Anda di halaman 1dari 14

MODUL

Teknik Pendederan Komoditas Komoditas


Perikanan Air Tawar

BIDANG KEAHLIAN : PERIKANAN DAN KELAUTAN


PROGRAM STUDI KEAHLIAN : TEKNOLOGI BUDIDAYA PERAIRAN
PAKET KEAHLIAN PILIHAN : AGRIBISNIS PERIKANAN AIR TAWAR
KELAS /SEMESTER : XI/GANJIL

DI SUSUN OLEH :
TRI HARI MUSTOFA, S.Pi

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) NEGERI KALIBARU


BANYUWANGI

TAHUN 2019/2020
KATA PENGANTAR

Penyusunan modul Teknik Pendederan Komoditas Komoditas Perikanan Air


Tawar ini bertujuan untuk mempermudah peserta didik dalam menguasi konsep dasar mata
pelajaran Teknik Pendederan Komoditas Komoditas Perikanan Air Tawar baik yang
berkaitan dengan ruang lingkup materi, penguasaan kompetensi dan strategi pembelajaran
yang dilakukan.
Modul Teknik Pendederan Komoditas Komoditas Perikanan Air Tawar ini disusun
berdasarkan kurikulum 2013 sehingga yang digunakan sebagai acuan dalam penyusunannya
adalah deskripsi dan silabus kelompok mata pelajaran Dasar Kompetensi Kejuruan (C2)
dengan paket keahlian pilihan AGRIBISNIS PERIKANAN AIR TAWAR.
Semoga dengan adanya modul Teknik Pendederan Komoditas Komoditas
Perikanan Air Tawar ini penulis berharap proses kegiatan belajar mengajar dapat
berlangsung sesuai target pencapaian kurikulum serta peserta didik menghayati hubungan
antara makhluk hidup dan lingkungannya sebagai bentuk kompleksitas alam dan jagad raya
terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya, mengamalkan pengetahuan dan
keterampilan pada pembelajaran Teknik Pendederan Komoditas Komoditas Perikanan
Air Tawar sebagai amanat untuk kemaslahatan umat manusia; menghayati sikap cermat,
teliti dan tanggungjawab sebagai hasil implementasi dari pembelajaran pengelolaan kualitas
air; menghayati pentingnya kerjasama sebagai hasil implementasi dari pembelajaran
Teknik Pendederan Komoditas Komoditas Perikanan Air Tawar.
Akhir kata, penulis telah berupaya semaksimal mungkin untuk menyelesaikan
penyusunan modul ini namun masih banyak kelemahan dan kekurangan baik yang berkaian
dengan isi dan penggunaan bahasa Indonesia yang benar pada modul ini. Oleh karena itu
penulis sangat berterimakasih apabila ada saran dan masukan dari pembaca demi
kesempurnaan modul ini.
Banyuwangi, 2019
Penulis

TRI HARI MUSTOFA, S.Pi


I. PENDAHULUAN

A. Standar Kompetensi Teknik Pendederan Komoditas Komoditas


Perikanan Air Tawar
Kompetensi Dasar
3.1. Menerangkan prosedur teknik pendederan komoditas perikanan di kolam
4.1. Menerapkan pendederan komoditas perikanan di kolam

