Anda di halaman 1dari 31

Perkembangan Teori Atom

1. Teori Atom Democritus


 Democritus menyatakan bahwa semua material dan zat yang ada di alam ini
disusun oleh bagian terkecil yang tidak dapat dibagi lagi.
 Bagian zat yang terkecil inilah yang disebut Atom.
 Atom berasal dari bahasa Yunani yaitu Atomos yang artinya sebagai sesuatu yang
tidak dapat dibagi lagi.
2. Teori Atom Dalton

Dalton mengemukakan pendapatnya tentang atom sebagai berikut:


a. Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi
b. Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil, suatu unsur memiliki atom-
atom yang identik dan berbeda untuk unsur yang berbeda
c. Atom-atom bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan
sederhana. Misalnya air terdiri atom-atom hidrogen dan atom-atom oksigen
d. Reaksi kimia merupakan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali dari
atom-atom, sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan.
Hipotesa Dalton digambarkan dengan model atom sebagai bola pejal seperti pada
tolak peluru. Seperti gambar berikut ini:

1
Kelemahan:
-Tak dapat menjelaskan banyak fakta yang dijumpai tentang atom.
-Model atom tidak menyinggung kelistrikan
3. Teori Atom Thomson
Teori Atom Thomson menyatakan bahwa:
"Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan didalamya tersebar muatan
negatif elektron"
Model atom ini kemudian disebut sebagai “plum pudding model” yang di Indonesia
lebih dikenal sebagai model roti kismis.

Model atom Thomson dapat digambarkan sebagai berikut:

Kelemahan:
Kelemahan model atom Thomson ini tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif
dan negatif dalam bola atom tersebut.
4. Teori Atom Rutherford
Model Atom Rutherford menyatakan bahwa Atom terdiri dari inti atom yang sangat
kecil dan bermuatan positif, dikelilingi oleh elektron yang bermuatan
negatif. Rutherford menduga bahwa didalam inti atom terdapat partikel netral yang
berfungsi mengikat partikel-partikel positif agar tidak saling tolak menolak.
Model atom Rutherford dapat digambarkan sebagai berikut:

2
Kelemahan
Tidak dapat menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti atom.
Berdasarkan teori fisika, gerakan elektron mengitari inti ini disertai pemancaran energi
sehingga lama - kelamaan energi elektron akan berkurang dan lintasannya makin lama
akan mendekati inti dan jatuh ke dalam inti.
5. Teori Atom Bohr

Menurut model atom bohr, elektron-elektron mengelilingi inti pada lintasan-lintasan


tertentu yang disebut kulit elektron atau tingkat energi. Tingkat energi paling rendah
adalah kulit elektron yang terletak paling dalam, semakin keluar semakin besar nomor
kulitnya dan semakin tinggi tingkat energinya.

Kelemahan:
Model atom ini tidak bisa menjelaskan spektrum warna dari atom berelektron banyak.

Penilaian Pengetahuan
1. Jelaskan secara singkat perkembangan teori atom sejak masa Demokritus hingga
munculnya teori atom Bohr!
2. Pada eksperimen Thomson,disimpulkan bahwa partikel sinar katode merupakan
partikel bermuatan dengan massa lebih kecil daripada atom. Apakah yang mendasari
kesimpulan tersebut? Jelaskan!
3. Jelaskan kelemahan dalam teori atom Rutherford!

3
Struktur Inti Atom
Struktur atom merupakan satuan dasar materi yang terdiri dari inti atom beserta awan
elektron bermuatan negatif yang mengelilinginya.[1] Inti atom mengandung campuran proton
yang bermuatan positif dan neutron yang bermuatan netral (terkecuali pada Hidrogen-1 yang
tidak memiliki neutron). Elektron-elektron pada sebuah atom terikat pada inti atom oleh gaya
elektromagnetik. Demikian pula sekumpulan atom dapat berikatan satu sama lainnya
membentuk sebuah molekul. Atom yang mengandung jumlah proton dan elektron yang sama
bersifat netral, sedangkan yang mengandung jumlah proton dan elektron yang berbeda
bersifat positif atau negatif dan merupakan ion. Atom dikelompokkan berdasarkan jumlah
proton dan neutron pada inti atom tersebut

Inti atom tersusun dari proton dan neutron. Suatu inti dengan jumlah nucleon (proton +
neutron) tertentu disebut nuklida.

Suatu nuklida dilambangkan sebagai berikut.


𝐴
𝑍𝑋 = lambang atom

A = nomor massa = jumlah proton + neutron


Z = nomor atom = jumlah proton
Bila ditinjau dari nomor massa, nomor atom, dan jumlah neutronnya, nuklida dapat
dikelompokan sebagai berikut.

4
1) Isotop adalah atom-atom unsur yang sama (nomor atom sama), namun
memiliki jumlah neutron dan nomor massa (A) yang berbeda.
Contoh:
13 14 15
7𝑁 7𝑁 7𝑁
p=7 p=7 p=7
e=7 e=7 e=7
n=6 n=7 n=8
Setiap isotop satu unsur memiliki sifat kimia yang sama karena jumlah elektronnya
sama.
Isotop-isotop unsur ini dapat digunakan untuk menentukan massa atom relatif (Ar),
atom tersebut berdasarkan kelimpahan istop dan massa atom semua isotop.
Contoh:
Oksigen di alam terdiri dari 3 isotop dengan kelimpahan sebagai berikut

2) Isobar adalah atom-atom dari unsur yang berbeda (Z berbeda), namun nomor
massanya (A) sama.

Sehingga antara 136𝐶 dan 137𝑁 merupakan isoton


3) Isoton adalah atom-atom dari unsur yang berbeda, namun memiliki jumlah
neutron (A-Z) yang sama.

 Jenis-jenis Nuklida

Nuklida dapat diklasifikasikan berdasarkan kestabilan dan kepadatannya di alam,


serta berdasarkan kesamaan A, Z, dan N. Berdasarkan kestabilannya, nuklida terbagi menjadi
nuklida stabil dan radionuklida.
a. Nuklida stabil, yaitu nuklida yang memiliki A dan Z tetap, contoh 126𝐶

Radionuklida, yaitu nuklida yang memiliki A dan Z yang dapat berubah. Nuklida ini tidak
stabil dan secara spontan meluruh meluruh menjadi nuklida lain. Radionuklida terdiri atas
radionuklida atom primer, radionuklida sekunder, radionuklida tersier, dan radionuklir

Penilaian Pengetahuan
1. Jelaskan perbedaan partikel dasar penyusun atom!
2. Tentukan jumlah proton, neutron, dan elektron pada unsur-unsur netral berikut!
16
a. 8𝑂

b. 11𝐻
c. 126𝐶
3. Jelaskan perbedaan isotop, isoton, dan isobar!
4. Tentukan massa atom oksigen di alam jika kandungan isotopnya ditunjukkan dalam tabel
berikut
Isotop Kandungan Massa Isotop

5
16
8𝑂 99, 759 15, 99492

17
8𝑂 0,037 16,99913

18
8𝑂 0,204 17,9916

5. Berdasarkan kestabilannya, nuklida terbagi menjadi nuklida stabil dan radionuklida. Jelaskan
perbedaannya!

A. Gaya Inti, Energi Ikat Inti dan Defek Massa (Susut Massa)
Nukleon-nukleon di dalam inti atom mengalami gaya Coulomb dan gaya interaksi kuat
yang sering disebut gaya intiinti. Inti atom terdiri atas proton yang bermuatan positif dan
neutron yang tidak bermuatan. Antar proton terjadi gaya tolak menolak dengan nilai yang
cukup besar, namun nukleon dalam atom masih tetap berikatan karena adanya gaya inti
kuat, yaitu gaya tarik menarik antara partikel penyusun inti dengan sifat sebagai berikut:

1. Gaya inti tidak disebabkan oleh muatan partikel atau bukan merupakan gaya listrik.
2. Gaya harus sangat kuat atau harus jauh lebih besar daripada gaya elektrostatis
3. Gaya inti merupakan gaya dekat artinya gaya ini hanya bekerja jika kedua partikel
dalam inti cukup dekat (berada pada jarak tertentu sekitar 10-15 m atau 1 fermi).
4. Gaya inti tidak bekerja pada jarak yang sangat dekat sekali, karena pada keadaan ini
akan berubah menjadi gaya tolak.
5. Gaya inti antara dua partikel tidak tergantung pada jenis partikelnya. Artinya gaya inti
terjadi pada proton-proton, proton-netron, dan netron-netron.

