Anda di halaman 1dari 5

Lainnya xrnaa12@gmail.

com Dasbor Logout

Information Technology
Information Technology made easy your life

Monday, 22 December 2014

Materi PKN BAB 3 Peranan Pers dalam Masyarakat Demokrasi

Bab 3 Mengevaluasi peranan pers dalam masyarakat demokrasi

KD 1 Mendeksripsikan Pengertian, fungsih dan peran serta perkembangan pers di


Indonesia

Indikator 1 Menguraikan pengertian, fungsi pers dalam masyarakat yang


demokratis
Pengertian Pers
pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang
melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh,
memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi baik dalam
bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik
maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media
elektronik  dan segala jenis saluran yang tersedia.
Istilah “pers” berasal dari kata persen(belanda) atau Press (Inggris).
Kedua kata tersebut berarti “menekan”. Kata “menekan” itu merujuk pada
mesin cetak kuno yang harus ditekan dengan keras untuk menghasilkan
karya cetak pada lembaran kertas.
Menurut L. Taufik
1.          Pers dalam arti sempit diartikan sebagai surat kabar,
koran,majalah, tabloid, dan buletin-buletin kantor berita. Jadi
pers terbatas pada media cetak.
2.      Pers dalam arti luas mencakup semua media massa, termasuk
radio, televisi, film, dan internet.

Fungsi pers dalam masyarakat yang demokratis :


About Me
A. Fungsi Informasi :  menyajikan informasi karena masyarakat Kimci Tam
memerlukan informasi tentang berbagai hal yang terjadi di
View my complete profile
masyarakat, dan Negara.
B. Fungsi Pendidikan : sebagai sarana pendidikan massa (mass education), Blog Archive
maka pers memuat tulisan-tulisan yang mengandung pengetahuan ►  2019 (2)
sehingga masyarakat bertambah pengetahuan dan wawasannya. ►  2018 (2)
C. Fungsi Hiburan : hal-hal yang bersifat hiburan sering dimuat pers untuk ►  2017 (1)
mengimbangi berita-berita berat (hard news) dan artikel-artikel yang ►  2016 (3)
berbobot.  ►  2015 (7)
D. Fungsi Kontrol Sosial : adalah siukap pers dalam melaksanakan ▼  2014 (13)
fungsinya yang ditujukan terhadap perorangan atau kelompok dengan ▼  December (5)
▼  Dec 22 (4)
maksud memperbaiki keadaan melalui tulisan.  Tulisan yang dimaksud
Materi PKN BAB 4 Dampak
memuat kritik baik langsung atau tidak langsung terhadap aparatur Globalisasi
Negara, lembaga masyarakat.  Materi PKN BAB 3 Peranan Pers
E. Fungsi sebagai Lembaga Ekonomi : Pers memiliki bahan baku yang dalam Masyarakat Dem...

diolah sehingga menghasilkan produk yang namanya  “berita” yang Materi PKN BAB 2 Sistem
Pemerintahan
diminatai masyarakat dengan nilai jual tinggi. 
Happy Mother's Every Day

Indikator 2 Mendeskripsikan perkembangan pers di Indonesia ►  Dec 07 (1)


A.    Era Kolonial atau Masa Penjajahan Belanda dan Jepang ( Sampai dengan
►  November (6)
tahun 1945) ►  October (2)
Belanda membuat UU untuk membendung pengaruh pers, antara ►  2013 (3)
lain Persbreidel Ordonantie, yang memberikan hak kepada pemerintah  ►  2012 (1)
penjajah Belanda untuk menghentikan penerbitan surat kabar/majalah ►  2009 (2)
Indonesia yang dianggap berbahaya.  Di Zaman ►  2008 (3)
kependudukan  Jepang  yang  totaliter  dan  fasistis, orang-orang surat
kabar (pers) Indonesia banyak yang berjuang tidak dengan ketajaman Labels
penanya tetapi melalui organisasi keagamaan, pendidikan, politik, Destinasi wisata Yogyakarta
sebab kehidupan pers pada zaman Jepang sangat tertekan. wisata alam
Yogyakarta
Beberapa hari setelah teks proklamasi dikumandangan oleh Bung
Karno,tanggal 19 Agustus 1945 memuat berita sekitar Kemerdekaan
Report Abuse
Indonesia, Teks Proklamasi, Pembukaan UUD, Lagu Indonesia Raya. 
Sejak saat itu Koran dijadikan alat mempropagandakan kemerdekaan Facebook Like Box
Indonesia, walaupun masih mendapat ancaman dari tentara Jepang. Nur Utami

