Anda di halaman 1dari 9

Nama Peserta : dr.

Lalu Dede Hermawan


Nama Wahana : RSUD dr. R. Soedjono Selong, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat
Topik : Psoriasis Pustulosa Generalisata
Tanggal (kasus) : 5 Februari 2018
Nama Pasien : Tn. S No. RM : 341802
Tanggal Presentasi : Nama Pendamping:
dr. H. Yoseph Barata
Tempat Presentasi : RSUD dr. R. Soedjono Selong, Lombok Timur
Objektif Presentasi: Diagnosis dan Tatalaksana Psoriasis pustulosa generalisata

Keilmuan Keterampilan Penyegaran Tinjauan Pustaka

Diagnostik Manajemen Masalah Istimewa

Neonatus Bayi Anak Remaja Dewasa Lansia Bumil

Bahan bahasan: Tinjauan pustaka Riset Kasus Audit

Cara membahas: Diskusi Presentasi dan diskusi Email Pos

Data pasien: Tn.S No.RM : 341802

Nama Wahana: RSUD dr. R. Soedjono Pasien terdaftar sejak:


Telp pasien: -
Selong, Lombok Timur 5 Februari 2018

Deskripsi:
Pasien laki-laki, 35 tahun datang ke RSUD dr. R. Soedjono Selong dengan keluhan
kulit memerah dan badan terasa panas. Hal ini dialaminya sejak 3 hari yang lalu. Awalnya
pasien merasa baik – baik saja tetapi tiba – tiba pasien merasakan badannya panas kemudian
kulitnya memerah. Selain itu pasien juga mengeluhkan muncul bintik – bintik kecil berisi
nanah pada kaki kanan dan tambah banyak menjalar ke seluruh tubuh dan terasa agak nyeri.
Pasien tidak merasakan gatal dan hanya mengeluhkan kepala sedikit pusing dan nafsu makan
berkurang. Pasien merupakan pasien rutin kontrol dengan diagnosis psoriasis vulgaris, pasien
rutin kontrol ke poli kulit dan lesi kulit pada pasien sudah membaik. Sebelum keluhan muncul
pasien tidak pernah memakai salep ataupun meminum obat selain yang diberikan di poli kulit.
Riawayat keluhan serupa disangkal pasien. Pasien pernah dirawat di rumah sakit pada tahun
2017 dengan diagnosis psoriasi vulgaris.

Tujuan: Penegakan diagnosis dan penatalaksanaan yang tepat

Data utama untuk bahan diskusi:

1. Diagnosis/ gambaran klinis: Psoriasis pustulosa generalisata 2.

4. Riwayat Pengobatan : + 5.

7. Riwayat kesehatan/ penyakit: Psoriasis vulgaris 8.

10. Riwayat keluarga: Keluarga pasien tidak ada yang menderita penyakit yang sama 11.

13. Riwayat pekerjaan: - 14.


17.
16. Lain-lain: Riwayat MRS

Daftar Pustaka:
1. Johan R , Amir R H. Psoriasis Pustulosa Generalisata.CDK-223.2014.Vol.41 no. 12. 8.
2. Johan R, Amir R H. Gejala Klinis dan Terapi Psoriasis Pustulosa Generalisata Tipe Von
Zumbuch.CDK -237.2016.Vol 43.no. 2.
3. Gayatri L, Ervianti E. Studi Retrospektif: Psoriasis Pustulosa
Generalisata.BIKKK.2014.Vol.26.no.1
4. Carlos Antonio Gusmao G D M, Luiz Henrique de Assis et al.A Case Of Acute
Generalized Pustular Psoriasis of Von Zumbucvh Triggered by Hypocalcemia.Case Rep
Dermatol.2015;7;25-351.
5. Benjegerdes K E, Hyde K, Dario K et al. Pustular Psoriasis:Pathophysiology and current
Treatment perspective.Psoriasis : Target and Therapy.2016.6
6. Augey F, Renaudier P, Nicolas J F.Generalized Pustular psoriasis:a French
epidemiological Survey.Eur J Dermatol.2006;16(6):669-73.
7. Takeda Teiichi, Yamamoto I, Takeshi J.Acute Generalized Pustular Psoriasis Presenting
with Erythroderma Associated with Shock and Acute Renal Failure.Hawaii Medical
Journal.2003.Vol 62.p 278-281

