Anda di halaman 1dari 8

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Buncis (dari bahasa Belanda boontjes untuk kacang-kacangan secara


umum), adalah sejenis polong-polongan yang dapat dimakan dari berbagai kultivar
Phaseolus vulgaris. Buah, biji, dan daunnya dimanfaatkan orang sebagai sayuran.
Sayuran ini kaya dengan kandungan protein. Ia berasal dari Amerika Tengah dan
Amerika Selatan.
Buncis adalah sayur yang kaya dengan protein dan vitamin ini membantu
menurunkan tekanan darah serta mengawal metabolisme gula dalam darah dan
amat sesuai dimakan oleh mereka yang mengidap penyakit diabetes atau hipertensi.
Kandungan serat dan enzim yang tinggi dapat membantu penurunan berat badan.

Dalam budidaya tanaman buncis, terkadang ada beberapa tanaman buncis


yang terkena penyakit karena ternyata, tanaman buncis cukup rentan terhadap
serangan penyakit, sehingga perlu diwaspadai oleh para petani yang tengah
melakukan budidaya komoditi sayuran ini.

B. Tujuan

Untuk mengetahui beberapa informasi tentang penyakit pada tanaman


buncis serta cara pengendaliannya.

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, rumusan masalah yang kami


angkat dalam makalah ini adalah sebagai berikut.
1. Apa yang dimaksud penyakit tanaman?
2. Penyakit apakah yang menyerang tanaman buncis dan bagaimana cara
menanggulanginya?
2

D. Manfaat Makalah

Penulis berharap makalah ini dapat menambah pengetahuan masyarakat


umumnya dan pembaca khususnya tentang pengendalian penyebab penyakit pada
tanaman buncis. Makalah ini juga bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas mata
kuliah Dasar Perlindungan Tanaman.
3

BAB II
ISI DAN PEMBAHASAN

A. Pengertian Penyakit Pada Tumbuhan

Penyakit pada tanaman dapat disebabkan oleh mikroorganisme misalnya


jamur, virus, dan bakteri. Selain itu juga dapat disebabkan karena kurangnya salah
satu atau beberapa jeni unsur hara. Tanaman yang terserang penyakit biasa terllihat
bila ada perbahan atau kersakan organ-organ pada tanaman.
Penyakit pada tanaman ini dapat ditanggulangi dengan menggunakan
pemberian pupuk yang cukup jika kekurangan unsur hara dan bila terserang
penyakit oleh mikroorganisme maka menggunakan bakterisida (menanggulangi
bakteri parasite), dan fungisida (menanggulangi jamur parasite) atau bubur
Bordeaux yaitu campuran yang mengandung kalsium karbonat dan senyawa
tembaga.

Tanda-tanda tanaman yang terserang penyakit, yaitu sebagai berikkut.

a. Layu, tanaman yang layu karena sakit berbeda dengan yang kekuarangan air.
Jika tanaman sudah disiram teteap layu kemungkinan ada bagian akar dan
jaringan yang terserang virus atau bakteri.
b. Rontok, bila kerontokan terjadi pada daun, ranting, buah, dan bunga secara
bersamaan dapat dipastikan bahwa tanaman tersebut menderita sakit, yang
dapat disebabkan oleh parasite, nonparasit, atau serangan hama.
c. Perubahan warna, misalnya daun menjadi berwarna kuning, redup, atau hijau
pucat dalam jumlah banyak mengindikasikan bahwa tanaman itu sakit. Tetapi
perubahan warna daunjuga dapat disebabkan oleh rusaknya klorofil atau
karena kekurangan cahaya matahari.
d. Daun berlubang, biasanya diawali oleh bercak-bercak berbentuk lingkaran,
kemudian kerning dan berbentuk lubang.
e. Kerdil, terjadi pada daun, buah atau bagian lainnya.
f. Daun mengeriting.
g. Busuk pada batanng daun, atau buah.
4

B. Penyakit pada Tanaman Buncis dan Cara Pengendaliannya


1. Antraknosa
Penyebab : Cendawan Colletotricum
lindemuthianum.
Gejala : Terdapat bercak-bercak kecil
berwarna coklat karat pada
polong buncis muda dan
bercak hitam atau coklat tua di
bagian batang tanaman tua.

Pengendalian: Memakai benih yang benar-benar bebas dari penyakit;


pergiliran tanaman, maksudnya untuk memotong siklus
hidup cendawan tersebut. Pergiliran tersebut dapat
dengan tanaman lobak, wortel atau kol bunga,
penyemprotan pestisida organik atau perlakuan benih
sebelum ditanam dengan fungisida Dithane M-45 dan
Cupravit OB 21 0,1-0,2% dan membuang rumput-
rumput dari sekitar tanaman.
2. Embun Tepung
Penyebab : Cendawan Erysiphe polygoni.
Gejala : Daun, batang, bunga dan buah
berwarna putih keabuan
(seperti beludru). Apabila
serangan pada bunga ringan,
maka polong masih dapat
terbentuk. Namun bila gagal
serangannya berat akan dapat
menggagalkan proses
pembuahan, bunga menjadi
kering dan akhirnya mati. Bila polong yang diserang
maka polong tidak gugur, tetapi akan meninggalkan
5

