Anda di halaman 1dari 14

HIDROLOGI

LAPORAN CRITICAL BOOK REPORT


“DASAR-DASAR HIDROLOGI”

OLEH

KATARINA SIANIPAR (3163131019)

D REGULER 2016

PENDIDIKAN GEOGRAFI
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan
rahmatnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini yang membahas tentang “Dasar
Hidrologi”, sebaik mungkin.
Adapun dalam penyusunan makalah ini, penulis tidak terlepas dari bantuan berbagai
pihak. Terimakasih penulis ucapkan kepada Dosen yang mengajarkan mata kuliah Hidrologi,
Bapak Drs. Nahor Manahat Simanungkalit, M.Si. yang telah mengajari penulis dalam
penyusunan laporan ini. Terima kasih juga penulis mengucapkan kepada teman-teman yang
membantu dalam penyusunan laporan ini.
Tiada gading yang tak retak, demikianlah dalam penyusunan laporan ini, penulis
menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan baik dari segi penyusunan, bahasa, isi
maupun segi lainnya. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun dari pembaca sehingga penulis dapat memperbaiki makalah ini menjadi lebih
baik.
Penulis berharap, semoga makalah dapat membantu dan menambah wawasan pembaca
tentang “Dasar Hidrologi”
Akhir kata penulis ucapkan sekian dan terima kasih.

Medan, Maret 2107

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................................. i


DAFTAR ISI............................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Informasi Bibliografi Buku Inti(Rekayasa Hidrologi) ............................ 1
1.2. Informasi Bibliografi Buku Inti(Analisis Hidrologi) .............................. 1
1.3. Latar Belakang ........................................................................................ 1
BAB II RINGKASAN
2.1. Ringkasan Buku Inti (Rekayasa Hidroogi) ............................................. 3
2.2 Ringkasan Buku Inti (Anlisis Hidrologi) ................................................ 5
BAB III PEMBAHASAN ........................................................................................ 8
BAB IV PENUTUP
3.1. Kesimpulan ............................................................................................. 10
3.2. Saran ....................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................... 11

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. INFORMASI BIBLIOGRAFI BUKU INTI


Judul : Rekayasa Hidrologi
Penulis : Ir. Rumila Harahap .M.T
ISBN :978-602-7938-28-1
Penerbit : UNIMED PRESS
Tahun Terbit : Desember 2013
Urutan Cetakan : cetakan pertama
Dimensi Buku : 16 x 22 cm
Tebal buku : vii + 185 halaman

1.2. INFORMASI BIBLIOGRAFI BUKU PEMBANDING


Judul : Analisis Hidrologi
Penulis : Sri Harto Br.
ISBN :979-511- 235-x
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 1993
Urutan Cetakan : cetakan pertama
Dimensi Buku : 24 cm
Tebal buku : xviii + 324 halaman

1.3. LATAR BELAKANG


Air adalah hal yang tidak akan pernah lepas dari kehidupan kita sehingga
apapun yang terjadi kita pasti memerlukan buku ini. Air yang dikonsumsi itu sebaiknya
harus bersih, higienis, supaya tidak membantu pertumbuhan penyakit. Kita harus
mengenai darimana air harus dikonsumsi agar sehat. Selain itu juga kita sebagai
pengguna air nomor satu maka kita harus bisa menegtahui bagaimana air itu bisa terjadi,
itulah yang dinamakan dengan siklus hidrologi. Hujan merupakan komponen masukan
yang paling penting dalam proses hidrologi, karena jumlah kedalaman hujan ( rainfall
depth ) ini yang dialihragamkan menjadi aliran di sungai, baik melalui limpasan
permukaan (surface runoff ), aliran antara ( interflow, sub surface flow ) maupun

1
sebagai aliran air tanah ( groundwater flow ). Siklus ini dipelajari dalam dunia
hidrologi.
Hidrologi adalah ilmu yang mempelajari tentang pergerakan air dipermukan
bumi, baik disungai, tanah, air danau, laut maupun kontribusi, dan ketersediaanmu.
Buku ini membahas bagaiman proses terjadinya air, sehingga saya merasa ini
sangat cocok untuk dijadikan bahan untuk dibaca dan dipahami.

