Anda di halaman 1dari 15

Tahun 2016

1 Cakupan pengawasan rumah sehat


2 Cakupan pengawasan sarana air bersih
3 Cakupan pengawasan jamban
4 Cakupan pengawasan SPAL
5 Cakupan pengawasan tempat-tempat umum
6 Cakupan pengawasan tempat pengolahan makanan
7 Cakupan pengawasan industri
8 Cakupan kegiatan klinik sanitasi

Tahun 2017
1 Cakupan pengawasan rumah sehat
2 Cakupan pengawasan sarana air bersih
3 Cakupan pengawasan jamban
4 Cakupan pengawasan tempat-tempat umum
5 Cakupan pengawasan tempat pengolahan makanan
6 Cakupan pengawasan industri
7 Cakupan kegiatan klinik sanitasi
8 Cakupan rumah sehat
9 Cakupan tempat-tempat umum yang memenuhi syarat
10 Cakupan tempat-tempat umum yang dibina
11 Cakupan akses air bersih
12 Cakupan akses jamban keluarga
13 Cakupan tempat pengolahan makanan dan minuman yang memenuhi syarat
14 Cakupan tempat pengolahan makanan dan minuman yang dibina

Tahun 2018
1 Cakupan pengawasan rumah sehat
2 Cakupan pengawasan sarana air bersih
3 Cakupan pengawasan jamban
4 Cakupan pengawasan SPAL
5 Cakupan pengawasan tempat-tempat umum
6 Cakupan pengawasan tempat pengolahan makanan
7 Cakupan pengawasan industri
8 Cakupan kegiatan klinik sanitasi
9 Cakupan rumah sehat
10 Cakupan tempat-tempat umum yang memenuhi syarat
11 Cakupan tempat-tempat umum yang dibina
12 Cakupan akses air bersih
13 Cakupan akses jamban keluarga
14 Cakupan tempat pengolahan makanan dan minuman yang memenuhi syarat
15 Cakupan tempat pengolahan makanan dan minuman yang dibina
Tahun 2019
1 Cakupan pengawasan rumah sehat
2 Cakupan pengawasan sarana air bersih
3 Cakupan pengawasan jamban
4 Cakupan pengawasan SPAL
5 Cakupan pengawasan tempat-tempat umum
6 Cakupan pengawasan tempat pengolahan makanan
7 Cakupan pengawasan industri
8 Cakupan kegiatan klinik sanitasi
9 Cakupan penduduk terhadap akses sanitasi yang layak (jamban sehat)
10 Cakupan penduduk terhadap akses air minum yang berkualitas (memenuhi syarat)
11 Persentase jemaah haji yang diperiksa kebugaran jasmani
12 Persentase desa yang melaksanakan STBM
Target Capaian Cakupan pengawasan rumah sehat
Cakupan kegiatan klinik sanitasi 100% Cakupan pengaw
75% 0
80% 20.88% 50%
75% 69.65%
80% 61.32% Cakupan pengawasan industri Cakupan
0% pengawasan jamb
75% 44.20%
75% 60.17%
75% 0 Cakupan pengawasan tempat pengolahan makanan Cakupan pengaw
25% 0 Cakupan pengawasan tempat-tempat umum

Target Capaian Cakupan pengawasan rumah seh


Cakupan tempat pengolahan makanan dan minuman yang dibina Caku
75% 74.21% 100%
80% 68.93% Cakupan tempat pengolahan makanan dan minuman yang memenuhi syarat
75% 78.27%
75% 14.88% 50%
75% 35.96% Cakupan akses jamban keluarga
75% 6.44%
25% 0 0%
69% 74% Cakupan akses air bersih
80% 81%
82% 82.30%
81% 98% Cakupan tempat-tempat umum yang dibina
60% 96.80%
82% 75.00% Cakupan tempat-tempat umum yang memenuhi syarat Caku
Cakupan rumah sehat
100% 75.20%