Hasil Pembelajaran:

1. Pendekatan tatalaksana pasien dengan Psoriasis pustulosa generalisata 2.


4. Pendekatan manajemen penanganan pasien dengan psoriasis pustulosa generalisata 5.

RANGKUMAN HASIL PEMBELAJARAN PORTOFOLIO

1. SUBJEKTIF 5.
Keluhan Utama:

Kulit memerah dan bintik bernanah seluruh tubuh

Riwayat Penyakit Sekarang:

Pasien laki-laki, 35 tahun datang ke RSUD dr. R. Soedjono Selong dengan keluhan kulit
memerah dan badan terasa panas. Hal ini dialaminya sejak 3 hari yang lalu. Awalnya pasien
merasa baik – baik saja tetapi tiba – tiba pasien merasakan badannya panas kemudian kulitnya
memerah. Selain itu pasien juga mengeluhkan muncul bintik – bintik kecil berisi nanah pada
kaki kanan dan tambah banyak menjalar ke seluruh tubuh dan terasa agak nyeri. Pasien tidak
merasakan gatal dan hanya mengeluhkan kepala sedikit pusing dan nafsu makan berkurang.
Pasien merupakan pasien rutin kontrol dengan diagnosis psoriasis vulgaris, pasien rutin
kontrol ke poli kulit dan lesi kulit pada pasien sudah membaik. Sebelum keluhan muncul
pasien tidak pernah memakai salep ataupun meminum obat selain yang diberikan di poli kulit.

Riwayat Penyakit Dahulu:

Pasien pernah di rawat di rumah sakit pada tahun 2017 dengan diagnosis psoriasis vulgaris
dan sejak saat itu pasien rutin kontrol di poli kulit RSUD dr R Soedjono Selong.

Riwayat Penyakit Keluarga :

Tidak ada anggota keluarga pasien yang mengalami keluhan serupa seperti pasien.

Riwayat Pengobatan :

Pasien rutin kontrol di poli kulit RSUD Selong dan sudah mendapatkan terapi metotrksat dan
steroid dan saat ini pasien hanya mendapatkan salep kortikosteroid dan antihistamine saja

Riwayat Alergi:
Riwayat alergi makanan dan alergi obat disangkal.

2. OBJEKTIF
Pemeriksaan Fisik :
Keadaan umum/ kesadaran : Sedang/ compos mentis
Vital sign :
 Tekanan darah : 110/80 mmHg,
 Frekuensi nadi : 83 x/menit
 Frekuensi napas : 20x/menit
 Saturasi O2 : 99 % tanpa O2
 Suhu : 36,8 0C
Status Generalisata:
 Kepala/ leher : ukuran kepala normal, lesi kulit (+)
 Mata : anemis (-/-), ikterik (-/-), pupil isokor (+/+), lesi kulit (-)
 THT : otorea (-/-), rinorea (-/-), lesi kulit (+)
 Thoraks :
 Inspeksi : simetris (+), retraksi (-), deformitas (-), lesi kulit (+)
 Palpasi: normal, nyeri tekan (-), krepitasi (-)
 Perkusi: sonor +/ +, batas jantung normal
 Paru : vesikuler +/+, ronkhi -/- wheezing -/-
 Jantung : S1S2 reguler dan tunggal, irama teratur, bising (-)
 Abdomen :
 Inspeksi : distensi (-), lesi kulit (+)
 Auskultasi : bising usus (+) normal
 Perkusi : timpani (+)
 Palpasi : supel, nyeri tekan (-), hepar dan lien tidak teraba
 Ekstremitas : lesi kulit (+), akral hangat (+/+)
Status Dermatologis :
 Lokasi : seluruh kulit
 Effloresensi : tampak makula eitema dengan diatas nya terdapat pustul multipel
konfluen membentuk danau (lake of pus).

