Anda di halaman 1dari 25

adikasimbar.wordpress.

com

Konsep Gen, DNA, dan


3 Kromosom
Salah satu ciri makhluk hidup adalah mampu berkembang biak. Pada
saat berkembang biak, sebagian sifat suatu individu akan diwariskan kepada
keturunannya. Sebagai contoh , orang yang berambut keriting mungkinakan
memiliki anak yang berambut keriting juga. Buah mangga yang rasanya
manis kemungkinan juga akan menghasilkan biji yang nanti dapat tumbuh
menjadi pohon mangga yang akan menghasilkan biji yang manis juga.
bagaimana cara sifat-sifat yang dimiliki oleh suatu individu dapat diwariskan
kepada keturunannya? Setiap sifat pada makhluk hidup dikendalikan oleh
faktor keturunan yang disebut gen. Gen akan mengatur sifat yang nampak
pada suatu organisme. Sifat yang nampak ini selain dipengaruhi oleh gen
dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Genterdapat dalam lokus tertentu yang
disebut kromosom. Kromosom adalah benang-benang yang menebal dan
mikroskopis. Kromosom terdapat di dalam nukleus (inti sel). Kromosom
yang berpasangan disebut kromosom homolog,sedangkan pasangan gen
disebut alel. Kromosom sel-sel eukariotik tersusun atas kromatin. Kromatin
tersusun atas 27% DNA (Deoxyribonucleic acid),67% potein dan 6%RNA
(Ribonucleic acid). DNA (Deoxyribonucleic acid) merupakan biomolekul
yang terpenting di dalam sel karena molekul DNA merupakan pembawa
informasi genetik yang memberi sifat pada suatu organisme. DNA terletak di
dalam inti sel,mitokondria dan kloroplas. Tiap molekul DNA tersusun atas
nukleotida. Satu nukleotida terdiri atas komponen gula pentosa,basa nitrogen
dan gugus fosfat. DNA memiliki sifat autokatalisis yaitu mampu
menggandakan diri dan menyintesis diri sendiri dengan kata lain yaitu
replikasi.
Standar kompetensi

Memahami penerapan konsep dasar dan


prinsip-prinsip hereditas serta implikasinya
pada salingtemas

Kompetensi dasar

3.1. menjelaskan Konsep Gen,DNA,dan


Kromosom

Tujuan Pembelajaran

 Mendeskripsikan konsep
gen, DNA dan kromosom
 Menjelaskan struktur gen
dan molekul DNA
 Menjelaskan struktur
kromosom suatu organisme
 Mendeskripsikan proses
replikasi DNA
PROPORSI MATERI PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KONSEP GEN,
DNA, dan KROMOSOM

Konsep Gen, DNA dan Kromosom

1. Gen merupakan molekul DNA yang menyandikan sifat-sifat tertuntu

1.1. Gambaran umum tentang Gen, Gen mengatur segala sifat yang nampak pada
suatu organisme (fenotipe)

1.1. 1. Fenotipe dipengaruhi oleh faktor genetik dan faktor lingkungan

1.2. Letak gen, gen terletak di dalam kromosom tepatnya Kronomer dan nukleosom

1.2.1. Gen yang terdapat pada kromosom tidak memiliki batas-batas yang jelas namun
gen terletak di dalam suatu benang kromosom dalam suatu deretan yang teratur.

1.2.2. Sepasang gen yang bersesuian pada kromosom homolog di sebut dengan alel

1.2.2.1. Alel terbagi menjadi 2 yaitu alel homozigot dan alel heterozigot

1.2.2.2. Diantara gen-genyang sealel pengaruhnya ada yang lebih kuat (Gen
dominan), ada yang lebih lemah (Gen resesif), dan ada yang sama-sama kuat
(intermediet)

2. Kromosom, memiliki bentuk seperti benang-benang yang menebal

2.1. Struktur Kromosom

2.1.1 struktur kromosom terdiri atas sentromer dan lengan

2.1.1.1. Berdasarkan jumlah sentromernya dibagi menjadi 4 yaitu :


Monosentris,Disentris,dan polisentris,dan Asentrik

2.1.1.2 Berdasarkan letak sentromernya kromosom di bagi menjadi 4 yaitu


telosentrik,akrosentrik,metasentrik,dan submetasentrik

2.2. jenis kromosom terbagi dua yaitu menjadi autosom dan gonosom

2.3 letak kromosom, kromosom terletak di dalam inti sel,mitokondria, dan


kloroplas
2.3. Jumlah Kromosom, makluk hidup yang bentuk tubuhnya lebih kompleks
memiliki jumlah kromosom yang lebih banyak dari pada organisme yang
struktur tubuhnya lebih sederhana

2.3.2 Berdasarkan jumlah pasangan kromosomnya ada beberapa organisme yaitu


organisme haploid (memiliki n kromosom), organisme diploid (memiliki 2 n
kromosom),organisme triploid (memiliki 3n kromosom) dan organisme
poliploid (memiliki banyak kromosom)

