Anda di halaman 1dari 6

Ny. S berusia 42 tahun, pekerjaan SLTA, tinggal di Banjaran, Karangmojo, Weru, Sukoharjo.

Klien datang ke RS ortopedi Prof. DR. R Soeharso Surakarta dengan keluhan utama nyeri lengan
tangan kiri, riwayat penyakit sekarang klien mengeluh nyeri pada lengan tangan kiri, skala 6,
seperti ditusuk-tusuk, nyeri bertambah jika untuk bergerak, nyeri berlangsung terus menerus, 7
hari sebelum masuk Rumah Sakit klien mengalami kecelakaan dari sepeda motor. Klien telah
dilakukan operasi pembedahan pada tangan kirinya. Setelah dilakukan pemeriksaan didapatkan
hasil TTV: TD: 150/80 mmHg, T: 36,50C, Nadi: 90 x/menit, RR: 22 x/menit dengan kesadaran
composmentis.
Pengkajian
1. Anamnesis
a) Identitas Pasien
 Nama : Ny. S
 Jenis kelamin : Perempuan
 Umur : 42 Tahun
 Agama : Islam
 Pekerjaan : SLTA
 Alamat : Banjaran, Karangmojo, Weru, Sukoharjo
b) Keluhan Utama
Klien mengeluh nyeri pada lengan tangan kiri.
c) Riwayat Penyakit Sekarang
klien mengeluh nyeri pada lengan tangan kiri, skala 6, seperti ditusuk-tusuk, nyeri
bertambah jika untuk bergerak, nyeri berlangsung terus menerus, 7 hari sebelum
masuk Rumah Sakit klien mengalami kecelakaan dari sepeda motor. Selama 5 hari
klien di rawat di Sangkal Putung, karena tidak ada perbaikan oleh keluarga klien
dibawa ke RS Ortopedi Prof DR. R. Soeharso Surakarta.
2. Pemeriksaan Fisik
a) B1 : Pernafasan
Klien tidak mengalami sesak nafas dengan RR yaitu 22x/menit. Pada saat bernapas
pengembangan paru pada kanan-kiri asimetris. Tidak adanya otot bantu pernapasan.
b) B2 : Kardiovaskuler
Tekanan darah pada klien yaitu 150/80 mmHg. Denyut nadi nya 90x/menit dengan
irama yang teratur dan denyut kuat.
c) B3 : Persyarafan
Klien mengeluh pusing dan sakit kepala, tingkat kesadaran klien composmentis
dengan skala GCS yaitu 456. Tidak terdapat peningkatan TIK dan gangguan pada
system persyarafan.
 Mata: Posisi mata klien simetris antara kanan dan kiri, kelopak mata klien
normal, pergerakan bola mata klien normal, konjungtiva anemis, kornea
klien normal, sklera klien anikterik, pupil isokor, klien tidak mempunyai
kelainan pada otot-otot mata, tidak ada tanda-tanda radang pada mata,
klien tidak memakai lensa kontak, reaksi terhadap cahaya normal (pupil
mengecil saat cahaya didekatkan dan pupil membesar saat cahaya
dijauhkan).
 Telinga: daun telinga klien normal, tidak adanya gangguan fungsi
pendengaran, tidak ada gangguan keseimbangan dank lien tidak memakai
alat bantu dengar.
 Mulut: tidak adanya gangguan saat berbicara.
d) B4 : Perkemihan
Tidak ada keluhan dalam berkemih dan klien tidak menggunakan alat bantu kateter.
e) B5 : Pencernaan
Klien tidak mengalami permasalahan dalam pencernaan. Klien tidak mengalami nyeri
pada perut dan bising usus klien 8x/menit. Klien tidak megalami diare maupun
konstipasi.
f) B6 : Muskuloskeletal
Kulit teraba dingin, ekstremitas atas kanan dapat bergerak bebas, tidak terjadi
oedema, reflek baik. Ekstremitas atas kiri tidak dapat bergerak bebas, tidak dapat
diangkat, terjadi oedema, warna kebiruan, ketika menggerakkan ekstremitas atas kiri
klien merintih kesakitan.Pada lengan kiri terpasang U slab.Ekstremitas bawah kanan
dan kiri dapat bergerak bebas, tidak terjadi oedema, reflek baik. Kekuatan otot :
ekstremitas atas kanan (5), ekstremitas atas kiri (1), ekstremitas bawah kanan (5),
ekstremitas bawah kiri (5).
Analisa Data
Data Etiologi Masalah Keperawatan
DS : Klien mengatakan nyeri Kecelakaan Nyeri Akut
pada lengan tangan kiri 
DO : P : Pada lengan tangan Fraktur
kiri 
Q : Klien mengatakan Pembedahan
nyeri seperti ditusuk 
R : Pada lengan tangan Luka insisi
kiri post operasi 
S : Skala nyeri 5 Nyeri
T : Post operasi dan
hilang timbul
DS : Klien mengatakan nyeri Kecelakaan Risiko infeksi
pada daerah luka post 
operasi Fraktur
DO: Luka disekitar insisi 
operasi tampak merah. Pembedahan