bekas berwarna cokelat surat sehingga kualitasnya


menurun.
Pengendalian: Bagian-bagian yang sudah terserang sebaiknya dipotong
atau dibakar,dan dapat juga disemprot dengan pstisida
organik, Salain itu, semprotkan fungisida Morestan
25WP, dengan konsentrasi 0,5-1 gram/ Liter air dan
voleme larutan yaitu 1.000 L/ha.
3. Hawar Daun
Penyebab : Bakteri Xanthomonas campestris.
Gejala : Terlihat bercak kuning
di bagian tepi daun,
kemudian meluas
menuju tulang daun
tengah. Daun terlihat
layu, kering dan
berwarna cokelat
kekuningan. Bila
serangannya hebat,
daun berwarna kuning seluruhnya dan akhirnya rontok.
Kemudian gejala tersebut dapat meluas ke batang,
sehingga lama-kelamaan tanaman akan mati.
Pengendalian: Memakai benih yang bebas dari penyakit,dan selalu
menjaga kebersihan lahan tanaman dari gulma dengan
melakukan penyiangan, ataupun dengan perlakuan benih
dimana perlakuan benih dapat dilakukan dengan cara
merendam benih dalam Sublimat dengan dosis 1gr/ Liter
air selama kurang lebih 30 menit.
4. Busuk Lunak
Penyebab : Bakteri Erwinia carotopora.
Gejala : Bakteri ini hanya menyerang bila ada bagian tanaman
yang luka, misalnya,karena gigitan ulat atau memang
6

sudah sakit akibat penyakit lain. Serangan ini dapat


terjadi di lapangan atau penyimpanan. Gejala serangan
penyakit busuk lunak ini yakni daun berbercak, berair
dan warnanya menjadi kecokelatan. Gejala ini akan cepat
menjalar ke seluruh bagian tanaman sehingga tanaman
menjadi lunak, berlendir dan berbau busuk. Kadang-
kadang juga bisa roboh bila yang terserang batangnya.
Pengendalian: Membakar dan membuang tanaman yang telah terjangkit
penyakit; menjaga kebersihan lingkungan tanaman,dan
penyemprotan dengan pestisida organik Penyemprotan
dapat dilakukan setiap 7-10 hari sekali. Penggunaan
pestisida dapat dengan dioleskan pada bagian tanaman
yang sakit sudah cukup efektif.
5. Layu Fussarium
Penyebab : Cendawan Fusarium oxysporum.
Gejala : Tanaman yang terserang penyakit layu ini dicirikan
dengan menguningya tanaman, diikuti layu, dan kerdil.
Sementara itu, apabila tanaman dipotong batangnya
secara melintang akan terlihat warna coklat.
Bagi tanaman yang mampu bertahan akan menghasilkan
buah yang jumlahnya sedikit dan kecil-kecil..
Pengendalian: Penggunaan benih yang tahan (resisten) terhadap
penyakit tersebut atau dapat digunakan campuran
jelatang, kapur, kelor,dan mulsa daun bambu (pestisi
organik) ini disemprotkan pada semua batang merata, Ini
dinilai cukup efektif. Selain itu, lakukan penyiraman
dengan ditambahkanya fungisida pada tanah bekas
tanaman yang terserang.
7

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Serangan penyakit pada tanaman memang merupakan salah satu kendala di


setiap kegiatan budidaya, tidak terkecuali pada budidaya tanaman buncis. Beberapa
penyakit pada tanaman buncis, diantaranya:

1. Antraknosa (Cendawan Colletotricum lindemuthianum)


2. Embun Tepung (Cendawan Erysiphe polygoni)
3. Hawar Daun (Bakteri Xanthomonas campestris)
4. Busuk Lunak (Bakteri Erwinia carotopora)
5. Layu Fussarium (Cendawan Fusarium oxysporum)
Berbagai cara pengendalianpun dapat dilakukan mulai dari pemilihan benih,
penggunaan pestisida nabati, menghilangkan bagian yang terserang penyakit,
menghilangkan tanaman yang sudah terjangkit dan dibakar ataupum bisa dengan
pestisida jenis fungisida dan bakteriasida.

B. Saran

Untuk meningkatkan nilai ekonomis lebih tinggi lagi maka disarankan


dalam penanaman dan pemeliharan tanaman buncis lebih diekstensifkan lagi.

Kepada para penyuluh pertanian diharapkan lebih sering memberikan


penyuluhan kepada para petani buncis mengenai potensi penyakit dan cara
pengendaliannya.
8

DAFTAR PUSTAKA

Blog Sedulurtani. 2018. Hama dan Penyakit Buncis Beserta Cara Pengendalianya
Secara Tepat. https://www.sedulurtani.com/hama-dan-penyakit-buncis-
beserta-cara-pengendalianya-secara-tepat/. Diakses pada 14 September
2019

Blog Tips Tani. 2012. Hama dan Penyakit Pada Tanaman Buncis.
https://tipspetani.blogspot.com/2012/08/hama-dan-penyakit-pada-
tanaman-buncis.html. Diakses pada 14 September 2019

Blog Materipertanian. 2017. Pengertian Hama dan Penyakit Tanaman.


https://www.materipertanian.com/pengertian-hama-dan-penyakit-
tanaman/. Diakses pada 14 September 2019