Anda di halaman 1dari 1

PEMBAHASAN

Analisis kandungan BTX dalam sampel bensin (pertalite) secara kromatografi gas yang bertujuan
untuk mengetahui kandungan benzene, toluene, dan xylena dalam bensin. Selain dari pada itu juga
untuk membandingkan kwalitas dari sampel (pertalite) yang di uji dengan standar. Pada dasarnya bensin
atau petroleum adalah cairan yang terdiri dari campuran yang berasal dari minyak bumi dan tersusun
atas hidrokarbon serta digunakan untuk mesin pembakaran yang memiliki karakteristik mengandung
tinggi akan BTX, monoaromatik, dan branxhed alkanes, rendah akan n-alakne, cycloalkane,dan
naphtalane, serta rendah akan PAH (Chen,2016).

Bensin (pertalite) dibuat/diproduksi dengan penambahan naphta hingga memiliki RON


(Research Octane Number) 90 dimana bensin dengan angka oktan tinggi mempunyai periode
penunedaan yang baik (delay period) waktu nyala api busi untuk memperlambat ke bagian yang jauh
dari busi (Budhiarto dan Priangkasa, 2013).

Toluene ditambahkan pada bensin bersamaan dengan benzene dan xylene untuk meningkatkan
nilai oktan. Penambahan BTX pada bensin disesuaikan dengan tujuan RON yang ingin dicapai.
Kontaminasi BTX dalam bahan bakar juga tidak dianjurkan karena akan menjadi sumber pencemaran
dimulai dari emisi gas buang dan pencemaran tanah (ASTDR,2017).

Seperti pada detail karakteristik sifat fisik dan kimia dari pertamax maksimum kandungan
benzene sebesar 5% (b/v) sedangkan untuk batasan kandungan benzene pada pertalite lebih besar dari
5% (b/v) (PT Pertamina,2015).

Dapat dikatakan kandungan benzene yang terdapat pada bensin pertalite tidak lebih dari 5%
(b/v). pengidentifikasian adanya senyawa BTX dalam sampel menggunakan kromatografi gas.
Metodelogi kromatografi gas yang digunakan ini memberikan informasi yang luas mengenai komponen
sampel dengan memungkinkan identifikasi senyawa yang lebih baik berdasarkan informasi structural
walaupun dikatakan BTX ini cocok di identifikasi menggunakan kromatografi gas ini. Tetapi pada saat
pengujiannya kromatogram yang dihasilkan menumpuk dan tidak beraturan, hal ini dikarenakan banyak
senyawaan yang terkandung didalamnya sehingga peak senyawa yang ingin diamati tidak dapat terlihat
karena menumpuk dan sulit diamati. Selain itu dikarenakan pula oleh metode yang digunakan pada
analisi bensin ini belum tepat sehingga belum bias secraa spesifik menampilkan kromatrogam/peak
senyawaan benzene. Sehingga dalam percobaan ini perlu diperhatikan metode yang sikiranya tepatr
untuk mengidentifikasi senyawaan BTX dalam sampel. Dimana kolom yang digunakan sebagai fase diam
yaitu RTX-5 dan suhu yang digunakna 2