Anda di halaman 1dari 17

KERANGKA ACUAN PROGRAM

UPAYA KESEHATAN LINGKUNGAN


PUSKESMAS MUNGKA
TAHUN 2018

A. Pendahuluan
Penyehatan lingkungan adalah upaya untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan
pencegahan terhadap penurunan kualitas lingkungan melalui upaya promotif, prefentif,
penyelidikan, pemantauan terhadap tempat umum, lingkungan pemukiman, lingkungan kerja,
angkutan umum, lingkungan lainnya terhadap substansi yaitu air, udara, tanah, limbah padat,
cair, gas, kebisingan, pencahayaan, habitat vektor penyakit, radiasi, kecelakaan, makanan,
minuman dan bahan berbahaya.

B. Latar Belakang
Kondisi atau keadaan lingkungan merupakan faktor penentu utama derajat kesehatan
masyarakat dalam suatu proses pengamatan, pencatatan, penyuluhan,pendokumentasian secara
verbal dan visual menurut prosedur standar tertentu terhadap satu atau beberapa komponen
lingkungan dengan menggunakan satu atau beberapa parameter sebagai tolak ukur yang
dilakukan secara terencana, terjadwal, dan terkendali dalam satu siklus waktu tertentu yang
menekankan kegiatan pada sumber, ambient (lingkungan), pemaparan dan dampak pada
manusia.

C. Tujuan
1. Tujuan Umum :
Mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat sesuai dengan Tata Nilai UKM Puskesmas
Mungka yaitu T : Terampil dalam bertindak
E : Empati dalam bersikap
L : Lugas dalam berbicara
U : Ulet dalam bekerja
R : Rasional dalam berfikir

2. Tujuan Khusus :
1. Kesehatan lingkungan dilaksanakan terhadap tempat umum lingkungan pemukiman
dan lingkungan lainnya.
2. Kesehatan lingkungan meliputi penyehatan air, tanah dan udara
3. Setiap tempat dan sarana pelayanan umum wajib memelihara dan meningkatkan
lingkungan yang sehat.
4. Setiap tempat pengolahan makanan terpelihara untuk mewujudkan lingkungan yang
sehat

D. Kegiatan Pokok dan Rincian Kegiatan


1. Penyehatan air
2. Penyehatan perumahan dan sanitasi dasar
3. Pembinaan tempat-tempat umum
4. Klinik sanitasi
5. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) pemberdayaan masyarakat
6. Pengawasan Depot Air Minum (DAM)
7. Pengawasan dan pengendalian air kualitas lingkungan
8. Penyehatan makanan dan minuman.

E. Cara Melaksanakan Kegiatan


Melakukan pendataan tentang Penyehatan Air, Penyehatan Perumahan dan
Sanitasi Dasar, Pembinaan Tempat-Tempat Umum (TTU), Penyehatan Makanan dan
Minuman (TPM), Pengawasan Depot Air Minum (DAM), Sanitasi Total Berbasis
Masyarakat (STBM) dan Klinik Sanitasi, dengan melibatkan peran serta Kader, Bidan
Desa, Wali Jorong, Wali Nagari dan juga Camat di wilayah kerja puskesmas.

F. Sasaran Kegiatan
1. Penyehatan Air
(Kepala Keluarga) yang menggunakan Sarana Air Bersih
2. Penyehatan Perumahan dan Sanitasi Dasar
Rumah-rumah yang berpenghuni di wilayah kerja puskesmas
3. Pembinaan Tempat-Tempat Umum
Tempat-tempat umum yang memiliki potensi dampak besar terhadap kesehatan
masyarakat, misalnya : Pasar Tradisional, sekolah, Perkantoran dan tempat ibadah.
4. Klinik Sanitasi
Klien dan/atau Penderita (pasien) yang menderita penyakit berbasis lingkungan
5. Sanitasi Total Bprbasis Masyarakat (STBM)
Kepala Keluarga (KK) yang memiliki akses terhadap jamban.
6. Pengawasan Depot Air Minum (DAM)
Seluruh depot air minum yang ada di wilayah kerja puskesmas.
7. Penyehatan Makanan dan Minuman
Tempat pengolahan makanan (TPM) yang ada di wilayah kerja puskesmas

G. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan

No Jenis kegiatan JADWAL BULANAN


J F M A M J J A S O N D
1 Penyehatan air V V V V V V V V
2 Penyehatan Perumahan dan
Sanitasi Dasar V V V V V V V V V
3 Pemeriksaan Sampel Air
V V V V V V V V
Bersih (SAB)
4 Pembinaan Tempat-Tempat
V V V V V V V V V V V
Umum
5 Klinik Sanitasi V V V V V V V V V V
6 Pengawasan Depot Air
V V V V V V V V V V
Minum (DAM)
7 Penyehatan Makanan dan
V V V V V V V V
Minuman

H. Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan dan Laporan


Kepala Keluarga dengan Rumah Sehat yang memenuhi syarat.
I. Catatan, Pelaporan dan Evaluasi
Bulanan, triwulan dan laporan akhir tahun.

Diketahui Oleh : Mungka, Januari 2018


Pimpinan Puskesmas Mungka Pemegang Program Kes - Ling

Drg. Yone Akdes Nana Delvina, AMKL


NIP. 19780704 200901 2 024 NIP. 19821212 201001 2 024
KERANGKA ACUAN KEGIATAN
TEMPAT – TEMPAT UMUM
(TTU)

A. PENDAHULUAN
Tempat-tempat umum adalah suatu tempat dimana bersifat umum (semua orang) dapat
masuk ke tempat tersebut untuk berkumpul melakukan kegiatan baik secara insidentil maupun
terus menerus. Jadi tempat – tempat umum adalah suatu usaha untuk mengawasi dan mencegah
kerugian akibat dari tempat – tempat umum terutama yang erat hubungannya dengan timbulnya
atau menularnya suatu penyakit. Tempat – tempat umum merupakan tempat kegiatan bagi
umum yang mempunyai tempat sarana dan kegiatan tetap yang diselenggarakan oleh badan
pemerintah, swasta dan atau perorangan yang dipergunakan langsung oleh masyarakat.
Setiap aktivitas yang dilakukan oleh manusia sangat erat interaksinya dengan tempat –
tempat umum, baik untuk bekerja, melakukan interaksi social, belajar maupun melakukan
aktivitas lainnya. Tempat – tempat umum memiliki potensi sebagai tempat terjadinya penularan
penyakit, penularan lingkungan ataupun gangguan kesehatan lainnya. Kondisi lingkungan
tempat – tempat umum yang tidak terpelihara akan menambah besarnya resiko penyebaran
penyakit serta penularan lingkungan sehingga perlu dilakukan upaya pencegahan dengan
menerapkan sanitasi lingkungan yang baik dan tempat – tempat umum perlu dijaga sanitasinya.

B. LATAR BELAKANG
Sanitasi tempat – tempat umum sangatlah penting dijaga sanitasinya agar tidak
menimbulkan berbagai masalah kesehatan, misalnya menimbulkan penyakit berbasis
lingkungan.

C. TUJUAN
Tujuan Umum :
Untuk meningkatkan agar masyarakat mengerti dan memelihara akan keberadaan
tempat – tempat umum di wilayah kerja puskesmas

Tujuan Khusus :
1. untuk mengetahui sanitasi SAB (Sarana Air Bersih ) di TTU (Tempat – Tempat
Umum)
2. untuk mengetahui sanitasi pembuangan kotoran di TTU
3. untuk mengetahui sanitasi pengelolaan limbah cair di TTU
4. untuk mengetahui sanitasi pengelolaan sampah di TTU
5. untuk mengetahui sanitasi kualitas bangunan yang terpelihara dengan baik yang
memenuhi syarat kesehatan TTU

D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


Pembinaan dan pengawasan terhadap sarana tempat – tempat umum (TTU)