2
BAB II
RINGKASAN

2.1. RINGKASAN BUKU INTI (REKAYASA HIDROOGI)


Hidrologi adalah ilmu yang mempelajari tentang gerakan air dipermukaan bumi
seperti peristiwa, sirkulasi, pergerakan, distribusi air, baik diatmosfer, dipermukaan
maupun didalam tanah serat bagaimana hubungannya dengan lingkungan. Secara
umum, air dipermukaan bumi itu akan selalu tetap tidak berkurang dan tidak bertambah.
Hal ini dipengaruhi oleh adanya siklus hidrologi. Siklus hidrologi diawali dengan
adanya penguapan air dari samudera, laut, tanah, da juga tumbuhan. Pada ketinggian
tertentu dengan suhu tertentu maka uap air ini akan mengalami pengembunan yang
berkumpul menjadi satu yang dapat dilihat berupa kumpulan-kumpulan awan. apabila
kumpulan awan ini tidak lagi mampu untuk menampung uap air maka ia akan turun
kepermukaan bumi berupa hujan.
Akibat dari adanya pengangkatan menyebabkan mendinginnya massa udara dan
suhu udara disertai naiknya tekanan udara maka akan menyebabkan terjadinya hujan
orografis, yaitu hujan yang terjadi akibat angin yang bertiup membawa awan yang
mengandung uap air kepegunungan, namun sebelum melewati pegunungan hujan turun
didaerah tersebut.
Air yang jatuh dalam bentuk presipitasi 2/3 akan kembali lagi keatmofer melalui
proses siklus hidrologi.
Silus hidrologi dapat dibedakan menjadi 3 tahapan yitu sebgai berikut
1. Siklus pendek/ siklus sedang
Yaitu air laut yang mengalami evaporasi selanjutnya berkondensasi dan
mengalami presipitasi diatas permukaan laut itu juga.
2. siklus sedang
Proses siklusnya yaitu air laut mengalami evaporasi, dan berkondensasi
membentuk awan, kemudian mengalami adveksi kearah daratan, dan terjadi
presipitasi. Sebagian airnya mengalir disungai kembali kelaut, dan sebgian lagi
mengalami infiltrasi.

3
3. Siklus panjang/ siklus besar
Prosesnya dimulai dengan evaporasi dari laut, berkondensasi membentuk awan
mengandung kristal es dan mengalami adveksi kearah daratan, dan turun sebagai
salju membentuk gletser yang mengalir melalui sungai kembali kelaut.

Dalam kehidupan air itu sangat diperlukan dalam kehidupan, sehingga


dibutuhkan air yang bersumber dari air permukaan, air tanah, air hujn, air laut, maupun
air es.
Yang dimaksud dengan air permukaan yaitu air sungai dan air danau atau rawa.
Pada umumnya air ini banyak mengandung limbah, sehingga sebelum mengonsumsi
air dari sini sebaikya harus mengalami pengolahan yang baik. Sementara pada air
danau, air yangdikatakan layak konsumsi adalah air yang berasal pada kedalaman
tertentu agar endapan besi dan juga alga tidak ikut.
Air tanah dianggap sebagai air yang baik untuk dikonsumsi karena tidak perlu
mengalami pengolahan tertentu melainkan bisa dikonsumsi secara langsung.
Air hujan merupakan air yang berasal dari penguapan air laut. Beberapa enis-
enis dari hujan yaitu hujan siklonal yaitu angin yang terjadi akibat udara panas yang
naik disertai angin yang berputar.selain itu juga huan zenithal, hujan orografis, hujan
frontal, dan hujan muson, berdasarkan ukurannya dibedakannya menjadi hujan gerimis/
drizzle, hujan salju, dan hujan deras, sementara berdasarkan curah huannya maka
dibedakannya menjadi hujan sedang, hujan lebat, dan hujan sangat lebat.
Untuk mengetahui data curah hujan yang baik maka pos hujan melakukan
perhitungan curah hujan setiap saat dan datanya dapat digunakan untuk perencanaan
yang menggunakan data dalam jangka panjang, pengelolaan memerlukan data
denganpengukuran secara baik, dan penelitian yang memerlukan data yang akurat.
Pengukuran curah hujan ini mengalami beberapa tahap yaitu
1. Pertama yaitu meneliti lokasi, kondisi fisik dan iklim DPS.
2. Kedua membuat pos hujan yang baru ditempat penelitian
Dalam penelitiannya dibutuhkan pemilihan lokasi secara matang-matang sehingga
kecepatan angin yang berubah-ubah tidak mengganggu penangkar hujan dalam
pengumpulan data. Dalam penelitiannya diperlukan suatu alat yang digunakan untuk
menghitung curah hujan yang disebut sebagai penangkar hujan, yang dipasng pada jam
09.00, dan pengukurannya itu selama 24 jam. Air yang terkumpul tersebut akan
dihitung menggunakan gelas pengukur. Pada alat tersebut terdapat alat pencatat yang

