Anda di halaman 1dari 46

11

Teknik Pelacakan kimia


Dalam Hidrogeologi Umum
dan Hidrogeologi Forensik
11.1.Pencemaran Airtanah Alamiah dan Buatan
11.2.Pelacakan Kimia Isotopik
11.3.Proses Perunutan Aliran Airtanah
11.4.Pelacakan Sumur Liar Pada Kawasan Industri
dan Pemukiman Besar
Dosen :
Prof. Dr. Ir. Deny Juanda Puradimaja, DEA. (ITB)

GL - 3181

Program Studi Teknik Geologi


Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian
KULIAH HIDROGEOLOGI UMUM
Institut Teknologi Bandung MINGGU – 11
11.1.Pencemaran Airtanah Alamiah dan
Buatan

Pencemaran Air terjadi jika karena


kondisi tertentu dapat menyebabkan
penurunan kualitas badan air sehingga tidak
memenuhi baku mutu atau tidak dapat
digunakan untuk keperluan tertentu.
Kisaran toleransi organisme terhadap faktor lingkungan
(suhu)

Kisaran toleransi
Optimum

Stress Stress
Jumlah organisme yang survive

Lethal zone Lethal zone


Zona Zona
mematikan mematikan

Intensitas atau jumlah faktor lingkungan


Menentukan Tingkat Bahaya Suatu Bahan
Pencemar

• Jumlah bahan pencemaran di udara, air atau media


lainnya dinyatakan dalam Konsentrasi (ppm = part per
million, atau ppb = part per billion)
Nonthreshold
pollutant
Harmfull effect

Threshold
pollutant

Threshold
level

Concentration
PENGELOMPOKKAN BAHAN PENCEMAR

• Limbah yang membutuhkan (mengkonsumsi)


oksigen, misalnya: limbah domestik, kotoran hewan, dan
beberapa limbah industri. Jika suatu ekosistem perairan
kemasukan limbah ini dalam jumlah yang berlebihan
(overloaded), maka mikroorganisme dekomposer dapat
menghabiskan cadangan oksigen dari perairan tersebut,
sehingga dapat membunuh ikan dan hewan akuatik.
• Agen penyebab penyakit: bakteri, parasit, dan virus.
• Bahan kimia anorganik dan mineral: asam, garam, dan
logam toksik.
• Bahan kimia organik sintetik: plastik, deterjen, limbah
industri, minyak, pembersih septic tank, dan pestisida.
• Hara tanaman: nitrat dan fosfat.
• Sedimen: tanah, liat dan bahan padat lainnya yang berasal dari
erosi di daratan.
PENGELOMPOKKAN BAHAN PENCEMAR (LANJUTAN)

• Limbah dapat berasal dari sumber yang dapat


diidentifikasi (point source), atau sumber yang tidak dapat
atau sulit diidentifikasi (nonpoint source).
• Termasuk ke dalam point source :pengolah limbah
industri, sumur bor airtanah, sumur bor minyak lepas ,
kecelakaan kapal tanker, dan lain lain.
• Asal nonpoint source :runoff sedimen, pupuk dan
pestisida dari lahan pertanian dan hutan, hujan asam
yang berasal dari industri, dan lain lain.
TINGKATAN PENGARUH PENCEMARAN AIR

• Kelas 1: Gangguan estetika (bau, rasa,


pemandangan).
• Kelas 2: Gangguan atau kerusakan terhadap
harta benda.
• Kelas 3: Gangguan terhadap kehidupan hewan
dan tumbuhan.
• Kelas 4: Gangguan terhadap kesehatan manusia.
• Kelas 5: Gangguan pada sistem reproduksi dan
genetik manusia.
• Kelas 6: Kerusakan ekosistem utama.
Kurva kelenturan oksigen di dalam sungai yang
memperole limbah organik butuh oksigen
Pencemaran Air Tanah