3. DNA (Dioxyribonukleic acid) yang merupakan pembawa informasi genetik


yang memberi sifat pada suatu organisme

3.1. Struktur DNA

3. 1.1. Bentuk DNA, DNA terdiri dari dua utas benang polinukleotida yang
saling berpilin (double helix/berpilin ganda) setiap polinukleotida tersusun
atas nukleotida

1.1
3. 1.1.1. Dalam satu nuklotida tersusun atas 3 komponen yaitu
deoksiribosa, gugus fosfat, dan basa nitrogen

3.1.2. Basa nitogen, basa nitrogen penyusun DNA terdiri dari purin dan
pirimidin

3.1.3. Kode genetik (kodon)

3. 1.4. Panjang DNA bervariasi tergantung pasangan basanya

3.2. Replikasi DNA, DNA dapat menggandakan diri karena memiliki sifat autokatalis

3.2.1. komponen yang diperlukan dalam replikasi DNA, meliputi


Cetakan,enzin DNA, dan empat macam nukleotida

3.2.2. tiga kemungkinan replikasi pada DNA secara konservatif,


semikonservatif, dan dipersif

3.23. Tahapan replikasi DNA


Peta Konsep

Konsep gen, DNA dan Kromosom


Terdiri dari

Gen DNA Kromosom

Gamb Letak Strukt Replik Struk Jenis Letak Jumla


aran Gen ur asi tur kromo h
umum DNA DNA krom som
Gen osom

Terdiri dari

Bentuk DNA Model Konservatif Autosom

Basa Nitrogen pada Model


DNA semikonservatif Gonosom

Panjang DNA Model Dispersif

Kode genetik
Konsep Gen, DNA dan Kromosom

A. Gen
Coba perhatikan bentuk muka anda dan teman anda, pasti ada yang
bulat atau oval. Apa yang menyebabkan perbedaan bentuk muka tersebut ?
perbedaan itu terjadi karena adanya perbedaan genetik yang dimiliki oleh
setiap orang. Orang yang memiliki gen muka oval akan memiliki muka yang
oval sebaliknya orang yang memiliki gen muka bulat akan bermuka bulat.
Apa sebenarnya gen itu ?
1. Gambaran umum Gen
Gen merupakan unit “ Wawasan sains “
bahan yang membawa sifat
keturunan. Istilah gen Drosophila melanogaster merupakan salah satu
pertama kali di kemukakan contoh dari ordo Diptera, yang mempunyai sel
oleh W. Johannsen sekitar kelenjar ludah yang dapat menghentikan
pembelahan mitosis setelah lebih kurang 18 jam
satu abad yang lalu. Bentuk
perkembangan larvanya. Akan tetapi, replikasi
fisik gen berupa molekul
DNA kromosom dan pertumbuhan sel
asam deoksiribonukleat berlangsung terus. Sebagai hasilnya terbentuklah
(DNA). Jadi yang dimaksud sel yang sangat besar , masing-masing terisi
dengan gen adalah molekul dengan penggandaan atau kelipatan dua sampai
DNA yang menyandikan 1024 kali jumlah haploid DNA. Lagi pula, salinan
sifat – sifat tertentu. setiap tipe kromosom yang sangat banyak itu
Gen akan mengatur tetap berasosiasi satu sama lain. Sehingga
masing-masing dari 8 kromosom di dalam nukleus
segala sifat yang nampak
itu menjadi sangat besar ukurannya. Akhirnya
(Fenotipe) pada suatu kromosom homolog cenderung untuk berasosiasi
organisme. Misalnya sifat satu sama lain. Fenomena yang dikenal sebagai
yang nampak pada tumbuhan pasangan somatik sehingga bila nucleus dibuka
yaitu daun sempit, warna dan isinya diperiksa dengan mikroskop cahaya
buah merah dan buahnya kelihatannya seolah-olah terdapat 4 kromosom
bulat. Sifat yang nampak yang luar biasa. Sel-sel larva yang melakukan
pada manusia misalnya kulit proses ini dikatakan sebagai endopoliploid dan
kromosom yang berbenang banyak itu diberi
hitam, tubuh tinggi, hidung
istilah kromosom politen
mancung, dll. fenotipe tidak
hanya disebabkan oleh gen
malainkan faktor genetik dan faktor lingkungan. Misalnya seseorang
yang memiliki gen kulit putih tetapi hidup di daerah panas kemungkinan
warna kulitnya tidak putih lagi tetapi bisa berwarna agak hitam.
2. Letak Gen
Gen terletak di
dalam kromosom
tepatnya pada bagian
kromomer atau
nukleosom. Kromomer
berupa butiran atau
manik – manik yang
dililit oleh benang –
benang DNA. DNA ini
lah yang merupakan
gen pemabawa
informasi genetik pada
suatu individu. Letak Gambar : Peta gen penentu sifat terdapat dalam
gen pada kromosom kromosom. Sumber :
disebut lokus (jamak : http://desybio.files.wordpress.com/2010/04/gen-dlam-
kromosom1
Loki), yang bersifat
tetap.