E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


Kegiatan yang bersifat monitoring atau inspeksi terhadap sarana tempat – tempat umum
(TTU) yang ada di wilayah kerja puskesmas dengan melibatkan peran serta kader, bidan desa,
wali jorong dan wali nagari

F. SASARAN
1. Tempat ibadah (mesjid atau gereja)
2. Sekolah
3. Kolam renang
4. Pasar
5. Pemangkas rambut
6. Salon
7. Rumah sakit
8. Rumah bersain
9. Pertokoan
10. Hotel

G. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN


Setiap bulan untuk pembinaan dan pengawasan

H. EVALUASI PELAKSANAAN DAN PELAPORAN

Evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan dilaksanakan setiap tiga bulan sekali.

I. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN


Pencatatan dan pelaporan dilaksanakan oleh penanggungjawab program dan dilaporkan
kepada kepala puskesmas dan Dinas Kesehatan Kota.

Diketahui Oleh : Mungka, Januari 2018


Pimpinan Puskesmas Mungka Pemegang Program Kes - Ling

Drg. Yone Akdes Nana Delvina, AMKL


NIP. 19780704 200901 2 023 NIP. 19821212 201001 2 024
KERANGKA ACUAN KEGIATAN
TEMPAT PENGELOLAAN MAKANAN
(TPM)

A. PENDAHULUAN
Rumah makan, depot dan warung adalah setiap tempat usaha komersil yang lengkap
kegiatannya menyediakan makanan dan minuman untuk umum di tempat usahanya. Hygiene
sanitasi makanan adalah upaya untuk mengendalikan faktor makanan, orang, tempat dan
perlengkapan yang dapat atau mungkin dapat menimbulkan penyakit atau gangguan kesehatan.
Pengawasan sanitasi makanan pada rumah makan, depot, warung, adalah pemantauan
secara terus menerus terhadap rumah makan, depot, warung atas perkembangan tindakan atau
kegiatan atau persyaratan sanitasi makanan dan keadaan yang terdapat setelah usaha tindak
lanjut dari pemeriksaan.
Pemeriksaan merupakan usaha melihat dan menyaksikan secara langsung serta menilai
tentang keadaan, tindakan atau kegiatan yang dilakukan serta memberikan petunjuk / saran
perbaikan.
Kegiatan pengawasan sanitasi makanan meliputi pendataan tempat pengelolaan
makanan, pemeriksaan berkala, member saran perbaikan, melakukan kunjungan kembali,
memberi peringatan dan rekomendasi kepada pihak terkait serta laporan hasil pengawasan.

B. LATAR BELAKANG
Berdasarkan pengamatan awal beberapa rumah makan, depot dan warung yang letaknya
cukup strategis dan sering dilalui banyak kendaraan bermotor, ada beberapa penjamah makanan
yang menunjukkan perilakuyang tidak sehatdalam menjamah makanan, missal menggunakan lap
kotor untuk membersihkan meja dan mengolah makanan ketika sedang sakit.
Demikian juga dengan sarana disekitarnya, dimana sering ditemukan adanya rumah
makan , depot, warung yang melakukan pencucian peralatan makanan tanpa menggunakan
sabun, peralatan hanya dicelupkan ke sumber air pencucian yang sudah kotor, serta bahan
makanan belum jadi disimpan dalam ruangan yang tidak dilengkapi dengan pelindung dari
hama.

C. TUJUAN
Tujuan umum :
- Untuk mengetahui persyaratan sanitasi tempat pengelolaan makanan (TPM) dan mampu
menerapkan persyaratan dan teknik pembersihan atau pemeliharaan di ruangan tempat
pengelolaan makanan (TPM) agar terhindar dari resiko pencemaran.

Tujuan khusus:
1. Untuk mengetahui lokasi / letak bangunan
2. Untuk mengetahui ruangan pengolahan
3. Untuk mengetahui tempat pencucian alat dan bahan makanan
4. Untuk mengetahui tempat sampah
5. Untuk mengetahui cara pembersihan dan tempat pemeliharaan
6. Untuk mengetahui tempat cuci tangan
7. Untuk mengetahui sarana air bersih (SAB)
8. Untuk mengetahui jamban

D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


Pembinaan dan pengawasan terhadap sarana tempat pengelolahan makanan (TPM)
E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
Kegiatan yang bersifat monitoring atau inspeksi terhadap sarana tempat pengelolaan
makanan (TPM) yang ada di wilayah kerja puskesmas, dengan melibatkan peran serta kader,
bidan desa, wali jorong dan wali nagari.