3. ASSESMENT
Berdasarkan hasil anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang yang telah
dilakukan didapatkan kasus Psoriasis Pustulosa Generalisata
DD
1. AGEP (Acute Generalized Exanthematous Pustulosis)
2. SCPD (Subcorneal Pustular Dermatosa)

4. PLANNING
Pemeriksaan Penunjang
 Pengecatan gram : Hasil negatif
Terapi
 IVFD NaCl 0,9% 20 tetes/ menit
 Inj.metotrexat 7,5 mg IM per minggu
 Inj cefotaxim 2 x 1 gr
 Topikal :
 Hidrocortisone cream
 Kompres NaCl 4x/ hari
 Krim Asam Fusidat 2 kali sehari pada pustul setelah kompres

PEMBAHASAN
Psoriasis adalah penyakit kulit yang bersifat kronik dan residif, ditandai oleh percepatan
pertukaran sel-sel epidermis sehingga terjadi pergantian kulit epidermis atau proses keratinisasi
yang lebih cepat dari biasanya. Penyakit ini tampak sebagai plak tebal, eritematosa, berbatas tegas
dan papul-papul yang tertutup sisik seperti perak, biasanya terdapat di daerah tubuh yang mudah
terkena trauma seperti lutut, siku dan kulit kepala. Erupsi kulit ini dapat menyerang bagian tubuh
manapun, kecuali selaput lendir.1 2

Psoriasis pustulosa adalah salah satu bentuk klinis psoriasis yang ditandai dengan adanya
erupsi pustul bersifat steril dengan dasar eritematosa Terdapat 2 bentuk psoriasis pustulosa, yaitu
psoriasis pustulosa lokalisata dan psoriasis pustulosa generalisata (PPG).2 3

Berdasarkan keluhan yang dialami pasien pada kasus ini dimana onset terjadi secara akut
dan keluhan pustul yang tersebar di hampir seluruh tubuh dan berbentuk konfluen membentuk
danau pus serta didahului dengan keluhan demam malaise serta anoreksia maka sesuai dengan
gambaran khas dari PPG tipe von zumbuch. Psoriasis pustulosa generalisata (PPG) tipe von
Zumbuch merupakan varian psoriasis yang timbul secara akut. Khas ditandai dengan adanya
erupsi pustula generalisata disertai gejala sistemik seperti demam selama beberapa hari, malaise,
dan anoreksia. Pustulanya bersifat steril dengan ukuran 2-3 mm, tersebar pada batang tubuh dan
ekstremitas, termasuk kuku, telapak tangan, dan telapak kaki. Pustula biasanya timbul pada kulit
yang eritematus, awalnya berupa bercak dengan sejumlah pustul yang kemudian menyatu
(konfluen) membentuk gambaran danau (lake of pus).4

Pada kasus ini diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik sesuai
dengan gejala yang didapatkan pada pasien dimana timbul pustul multipel yang bergabung
membentuk gambaran danau. Sebelum keluhan muncul pasien juga mengalami penurunan nafsu
makan dan badan terasa panas disertai badan lemas. Pustul pada kasus ini juga bersifat steril
dimana dibuktikan dengan hasil pemeriksaan gram negatif. Diagnosis juga diperkuat dengan
adanya riwayat diagnosis psoriasis sebelumnya dari pasien dimana berdasarkan penelitian 60 %
kasus PPG terjadi dengan adanya riwayat psoriasis sebelumnya.4