Karena kromosom selalu berpasangan letak gen pada kromosom


homolog juga pada lokus yang sama. Sepasang gen yang berada pada
lokus yang bersesuaian pada kromosom yang homolog disebut alel. Alel
memiliki fungsi yang sama, saling mendukung atau berlawanan. Contoh
alel yang fungsinya sama adalah sifat warna merah
pada bunga, memiliki gen penentu warna merah dan pasangan gen
penentu warna merah pula. Karena alel fungsinya sama, maka disebut
alel homozigot. Contoh alel yang fungsinya tidak sama (berlawanan)
adalah sifat warna merah muda pad bunga, memiliki gen penentu warna
merah dan pasangan gen penentu warna putih, sehingga sifat yang
muncul adalah bunga warna merah muda. Karena alel fungsinya tidak
sama maka disebut alel heterozigot.
Diantara gen – gen yang sealel, ada gen yang mengalahkan gen
alelnya dan ada yang pengaruhnya sama – sama kuat. Gen yang
pengaruhnya lebih kuat disebut gen dominan, gan yang pengaruhnya
lebih lemah disebut gen resesif, sedangkan gen yang pengaruhnya sama
– sama kuat disebut gen semi dominan atau intermediet. Gen dominan
ditulis dengan huruf besar sedangkan gen resesif ditulis dengan huruf
kecil.
B. Kromosom
Kromosom
berasal dari bahasa
latin yang terdiri
dari dua kata yaitu
chroma = warna dan
soma=warna.
Sehingga dapat di
artikan bahwa
kromosom ialah
struktur
Gambar: kromosom, Sumber :
mikroskopis yang
http://desybio.files.wordpress.com/2010/04/gen-dlam-
berbentuk seperti kromosom1
benang-benang
menebal.

Kromosom dapat di amati dengan penambahan zat warna tertentu


karena kromosom bersifat dapat menyerap warna.

1. Struktur kromosom
Kromosom sel-sel
eukariotik terdiri atas
bahan komplek yang
disebut kromatin.
Kromatin tersusun atas
27% DNA
(Deoxyribonucleic acid /
asam deoksiribonukleat),
67% protein dan 6% RNA Gambar : Bagian-bagian kromosom . Sumber :
http://biologi-
(ribonucleic acid/asam news.blogspot.com/2010/12/kromosom.html
ribonukleat)
Kromosom terdiri dari kromatid, lengan dan sentromer.
Kromatid adalah benang kromatin memadat menjadi lengan, sedangkan
kromatin yaitu lipatan-lipatan solenoid tersusun menjadi benang.
Selenoid merupakan untaian nukleosom lebih padat &menjadi lipatan –
lipatan. Nukelosom tersusun atas DNA dan Protein histon yang
membentuk untaian. Sentromer berbentuk bulat dan tidak mengandung
DNA.
Lengan kromosom adalah badan kromosom yang disebut juga
kromatid. Pada umumnya kromosom memiliki dua buah lengan yang di
batasi oleh sentromer. Lengan kromosom tersusun oleh selaput
(membran), kromonema dan matriks. Selaput berfungsi untuk melapisi
dan melindungi kromosom, sedangkan kromonema berupa benang halus
yang berpilin yang terendam di dalam matriks. Kromonema tersusun atas
butiran atau manik-manik yang disebut kromomer atau nukleosom.
Sentromer atau kinektor, disebut juga kepala kromosom. Di
dalam sentromer tidak terdapat gen. Sentromer berperan pada saat
pembelahan sen yaitu sebagai tempat melekatnya benang-benang
gelondong yang mengarahkan pembelahan sel.
Berdasarkan letak sentromer, kromosom ini di bedakan menjadi
empat macam yaitu :
a) Metasentrik : sentromer terletak di tengah – tengah antara kedua
lengan kromosom
b) Submetasentrik : sentromer membagi lengan kromosom menjadi dua
lengan yang panjangnya tdak sama
c) Akrosentrik : sentromer terletak di dekat ujung kromosom
d) Telosentrik : sentromer terletak di ujung kromosom