B. Deskripsi
Dalam perikanan dan pertanian Pendederan adalah tahap pelepasan/penyebaran
benih (baik tumbuhan atau ikan/udang) ke tempat pembesaran sementara. Dalam
pendederan ikan/udang. Larva atau ikan yang baru menetas disebar akuarium atau kolam
kecil dengan pengaturan suasana air yang ketat (baik derajat keasaman, kebersihan,
suhu, kadar oksigen), setelah hewan ikan ini cukup besar maka siap untuk
disebar/ditebar ke kolam pembesaran.
Pendederan dilakukan untuk melindungi tumbuhan hewan sewaktu kecil karena
biasanya mereka rentan terhadap hama, penyakit serta perubahan lingkungan yang
ekstrim. (pendederan wikipedia).
Anda tentunya masih ingat pelajaran ekosistem pada pelajaran ekosistem
bahwa kelimpahan suatu spesies dalam ekosistem ditentukan oleh tingkat
ketersediaan sumber daya serta kondisi faktor kimiawi dan fisik yang harus berada
dalam kisaran yang dapat ditoleransi oleh spesies. Atau dengan kata lain proses
ekosistem merupakan penggabungan dari setiap unit biosistem yang melibatkan
interaksi timbal balik antara organisme dan lingkungan fisik sehingga aliran energi
menuju kepada suatu struktur biotik tertentu dan terjadi suatu siklus materi antara
organisme dan anorganisme. Proses yang terjadi pada ekosistem tersebut merupakan
salah satu kegiatan dalam teknik pendederan benih ikan. Persiapan kolam
pendederan pada uraian di bawah ini merupakan usaha menciptaka ekosistem kolam
agar sesuai dengan kebutuhan hidup benih ikan sehingga dapat sehat dan tumbuh
dengan baik.
Pemeliharaan benih ikan merupakan kelanjutan kegiatan pemeliharaan larva.
Pemeliharaan benih ikan secara intensif dapat dilakukan di kolam atau di bak.
Pemeliharaan benih ikan di kolam faktor lingkungan khususnya kualitas air sulit
untuk dikontrol. Sebaliknya, pemeliharaan benih ikan di bak, faktor lingkungan
dapat dikontrol dengan baik.
Tuhan telah menciptakan alam semesta ini dengan segala keteraturannya. Dalam
kegiatan budidaya perairan, keteraturan itu selalu ada. Oleh karena itu, segala sesuatu
yang dipelajari dalam mata pelajaran pengelolaan kualitas air membuktikan adanya
kebesaran Tuhan. Untuk menciptakan lingkungan hidup yang baik bagi biota air yang
dipelihara dalam wadah budidaya, maka air sebagai media hidup harus dikelola agar
memenuhi standar kualitas dan kuantitas yang sesuai dan memenuhi persyaratan.
kebutuhan biota air tersebut. Untuk hal tersebut, maka perlu dilakukan suatu
pengelolaan kualitas air dengan baik

C. Waktu
Waktu yang digunakan untuk menyelesaikan materi pembelajaran ini adalah 7 jam
pembelajaran ( 3 kali tatap muka)
II. PEMBELAJARAN

Pembelajaran 1. Menerangkan prosedur teknik pendederan komoditas perikanan di


kolam
1. Tujuan
Setelah melaksanakan proses pembelajaran, siswa mampu :
1. Mensyukuri anugerah Tuhan , karena beraneka ragamnya makhluk hidup dan
lingkungan yang diciptakanNya
2. Berperilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,dan berkejasama dalam melakukan
kegiatan pembelajaran didalam maupun diluar kelas
3. Melalui kajian referensi dan diskusi peserta didik dapat menerangkan pengertian
teknik pendederan komoditas perikanan di kolam (kolam tanah secara teliti dan
tanggung jawab
4. Melalui kajian referensi dan diskusi peserta didik dapat menerangkan prinsip-
prinsip teknik pendederan komoditas perikanan di kolam (kolam tanah) secara
teliti dan tanggung jawab
5. Melalui kajian referensi dan diskusi peserta didik dapat menerangkan teknik
pendederan komoditas perikanan di kolam (kolam tanah)secara teliti dan
tanggung jawab
6. Melalui observasi peserta didik mengidentifikasi lokasi budidaya (keadaan
topografi, sumber air, jenis wadah yang dapat digunakan, sarana prasarana,
sumber pakan dan daerah pemasaran) secara teliti dan tanggung jawab
7.

