Anda di halaman 1dari 4

Urutan langkah-langkah kita menggunakan APD adalah:

1. Petugas hendaklah mencuci tangan dan lengan hingga siku tangan dengan larutan
desinfektan (yang setiap minggu diganti). Kaki hendaklah dicuci dengan sabun
dan air dan kemudian dibasuh dengan larutan desinfektan.

2. Tangan dan lengan dikeringkan dengan pengering tangan listrik otomatis.

3. Petugas memakai sepasang pakaian steril.

4. Petugas memakai sepatu pelindung/ penutup kaki. Penutup kaki hendaklah


menyelubungi seluruh kaki dan ujung kaki.

5. Petugas memakai sarung tangan non steril sebagai sarung tangan pertama. Sarung
tangan dibasahi dengan alkohol 70 % atau larutan desinfektan.

6. Petugas memakai clemek plastik/ apron.

7. Petugas memakai baju pelindung/ gown pelindung. Ujung lengan baju hendaklah
diselipkan ke dalam sarung tangan.

8. Petugas memakai sarung tangan steril sebagai sarung tangan kedua.

9. Petugas memakai kedua masker (masker standar, dan masker N95).

10. Petugas memakai nurse cup dan topi pelindung.

11. Petugas memakai kacamata pelidung/ safety gogles.

12. Petugas siap memasuki ruang handling sitostatika.

13. Setiap selesai bekerja dan meninggalkan ruangan steril petugas melepaskan sarung
tangan dan meletakkannya pada wadah yang ditentukan untuk itu dan mengganti
pakaian sebelum keluar dengan urutan yang berlawanan ketika memasuki ruangan
steril.

Gaun Pelindung

- Tutupi badan sepenuhnya dari leher hingga lutut, lengan hingga pergelangan
tangan dan selubungkan ke belakang punggung

- Ikat di bagian belakang leher dan pinggang

2. Masker

- Eratkan tali atau karet elastis pada bagian tengah kepala dan leher
- Paskan klip hidung dari logam fleksibel pada batang hidung

- Paskan dengan erat pada wajah dan di bawah dagu sehingga melekat dengan
baik

- Periksa ulang pengepasan masker

3. Kacamata atau pelindung wajah

Pasang pada wajah dan mata dan sesuaikan agar pas

4. Sarung tangan

Tarik hingga menutupi bagian pergelangan tangan gaun isolasi

Sedangkan prosedur melepaskan APD adalah sebagai berikut :

1. Melepaskan sarung tangan luar

 Tempatkan jari-jari sarung tangan pada bagian luar manset.

 Angkat bagian sarung tangan luar dengan menariknya ke arah telapak tangan. Jari-
jari sarung tangan luar tidak boleh menyentuh sarung tangan dalam ataupun kulit.

 Ulangi prosedur dengan tangan lainnya.

 Angkat sarung tangan luar sehingga ujung-ujung jari berada di bagian dalam sarung
tangan.

 Pegang sarung tangan yang diangkat dari dalam sampai seluruhnya terangkat.

 Buang sarung tangan tersebut kedalam kantong tertutup.

2. Melepaskan baju pelindung

 Buka ikatan baju pelindung.

 Tarik keluar dari bahu dan lipat sehingga bagian luar terletak di dalam.

 Tempatkan dalam kantong tertutup.

3. Melepaskan kacamata pelindung.

4. Melepaskan tutup kepala dan buang dalam kantong tertutup.

5. Melepaskan kedua masker.

6. Melepaskan clemek plastik/ apron dan buang dalam kantong tertutup.


7. Melepaskan sepatu pelindung.

8. Melepaskan sarung tangan dalam, bagian luar sarung tangan tidak boleh menyentuh
kulit. Buang dalam kantong tertutup. Tempatkan kantong tersebut dalam kointainer
buangan sisa.

9. Mencuci tangan sesuai prosedur (6 langkah cuci tangan).


 Sarung tangan

 Penggunaan sarung tangan mempunyai tujuan membuat perlindungan
tangan dari kontak darah, semuanya jenis cairan badan, sekret, ekskreta,
kulit yg tidak utuh. Selaput lendir pasien dan benda yang terkontaminasi.
Sarung tangan mesti senantiasa digunakan oleh petugas sebelumnya
kontak dengan darah atau semuanya jenis cairan badan, sekret ekskreta
dan benda yang terkontaminasi.

 b. Pelindung muka/masker/kaca mata

 Penggunaan pelindung muka ditujukan membuat perlindungan selaput
lendir hidung, mulut, dan mata sepanjang bertindak atau perawatan pasien
yang sangat mungkin terjadinya percikan darah dan cairan badan lain. Jenis
alat yang dipakai mencakup masker, kaca mata, atau pelindung muka
digunakann sesuai sama peluang percikan darah sepanjang aksi berjalan.

 c. Penutup kepala

 Maksud penggunaan tutup kepala yaitu menghindar jatuhnya
mikroorganisme yang ada dirambut dan kulit kepala petugas pada alat-
alat/daerah steril serta demikian sebaliknya membuat perlindungan
kepala/rambut petugas dari percikan bahan – bahan dari pasien.

 d. Gaun pelindung (pakaian kerja/celemek)

 Maksud penggunaan gaun pelindung yaitu melindungi petugas dari peluang
genangan atau percikan darah cairan badan lain yang bisa mencemari
pakaian atau seragam. Tanda-tanda penggunaan gaun pelindung yakni
seperti ketika bersihkan luka, lakukan irigasi, bertindak drainase,
menuangkan cairan terkontaminasi dalam lubang pembuangan/toilet, ganti
pembalut, mengatasi pasien dengan perdarahan masif.

 e. Sepatu pelindung / sepatu safety

 Maksud penggunaan yaitu melindungi kaki petugas dari
tumpahan/percikan darah atau cairan badan yang lain dan terhindar dari
peluang tusukan benda tajam atau kejatuhan alat kesehatan. Sepatu safety
mesti menutupi semua ujung dan telapak kaki dan tak disarankan untuk
memakai sandal atau sepatu terbuka.