Gambar : Macam – macam kromosom menurut letak sentromernya


Sumber : http://biologi-news.blogspot.com/2010/12/kromosom.html
Berdasarkan jumlah sentromer komosom di bagi menjadi 3, yaitu
sebagai berikut :
a) Monosentris: adalah kromosom yang hanya memiliki sebuah
sentromer.
b) Disentris: adalah kromosom yang memiliki dua sentromer.
c) Polisentris: adalah kromosom yang memiliki banyak sentromer.
Kromosom yang tidak memiliki sentromer disebut asentrik.
2. Jenis Kromosom
Setiap sel yang terdapat di dalam tubuh suatu organisme memiliki satu
set kromosom dengan jumlah tertentu. satu set kromosom tersebut dapat
di bedakan menjadi dua jenis yaitu : autosom (kromosom tubuh) dan
gonosom (kromosom kelamin).
a) Autosom
Autosom disebut juga kromosom tubuh atau kromosom
somatis.autosom merupakan kromosom yang menentukan sifat-sifat
sel tubuh. Autosom tidak berperan dalam menentukan jenis kelamin
suatu organisme. Jumlahnya di dalam sel tubuh adalah 2n-2, dengan
n = jumlah seluruh kromosom. Contohnya, jumlah autosom sel tubuh
manusia adalah 46-2=44 buah atau 22 pasang.
b) Gonosom
Gonosom disebut juga kromosom seks atau kromosom
kelamin suatu organisme. Jumlah kromosom seks pada sel tubuh
manusia ada dua buah atau sepasang.
Menurut campbell and reece (2008:271) perempuan
memiliki sepasang kromosom X homolog (XX), sedangkan pada
laki-laki memiliki satu kromosom X dan datu kromosom Y (XY).
Hanya sebagian kecil X dan Y yang homolog. Sebagian besar
kromosom X tidak memiliki pasangan di Y yang mungil, dan
kromosom Y mengandung beberapa gen yang tidak ada di X. Karena
itu kromosom seks dapat menentukan jenis kelamin seseorang.
Supaya kromosom dapat terlihat di mikrosokop, maka
kromosom tersebut harus diwarnai terlebih dahulu untuk kemudian
dapat diambil gambarnya. Sebuah gambar yang berisi 46 kromosom
tersebut disebut dengan karyotype. Karyotype dapat berguna untuk
mengidentifikasi adanya kromosom yang tidak normal baik pada
bentuk ataupun jumlahnya. Untuk membantu mengidentifikasi
kromosom tersebut, tiap pasang dari kromosom tersebut diberi
nomor 1-22 sedangkan 1 pasang yang terakhir diberi nama X dan Y.

Gambar : Susunan jenis kromosom dalam kariotipe


Sumber : http://biologi-news.blogspot.com/2010/12/kromosom.html

3. Letak kromosom
Tubuh manusia terdiri dari bermacam sel yang mempunyai
fungsi yang berbeda pula, seperti misalnya sel kulit, sel hati ataupun sel
darah. Di dalam masing-masing sel tersebut terdapat inti sel yang disebut
dengan nucleus, kemudian didalam nucleus tersebutlah kromosom
berada.
4. Jumlah kromosom
Jumlah kromosom yang dimiliki tiap spesies mekhluk hidup
sangat bervariasi. Organisme yang memiliki struktur yang lebih komplek
memilkiki jumlah kromosom yang lebih banyak di bandingkan dengan
organisme yang sederhana. Kromosom yang saling berpasangan disebut
kromosom homolog. Kromosom homolog memiliki bentuk,ukuran dan
jumlah gen yang sama. Berdasrkan jumlah pasangan kromosomnya ada
beberapa jenis organisme yaitu : organisme haploid (memiliki n
kromosom), organisme diploid (memiliki 2n kromosom), organisme
triploid (memiliki 3n kromosom), dan organisme poliploid (memiliki
banyak kromosom).

Gambar Jumlah kromosom pada berbagai organisme


Sumber : http://desybio.wordpress.com/2010/03/31/ukuran-dan-jumlah-
kromosom/
1. Struktur DNA
a. Bentuk DNA
Pada tahun 1953, berdasarkan hasil penelitian dari Rosalind
Franklin, James Watson and Francis Crick, DNA diketahui
berbentuk double helix. Terdiri dari dua pita yang berpilin menjadi
satu.
Gambar : bentuk molekul DNA
Sumber : http://sciencebiotech.net/mengenal-dna-lebih-dekat-
anatomi-dna/

DNA merupakan polimer nukleotida. Satu nukleotida


tersusun ats tiga komponen yaitu deoksiribosa (gula ribosa), gugus
fosfat dan basa nitrogen. Deoksiribosa adalah molekul gula dengan
lima atom karbon (pentosa) yang kekurangan satu atom oksigen.
Gugus fosfat terikat pada atom karbon nomor lima dari molekul gula
pentosa dan pada atom karbon nomor 3 pada deoksiribosa milik
nukleotida berikutnya.
b. Basa Nitrogen pada DNA
Basa nitrogen ada dua jenis yaitu purin dan pirimidin. Basa purin
tersusun atas adenin (A) dan
guanin (G), sedangkan basa
pirimidin tersusun oleh sitosin
(C) dan timin (T). Di dalam
molekul DNA, adenin selalu
berpasangan dengan
timin,sedangkan sitosin
berpasangan dengan guanin.
Antara adenin dan timin Gambar : macam-macam basa nitrogen pada
dihubungkan dengan 2 ikatan DNA.Sumber :
http://sciencebiotech.net/mengenal-dna-lebih-
:

hidrogen sedangkan antara dekat-anatomi-dna/


sitosin dan guanin di
hubungkan dengan 3 ikatan
hidrogen. Dengan demikian,
jumlah purin selalu sama
dengan jumlah pirimidin
(A+G=C+T). Jumlah adenin
sama dengan jumlah timin
(A=T) dan jumlah guanin
sama dengan sitosin (G=C).
Antara deoksiribosa dan
gugus fosfat di hubungkan
dengan ikatan fosfodiester.