B. Defek Massa (Susut Massa)


Defek massa adalah selisih massa antara massa gabungan nukleon pembentuk inti
dengan massa inti stabilnya. Defek massanya dapat dirumuskan sebagai berikut::
∆m = (Z mp + (A - Z) mn+ Z me - matom)
Dengan : ∆m = defek massa
Z = jumlah proton
A = jumlah nukleon (proton + neutron)
mp = massa proton (1,007276 u)
me = massa elektron (0,000549 u)
mn = massa neutron (1,00866 u)
matom = massa atom (secara pengukuran)
defek massa atom tidak hilang begitu saja, namun massa ini yang akan berubah
menjadi energi ikat inti.

C. Energi Ikat Inti


Energi ikat inti adalah energi yang dilepas oleh nukleon-nukleon agar terbentuk inti
atom atau energi yang diperlukan untuk memisahkan nukleon yang membentuk inti.
Hubungan antara energi ikat inti dengan defek massa diuraikan dalam hukum
kesetaraan energi sebagai berikut :

6
Ei = (∆m)c2
dengan :
∆m = defek massa (kg)
c = laju cahaya (m/s)
Ei = energi ikat inti (J).


Energi ikat pernukleon = , dengan A adalah nomor atom.
A
Penilaian Pengetahuan
1. Jelaskan yang dimaksud dengan :
a. Defek massa
b. Energi ikat inti
2. Massa neutron, proton, elektron dan partikel alfa masing-masing 1,008 u; 1,007 u; 0,0005 u
dan 4,002 u. Tentukan energi ikat partikel alfa?

REAKSI INTI
Reaksi Fisi
Reaksi fisi yaitu reaksi pembelahan inti atom berat menjadi dua inti atom lain yang lebih
ringan dengan disertai timbulnya energi yang sangat besar.
Misalnya inti atom uranium-235 ditembak dengan neutron sehingga terbelah menjadi inti
atom Xe-235 dan Sr-94 disertai dengan timbulnya 2 neutron yang memiliki energi tinggi.
Reaksinya dapat dituliskan :
235
92
𝑈 + 10𝑛 → 235 94 1
54𝑋𝑒 + 38𝑆𝑟 + 2 0𝑛 + 𝑄
Dalam reaksi fisi yang terjadi akan dihasilkan energi kira-kira sebesar 234 Mev.
Dalam reaksi fisi ini timbul neutron neutron baru yang berenergi tinggi. Neutron-neutron yang
timbul akan menumbuk inti atom berat yang lain sehingga akan menimbulkan reaksi fisi yang
lain. Hal ini akan berlangsung terus sehingga semakin lama semakin banyak reaksi inti yang
dihasilkan dan dalam sekejab dapat timbul energy yang sangat besar. Peristiwa semacam ini
disebut reaksi fisi berantai. Reaksi fisi berantai yang tak terkendali akan menyebabkan
timbulnya energi yang sangat besar dalam waktu relatif singkat, sehingga dapat
membahayakan kehidupan manusia. Reaksi berantai yang tak terkendali terjadi pada Bom
Atom. Energi yang timbul dari reaksi fisi yang terkendali dapat
dimanfaatkannya untuk kehidupan manusia. Reaksi fisi terkendali yaitu reaksi fisi yang
terjadi dalam reaktor nuklir (Reaktor Atom). Di mana dalam reaktor nuklir neutron yang
terbentuk ditangkap dan tingkat energinya diturunkan sehingga reaksi fisi dapat dikendalikan.
Pada umumnya untuk menangkap neutron yang terjadi, digunakan logam yang mampu
menangkap neutron yaitu logam Cadmium atau Boron. Pengaturan populasi neutron yang
mengadakan reaksi fisi dikendalikan oleh batang pengendali yang terbuat dari batang logam
Cadmium, yang diatur dengan jalan memasukkan batang pengendali ke dalam teras-teras
bahan bakar dalam reaktor. Dalam reaktor atom, energi yang timbul kebanyakan adalah
energi panas, di mana energi panas yang timbul dalam reaktor ditransfer keluar reaktor
kemudian digunakan untuk menggerakkan generator, sehingga diperoleh energi listrik.

Kelebihan reaksi fisi:


 Tidak memerlukan temperature yang tinggi seperti pada reaksi fisi
 Menghasilkan energy yang sangat besar.
7
Kekurangan :
 Menghasilkan zat radioaktif yang berbahaya bagi kehidupan.

2. Reaksi Fusi
Reaksi fusi yaitu reaksi penggabungan dua inti atom ringan menjadi inti atom lain yang lebih
berat dengan melepaskan energi. Misalnya
- penggabungan deutron dengan deuteron menghasilkan triton dan proton dilepaskan
energi sebesar kirakira 4,03 MeV.
- Penggabungan deutron dengan deuteron menghasilkan inti He-3 dan neutron dengan
melepaskanenergi sebesar 3,3 MeV.
- Penggabungan triton dengan triton menghasilkan inti He-4 dengan melepaskan energi
sebesar 17,6 MeV, yang reaksi fusinya dapat dituliskan :

1H2 + 1H2  1H3 + 1H1 + 4 MeV


1H2 + 1H2  2He3 + 0n1 + 3,3 MeV
1H3 + 1H3  2He4 + 0n1 + 17,6 MeV
Keuntungan reaksi fusi :
 Bahan bakar yang digunakan air (murah dan jumlahnya melimpah)
 Hasil radioaktif lebih sedikit bila dibandingkan dengan reaksi fisi sehingga tidak
terlalu berbahaya.

Kekurangan :
 Diperlukan temperature yang sangat tinggi (108 K)
 Mustahilnya kecelakaan akibat reaksi yang tidak terkendali

Reaksi fusi diperlukan temperatur yang sangat tinggi sekitar 108 K, sehingga reaksi fusi
disebut juga reaksi termonuklir. Karena untuk bisa terjadi reaksi fusi diperlukan suhu yang
sangat tinggi, maka di matahari merupakan tempat berlangsungnya reaksi fusi. Energi
matahari yang sampai ke Bumi diduga merupakan hasil reaksi fusi yang terjadi dalam
matahari. Hal ini berdasarkan hasil pengamatan bahwa matahari banyak mengandung
hidrogen (1H1). Dengan reaksi fusi berantai akan dihasilkan inti helium-4 dan melepaskan
energi total sekitar 26,7 MeV.

PENILAIAN PENGETAHUAN

1. Jelaskan apakah yang dimaksud dengan reaksi fisi dan berilah contoh reaksinya?
……………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………
2. Apakah yang dimaksud dengan reaksi fusi beri contohnya!