2. Uraian Materi

Menerangkan prosedur teknik pendederan komoditas perikanan di


kolam

1. Pengertian teknik pendederan komoditas perikanan di kolam


Teknik pendederan komoditas perikanan di kolam adalah cara pemeliharaan benih
ikan ke tempat pembesaran sementara menggunakan wadah berupa kolam dengan
pengaturan suasana air yang ketat (baik derajat keasaman, kebersihan, suhu, kadar
oksigen), setelah hewan ikan ini cukup besar maka siap untuk disebar/ditebar ke kolam
pembesaran
Adapun yang dimaksud dengan Kolam dalam bahasa Inggrisnya pond adalah suatu
wadah yang dapat menampung air dalam luasan yang terbatas, sengaja dibuat oleh
manusia dengan cara melakukan penggalian tanah pada lahan tertentu dengan
kedalaman rata-rata berkisar antara 1,5 – 2,0 m dan sumber air bermacam-macam.
(gusrina, 2008, buku smk jilid 1)
Jenis-jenis kolam dapat dibedakan berdasarkan sistem budidaya yang akan
diterapkan dan sumber air yang digunakan. Berdasarkan sistem budidaya yang
digunakan kolam dikelompokkan menjadi :
1. Tradisional / ekstensif, kolam yang digunakan adalah kolam tanah yaitu
kolam yang keseluruhan bagian kolamnya terbuat dari tanah (Gambar 1).
2. Semi intensif, kolam yang digunakan adalah kolam yang bagian
kolamnya(dinding pematang) terbuat dari tembok sedangkan dasar kolamnya
terbuat dari tanah (Gambar 2).
3. Intensif, kolam yang digunakan adalah kolam yang keseluruhan bagian kolam
terdiri dari tembok (Gambar 3).
Gambar 1. Kolam tanah

Gambar 2. Kolam semiintensif

Gambar 3. Kolam Intensif

Jenis-jenis kolam berdasarkan sumber air yang digunakan adalah kolam air mengalir
(running water) dengan sumber air berasal dari sungai atau saluran irigasi dimana pada
kolam tersebut selalu terjadi aliran air yang debitnya cukup besar (50 l/detik) dan kolam
air tenang (stagnant water) dengan sumber air yang digunakan untuk kegiatan budidaya
adalah sungai, saluran irigasi, mata air, hujan dan lain-lain tetapi aliran air yang masuk
kedalam kolam tersebut sedikit hanya berfungsi menggantikan air yang keluar karena
pengendapan dan debit airnya sangat kecil (0,5 – 5 l/detik).
Ukuran dan bentuk kolam ditentukan oleh topografi, fungsi dan sistem
pengelolaannya. Tidak ada ukuran pasti yang paling baik untuk budidaya, tetapi secara
umum dihindari ukuran kolam yang terlalu besar karena sulit pengelolaannya atau
terlalu kecil karena biaya kostruksinya lebih besar. Ukuran terkecil yang bisa disebut
kolam adalah 100 m2 (satu are), yang lebih kecil disebut bak. Bentuk kolam bisa
lingkaran, bujur sangkar, persegi panjang ataupun tidak beraturan. Bentuk persegi
panjang dengan rasio panjang dan lebar 1,5 – 2:1 relatif ideal untuk kolam ditinjau dan
aliran airnya. Kolam ukuran kecil berbentuk persegi panjang, relatif dalam, dengan
konstruksi beton biasanya digunakan untuk kolam air deras. Kolam tanah untuk
pembesaran yang mudah dikelola dan cukup produktif adalah berkisar 500 - 2.500 m 2
dan berbentuk empat persegi panjang. Desain kolam pembesaran ikan dapat dibuat
secara pararel ataupun seri.
Kedalaman air kolam tergantung pada jenis, fungsi dan ukuran ikan serta sistem
pengeIoIaannya. Kedalaman air berhubungan dengan penghantaran panas penetrasi
cahaya matahari serta perkembangan tumbuhan air yang tidak dikehendaki. Kolam
yang terlalu dalam kurang baik karena penghantaran panas dan penestrasi cahaya
tidak sampai dasar perairan, sehingga terjadi stratifikasi suhu. Sedangkan apabila
kolam terlalu dangkal akan medorong perkembangan tumbuhan air menjadi cepat.
Pada kolam tradisional kedalaman kolam berkisar 0,5 - 1,0 m, sedangkan untuk kolam
intensif 1,0 - 1,5 m, bahkan ada yang 2-3 m. Kedalaman air akan mempengaruhi tinggi
dan lebar pematang.
Satu unit perkolaman biasanya memiliki pematang yang berbeda-beda ukurannya,
yakni pematang primer, sekunder dan tersier. Pematang primer adalah pematang utama
yang mengelilingi seluruh unit perkolaman dan dapat berfungsi sebagai jalan untuk
pengangkutan sarana produksi dan hasil panen. Pematang sekunder adalah pematang
pembagi antara petakan kolam, sedangkan pematang tersier adalah pematang pembagi
berikutnya.
Pematang kolam dibuat untuk menahan massa air didalam kolam agar tidak keluar
dari dalam kolam. Oleh karena itu jenis tanah yang akan digunakan untuk membuat
pematang kolam harus kompak dan kedap air serta tidak mudah bocor. Jenis tanah
yang baik untuk pematang kolam adalah tanah liat atau liat berpasir. Kedua jenis tanah
ini dapat diidentifikasi dengan memperhatikan tanah yang ciri-cirinya antara lain
memiliki sifat lengket, tidak poros, tidak mudah pecah dan mampu menahan air. Ukuran
pematang disesuaikan dengan ukuran kolam. Tinggi pematang ditentukan oleh
kedalaman air kolam , sebaiknya dasar kolam pematang ini ditanam sedalam  20 cm
dari permukaan dasar kolam.