Luka insisi

Tampak kemerahan

Risiko infeksi

Diagnosa Keperawatan
1. Nyeri Akut berhubungan dengan Agen Injury Fisik (Close Fraktur Humerus Sinistra)
2. Risiko Infeksi berhubungan dengan luka insisi pascaoperasi
Intervensi Keperawatan
Diagnosa NOC NIC Rasional
Nyeri Akut berhubungan Setelah dilakukan Manajemen Nyeri Manajemen Nyeri
dengan Agen Injury tindakan keperawatan (1400) (1400)
Fisik (Close Fraktur 2x24 jam diharapkan  Kaji nyeri secara  Untuk mengetahui
Humerus Sinistra) nyeri klien hilang, komprehensif yang intensitas dan skala
dengan kriteria hasil: meliputi lokasi, nyeri klien.
Definisi: pengalaman onset/durasi,  Membantu perawat
sensori dan emosional intensitas nyeri, dalam mengetahui
tidak menyenangkan Tingkat Nyeri (2102)  Observasi reaksi keadaan
yang muncul akibat  Skala nyeri yang nonverbal dari rekasi ketidaknyamanan
kerusakan jaringan dilaporkan klien o ketidaknyamanan klien.
aktual atau potensial atau (210201/V) klien.  Dengan teknik
yang digambarkan  Klien tidak  Gunakan komunikasi
sebagai kerusakan tampak merintih komunikasi terapeutik secara
(international kesakitan terapeutik untuk tidak langsung bisa
Association fot the (210206/V) mengetahui mengurangi rasa
Study of Pain); awitan  Tekanan darah pengalaman nyeri nyeri klien.
yang tiba-tiba atau klien normal: klien.  Menciptakan
lambat dari intensitas 120/80 mmHg  kontrol lingkungan lingkungan yang
ringan hingga berat (210212/V) yang dapat nyaman untuk klien.
dengan akhir yang dapat menpengaruhi nyeri  Untuk mengalihkan
di antisipasi atau seperti suahu rasa nyeri klien.
diprediksi. ruangan,  Pemberian analgesik
pencahayaan, dan untuk menurunkan
(Domain 12. kebisingan. nyeri klien.
Kenyamanan, kelas 1.  Ajarkan teknik non  Berkolaborasi dengan
Kenyamanan Fisik, kode farmakologi seperti dokter untuk
00132) relaksasi, terapi dilakukan
musik, distraksi. pengobatan lanjutan.
 Berkolaborasi
dengan tim
kesehatan lain untuk
pemberian analgesik
 Beritahu dokter jika
tindakan tidak
berhasil dan keluhan
nyeri klien tidak
berubah.
Risiko Infeksi Setelah dilakukan Kontrol Infeksi (6540) Kontrol Infeksi (6540)
berhubungan dengan tindakan keperawatan  Cuci tangan sebelum  untuk meminimalkan
luka insisi pascaoperasi 2x24 jam diharapkan dan sesudah terjadinya risiko
klien tidak mengalami tindakan infeksi.
Definisi: Rentan risiko infeksi, dengan keperawatan.  Untuk mencegah
mengalami invasi dan kriteria hasil:  Berikan teknik terjadinya risiko
multiplikasi organisme perawatan luka infeksi.
patogenik yang dapat Keparahan Infeksi dengan tepat  Untuk
mengganggu kesehatan. (0703)  Berikan terapi menghilangakan
 Tidak afda tanda antibiotik yang nyeri dan demam
(Domain 11. kemerahan pada sesuai akibat infeksi
Keamanan/Perlindungan, klien. (070301/II) Perlindungan Infeksi Perlindungan Infeksi
kelas 1. Infeksi, kode  Bebas dari (6550) (6550)
00004) drainase purulen.  Monitor tanda dan  untuk mengetahui
(070305/II) gejala infeksi sistemi sejauh mana infeksi
 Klien tidak dan local seperti yang timbul.
mengalami kemerahan, panas,  sebagai indikator
demam. nyeri, tumor dan adanya infeksi.
(070307/II) adanya fungsiolesa.
 Klien tidak  Monitor hitung
merasakan nyeri. mutlak granulosit,
(070333/II) WBC dan hasil hasil
diferensial.

Gloria M. Bulechek, (et al).2013. Nursing Interventions Classifications (NIC) 6th Edition. Missouri: Mosby
Elsevier

Moorhed, (et al). 2013. Nursing Outcomes Classifications (NOC) 5th Edition. Missouri: Mosby Elsevier

NANDA International. 2015. Diagnosis Keperawatan: Definisi, Dan Klasifikasi 2015-2017/Editor, T.


Heather Herdman; Alih Bahasa, Made Sumarwati, Dan Nike Budhi Subekti; Editor Edisi Bahasa
Indonesia, Barrah Bariid, Monica Ester, Dan Wuri Praptiani. Jakarta; EGC.