4
mencatat fluktuasi muka air sungai. Alat ini terdiri dari alat pencatat grafik dan juga
pencatat otomatis.
Setelah terjadi hujan maka akan terdapat Daerah Aliran Sungai yaitu daerah
dimana semua airnya mengalir ke dalam suatu sungai yang dimaksudkan yang dibatasi
oleh batas topografi yang berarti ditetapkan berdasarkan aliran air permukaan.

2.2. RINGKASAN BUKU PEMBANDING (ANALISIS HIDROLOGI)


Secara umum, analisis hidrologi adalah satu bagian analisis awal dalam
perancangan bangunan-bangunan hidrolik. Didalam hidrologi analisis yang diharapkan
adalah hasil perancangan bangunana hidraulik adalah penetapan besaran-besaran
rancangan , baik hujan, banjir maupun, unsure hidrologi lainnya. Dalam nalisis hidrologi
banyak sekali permasalah yang sering dijumpai, salahsatunya yaitu perbedaan cara
pendekatan, model dan hasil penelitian, sehingga menimbulkan hasil yang berbeda.
Meskipun banyak dari pendekatan tersebut menggunakan konsep yang berbeda namun
pada akhirnya akan terdapat juga perbedaan, sehingga sering muncul pertanyaan besaran
mana yang harus dipakai guna mendapatkan hasil yang lebih baik. Dalam menghadapi
permasalahan tersebut maka seorng hidrolog lebih banyak dihadapkan pada 3 buah
pertimbangan yaitu jenis, sifat, dan karakteristik DAS yang diketahui; ketepatan
pemilihan model; dan resiko yang akan ditanggung. Dengan memperhatika ketiga hal
tersebut maka diharapkan seorang hidrolog mampu mengenal, dan membaca keadaan
lapangan, sehingga dengan baik dapat mengenal sifat dan kemungkinan perilaku sesuatu
DAS. Dalam pemilihan besaran yang diinginkan maka kebiasaan akan muncul dua
permasalahan yaitu
1. Apabila dikehendaki biaya konstruksi yang relative lebih kecil, besaran yang lebih
kecil dapat ditetapkan sebagai patokan perancangan. Keputusan ini akan
menimbulkan resiko yang lebih besar bahwa kemungkinan besaran rancangan tadi
akan terlampaui sebelum jangka waktu yang telah ditetapkan
2. Sebaliknya bila dititikberatkan pada resiko yang kecil bahwa perancangannya akan
lebih aman, maka penetapan patokan perancangan lebih besar dapat ditentukan
dengan biaya yang jauh lebih besar.
Kesalahan yang terjadi pada saat analisis maupun pada saat pemilihan
metodekemungkinana dapat diakibatkan karena informasi yang diperlukan tidak
tersedia, cara pemecahan suatu masalah belum tersedia, serta pemahaman masalah
yang kurang.