Bentuk pematang yang biasa dibuat dalam kolam budidaya ikan ada dua bentuk yaitu
berbentuk trapesium sama kaki dan bentuk trapesium tidak sama kaki. Bentuk
pematang trapesium sama kaki artinya perbandingan antara kemiringan pematang 1 : 1
(Gambar 4),
sedangkan bentuk pematang trapesium tidak sama kaki artinya perbandingan antara
kemiringan pematang 1 : 1,5 (Gambar 5).
Gambar 4. Bentuk pematang trapesium sama kaki

Gambar 5. Bentuk pematang trapesium tidak sama kaki

Sebagai acuan dalam membuat pematang kolam untuk kolam yang berukuran 200 m2
lebar pematang dibagian atas adalah 1 m maka lebar pematang pada bagian bawahnya
adalah 3 m untuk pematang bentuk trapesium sama kaki pada kedalaman kolam 1m,
jika kolam tersebut dibuat dengan pematang trapesium tidak sama kaki maka lebar
pematang pada bagian atas adalah 1 m maka lebar pematang pada bagian bawahnya
adalah 4 m pada kedalaman kolam 1 m.

Besar kecilnya pematang juga pada luas kolam dan jenis tanah.
Ukuran profil pematang meliputi:
a) Lebar atas bervariasi dengan kisaran 1-3 m. Lebar 1 m biasanya untuk pematang
sekunder dan 2-3 m untuk pematang primer atau untuk jalan.
b) Tinggi pematang, dihitung dari hasil penambahan kedalaman air, kedalaman untuk
menahan aksi gelombang, kedalaman untuk bagian pematang yang tidak terkena
air, dan kedalaman air yang diperlukan karena penumnan pematang akibat
pengeringan tanah. Pematang yang tidak kena air (freeboard) ditambahkan sebagai
faktor keselamatan untuk mencegah meluapnya air dan agar ikan tidak meloncat.
Tinggi pematang untuk freeboard adalah 0,3 - 0,5 m. Penurunan pematang akibat
penyusutan tanah (settlement allowance) terjadi karena pada waktu pembuatan
pematang, tanah harus basah atau mengandung kadar air optimum yang tergantung
pada tekstur tanah. Penurunan pematang akibat pengeringan tanah dinyatakan
dalam persen tinggi pematang, yaitu berkisar 10 - 15%.
Kemiringan sisi pematang (slope), menunjukkan rasio lebar dasar terhadap tinggi
pematang. Apabila lebar dasar sama dengan tinggi pematang, berarti kemiringannya
1:1. Sedangkan apabila lebar dasar dua kali tingginya maka kemiringannya 2:1. Dengan
kata lain apabila kemiringan pematang 2:1, maka setiap kenaikan tinggi 1 m terjadi
penambahan lebar dasar 2 m. Kemiringan sisi pematang tergantung pada jenis tanah.
Pada jenis tanah liat dapat digunakan kemiringan antara 1:1 sampai 2:1. Kemiringan
sisi pematang bisa dibuat berbeda untuk efisiensi lahan tanpa mengurangi
kekuatannya. Sisi miring yang menghadap air (basah) biasanya lebih landai daripada di
luar yaitu yang menghadap saluran pembuangan atau kolam lain. Volume tanah untuk
