Anda di halaman 1dari 4

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Rumah Tangga

Apa itu PHBS di Rumah Tangga?

PHBS di Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar sadar, mau
dan mampu mempraktikkan PHBS untuk memelihara dan meningkatkan kesehatannya, mencegah
resiko terjadinya penyakit dan melindungi diri dari ancaman penyakit serta berperan aktif dalam
gerakan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu tatanan rumah tangga sehat dapat diwujudkan
dengan perilaku sehat dan lingkungan sehat.

Perilaku sehat meliputi : Persalinan ditolong oleh petugas kesehatan, mengikuti KB, balita diberikan
ASI, balita ditimbang, sarapan pagi dan gosok gigi sebelum tidur.

Lingkungan sehat meliputi :

Tersedia air bersih dan jamban, kesesuaian luas lantai dengan jumlah penghuni serta lantai rumah
bukan dari tanah.

Mengapa perlu PHBS di Rumah Tangga?

ØRumah tangga sehat merupakan aset atau modal utama pembangunan di masa depan yang perlu
dijaga, ditingkakan dan dilindungi kesehatannya.

ØBerapa anggota rumah tangga mempunyai masa rawan terkena gangguan berbagai penyakit.

ØAngka kesakitan dan kematian penyakit infeksi dan non infeksi dapat dicegah dengan PHBS.

Apa tujuan PHBS di Rumah Tangga?

ØTujuan umum : Meningkatnya rumah tangga sehat di kabupaten/kota.

ØTujuan khusus : Meningkatkan pengetahuan, kemauan dan kemampuan anggota rumah tangga
untuk melaksanakan PHBS.

ØBerperan aktif dalam gerakan PHBS di masyarakat.

Apa Manfaat PHBS di Rumah Tangga?

ØSetiap anggota rumah tangga meningkatkan kesejahteraannya dan tidak mudah sakit karena faktor
perilaku mempunyai andil dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat (30-35%).

ØRumah tangga sehat dapat meningkatkan produktifitas kerja anggota rumah tangga.

ØDengan meningkatnya kesehatan rumah tangga, biaya yang tadinya dialokasikan untuk kesehatan
dapat ialihkan untuk biaya investasi seperti biaya pendidikan dan usaha lain yang dapat
meningkatkan kesejahteraan anggota rumah tangga.

ØPHBS merupakan salah satu indikator untuk menilai kinerja pemerintah daerah kabupaten/kota di
bidang kesehatan, yaitu pencapaian 65% rumah tangga sehat pada tahun 2010 (sesuai Surat
Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 1457/Menkes/SK/X/2003 tentang kewenangan wajib standar
Pelayanan Minimal (KW SPM) bidang kesehatan).
ØMeningkatkan citra puskesmas dalam bidang kesehatan.

Siapa Pelaku dan Sasaran PHBS di Rumah Tangga?

Pelaku PHBS di rumah tangga yaitu petugas kesehatan, petugas lintas sektor, tokoh masyarakat dan
kader kesehatan. Sasaran PHBS di rumah tangga yaitu seluruh anggota keluarga (Ibu, bapak, anak,
nenek, dll).