Gambar : pasangan basa nitrogen dan jumlah


ikatannya
Sumber :
http://www.fertitest.co.id/kromosom/1/index.html
c. Kode genetik (Kodon)
Kode genetik adalah suatu cara untuk menetapkan jumlah
urutan nukleotida yang berperan dalam menentukan posisi yang tepat
dari setiap asam amino dalam rantai peptida yang bertambah
panjang.
Untuk mengkode 1 asam amino diperlukan 3 rangkaian basa
nitrogen yang disebut dengan nama Triplet. Dengan sistem triplet
akan terbentuk 64 kode asam amino, sedangkan diketahui jumlah
asam amino ada 20.Dengan demikian ada satu asam amino yang
dikodekan oleh beberapa tipe triplet

Gambar triplet kodon beserta asam aminonya


Sumber : http://biologiagdat.blogspot.com/2012/12/dna-gen-dan-
kromosom.html
d. Panjang DNA
Panjang DNA suatu organisme juga berbeda-beda dan
biasanya dinyatakan dalam jumlah pasangan basanya. Contoh jumlah
pasangan basa yang menyatakan panjang DNA pada beberapa
organisme dapat di lihat pada tabel di bawah ini :
Organisme Panjang DNA/jumlah pasangan
basa
2 x 105
Virus T3
4 x 106
Bakteri Escherichia coli
2 x 106
Bakteri Bacillus subtilis
3 x 1010
Jagung
2 x 108
Lalat buah
5,6 x 109
Manusia
2. Replikasi DNA
DNA merupakan molekul hidup karena mampu melakukan
penggandaan diri (replikasi). Fungsi ini disebut fungsi autokatalisis
karena DNA mampu mensistesis dirinya sendiri. Replikasi merupakan
peristiwa sintesis DNA. Replikasi DNA dapat terjadi dengan adanya
sintesis rantai nukleotida baru dari rantai nukleotida lama. Prosesnya
dengan menggunakan komplementasi pasangan basa untuk menghasilkan
suatu molekul DNA baru yang sama dengan molekul DNA lama. Dengan
demikian setelah relikasi akan terbentuk dua buah DNA double heliks.
Setiap dua molekul DNA akan membentuk dua kromatid yang
terdapat di dalam kromosom yang siap membelah dengan proses ini,
kromosom di gandakan, tetapi tetap terikat menjadi datu melalui
sentromer. Untuk melakukan replikasi DNA memerlukan beberapa
komponen antara lain seutas DNA lama yang berfungsi sebagai cetakan,
enzim DNA polimerase,serta empat macam nukleotida.
Menurut para ahli, ada tiga kemungkinan cara DNA bereplikasi ,
yaitu konservatif, semikonservatif, dan dispersif.
a) Model konservatif, yaitu dua rantai DNA lama tetap tidak
berubah, berfungsi
sebagai cetakan untuk
dua rantai DNA baru.
Replikasi ini
mempertahankan
molekul dari DNA lama
dan membuat molekul
DNA baru.
b) Model semikonservatif,
yaitu dua rantai DNA
lama terpisah dan rantai
baru disintesis dengan
prinsip komplementasi
pada masing-masing Gambar : tiga kemungkinan DNA
rantai DNA lama. bereplikasi
Akhirnya dihasilkan dua Sumber :
http://ilviameldi.wordpress.com/2013/04/04/
rantai DNA baru yang
masing-masing mengandung satu rantai cetakan molekul DNA
lama dan satu rantai baru hasil sintesis.
c) Model dispersif, yaitu beberapa bagian dari kedua rantai DNA
lama digunakan sebagai cetakan untuk sintesis rantai DNA baru.
Oleh karena itu, hasil akhirnya diperoleh rantai DNA lama dan
baru yang tersebar pada rantai DNA lama dan baru. Replikasi
ini menghasilkan dua molekul DNA lama dan DNA baru yang
saling berselang-seling pada setiap untai.
Setelah berhasil membuat model struktur DNA, Watson dan
Crick memprediksi bahwa DNA bereplikasi dengan cara
semikonservatif. Kemudian pada tahun 1958, Matthew Meselson dan
Franklin Stahl melakukan percobaan untuk menguji ketiga alternatif
hipotesis replikasi DNA tersebut dengan menggunakan DNA bakteri
Eschericia coli. Hasilnya ternyata mendukung model replikasi
semikonservatif yang telah diprediksi oleh Watson dan Crick.
Tahapan Replikasi DNA adalah sebagai berikut :