pematang adalah Volume (m3) = Luas trapesium (m2) x panjang total pematang (m).
Secara keseluruhan dasar kolam dibuat miring dari sisi air masuk ke arah sisi air
keluar. Dasar kolam untuk budidaya ikan ini dibuat miring ke arah pembuangan air,
kemiringan dasar kolam berkisar antara 1-2% yang artinya dalam setiap seratus meter
panjang dasar kolam ada perbedaan tinggi sepanjang 1-2 meter (Gambar 6).

Di tengah-tengah petakan kolam, dari pintu air masuk menuju pintu air keluar, dibuat
kemalir dengan lebar 50 cm dan dalam 10 - 20 cm. Pembuatan kemahir ini bertujuan
untuk memudahkan pemanenan dan pengeringan kolam. Di muka pintu air keluar,
kemalir ini diperlebar sampai 2-3 m, lebih diperdalam dan dasarnya permanen, yang
berguna untuk mengumpulkan dan menangkap ikan pada waktu panen.

Gambar 6. Kemiringan dasar kolam

Cara pengukuran yang mudah untuk mengetahui kemiringan dasar kolam adalah
dengan menggunakan selang air yang kecil. Pada masing-masing ujung pintu
pemasukan dan pintu pengeluaran air ditempatkan sebatang kayu atau bambu yang
sudah diberi ukuran, yang paling bagus meteran, kemudian selang kecil yang telah
berisi air direntangkan dan ditempatkan pada bambu, kayu atau meteran. Perbedaan
tinggi air pada ujung-ujung selang itu menunjukkan perbedaan tinggi tanah/ kemiringan
dasar kolam.

Saluran didalam kolam budidaya ada dua macam yaitu saluran keliling atau caren
dan saluran tengah atau kemalir. Saluran didalam kolam ini dibuat miring ke arah pintu
pengeluaran air. Hal ini untuk memudahkan di dalam pengeringan kolam dan
pemanenan ikan (Gambar 7).

Gambar 7. Saluran tengah atau kemalir


Ada dua macam saluran, yaitu saluran untuk air masuk dan air buangan. Sistem
saluran harus dirancang agar setiap kolam tidak tergantung pada kolam lain dalam hal
pemasukan dan pembuangan air. Sistem pengairan ini disebut sistem pararel yang
Iebih menguntungkan daripada sistem seri. Penampang saluran air bisa berbentuk
trapesium atau persegi.
Pintu air terdiri atas pintu air masuk dan keluar. Pintu air masuk dapat dibuat dari
bambu, tumpukan tanah liat, pipa paralon atau semen yang dipasang pada pintu air.
Pintu air keluar ada dua macam yaitu untuk pengeringan total dan untuk buangan air
luapan. Pintu air keluar dapat pula berupa pipa, bangunan beton dan monik. Pintu air
sistem monik paling direkomendasikan untuk digunakan karena paling sesuai atas
pertimbangan teknis, biologis, kuantitas dan kualitas air. Pintu air harus dilengkapi
dengan saringan. Pintu air masuk dan keluar bisa ditempatkan pada salah satu
pematang atau terpisah pada dua pematang pendek yang berseberangan.