8
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
3. Pada reaksi fisi dan reaksi fusi bagaimanakah massa atom sebelum dan sesudah
reaksi?.........................................................................................................................
.....................................................................................................................................
.
4. Kemanakah hilangnya selisih massa sebelum dan sesudah reaksi?
.....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
5. Pada reaksi berikut tentukan jenis reaksinya dan hitunglah besar energi yang

dilepas! H + H → He + n +Q , diketahui massa H = 2,014 sma, massa

H = 3,016 sma, massa He = 4,002 sma, massa n = 1,008 sma dan 1 sma =
931,
MeV…………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………….
235
6. Termasuk jenis reaksi apakah berikut ini 95
𝑈 + 10𝑛 → 141 92 1
36𝐵𝑎 + 36𝐾𝑟 + 3 0𝑛

Bila diketahui massa 235 141


95𝑈= 235,0457 sma, massa 36𝐵𝑎 = 140,9177 sma,
massa 92 1
36𝐾𝑟 = 91,8854 sma, dan massa 0𝑛= 1,0087 sma, 1sma = 931,5 MeV
berapakah energi yang ditimbulkan?
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………

7. Carilah informasi dari buku atau internet mengenai kelebihan dan kekurangan dari
reaksi fisi dan reaksi fusi dan buatlah ringkasannya.!
………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………….

Radioaktivitas
Radioaktivitas adalah kemampuan inti atom yang tak-stabil untuk memancarkan
radiasi menjadi inti yang stabil. Materi yang mengandung inti tak-stabil yang memancarkan
radiasi, disebut zat radioaktif.
Berdasarkan asalnya, radioaktivitas dikelompokkan menjadi radioaktivitas alam, dan
radioaktivitas buatan, yaitu hasil kegiatan yang dilakukan manusia. Dalam radioaktivitas
alam, ada yang berasal dari alam dan dari radiasi kosmik. Radioaktivitas buatan dipancarkan
oleh radioisotop yang sengaja dibuat manusia, dan berbagai jenis radionuklida dibuat sesuai
dengan penggunaannya.
 Radioaktivitas yang berhubungan dengan pembangkit listrik tenaga nuklir
Energi yang dihasilkan oleh proses peluruhan dapat digunakan sebagai pembangkit listrik
tenaga nuklir. Dalam instalasi pembangkit listrik tenaga nuklir, faktor keselamatan radiasi
menjadi prioritas yang utama, dan dengan berkembangnya teknologi pembangkit listrik
tenaga nuklir, maka tingkat keselamatan radiasinya pun semakin tinggi.
 Radioaktivitas dalam kedokteran
Radioaktivitas yang berasal dari radioisotop dalam bidang kedokteran digunakan
misalnya untuk diagnosis, terapi, dan sterilisasi alat kedokteran. Uraian lengkap dari

9
penggunaan radioaktivitas di bidang kedokteran dapat dibaca pada pokok bahasan
penggunaan radiasi dalam bidang kedokteran.
 Radioaktivitas dalam bidang pertanian
Penggunaannya dalam bioteknologi, pembasmian serangga atau penyimpanan bahan
pangan, dan teknologi pelestarian lingkungan dibahas dalam pokok bahasan penggunaan
radiasi dalam produksi pertanian, kehutanan dan laut.

JENIS-JENIS SINAR RADIOAKTIF


Berdasarkan partikel penyusunnya, sinar radioaktif dibagi menjadi tiga, yaitu sinar alfa, sinar
beta, dan sinar gamma.

Jenis Sinar Reaksi Muatan Massa Daya Pembiasan Daya tembus


Radioaktif Alamiah ionisasi dalam medan
magnet
Alfa (α) Inti helium +2 Besar Besar Kecil Kertas tipis,
kulit manusia
Beta (β) Elektron –1 Kecil Sedang Besar Aluminium
(5mm)
Gamma (γ) Radiasi 0 Tak Kecil Tidak Timbal Tipis
Elektromagnetik bermassa dibiaskan
Untuk menjaga pekerja radiasi dari pancaran radiasi yang dihasilkan oleh unsur-
unsur radioaktif, diperlukan bahan penahan radiasi atau perisai radiasi. Bahan
ini berfungsi untuk menyerap atau melemahkan radiasi.
Jika seberkas sinar radioaktif dilewatkan pada sebuah keeping dengan ketebalan x

intensitas sinar radioaktif tersebut akan mengalami pelemahan yang


memenuhi persamaan.
𝑰 = 𝑰𝟎 𝒆−𝝁𝒙
Dengan :
I0 = Intensitas mula-mula (Wm-2)
I = Intensitas setelah melewati keeping (Wm-2)
x = tebal keeping (m)
µ = koefisien pelemahan (atenuasi) bahan (m-1)

Pada suatu kondisi intensitas yang keluar dari bahan menjadi setengah intensitas
mula-mula. Tebal keping bahan sehingga intensitas yang keluar dari bahan tersebut
adalah setengah dari semula dinamakan lapisan harga paruh (HVL = Half Volume
Layer) atau ketebalan paruh (Half Thickness) sebesar:

10
1
2 𝐼0 = 𝑒 −𝜇𝑥 → 1 = 𝑒 −𝜇𝑥12
𝐼0 2
1
ln = ln 𝑒 −𝜇𝑥 → −𝜇𝑥1 = −0,693
2 2

Ketebalan paruh (HVL):


0,693
𝑥1 = 𝐻𝑉𝐿 =
2 𝜇
Sehingga:
𝑥
1 𝐻𝑉𝐿
𝐼 = 𝐼0 ( )
2
Dalam perambatannya sinar radioaktif membawa energi. Bila sinar ini mengenai materi,
maka energinya akan diserap oleh materi tersebut. Dosis serapan didefinisikan sebagai banyak
energi radiasi peng-ion yang diserap oleh materi per satuan massa. Mula-mula dosis serapan
diukur dalam satuan rad (radiation absorbed dose).
Satu rad adalah jumlah radiasi yang meningkatkan energi 1 kg material penyerap dengan 1
x 10-2 J. Sehingga: 1 rad = 10-2 J/kg. Dalam satuan SI, dosis serapan dinyatakan gray (disingkat
Gy).
1 Gy = 1 Joule/kg = 100 rad atau 1 rad = 10-2 Gy
Disadari atau tidak, makhluk dipermukaan bumi ini selalu mendapat atau terkenaradiasi
yang berasal dari lingkungannya, baik dari radiasi alammaupun buatan manusia.

