Anda di halaman 1dari 8

ROCKPORT TEST

Tes Kebugaran adalah elemen dasar untuk menilai ketahanan dan kekuatan fisik seseorang.
Melakukan tes kebugaran sangat baik untuk menilai sekaligus meningkatkan kinerja jantung, paru-paru
dan otot. Tes Kebugaran juga dapat diartikan sebagai tes daya tahan kardiorespirasi, tes kekuatan dan
fleksibilitas otot. Oleh karena itu Tes Kebugaran ini dapat dijadikan faktor yang dapat menentukan
derajat kesehatan seseorang.

Manfaat

Tes Kebugaran bagi tubuh dapat digunakan :

- menilai kebugaran seseorang


- untuk mencegah penyakit-penyakit yang menyebabkan kemunduran kesehatan akibat gaya
hidup yang tidak sehat dan atau penuaan
- melatih ketahanan fisik, kardiorespirasi sehingga baik untuk kesehatan jantung dan paru-paru.
- Mencegah terjadinya Obesitas pada seseorang

Tes Kebugaran dapat mengukur tingkat kebugaran seseorang dengan mengukur volume seseorang
dalam mengkonsumsi oksigen saat latihan dan kapasitas maksimum (VO2 Maks). VO2 Maks adalah
oksigen maksimal yang dapat digunakan oleh tubuh manusia untuk melakukan aktivitas yang intensif.
VO2 Maks dinyatakan dalam satuan liter per menit atau mililiter/menit/kgBB.

Mengapa VO2 yang dipakai untuk mengukur kebugaran seseorang?

Semua sel tubuh memerlukan oksigen untuk menghasilkan aktivitas kontraksi. Jika secara faal bisa
diasumsikan bahwa kontraksi otot memerlukan zat ATP (Adenosin Tri Phosphat) yang dihasilkan melalui
proses yang melibatkan oksigen, semakin banyak otot yang digunakan, maka semakin besar juga
kebutuhan akan ATP ini, semakin besar pula kebutuhan akan oksigen untuk menghasilkan ATP. Jika
suplay oksigen ke dalam sel tubuh manusia berkurang, tubuh manusia akan melakukan proses
menghasilan ATP secara anaerob (tanpa oksigen). Proses menghasilkan ATP yang diperlukan otot untuk
berkontraksi tanpa oksigen atau anaerob, akan menghasilakan produk sampingan yaitu berupa asam
laktat. Asam laktat akan ditumpuk dalam sel otot, sehingga dalam kondisi yang sudah jenuh, akan terjadi
respon kelelahan pada otot.

Tes kebugaran akan mengukur volume oksigen yang dikonsumsi seseorang dan juga kasipasitas
maksimumnya (VO2 Maks). Semakin besar volume oksigen yang dikonsumsi, maka akan semakin bugar
seseorang. Semakin tinggi kapasitas maksimum (VO2 Maks) maka akan semakin bagus atau bugar
seseorang.

Banyak cara untuk mengukur kebugaran seseorang, beberapa peneliti mempersyaratkan bahwa
kegiatan fisik yang dilakukan harus melibatkan minimal 50 % dari total masa otot. Aktivitas yang
memenuhi criteria ini adalah lari, bersepeda, mendayung. Cara yang paling umum dilakukan dengan lari
di treadmill, yang bisa diatur kecepatan dari sudut inklinasinya Lamanya tes harus menjamin terjadinya
kerja jantung maksimal. Umumnya berlangsung minimal 6 sampai 12 menit. Salah satu tes kemampuan
itu adalah Tes Kebugaran dengan metode tes jalan Rockport.

Tes kebugaran ini cukup sederhana, tanpa biaya yang mahal dan akurasinya cukup wajar. Cara
Melakukan Tes Kebugaran Tes Jalan Rockport Tes Jalan Rockport merupakan salah satu metode yang
biasa dipakai untuk menilai kemampuan kardiovaskuler saat beraktivitas fisik dengan mengestimasi
kapasitas aerobik.

Prosedur uji jalan rockport :

1. Orang yang dites diminta berjalan secepat mungkin (sesuai kesanggupan) sejauh 1 mil/1,6km
lalu dihitung waktu tempuhnya (dalam menit) dan denyut nadinya dalam satu menit. Tes ini
dapat dilakukan pada semua orang, baik pria maupun wanita, setelah dinyatakan aman untuk
melakukannya oleh dokter pemeriksa.
2. Alat yang digunakan : Pengukur waktu : jam dengan penunjuk detik atau stopwatch Lintasan
halus sejauh 1 mil/1609 meter (bisa bolak-balik dengan total jarak 1 mil/1609 meter)
3. Persiapan tes Lakukan skrining awal kesiapan melakukan tes dengan kuesioner PAR-Q. Catat
data yang diperlukan untuk perhitungan : umur, jenis kelamin, berat badan Sebelum melakukan
tes.
4. Lakukan peregangan seluruh tubuh terutama otot otot tungkai dan diakhiri dengan pemanasan
berupa berjalan secara perlahan.
5. Berjalan cepat secara konstan semampunya pada jarak yang telah ditentukan (1,6 km), pada
lintasan yang datar : lurus atau berputar (lapangan bola standar : keliling 400 m)
6. Peserta tes berdiri di belakang garis “start”. Setelah aba-aba “siap” peserta tes mengambil sikap
start berdiri, siap untuk berjalan cepat atau berlari. Mulailah berjalan secepat mungkin (sesuai
kesanggupan) sejauh 1 mil (1609 meter) pada lintasan yang disediakan.
7. Catat waktu (dalam menit) yang diperlukan untuk menempuh jarak 1 mil Segera setelah selesai
menempuh jarak 1 mil, hitung denyut nadi dalam 1 menit
8. Hitung VO2max menggunakan rumus :