Sumber utama pencemaran air tanah


PENYEBAB POLUSI AIR
 Limbah rumah tangga. (detergen,
sampah, kotoran/tinja manusia).
 Limbah Industri. (Hg, Pb, Cu, dan
logam berat lainnya).
 Limbah Pertanian. (pupuk urea,
insectisida, herbisida, dll).
 Pertambangan minyak lepas pantai.
 Kebocoran minyak tanker dll.
POLUSI AIR
 Limbah industri  Limbah industri
AIR BEBAS POLUSI
 Air siap diminum  Air bebas polusi
PENYEBAB PENCEMARAN TANAH
 Kegiatan pertanian (pupuk buatan,
herbisida, insectisida).
 Limbah rumahn tangga (sampah
organik terutama sampah anorganik,
yang susah diuraikan oleh bakteri).
 Limbah pertambangan (terutama
tambang emas yang menggunakan
mercury / Hg untuk memisahkan
emas dari bijihnya).
11.2. Pelacakan Kimia Isotopik

PENGGUNAAN ISOTOP STABIL UNTUK MELACAK


SUMBER DAN KEPASTIAN TERCEMAR DARI TUBUH AIRTANAH
DALAM SISTEM AKIFER

STABLE ISOTOPES FORENSICS – WHEN ISOTOPES WORK

Using isotopic analysis to determine the source and fate of groundwater contamination
 ISOTOP STABIL: terbentuk dari unsur karena
berbeda jumlah neutron
 C13/C12
 H1/H2
 Cl35/Cl37

 ANALISIS ISOTOP STABIL didasarkan kepada


ratio isotop yang terkandung dari contoh air
ANALISIS ISOTOP ,sangat berguna sebagai
alat untuk pekerjaan investigasi
danmonitoring dari sumber kontaminan
 Kondisi Anaerobic, pada
sistem akifer tak tertekan

 Tebal akifer sekitar 6.5m


dengan lempung sebagai
dasar akiklud

 Muka airtanah 0,3-1m di


bawah muka tanah
setempat
TCE=Trichloroethyline
 Dua sumber titik pencemar /toxic
KENAPA DIPERLUKAN
MENGIDENTIFIKASI UMUR AIRTANAH
• Untuk mengidentifikasi waktu dan asal tempat
area imbuhan airtanah (Imbuhan dalam
kenyataan dapat terhenti karena perubahan
peruntukan lahan)
• Waktu rata-rata air berada dalam akifer (mean
residence time/MRT)
• Pengambilan airtanah berdasar waktu lamanya
isian air ke dalam akifer
• Untuk memahami proses hidrokimia air dan
kualitas air dalam akifer termasuk kapan mulai
tercemar.
Nomenclature
• Old groundwaters are
• Paleo-groundwaters (older than 10 000 a,
infiltrated during the latest glaciation)
• Sub-modern (older than 60 a)
Example: Oman
Shift in deuterim-excess (d-excess)
• Effect of primary evaporation
• Effect of secondary evaporation

• Definition: d = dD – 8*d18O
Effect of relative humidity (h) of the air:
Primary evaporation
40

20

-20
dD [‰]

-40

-60
Sea water

-80 50%
85%
100%
-100

-120 Global Meteoric


Water Line
-140
-18 -16 -14 -12 -10 -8 -6 -4 -2 0 2 4

d18O [‰]
Secondary evaporation
40

20

-20
20%
dD [‰]

-40
100% 40%
-60 60%
80%
-80
40% 80%
60%
-100 20%
Initial water (lake
-120 or rain drop)
GMWL
-140
-18 -16 -14 -12 -10 -8 -6 -4 -2 0 2 4

d18O [‰]
Continental effect

vapour vapour

vapour rain
rain

Sea
Continent
d18O
-60

-70

-80

Deuterium 2H
δ2H

-90

-100

-110

-120
-16 -15 -14 -13 -12 -11 -10
δ18O
Oksigen 18
GMWL SPRING RIVER BORE Mata air,sungai,Bor
Conceptual model of groundwater flow
Groundwater dating methods
• Radiocarbon: 14C
• Chlorine-36: 36Cl
• The uranium decay series
• Helium ingrowth
• Krypton-81: 81Kr
Basis of 14C age determination
• Radioactive decay (discovered by Libby in
1946, Nobel Prize).
• Half-life of 14C is 5730 a (years).
• Decay equation:

