Anda di halaman 1dari 14

TUGAS ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS

“PROMOSI KESEHATAN PENANGGULANGAN


KENAKALAN REMAJA”

D
I
S
U
S
U
N

OLEH :

ESRA DESYANA RUMAPEA ( 022017022 )

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ELISABETH


MEDAN
PROGRAM STUDI DIII-KEBIDANAN
2019/2020
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Kenakalan Remaja

Hari / Tanggal : 05 Agustus 2019

Tempat : SMP Negri 1 Marelan

Sasaran : Remaja Putra dan Putri SMP Negri 1 Marelan

Waktu : 10.00 WIB

1. Tujuan Umum

Setelah dilakukan penyuluhan, diharapkan remaja mampu menerapkan

perilaku remaja yang baik dan bermoral

2. Tujuan Khusus

Setelah dilakukan penyuluhan, seluruh remaja mampu :

a. Menjelaskan tentang dampak perilaku kenakalan remaja

b. Menerapkan perilaku remaja yang baik dalam kehidupan sehari-hari

c. Mencegah pergaulan bebas

3. Materi

a. Pengertian tentang kenakalan remaja

b. Dampak dari kenakalan remaja

c. Macam-macam kenakalan remaja

d. Penanggulangan kenakalan remaja

4. Metode

Ceramah dan Tanya jawab


5. Media

 Leaflet

 Laptop

 LCD

Proses Penyuluhan

No Fase Kegiatan Kegiatan keluarga


1. Pra Interaksi Menyiapkan satuan acara Memperhatikan
( 10 menit ) penyuluhan dan leaflet Reinforcement
2. Kerja  Memperkenalkan diri Memperhatikan
( 20 menit )  Mahasiswa memberikan salam dan menanyakan
pembuka hal yang kurang
 Mahasiswa menjelaskan jelas.
kepada para remaja dampak
kenakalan remaja
 Mahasiswa menjelaskan kepada
para remaja cara mencegah
perilaku kenakalan remaja
 Mahasiswa menjelaskan kepada
para remaja tentang penyakit
yang disebabkan oleh perilaku
kenakalan remaja
 Mahasiswa memberikan
kesempatan kepada para remaja
untuk mengajukan pertanyaan

3. Terminasi  Mahasiswa menyimpulkan Menyimpulkan dan


( 10 menit ) kembali penjelasan yang telah menjawab
diberikan pertanyaan yang
 Mengucapkan terima kasih dan diajukan oleh para
memberikan salam. remaja
6. Kriteria Evaluasi

a. Evalusi Struktur

Kesiapan media meliputi :

 Leaflet, laptop, LCD

 Penentuan waktu

 Penentuan tempat

 Pemberitahuan kepada seluruh remaja SMP Negri 1 Marelan

b. Evaluasi Proses

 Seluruh remaja datang tepat waktu

 Kegiatan penyuluhan berjalan tertib

 Para remaja aktif mengajukan pertanyaan

 Seluruh remaja mengikuti kegiatan sampai selesai

c. Evaluasi Hasil

Seluruh remaja dapat menjawab dengan benar 75% dari pertanyaan

penyuluhan
MATERI PENYULUHAN

A. KENAKALAN REMAJA

Remaja didefinisikan sebagai masa peralihan dari masa kanak-kanak ke

masa dewasa. Batasan usia remaja berbeda-beda sesuai dengan sosial budaya

setempat. Menurut WHO (badan PBB untuk kesehatan dunia) batasan usia

remaja adalah 12 sampai 24 tahun. Sedangkan dari segi program

pelayanan,definisi remaja yang digunakan oleh Departemen Kesehatan adalah

mereka yang berusia 10 sampai 19 tahun dan belum kawin.Sementara itu,

menurut BKKBN (Direktorat Remaja dan Perlindungan Hak Reproduksi)

batasan usia remaja adalah 10 sampai 21 tahun.

B. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KENAKALAN REMAJA

a. Kurangnya kasih sayang orangtua

Kesibukan orangtua dengan pekerjaannya membuat remaja terjerumus

kedalam hal-hal negative.

b. Kurangnya Pengawasan

Kebebasan yang diberikan dari orangtua sering disalah artikan oleh remaja

c. Salah Pergaulan
Pergaulan yang salah bisa membuat remaja melakukan hal yang tidak

seharusnya mereka lakukan.

d. Tidak ada bimbingan kepribadian yang baik dapat menyebabkan penurunan

akhlak dan moral remaja

C. MACAM-MACAM KENAKALAN REMAJA

1. Pergaulan Bebas

Pengertian Free Sex

Seks bebas adalah hubungan seksual yang dilakukan diluar ikatan

pernikahan, baik suka sama suka atau dalam dunia prostitusi.

