Anda di halaman 1dari 12

Bab 4

KARAKTERISTIK KABEL FIBER OPTIK

Karakteristik dari kabel fiber optik tergantung pada komposisi


material yang sangat spesifik, bentuk fisik dan ukuran. Komposisi bahan
glass dari fiber, diameter dari fiber, dan cara cahaya masuk kedalam fiber
dengan indek bias tertentu, secara langsung akan mempengaruhi performansi
dari fiber. Ketidaksempurnaan dan konsentrisitas mempengaruhi rugi-rugi
atau losses pada fiber, contohnya seperti lekukan (bending) yang kecil pada
fiber. Losses dari fiber akan mereduksi daya dari cahaya, sehingga mereduksi
bandwidth sistem, kecepatan transmisi, efisiensi, dan kapasitas sistem secara
keseluruhan. Bab IV ini akan menjelaskan karakteristik dari fiber optik dan
rugi-rugi atau losses dari fiber optik yang mempengaruhi karakteristik fiber
optik. Dengan mempelajari rugi-rugi tersebut, kompetensi yang diinginkan
mahasiswa mampu memahami dan menghitung pengaruh rugi-rugi pada
fiber optic (c2)(c3)

4.1.Karakteristik kabel fiber optik


Bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan serat optik untuk
transmisi optik adalah gelas silika. Banyak bahan gelas dikembangkan dan
dipelajari dengan tujuan meningkatkan sifat transmisi serat. Ada dua
parameter gelas yang berpengaruh pada kinerja transmisi, yaitu losses
(kerugian) dan perubahan indeks bias dengan panjang gelombang. Bahan
dasar yang digunakan dalam pembuatan serat optik adalah silika dioksida
vitreous (SiO2), tetapi untuk mencapai sifat yang dibutuhkan dari serat,
berbagai dopan juga digunakan, seperti Al2O3, B2O3, GeO2, dan P2O5.
Dopan berfungsi meningkatkan dan menurunkan indeks bias silika murni
SiO2. Dengan peningkatan kualitas bahan dan proses produksi yang tepat,
losses telah berkurang mendekati losses yang diharapkan secara teoretis.
Kerugian intrinsik secara teoritis memiliki nilai minimum 0,185 dB /
km pada panjang gelombang mendekati 1550 nm. Selain kerugian intrinsik,
serat memiliki kerugian tambahan yang disebut sebagai ekstrinsik. Kerugian
ini berkait dengan keberadaan berbagai zat di gelas/kaca, kualitas gelas/kaca,
pengolahan, dan ketidaksempurnaan mekanis dalam struktur fiber.
Kerugian ini dapat dihilangkan dengan perbaikan dalam proses fabrikasi dan
kualitas gelas/kaca. Kehadiran logam dan ketidakmurnian tanah
berkontribusi pada losses ekstrinsik serat sebanding dengan adanya
gugus hidroksil OH yang memasuki kaca melalui uap air. Hidrosil OH
merupakan losses ekstrinsik yang paling sulit untuk dihilangkan.

51
Kontributor lain untuk losses ekstrinsik adalah mikro bending
(pembengkokan ) dan penggulungan (spooling) dan pembengkokan pada
saat pemangasn kabel lentur-mikro dari serat yang muncul dari mikroskuler
periodik sebagai akibat dari spooling atau pemasangan kabel serat dan
pembengkokan fiber untuk pemasangan kabel dan penyebaran.
Evolusi serat dalam hal losses menghasilkan tiga jendela optik.
Jendela pertama sekitar 850 nm dengan serat multimode. Alasan untuk
beroperasi pada 850 nm adalah ketersediaan laser semikonduktor pada
panjang gelombang ini. Ketika panjang gelombang nol-dispersi silika pada
1300 nm diidentifikasi, sistem mode tunggal pertama dioperasikan pada
1300 nm, jendela kedua.
Secara fundamental ada tiga penyebab rugi-rugi atau loss cahaya
pada fiber
1. Loss material. Absorpsi oleh material pembuat fiber termasuk
interaksi cahaya dengan struktur molekul dari material akibat dari
tidak sempunanya material fiber.
2. Penghaburan cahaya (light scattering). Cahaya dihaburkan akibat
ketidak murnian dan tidak sempurna struktur bahan. Cahaya yang
dihaburkan tidak akan masuk ke dalam core, cahaya ini akan hilang
di cladding.
3. Waveguide dan losses karena bending. Losses yang disebabkan oleh
ketidak sempurnaan dan deformasi dari struktur fiber. Istilah
Waveguide atau waveguide optikal, sering digunakan untuk fiber
optik.
Losses transmisi pada jaringan kabel serat optik merupakan
karakteristik penting pada fiber.

