Anda di halaman 1dari 11

TUGAS

CRITICAL JURNAL REVIEW


CRITICAL BOOK REPORT
PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK
DASAR ELEKRONIKA

NAMA MAHASISWA :Aditya Mahendra


Juan Andree Sinaga
Mansyur Safril Harahap
NIM :5173230001
5173230006
5173230008
DOSENNAMA MAHASISWA
PENGAMPU : Aditya
:Marwan Mahendra
Afandi, S.T, M.T
MATA KULIAH :Dasar Arianto Nixon T. Tambunan
Elektronika
NIM : 5173230001
5173230004
DOSEN PENGAMPU : Drs.A Hakim Butar-butar, MT.
MATA KULIAH : Pembangkit Tenaga Listrik

PROGRAM STUDI S1 TEKNIK ELEKTRO


PROGRAM
FAKULTAS TEKNIKSTUDI S1 TEKNIKNEGERI
- UNIVERSITAS ELEKTRO
MEDAN
FAKULTAS TEKNIK - MEDAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN
April 2018
Mei 2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatnya sehingga makalah ini
dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terima kasih atas
bantuan dari pihak yang telah berkontribusi.

Dan harapan kami semoga Critical Journal ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun
menambah isi makalah ini agar menjadi lebih baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, kami yakin masih banyak
kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik
yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Medan, 10 Mei 2019


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................................

DAFTAR ISI...........................................................................................................................

BAB I Pendahuluan................................................................................................................

A.Latar belakang....................................................................................................................

B.Tujuan Penulisan................................................................................................................

C.Manfaat...............................................................................................................................

BAB II Pembahasan...............................................................................................................

Ringkasan Isi Jurnal..............................................................................................................

BAB III Penutup.....................................................................................................................

A.Kesimpulan..........................................................................................................................

B.Saran....................................................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................................
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Seiring dengan perkembangan zaman dimana semakin berkembang pula kehidupan
manusia. Khususnya pada era modern saat ini dimana dalam setiap aktivitas yang dilakukan
diperlukan sumber energi yang bersumber dari alam untuk menyokong kehidupan manusia.
Salah satu dari meningkatnya kebutuhan sumber daya alam ialah sumber energi listrik.

Berdasarkan salah satu data dari Badan Pusat Statistik, dapat disimpulkan dimana setiap
tahun dari setiap provinsi di Indonesia khususnya, selalu mengalami kenaikan penggunaan
sumber energi listrik dari pengamatan beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu pentingnya
bagi kita memahami darimana sumber energi listrik yang telah kita gunakan agar dapat
memanfaatkan listrik sebagaimana mestinya. Karena pada dasarnya pertambahan
penggunaan listrik setiap tahunnya khususnya di Indonesia dikarenakan penggunaan
terhadap barang elektronik seperti telpon genggam serta kebutuhan listrik lainnya.

Kebutuhan terhadap pasokan sumber energi listrik yang begitu besar membuat
pemerintah beserta ilmuwan berusaha menemukan solusi. sehingga sumber energi listrik
yang masih digunakan tidak serta merta bersumber dari minyak.

B. Tujuan penulisan

Adapun tujuan penulisan karya tulis ini adalah

1. Melatih mahasiswa menyusun makalah jurnal dalam upaya lebih meningkatkan


pengetahuan dan kreatifitas mahasiswa.
2. Agar mahasiswa lebih memahami dan mendalami pokok bahasan khususnya tentang
pembangkit tenaga listrik.