F. SASARAN
1. Rumah makan
2. Restoran
3. Jasa boga / catering
4. Industri makanan
5. Kantin
6. Warung
7. Makanan jajanan

G. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN


Setiap bulan untuk pembinaan dan pengawasan.

H. EVALUASI PELAKSANAAN DAN PELAPORAN


Evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan dilaksanakan setiap tiga bulan sekali.

I. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN


Pencatatan dan pelaporan dilaksanakan oleh penanggung jawab program dan
dilaporkan kepada kepala puskesmas.

Diketahui Oleh : Mungka, Januari 2017


Pimpinan Puskesmas Mungka Pemegang Program Kes - Ling

Drg. Yone Akdes Nana Delvina, AMKL


NIP. 19780704 200901 2 003 NIP. 19821212 201001 2 024
KERANGKA ACUAN KEGIATAN
DEPOT AIR MINUM
(DAM)

A. PENDAHULUAN
Air sangat diperlukan oleh tubuh manusia seperti halnya udara dan makanan. Tanpa air
manusia tidak akan bertahan hidup lama. Selain berguna untuk manusia, air juga diperlukan oleh
makhluk hidup lain misalnya hewan dan tumbuh-tumbuhan. Bagi manusia air diperlukan untuk
menunjang kehidupan antara lain dalam kondisi yang layak untuk diminum tanpa mengganggu
kesehatan atau air yang harus dimasak terlebih dahulu sebelum dapat diminum.
Air minum untuk tubuh manusia berguna untuk menjaga keseimbangan metabolism dan
fisiologi tubuh setiap waktu. Konsumsi air diperlukan karenasetiap saat tubuh bekerja dan
berproses. Disamping itu air juga digunakan untuk melarutkan dan mengolah makanan agar
dapat dicerna tubuh manusia dan kehidupan dari berjuta sel. Komponen terbanyak dari sel
adalah air. Apabila kekurangan cairan sel tubuh akan menciut dan tidak dapat berfungsi dengan
baik. Begitu pula air merupakan bagian EKSKRETA CAIR (keringat, air seni, air mata), uap
pernapasan, dan cairan tubuh (darah, lymphe).

B. LATAR BELAKANG
Kebutuhan penduduk terhadap air minum dapat dipenuhi melalui air yang dialirkan
melalui saluran perpipaan (PAM), air minum dalam kemasan (AMDK), maupun depot air
minum (DAM). Selain itu air tanah dangkal dari sumur – sumur gali (SG) atau pompa serta air
hujan yang diolah oleh penduduk menjadi air minum setelah di masak terlebih dahulu.
Kecenderungan penduduk untuk mengkonsumsi air minum siap pakai sangat besar,
sehingga usaha depot pengisian air minum tumbuh subur. Perlu dilakukan pengawasan,
pembinaan dan pengawasan kualitas air dari DAM agar selalu aman dan sehat untuk dikonsumsi
masyarakat.

C. TUJUAN
Tujuan Umum :
Terlindunginya masyarakat dari potensi penyakit akibat konsumsi air minum
yang berasal dari depot air minum (DAM). Dengan demikian masyarakat akan terhindar
dari kemungkianan resiko terkenan penyakit bawaan air.

Tujuan Khusus :
1. Terisolasinya hygiene sanitasi depot air minum (DAM) di seluruh masyarakat
2. Terlaksananya pembinaan dan pengawasan oleh petugas kesehatan kabupaten / kota
sehingga dapat menjamin mutu air minum yang dijual
3. Terlaksananya praktek penyelenggaraan depot air minum (DAM) yang melaksanakan
kaidah hygiene sanitasi serta perlakuan hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam melayani
masyarakat
4. Teridentifikasinya masalah depot air minum (DAM) yang harus dibina oleh pemerintah
daerah baik di kabupaten / kota.