a. Persalinan Ditolong oleh Tenaga Kesehatan Anda mempunyai balita atau adik yang masih
berusia 0-5 tahun? Kalau tidak, boleh mengabaikan ini. Berarti tinggal sembilan indikator lagi kan?
Tapi kalau punya, sudahkah istri atau ibu anda bersalin/melahirkan di tenaga kesehatan yang
memiliki kompetensi kebidanan (dokter kandungan dan kebidanan, dokter umum dan bidan). Jika
sudah, berarti untuk indikator yang satu ini anda lulus. Mengapa harus tenaga kesehatan? Karena
karena tenaga kesehatan merupakan orang yang sudah ahli dalam membantu persalinan, sehingga
keselamatan ibu dan bayi lebih terjamin. Disamping itu dengan ditolong oleh tenaga kesehatan,
apabila terdapat kelainan dapat diketahui dan segera ditolong atau dirujuk ke Puskesmas atau
Rumah Sakit. Jika ibu bersalin ditolong oleh tenaga kesehatan maka peralatan yang digunakan aman,
bersih dan steril sehingga mencegah terjadinya infeksi dan bahaya kesehatan lainnya. Paham
kan??? b. Memberi Bayi ASI Ekslusif Adakah bayi usia 0-6 bulan di rumah anda? Kalau tidak, lewat
dan boleh mengabaikan yang satu ini. Bagaimana kalau ada? Sudahkah anak anda atau adik anda
yang masih berusia di bawah 6 bulan mendapat ASI saja sejak lahir sampai usia 6 bulan? Mengapa
harus ASI, ga kelaparan tuh bayi diberi ASI saja??? Pertanyaan ini pasti ada dibenak anda, benar kan ?
ASI adalah makanan alamiah berupa cairan dengan kandungan zat gizi yang cukup dan sesuai untuk
kebutuhan bayi, sehingga tumbuh dn berkembang dengan baik. Air susu ibu pertamaberupa cairan
bening berwarna kekuningan (kolostrum) sangat baik untuk bayi karena mengandung zat kekebalan
terhadap penyakit. Manfaat memberiASIbagi ibu adalah dapat menjalin hubungan kasih sayang
antara ibu dan bayi, mengurangi pendarahan setelah persalinan, mempercepat pemulihan kesehatan
ibu, dapat menunda kelahiran berikutnya, mengurangi risiko kena kanker payudara dan lebih praktis
karena ASI lebih mudah diberikan pada saat bayi membutuhkan. c. Menimbang Bayi dan Balita
setiap bulan Sama seperti indikator pertama, Anda mempunyai balita atau adik yang masih berusia
0-5 tahun? Kalau tidak, boleh mengabaikan ini. Kalau ada, sudahkah bayi atau balita anda ditimbang
setiap bulan dan tercatat di KMS atau buku KIA? Penimbangan bayi dan balitaanda dimaksudkan
untuk memantau pertumbuhannya setiap bulan. Menimbang secara rutin di posyandu akan terlihat
perkembangan berat badannya apakah naik atau tidak. Manfaatnya, anda dapat mengetahui apakah
balita anda tumbuh sehat, tahu dan bisa mencegah gangguan pertumbuhan balita, untuk
mengetahui balita sakit (demam, batuk, pilek, diare), jika berat badan dua bulan berturut-turut tidak
naik atau bahkan balita yang berat badannya dibawah garis merah (BGM) dan dicurigai gizi buruk,
sehingga dapat dirujuk ke Puskesmas. Datang secara rutin ke Posyandu juga berfungsi untuk
mengetahui kelengkapan imunisasi serta untuk mendapatkan penyuluhan gizi. d. Menggunakan Air
Bersih Yang satu ini seharusnya bukan masalah bagi anda. Anda dan rumah tangga anda dikatakan
sehat jika di rumah tangga anda menggunakan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari yang berasal
dari air kemasan, air ledeng, air pompa, sumur terlindung dan penampungan air hujan dan
memenuhi syarat air bersih yaitu tidak berasa, tidak berbau dan tidak berwarna. Manfaat anda
menggunakan air bersih diantaranya agar kita terhindar dari gangguan penyakit seperti diare, kolera,
disentri, thypus, kecacingan, penyakit mata, penyakit kulit atau keracunan. Dan dengan
menggunakan air bersih setiap anggota keluarga terpelihara kebersihan dirinya. e. Mencuci Tangan
dengan Air Bersih dan Sabun Indikator ini sebenarnya gampang, tapi saya ragu apakah anda selalu
melakukannya sampai saat ini, benar kan? Mulailah dari sekarang! Kapan saja harus mencuci tangan?