C. Manfaat
1. Menjadikan mahasiswa untuk lebih rajin dalam membaca dan memahami jurnal.
2. Untuk memperluas pengetahuan mahasiswa.
BAB II

PEMBAHASAN

A. Ringkasan Isi Jurnal


Jurnal 1
Judul dan Penulis:
Kajian Potensi Kerugian Akibat Penggunaan BBM pada PLTG dan PLTGU di
Sistem Jawa Bali
Luqman Nur Imansyah, Rony Seto Wibowo, dan Soedibyo

Latar Belakang:
Dalam pengoperasian sistem tenaga lisrik perlu dilakukan peminimalan biaya operasi
atau fuel cost. Tujuannya agar daya beban tetap terpenuhi, sedangkan biaya operasi
dapat ditekan. Faktor yang menjadi pertimbangan dalam meminimalkan biaya operasi
adalah harga bahan bakar. Selama ini pemakaian Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam
pengoperasian pembangkit listrik menimbulkan kerugian dari sisi biaya operasi. Hal
tersebut dikarenakan potensi gas alam yang dalam penggunaannya lebih efisien dan
murah oleh pemerintah Indonesia lebih dikhususkan untuk kebutuhan ekspor. Maka,
kajian didalam tugas akhir ini ialah mengenai seberapa besar dampak kerugian
penggunaan BBM pada pembangkit listrik. Alasan PLTG dan PLTGU dipilih yaitu
karena pembangkit ini memiliki efisiensi thermal yang tinggi, sehingga dapat
menggunakan bahan bakar dari berbagai jenis minyak. Dynamic Optimal Power Flow
(DOPF) dipakai untuk menghitung biaya operasi dengan menggunakan metode
Quadratic Programming. DOPF dilakukan dengan menggunakan program Matpower
dan software matlab. Sistem yang digunakan yaitu PLTG dan PLTGU yang beroperasi
pada sistem kelistrikan Jawa Bali 500 kV.

Tujuan:
Jurnal ini bertujuan untuk mengurangi jumlah pemakaian bahan bakar di pembangkit-
pembangkit yaitu di PLTG dan PLTGU.

Alat dan bahan:


Program Matpower dan Software MatLab.
Metode:
Perhitungan fuel cost dilakukan dengan DOPF (Dynamic Optimal Power Flow) dan
dengan menggunakan metode quadratic programming yang dilakukan pada enam
pembangkit thermal yang terhubung langsung dengan sistem Jawa Bali 500 kV.

Hasil:
Dari hasil simulasi dapat disimpulakan bahwa penggunaan HSD sebagai bahan bakar
pembangkit lebih mahal daripada penggunaan Gas. Akan tetapi penggunaan bahan
bakar gabungan dalam sehari dapat mengurangi kerugian yang besar jika pemakaian
HSD dalam sehari. Dari hasil simulasi menunjukkan biaya operasi pembangkitan
dengan menggunakan bahan bakar gabungan dalam setahun adalah Rp
37.196.125.200.000. Sedangkan biaya operasi pembangkitan dengan menggunakan gas
dalam setahun adalah Rp 28.304.567.200.000. Jika memang ketersediaan pasokan gas
sedang mengalami keterbatasan maka penggunaan bahan bakar gabungan dapat
meminimalkan biaya operasi pembangkitan.

Celah yang bisa dikembangkan:


Penelitian ini menggunakan software seperti matlab dan matpower, software tersebut
berguna untuk menganalisis biaya dari bahan bakar pembangkit tersebut. Tetapi metode
ini baru digunakan di PLTG dan PLTGU saja, sehingga masih perlu penelitian lagi
dengan metode ini di pembangkit-pembangkit yang lain.

Jurnal 2
Judul dan Penulis:
PERANCANGAN OPERASI OPTIMAL PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA
DIESEL (PLTD) DAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BIOGAS
(PLTBiogas) DI KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI MENGGUNAKAN
METODE ECONOMIC DISPATCH
Martha Dewa, Nurhalim

Latar Belakang:
Pemanfaatan sumber energi terbarukan dan perangkat konversi semakin bervariasi.
Limbah sagu sebagai sumber masalah kebersihan, dapat dipandang sebagai sumber
energi alternatif dengan teknologi hijau baik dari proses maupun produk. Konstruksi
pembangkit listrik biogas (PLTBiogas) adalah solusi energi terbarukan (EBT) untuk
meningkatkan kebutuhan energi dan membantu mengurangi ketergantungan pada
bahan bakar (energi fosil). Untuk mengurangi biaya bahan bakar, mengoptimalkan
jadwal unit pembangkit termal dalam sistem perlu dilakukan. Masalah yang
berhubungan dengan jadwal adalah Economic Dispatch terdiri dari membagi beban
pada setiap unit pembangkit untuk mendapatkan kombinasi unit pembangkit untuk
memenuhi permintaan beban dengan optimal.