Gambar : replikasi DNA


Sumber : wanenoor.blogspot.com
1. Pengenalan Origin of Replication (ORI)
Titik awal dimulainya replikasi disebut Origins of
Replication (titik ORI), merupakan suatu unique sequence yang
akan dikenali suatu protein inisiator. Protein Origin Recognition
Complex (ORC) berperan sebagai protein inisiator yang akan
mengenali sekuens ORI dan menginisiasi penempelan helicase.
ORC ini akan selalu menempel pada saat proses replikasi
berlangsung, penghancuran ORC oleh protein tertentu dapat
menghambat proses replikasi.
2. Inisiasi Replication Fork
Helicase yang menempel pada ORI berfungsi membuka
pilinan DNA double strand menjadi dua single strand DNA
terpisah sehingga membentuk struktur Replication Fork. Single
Strand Binding Protein (SSBP) akan menempel pada single strand
DNA yang baru terbentuk agar stabil sehingga tidak bergabung
kembali (renaturasi). Pembukaan pilinan oleh helicase dimulai dari
ORI menuju ke dua arah, membentuk 2 Replication Fork yang
tampak sebagai Replication Bubble.
3. Replikasi pada Leading Strand
Replikasi pada Leading strand diawali dengan aktivitas
primase (DNA primase) yang mensintesis RNA primer. Setelah
adanya RNA primer, sintesis DNA dapat dimulai oleh DNA
polimerase secara kontinyu dari arah 5' ke 3' searah dengan
pembukaan replication fork.
4. Replikasi pada Lagging Strand
Sintesis DNA harus terjadi pada arah 5' ke 3' maka arah
replikasi berlawanan arah dengan pembukaan Replication Fork
atau antiparalel dengan arah Leading strand. Replikasi pada
lagging strand terjadi secara tidak kontinyu. Sintesis DNA diawali
dengan pembentukan RNA primer kemudian dilanjutkan sintesis
DNA oleh DNA polimerase, demikian berulang-ulang setelah
helicase membuka untaian double helix DNA. Oleh karena itu,
pada lagging strand dijumpai fragmen-fragmen DNA yang disebut
fragmen Okazaki. DNA polimerase akan menganti RNA primer
dengan sekuens DNA dan meninggalkan celah antar fragmen
(gap). Fragmen-fragmen tersebut akhirnya disatukan oleh Ligase
sehingga membentuk untai DNA baru yang utuh dan
komplementer dengan template DNA induk.
Rangkuman
1. Gen merupakan substansi genetika yang membawa sifat keturunan yang
akan di wariskan kepada keturunannya.
2. Bentuk fisik gen adalah berupa molekul asam deoksiribonukleat (DNA).
Gentidak lain adalah molekul DNA yang menyandikan sifat-sifat tertentu
3. Gen yang terletak pada lokus yang sama pada kromosom homolog, tetapi
sifatnya berlawanan disebut alel
4. Kromosom merupakan benang-benang tebal yang terdapat di dalam inti sel.
Di dalam kromosom terdapat gen.
5. Jumlah kromosom yang dimiliki setiap jenis akan tetap. Organisme yang
struktur tubuhnya lebih kompleks akan memiliki jumlah kromosom yang
lebih banyak di bandingkan organisme yang sederhana.
6. Kromosom di bedakan menjadi dua jenis yaitu autosom (kromosom tubuh)
dan gonosom (kromosom kelamin)
7. DNA merupakan polimet nukleotida. Satu nukleotida terdiri atas tiga
komponen yaitu deoksiribosa, gugus fosfat,dan basa nitrogen.
8. Kode genetik ditentukan oleh urutas tiga basa nitrogen
Evaluasi
A. Pilihlah salah satu jawaban yang tepat dan anda anggap benar
1. Pada saat sel tidak membelah, dapat terlihat adanya benang-benang tipis
yang disebut . . . . .
a) Kromosom b) DNA
d) Gen
c) Kromatin
2. Yang merupakan unit pembawa informasi genetik adalah . . . . .
a) Kromosom b) DNA
d) Gen
c) Kromatin
3. Kromosom yang memiliki ukuran,bentuk,dan memiliki gen dengan
jumalh yang sama disebut . . . . .
a) Kromosom homolog b) Kromosom analog
d) Alel
c) Kromosom heterolog
4. Sel-sel tubuh berikut ini yang tidak memiliki kromosom diploid adalah
.....
a) Sel otot b) Sel saraf
d) Sel tulang
c) Sel kelamin
5. Bagian kromosom yang tidak memiliki gen, tetapi berfungsi pada saat
pembelahan sel adalah . . . . .
a) Sentromer b) Nukleosom
d) Lengan
c) Kromonema
6. Kromosom tubuh (autosom) tidak dijumpai pada sel-sel . . . . .
a) Eritrosit b) Leukosit
d) Trombosit
c) Sel-sel kelamin
7. Yang tidak ditemukan dalam replikasi DNA adalah . . . . .
a) DNA induk b) mRNA
d) Enzim DNA polimerase
c) Nukleotida
8. Berikut ini ada beberapa cara atau kemungkinan DNA bereplikasi
kecuali . . . . .
a) Semi dispersif b) Dispersif
d) Semi konservatif
c) Konservatif
9. Kromosom yang tidak memiliki lengan disebut . . . . .
a) Telosentrik b) Asentrik
d) Submetasentrik
c) Metasentrik
10. Berikut ini urutan yang benar berdasarkan ukuran dari yang terbesar
adalah . . . . .
a) Gen-kromosom- b) Kromosom-gen-kodon-
nukleotida-kodon nukleotida
d) Ngen-kromosom-kodon-
c) Nukleotida-kromosom-
nukleotida
gen-kodon