4.1.1 Power Loss


Power loss pada kabel fiber optic merupakan karakteristik sangat
penting dari kabel. Power loss sering kali disebut sebagai attenuasi atau loss
dan hasilnya adalah mengurangi daya dari gelombang cahaya yang sedang
berjalan didalam fiber optic. Akibat dari attenuasi akan timbul beberapa
kerugian antara lain mereduksi besar bandwith system, kecepatan transmisi,
efiseinsi, dan kapasistas system keseluruhan.
Rugi-rugi pada system dinyatakan sebagai perbandinagnd aya, sebgaiman
dalam formula 4.1.
4.1
Dimana
Pin : daya input pada fiber dalam satuan Watt
Pout : daya yang tersedia pada pada bagian output fiber dalam satuan
Watt
52
Secara umum kabel jenis Multimode cenderung mempunyai atenuasi atau
loss lebih besar dari pada tipe single mode.
Loss diatas merupakan angka tanpa satuan. Bila ingin dinyatakan dalam
satuan, digunakn satuan decibel dengan menggunakan persamaan 4.2.
4.2
Atau dalam bentuk aljabar dapat menggunakan persamaan 4.3
4.3
Seringkali loss pada fiber optik dinyatakan dalam decibels per kilometer
(dB/km).
Contoh :

1. Fiber dengan panjang 100-m dengan daya input Pin= 10 µW dan


daya out put Pout = 9 µW. Hitung loss dalam dB/km.
Jawab :

Tanda (-) minus menunjukan loss

2. Kabel single mode dengan Loss cable LC = 0.25dB/km. hitung daya


optikal kabel pada jarak 100km dari sumber yang mempunyai daya
0.1 mW.
Jawab
Daya input 0.1 mW= -10 dBm.
LC = 0.25dB/km, panjang kabel 100 km, maka LC = 0.25dB/km x
100km = 25dB

Meskipun Fiber optik dikatakan mempunyai losses sangat kecil, pada


akhirnya losses dan distorsi akan membatasi jarak lintasan fiber optik. Fiber
optik yang pertama ditemukan mempunyai loss sebesar 20 dB/km. Seiring
dengan perkembangan teknologi losses-nya mengecil hingga 0,2 dB/km.
Untuk meminimalkan atenuasi ini, panjang gelombang cahaya pada
transmisi fiber dipindahkan dari 850 nm menjadi 1300 dan 1550 nm. Ada
empat sumber utama yang menyebabkan attenuasi pada fiber optik, yaitu
losses karena penyerapan (absorbtion) material, scattering, bending dan
akibat penyambungan (splicing) serta pengkopelan.

4.1.2 Rugi-rugi penyerapan


Penyerapan material sendiri dibagi dua tipe yaitu intrinsic dan
extristic. Loss intrinsic disebabkan resonansi atomik dari material fiber.
53
Penyerapan material terjadi pada range infrared dan ultraviolet. Sedang
penyerapan extristic disebabkan oleh resonansi atomik dengn partikel dari
luar fiber, contohnya dengan air atau ikatan OH yang frekuensi resonansi
fundamental sebesar 1,1x1014 Hz atau panjang gelombang 2.8 m. Ikatan ini
akan menyerap cahaya yang datang pada frekuensi resonansi atau
harmoniknya, dengan puncak penyerapan pada panjang gelombang .
Dengan nilai n 1, 2 dan 3 dari panjang gelombang 1400, 930 dan 700 nm.
Puncak penyerapan lainnya pada panjang gelombang 1240nm karena adanya
interaksi antara ikatan OH dengan SiO2 dari fiber, seperti ditunjukan pada
gambar 1.2.

4.1.3 Rugi-rugi Rayleigh


Ada empat losses akibat penyebaran pada fiber optik, yaitu Rayleigh,
Mie, Brillion dan Raman. Rayleigh adalah bagian penting dari losses
penyebaran seperti ditunjukan pada gambar 4.1. Besarnya losses sebanding
dengan 1 yaitu
4
1
 n  CR [dB/km] (4.4.)
4
dimana
 n koefisien penyebaran Rayleigh [dB/km].[um]
Range dimulai 0.8-1[dB/km][ um] dan merupakan fungsi dari perbedaan
indek bias dari core dan cladding, diameter core dan tipe dari material yang
ditambahkan atau doped. Secara umum perbedaan indek bias yang terlalu
besar membuat loss scattering Rayleigh makin besar.