Metode:
Membagi biaya beban untuk setiap unit pembangkit termal dapat diperoleh dengan
menggunakan metode iterasi lambda. Metode ini dapat mencapai hasil yang lebih
optimal.

Hasil:
Limbah sagu berpotensi untuk dijadikan sebagai bahan bakar dari PLTB yang dapat
menggantikan bahan bakar fosil. Pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Biogas
Limbah Sagu memberikan tambahan suplai energi untuk memenuhi kebutuhan listrik.
Total biaya operasi pembangkit yang biaya yang dibutuhkan untuk operasional 3 genset
selama 6 jam/hari dana tau 180 jam/bulan adalah sebesar Rp. 16.295.238,60 /bulan.
Penghematan biaya bahan bakar yang bisa dilakukan selama satu bulan adalah sebesar
Rp. 18.704.761,40.

Celah yang bisa dikembangkan:


Penggantian bahan bakar seperti limbah sagu sangat baik digunakan, tetapi metode ini
belum banyak di terapkan di pembangkit-pembangkit yang ada di Indonesia.
Selanjutnya metode ini perlu di gunakan di pembangkit-pembangkit yang lain.

Jurnal 3
Judul dan Penulis:
Optimalisasi Penjadwalan Pembangkit Listrik di Sistem Sorong
Yulianto Mariang, L. S. Patras, ST.,MT, M. Tuegeh, ST.,MT, Ir. H.
Tumaliang, MT
Latar Belakang:
Pada pembangkit listrik di sistem Sorong, total kapasitas terpasang pembangkit termal
yaitu : 40.375 MW, yang terdiri dari PLTD Klasaman, PLTD Arar, PLTMG Arar, dan
PLTD Sewa. Biaya bahan bakar untuk pembangkit termal dalam memproduksi daya
listrik untuk memenuhi beban sistem masih relatif mahal. Untuk mengurangi biaya
bahan bakar maka penjadwalan optimal unit pembangkit termal pada sistem Sorong
perlu dilakukan. Permasalahan yang menyangkut penjadwalan terdiri dari dua masalah
yang saling berhubungan yaitu Economic dispatch digunakan untuk membagi daya
yang harus dibangkitkan oleh masing-masing pembangkit dari sejumlah pembangkit
yang ada untuk memenuhi kebutuhan beban sistem yang bertujuan untuk mendapatkan
total biaya bahan bakar yang optimal. Masalah lainnya adalah Unit commitment yang
menentukan jadwal (schedule) on/off pembangkit untuk dapat memenuhi kebutuhan
beban. Penjadwalan beban untuk masing-masing unit pembangkit dapat diperoleh
dengan menggunakan metode daftar prioritas dalam menyelesaikan permasalahan unit
commitment. Metode daftar prioritas dalam menyelesaikan permasalahan unit
commitment memberikan hasil yang lebih optimal dibandingan dengan total biaya yang
dikeluarkan oleh PT.PLN (Persero) Wilayah Papua Barat Cabang Sorong. Total biaya
yang dihasilkan dari metode daftar prioritas sebesar Rp.469,073,373.8403 adapun biaya
pembangkit dari PT. PLN (Persero) Wilayah Papua Barat Cabang Sorong sebesar Rp.
513,837,361.8395 dengan demikian ada penghematan sebesar Rp. 44,763,987.9992.