Sebelum makan dan makan, sesudah buang air besar, sebelum memegang bayi, setelah menceboki
anak dan sebelum menyiapkan makanan tentunya menggunakan air bersih mengalir dan sabun.
Manfaat mencuci tangan adalah agar tangan menjadi bersih dan dapat membunuh kuman yang ada
di tangan, mencegah penularan penyakit seperti diare, kolera, dysentri, kecacingan, penyakit kulit,
infeksi daluran pernafasan akut (ISPA), bahkan flu burung dan lainnya. f. Menggunakan Jamban
Sehat Sudah setengah jalan anda lewati untuk menjadi rumah tangga yang sehat, Tiba saatnya di
indikator yang keenam. Punya jamban kan dirumah? Jamban yang digunakan minimal jamban leher
angsa, atau jamban duduk yang banyak di jual di toko bangunan, tentunya dengan tangki septic atau
lubang penampungan kotoran sebagai pembuangan akhir dan terpelihara kebersihannya. Untuk
daerah yang sulit air (kalau ada) dapat menggunakan jamban cemplung atau jemban plengsengan.
Tujuannya dimaksudkan agar tidak mengundang datangnya lalat atau serangga lain yang dapat
menjadi penular penyakit. g. Memberantas Jentik di Rumah Cukup sekali seminggu, asal rutin ya!
Tidak sulit menerapkan indikator yang satu ini, manfaatkan waktu libur anda dengan membersihkan
rumah, tidak perlu waktu lama bukan? Lakukan pemberantasan jentik nyamuk didalam dan atau
diluar rumah seminggu sekali dengan 3M plus abatisasi/ikanisasi. Pemberantasan sarang nyamuk
(PSN) merupakan kegiatan pemberantasan telur, jentik, kepompong nyamuk penular penyakit seperti
demam berdarah dengue, chikungunya, malaria, filariasis (kaki gajah) di tempat-tempat
perkembangbiakannya. PSN dapat dilakukan dengan cara 3M plus yaitu menguras bak air, menutup
tempat penampungan air dan mengubur benda yang berpotensi menjadi sarang nyamuk plus
menghindari gigitan nyamuk. h. Makan Buah dan Sayur Setiap Hari Sederhana, murah dan banyak
manfaatnya. Biasakan anda dan anggota keluarga anda mengkonsumsi minimal 2 porsi sayur dan 3
porsi buah atau sebaliknya setiap hari, tidak harus mahal, yang penting memiliki kecukupan gizi.
Semua jenis sayuran bagus untuk dimakan, terutama sayuran yang berwarna (hijau tua, kuning,
oranye) seperti bayam, kangkung, daun katuk, kacang panjang, selada hijau atau daun singkong.
Begitu pula dengan buah, semua bagus untuk dimakan, terutama yang berwarna (merah, kuning)
seperti mangga, papaya, jeruk, jambu biji atau apel lebih banyak mengandung vitamin dan mineral
serta seratnya. i. Melakukan Aktivitas fisik Setiap hari Minimal 30 menit setiap hari. Anda lakukan
pergerakan anggota tubuh yang menyebabkan pengeluaran tenaga yang sangat penting bagi
pemeliharaan kesehatan fisik, mental dan mempertahankan kualitas hidup agar tetap sehat dan
bugar sepanjang hari. Jenis aktifitas fisik yang dapat dilakukan bisa berupa kegiatan sehari-hari, yaitu
berjalan kaki, berkebun, bekerja ditaman, mencuci pakaian, mencuci mobil, mengepel lantai, naik
turun tangga dan membawa belanjaan. Aktifitas fisik lainnya bisa berupa olah raga yaitu push up, lari
ringan, bermain bola, berenang, senam, bermain tenis, yoga, fitness, angkat beban/berat. Intinya
olahraga itu tidak harus mahal, bahkan banyak yang gratis bukan? j. Tidak Merokokdi Dalam
Rumah Terakhir, anda perokok atau memiliki anggota keluarga yang merokok? Jika anda bukan
perokok, acungan jempol buat anda dan jangan pernah terpengaruh dengan yang namanya rokok.
Tapi jika anda perokok atau memiliki anggota keluarga yang merokok, itu hak anda, namun kami
anjurkan untuk berpikir bahaya merokok dan berusaha berhenti untuk merokok. Biar adil, bagi
perokok, jangan merokok di dalah rumah atau ketika berada bersama orang lain yang bukan perokok,
mereka juga berhak dapat udara segar bukan?

SUMBER MATERI :

http://pandandut89.blogspot.com/
http://www.plazainformasi.jogjaprov.go.id/

SUMBER GAMBAR :

http://dinkesbalangan.blogspot.com/