Anda di halaman 1dari 9

15

BAB III
PELAKSANAAN PENELITIAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN

A. SUBJEK, TEMPAT, WAKTU PENELITIAN DAN PIHAK YANG


MEMBANTU
1. Subjek Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VI SDN Mliriprowo I
Kecamatan Tarik dengan jumlah siswa 27 siswa ,terdiri dari 13 siswa laki-
laki dan 14 siswa perempuan.
2. Tempat Penelitian
Tempat penelitian dilaksanakan pada siswa kelas VI SDN
Mliriprowo I Kecamatan Tarik Kabupaten Sidoarjo. Pemilihan SDN
Mliriprowo I Kecamatan Tarik sebagai lokasi penelitian ini berdasarkan
pertimbangan sebagai berikut:
1. Berdasarkan pengamalan penulis selama melaksanakan kegiatan
pembelajaran di SDN Mliriprowo I Kecamatan Tarik, penulis melihat
bahwa kemampuan siswa kelas VI di sekolah tersebut dalam mengubah
puisi ke dalam bentuk prosa masih rendah.
2. Model pembelajaran STAD dapat melatih siswa dalam
mengembangkan aspek kecakapan sosial, melatih siswa lebih
bertanggung jawab dan membuat siswa lebih aktif dalam mengerjakan
tugas yang diberikan oleh guru baik itu tugas kelompok maupun tugas
individu.
3. Waktu Penelitian
Pelaksanaan perbaikan pembelajaran ini dilaksanakan pada
semester I tahun pelajaran 2016/2017 bulan Oktober 2016 sebanyak 2
siklus dengan perincian sebagai berikut :
- Siklus pertama dilaksanakan pada tanggal 11 Oktober 2016.
- Siklus kedua dilaksanakan pada tanggal 12 Oktober 2016.
4. Pihak Yang Membantu
Dalam melaksanakan penelitian ini, peneliti dibantu oleh Bapak

15
16

Supangkat, S.Pd selaku kepala sekolah dan Ibu Rusmiati, S.Pd.SD selaku
teman sejawat sekaligus sebagai penilai 2
B. DESAIN PROSEDUR PERBAIKAN PENELITIAN
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dimulai dengan siklus pertama yang
terdiri dari empat kegiatan yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan
(acting), pengamatan (observing), dan refleksi (Reflection). (Iskandar : 48)
Adapun model siklus Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan paling
kurang dua siklus adalah sebagai berikut: (Iskandar : 49)

Identikasi masalah

Perencanaan

Refleksi
pelaksanaan
SIKLUS I

Observasi

Permasalahan baru Hasil Refleksi

Perbaikan perencanaan

Refleksi pelaksanaan
SIKLUS II

Observasi

Dilanjutkan ke Siklus
Berikutnya ?

Gambar 3.1 Model Siklus Penelitian Tindakan Kelas (PTK)


17

Penjelasan siklus diatas adalah :


1. Rancangan/rencana awal, sebelum mengadakan penelitian peneliti
menyusun rumusan masalah, tujuan dan membuat rencana tindakan,
termasuk didalamnya instrumen penelitian dan perangkat pembelajaran.
2. Kegiatan dan pengamatan, meliputi tindakan yang dilakukan oleh peneliti
sebagai upaya membangun pemahaman konsep siswa serta mengamati
hasil atau dampak dari diterapkannya metode pembelajaran dengan
menggunakan media tabel.
3. Refleksi, peneliti mengkaji, melihat dan mempertimbangkan hasil atau
dampak dari tindakan yang dilakukan berdasarkan lembar pengamatan
yang diisi oleh pengamat.
4. Rancangan/rencana yang direvisi, berdasarkan hasil refleksi dari
pengamat membuat rancangan yang direvisi untuk dilaksanakan pada
siklus berikutnya.
Sesuai dengan model siklus diatas, maka langkah-langkah kegiatan
dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Siklus I
1. Perencanaan
Berdasarkan latar belakang dan permasalahan yang ditemukan
peneliti pada saat proses pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VI tentang
mengubah puisi menjadi prosa maka disusunlah rancangan tindakan yang
mencakup hal-hal sebagai berikut :
a) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus I.
b) Menyiapkan media yang dibutuhkan untuk pembelajaran.
c) Menyiapkan lembar kerja siswa (LKS)
d) Menyusun perangkat tes hasil belajar siswa yang berkaitan dengan
kemampuan mengubah puisi menjadi prosa
e) Menyiapkan instrumen untuk pengumpulan data berupa pedoman
observasi untuk siswa dan guru.
18

f) Menyiapkan daftar nilai yang akan diperlukan untuk menghimpun data


nilai siswa.

2. Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus I dilaksanakan
pada tanggal 11 Oktober 2016 di kelas VI SDN MLIRIPROWO I dengan
jumlah siswa 27 anak. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai guru.
Tahap pelaksanaan yaitu tahap melaksanakan kegiatan belajar mengajar
dalam mengubah puisi menjadi prosa. Langkah-langkah pada tahapan ini
antara lain :
a) Mengorganisasikan siswa di kelas.
b) Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
c) Menyampaikan materi pembelajaran.
d) Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri dari
4-5 siswa.
e) Masing-masing kelompok diberikan soal tentang mengubah puisi
menjadi prosa.
f) Guru membimbing siswa dalam setiap kelompok dalam menyelesaikan
soal Bahasa Indonesia.
3. Observasi
Observasi yang dilakukan adalah observasi terhadap kegiatan
siswa selama penelitian berlangsung dalam pembelajaran Bahasa
Indonesia tentang mengubah puisi menjadi prosa. Tahapan observasi
antara lain :
a) Mencatat temuan-temuan yang ada selama proses pembelajaran
b) Mengamati proses belajar yang dilakukan oleh siswa
c) Menganalisis hasil yang diperoleh oleh siswa.
4. Refleksi
Refleksi adalah mengkaji, melihat dan mempertimbangkan hasil
atau dampak dari tindakan siklus I yaitu dengan menganalisis hasil tes.
Refleksi dilakukan untuk mengetahui proses belajar mengajar yang sudah
19

dilaksanakan dan mendiskusikan hasil analisis yang diperoleh dari


pengamatan untuk perbaikan pada pelaksanaan siklus II.

Siklus II
1. Perencanaan
Pada tahap ini peneliti merevisi atau memperbaiki kekurangan
yang terjadi selama kegiatan belajar mengajar pada siklus I dan
diharapkan hasil yang akan dicapai dalam silkus II ini lebih baik lagi.
Perencanaan yang dilakukan antara lain :
a. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus II.
b. Menyiapkan media yang dibutuhkan untuk pembelajaran.
c. Menyiapkan lembar kerja siswa (LKS).
d. Menyusun perangkat tes hasil belajar siswa yang berkaitan dengan
kemampuan mengubah puisi menjadi prosa.
e. Menyiapkan instrumen untuk pengumpulan data berupa pedoman
obsevasi untuk siswa dan guru.
f. Menyiapkan daftar nilai yang diperlukan untuk menghimpun nilai
siswa.
2. Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus II
dilaksanakan pada tanggal 12 Oktober 2019 di kelas VI SDN
MLIRIPROWO I dengan jumlah siswa 27 anak. Tindakan yang dilakukan
peneliti dalam siklus II adalah memberikan umpan balik mengenai hasil
yang diperoleh pada siklus I. Pada pembelajaran siklus II ini disertai
pemberian pemecahan kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan
mengubah puisi menjadi prosa. Pelaksanaan tindakan pada tahap ini
mengacu pada perencanaan yang telah dibuat pada siklus I, dengan
langkah-langkah sebagai berikut :
a. Mengorganisasikan siswa di kelas.
20

b. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.


c. Menyampaikan materi pembelajaran.
d. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri dari
4-5 siswa.
e. Masing-masing kelompok diberikan soal tentang mengubah puisi
menjadi prosa.
f. Guru membimbing siswa dalam setiap kelompok dalam menyelesaikan
soal Bahasa Indonesia.
3. Observasi
Pengamatan pada siklus II ini dilakukan sama seperti pada siklus I.
Data pengamatan pada siklus II ini diperoleh melalui tes, yang digunakan
untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal
mengubah puisi menjadi prosa, serta peningkatannya setelah dilakukan
pembelajaran selama dua siklus.
4. Refleksi
Pada siklus II diharapkan hasil belajar yang dicapai siswa harus
lebih baik dari siklus I dan diharapkan mengalami peningkatan sesuai
dengan criteria ketuntasan minimal. Disamping itu, siswa yang sudah baik
diharapkan untuk membantu temannya yang belum memahami tentang
cara mengubah puisi menjadi prosa.