Metode:
Metode daftar prioritas merupakan suatu metode penyelesaian unit commitment yang
paling sederhana. Pada metode ini kombinasi on/off pembangkit didasarkan pada
urutan prioritas. Untuk menentukan urutan prioritas diperoleh dari biaya produksi rata
– rata persatuan output yang didasarkan pada beban penuh (Pmax) dari tiap unit, dan
diurutkan berdasarkan nilai biaya produksi tersebut. Unit yang dioperasikan pertama
adalah unit yang memiliki biaya produksi terendah dan yang paling akhir adalah unit
yang memiliki biaya produksi termahal.

Hasil:
1. Berdasarkan Karakteristik input – output unit pembangkit termal yang diperoleh
dari data PT. PLN (Persero) Wilayah Papua Barat Cabang Sorong, maka dapat
disusun daftar urutan prioritas pembangkit dari unit pembangkit yang memiliki
biaya termurah hingga biaya termahal sebagai berikut :
a. PLTMG Arar unit 1 Rp. 355.7455 /kWh
b. PLTMG Arar unit 3 Rp. 364.7304 /kWh
c. PLTMG Arar unit 2 Rp. 364.9563 /kWh
d. PLTMG Arar unit 4 Rp. 367.1354 /kWh
e. PLTD Klasaman unit 2 Rp. 2275.5619 /kWh
f. PLTD Klasaman unit 3 Rp. 2298.6871 /kWh
g. PLTD Klasaman unit 4 Rp. 2318.2871 /kWh
h. PLTD Klasaman unit 5 Rp. 2320.5134 /kWh
i. PLTD Klasaman unit 1 Rp. 2324.5434 /kWh
j. PLTD Arar unit 1 Rp. 2288.4078 /kWh
k. PLTD Arar unit 2 Rp. 2314.7879 /kWh
l. PLTD Arar unit 3 Rp. 2328.0729 /kWh
m. PLTD Arar unit 4 Rp. 2339.5898 /kWh

2. Hasil optimalisasi penjadwalan pembangkit pada sistem Sorong dengan Metode


daftar prioritas dalam penyelesaian masalah Unit Commitment sebesar
Rp.469,073,373.8403. Adapun biaya pembangkit dari penjadwalan PT. PLN
(Persero) Wilayah Papua Barat Cabang Sorong sebesar Rp. 513,837,361.8395
sehingga dengan demikian ada penghematan sebesar Rp. 44,763,987.9992.

Celah yang bisa dikembangkan:


Penelitian dengan metode ini sangat baik untuk diterapkan, sehingga biaya yang
dikeluarkan semakin sedikit. Akan tetapi biayanya masih sangat besar, sehingga perlu
di kembangkan lagi agar biayanya bisa diperkecil lagi.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan

Dalam masalah operasi pembangkit ini, banyak metode yang dapat digunakan seperti
menggunakan software matlab dan penggantian bahan bakar seperti limbah sagu. Tentu
metode-metode yang digunakan sangat baik, sehingga dapat meminimalisir biaya dalam
pengoperasian pembangkit-pembangkit yang ada di Indonesia. Alangkah lebih baiknya
jika penelitian-penelitian ini dapat di lanjutkan dan diperluas ke pembangkit-pembangkit
yang lain di Indonesia.

B. Saran

Diharapkan adanya saran dari pembaca agar membantu membuat makalah ini menjadi
lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA
Luqman Nur Imansyah, Rony Seto Wibowo, dan Soedibyo. Kajian Potensi Kerugian Akibat
Penggunaan BBM pada PLTG dan PLTGU di Sistem Jawa Bali. JURNAL TEKNIK POMITS
2014.

Martha Dewa, Nurhalim. PERANCANGAN OPERASI OPTIMAL PEMBANGKIT LISTRIK


TENAGA DIESEL (PLTD) DAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BIOGAS (PLTBiogas) DI
KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC
DISPATCH. Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Riau.

Yulianto Mariang, L. S. Patras, M. Tuegeh, H. Tumaliang. Optimalisasi Penjadwalan


Pembangkit Listrik di Sistem Sorong. Jurusan Teknik Elektro-FT, UNSRAT, Manado.

Anda mungkin juga menyukai