5
Kedua masalah ini dapat diatasi dengan pengenalan secara baik pada sifat DAS
dan pemilihan metode analisis yang tepat. Perkembangan ilmu Hidrologi di Indonesia
mulai berkembang pesat pada tahun 1970-an dimana banyak pertemuan-pertemuan
ilmiah, lokakarya, dan seminar yang membicarakan peran dari ilmu hidrologi.
Kemudian beberapa para konsultan asing mulai berdatangan dengan catatan sebagai
berikut:
1. Karena pengetahuan para pendamping Indonesia yang masing kurang maka pada
akhirnya peran para konsultan asig lebih dominan
2. Kesalahan yang dijumpai oleh para pendamping tidak jarang tidak bisa
diselesaikan
3. Kemudian pada tahun 1980-an, peran para pendamping mulai aktif
Hidrologi adalah ilmu yang mempelajari seluk beluk, air, kejadian, dan
distribusinya, sifat alami dan sifat kimianya, serta reaksinya terhadap kebutuhan
manusia. pemahamann dan penerapan ilmu hidrologi menyangkut pemahaman proses
pengalihragaman dari satu set masukan kesatu set keluaran. Daur hidrologi dapat
dikisahkan dengan adanya proses penguapan pada awalnya baik dari permukaan laut,
tanah, maupun pohon-pohonan. Kemudian penguapan tersebut akan membentuk
awan dan apabila memungkinkan awan akan terbawa oleh angin kedaratan dan akan
turun sebagai hujan pada saat tekanan tertentu.
Daur limpasan dapat dijelaskan dengan tahapan sebagai berikut yaitu
1. Tahap pertama. Tahap ini digambarkan sebagai musim kering yang sama sekali
tidak ada masukan (hujan) yang terjadi hanyalah proses penguapan sehingga
kelembaban tanah bagian atas akan tergantikan oleh kelembaban tanah bagian
bawah.
2. Tahap dua. Setelah pada waktu yang cukup lama maka hujan turun sehingga
permukaan tanah mulai basah namun sebagian air hujan tertahan oleh adanya
intersepsi dan mengisi tumpangan-cekungan, pada akhirnya air yang tertampun
mengalami penguapan dan terinfiltarsi sehingga tidak mencukupi akan mengisi
limpasan karena air yang ada akan mengemablikan kandungan air dalam tanah.
3. Tahap tiga. Pada tahap ini kapasitas intersepsi mulai melebihi kapasitas sehingga
memungkinkan adanya sumbangan yang diberikan pada peningkatan lipasan dan
permukaan ekuifer secara besar-besaran. dengan keadaan musim penghujan dan
akan berlangsung selama hujan

6
4. Tahap empat. Tahap 4 hampir sama dengan tahap 1, hanya saja pada saat ini
keadaan DAS masih dalam keadaan basah.

BAB III

7
PEMBAHASAN BUKU

Dalam penyampaian buku ini memang ditargetkan untuk mahasisiwa yang mempelajari
masalah social terkhusus untuk mahassiwa-mahasisiwa yang mempelajari ataupun mendalami
tentang ilmu hidrologi, sehingga penyampaiannya disesuaikan dengan kondisi yang diharapkan
oleh penulis. Kedua buku ini memberikan beberapa pertanyaan yang cukup relevan sehingga
memerlukan pemahaman yang luar biasa dan juga pengetahuan dari luar, seperti referensi buku
yang lain yang pastinya akan menambah wawasan kita. Sehingga fungsi dari kita membaca
buku itu tercapai, karena kita pastinya bisa dan telah dilatih untuk mengungkapkan dan
menceritakan atau menjelaskan materi yang dibahas melalui pertanyaan yang diberikan.
Apabila buku itu diseta dengan poin pertanyaan maka pembaca akan memberikan bantuan kita
untuk mengingat apa yang telah kita baca.
Dalam setiap terbitan buku,ataupun artikel, yang pertama dilihat dari pembaca adalah
bagaimana penyampaian penulis dari segi tampilan buku. Sampul buku Rekayasa Hidrologi ini
sangat bagus dan menarik pembaca untuk membuka buku ini. Ini lenih menarik dibanding
dengan buku Analisis Hidrologi, yang tampilan sampulnya kuran menarik karena warnanya
monoton, dan hanya dihiasi oleh satu gambar yang abstark ingin menunjukkan apa.
Bila dilihat dari segi penyampaian penjelasan materi, buku Rekayasa Hidrologi rasanya
saya sendiri kurang puas dengan apa yang saya baca. Karena penjelasan dalam buku ini seperti
bertele-tele dan terkadang mengulang penjelasan yang sama dari halaman yang berbeda. Meski
ini terdapat di beberapa judul saja, namun saya merasa ini sangat mengganggu dan tidak
memberikan kepuasan tersendiri dalam diri saya. Selain itu gagasan antar paragraph itu
terkadang tidak memiliki kesinambungan, paragraph I bisa jadi tidak berkaitan dengan
paragraph 2 melainkan berkesinambungan dengan paragraph selanjutnya. Sementara pada
buku Analisis Hidrologi penelasan yang diberika kurang meluas sehingga kita sulit dalam
memahami buku ini.
Pada buku Rekayasa Hidrologi penjelasannya luas dan menerangkan serta perluasan
materi tersebut, misalnya pada Rekayasa Hidrologi, dijelaskan pembagian dari bentuk-bentuk
dari daur ulang hidrologi. Sememtara pada Analisis Hidrologi tidak diberikan. Pada Rekayasa
Hidrologi tidak diberikan penjelasan yang akurat mengenai limpasan, sementara Analisis
Hidrologi dijelaskan dengan baik yang disertai dengan penjelasan dari proses daur limpasan
air sungai.