Gambar 4.1 Losses akibat scatering


Total loss menggabungkan loss scatering Rayleigh dengan loss
material terlihat pada gambar 4.1. terlihat bahwa penyerapan infra red
diabaikan dibandingkan Rayleigh dan attenuasi terendah pada jendela 1300

54
nm dan 1500 nm. Oleh karena itu sumber cahaya dioperasikan pada panjang
gelombang yang attenuasinya minimal

4.1.4 Rugi-rugi Penekukan (Bending)


Sinyal pada fiber optik juga mengalami kerusakan akibat penekukan
dan pelengkungan karena mode yang dibangkitkan akan hilang. Secara
praktis rugi-rugi/loss akibat penekukan menjadi tidak signifikan jika
penekukan lebih besar dari 1 mm-1, dengan kata lain dapat diabaikan. Tetapi
akan diperhitungkan jika jalur transmisinya panjang dan banyak
lilitan/gulungan yang dibuat pada fiber itu sendiri. Bending dibagi dua
bagian, yaitu makrobending dan mikrobending.
Macrobending dari serat optik dapat disebabkan kerena
pembengkokan (bending) serat optik pada saat penggulungan di kabel di
proses pabrikasi maupun pada saat. Bila Serat optik ditekuk (digulung )
dengan jari-jari kecil maka akan menyebabkan peningkatan loss optikal.
Pada serat optik single mode, bila panjang gelombang yang digunakan lebih
panjang dari panjnag gelombnag cutoff, maka mode yang dipandu menjadi
kurang baik dan menghasilkan losses yang besar bending meskipun radius
bending sama dengan bending pada kabel yang beroperasi pada panjang
gelombang yang cutoff. Pada pemsangan serta optik, perlu dipilih
Konstruksi kabel dan pemilihan jalur untuk memperkecil kemungkinan
bending
Microbending pada serat optik disebabkan oleh tekanan pada sisi
yang dilokalisir sepanjang serat. Hal Ini mungkin disebabkan oleh
pabrikisasi dan regangan pada saat instalasi sebagai akibat dari variasi
dimensi dalam material kabel karena perubahan suhu Sensitivitas dari
microbending adalah fungsi dari perbedaan indeks bias core dan cladding,
serta diameter inti dan cladding. Efek dari mikrobending akan meningkatkan
losses optikal.
Untuk mengurangi kerugian microbending, struktur kabel harus
melindungi serat optik dari tekanan pada sisi (lateral) kekuatan lateral.
Konstruksi kabel harus dipilih untuk mencegah penekukan serat karena
adanya perubahan temperature yang menyebabkan kerugian microbending.
Komponen kabel seperti selubung kabel dan anggota kekuatan (strength
member) sangat penting membantu mengurangi microbending yang
disebabkan kekuatan mekanis eksternal pada kabel dan oleh perubahan suhu.
Looses mikrobering juga dapat terjadi pada kabel udara yang mengalami
lendutan yang berlebihan (misalnya karena pembebanan es yang berat).
Jari0jari bending yang diperbolehkan adalah ≥20R, dimana R adalah Jari-
jari kabel. Untuk kabel tunggal ≥20R, dimana R jari-jari core.

