Anda di halaman 1dari 3

KERANGKA ACUAN KEGIATAN

PELACAKAN KASUS KEMATIAN BAYI/BALITA


PUSKESMAS MUNGKA TAHUN 2018

A. PENDAHULUAN
Saat ini status kesehatan anak di Indonesia masih jauh dari harapan,ditandai
dengan Kondisi Angka Kematian Bayi (AKB) saat ini.kematian bayi sebesar 34 per
1000 kelahiran hidup (SDKI, 2007) dan terjadi stagnasipenurunan bila kita bandingkan
dengan SDKI 2003 (35 per 1000 kelahiran hidup).AKBdi Indonesia masih tergolong
tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara anggotaASEAN..Angka kematian
neonatal di Indonesia menunjukkan kecenderungan penurunanyang sangat lambat dalam
kurun waktu 10 tahun bila dibandingkan dengan angka kematianbayi dan Balita. AKN
pada tahun 1997 sebesar 26 per 1000 kelahiran hidup menurunmenjadi 20 per 1000
kelahiran hidup (SDKI 2002-2003) dan 19 per 100 kelahiran hidupsesuai hasil SDKI
2007. Perhatian terhadap upaya penurunan angka kematian neonatalmenjadi penting
karena kematian neonatal memberikan kontribusi terhadap 56% kematianbayi
(SDKI,2007). Untuk mencapai target penurunan AKB pada MDG 2015 yaitu sebesar23
per 1000 kelahiran hidup maka peningkatan akses dan kualitas pelayanan bagi bayi
barulahir (neonatal) menjadi prioritas utama.
Angka kematian neonatal di Indonesia inijuga masih menunjukkan adanya masalah akses
dan kualitas pelayanan kesehatan yangserius. Masalah kesehatan neonatal selain sangat
terkait dengan kondisi saat ibu hamil danbersalin tetapi juga penyakit dan masalah
kesehatan yang dialami bayisetelah lahir yangmenyangkut perawatan bayi baru lahir.

B. LATAR BELAKANG
Beberapa program penurunan AKN di Indonesia telah dilakukan melaluikebijakan
Making Pregnancy Safer(MPS). Salah satunya adalah dengan meningkatkanmutu dan
menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan ibu serta neonatal di tingkatpelayanan dasar
dan pelayanan rujukan.Perhatian terhadap upaya penurunan angka kematian neonatal
menjadi penting karena kematian neonatal memberikan kontribusi terhadap 56%
kematianbayi (SDKI,2007). Untuk mencapai target penurunan AKB pada MDG 2015
yaitu sebesar23 per 1000 kelahiran hidup maka peningkatan akses dan kualitas pelayanan
bagi bayi barulahir (neonatal) menjadi prioritas utama. Hasil Riskesdas 2007
menunjukkan 78,5% dari kematian neonatal ini terjadi pada umur 0-6 hari. Dari data
tersebut juga terlihat masih rendahnya cakupan pemeriksaan neonatus. 57,6% neonatus
diperiksa oleh tenaga kesehatan dalam minggu pertama setelahkelahirannya dan hanya
33,5% neonatus umur 8-28 hari yang diperiksa.Penyebabkematian terbesar berdasarkan
Riskesdas 2007 untuk umur 0-6 hari adalah gangguan pernapasan/asfiksia (35,9%) dan
prematuritas dan bayi berat lahir rendah (32,4%) dansepsis (12%); umur 7-28 hari adalah
sepsis (20,5%), kelainan kongenital (18,1%),pneumonia 15,4 %, prematuritas dan BBLR
(12,8%) dan RDS (12,8%).

C. TUJUAN
. 1. Tujuan Umum
Meningkatkan mutu pelayanan KIA di seluruh wilayah Puskesmas
Mungka dalam rangka
mempercepat penurunan angka kematian bayi/balitaSesuai tata nilai
puskesmas”TELUR”
T:Terampil dalam bertindak
E:Empati dalam bersikap
L:Lugas dalam berbicara
U:Ulet dalam bekerja
R:Rasional dalam berpikir
2. .TujuanKhusus
a. Menerapkanpembahasananalitikmengenaikasuskebidanandan perinatal secara
teratur dan berkesimnambungan, yang dilakukanolehpuskesmas di wilayah
kabupaten Lima Puluh Kota
b. Menetukan intervensi dan pembinaan untuk masing-masing pihak yang
diperlukan untuk mengatasi masalah-masalah yang ditemukan dalam
pembahasan kasus
c. Mengembangkan mekanisme koordinasi antara dinas kesehatan kabupaten,
puskesmas, rumahsakit, bersalindan BPS dalam perencanaan, pelaksanaan,
pemantauan dan evaluasi terhadap intervensi yang disepakati

D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN

KEGIATAN POKOK RINCIAN KEGIATAN

Pelacakan kematian bayi dan balita Kegiatan dilakukan dalam bentuk tim terdiri
dari dokter,bidan koordinator,pengelola
anak dan pembina wilayah menggunakan
formulir outopsi verbal yang ada di
puskesmas

Kegiatan yang dilakukan oleh petugas kesehatan ( dokter, bidan koordinator, pengelola
program anak ) dengan mengunjungi rumah keluarga yang akan diotopsi dengan mempergunakan
format Otopsi Balita untuk mengetahui kronologi kematian.Dimana dokter sebagai penyimpul
diagnosa penyebab kematian sedangkan bidan koordinator dan pengelola anak yang mawawancai
keluarga guna mengetahui gejala pertamadan penangananoleh keluarga/tenaga kesehatan di
rumah, proses rujukan ,pertolongan yang telah di lakukan sampai meninggal.Dalam
pelaksanaannya melibatkan kader dan jorong setempat

E. SASARAN
Bayi umur 0-5 th yang meninggal

F. JADWAL
Setiap ada kematian

G. EVALUASI PENCATATAN DAN PELAPORAN


Pengelola Program dan pelaksana pelacakan kasus kematian
bayi/Balitamemahami pelaksanaan kegiatan program dan dapat melaksanakan kegiatan
sesuai denganacuan yang ada.Hasil pencatatan dianalisis kemudian dilaporkan ke instansi
terkait secara berjenjang.

H. PENCATATAN, PELAPORAN, EVALUASI KEGIATAN


Dilakukan pencatatan dan pelaporan Program pelacakan kasus kematian
bayi/Balita dari tiap anggota tim dan bidan desa setempat serta mengevaluasi hasil
kegiatan pelacakan kasus kematian ibu/bayi dan laporan dikirim kepada pengelola anak
Kabupaten Lima Puluh Kota
Mengetahui Mungka ,2 Januari 2018

Kepala Puskesmas Mungka Penangung jawab program

Drg. Yone Akdes Fidiawati,S.Tr.keb

Nip.19780704 200901 2 003 Nip. 197701062006042009