Anda di halaman 1dari 5

Lampiran Materi Penyuluhan

A. Definisi Penyakit TBC


Tuberkulosis adalah suatu penyakit infeksi menular yang disebabkan bakteri
Mycrobacterium tuberkulosis, yang dapat menyerang berbagai organ, terutama paru-paru.
TBC diperkirakan sudah ada sejak 500 tahun sebelum masehi, namun kemajuan dalam
pemenuhan dan pengendalian penyakit TBC baru terjadi dalam 2 abad terakhir pada 1906
vaksin BCG berhasil ditemukan. Lama sesudah itu, mulai ditemukan Obat Anti
Tuberkolosis (OAT). Pada 1943 Streptomisin diterapkan sebagai TB pertama yang efektif.
(Kemenkes,2015).
Tuberkulosis merupakan infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis yang
dapat menyerang pada berbagai organ tubuh mulai dari paru dan organ luar paru seperti
kulit, tulang, persendian, selaput otak, usus serta ginjal yang sering disebut dengan
ekstrapulmonal TBC (Chandra B, 2012). Tuberkulosis paru (TB paru) adalah penyakit
infeksius yang terutama menyerang parenkim paru. Nama tuberkulosis berasal dari tuberkel
yang berarti tonjolan kecil dan keras yang terbentuk saat sistem kekebalan membangun
tembok mengelilingi bakteri dalam paru. Penyakit ini bersifat menahun dan secara khas
ditandai oleh pembentukan granuloma dan menimbulkan nekrosis jaringan. Penyakit ini
dapat menular melalui udara saat seseorang dekat atau berinteraksi dengan pasien tidak
menggunakan masker yang dapat menular saat pasien batuk, bersin atau berbicara.

B. Penyebab Penyakit TBC


Penyebab dari penyakit ini adalah bakteri Mycrobacterium tuberkolosis. Ukuran dari bakteri
ini cukup kecil yaitu 0,5-4 mikron x 0,3-0,6 mikron dan berbentuk batang, tipis, lurus atau
agak bengkok, bergranul, tidak mempunyai selubung tetapi memiliki lapisan luar yang tebal
yang terdiri dari lipoid ( terutama asam mikolat). Sifat dari bakteri ini istimewa karena
bakteri ini dapat bertahan terhadap pencucian warna dengan asam dan alkohol sehingga
sering disebut dengan bakteri tahan asam (BTA). Selain itu bakteri ini tahan terhadap
suasana kering dan dingin.bakteri ini dapat bertahan pada kondisi rumah atau lingkungan
yang lembab dan gelap sampai berbulan-bulan, tetapi bakteri ini tidak tahan atau bisa mati
apabila terkena cahaya matahari atau aliran udara ( Widoyono, 2011).
Penyebab dari penyakit tuberkulosis paru adalah terinfeksinya paru oleh Mycobacterium
Tuberculosis yang merupakan kuman berbentuk batang dengan ukuran sampai 4 mycron
dan bersifat anaerob. Sifat ini yang menunjukkan kuman lebih menyenangi jaringan yang
tinggi kandungan oksigennya, sehingga paru-paru merupakan tempat prediksi penyakit
tuberkulosis. Kuman ini juga terdiri dari asal lemak (lipid) yang membuat kuman lebih tahan
terhadap asam dan lebih tahan terhadap gangguan kimia dan fisik. Penyebaran
mycobacterium tuberculosis yaitu melalui droplet nukles, kemudian dihirup oleh manusia
dan menginfeksi (Depkes RI, 2002).

C. Gejala Penyakit TBC


Ada beberapa tanda dan gejala pada pasien penderita TBC yaitu diantaranya:
a) Demam 40-41oC, serta ada batuk / batuk darah.
b) Sesak nafas dan nyeri dada
c) Malaise, keringat malam
d) Peningkatan sel darah puih dengan dominasi sel limfosit
e) Pada anak
1. Berkurangnya BB 2 bulan berturut-turut tanpa sebab yang jelas atau gagal tumbuh.
2. Demam tanpa sebab yang jelas terutama jika berlanjut samapai 2 minggu
3. Batuk kronik lebih dari 3 minggu dengan atau tanpa wheezing.
4. Riwayat kontak dengan pasien TBC dewasa.