4.1.5 Rugi-rugi dispersi


55
Dispersi kromatik adalah penyebaran pulsa cahaya saat mengalir
didalam fiber. Cahaya memiliki sifat ganda dari gelombang elektromagnetik
serta perspektif kuantum. Sehingga memungkinkan untuk mengukurnya
sebagai gelombang dan juga partikel kuantum. Selama propagasi cahaya,
semua komponen spektrumnya menyebar dengan tepat. Komponen-
komponen spektral ini bergerak pada kecepatan grup yang berbeda yang
mengarah ke dispersi yang disebut dispersi kecepatan grup (Group Velocity
Dispersi GVD). Dispersi yang dihasilkan dari GVD disebut dispersi
kromatik karena ketergantungan panjang gelombangnya. Efek dari dispersi
kromatik adalah penyebaran pulsa.
Ketika pulsa menyebar, atau meluas, pulsa-pulsa cenderung tumpang
tindih sehingga tidak lagi dapat dibedakan oleh penerima sebagai 0 dan 1.
Pulsa-pulsa cahaya yang diluncurkan berdekatan (laju data tinggi)
menyebabkan penyebaran terlalu banyak (dispersi tinggi) menghasilkan
kesalahan/ error dan hilangnya informasi. Dispersi kromatik terjadi sebagai
akibat dari rentang panjang gelombang yang ada dalam sumber cahaya.
Cahaya dari laser dan LED terdiri dari berbagai panjang gelombang, yang
masing-masing berjalan pada kecepatan yang sedikit berbeda. Pada jarak
tertentu, berbagai kecepatan gelombang menyebabkan pulsa cahaya
menyebar dalam satuan waktu.
Ini sangat penting dalam aplikasi mode tunggal. Modal dispersi
signifikan dalam aplikasi multimode, di mana berbagai mode cahaya yang
merambat dalam serat tiba di penerima pada waktu yang berbeda, dan
menyebabkan efek penyebaran. Dispersi kromatik umum pada semua tingkat
bit. Dispersi kromatik dapat dikompensasi atau dimitigasi melalui
penggunaan dispersi-pergeseran serat (DSF). DSF adalah serat yang
didoping dengan impuriti yang memiliki karakteristik dispersi negatif.
Dispersi kromatik diukur dalam ps / nm-km. Margin daya 1-dB biasanya
disediakan untuk memperhitungkan efek dispersi kromatik.

4.1.6 Rugi-rugi kopling


Sinyal cahaya pada sambungan dua fiber akan dapat ter-atenuasi
dengan menggunakan coupler atau dengan adanya proses penyambungan/
spilicing. Losses yang dihasilkan ada dua tipe, yaitu dari luar sistem dan dari
dalam sistem. Penyebab dari luar contohnya tidak tepatnya sambungan pada
core, tilt/kemiringan, adanya celah pada bagian ujung dan kualitas
permukaan dari fiber. Sedang rugi dari dalam disebabkan intinya
membentuk pengkutuban (ellipticity), tidak tepatnya indek bias serta tidak
tepatnya MFD (mode field diameter). Secara umum rugi-rugi akibat peng-
kopelan sekitar 0,2 dB dan rugi-rugi akibat spilicing sekitar 0,05 dB.

56
4.2. Dispersi
Istilah dispersi digunakan untuk menggambarkan efek pelebaran
sinyal pada fiber. Gambar 4.2. memperlihatkan pulsa yang terjadi pada
bagian output fiber lebih lebar dibandingkan dengan pulsa input. Sebagai
sinyal, pulsa dari cahaya berjalan sepanjang fiber akan menjai melebar
karena berbagai phenomena propagasi. Dispersi dapat didefinisikan sebagai
lebar pulsa cahaya keluaran dengan idealisnya pulsa input menedekati lebar
nol. Dengan kata lain jika lebar pulsa input mendekati nol, lebar pulsa pada
bagian output secara total adalah hasil dari dispersi. Jika pulsa input
mempunyai lebar tp1 dan pulsa keluaran tp2 dimana tpa>tp1. dispersi dapat
didefinisikan
(4.4)
Dispersi dinyatakan dalam satuan waktu, biasanya nanosecond atau
picosecond

Gambar 4.2 . Dispersi pada fiber optik


Total dispersi dari fiber tergantung pada panjang. Fiber yang panjang
menyebabkan pulsa makin melebar sehingga dispersinya akan membesar.
Dari spesifikasi pabrik memberikan disperse dalam satuan panjang,
nanosecond per kilometer (ns/km) atau ps/km. Total dispersi dari fiber
tergantung pada panjang yang dituliskan dengan persamaan 4.5.
t  Lx  dispersi / km  (4.5)
Dimana
Δt dispersi fiber,
L panjang fiber dalam km.
Dispersi/km diberikan dari pabrik.

57
Rugi-rugi Dispersi dibagi dalam dua bagian yaitu intermodal dan
intramodal. Khusus untuk fiber single mode tidak terjadi dispersi intermodal
karena hanya satu mode yang berpropagasi didalam fiber.

4.2.1 Dispersi intermodal


Dispersi intermodal merupakan dispersi yang dihasilkan dari mode
popagasi gelombang. Penyebabnya adanya perbedaan waktu propagasi dari
mode yang berbeda. Sebagai contoh, dua mode yang ektrem berpropagasi
didalam sumbu fiber, mode propagasi kritikal pada sudut ϴc dan mode yang
lainnya dengan sudut 00 (mode nol). Sederetan pulasa cahaya yang
diluncurkan ke dalam fiber akan berpropagasi dengan dua mode tersebut.
Untuk mode zero, waktu perjalan dapat diminimalkan dan
dinyatakan dengan persamaan 4.6

(4.6)

Dimana :
L : panjang dari fiber
n1 : indek bias dari core
C/n1 : kecepatan cahaya didalam fiber
n2 : indek bias dari cladding
Untuk cahaya yang berjalan dengan sudut ϴc, delay akan maksimal dan
dinyatakan dengan
(4.7)
Anggap pulsa yang dikirim mempunyai line width nol, maka lebar
pulsa dibagian output merupakan perbedaan antara delay terendah tdo dan
delay tertinggi tdc, yang merupakan waktu selama energy pulsa tiba pada
bagian output. Besar Δt adalah
(4.8)
Perbedaan indek bias core dengan cladding adalah , maka
besar Δt menjadi
(4.9)
Dengan , maka besar Δt besar pulsa yang melebar
menjadi
(4.10)
Δt/L pelebaran persatuan panjang
Disperse pada panjang fiber 1 km adalah

58
Contoh :
Sederetan pulse cahaya ditransmit melalui fiber dengan panjang 400m,
dengan indek bias core n1= 1.4 dan indek bias cladding n2= 1.36. Gambarkan
pulsa output untuk (1) kecepatan pulsa 10x106 pulsa/detik (10 MBps) dan
(2) kecepatan pulsa 20MBps. Hitng juga dispersi per kilometer.untuk semua
kasus anggap lebar pulsa mendekati nol
Jawab :

∆= (1.42-1.362)/(2x142) = 0.02816
Untuk panjang kabel 400 m, ∆t menjadi
∆t= [(400mx 1.4)/(3x108m/dtk)]x0.0216 =52.6 ns
Kecepatan pulsa 10MBps, maka waktu pulsa t= 1/f= 1/(107) = 100 ns
(gambar 4.3. bagian atas)
Kecepatan pulsa 20MBps, maka waktu pulsa t= 1/f= 1/(2. 107) = 50 ns
(gambar 4.3. bagian bawah)

Gambar 4.3. Disperse dengan bit ta


Besarnya dispersi adalah 52.6 ns/0.4km =131.4 ns/km.
Gambar 4.3. memperlihatkan pulsa yang terjadi pada bagian output
fiber lebih lebar dibandingkan dengan pulsa input. Sebagai sinyal, pulsa dari
cahaya berjalan sepanjang fiber akan menjai melebar karena berbagai
phenomena propagasi.
Dispersi yang terjadi relative kecil yang dihitung dengan
menggunakan persamaan 4.11.
(4.11)
Dimana L adalah panjang fiber.
59
Contoh
Dengan data n1=1.41 dan n2=1,4 ; diameter core 50 μm hitung jumlah
mode yang dapat berpropagasi dalam GIMM. Misalkan panjang fiber 1 km,
hitung disperse yang terjadi
Jawab
Jumlah mode

4.2.2 Dispersi intra modal


Dispersi intramodal disebut juga sebagai dispersi kromatis. Dispersi
kromatik disebabkan oleh perbedaan delay antara kecepatan kelompok dari
panjang gelombang yang berbeda yang menyusun spektrum sumber.
Konsekuensi dari dispersi kromatik adalah perluasan dari impuls yang
ditransmisikan (Gambar 4.4). Dispersi kromatik pada dasarnya disebabkan
oleh : dispersi bahan dan dispersi waveguide. Dispersi bahan terjadi karena
indeks bias silika (dan karenanya kelompok kecepatan) berubah dengan
frekuensi optik (panjang gelombang). Dispersi bahan umumnya dominan
pada beberapa panjang gelombang, terkecuali pada bahan berbasis silica di
daerah panjang gelombang 1300 nm dispersi akan menghilang. pada fiber
yang berisi grup frekuensi. Dispersi ini tergantung pada lebar jalur Δλ.
Dispersi ini sering kali dinyatakan dalam ps/km.nm dari lebar jalur (line
width).

