Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN ANALISA SINTESA PEMASANGAN ELECTROCARDIOGRAPH (EKG)

PADA KLIEN Ny. S DENGAN CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF)


DI IGD RSUD WONGSONEGORO
KOTA SEMARANG

DISUSUN OLEH :

ARFAN ABDULLAH
NIM : G3A019007

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
2019
ANALISA SINTESA TINDAKAN KEPERAWATAN
PEMASANGAN EKG

Nama Mahasiswa : Arfan Abdullah Tanggal : 10 September 2019


Tempat : IGD RSUD KRMT Wongsonegoro
NIM : G3A019007

1. IDENTITAS KLIEN
Nama Klien : Ny. S
Umur : 47 tahun
Alamat : Klipang

2. DIAGNOSA MEDIS : Congestive Heart Failure (CHF)

3. DASAR PEMIKIRAN

Gagal jantung adalah suatu kondisi dimana jantung mengalami kegagalan dalam memompa darah
guna mencukupi kebutuhan sel-sel tubuh akan nutrien dan oksigen secara adekuat (Udjianti, 2010).
CHF adalah suatu ketidakmampuan jantung mempertahankan curah jantung yang memadai dari
salah satu atu kedua ventrikel sehingga terjadi kongesti dan overdistensi vena serta organ-organ
tertentu oleh darah (Hinchliif, 1999)..

4. ANALISA SINTESA

EKG
5. TINDAKAN KEPERAWATAN YANG DILAKUKAN
 Pemasangan EKG

Rasional : Pasien dengan gangguan perfusi jaringan kardiopulmoner harus segera dilakukan tindakan
EKG untuk mengetahui ada atau tidaknya kelainan di jantung dan keseimbangan antara ventilasi
sirkulasi darah, Rekaman kompleks yang mencerminkan penyebaran keseluruhan aktivitas di seluruh
jantung sewaktu depolarisasi dan repolarisasi.

6. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Ketidakefektifan perfusi jaringan kardiopulmoner berhubungan dengan ketidakseimbangan antara
ventilasi sirkulasi darah

7. DATA FOKUS
DS:
▪ Klien mengatakan nyeri dada.
▪ Klien juga mengatakan detak jantung dapat dirasakan dengan kuat
DO:
▪ TD : 135/90 mmHg
▪ N : 110x/menit
▪ T : 370C
▪ RR : 30 x/menit
▪ Klien tampak sadar, mengatakan sesak dan nyeri di dada
▪ Klien tampak lemas

8. PRINSIP TINDAKAN dan RASIONAL


Prinsip tindakan pemasangan EKG adalah bersih
a. Persiapakan alat
1. Mesin EKG dilengkapai dengan 3 kabel
- Kabel untuk listrik
- Kabel untuk ground (untuk bumi)
- Kabel untuk pasien (terdiri dari 10 kabel) : 4 kabel untuk ektremitas dan 6 kabel untuk
precordial
2. Plat elektrode yaitu:
Empat buah elektrode ektremitas
Enam buah elektrode isap
3. Kassa/ kapas alkohol
4. Jelly
5. Kertas EKG
6. Tissue

b. Prosedur kerja
1. Tahap preinteraksi
2. Tahap orientasi
3. Tahap kerja
- Jaga privacy
- Pasang elektroda pada tubuh klien dengan lebih dahulu memberikan gel pada permukaan
elektroda.
a. Kabel RA (merah) dipergelangan tangan kanan
b. Kabel LA (kuning) dipergelangan tanagan kiri
c. Kabel LL (hijau) dipergelangan kaki kiri
d. Kabel RL (hijau) dipergelangan kaki kanan
e. V1 di ruang interkosta 4 kanan tepi kanan sternum
f. V2 di ruang interkosta 4 kiri tepi kiri sternum
g. V3 di pertengahan V2 dan V4
h. V4 diperpotongan antara linea mediaklavikularis kiri dengan ruang interkosta ke 5 kiri
i. V5 diperpotongan antara linea axilaris anterior kiri dengan interkosta 5 kiri
j. V6 diperpotongan antara linea axilaris media kiri dengan interkostalis 5 kiri
- Hidupkan mesin
- Setelah semua lead sudah terekam dalam kertas EKG, matikan mesin EKG, tulis identitas
pasien pada kertas grafik EKG.
- Lepaskan semua elektrode yang ada di tubuh klien
- Bersihkan badan klien dari sisa gel dengan tisu
- Rapihkan posisi klien

9. TUJUAN TINDAKAN
- Mendeteksi kelainan irama jantung dan aktivitas listrik di jantung
- Melihat seberapa baik katup jantung bekerja
- Menilai tingkat keparahan penyakit arteri koroner yang dimiliki pasien
- Menilai seberapa efektif rencana pengobatan jantung yang sudah dilakukan
- Mengevaluasi denyut jantung dan tekanan darah
- Menentukan prognosis seseorang terkena serangan jantung atau meninggal akibat penyakit jantung
10. EFEK / KOMPLIKASI YANG TERJADI DARI TINDAKAN KEPERAWATAN DAN
PENCEGAHANYA
Pada dasarnya, elektrokardiogram adalah prosedur yang aman untuk dilakukan. Tes kesehatan ini
tidak menimbulkan risiko terkena sengatan listrik selama tes karena elektroda yang dipasang pada
tubuh tidak akan memancarkannya. Elektroda ini merekam aktivitas listrik jantung, sehingga efek
samping dari elektrokardiogram pun dianggap sangat kecil.
Kamu mungkin merasa sedikit tidak nyaman ketika elektroda dilepas dari tubuh, terasa seperti
perban yang dilepas. Pada kondisi yang sangat jarang terjadi efek samping dari elektrokardiogram
dalam kaitannya dengan perekat elektroda menyebabkan kemerahan atau bahkan pembengkakan pada
bagian tubuh yang diletakkan.
Bisa dikatakan, prosedur pemeriksaan kesehatan jantung dengan elektrokardiogram aman untuk
dilakukan. Tidak ada efek samping dari elektrokardiogram yang sering terjadi. Namun, kamu bisa
menanyakan langsung ke dokter jika tidak yakin akan melakukan tes kesehatan ini
11. EVALUASI

S:
▪ Klien mengatakan nyeri dada.
▪ Klien juga mengatakan detak jantung dapat dirasakan dengan kuat
O:
▪ TD : 135/90 mmHg
▪ N : 110 x/menit
▪ T : 370C
▪ RR : 30 x/menit
▪ Klien tampak sadar, mengatakan sesak dan nyeri di dada
▪ Klien tampak lemas
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan Intervensi

12. KEPUSTAKAAN

▪ Brooker, Dhristine. Kamus Saku Keperawatan Edisi 31. 2001. EGC. Jakarta
▪ Brunner & Suddarth, Buku Ajar Keperawatan Mdikal Bedah, edisi 8, 1997, EGC, Jakarta.
▪ Doenges E. Marlynn, Rencana Asuhan Keperawatan , 2000, EGC, Jakarta.
▪ Gallo & Hudak, Keperawatan Kritis, edisi VI, 1997, EGC, Jakarta