D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


Pembinaan dan pengawasan Depot Air Minum (DAM).

E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


Cara umum dalam melaksanakan kegiatan ini adalah di dalam gedung berupa konseling
dan di luar gedung berupa pembinaan.
Kegiatan bersifat monitoring (inspeksi sanitasi) terhadap depot air minum (DAM) dan
pemeriksaan sampel air depot air minum (DAM) yang ada di wilayah kerja puskesmas dengan
melibatkan peran serta kader, bidan desa, wali jorong dan wali nagari.

F. SASARAN
Seluruh Depot Air Minum (DAM) yang ada di wilayah kerja Puskesmas.

G. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN


1. Setiap bulan untuk pembinaan dan pengawasan
2. Pemeriksaan sampel air DAM setiap 3 bulan sekali

H. EVALUASI PELAKSANAAN DAN PELAPORAN


Evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan dilaksanakan setiap tiga bulan sekali.

I. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN


Pencatatan dan pelaporan dilaksanakan oleh penanggung jawab program dan dilaporkan
kepada kepala puskesmas.

Diketahui Oleh : Mungka, Januari 2018


Kepala Puskesmas Mungka Pemegang Program Kes - Ling

Drg. Yone Akdes Nana Delvina, AMKL


NIP. 19780704 200901 2 003 NIP. 19821212 201001 2 024
KERANGKA ACUAN KEGIATAN
SARANA AIR BERSIH
(SAB)

A. PENDAHULUAN
Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, keamanan, dan
kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang
optimal (UU Kesehatan No. 32 Tahun 2009) Untuk mencapai tujuan tersebut berbagai program
atau kegiatan telah dan akan dilaksanakan atau dikembangkan baik oleh pemerintah, swasta
maupun masyarakat, salah satu diantaranya adalah program penyediaan air bersih.
Sesuai dengan penjelasan dalan undang – undang kesehatan No32 Tahun 2009) yang
dimaksud dengan penyehatan air meliputi pengamanan dan penetapan kualitas air untuk
berbagai kebutuhan dan kehidupan manusia.
Dalam kaitan dengan hal – hal tersebut maka seharusnya air bersih yang digunakan slain
harus mencukupi dalam arti kuantitas untuk kebutuhan sehari – hari dan juga harus memenuhi
persyaratan kualitas yang telah ditetapkan baik kualitas fisik, bakteriologis maupun kimia.
Pendekatan penyehatan air diawali dengan kegiatan pengawasan kualitas air yang ditindak
lanjuti oleh kegiatan perbaikan kualitas air dan pembinaan pemakai air untuk pengamanan
kualitas air dengan melibatkan peran serta masyarakat.

B. LATAR BELAKANG
Program penyediaan air bersih dan penyehatan lingkungan tujuannya adalah
menyediakan air bersih dan sarana sanitasi yang memadai serta memenuhi syarat kesehatn.
Program ini diharapkan dapat memperbaiki status kesehatan msyarakat melalui
penurunan angka kesakitan yang disebabkan oleh penyakit yang ditularkan melalui air.

C. TUJUAN
Tujuan Umum :
Meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat dalam mengamankan
kualitas air untuk berbagai kebutuhan dan kehidupan manusia.

Tujuan Khusus :
Terpantaunya kualitas air melalui upaya pengawasan:
1. Berlakunya kualitas air yang memenuhi syarat kesehatan
2. Meningkatnya kualitas air melaui upaya perbaikan
3. Meningkatnya pengertian, kesadaran, kemauan melakukan pengawasan kualitas air