At = A0×e-lt
• A0 and At are 14C initial activity, and
activity after time ‘t’, l is decay constant.
Rearranged decay equation

t = -8267×ln(At/A0) [year]
Expression of 14C activity
• 14C
is expressed versus a reference, in
percent modern carbon, pmC.
• Reference is the pre-industrial 14C activity
of atmospheric CO2, that is regarded as
100%.
Source of 14C
• Natural: 147N + 10n → 146C + 11p
• Where n = neutron, p = proton

• Anthropogenic: nuclear bomb tests


starting in 1952.
Natural variation in atmospheric 14C
Perhitungan Umur Airtanah
dengan Metoda Carbon
• 14C (A0 is regarded to have been constant,
as 100%), then the calculated age is
radiocarbon years and not in calendar
years.
Abundance of carbon stable
isotopes

12C= 98,9%
13C = 1,1%
13C distribution in nature
13C in soil CO2
• Soil CO2 originates from decomposition of
organic material and root respiration.
• The pressure of soil CO2 gas is 10-100 times
higher than the atmospheric .
• A part of soil CO2 diffuses to the atmosphere
causing isotopic fractionation: the remaining CO2
is heavier by ca. 4‰.
• The d13C value of soil CO2:
C3 vegetation: ≈ -23 [‰]VPDB
C4 vegetation: ≈ -9 [‰]VPDB
Carbon in water
• Source: air CO2 (d13C ≈ -7 [‰]VPDB),
or soil CO2 ( -9‰ — -23‰)
or limestone (0±2‰)

Carbonate species in water


• CO2(aq) (aquatic carbondioxide)



H2CO3 (carbonic acid)
HCO3- (bicarbonate ion)
CO32- (carbonate ion)
} DIC
Isotopic fractionation at 25 °C
• Soil CO2
} εCO2(aq)-CO2(g) = -1.1‰
• CO2(aq)
} CO2(aq) ≡ H2CO3
• H2CO3
} εHCO3(-)-CO2(aq) = 9.0‰
• HCO3-

• CO32-
} εCO3(2-)-HCO3(-) = -0.4‰
The pathway of 14C to groundwater in the
recharge environment
11.4.Pelacakan Sumur Liar Pada Kawasan
Industri dan Pemukiman Besar
SERTA Pengantar
Hidrogeologi Forensik

Referensi: Publikasi tentang pelacakan sumur liar atau sumur di luar


pemodelan aliran airtanah.
PELACAKAN SUMUR LIAR PRODUKSI
AIRTANAH
• Sumur liar yang dimaksud adalah Sumur
Produksi Airtanah yang dibuat dan
berproduksi TANPA IZIN.

• Dalam pemodelan aliran airtanah,


Pencarian Sumur Liar dinyatakan
sebagai Sumur Produksi Airtanah di luar
pemodelan atau SUMUR DI LUAR
parameter PEMODELAN
Hidrogeologi Forensik
adalah Bidang kerja profesi Hidrogeologi yang
mendasarkan prinsip-prinsip hidrogeologi untuk melacak
dan merekonstruksi kejadian bencana hidrogeologi; serta
merumuskan formulasi permasalahan dan menetapkan
solusi terpilih untuk secara komprehensif melakukan
restorasi sistem hidrogeologi(djp-2016).
SELAMAT BELAJAR DAN BERLATIH
SECARA MANDIRI

Contact :
Prof. Dr. Ir. Deny Juanda Puradimaja, DEA (ITB).
HP/WA:0811-234- 6057
Email:denyjuanda@gmail.com