Buat Lencana Anda


B.     Era Demokrasi Liberal (1945 – 1959)
Twitter
Landasan kemerdekaan pers adalah Konstitusi RIS 1949 dan UUD
Tweet oleh @Nurutami_amy
Sementara 1950.  Pada pasal 19 Konstitusi RIS 1949, disebutkan  “Setiap
orang bethak atas kebebasan mempunyai dan mengeluarkan Total Pageviews
pendapat”.  Kemudian pasal ini juga di cantumkan di dalam UUD
9 6 2 4 6
Sementara 1950. Awal pembatasan terhadap kebebasan pers adalah
efek samping dari keluhan wartawan lokal terhadap pers Belanda dan Blogroll
Cina, oleh karena itu Negara mencari cara untuk membatasi Beasiswa Unggulan
penerbitan asing di Indonesia, sebab pemerintah tidak ingin BSE

membiarkan ideologi asing merongrong UUD. ilmukomputer


Kemdiknas
C.     Era Demokrasi Terpimpin (1959 – 1966)
Macassart Linux City
Beberapa hari setelah Dekrit Presiden yang menyatakan kembali ke
Translate
UUD 1945, tindakan penekanan pers terus berlangsung, yaitu
penutupan    Kantor Berita PIA, Surat kabar Republik, Pedoman, Berita
Indonesia, dan Sin Po  yang dilakukan oleh penguasa perang Jakarta.
Pada awal tahun 1960, penekanan pers diawali dengan peringatan
Menteri Muda Penerangan Maladi, bahwa akan dilakukan langkah-
langkah tegas terhadap surat kabar, majalah-majalah, kantor-kantor
berita yang tidak mentaati peraturan yang diperlukan dalam usaha
menerbitkan pers nasional.
D.    Era Orde Baru ( 1966 – 1998)
Pemerintahn Orde Baru mencetuskan Pers Pancasila dengan
membuang jauh praktik penekanan pers di masa Orde Lama. 
Pemerintah orde baru sangat mementingkan pemahaman tentang Pers
Pancasila.  Menurut rumusan  Sidang Pleno XXV Dewan Pers
(Desember 1984), yang dimaksud Pers Pancasila , adalah pers
Indonesia dalam arti pers yang orientasi, sikap, dan tingkah lakunya
didasarkan pada nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. 
Kebebasn pers ini hanya berlangsung sekitar 8 tahun, sebab dengan
terjadinya “Peristiwa Malari” (Peristiwa Lima Belas Januari 1974)
disinyalir disebabkan berita-berita yang terlalu bebas tanpa sensor
yang menyiarkan berbagai hal yang dapat menyulut emosi mahasiswa
untuk melakukan demontrasi pada pemerintah orde baru.
E.     Era reformasi (1998 – sekarang )
Kalangan pers dapat bernafas lega ketika di era reformasi ini
mengeluarkan UU No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia dan
UU No. 40 tahun 1999 tentang pers.  Dalam UU pers tersebut dijamin
bahwa kemerdekaan pers sebagai hak asasi warga Negara (pasal 4).
Dengan adanya kebebasnan pers maka tantangan terberat adalah
datang dari kebebasan pers itu sendiri, artinya sanggupkah seorang
wartawan atau sebuah perusahaan penerbitan untuk tidak menodai
arti kebebasan itu.

Indikator 3 Menguraikan peranan pers dalam masyarakat


demokratis

Pada pasal 6 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 disebutkan peran


pers meliputi hal-hal berikut. 

a. Memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui. Hal ini dilakukan


melalui transfer informasi dalam berbagai bidang (ekonomi, politik,
ekonomi, sosial, dan budaya). 
b. Menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi. 
c. Mendorong terwujudnya supremasi hukum dan hak asasi manusia
(HAM). 
d. Menghormati kebhinekaan. 
e. Mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat,
akurat, dan benar. 
f. Melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal
yang berkaitan dengan kepentingan umum.
 g. Memperjuangkan keadilan dan kebenaran

KD 2 Menganalisis pers yang bebas dan bertanggung jawab sesuai


kode etik jurnalistik dalam masyarakat demokratis di Indonesia

Indikator 4 Menguraikan pengertian kode etik jurnalistik

Kode adalah sistem pengaturan – pengaturan (system of rules).