B. Menjodohkan
1. Kromosom yang saling berpasangan a. Kromosom
disebut . . . kembar
2. Satu set kromosom haploid
b. Sitosin dan
dinamakan . . . .
3. . . . . merupakan kromosom yang timin
tidak berperan dalam menentukan c. Gonosom
jenis kelamin suatu organisme. d. Sentromer
4. Gen terletak di dalam kromosom e. Autosom
tepatnya di bagian yang di sebut . . . f. Adenin dan
5. Basa nitrogen tersusun atas . . .
guanin
g. Kromosom
homolog
h. Gelondongan
i. genom
j. Purin dan
pirimidin
k. Lokus
C. Essay
1. Apa yang dimaksud dengan kromosom dan dimana letaknya ?
2. Gambarkan dan jelaskan struktur sebuah kromosom !
3. Sebutkan dan jelaskan tiga kemungkinan replikasi pada DNA !
4. Apa yang dimaksud dengan kromosom homolog ?
5. Apa yang dimaksud dengan gen dominan, gen resesif dan gen
intermediet ?
Kunci Jawaban

A B

1. A 1. G
2. D 2. I
3. A 3. E
4. C 4. K
5. A 5. J
6. C
7. B
8. A
9. B
10. A

1. Kromosom ialah struktur yang berbentuk seperti benang-


benang yang menebal . letaknya di inti sel (nukleus)
2. Kromosom tersusun atas kromatid,sentromer dan lengan
(pendek dan panjang)
3. Semikorservatif, konservatif dan dispersif
4. Kromosom homolog adalah kromosom yang saling
berpasangan
5. Gen dominan adalah gen yang pengaruhnya lebih kuat
sehingga dapat menutupi gen lain
Gen resesif adalah gen yang pengaruhnya terkalahkan atau di
tutupi
Gen intermediet adalah gen yang pengaruhnya sama-sama
kuat.
Praktikum
ISOLASI DNA
A. TUJUAN
1. Untuk mengetahui cara/metode yang benar untuk memisahkan
(mengisolasi) DNA dari buah-buahan.
2. Mengetahui keefektifan deterjen dan buah yang dipakai untuk
melakukan percobaan isolasi DNA
B. LANDASAN TEORI
DNA (Deoxyribose Nucleic Acid) adalah master molecul (molekul
utama) yang mengkode semua informasi yang dibutuhkan untuk proses
metabolisme dalam setiap organisme (Jamilah, 2005). DNA ini tersusun atas
3 komponen utama yaitu gula deoksiribosa, basa nitrogen dan fosfat yang
tergabung membentuk nukleotida (Istanti, 1999). Molekul DNA ini terikat
membentuk kromosom, dan ditemukan di nukleus, mitokondria dan
kloroplas. DNA yang menyusun kromosom ini merupakan nukleotida
rangkap yang tersusun heliks ganda (double helix), dimana basa nitrogen
dan kedua ”benang” polinukleotida saling berpasangan dalam pasangan
yang tetap melalui ikatan hidrogen dan antara nukleotida yang satu dengan
nukleotida yang lain dihubungkan dengan ikatan fosfat. DNA terdapat di
dalam setiap sel makhluk hidup dan disebut sebagai ”cetak biru kehidupan”
karena molekul ini berperan penting sebagai pembawa informasi hereditas
yang menentukan struktur protein dan proses metabolisme lain (Jamilah,
2005).
DNA dapat mengalami denaturasi dan renaturasi. Selain itu DNA
juga bisa diisolasi. Zubaidah (2004) dalam Jamilah (2005) menyatakan
bahwa isolasi DNA dapat dilakukan melauli tahapan-tahapan antara lain:
preparasi esktrak sel, pemurnian DNA dari ekstrak sel dan presipitasi DNA.
Meskipun isolasi DNA dapat dilakukan dengan berbagai cara, akan tetapi
pada setiap jenis atau bagian tanaman dapat memberikan hasil yang berbeda,
hal ini karena adanya senyawa polifenol dan polisakarida dalam konsentrasi
tinggi yang dapat menghambat pemurnian DNA. Jika isolasi DNA
dilakukan dengan sampel buah, maka kadar air yang pada masing-masing
buah berbeda, dapat memberi hasil yang berbeda pula. Buah dengan kadar
air tinggi akan menghasilkan isolat yang berbeda jika dibandingkan dengan
buah berkadar air rendah. Semakin tinggi kadar air maka sel yang terlarut di
dalam ekstrak akan semakin sedikit, sehingga DNA yang terpretisipasi juga
akan sedikit.
Proses isolasi DNA diawali dengan proses ekstraksi DNA. Hal ini
bertujuan untuk memisahkan DNA dengan partikel lain yang tidak
diinginkan. Proses ini harus dilakukan dengan hati-hati, sehingga tidak
menyebabkan kerusakan pada DNA. Untuk mengeluarkan DNA dari sel,
dapat dilakukan dengan memecahkan dinding sel, membran plasma dan
membran inti baik dengan cara mekanik maupun secara kimiawi. Cara
mekanik bisa dilakukan dengan pemblenderan atau penggerus menggunakan
mortar dan pistil. Sedangkan secara kimiawi dapat dengan pemberian yang
dapat merusak membran sel dan membran inti, salah satunya adalah
deterjen.
Penambahan deterjen dalam isolasi DNA dapat dilakukan karena
deterjen dapat menyebabkan rusaknya mebran sel, melalui ikatan yang
dibentuk melalui sisi hidrofobik deterjen dengan protein dan lemak pada
membran membentuk senyawa ”lipid protein-deterjen kompleks”. Senyawa
tersebut dapat terbentuk karena protein dan lipid memiliki ujung hidrofilik
dan hidrofobik, demikian juga dengan deterjen, sehingga dapat membentuk
suatu ikatan kimia (Machmud, 2006).
C. ALAT dan BAHAN
 Alat :
1. Beaker glass atau gelas aqua
2. Pisau
3. Pengaduk
4. Penyaring (tissu / kapas)
5. Mesin blender
6. Spatula
7. Tabung reaksi dan rak tabung
 Bahan
1. Buah (Tomat & Pepaya )
2. Deterjen ( Surf, Rinso) &sabun BuKrim
3. Aquades
4. Garam dapur
5. Etanol 96% dingin (Etanol & es Batu)
D. PROSEDUR KERJA
1. Melarutkan Deterjen ( Surf, Rinso) & sabun BuKrim ke dalam 60
mL aquades, diaduk pelan selama 15 menit.
2. Ambil 100 gram daging buah ditambah 100 mL aquades
dimasukkan ke dalam mesin blender, kemudian diblender selama
40 detik.
3. Lalu campurkan 4 mL masing-masing larutan sabun dicampurkan
dengan masing-masing 4 mL jus buah.
4. Menambahkan 1 spatula garam dapur kemudian diaduk selama
10 menit sampai diperoleh campuran yang homogen.
5. Menyaring campuran yang dihasilkan pada point sebelumnya
sebanyak dua kali
6. 6 mL hasil penyaringan pada point dia atas dimasukkan ke dalam
tabung reaksi dan menambahkan 5 mL etanol 96% dingin
7. Mengamati proses timbulnya DNA, meliputi waktu yang
diperlukan, warna, serta banyak sedikitnya DNA yang terbentuk
E. Hasil Pengamatan
No Buah Perlakuan Hasil pengamatan
Warna Bentuk Waktu Jumlah
1 Tomat Suft
Bukrim
Rinso
2 Pepaya Surf
Bukrim
Rinso
DAFTAR PUSTAKA