Target Capaian
Cakupan tempat pengola
75% 76.73%
80% 99.52% Cakupan tempat pengolahan makanan dan
75% 97.74%
75% 78.54%
75% 84.66% Caku
75% 75.36%
75% 75.78%
25% 28.47%
69% 77%
80% 85%
82% 74.20% Cakupan tem
81% 99.50%
60% 97.70%
Cakupan tempat
82% 75.40%
100% 75.40%
Target Capaian
75% 61.00%
80% 86.82%
75% 89.85%
80% 78.80%
75% 75.00%
75% 45.20%
75% 13.89%
25% 13.00%
75% 92.30%
80% 86.80%
100% 100%
100% 100%
gawasan rumah sehat
100% Cakupan pengawasan sarana air bersih

50%
Target
Cakupan
0% pengawasan jamban
Capaian

Cakupan pengawasan SPAL


asan tempat-tempat umum

Cakupan pengawasan rumah sehat


g dibina Cakupan pengawasan sarana air bersih
100%
Cakupan pengawasan jamban

50%
Cakupan pengawasan tempat-tempat umum
Target
0%
Capaian
Cakupan pengawasan tempat pengolahan makanan

Cakupan pengawasan industri

hi syarat Cakupan kegiatan klinik sanitasi


Cakupan rumah sehat

Cakupan pengawasan rumah sehat


Cakupan tempat pengolahan makanan dan minuman yang dibina Cakupan pengawasan sarana air bersih
100%
pat pengolahan makanan dan minuman yang memenuhi syarat Cakupan pengawasan jamban

50%
Cakupan akses jamban keluarga Cakupan pengawasan SPAL

0%
Cakupan akses air bersih Cakupan pengawasan tempat-tempat um

Cakupan tempat-tempat umum yang dibina Cakupan pengawasan tempat pengolahan m

Cakupan tempat-tempat umum yang memenuhi syarat Cakupan pengawasan industri


Cakupan
Cakupan
rumahkegiatan
sehat klinik sanitasi
Cakupan
Cakupan
rumahkegiatan
sehat klinik sanitasi
rana air bersih

wasan jamban

pengawasan SPAL

Target
Capaian
pengawasan tempat-tempat umum

ngawasan tempat pengolahan makanan

an industri
Tahun 2017

Cakupan penderita TB Paru 122 57


Tahun 2018

Pelayanan kesehatan pada usia produktif Target Capaian


( Setiap WNI usia 15-59 tahun 73%
1 mendapatkan skrining kesehatan sesuai 100%
Pelayanan
standar) kesehatan pada usia lanjut
( Setiap WNI usia 60 ke atas 100%
2 mendapatkan skrining kesehatan sesuai 100%
Pelayanan
standar ) kesehatan penderita
hipertensi ( Setiap penderita hipertensi 100%
3 mendapatkan pelayanan kesehatan 100%
Pelayanan kesehatan
sesuai standar ) penderita diabetes
melitus ( Setiap penderita diabetes 87%
4 melitus mendapatkan pelayanan 100%
kesehatan sesuai standar )

Tahun 2019

Pelayanan kesehatan pada usia produktif Target Capaian


( Setiap WNI usia 15-59 tahun 38%
1 mendapatkan skrining kesehatan sesuai 100%
Pelayanan
standar) kesehatan pada usia lanjut
( Setiap WNI usia 60 ke atas 97%
2 mendapatkan skrining kesehatan sesuai 100%
Pelayanan
standar ) kesehatan penderita
hipertensi ( Setiap penderita hipertensi 79%
3 mendapatkan pelayanan kesehatan 100%
Pelayanan kesehatan
sesuai standar ) penderita diabetes
melitus ( Setiap penderita diabetes 20%
4 melitus mendapatkan pelayanan 100%
kesehatan sesuai standar )
Pelayanan kesehatan pada usia produktif ( Setiap WNI usia 15-59 tahun mendapatkan skrining kesehatan sesuai standar)
100%

50%
Target
Pelayanan kesehatan penderita diabetes melitus ( Setiap penderita diabetes melitus mendapatkan pelayananPelayanan
kesehatakesehat
n sesuaianstpada
andarusia) lanjut ( Setiap0%WNI usia 60 ke atas mendapatkan skrining kesehatan sesuai standar )
Capaian

Pelayanan kesehatan penderita hipertensi ( Setiap penderita hipertensi mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar )

Pelayanan kesehatan pada usia produktif ( Setiap WNI usia 15-59 tahun mendapatkan skrining kesehatan sesuai standar)
100%

50%
Target
Pelayanan kesehatan penderita diabetes melitus ( Setiap penderita diabetes melitus mendapatkan pelayananPelayanan
kesehatakesehat
n sesuaianstpada
andarusia) lanjut ( Setiap0%WNI usia 60 ke atas mendapatkan skrining kesehatan sesuai standar )
Capaian

Pelayanan kesehatan penderita hipertensi ( Setiap penderita hipertensi mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar )
TAHUN 2019
NO INDIKATOR TARGET CAPAIAN JARING LABA-LABA 201
Persentase ibu hamil mendapat Tablet
1 Tambah Darah minimal 90 tablet 100% 48.90%
2 Persentase BBL mendapat IMD 80% 99.66%
Persentase bayi 0-6 bulan mendapat ASI
3 eksklusif 60% 45%
Cakupan
4 Persentase Balita ditimbang (D) 80% 81.64%
5 Persentase Balita naik timbangan (N) 72% 64.98% persentase balita kurus me

6 perentase balita mempunyai KMS/buku KIA 90% 100%


Persentase ibu hamil kurang energi kronis (KEK) men
Persentase Balita 6-59 bulan mendapatkan
7 kapsul vitamin A dosis tinggi 100% 98%
Persentase remaja putri di sekolah usia 1
Persentase remaja putri di sekolah usia 12- 85%
8 18 tahun mendapatkan TTD 30%

Persentase ibu hamil kurang energi kronis


9 (KEK) mendapat makanan tambahan 100% 100%

persentase balita kurus mendapat makanan


10 tambahan 100% 100%

11 Cakupan Balita gizi buruk dan gizi kurang <0,04%


0.06%

TAHUN 2018 JARING LABA-LABA 201


NO INDIKATOR TARGET CAPAIAN
1 Cakupan balita ditimbang 80% 86.26%
Cakupan Distribusi kapsul vitamin A bagi
2 bayi (6-11 bulan) 100%
16.17%
Balita gizi buruk dan giz
Cakupan Distribusi kapsul vitamin A bagi
3 balita (12-59 bulan) 100%
97%
Cakupan Distribusi kapsul vitamin A bagi Cakupan ASI eksklu
4 ibu nifas 100%
94.40%
Cakupan distribusi tablet Fe 90 tablet
5 kepada ibu hamil 92%
100% Cakupan balita gizi buruk mendapat peraw
6 Cakupan distribusi MP-ASI baduta gakin 85% 100%
Cakupan balita gizi buruk mendapat Cakupa
Cakup
7 perawatan 100%
100%
8 Cakupan ASI eksklusif 40% 38.30%
9 Balita gizi buruk dan gizi kurang <0,08% 0.13%

TAHUN 2017
NO INDIKATOR CAPAIAN TARGET TAHUN 2017
1 Bayi 6 Bulan Mendapat Asi Esklusif 34% 32%

Ibu Ha
2 Ibu Hamil Yg Mendapat TTD min 90 tablet selama hamil 95% 85%
3 Remaja Putri Mendapat TTD 30% 15%
4 Bayi Yang Baru Lahir Mendapat IMD 100% 75%
Ibu Ha
5 Balita Yang ditimbang Berat badanya (D/S) 75% 75%
6 Balita Yang mempunyai buku KIA/KMSn (K/S) 100% 83% Balita Underweight (Sangat Kurang+K
7 Balita Ditimbang Naik Berat badanya 67.11% 65%
8 Balita 6-59 Bulan mendapat Kapsul Vit A 95% 93% Kasus Gizi Buruk Yang mendapatkan peraw
9 Ibu nifas mendapat kapsul Vit A 95% 88%
11 Kasus Gizi Buruk Yang mendapatkan perawatan 100% 100%
Ibu nifas mendapat kapsu
12 Balita Underweight (Sangat Kurang+Kurang) 1.60% 0.10%
13 Ibu Hamil Anemia 14.63% 18.50% Balita 6-59 Bulan mendapat