D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


Kegiatan pokok penyehatan air dalam pelaksanaan program penyediaan dan pengelolaan
air bersih yaitu pengawsan kualitas air, perbaikan kualitas air, pembinaan pemakai air.
Penyehatan air diawali dengan pengawasan kualitas air yang ditindak lanjuti oleh
kegiatan perbaikan kualitas air dan pembinaan pemakai air untuk pengamanan kualitas air
dengan melibatkan peranserta masyarakat.
E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
Kegiatan bersifat monitoring (inspeksi sanitasi) terhadap sarana air bersih (SAB) yang
ada di wilayah kerja puskesmas dengan melibatkan peran serta kader, bidan desa, wali jorong
dan wali nagari.
F. SASARAN
1. Masyarakat atau KK (Kepala Keluarga) yang menggunakan sarana air bersih (SAB)
2. Daerah pariwisata

G. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN


1. Setiap bulan
2. Pemeriksaan sampel SAB (Kondisional)

H. EVALUASI PELAKSANAAN DAN PELAPORAN


Evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan dilaksanakan setiap 3 bulan sekali

I. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN


Pencatatan dan pelaporan dilaksanakan oleh penanggung jawab program dan dilaporkan
kepada kepala puskesmas.

Diketahui Oleh : Mungka, Januari 2018


Kepala Puskesmas Mungka Pemegang Program Kes - Ling

Drg. Yone Akdes Nana Delvina, AMKL


NIP. 19780704 200901 2 003 NIP. 19821212 201001 2 024
KERANGKA ACUAN KEGIATAN
KLINIK SANITASI

A. PENDAHULUAN
Klinik sanitasi merupakan suatu upaya atau kegiatan yang mengintegrasikan pelayanan
kesehatan promotif, prefentif, dan kuratif yang difokuskan pada penduduk yang beresiko tinggi
untuk mengatasi masalah penyakit yang berbasis lingkungan dan masalah kesehatan lingkungan
pemukiman.
Anamnesa adalah wawancara terhadap pasien atau kelurganya mengenai :
1. Keluhan utama
2. Keluhan tambahan
3. Riwayat penyakit terdahulu
4. Riwayat penyakit keluarga
5. Lamanya sakit
6. Kondisi lingkungan
7. Sarana sanitasi yang digunakan
Konseling adalah komunikasi antara dua orang atau lebih antara petugas konseling dan
pasien atau klien yang memutuskan untuk bekerja sama sehingga pasien dan klien dapat
mengenali dan memecahkan masalah kesehatan lingkungan secara mandiri maupun dengan
bantuan pihak lain.

B. LATAR BELAKANG
1. Penyakit – penyakit yang berhubungan dengan air meliputi : penyakit diare, demam
berdarah, malaria dan kulit.
2. Penyakit – penyakit yang penularannya berkaitan dengan kondisi perumahan dan
lingkungan yang jelek antara lain ISPA dan TB Paru
3. Penyakit – penyakit yang penyebabnya atau cara penularannya melalui makanan
antara lain : diare, kecacingam dan keracunan makanan
4. Gangguan kesehatan yang berhubungan dengan penggunaan bahan kimia dan
pestisida di rumah tangga.

C. TUJUAN
Tujuan Umum :
1. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya prefentif, kuratif dan
promotif yang dilakukan secara terpadu, terarah dan terus menerus.

Tujuan Khusus :
1. Terciptanya keterpaduan kegiatan lintas program dan lintas sector dalam program
pemberantasan penyakit menular dan penyehatan lingkungan dengan
memberdayakan masyarakat.
2. Meningkatnya pengetahuan, kesadaran, kemampua dari perilaku masyarakat (pasien,
klien, dan masyarakat) untuk mewujudkan lingkungan dan perilaku hidup bersih dan
sehat.
3. Meningkatnya pengetahuan, kesadaran dan kemampuan masyarakat untuk mencegah
dan menanggulangi penyakit berbasis lingkungan serta masalah kesehatan
lingkungan dengan sumber daya yang ada.
4. Menurunnya angka penyakit berbasis lingkungan dan meningkatnya kondisi
kesehatan lingkungan.
D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN
Penderita atau pasien yang menderita penyakit berbasis lingkungan yang datang ke
puskesmas