11
Lebih dari 2/3 radiasi yang diterima berasal dari alam. Sumber radiasi alam tersebut antara
lain sebagai berikut:
1. Sinar kosmik yang berasal dari luar angkasa.
2. Unsur-unsur radioaktif alam yang terkandung didalam kerak bumi seperti
kalium,thorium dan uranium.
3. Tulang-tulang binatang atau tulang manusia yang mengandung unsure kalium.
Sumber radiasi buatan manusia diantaranya:
1. Alat-alat kedokteran (seperti sinar-x)
2. Radioterapi
3. Reactor nuklir.
Besarnya energy radiasi pengion yang diserap oleh suatu materi dalam elemen volume
dengan masa tertentu disebut dosis serap yang dituliskan sebagai:
∆𝐸
𝐷=
∆𝑚
Dengan:
D = dosis serap (rad)
ΔE = energi yang diserap (J)
Δm = massa penyerap (kg)
Akibat radiasi sangat bergantung pada besarnya dosis dan lamanya penyinaran. Untuk
mengukur besar akibat suatu radiasi, digunakan satuan radiasi yang lain, yakni Sievert
(Sv), yang didefinisikan sebagai jumlah radiasi pengion yang menghasilkan efek
Biologi yang sama dengan yang ditimbulkan oleh 1 joule sinar radiasi pada 1 Kg
tubuh.
Walaupun dosis serapan dalam rad atau Gy adalah besaran yang cukup baik, dosis
serapan bukanlah besaran terbaik untuk mengukur derajat kerusakan biologis yang
dihasilkan oleh radiasi. Ini karena secara fakta, kerusakan biologis bukan hanya
bergantung pada dosis serapan tetapi juga pada jenis radiasi yang diserap. Sebagai
contoh, untuk dosis serapan yang sama, partikel alfa yang memiliki daya ionisasi
paling kuat, kira-kira 10 kali lebih merusak secara biologis daripada sinar-X atau sinar
gamma. Angka pengali 10, diperoleh dengan membandingkan kerusakan yang
ditimbulkan oleh suatu radiasi dengan kerusakan yang ditimbulkan oleh sinar-X atau
sinar gamma untuk dosis serapan yang sama, disebut faktor kualitas atau RBE
(relative biological effectiveness), diberi lambang Q.

12
Faktor kualitas dari berbagai jenis bahan
Radiasi Faktor kualitas
Sinar-X dan sinar 1,0
gamma
Partikel beta 1,0 - 1,7
Partikel alfa 10 – 20
Neutron lambat 4–5
Neutron cepat dan 10
proton
Ion-ion berat 20

Dengan demikian sebagai ganti dosis serapan dalam Gy (lambang D), untuk
menyatakan tingkat kerusakan radiasi terhadap jaringan hidup, kita gunakan dosis
ekivalen (diberi lambang H) dalam satuan sievert.
Dosis serapan ekivalen
H (dalam Sv) = D (dalam Gy) x Q
Dosimetri adalah ilmu yang mempelajari besaran (kuantitas) dan satuan (unit) dosis radiasi,
serta metode perhitungannya. Tujuannya adalah mengetahui kuantitas dampak yang
ditimbulkan oleh interaksi radiasi terhadap materi dan manusia.

Penilaian Pengetahuan
1. Sinar radioaktif yang memancar dan mengenai suatu bahan atau materi akan mengalami
pelemahan atau penyerapan. Besar kecilnya pelemahan ditentukan oleh jenis dan tebal
bahan. Bagaimanakah pengaruh jenis dan tebal bahan terhadap intensitas serapan radiasi?
2. Bagaimanakah ketebalan lapisan harga paruh (HVL) untuk berkas sinar gamma dengan energi
1,0 MeV? (Jika diketahui koefisien absorbsi linear timbal pada energi 1,0 MeV adalah
0,772/cm).
3. Paparan sinar radioaktif yang mengenai suatu materi atau bahan tergantung pada jenis
bahan yang terpapari dan intensitas paparan dan biasanya dinyatakan berupa dosis serapan.
Jelaskan apa yang dimaksud dengan dosis serapan!
4. Pada dosis serapan yang sama, partikel alfa dan sinar-X akan memiliki daya ionisasi yang
berbeda. Manakah yang memiliki daya ionisasi yang mampu merusak paling besar? Mengapa
demikian?
5. Seorang pegawai BATAN terkena radiasi partikel alfa dengan faktor kualitas 15. Jika
penerimaan dosis individu tersebut per tahun adalah 120 mSv. Hitung besar dosis serapan
yang dialami oleh orang tersebut (dalam Gy)?

13
Aktivitas radioaktif
Aktivitas radioaktif (A) didefinisikan sebagai jumlah atom suatu bahan radioaktif yang
meluruh persatuan waktu. Dapat dirumuskan:

Dengan N adalah jumlah inti radioaktif dan t adalah waktu peluruhan

dengan mengubah persamaan di atas, diperoleh:


N (t) = jumlah inti pada saat t
N0 = jumlah iti mula-mula atau pada saat t = 0 s
λ = konstanta peluruhan (probabilitas peluruhan per inti per detik.

Waktu paruh (T ½) adalah selang waktu yang diperlukan oleh suatu unsur untuk
meluruh menjadi ½ bagian dari jumlah sebelumnya. Dengan mensubtitusikan ke persamaan di
atas diperoleh:

gambar peluruhan inti atom

Dengan memperhatikan grafik di atas, berrati untuk t = n T ½ berlaku:

PENILAIAN PENGETAHUAN

1. Seorang ahli purbakala mendapatkan bahwa fosil kayu yang ditemukan mengandung
karbon radioaktif kira-kira tinggal 1/8 dari asalnya. Jika waktu paruh karbon radioaktif
adalah 5600 tahun, berapakah umur fosil tersebut?

2. Pilihlah salah satu soal berikut untuk dikerjakan

14
3. suatu unsu radioaktif meluruh dan tinggal 25% dari jumlah semula setelah 20 menit. Bila
mula-mula massa unsur tersebut 120 gram, maka setelah 1 jam meluruh, massa unsur yang
belum meluruh tinggal …. (UMPTN 2001 Rayon B)
4. suatu unsu radioaktif meluruh dan tinggal 12,5% dari jumlah semula setelah 1 jam. Bila
mula-mula massa unsur tersebut 100 gram, maka setelah 120 menit meluruh, massa unsur
yang belum meluruh tinggal ….

 Prinsip Kerja PLTN


PLTN mendapatkan suplai panas dari reaksi nuklir, sedang PLTU
mendapatkan suplai panas dari pembakaran bahan bakar fosil seperti batubara atau
minyak bumi. Reaktor daya dirancang untuk memproduksi energi listrik melalui
PLTN. Reaktor daya hanya memanfaatkan energi panas yang timbul dari reaksi fisi,
sedang kelebihan neutron dalam teras reaktor akan dibuang atau diserap
menggunakan batang kendali. Karena memanfaatkan panas hasil fisi, maka reaktor
daya dirancang berdaya thermal tinggi dari orde ratusan hingga ribuan MW. Proses
pemanfaatan panas hasil fisi untuk menghasilkan energi listrik di dalam PLTN
adalah sebagai berikut :
1. Bahan bakar nuklir melakukan reaksi fisi sehingga dilepaskan energi dalam
bentuk panas yang sangat besar.
2. Panas hasil reaksi nuklir tersebut dimanfaatkan untuk menguapkan air
pendingin, bisa pendingin primer maupun sekunder bergantung pada tipe reaktor
nuklir yang digunakan.
3. Uap air yang dihasilkan dipakai untuk memutar turbin sehingga dihasilkan
energi gerak (kinetik).
4. Energi kinetik dari turbin ini selanjutnya dipakai untuk memutar generator
sehingga dihasilkan arus listrik.
Reaktor Nuklir adalah suatu alat dimana reaksi berantai dapat dilaksanakan
berkelanjutan dan dikendalikan. Atau dengan kata lain reaktor nuklir merupakan
suatu wadah bahan-bahan fisi dimana proses reaksi berantai terjaditerus menerus
tanpa berhenti atau tempat terjadinya reaksi pembelahan inti (nuklir). Bagian utama
dari reaktor nuklir yaitu: elemen bakar (batang-batang bahan bakar), perisai (perisai
termal), moderator dan elemen kendali. Bahan bakar yang digunakan didalam reaktor
nuklir ada tiga jenis antara lain :
- Uranium-235 (U235),
- Uranium-233 (U233),
- Plutonium-239 (Pu239).
Dari ketiga jenis bahan bakar diatas, yang paling sering digunakan sebagai
bahan bakar reaktor adalah Uranium-235 (U235).