Kolam yang baik harus memiliki pintu pemasukan air dan pintu pengeluaran air
secara terpisah. Letak pintu pemasukkan dan pengeluaran air sebaiknya berada di
tengah-tengah sisi kolam terpendek agar air dalam kolam dapat berganti seluruhnya
(Gambar 8).

Gambar 8. Pintu pemasukkan air dan pengeluaran air ditengah

Ada juga letak pintu pengeluaran dan pemasukan air berada disudut secara diagonal
(Gambar 9). Letak pintu air tersebut ada kelemahannya yaitu air dikedua sudut yang
lain tidak berganti dan memperpanjang saluran pengeringan sehingga penangkapan
ikan relatif berlangsung lebih lama.

Gambar 9. Pintu pengeluaran dan pemasukan air berada disudut

Pada kolam tanah pintu pemasukan dan pengeluaran air dibuat dari bambu atau pipa
paralon. Bentuk pintu pemasukan diletakkan sejajar dengan permukaan tanggul
sedangkan pintu pengeluaran dapat dibuat dua model yaitu pertama sama dengan pintu
pemasukkan dengan ketinggian sesuai dengan tinggi air kolam dan kedua dibuat
dengan model huruf L (Gambar 10).
Gambar 10. Pintu pemasukan dan pengeluaran air bentuk L

Gambar 11. Saluran air masuk dan air keluar


Pada kolam beton pintu pemasukan dan pengeluaran air menggunakan sistem monik.
Pada pintu air sistem monik ini ada celah penyekatnya dan adapat dibuat lebih dari
satu. Celah penyekat ini berfungsi untuk menempatkan papan-papan kayu yang
disusun bertumpuk. Papan-papan kayu ini dapat dibuka dan diatur yang pengaturannya
disesuaikan dengan kebutuhan. Pada pintu air ini papan penyekatnya dapat diganti
dengan saringan (Gambar 12).
Gambar 12. Pintu pemasukan dan pengeluaran air menggunakan sistem monik

2. Prinsip-prinsip teknik pendederan komoditas perikanan di kolam


Prinsip pendederan benih ikan adalah upaya membuat larva benih ikan hidup nyaman
sehingga memiliki pertumbuhan lebih optimal. Agar benih ikan hidup nyaman, maka
lingkungan kolam harus dibuat sesuai dengan kebutuhan benih ikan. Lingkungan benih
ikan terdiri dari kualitas air yang baik, pakan benih, bebas dari hama penyakit.
0
ualitas air yang baik untuk benih ikan adalah suhu 27-30 C, pH = 7 – 8, amoniak < 0,01
ppm. Pakan benih yang baik adalah memiliki ukuran lebih kecil dari bukaan mulut benih
ikan seperti cacing sutra, daphnia, moina infusiria dan sebagainya.