Campbell and Reece. 2008. Biologi jilid 1 edisi kedelapan. Jakarta : erlangga.
Syamsuri, istamal. 2006. Biologi kelas 3 semester 1. Jakarta : erlangga
Sudjadi, Bagod, dkk.2007. Biologi 3A SMA kelas XII. Jakarta:Yudhistira.
Anonim. 2010. kromosom dalam http://www.fertitest.co.id/kromosom/1/index.html.
diakses pada tanggal 1 Desember 2013, pukul 15.00
Anonim. 2010. Substansi Genetik dalam
http://biochronica.blogspot.com/p/substansi-genetika.html. diakses pada tanggal 1
Desember 2013, pukul 15.15
Desy. 2011. Replikas DNA dalam http://desybio.wordpress.com/tag/replikasi-
semikonservatif/. diakses pada tanggal 1 Desember 2013, pukul 15.00
Jenie. 2012 dalam http://jeniewulandari.wordpress.com/2012/10/05/giant-
kromosome/ diakses pada tanggal 08 Desember 2013, pukul 23.35
Endik 200. Dalam http://endikdenibiotransmitther.blogspot.com/2009/01/praktikum-
isolasi-dna-buah-tomat-dan.html diakses pada tanggal 08 Desember 2013, pukul
23.50
Biografi Penulis

Nama saya karina afriani, saya biasa di panggil


karin. Saya lahir di indramayu pada tanggal 11
April 1993. Saya terlahir dari seorang ibu yang
bernama Wiwit widiyawati dan seorang ayah yang
bernama Muhamad Takdir, SE.

Saya telah mempuh jenjang pendidikan sekolah


dasar di indramayu yaitu SDN Legok 1 pada tahun
1999 sampai dengan tahun 2001, sekolah
menengah pertama di SMPN 4 Kuningan selesai
pada tahun 2008, dan di lanjutkan ke sekolah
menengah pertama di kuningan yaitu SMAN 2
Kuningan selesai sampai tahun 2011.

Dengan kemauan yang kuat dan niat yang sungguh-


sungguh saya memutuskan untuk melanjutkan
sekolah saya ke jenjang pendidikan yang lebih
tinggi yaitu di salah satu perguruan tinggi di
cirebon yaitu Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, dengan
program studi yang saya ambil yaitu S-1 pendidikan biologi.