Seks bebas bukan hanya dilakukan oleh kaum remaja bahkan yang telah

berumah tangga pun sering melakukannya dengan orang yang bukan

pasangannya. Biasanya dilakukan dengan alasan mencari variasi seks

ataupun sensasi seks untuk mengatasi kejenuhan.

Seks bebas sangat tidak layak dilakukan mengingat resiko yang

sangat besar. Pada remaja biasanya akan mengalami kehamilan diluar

nikah yang memicu terjadinya aborsi. Ingat aborsi itu sangatlah berbahaya

dan beresiko kemandulan bahkan kematian. Selain itu tentu saja para

pelaku seks bebas sangat beresiko terinfeksi virus HIV yang menyebabkan

AIDS, ataupun penyakit menular seksual lainnya.

Pada orang yang telah menikah, seks bebas dilakukan karena

mereka mungkin hanya sekedar having fun. Biasanya mereka melakukan

perselingkuhan denga orang lain yang bukan pasangan resminya, bahkan

ada juga pasangan suami istri yang mencari orang ketiga sebagai variasi
seks mereka. Ada juga yang bertukar pasangan. Semua kelakuan diatas

dapat dikategorikan seks bebas dan para pelakunya sangat berisiko

terinfeksi virus HIV.

Dampak Seks Bebas terhadap Kesehatan Fisik dan Psikologis Remaja

1. Aborsi

Pengetahuan remaja mengenai dampak seks bebas masih sangat

rendah. Yang paling menonjol dari kegiatan seks bebas ini adalah

meningkatnya angka kehamilan yang tidak diinginkan. Setiap tahun ada

sekitar 2,3 juta kasus aborsi di Indonesia dimana 20 persennya

dilakukan remaja. Di Amerika, 1 dari 2 pernikahan berujung pada

perceraian, 1 dari 2 anak hasil perzinahan, 75 % gadis mengandung di

luar nikah, setiap hari terjadi 1,5 juta hubungan seks dengan pelacuran.

Di Inggris 3 dari 4 anak hasil perzinahan, 1 dari 3 kehamilan berakhir

dengan aborsi, dan sejak tahun 1996 penyakit syphillis meningkat

hingga 486%. Di Perancis, penyakit gonorhoe meningkat 170% dalam

jangka waktu satu tahun. Di negara liberal, pelacuran, homoseksual /

lesbian, incest, orgy, bistiability, merupakan hal yang lumrah bahkan

menjadi industri yang menghasilkan keuntungan ratusan juta US dolar

dan disyahkan oleh undang-undang. Lebih dari 200 wanita mati setiap

hari disebabkan komplikasi pengguguran (aborsi) bayi secara tidak

aman. Meskipun tindakan aborsi dilakukan oleh tenaga ahlipun masih


menyisakan dampak yang membahayakan terhadap keselamatan jiwa

ibu. Apalagi jika dilakukan oleh tenaga tidak profesional (unsafe

abortion). Secara fisik tindakan aborsi ini memberikan dampak jangka

pendek secara langsung berupa perdarahan, infeksi pasca aborsi, sepsis

sampai kematian. Dampak jangka panjang berupa mengganggu

kesuburan sampai terjadinya infertilitas.

Secara psikologis seks pra nikah memberikan dampak hilangnya harga

diri, perasaan dihantui dosa, perasaan takut hamil, lemahnya ikatan

kedua belah pihak yang menyebabkan kegagalan setelah menikah, serta

penghinaan terhadap masyarakat.

2. HIV / AIDS

HIV berada terutama dalam cairan tubuh manusia. Cairan yang

berpotensial mengandung virus HIV adalah darah, cairan sperma, cairan

vagina dan air susu ibu. Sedangkan cairan yang tidak berpotensi untuk

menularkan virus HIV adalah cairan keringat, air liur, air mata dan lain-

lain. Bisa dilihat dari 2 gejala yaitu gejala Mayor (umum terjadi) dan

gejala Minor (tidak umum terjadi) :

Gejala Mayor :

- Berat badan menurun lebih dari 10% dalam 1 bulan

- Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan

- Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan

- Penurunan kesadaran dan gangguan neurologis

- Demensia / HIV ensefalopati


Gejala Minor :

- Batuk menetap lebih dari 1 bulan

- Dermatitis generalisata

- Adanya herpes zostermultisegmental dan herpes zoster berulang

- Kandidias orofaringeal

- Herpes simpleks kronis progresif

- Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita

- Retinitis virus sitomegalo

3. Penyakit Menular Seksual (PMS)

Penyakit menular seksual adalah penyakit yang menyerang

manusia dan binatang melalui transmisi hubungan seksual, seks oral

dan seks anal. Kata penyakit menular seksual semakin banyak

digunakan, karena memiliki cakupan pada arti' orang yang mungkin

terinfeksi, dan mungkin mengeinfeksi orang lain dengan tanda-tanda

kemunculan penyakit. Penyakit menular seksual juga dapat ditularkan

melalui jarum suntik dan juga kelahiran dan menyusui. Infeksi penyakit

menular seksual telah diketahui selama ratusan tahun

Dampak Psikologis

Rasa bersalah, marah, sedih, sesal, malu, kesepian, tidak punya

bantuan,bingung,stres,benci diri sendiri,benci orang yang terlibat,takut

yang tidak jelas, insomnia, kehilangan konsentrasi, depresi, berduka,

tidak punya pengharapan, cemas, tidak memaafkan diri sendiri, takut

hukuman Tuhan, mimpi buruk, merasa hampa, halusinasi.