 Komponen utama reaktor nuklir antara lain :

15
1. Inti reaktor
2. Moderator
3. Perisai Termal
4. Reflektor
5. Tangki Reaktor
6. Fluida Pendingin
7. Perisai Biologi
8. Batang-batang kendali

Bahan Bakar Nuklir

Terdapat dua jenis bahan bakar nuklir yaitu BAHAN FISIL dan BAHAN FERTIL.

Bahan Fisil ialah :


suatu unsur/atom yang langsung dapat memberikan reaksi pembelahan apabila dirinya
menangkap neutron.

Contoh: 92U233, 92U235, 94PU239, 94PU241

Bahan Fertil ialah :

suatu unsur /atom yang setelah menangkap neutron tidak dapat langsung membelah, tetapi
membentuk bahan fisil.
Contoh: 90TH232, 92U238

Pada kenyataannya sebagian besar bahan bakar nuklir yang berada di alam adalah bahan
fertil, sebaai contoh isotop Thorium di alam adalah 100% Th-232, sedangkan isotop Uranium
hanya 0,7% saja yang merupakan bahan fisil (U-235), selebihnya sebesar 99,35 adalah bahan
fertil (U-238).

Karena alasan fisis, elemen bakar suatu reaktor dibuat dengan kadar isotop fisilnya lebih
besar dari kondisi alamnya, isotop yang demikian disebut sebagai isotop yang diperkaya,
sedangkan sebaliknya untuk kadar isotop fisil yang lebih kecil dari kondisi alamnya disebut
sebagai isotop yang susut kadar, biasanya ditemui pada elemen bakar bekas. Selain
perubahan kadar bahan fisilnya, elemen bakar biasanya dibuat dalam bentuk oksida atau
paduan logam dan bahkan pada dasa warsa terakhir ini sudah banyak dikembangkan dalam
bentuk silisida. Contoh komposisi elemen bakar yang banyak dipakai: UO2, U3O8-Al, UzrH,
U3Si2-Al dan lain-lain.

Tujuan utama dibuatnya campuran tersebut adalah agar diperoleh elemen bakar yang nilai
bakarnya tinggi, titik lelehnya tinggi, penghantaran panasnya baik, tahan korosi, tidak mudah
retak serta mampu menahan produk fisi yang terlepas

Bahan Moderator
Dalam reaksi fisi, neutron yang dapat menyebabkan reaksi pembelahan adalah neutron
thermal. Neutron tersebut memiliki energi sekitar 0,025 eV pada suhu 27oC. sementara
neutron yang lahir dari reaksi pembelahan memiliki energi rata-rata 2 MeV, yang sangat jauh
lebih besar dari energi thermalnya.

16
Syarat bahan moderator adalah atom dengan nomor massa kecil. Namun demikian syarat lain
yang harus dipenuhi adalah: memiliki tampang lintang serapan neutron (keboleh-jadian
menyerap neutron) yang kecil, memiliki tampang lintang hamburan yang besar dan memiliki
daya hantara panas yang baik, serta tidak korosif.

Contoh bahan moderator : H2O, D2O (Grafit), Berilium (Be) dan lain-lain.

Pendingin Reaktor
Pendingin reaktor berfungsi sebagai sarana pengambilan panas hasil fisi dari dalam elemen
bakar untuk dipindahkan/dibuang ke tempat lain/lingkungan melalui perangkat penukar
penukar panas (H.E.). Sesuai dengan fungsinya maka bahan yang baik sebagai pendingin
adalah fluida yang koefisien perpindahan panasnya sangat bagus. Persyaratan lain yang harus
dipenuhi agar tidak mengganggu kelancaran proses fisi pada elemen bakar adalah pendingin
juga harus memiliki tampang lintan serapan neutron yang kecil, dan tampang lintang
hamburan yang besar serta tidak korosif. Contoh fluida-fluida yang biasa dipakai sebagai
pendingin adalah: H2O, D2O, Na cair. Gas He dan lain-lain.

Batang Kendali Reaktor


Batang kendali berfungsi sebagai pengendali jalannya operasi reaktor agar laju
pembelahan/populasi neutron di dalam teras reaktor dapat diatur sesuai dengan kondisi
operasi yang dikehendaki. Selain hal tersebut, batang kendali juga berfungsi untuk
memadamkan reaktor/menghentikan reaksi pembelahan. Sesuai dengan fungsinya, bahan
batang kendali adalah material yang mempunyai tampang lintang serapan neutron yang
sangat besar, dan tampang lintang hamburan yang kecil. Bahan-bahan yang sering dipakai
adalah: Boron, cadmium, gadolinium dan lain-lain. Bahan-bahan tersebut biasanya dicampur
dengan bahan lain agar diperoleh sifat yang tahan radiasi, titik leleh yang tinggi dan tidak
korosif.

Prinsip kerja pengaturan operasi adalah dengan jalan memasukkan dan mengeluarkan batang
kendali ke dan dari teras reaktor. Jika batang kendali dimasukkan, maka sebagian besar
neutron akan tertangkap olehnya, yang berarti populasi neutron di dalam reaktor akan
berkurang dan kemudian padam. Sebaliknya jika batang kendali dikeluarkan dari teras, maka
populasi neutron akan bertambah, dan akan mencapai tingkat jumlah tertentu.
Pertambahan/penurunan populasi neutron berkait langsung dengan perubahan daya reaktor.

Perangkat Detector
Detektor adalah komponen penunjang yang mutlak diperlukan di dalam reaktor nuklir.
Semua insformasi tentang kejadian fisis di dalam teras reaktor, yang meliputi popularitas
neutron, laju pembelahan, suhu dan lain-lain hanya dapat dilihat melalui detektor yang
dipasang dalam di dalam teras. Secara detail mengenai masalah tersebut akan dibicarakan
dalam pelajaran instrumentasi reaktor.

Reflektor
Neutron yang keluar dari pembelahan bahan fisil, berjalan dengan kecepatan tinggi ke segala
arah. Karena sifatnya yag tidak bermuatan listrik maka gerakannya bebas menembus medium
dan tidak berkurang bila tidak menumbuk suatu inti atom medium. Karena sifat tersebut,
sebagian neutron tersebut dapat lolos keluar teras reaktor, atau hilang dari sistem. Keadaan

17
ini secara ekonomi berati kerugian, karena netron tersebut tidak dapat digunakan untuk
proses fisi berikutnya.

Untuk mengurangi kejadian ini, maka sekeliling teras reaktor dipasang bahan pemantul
neutron yang disebut reflektor, sehingga nutron-neutron yang lolos akan bertahan dan
dikembalikan ke dalam teras untuk dimanfaatkan lagi pada proses fisi berikutnya.

Bahan-bahan reflektor yang baik adalah unsur-unsur yang mempunyai tampang lintang
hamburan neutron yang besar, dan tampang lintang serapan yang sekecil mungkin serta tidak
korosif. Bahan-bahan yang sering digunakan antara lain: Berilium, Grafit, Parafin, Air, D2O.

Bejana dan Perisai Reaktor


Bejana/tangki raktor berfungsi untuk menampung fluida pendingin agar teras reaktor selalu
terendam di dalamnya. Bejana tersebut selain harus kuat menahan beban, maka harus pula
tidak korosif bila berinteraksi dengan pendingin atau benda lain di dalam teras. Bahan yang
bisa digunakan adalah: alumunium, dan stainless stell.