VO2 Max = 132.853 – (0.0769 × berat badan) – (0.3877 × umur) + (6.315 × jenis kelamin) –
(3.2649 × waktu tempuh) – (0.1565 × denyut nadi)

Berat badan dalam Pound (1 kg = 2,2 Pound,)


Pria = 1; wanita = 0
Waktu tempuh dalam menit, sampai perseratus menit (misal : 8 menit 30 detik ditulis 8,50
menit) denyut nadi dalam kali/menit,
Umur dalam tahun
9. Interpretasi Tes kebugaran : Tes Jalan Rockport interpretasi-tes-kebugaran-jalan-rockport
10. Tabel Hubungan waktu tempuh – VO2Max Waktu tempuh dihitung setelah menyelesaikan jarak
1 mil/1,609 km. Catat waktu tempuh (menit & detik), dan dilihat ke tabel nilai VO2Max
11. Setelah mendapatkan nilai VO2max, tingkat daya tahan jantung-paru dapat diketahui dengan
menggunakan tabel Klasifikasi kapasitas aerobik berdasarkan jenis kelamin dan usia.

Contoh: Laki-laki 50 tahun, waktu tempuh 12 menit 30 detik (= 12,5 menit), maka : VO2Max = 31
Kemudian lihat di tabel Laki-laki umur 50 -59, nilai 31 dengan kalsifikasi Kapasitas aerobic cukup
PAR-Q revisi 2002 :

1. Apakah sebelum ini dokter pernah menyatakan bahwa anda memiliki gangguan jantung dan
karenanya anda hanya boleh melakukan aktivitas fisik yang direkomendasikan dokter? (YA /
TIDAK)
2. Apakah anda merasakan nyeri dada ketika melakukan aktivitas fisik? (YA / TIDAK)
3. Dalam sebulan terakhir, pernahkah anda merasakan nyeri dada ketika anda sedang tidak
melakukan aktivitas fisik atau sedang beristirahat? (YA / TIDAK)
4. Apakah anda kehilangan keseimbangan karena dizziness atau pernahkah anda kehilangan
kesadaran? (YA / TIDAK)
5. Apakah anda mengalami gangguan pada tulang atau persendian (misalnya punggung, lutut, atau
hip) yang dapat menjadi berat bila anda mengubah aktivitas fisik yang biasa anda lakukan? (YA /
TIDAK)
6. Apakah dokter anda saat ini minum atau seharusnya minum obat yang diresepkan dokter untuk
tekanan darah atau gangguan jantung? (YA / TIDAK)
7. Apakah anda mengetahui ada alasan lain sehingga anda sebaiknya tidak melakukan aktivitas
fisik? (YA / TIDAK)

Apabila semua jawabannya adalah TIDAK, maka tes kebugaran dapat dilakukan. Apabila ada satu atau
lebih jawaban YA, maka sebaiknya dikonsultasikan kepada dokter ahli atau spesialis untuk menangani
permasalahan tersebut.

Ketentuan Medical Check Up Calon Petugas Kesehatan Haji

Adapun ketentuan Standar Paket Medical Check Up Calon Petugas Kesehatan Haji Indonesia tahun 2016
adalah sebagai berikut :

1. ANAMNESA : Riwayat Penyakit Sekarang, Riwayat Penyakit Dahulu, Riwayat Penyakit Keluarga,
serta kebiasaan sehari-hari seperti olahraga, merokok, minum alkohol, dan lain-lain
2. PEMERIKSAAN FISIK : Berat Badan, Tinggi Badan, Vital Sign, Keadaan Umum, Pemeriksaan Head
to Toe yaitu Kepala (Mata, THT, Mulut), Leher, Thorax, Abdomen, Ekstremitas, dan pemeriksaan
Neurologis.
3. PENUNJANG : (1) Laboratorium : (a) Hematologi Darah Lengkap (b) Kimia Darah : Lemak darah
(Cholesterol, HDL, LDL, dan Trigliseride), Fungsi Ginjal (Ureum, Creatinin dan Asam Urat), Fungsi
Hati (SGOT, SGPT), Gula darah Sewaktu. (b) Urine : Urine Lengkap, Tes Kehamilan. (2) Radiologi :
Thorax PA. (Hasil bacaan dokter spesialis Radiologi) (3) EKG (khusus untuk calon petugas yang
berumur lebih dari 35 tahun). Pada rekrutmen petugas kesehatan haji 2017, EKG wajib bagi
semua calon peserta + bacaan dari dokter
4. PENDUKUNG : Tes kebugaran Pada rekrutmen tahun 2017, tes kebugaran WAJIB
DIPERSYARATKAN bukan lagi PENDUKUNG dengan metode tes kebugaran jalan Rockport