Menurut Donna L. Wong, et.al. 2008 tanda dan gejala tuberkulosis antara lain.
a. Demam
Umumnya subfebris (37,5oC – 38oC), kadang-kadang hiperpireksia (40oC -
41oC), keadaan ini sangat dipengaruhi oleh daya tahan tubuh pasien dan berat
ringannya infeksi kuman tuberculosis yang masuk. Biasanya terjadi demam
persisten yang pada kasus ini terjadi akibat adanya infeksi saluran pernanfasan.
b. Malaise
Penyakit TBC paru bersifat radang yang menahun. Gejala malaise sering
ditemukan anoreksia, berat badan makin menurun, sakit kepala, meriang, nyeri
otot dan keringat malam. Gejala semakin lama semakin berat dan hilang timbul
secara tidak teratur
c. Anoreksia
d. Penurunan berat badan
e. Batuk ada atau tidak
Terjadi karena adanya iritasi pada bronkus. Batuk ini diperlukan untuk
membuang produk radang. Sifat batuk dimulai dari batuk kering (non
produktif). Keadaan setelah timbul peradangan menjadi produktif
(menghasilkan sputum atau dahak). Keadaan yang lanjut berupa batuk kering
(non produktif). Keadaan setelah timbul peradangan menjadi produktif
(menghasilkan sputum atau dahak). Keadaan yang lanjut berupa batuk darah
(hemaptoe) karena terdapat pembuluh darah yang pecah. Kebanyakan batuk
darah pada TBC terjadi pada dinding bronkus. (berkembang secara perlahan
selama berminggu – minggu sampai berbulan – bulan)
f. Peningkatan frekuensi pernapasan
g. Ekspansi buruk pada tempat yang sakit
h. Bunyi napas hilang dan ronkhi kasar, pekak pada saat perkusi
i. Manifestasi gejala yang umum : pucat, anemia, kelemahan, dan penurunan berat
D. Penularan TBC
Penularan penyakit TBC bisa ditularkan dalam beberapa sebab yaitu :
a) Sumber penularan adalah pasien TB yang dahaknya mengandung kuman TB BTA
posistif
b) Pada waktu batuk atau bersin, pasien menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk
percikan dahak. Seklai batuk dapat mengandung 3.000 kuman dalam percikan dahak
c) Penularan terjadi melalui percikan dahak yang dapat bertahan selama beberapa jam
dalam ruangan yang tidak terkena sinar matahari dan lembab.
d) Semakin banyak kuman yang ditemukan dalam tubuh berarti semakin besar
kemungkinan menularkan kepada orang lain.
E. Pencegahan TBC
Pencegahan TBC dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:
a) Menutup mulut saat batuk dan bersin dengan sapu tangan
b) Jangan membuang ludah dan dahak di sembarang tempat. Buang dahak di tempat khusus
tertutup dan berisi air sabun kemudian buang di lubang WC atau kubur di dalam tanah.
c) Cucilah tangan dengan air sabun, air mengalir dan dikeringkan
d) Mengkonsumsi makanan bergizi
e) Olah raga secara teratur
f) Membuka jendela dan pintu setiap pagi agar udara dan sinar matahri masuk
g) Tidak merokok dan hindari minuman beralkohol
F. Modifikasi Lingkungan
Penyakit TBC sangat penting untuk untuk dicegah agar tidak terjadi penularan ke anggota
keluarga lainnya. Tindakan yang dilakukan untuk mencegah penularan penyakit TBC ke
anggota keluarga dengan memodifikasi lingkungan mengenai pencahayaan dengan cara
membuka jendela kamar dan pintu rumah, memasang genteng kaca, menjemur kasur yang
dipakai penderita TBC secara rutin 1 minggu sekali. Dengan membuka ventilasi rumah,
pemasangan genteng kaca serta menjemur kasur diharapkan bakteri tersebut dapat mati
karena terpapar sinar matahari secara langsung ( Families, 2006 ). Selain membuka ventilasi
rumah, tempat-tempat yang lembab juga harus dibersihkan karena bakteri penyebab
penyakit TBC sangat menyukai tempat yang lembab dan berpotensi menjadi sarang bakteri
TBC sehingga bisa berpotensi untuk ditularkan ke anggota keluarga yang lain.

G. Teknik Batuk Efektif

Definisi teknik batuk efektif

Manfaat teknik batuk efektif

Langkah-langkah teknik batuk efektif


DAFTAR PUSTAKA

Kementrian Kesehatan RI. 2014. Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkolosis.


Jakarta. Kementrian Kesehatan RI.

Kementrian Kesehatan RI.2015. Pusat Data Dan Informasi Kementrian Kesehatan


RI. Jakarta. Kementrian Kesehatan RI.

Depkes RI. 2002. Pedoman Pemberantasan Penyakit Saluran Pernapasan Akut. Jakarta:
Departemen Kesehatan RI.

Donna L. Wong (et al). 2008. Buku Ajar Keperawatan Pediatrik Wong.Alih bahasa: Agus
Sutarna, Neti Juniarti, H.Y. kuncoro. Editor edisi bahasa Indonesia: Egi Komara
Yudha (et al). Edisi 6. Jakarta: EGC