3. Teknik pendederan komoditas perikanan di kolam


Teknik/cara untuk melindungi komoditas perikanan sewaktu kecil karena biasanya
mereka rentan terhadap hama, penyakit serta perubahan lingkungan yang ekstrim dengan
menggunakan wadah budidaya berupa kolam. Teknik pendederan komoditas perikanan
di kolam meliputi beberapa tahapan antara lain :
I. PEMILIHAN LOKASI PENDEDERAN
Dalam upaya mencapai pertumbuhan ikan yang optimal dan
mampu meraih keuntungan pada proses budidaya khususnya
pendederan ikan, maka langkah awal usaha berupa pemilihan lokasi
sebagai tempat budidaya ikan menjadi faktor penting. Investasi yang
begitu besar untuk mendirikan tambak, membuat kolam ikan maupun
meletakan karamba jaring apung, akan menjadi kurang optimal atau
bahkan sia-sia jika pemilihan lokasi yang kurang baik.
Secara umum, pemilihan lokasi budidaya ikan meliputi faktor
teknis, ekonomis dan social. Faktor teknis berkaitan dengan teknis
lahan sebagai wadah budidaya ikan baik tanah maupun airnya,
ekonomis terkait dengan pendukung pemasaran dan biaya produksi,
dan faktor social berkaitan dengan daya terima masyarakat sekitar
lokasi budidaya ikan.

II. MENDESAIN DAN TATA LETAK WADAH PENDEDERAN


Mendesain wadah pendederan memiliki arti
merencanakan/merancang bentuk/jenis ukuran wadah/tempat
untuk mendederkan ikan ( rocket manajemen.com), sedangkan Tata
letak wadah pendederan memiliki arti usaha untuk menyusun,
menata unsur unsur wadah budidaya/tata cara pengaturan fasilitas
fasilitas wadah budidaya guna menunjang kelancaran proses
produksi

III. MENYIAPKAN WADAH PENDEDERAN


Penyiapan wadah dalam proses budidaya ikan berperan dalam
menciptakan suasana lingkungan hidup ikan, agar perairan kolam
mampu memberikan suasana yang nyaman bagi pergerakan ikan
yaitu tersedianya air yang cukup karena pematang kolam dan
pintu air dapat berfungsi dalam penyediaan air, menciptakan
kualitas air yang sesuai dengan persyaratan hidup ikan yang
optimal ( kimia air, fisika air, dan biologi air) sesuai dengan
parameter yang persyaratkan, tersedianya pakan alami yang cukup
dan sesuai, serta terhindarnya dari biota yang merugikan bagi
kelangsungan hidup dan perkemmbangan ikan ( hama dan
penyakit ikan ) Kolam sebagai lingkungan hidup ikan Harus
dipersiapkan, agar persyaratan kuantitas dan kualitas air budidaya
dapat terpenuhi,keberhasilan budidaya ikan sangat dipengaruhi
oleh lingkungan perairan. Lingkungan yang baik akan mampu
memberikan stimulus bagi pertumbuhan dan perkembangan ikan,
sedangkan lingkungan perairan yang kurang baik akan
menghambat terhadap stimulus yang diberikan dalam proses
pertumbuhan dan perkembangan ikan..
( http://blomulya.blogspot.com/2013/03 )