8
Pada bagian akhir kedua buku ini, kita akan menemui beberapa kalimat rangkuman dari
keseluruhan bahasan dari bab ini.
Kedua buku ini juga memberikan daftar isi yang pastinya akan membantu kita
menemukan materi tertentu yang kita perlukan, tanpa harus membuka lembar demi lembar
yang pastinya akan menyita waktu. Daftar pustaka juga terlampir dalam buku ini, yang
menunjukkan kebenaran dari informasi yang diberikan sehingga serasa penulis
bertanggungjawab pastinya bahwa tulisan yang diberikan bukan hasil plagiart, melainkan
menggunakan referensi yang banyak, selain itu juga adanya daftar pustaka ini membuat
pembaca yakin bahwa informasi itu bukan hanya pendapat dari penulis saja, namun sudah
menjadi kebenaran dikalangan penulis buku. Karena sperti yang kita ketahui, satu kata dalam
kalimat tidak dimengerti akan memberikan hasil pemahaman yang salah. Atau bahkan sama
sekali tidak akan bisa dipahami, maka penulis melampirkan glosarium.
Jadi menurut saya buku ini baik dijadikan sebagai bahan referensi pengetahuan
pembaca. Buku ini secara keseluruhan itu baik, materi yang diberikan sangat baik, dan
dijelaskan secara luas. Meski penulis adalah seorang pakar yang sangat rajin melakukan
penelitian,namun, untuk buku ini, saran dalam melakukan penelitian selanjutnya tidak
dilampirkan oleh penulis.

9
BAB IV
PENUTUP
4.1. KESIMPULAN
Setelah membaca kedua buku ini, buku ini brkontribusi dalam menambah pengetahuan
kita dibidang hidrologi. Kalau dilihat dari segi daftar pustaka yang berada pada setiap akhir
bab, dapat dikatakan bahwa penulis dalam hal ini tidak bersifat subyektif, dan tidak
mengabaikan informasi yang relevan dengan materi yang ada dalam buku yang lain dan juga
pendapat menurut beberapa ahli. Menurut saya kedua buku ini tidak hanya menjadi panduan
dalam mata kuliah hidrologi namun juga bisa dipakai dalam keilmuan yang berkaitan dengan
cuaca termasuk juga ilmu oseanografi dan Meteorologi dan Klimatologi. Dalam mata kuliah
itu sendiri yaitu hidologi buku ini pastinya sangat berguna dalam proses pembelajaran untuk
menadi referensi dalam belajar. Dan saya sebagai reviewer buku ini, membukakan mata saya
mengenai siklus hidrologi ataupun apa saja yang berkaitan denga hidrologi.
Menurut saya buku yang paling bagus itu adalah buku Analisis Hidrolog, hidrologi
karena pembahasan isinya secara keseluruhan memberikan kita pengertian yang baik kepada
pembaca.

4.2. SARAN
Saran saya buku ini sebaiknya digunakan untuk bahan referensi. dan saya juga
merekomendasikan anda sebagai pembaca hasil review saya, supaya anda mencoba untuk
membaca dan memiliki buku ini. Dan saya lebih menyarankan ada baiknya pembaca lebih baik
memilih buku Analisis Hidrologi dibanding dengan buku Rekayasa Hidrologi.

DAFTAR PUSTAKA

10
Harahap Rumila.2013.Rekayasa Hidrologi.Medan : UNIMED PRESS
Harto Sri.1993.Analisis Hidrologi. Yokjakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

11