Perisai reaktor berfungsi untuk menahan/menghambat/menyerap radiasi yang lolos dari teras
reaktor agar tidak menerobos keluar sistem reaktor. Karena reaktor adalah sumber radiasi
yang sangat potensial, maka diperlukan suatu sistem perisai yang mampu menahan semua
jenis radiasi tersebut pada umumnya perisai yang digunakan adalah lapisan beton berat.

Perangkat penukar Panas


Perangkat penukar panas (Heat exchanger) merupakan komponen penunjang yang berfungsi
sebagai sarana pengalihan panas dari pendingin primer, yang menerima panas dari elemen
bakar, untuk diberikan pada fluida pendingin yang lain (sekunder). Dengan sistem
pengambilan panas tersebut maka integritas komponen teras akan selalu terjamin.

18
LKS TEORI ATOM
Carilah dari berbagai literature baik dari buku atau internet tentang perkembangan teori atom!
No. Nama Model Atom Teori Kelemahan

1. Democritus

2. Dalton

3. Thomson

4. Rutherford

5. Niels Bohr

19
6. Menurut kalian, teori manakah yang paling benar?
7. Buatlah kesimpulan tentang teori perkembangan atom!

20
Lembar Kegiatan Siswa

Tujuan
1. Mengidentifikasi sifat-sifat sinar radioaktif.

Pertanyaan diskusi
1. Stabilitas inti atom bergantung pada?
____________________________________________________________
2. Inti atom bagaimanakah yang memiliki kesetabilan rendah?
____________________________________________________________
____________________________________________________________
3. Apakah yang terjadi pada inti atom yang memiliki stabilitas inti rendah?
____________________________________________________________
Berdasarkan partikel penyusunnya, sinar radioaktif dibagi menjadi tiga, yaitu
sinar alfa (α), sinar beta (β), dan sinar gamma (γ).

Gambar 1. Penguraian partikel radioaktif dalam medan listrik

Pada sebuah percobaan pancaran partikel Radium menghasilan data gambar diatas.

4. Gambar diatas menunjukkan:


a. Sinar alfa (α) bermuatan
_______________________________________
Karena massa dan muatan sinar alfa identik dengan inti helium (He) tanpa
kedua elektronnya maka sinar alfa (α) memiliki jumlah muatan
____________
Lengkapilah reaksi pemancaran alfa berikut

226
88𝑅𝑎 → 𝑅𝑛 + 𝛼
b. Sinar beta (β) bermuatan ______________________________________

21
* merupakan elektron berenergi tinggi yang berasal dari inti atom
maka sinar beta (β) memiliki jumlah muatan ____________

Lengkapilah reaksi pemancaran beta berikut


14
6𝐶 → 𝐶+ 𝛽+𝑣
𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑣 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑛𝑒𝑢𝑡𝑟𝑖𝑛𝑜
c. Sinar gamma (γ) bermuatan
_____________________________________
* sinar gamma merupakan partikel tak bermassa
maka sinar gamma (γ) memiliki jumlah muatan ____________
Lengkapilah reaksi pemancaran gamma berikut
12
5𝐵 → 𝐶+ 𝛽+ 𝛾
5. Daya ionisasi adalah kemampuan sinar radioaktif menarik elektron dari atom-
atom yang dilewatinya.
a. Sinar radioaktif apakah yang mempunyai daya ionisasi terbesar? Mengapa?
_________________________________________________________
_________________________________________________________
b. Urutkan sinar-sinar radioaktif dari sinar yang mempunyai daya ionisasi paling
kecil.
_________________________________________________________
6. Berikut merupakan data percobaan dari penyinaran sinar-sinar radioaktif.
Penahan Sinar alfa (α) Sinar beta (β) Sinar gamma (γ)
Selembar kertas Tembus Tembus Tembus
Lempeng Tidak tembus Tembus Tembus
Aluminium 5 mm
Lempeng timbal Tidak tembus Tidak tembus Tembus
Dari data di atas urutkan sinar-sinar radioaktif dari sinar yang mempunyai daya
tembus paling kecil.
____________________________________________________________
7. Bagaimanakah hubungan daya tembus sinar radioaktif dengan daya ionisasinya?
Mengapa?
____________________________________________________________
____________________________________________________________
8. Apakah kesimpulan yang telah didapat mengenai sifat-sifat sinar radioaktif?
____________________________________________________________
____________________________________________________________
____________________________________________________________
____________________________________________________________
9. Pada pemindai Kargo berbahan timbal, sinar apakah yang dapat digunakan untuk
melihat isi kargo?Mengapa?

22
Lembar Kerja Siswa (LKS)

Tujuan:
 Menentukan waktu paruh suatu unsur radioaktif.
 Memprediksi umur suatu unsur radioaktif.

Aktivitas radioaktif (A) didefinisikan sebagai jumlah atom suatu bahan radioaktif
yang meluruh persatuan waktu. Dapat dirumuskan:

Dari persamaan tersebut dapat diperoleh:


dN
= −λ ….
N
N t
dN
∫ = −∫λ…
No 0
……..

N(t)
ln = ⋯..
No
N(t)
= e
No

N(t) adalah jumlah inti radioaktif dan t adalah waktu peluruhan


N(t) = No e− ….
Dan N0 = jumlah iti mula-mula atau pada saat t = 0 s
λ = konstanta peluruhan (probabilitas peluruhan per inti per detik.

Waktu paruh (T ½) adalah selang waktu yang diperlukan oleh suatu unsur untuk
meluruh menjadi ½ bagian dari jumlah sebelumnya. Dengan mensubtitusikan ke persamaan
di atas diperoleh:
1
N = N0 e−λ T1/2
2 0
ln 2 0,693
T1/2 = =
λ λ

gambar peluruhan inti atom

23
Dengan memperhatikan grafik di atas, berrati untuk t = n T ½ berlaku:

Diskusikan dengan teman kelompokmu

1. Suatu unsur mula-mula 100 gram. Setelah 40 hari unsur tersebut tersisa 25 gram.
Berapakah waktu paruhnya?

2. Suatu unsur radioaktif memiliki waktu paruh 50 hari, berapakah inti yang telah meluruh
selama 25 hari awal?

3. Suatu unsur radioaktif meluruh seperti ditunjukkan grafik di bawah.

Jika N = ¼ No = 1020 inti, tentukan:


Waktu paruh unsur tersebut dan konstanta peluruhannya (λ)

4. Seorang ahli purbakala mendapatkan bahwa fosil kayu yang ditemukan mengandung
karbon radioaktif kira-kira tinggal ¼ dari asalnya. Jika waktu paruh karbon radioaktif
adalah 5600 tahun, berapakah umur fosil tersebut?

5. Pada tahun 1991, seorang wisatawan dari Jerman menemukan mayat seorang manusia
dalam keadaan utuh. Mayat tersebut terjebak di dalam gletser Pegunungan Alpen di Italia.
Berdasarkan penanggalan radiokarbon 14C, mayat tersebut diduga berumur sekitar 5300
tahun. Mengapa ilmuwan tersebut melihat umur fosil tersebut menggunakan 14C dan tidak
menggunakan 11C yang memancarkan sinar beta dengan waktu paruh 20,4 menit?

6. Suatu bahan diperkirakan mati 100 tahun yang lalu. Waktu paruh 11C adalah 20,4 menit
waktu paruh 14C adalah 5730 tahun, dan waktu paruh 3H adalah 12,3 tahun. Jenis
peluruhan apa yang kamu gunakan untuk memperkirakan waktu kematian dari bahan
tersebut? Mengapa?

Kesimpulan:
1. Bagaimana cara menentukan waktu paruh suatu unsure radioaktif?