2. NARKOBA

a. Pengertian

Istilah narkoba / NAPZA adalah singkatan dari narkotika,

psikotropika, bahan-bahan berbahaya dan zat adaptif lainnya.

Yang dimaksud narkotika adalah zat / obat yang berasal dari

tanaman / bukan tanaman baik sintesis maupun semi sintesis

yang dapat menyebabkan penurunan / perubahan kesadaran,

hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri

dan dapat menimbulkan ketergantungan.

b. Jenis – Jenis Narkoba dan Efeknya

a) Putaw, adalah herion yang berkadar rendah, dibuat dari sari bunga

upim

Efek :

1) Badan menjadi kurus

2) Nafsu makan berkurang

3) Sulit berpikir

4) Kelumpuhan

b) Shabu-shabu, bentuknya seperti gula / kristal

Efek :

1) Sulit konsentrasi

2) Terkena gangguan liver

3) Cepat marah

4) Tidak tenang

5) Cepat lelah dan tidak semangat


c) Extasy

Ciri-ciri pemakai :

a. Energik, overacting

b. Mata sayu, pucat

Efek :

1) Susah tidur

2) Syaraf otak rusak

3) Tulang terasa nyeri

c. Faktor Yang Dapat Menimbulkan Ketergantungan Pada Narkoba

1. Sebagai manifestasi dari bentuk gangguan kepribadian dimana ada

kecenderungan untuk memperoleh pemuasan dengan segera,

tindakan-tindakan bertanggung jawab dan tidak berpikir panjang

2. Frustasi toleransi yang rendah

3. Sebagai manifestasi dari tingkah laku di lingkungan, tidak

memperdulikan peraturan-peraturan harapan masyarakat darinya

4. Sebagai usaha untuk mengatasi keadaan yang mengecewakan,

konflik dan stress terhadap keadaan ekonomi, sosial, budaya

5. Sebagai manifestasi ekspresi diri untuk melakukan tindakan yang

mengandung bahaya seperti nyebut, berkelahi, dan lain-lain.

6. Sebagai manifestasi melawan otoritas dari orang tua, guru maupun

norma-norma yang ada.

7. Untuk memenuhi rasa setia kawan.

d. Bahaya Narkoba
1. Merusak otak dan sistem tubuh yang bisa terjadi komplikasi dan

menimbulkan penyakit macam-macam

2. Adanya perubahan perilaku, yang tadinya periang jadi pemurung,

yang rajin jadi malas

3. Terjadi perubahan fisik, badan jadi kurus dan mata merah

4. Mengalami perubahan penampilan, yang tadinya rapi atau cuek,

berantakan

e. Penanggulangan Narkoba

1. Mengadakan kampanye / seminar anti narkoba

2. Melalui pendekatan edukatif, yaitu memadukan antara pihak

keluarga,

sekolah dan masyarakat sebagai pusat-pusat pendidikan anak

3. Melalui pendekatan pendidikan melalui pilar kemasyarakatan

4. Melakukan kegiatan-kegiatan yang positif

D. PENANGGULANGAN KENAKALAN REMAJA

1. Orang tua harus memberikkan perhatian, pengawasan, dan kasih sayang

yang lebih kepada anak dan juga orang tua harus membuka komunikasi dua

arah (mendengarkan dan terbuka) kepadan anak.

2. Memberikan kebebasan yang ada batasannya.

3. Memberikan pendidikan agama kepada remaja.

4. Mengajari remaja agar tidak mudah terpengaruh oleh pergaulan yang

negative
5. Memberikan kegiatan- kegiatan yang positif kepada remaja agar remaja

sibuk dan tidak memiliki waktu untuk melakukan hal-hal yang negative.
DAFTAR PUSTAKA

https://id.scribd.com/doc/211821321/SAP-Kenakalan-Remaja

https://www.google.com/search?q=sex+bebas&safe=strict&client=firefox-b-

d&channel=crow&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiUjfGunLnkA

hWW6nMBHVbQDWIQ_AUIEygC&biw=1366&bih=631#imgrc=w1A6_v5TCu

kMFM: