Indonesia memiliki
tingkat sumber daya manusia yang minim. Hal ini menyebabkan, sumber daya
alam yang melimpah tidak dapat dimaksimalkan karena sumber daya manusia
yang minim.
o Meningkatkan dan membangun kontribusi positif dalam pembangunan. Untuk
menciptakan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, maka kita sebagai
masyarakat harus berkontribusi dalam hal-hal yang berkaitan untuk pemersatu
bangsa. Sebagai warga Negara kita harus berfikir apa yang sudah kita berikan
untuk bangsa ini sedangkan telah begitu banyak hal yang kita dapatkan dari
bangsa ini. Jadi kita sebagai warga Negara dituntut untuk melakukan
kontribusi positif walupun sederhana namun sangat berharga dalam hal
pembangunan bangsa.
o Ikut serta menjaga stabilitas keamanan Negara. Memiliki rasa cinta terhadap
bangsa sehingga kita akan menjaga bangsa kita. Kita sebagai warga Negara
harus selektif dalam menanggapi hal yang menyebabkan perpeacahan atau hal
yang membangun persatuan. Seperti sekarang, warga Negara mudah sekali
terpancing dengan isu-isu hoax yang tersebar, dimana tujuannya adalah
memecah belah bangsa. Maka, kita sebagai warga Negara haruslah bersikap
kritis dalam menanggapi sesuatu hal. Bertindak sesuai logika, tidak
mengedepankan emosi atau ego sendiri.
o NKRI sebagai Harga Mati, semboyan itu harus tertanam dalam diri setiap
warga Negara. Maka, jika ada ancaman baik dari luar maupun dalam yang
berkaitan dengan memecah belah bangsa, maka kita sebagai warga Negara
akan berada dititik terdepan untuk mencegah dan membela bangsa dari
ancaman tersebut.