2. Bagaimana cara untuk mengukur umur fosil / waktu kematian suatu benda?
I.
24
LKS SERAPAN RADIOAKTIF
1. Radiasi dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh karena energi radiasi dapat
mengionkan molekul-molekul dalam sel. Karena itu pada pasien yang di foto
sinar-X, bagian-bagian tubuh yang tidak perlu difoto, khususnya organ kelamin
dilindungi dengan baju kerja dari timbal. Mengapa baju kerja tersebut terbuat dari
timbal? Berapakah ketebalan baju timbal supaya dapat menyerap radiasi sinar-X!

Jawab:
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
........................................................................................................

2. Saat mendengar kata ‘nuklir’, yang ada dipikiran kita adalah Bom, Bahaya,
Radioaktif, Atau radiasi? Umumnya, orang yang ditanya secara spontan akan
menjawab nuklir = bom. Memang benar bom nuklir itu berbahaya, tapi yang harus
diwaspadai dari teknologi nuklir ini adalah radiasinya. Batas radiasi yang dapat
diterima tubuh kita adalah <0,5Sv. Menurut pendapat kelompokmu, sebutkan
beberapa hal yang mampu menurunkan kadar radiasi dalam tubuh sebagai bentuk
pengobatan.

Jawab:
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
..............................................................................................................
3. Tabel koefisien pelemahan.
Koefisien pelemahan (/cm)
Energi
(MeV) Air Aluminium Besi Timbal

0,15 0,149 0,359 1,43 20,8

0,50 0,0967 0,227 0,651 1,64

1,00 0,0706 0,166 0,468 0,772

25
Dari data di atas, bagaimanakah hubungan koefisien absorbsi bahan terhadap
pelemahan intensitas radioaktif?

Jawab:
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
..............................................................................................................

4. Suatu meteri dengan massa 100 gram dan mampu menyerap energi radiasi
pengion sinar-X sebesar 2.10-4 Joule. Berapa besarnya dosis serap (dalam gray)
jika sinar-X tersebut sudah menyinari materi tersebut selama 1 tahun dengan 2
jam setiap harinya.

Jawab:
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
..............................................................................................................

5. Apakah yang dimaksud dengan dosimetri dan dosimeter? Carilah informasinya


dengan studi pustaka!

Jawab:
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
.................................................................................................................

26
LATIHAN SOAL

1. Atom berbentuk bola yang berisi muatan-muatan positif dan elektron-elektron yang bermuatan
negatif tersebar merata di dalamnya. Model atom semacam ini dikemukakan oleh
a. Dalton d. Rutherford
b. Bohr e. Max Plank
c. J.J Thomson
2. Jika model atom Rutherford benar, maka spektrum yang dipancarkan atom adalah ... .
a. spektrum garis
b. spektrum kotinu
c. spektrum pita
d. spektrum baur
e. spektrum diskontinu
3. Suatu inti memancarkan partikel beta. Dalam inti itu terjadi ....
a. perubahan proton menjadi neutron.
b. perubahan neutron menjadi proton.
c. perubahan nomor massa
d. pengurangan energi ikat
e. pengurangan gaya tolak coulomb
4. Pada setiap reaksi inti berlaku hukum kekekalan pada reaksi inti seperti dibawah ini
kecuali
a Hukum kekekalan momentum d. Hukum kekekalan muatan
b Hukum kekekalan nomor massa e. Hukum kekekalan energi
c Hukum kekekalan nomor atom
238 206
5. 92U meluruh menjadi isotop timbal 82 Pb disertai dengan 8 partikel alfa dan elektron
sebanyak ....
a. 6 d. 3
b. 5 e. 2
c. 4
3. Pada reaksi inti On1 + 92U236  92U236  54Xe140  38Sr94 + X, X adalah….
a. sinar alfa d. 2 proton
b. sinar beta e. 2 netron
c. deteron
4. Unsur plutonium(94Po241) berturut-turut memancarkan , 2, , 2, , 4, 2 dan ,
maka unsur itu berubah menjadi Ti yang bernomor atom dan nomor massa….
a. 76 dan 210 d. 77 dan 230
b. 76 dan 215 e. 81 dan 205
c. 77 dan 215
Dalam reaksi inti 7 N  2 He  8 O  X , X adalah ....
14 4 17
5.
a. Proton d. zarah beta
b. Neutron e. sinar gamma
c. zarah alfa
6. Bila unsur radioaktif memancarkan sinar beta, maka ....
a. jumlah netron dalam inti tetap
b. jumlah proton dalam. inti tetap
c. elektron dalam orbitnya, berkurang satu.
d. jumlah netron dalam inti bertambah
e. jumlah proton dalam inti bertambah.
7. Sinar katode tidak lain dari ....
a. sinar gamma d. sinar kosmik
b. sinar positron e. sinar alfa
c. sinar beta

27
14
8. Atom 7 N ditembaki dengan partikel alfa dan dalam proses itu sebuah proton dapat
dibebaskan. Reaksi inti iti akan menghasilkan ....
17 17
a. 7 N d. 10 Ne
17 17
b. 8 O e. 9 F
16
c. 8 O
9. Unsur radioaktif di bawah ini yang termasuk deret Thorium adalah ....
213 214
a. 84 Po d. 82 Pb
216 229
b. 84 Po e. 92 Th
209
c. 82 Pb
10. Apabila massa atom 18Ar38 adalah 37,97479 sma, maka jumlah elektron dan massa inti
atom adalah… (BMAr = 37,974779 sma)
a 18 ; 38,964908 sma d. 17 ; 38,964908 sma
b 19 ; 37,964908 sma e. 17 ; 37,964908 sma
c 18 ; 37,964908 sma
2 3 4 1
11. Energi yang dibebaskan, bila terjadi reaksi fusi : 1 H + 1 H = 2 H + 0 n + energi. Bila
3
diketahui massa 12 H = 2,0141 sma, 1 H = 3,0160 sma, 4
2 H = 4,0026 sma dan 01 n =
1,0086 sma sebesar ..
a. 7,6 MeV d. 19,5 MeV
b. 12,5 MeV e. 22,6 MeV
c. 17,6 MeV
4 2
12. Massa inti 2 He = 4,0020603 sma dan massa deuteron 1 H = 2,014102 sma. Jika 1
sma = 931 MeV, maka energi minimum yang digunakkan untu memecahkan partikel
alpha menjadi dua deuteron adalah ....
a 4 MeV d. 34 MeV
b 14 MeV e. 44 MeV
c 24 MeV
13. Besarnya energi minimal yang diperlukan untuk membelah deteron yang massanya
2,0141 sma menjadi proton dan netron yang masing-masing massanya 1,0078 sma
dan 1,0086 sma adalah
a. 0,0023 MeV d. 2,1413 MeV
b. 3,4362 x10–13 joule e. 9,545 x 10–20 joule
c. 4,2826 MeV
14. Massa kritis dari unsur Uranium 2,5 kg, apabila massa tersebut meledak 80% dari
massa tersebut berubah menjadi tenaga, maka besarnya tenaga yang dihasilkan
adalah ....
a. 2,25 . 10 16 J. d. 2,00 . 10 17 J.
b. 9,00 . 10 16 J. e. 2,25 . 10 17 J.
c. 1,80 . 10 16 J.
7
15. Massa inti Lithium ( 3 Li ) adalah 7,0178 sma, massa proton 1,00 78 sma dan massa
netron 1,0086, maka energi ikat dari inti Litium adalah .... (1 sma = 931 MeV)
a. 24,25 MeV d. 46,50 MeV
b. 32,25 MeV e. 72,50 MeV
c. 37,25 MeV
16. Diketahui massa elektron = 9,1 x 10–13 kg , proton = 1,672 x 10–27 kg dan neutron =
1,675 x 10–27 kg. C= 3 x 108 m/s, berapakah energi diam masing-masing pertikel
tersebut dalam joule…