Aliran data tanpa dispersi chromatics Aliran data dengan dispersi chromatics
Gambar. 4.4. Efek dari dispersi kromatik: pelebaran pulsa dan penutupan mata

Misalkan dari panjang gelombang 820 nm ke 850 nm, maka Line


width nya 30 nm, bagian 820 nm merupakan energi pulsa terendah
dibandingkan 850 nm. Untuk sumber cahaya dengan panjang gelombang
1300 nm situasinya dibalik, panjang gelombang 1320 merupakan bagian
tercepat dibandingkan panjang gelombang 1350 nm sehingga menghasilkan

60
pelebaran pulse. Untuk Δλ yang kecil dekat dengan 1300 nm, panjang
gelombang yang short maupun longer berjalan dengan kecepatan yang sama.
Hal ini akan meminimalkan dispersi intramodal pada λ=1300 nm
Dispersi kromatik disebabkan oleh perbedaan delay antara kecepatan
kelompok panjang gelombang yang berbeda yang menyusun spektrum
sumber. Grup delay merupakan waktu yang dibutuhkan untuk pulsa cahaya
berjalan sepanjang fiber. Grup delay merupaka fungsi dari panjang
gelombang yang ditandakan dengan (λ) dengan satuan ps/km.
Koefisein disperse kromarik merupakan perubahan dari grup delay pulsa
cahaya per unit panjang fiber yang disebabkan perubahan panjang
gelombang, dengan koefisien disperse kromatik dalam
satuan ps/nm.km. Total dispersi kromatis D dengan kontribusi dari
dispersi material DM dan dispersi waveguide DW dari serat optik single
mode 1300 nm dapat dilihat pada gambar 4.5.

Gambar 4.5 .Dispersi kromatik total pada serat optik single mode 1300 nm

4.2.3 Dispersi total


Total dispersi merupakan gabungan disperi intermodal dan
intramodal. Besar dispersi total yang terjadi dapat dihitung menggunakan
persamaan 4.12
 2 2

   t1    t 2   .....
12
(4.12)
Contoh
Fiber dengan spesifikasi : Dispersi intermodal 5 ns/km, Dispersi intramodal
100ps/(kmxnm). Line width 40 nm, dan Panjang fiber 5 km
Hitung total dispersi intermodal, total dispersi intramodal, dan total dispersi
Jawab
1. Dispersi Intermodal = 5 ns/km x 5 km = 25 ns
61
2. Setiap 1 nm Line width, dispersi intramodal per km adalah sebesar
100 ps/km. Untuk Δλ= 40 nm, dan panjang fiber 5 km, maka
dispersi intramodal menjadi = 100ps/(kmxnm) x 5kmx 40 nm =
20000 ps =20ns
3. Total dispersi = (252 + 202)1/2 = 27 ns

Latihan
1. Jelaskan yang dimaksud dengan disperse
2. Jelaskan perbedaan antara disperse intermodal dan disperse
intramodal.
3. Jelaskan bagaimana cara mereduksi jumlah mode yang dapat
berpropagasi dalam satu fiber.
4. Bagaiman kapasitas data rate dalam satu fiber berhubungan dengan
jumlah mode yang berpropagasi
5. Jelaskan tiga window pada fiber optik dan jelaskan keunggulan
masing-masing window
6. Bila daya input fiber500 µW dan besar losses kabel 2.5 dB/km.
hitung daya keluaran dari fiber yang panjangnya 5km
7. Dua fiber optik dengan panjang pertama 6 km dengan losses 1,5
dB/km, dan kedua 8 km mempunya losses 3 dB/km akan
disambung sehingga menjadi panjang 14 km. hitung losses rata-rata
dari fiber tersebut, Jika input daya yang diberikan 300µW, hitung
daya keluaran pada jarak 14 km.
8. Fiber optik dengan NA 0, 24 dan ncladd 1,4. Hitung disperse
intermodal yang terjadi.
9. Sederetan sinyal dikirim melallui fiber optik sepanjang 500m
dengan ncore 1.42 dan ncladd 1.4. gambarkan pulsa output untuk
pulse rate 20 Mbps dan 40 Mbps. Hitung juga disperse per
kilometer.
10. Disperse intermodal pada panjang kabel 5 km adalah 5 ns/km
dengan pulse input 20ns. Hitung lebar pulsa (pulse width) output.

Daftar Pustaka
Zanger Henry & Cynthia; Fiber optic communication and other application;
Maxwell Macmillian International Publishingt Group, 1991

Handbook Optical fiber, cables and systems, ITU-T Manual 2009


http://cdn.ttgtmedia.com/searchTelecom/downloads/The_Cable_and_T
elecommunications_Handbook_v2_3e_2009_07.pdf

62