E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


1. Di dalam gedung yaitu di puskesmas dengan melibatkan peran serta dokter
2. Di luar gedung yaitu di posyandu dan pada waktu kunjungan rumah atau kunjungan
lapangan dengan melibatkan peran serta dokter, promkes,kader,bides, wali jorong dan
wali nagari

F. SASARAN
1. Penderita penyakit / pasien/ keluarga yang berhubungan dengan masalah kesehatan
lingkungan dan penyakit berbasis lingkungan yang datang ke puskesmas.
2. Masyarakat umum atau klien yang mempunyai masalah kesehatan lingkungan dan
penyakit berbasis lingkungan yang datang ke puskesmas.
3. Penderita penyakit / pasien / keluarga yang berhubungan dengan masalah kesehatan
lingkungan, dan penyakit yang berbasis lingkungan yang dikunjungi rumahnya.
4. Masyarakat umum / klien yang mempunyai masalah kesehatan lingkungan dan penyakit
yang berbasis lingkungan yang daerahnya dikunjungi.

G. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN


1. Di dalam gedung pelaksnaan dilakukan setiap hari Senin s.d Kamis.
2. Di luar gedung pelaksanaan dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati
dengan klien/ pasien.

H. EVALUASI PELAKSANAAN DAN PELAPORAN


Evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan dilaksanakan setiap 3 bulan sekali

I. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN


Pencatatan dan pelaporan dilaksanakan oleh penanggung jawab program dan dilaporkan
kepada kepala puskesmas.

Diketahui Oleh : Mungka, Januari 2018


Kepala Puskesmas Mungka Pemegang Program Kes - Ling

Drg. Yone Akdes Nana Delvina, AMKL


NIP. 19780704 200901 2 003 NIP. 19821212 201001 2 024
KERANGKA ACUAN
KEGIATAN PENYEHATAN AIR

I. Latar Belakang
Pembangunan Kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan
kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajad kesehatan masyarakat
yang optimal ( UU Kesehatan Nomor 32 Tahun 2009). Untuk mencapai tujuan tersebut
berbagai program / kegiatan telah dan akan dilaksanakan / dikembangkan baik oleh
pemerintah, swasta maupun masyarakat. Sesuai dengan penjelasan dalam Undang –
undang Kesehatan Nomor 32 Tahun 2009 yang dimaksud dengan Penyehatan Air meliputi
pengamanan dan penetapan kualitas air untuk berbagai kebutuhan dan kehidupan manusia.
Dalam kaitan dengan hal tersebut , maka seharusnya air bersih yang digunakan selain
harus mencukupi dalam arti kuantitas untuk kebutuhan sehari – hari dan juga harus
memenuhi persyaratan kualitas yang telah ditetapkan baik kulaitas fisik, bakteriologis,
maupun kimia. Persyaratan kualitas tersebut tertuang dalam Permenkes No. 416 Tahun
1990 tentang Syarat – syarat dan Pengawasan Kualitas Air. Berdasarkan kondisi dan
permasalahan diatas telah diupayakan suatu pendekatan Penyehatan Air. Pendekatan
Penyehatan Air diawali dengan kegiatan pengawasan kualitas air yang ditinadlanjuti oleh
kegiatan perbaikan kualitas air dan pembinaan pemakai air untuk pengamanan kualitas air
dengan melibatkan peran serta masyarakat.

II. Tujuan
1. Tujuan Umum :
Meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan masyarakat dalam
pengamanan kualitas air untuk berbagai kebutuhan dan kehidupan manusia.

2. Tujuan Khusus :
Terpantaunya kualitas air minum melalui upaya pengawasan :
a) Diketahuinya kualitas air yang memenuhi syarat kesehatan
b) Meningkatnya kualitas air melalui upaya perbaikan
c) Meningkatnya pengertian, kesadaran, kemauan melakukan pengawasan
kualitas air.

III. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


Kegiatan yang bersifat monitoring (inspeksi sanitasi) terhadap sarana air bersih (SAB)
yang ada di wilayah kerja puskesmas.