28
a 8,19 x 10–14 J ; 2,83 x 10–17 J ; 1,11 x 10–24 j
–12
b 1,508 x 10 j ; 8,19 x 10–23 j ; 1,505 x 10–16 j
–16
c 1,19 x 10 j ; 1,675 x 10 j ; 1,234 x 10–15 j
15

d 1,672 x 10–12 j ; 8,19 x 10–14 j ; 64 x 10–21 j


–14
e 8,19 x 10 j ; 1,505 x 10 j ; 1,508 x 10–12 j
-12

17. Dalam suatu reaksi termonuklir 0,001 kg hidrogen diubah menjadi 0,000993 kg Helium,
Hitung berapa energi yang dilepaskan jika efisiensi generator 9 % dan energi dan
energi listrik yang dihasilkan adalah .
a 4,5 x 10–11 J ; 6,14 x 1010 j
b 7,5 x 1011 j ; 3,14 x 1010 j
11
c 6,3 x 10 J ; 3,15 x 1010 j
11
d 6,3 x 10 J ; 3,16 x 1010 j
–11
e 6,3 x 10 j ; 3,14 x 10–10 j
18. Jika diketahui massa proton adalah 1,672 x 10–27 kg maka energi diam proton dalam
joule adalah…
a 1,505 x 10–12 joule
b 2,505 x 10–12 joule
c 0,505 x 10–12 joule
d 3,505 x 10–12 joule
e 2,506 x 10–12 joule
19. Massa elektron adalah 9,1 x 10–31 kg, maka energi diam partikel adalah..
a 9,19 x 10–14 Joule
b 7,19 x 10–14 Joule
c 8,19 x 10–14 Joule
d 8,19 x 10–14 Joule
e 9,19 x 10–14 Joule
209
20. Pada Nuklida 83 Bi memiliki proton dan netron dalam inti sebanyak ....
a. 83 dan 126 d. 126 dan 209
b. 83 dan 209 e. 209 dan 83
c. 126 dan 83
21. Hitung berapa MeV energi yang dibebaskan pada reaksi inti berikut:
2
1 H  H  H  H bila diketahui: massa atom H = 2,014 sma, H = 3,016 sma
2
1
2
1
3
1
1
1
2
1
3
1
1
1 H = 1,007 sma 1 sma = 931 MeV
22. Yang merupakan reaksi fusi adalah ....
a.
23
11 Na  α  12
20
Mg 11 H
b.
11
7 Na  α  17
8 O 1 H
1

c.
266
88 Ra  222
86 Rn  α  
d. H 13
1
1 6 C 
14
7 N
e. 1 H 1 H  2N  energi
2 2 4

23. Reaksi inti di bawah ini yang menghasilkan radioisotop dari bahan yang direaksikan
adalah…
a. 6C12 + 6C12  10Ne
20
+ 2He4
9
b. 4Be + 2He 4
 6C
12
+n
27
c. 13Al + 2He 4
 30
15P + n
d. 7N14 + 2He4  16
8O + 1H
2
23
e. 11Na + n  11Na
24

24. Tulislah simbol 3 isotop neon (Ne) yg mempunyai nomor massa berturut-turut 20,21
dan 22 isotop neon mempunyai nomor atom 10
a 10Ne20, 10Ne21, 10Ne22

29
b 10Ne20, 11Ne21, 12Ne22
c 10Ne20, 11Ne21, 10Ne22
d 11Ne20, 10Ne21, 10Ne22
e 10Ne20, 12Ne21, 10Ne22
25. Sebuah isotop telurium 52Te125 mempunyai massa atom 124,904418 sma, bila massa
elektron 0,000549 sma dan 1 sma = 1,66 x 10–27 kg, massa inti isotop telurium adalah…
a 107,29393 x 10–27 kg
b 207,29393 x 10–27 kg
c 307,29393 x 10–27 kg
d 407,29393 x 10–27 kg
e 407,29393 x 10–27 kg
26. Bila mengukur keaktifan suatu unsur dengan pencacah Geiger-Mueller, maka hasil
cacahan yang diperoleh menunjukkan ....
a. energi yang dipancarkan oleh unsur
b. jumlah kalor yang dipancarkan oleh unsur
c. intensitas radiasi yang dipancarkan unsur
d. jumlah nukleon yang dipancarkan unsur
e. jumlah elektron yang dipancarkan unsur
27. Bilangan kuantum (n, l, m, dan s ) pada atom s (z = 16) secara berturut-turut
adalah……
a 3, 1, –2 dan – ½
b 4, 2, –1 dan – ½
c 3, 1, –1 dan – ½
d 4, 1, –2 dan ½
e 3, 1, –1 dan ½
28. Bilangan kuantum dari atom C adalah….
a n = 1 ; l = 1 ; dan m =1
b n = 2 ; l = 0 dan m = -1
c n = 2 ; l = 0 dan m = 1
d n = 3 ; l = 0 dan m = -1
e n = 2 ; l = 1 dan m = 0
29. Jika n = 3, < l =1 m = 0 dan s = 1 ½ maka unsur tersebut memiliki elektron sebesar
…..
a 14 d. 17
b 15 e. 18
c 16
30. Bilangan kuantum utama pada lintasan terkecil adalah…..
a –2 d. 1
b –1 e. 2
c 0
31. Konfigurasi elektron terluar atom C ( z = 6 ) adalah….
a 2s2, 2P1 d. 2s2 , 2P6
2 2
b 25 , 2P e. 2s2 , 2P4
2 3
c 2s , 2P
32. Perhatikan konfigurasi berikut: 1s2, 2s2, 2p5, 3s2. Kulit L ditempati oleh…
a 2 elektron d. 7 elektron
b 4 elektron e. 9 elektron
c 5 elektron
33. Panjang gelombang pada cahaya deret Balmer bila elektron jatuh dari n = 4 adalah……
a 4,68 x 10–7 m
b 4,86 x 10–7 m
c 4,50 x 10–7 m

30
d 5,86 x 10–7 m
e 5,68 x 10–7 m
34. Panjang gelombang cahaya deret Lyman pada biji Fe dengan Z = 26 adalah .
a 7 x 10–7 m
b 10,25 x 10–7 m
c 7,5 x 10-7 m
d 1,025 x 10-7 m
e 9,75 x 10–7 m
35. Manakah bilangan kuantum utama (n) yang menunjukan deret Paschen
a 2, 3, dan 4 d. 5, 6, dan 7
b 3, 4, dan 5 e. 6, 7, dan 8
c 4, 5, dan 6
36. Berapa panjang gelombang jika n = 2
a 1,215 x 10–7 m
b 12,15 x 10–7 m
c 10,15 x 10–7 m
d 3,0 x 10–7 m
e 2,215 x 10–7 m
1 1 1 
37.  R  2  adalah bentuk deret ... .
 2 n 
a Balmer d. Paschen
b P-fund e. Bracfet
c Lyman

A. ESSAY

1. Berapakah jari-jari elektron terkecil pada atom hidrogen ?


2. Berapakah panjang gelombang cahaya deret Paschen bila elektron jatuh pada
bilangan kuantum n = 4 ?
3. Berapa panjang gelombang cahaya yang dapat diserap atom hidrogen supaya elektron atom H
itu teraksitasi dari dasar lintasan ke 2 ?

31