C. INSTRUMEN PENELITIAN
Kegiatan penelitian ini dilakukan dengan beberapa instrumen
penelitian antara lain :
1. Tes
Tes dilaksanakan untuk mengumpulkan informasi tentang
pemahaman siswa terhadap materi mengubah puisi ke dalam bentuk
prosa. Adapun tes yang dilaksanakan dalam penelitian ini meliputi:
a) Tes awal, yaitu tes yang dilaksanakan sebelum proses pembelajaran
materi mengubah puisi ke dalam bentuk prosa dengan menggunakan
model pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Divisions)
21

dilaksanakan. Adapun kegunaan pelaksanaan tes awal ini adalah untuk


mengetahui pengetahuan prasyarat yang dimiliki oleh siswa berkaitan
dengan materi mengubah puisi ke dalam bentuk prosa yang akan
disajikan juga sebagai dasar dalam pembentukan kelompok.
b) Tes akhir setiap tindakan, yaitu tes yang dilaksanakan setelah
pembelajaran materi mengubah puisi ke dalam bentuk prosa dengan
menggunakan model pembelajaran STAD (Student Teams
Achievement Divisions) dilaksanakan. Kegunaan dari pelaksanaan tes
ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan siswa dalam
mengubah puisi menjadi prosa yang telah disajikan pada saat proses
belajar mengajar berlangsung.
2. Observasi
Observasi dilakukan oleh orang yang terlibat aktif dalam
pelaksanan tindakan yaitu 2 orang pengamat yang merupakan mitra
peneliti dalam melaksanakan kegiatan penelitian ini. Adapun tugas kedua
orang pengamat tersebut adalah untuk mengamati pelaksanan kegiatan
belajar mengajar dengan menggunakan format observasi yang telah
disediakan. Pelaksanaan kegiatan observasi dalam penelitian ini meliputi
observasi kegiatan guru dalam observasi kegiatan siswa.

D. TEKNIK ANALISIS DATA


Data yang diperoleh dari hasil pekerjaan siswa, wawancara, observasi
dan catatan lapangan di analisis dengan cara mereduksi data, menyajikan
data dan menyimpulkan data. Untuk lebih jelasnya tentang teknik
penganalisa data dalam penelitian ini maka, dapat diperhatikan pada
penjelasan berikut:
1. Mereduksi data (mengumpulkan data),
Tahap mereduksi data merupakan tahap awal dalam penganalisian
data dalam penelitian. Pada tahap ini penulis melakukan pengumpulan
data yang meliputi data hasil tes awal, tes akhir, dan hasil observasi.
2. Menyajikan data
22

Menyajikan data merupakan tahap yang dilakukan setelah


pelaksanaan reduksi atau pengumpulan data. Pada tahap ini penulis
menyajikan data yang diperoleh dari hasil penelitian sesuai dengan jenis
penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian tindakan
kelas.
3. Menyimpulkan data
Menyimpulkan data merupakan tahap yang akhir dalam
penganalisian data yang dilakukan dalam penelitian ini. Pada tahap ini
penulis melakukan penarikan kesimpulan berkaitan dengan pelaksanaan
penelitian yang telah dilaksanakan.
Untuk menganalisis tingkat keberhasilan atau persentase keberhasilan
siswa setelah proses belajar mengajar setiap siklusnya dilakukan dengan cara
mamberikan evaluasi berupa soal tes tertulis (postes) pada setiap akhir
siklus.
Analisis ini dihitung dengan menggunakan statistik sederhana yaitu:
1. Untuk menilai ulangan atau tes formatif.
Peneliti melakukan penjumlahan nilai yang diperoleh siswa,yang
selanjutnya dibagi dengan jumlah siswa yang ada di kelas tersebut
sehingga diperoleh rata-rata tes formatif dapat dirumuskan: (Depdikbud,
1994)

Dengan : X = Nilai rata-rata


= Jumlah semua nilai siswa

= Jumlah siswa

2. Untuk Ketuntasan Belajar


Ada dua kategori ketuntasan belajar yaitu secara perorangan dan
22
secara klasikal. Berdasarkan petunjuk pelaksanaan belajar mengajar
kurikulum KTSP 2004 dimana tiap sekolah diberi wewenang untuk

14
23

menentukan kriteria ketuntasan minimal maka SDN MLIRIPROWO I


menentukan bahwa seorang siswa telah tuntas belajar bila telah tercapai
skor 80% atau nilai 80 dan kelas tersebut tuntas belajar bila di kelas
tersebut terdapat nilai 85% yang telah mencapai daya serap lebih dari atau
sama dengan 85%. Untuk menghitung persentase ketuntasan belajar
digunakan rumus sebagai berikut : (Depdikbud, 1994)