TAHUN 2016

NO INDIKATOR CAPAIAN TARGET


Bayi 6 Bulan Mendapat Asi Esklusif 32% 35%
Ibu Hamil Yg Mendapat TTD min 90 tablet selama hamil 95% 80%
Remaja Putri Mendapat TTD 15% 10%
Bayi Yang Baru Lahir Mendapat IMD 100% 73%
Balita Yang ditimbang Berat badanya (D/S) 75% 73%
Balita Yang mempunyai buku KIA/KMSn (K/S) 100% 80% Balita Underweight (Sanga
Balita Ditimbang Naik Berat badanya 60.00% 63%
Balita 6-59 Bulan mendapat Kapsul Vit A 90% 90% Kasus Gizi Buruk Yang mendapa
Ibu nifas mendapat kapsul Vit A 93% 85%
Kasus Gizi Buruk Yang mendapatkan perawatan 100% 100%
Ibu nifas mend
Balita Underweight (Sangat Kurang+Kurang) 1.75% 0.20%
Ibu Hamil Anemia 15.51% 20% Balita 6-59 Bulan m
JARING LABA-LABA 2019

Persentase ibu hamil mendapat Tablet Tambah Darah minimal 90 tablet


Cakupan Balita gizi buruk dan gizi kurang Persentase BBL mendapat IMD
100%
persentase balita kurus mendapat makanan tambahan Persentase bayi 0-6 bulan mendapat ASI eksklusif
50%
TARGET
0%
ntase ibu hamil kurang energi kronis (KEK) mendapat makanan tambahan CAPAIAN
Persentase Balita ditimbang (D)

Persentase remaja putri di sekolah usia 12-18 tahun mendapatkan TTD Persentase Balita naik timbangan (N)
Persentase Balita 6-59 bulan
perentase
mendapatkan
balita mempunyai
kapsul vitamin
KMS/buku
A dosis
KIA tinggi

JARING LABA-LABA 2018

Cakupan balita ditimbang


Balita gizi buruk dan gizi kurang Cakupan Distribusi kapsul vitamin A bagi bayi (6-11 bulan)
100%

50%
Cakupan ASI eksklusif Cakupan Distribusi kapsulTARGET
vitamin A bagi balita (12-59 bulan)
0% CAPAIAN

akupan balita gizi buruk mendapat perawatan Cakupan Distribusi kapsul vitamin A bagi ibu nifas

Cakupan
Cakupandistribusi
distribusiMP-ASI
tabletbaduta
Fe 90 tablet
gakinkepada ibu hamil

TAHUN 2017

Bayi 6 Bulan Mendapat Asi Esklusif


Ibu Hamil Anemia Ibu Hamil Yg Mendapat TTD min 90 tablet selama hamil
Bayi 6 Bulan Mendapat Asi Esklusif
Ibu Hamil Anemia Ibu Hamil Yg Mendapat TTD min 90 tablet selama hamil
100%
Balita Underweight (Sangat Kurang+Kurang) Remaja Putri Mendapat TTD
50%
CAPAIAN
s Gizi Buruk Yang mendapatkan perawatan Bayi Yang
0% Baru Lahir Mendapat IMD
TARGET

Ibu nifas mendapat kapsul Vit A Balita Yang ditimbang Berat badanya (D/S)

Balita 6-59 Bulan mendapat Kapsul Vit A Balita Yang mempunyai buku KIA/KMSn (K/S)
Balita Ditimbang Naik Berat badanya

Bayi 6 Bulan Mendapat Asi Esklusif


Ibu Hamil Anemia Ibu Hamil Yg Mendapat TTD min 90 tablet selama hamil
100%
Balita Underweight (Sangat Kurang+Kurang) Remaja Putri Mendapat TTD
50%
CAPAIAN
Kasus Gizi Buruk Yang mendapatkan perawatan Bayi Yang
0% Baru Lahir Mendapat IMD
TARGET

Ibu nifas mendapat kapsul Vit A Balita Yang ditimbang Berat badanya (D/S)

Balita 6-59 Bulan mendapat Kapsul Vit A Balita Yang mempunyai buku KIA/KMSn (K/S)
Balita Ditimbang Naik Berat badanya