Etik adalah norma perilaku, suatu perbuatan dikategorikan etis apabila
sesuai dengan aturan yang menuntun perilaku baik manusia.
Sedangkan jurnalistik adalah profesi dalam kegiatan tulis menulis
berita atau kewartawanan. Kode etik jurnalistik adalah sejumlah
aturan dasar yang mengikat seluruh profesi kewartawanan dalam
menjalankan tugas dan perannya sebagai wartawan.

Indikator 5 Menganalisis kode etik jurnalistik dalam masyarakat


demokratis di Indonesia

Landasan Hukum Pers Indonesia

 a.  Pasal 28 UUD 1945


“Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran
dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan
undang- undang”.
           b.  Pasal 28 F UUD 1945
        “Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan
memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan
lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh,
memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi
dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia”.
     c.  Tap MPR No. XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia
         Lebih rincinya lagi terdapat pada Piagam Hak Asasi Manusia, Bab
VI, Pasal 20 dan 21 yang berbunyi sebagai berikut:
Pasal 20 : “Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan
memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan
lingkungan sosialnya”.
Pasal 21 : “Setiap orang berhak untuk mencari, memperoleh,
memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi
dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia”.
  d.  Undang-Undang No. 39 Tahun 2000 Pasal 14 Ayat 1 dan 2 tentang
Hak Asasi Manusia     
(1) “Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh
informasi yang diperlukan untuk mengembangkan pribadi dan
lingkungan sosialnya”.
(2) “Setiap orang berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki,
menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dengan
menggunakan segala jenis sarana yang tersedia”.
e.  Undang-undang No. 40 Tahun 1999 dalam Pasal 2 dan Pasal 4 ayat 1
tentang pers   
Pasal 2 berbunyi, “Kemerdekaan pers adalah salah satu wujud
kedaulatan rakyat yang berasaskan prinsip-prinsip demokrasi,
keadilan dan supremasi hukum”.
Pasal 4 Ayat 1 berbunyi, “Kemerdekaan pers dijamin sebagai hak
asasi warga negara”.

Indikator 6 Menunjukan contoh – contoh penyimpanan kode


etik jurnalistik dari berbagai media

1. Jurnalis Tidak menghormati hak masyarakat untuk memperoleh


informasi yang benar.
2. Jurnalis  menerima sogokan
3. Jurnalis  menjiplak
4. Jurnalis tidak  menghidari fitnah dan pencemaran nama baik
5. Jurnalis tidak melaporkan fakta yang sebenarnya

Indikator 7 Menguraikan upaya pemerintahan dalam


mengendalikan kebebasan pers

Upaya-upaya pemerintah dalam mengendalikan kebebasan Pers yaitu,


1.Pembuatan Undang-undang Pers
2. Memfungsikan Dewan Pers sebagai pembina pers nasional
3. Penegakan supremasi hukum
4. Sosialisasi dan peningkatan kesadaran Rakyat dan Hak-Hak Asasi
Manusia

KD 3 Mengevaluasi kebebasan pers dan dampak penyalahgunaan


kebebasan media massa dalam masyarakat demokratis di Indonesia

Indikator 8 Menguraikan manfaat pers dalam kehidupan


masyarakat demokratis di Indonesia

a.     Memperkuat konsensus-konsensus dasar nasional.


b. Pers dapat mengenali masalah-masalah sosial yang peka dalam
dalam mesyarakat.
c. Pers dapat memperkenalkan usaha-usahanya sendiri serta
menemukan potensi-potensi yang kreatif dalam usaha
d. Pers memperkuat rasa mampu masyarakat untuk mengubah
nasibnya sendiri.
e. Kecuarangan,kegagalan, serta korupsi dilaporkan bukan merusak
dan menurunkan rasa pesimis, tetapi untuk koreksi dan
membangkitkan kegairahan dan selalu melangkah maju. 

Indikator 9 Menunjukan dampak penyalahgunaan kebebasan


media massa/pers

1).        Menimbulkan keguncangan dalam masyarakat yang apabila tidak


segera ditanggulangi, tidak mustahil akan membawa disintegrasi bangsa
2).    Menimbulkan bahaya bagi keselamatan bangsa dan Negara

3).    Kritik yang tidak sesuai fakta, sensasional, dan tidak bertanggungjawab 


akan menimbulkan fitnah

di December 22, 2014

3 comments:
Unknown said...
Terimakasih, sangat membantu.
6 February 2016 at 23:42

Ragil Neji said...


Biasa aja
11 January 2018 at 17:52

Ragil Neji said...


Biasa aja
11 January 2018 at 17:52

Post a Comment

Newer Post Home Older Post

Subscribe to: Post Comments (Atom)

Travel theme. Powered by Blogger.