Pada anamnesis pasien berusia 35 tahun berdasarkan kepustakaan insidensi kasus ini
memang rendah dari penelitian yang dilakukan selama sebelas tahun di rumah sakit dr Soetomo
Surabaya didapatkan kasus PPG hanya 21 kasus dimana distribusi usia terbanyak yaitu 20- 40
tahun dengan presentasi 57,1% dimana perempuan lebih banyak terkena daripada laki – laki
namun ada beberapa penelitian yang menyatakan laki – laki lebih banyak terkena dari pada
perempuan dengan insidensi 57% – 62%.5 sementara dari kepustakaan lain Prevalensi psoriasis
pustulosa di Jepang 7,46 kasus per 1 juta penduduk. Penyakit ini dapat mengenai semua ras.
Perbandingan kejadian penyakit ini pada laki-laki dan perempuan dewasa adalah 1:1 dan pada
anak-anak perbandingan kejadian pada laki-laki dan perempuan adalah 3:2. Usia rata-rata kejadian
penyakit ini pada dewasa yaitu pada usia 50 tahun. Pada anak-anak, penyakit ini terjadi rata-rata
pada usia 6-10 tahun Tipe ini memiliki onset sangat cepat dengan angka mortalitas sampai 30%.
Kasus PPG sendiri merupakan kasus yang langka dimana hanya 3 % dari seluruh seluruh kasus
psoriasis.6 Di Prancis insidensi kasus ini 0,5 sampai 0,8 per satu juta penduduk.7

PPG mempunyai beberapa faktor risiko, yaitu pemakaian atau penghentian cortikosteroid
sistemik yang mendadak pada penderita yang mempunyai riwayat psoriasis sebelumnya, obat-
obatan seperti antimalaria, salicylic acid, iodine, penicilline, β-blocker, Interferon-α (INF-α) dan
lithium Obat topikal yang dapat menjadi faktor pencetus adalah obat yang bersifat iritan kuat
seperti tar, antralin dan cortikosteroid. Faktor pencetus lain selain obat adalah kehamilan, sinar
matahari, alkohol, merokok, hipokalsemia sekunder akibat hipoparatiroidisme, stres emosional,
infeksi bakteri dan virus, serta idiopatik.1 5 Dalam kasus ini kemungkinan faktor pencetus nya
adalah pemakaian kortikosteroid topikal tetapi bisa juga idiopatik karena tidak ada riwayat
meminum obat – obatan apapun sebelum keluhan muncul kecuali yang diberikan dari rumah sakit.
Kemungkinan terpapar sinar matahari pun masih mungkin mengingat pasien adalah seorang
petani. Diagnosis banding pada kasus ini adalah AGEP (Acute Generalized Exanthematous
Pustulosis) dan SCPD (Subcorneal Pustular Dermatosa) dimana keduanya tidak didahului dengan
demam dan malaise serta pada pasien ini tidak didapatkan riwayat paparan obat- obatan. 1 2
terapi yang diberikan pada pasien ini adalah injeksi metotrexat yang berfungsi sebagai
sitostatika dengan terapi suportif lain berupa IVFD NS 20 tpm dan injeksi antibiotik serta kompres
Nacl pada lesi dan pemberian kortikosteroid cream dan antibiotik topikal pada lesi untuk
mencegah infeksi sekunder. Berdasarkan kepustakaan metotrexat merupakan lini pertama dari
terapi PPG dengan dosis awal 5 – 15 mg per minggu dimana pada kasus ini diberikan dosis 7,5
mg biasanya keluhan akan membaik 24 jam sampai 7 hari. 1 5
BERITA ACARA PRESENTASI PORTOFOLIO

Pada hari ini tanggal ..................................... telah dipresentasikan portofolio oleh:


NamaPeserta : dr. Lalu Dede Hermawan
Denganjudul/topik : Psoriasis Pustulosa Generalisata
Nama Pendamping : dr. H. Yoseph Barata
Nama Wahana : RSUD dr. R. Soedjono Selong, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat

No. Nama Peserta Presentasi Tanda Tangan

Berita acara ini ditulis dan disampaikan sesuai dengan yang sesunguhnya.
Pendamping

(dr. H. Yoseph Barata)