IV. MENYIAPKAN MEDIA PENDEDERAN


Media budi daya ikan merupakan suatu tempat hidup bagi ikan
untuk tumbuh dan berkembang yaitu air. Air yang dapat
digunakan sebagai media budidaya ikan harus disiapkan agar
mempunyai standar kuantitas dan kualitas yang sesuai dengan
persyaratan hidup ikan. Air yang dapat memenuhi kriteria yang
baik untuk hewan dan tumbuhan tingkat rendah yaitu plankton
sebagai indikator paling mudah bahwa air tersebut dapat
digunakan untuk budi daya ikan. Hal ini dikarenakan organisme
ini merupakan produsen primer sebagai pendukung kesuburan
perairan. Oleh karena itu, kondisi perairan/air harus mampu
menyiapkan kondisi yang baik, terutama untuk tumbuhan tingkat
rendah (Fitoplankton) dalam proses asimilasi sebagai sumber
makanan hewan terutama ikan.
V. SELEKSI BENIH
Seleksi benih ikan ini bertujuan agar pertumbuhan ikan pada
pendederan dapat berlangsung secara maksimal. Seleksi dilakukan
berdasarkan keseragaman ukuran tubuh, kesehatan ikan, spesies
defenitif dan tidak bercampur dengan spesies lain
VI. PENEBARAN BENIH
Penebaran benih adalah menempatkan ikan dalam wadah
kultur dengan padat penebaran tertentu. Penebaran benih
merupakan proses awal kegiatan pendederan. Dengan jumlah
padat tebar yang sesuai dan benih yang baik dan sehat, maka
diharapkan akan mendapatkan hasil panen yang maksimal.
VII. PEMANTAUAN PERKEMBANGAN BENIH
Pemantauan perkembangan benih adalah pengamatan
terhadap perubahan-perubahan yang dialami benih ikan selama
pemeliharaan yang berlangsung secara sistematis, progresif dan
berkesinambungan, (Yusuf : 2005) .
VIII. PENGELOLAAN KUALITAS AIR
Kualitas air adalah suatu ukuran kondisi air dilihat dari
karakteristik fisik, kimiawi, dan biologisnya.[1] Kualitas air juga
menunjukkan ukuran kondisi air relatif terhadap kebutuhan biota
air dan manusia.[2] Kualitas air seringkali menjadi ukuran
standar terhadap kondisi kesehatan ekosistem air. Pengelolaan
kualitas air adalah upaya pemeliharaan kualitas air sehingga
tercapai kualitas air yang diinginkan sesuai peruntukannya
untuk menjamin agar kualitas air tetap dalam kondisi
alamiahnya.
Dalam kegiatan budidaya perairan, yang dimaksud dengan
pengelolaan kualitas air meliputi program kegiatan yang
mengarahkan perairan budidaya pada keseimbangan ekosistem
perairan dalam suatu wadah yang terbatas, agar tercipta suatu
kondisi perairan yang menyerupai habitat alami biota air
yang dibudidayakan, baik dari segi sifat, tingkah laku, maupun
secara ekologinya.
IX. PEMBERIAN PAKAN
Pemberian pakan pada pendederan ikan adalah suatu
uraian materi tentang Sifat dan kebiasaan makan ikan, Jenis
dan ukuran pakan ikan, Penentuan Jumlah pemberian pakan
ikan, Teknik pemberian pakan sesuai dengan kebutuhan dan
tingkah laku komoditas, Perhitungan Feed Conversion Ratio
(FCR), dan Perhitungan Efisiensi Pakan.

X. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT


Melakukan pengendalian hama dan penyakit ikan pada
pendederan ikan adalah suatu uraian materi tentang: Teknik
pencegahan penyakit ikan, Siklus hidup penyebab penyakit ikan
(jamur, protozoa, bakteri, virus), Gejala serangan penyakit yang
disebabkan karena penyakit infeksi dan non infeksi, Pemeriksaan
ikan sakit dan Teknik pengobatan ikan sakit serta Pengobatan
ikan sakit sesuai gejala serangan dan jenis penyakitnya.

XI. SAMPLING DAN PERTUMBUHAN


Sampling berhubungan dengan pengambilan sebagian dari
populasi. Jika sampling dilakukan dengan metode yang tepat,
analisis statistik dari suatu sampel dapat digunakan untuk
menggeneralisasikan keseluruhan populasi. Melakukan
perhitungan laju pertumbuhan ikan pada pembesaran ikan
(secara tradisional, semi intensif dan intensif) adalah suatu
uraian materi tentang faktorfaktor yang mempengaruhi
pertumbuhan ikan, Teknik sampling pertumbuhan ikan, Laju
pertumbuhan harian ikan, Laju pertumbuhan mutlak ikan,
Survival rate ikan dan Pelaporan hasil pembesaran ikan.
XII. PEMANENAN HASIL PENDEDERAN
Kata ”pemanenan” berasal dari kata ”panen” yang berarti
hasil kolam, hasil sawah/ladang. Sedangkan pemanenan
memiliki arti cara, proses, perbuatan memanen. Jadi kata
pemanenan memiliki arti cara, proses mengambil hasil
kolam/sawah/ladang.