IV. KELUARAN YANG DIHARAPKAN


Diperolehnya kualitas air yang memenuhi syarat kesehatan dan diperolehnya sarana
air bersih yang terlindung dari pencemaran.

V. PELAKSANAAN
A. Waktu dan Lokasi
1. Kegiatan dilaksanakan : dari bulan Januari s/d Desember
2. Sasaran pengawasan kualitas air mencakup air yang dipakai untuk keperluan rumah
tangga ( minum, masak dan air untuk cuci alat rumah tangga ) juga sarana air bersih
dan lingkungannya diutamakan yang dipergunakan untuk umum.
3. Dengan Pentahapan kegiatan sebagai berikut :
a) Melaksanakan inspeksi sanitasi untuk sarana air bersih
b) Pengambilan dan pengiriman air bersih ke labkesda
c) Pengambilan dan pemeriksaan kualitas air di lapangan.
B. Pelaksana
Pelaksana kegiatan pengawasan kualitas air adalah petugas sanitarian puskesmas
dengan melibatkan peran serta kader, bides, wali jorong dan wali nagari

VI. EVALUASI PELAKSANAAN DAN PELAPORAN


Evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan dilaksanakan setiap 3 bulan sekali

VII. Pembiayaan
Biaya kegiatan pengawasan kualitas air bersumber dari Dana BOK.

Diketahui Oleh : Mungka, Januari 2018


Kepala Puskesmas Mungka Pemegang Program Kes - Ling

Drg. Yone Akdes Nana Delvina, AMKL


NIP. 19780704 200901 2 003 NIP. 19821212 201001 2 024
KERANGKA ACUAN KEGIATAN
JAMBAN KELUARGA

A. PENDAHULUAN
Jamban adalah suatu bangunan yang digunakan untuk membuang dan
mengumpulkan kotoran atau najis manusia yang lazim disebut kakus/WC sehingga
kotoran tersebut terseimpan dalam suatu tempat tertentu dan tidak menjadi penyebab
atau penyebar penyakit dan mengotori lingkungan pemukiman.

Rumah hendaknya mempunyai jamban sendiri yang merupakan salah satu hal
penting dalam usaha pemeliharaan kesehatan lingkungan.

B. LATAR BELAKANG
Pemutusan mata rantai penularan penyakit dari kotoran manusia yang yang lazim
disebut tinja,dengan rintangan sanitasi dapat dilakukan melalui penampungan tinja yang
memenuhi aturan kesehatan atau dengan kata lain memanfaatkan jamban
keluarga,sehingga tidak mengotori tanah permukaan, tidak mengotori air dalam tanah
dan kotoran tidak dihinggapi vektor lainnya.

C. TUJUAN

Tujuan Umum :

 Agar terputusnnya mata rantai penuran penyakit.


Tujuan Khusus :

 Tidak boleh mengotori tanah permukaan disekeliling jamban.


 Tidak mengotori air permukaan disekitarnya.
 Tidak terjangkau oleh serangga terutama lalat dan kecoa
 Tidak menimbulkan bau
 Mudah digunakan dan dirawat
 Desaiannya sederhana
 Murah

C. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


Melakukan pemeriksaan jamban keluarga

E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN

Cara umum dalam melaksanakan Kegiatan ini adalah pemeriksaan rumah yang
ada diwilayah kerja puskesmas Mungka dengan melibatkan peran serta
kader,Bidan Desa, Wali Jorong dan Wali Nagari.

F. SASARAN

Rumah yang memiliki jamban keluarga

G. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

Pemeriksaan jamban keluarga dilakukan setiap bulannya.


H. EVALUASI

KK dengan Rumah yang memiliki jamban keluarga yang memenuhi syarat

I. CATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI

Pencatatan dan pelaporan dilaksanakan oleh penanggung jawab program dan


dilaporkan kepada kepala puskesmas

Diketahui oleh : Mungka, Januari 2018


Kepala Puskesmas Mungka Pemegang Program Kes-Ling

Drg. Yone Akdes Nana Delvina, AMKL

NIP . 19780704 200901 2 003 NIP. 19821212 201001 2 024