Anda di halaman 1dari 12

Laporan Kasus

PERITONITIS

Disusun Oleh:
dr. Ahmad Syaukat

Pendamping:
dr. Dian Wahyu Rofita
dr. Hendri Suryono

Pembimbing:
dr. Bujang Susanto, SpB

DEPARTEMEN ILMU BEDAH

RUMAH SAKIT PERTAMINA PRABUMULIH

2019
HALAMAN PENGESAHAN

Laporan Kasus

Peritonitis

Oleh:

dr. Ahmad Syaukat

Telah diterima sebagai salah satu kegiatan ilmiah dalam menjalani


Program Dokter Internsip di Rumah Sakit Pertamina Prabumulih Sumatera
Selatan Periode 8 November 2018 - 8 November 2019.

Prabumulih,September 2019

Pendamping, Pendamping,

dr. Dian Wahyu Rofita dr. Hendri Suryono

Pembimbing,

dr. Bujang Susanto, SpB


PORTOFOLIO

Topik: Kasus Bedah


Tanggal (Kasus): September 2019 Presenter : dr.Ahmad Syaukat
Pendamping I: dr. Dian Wahyu Rofita
Pendamping II: dr. Hendry Suryono
Tempat Presentasi:
Objektif Presentasi:
Keilmuan Keterampilan Penyegaran
Tinjauan Pustaka
Diagnostik Manajemen Masalah
Istimewa
Bayi Anak Lansia Bumil
Neonatus Remaja Dewasa
Deskripsi: Seorang Laki – laki , 42 tahun, nyeri perut
Tujuan: : Menentukan Diagnosis appendisitis dan Tatalaksananya
Bahan Tinjauan Riset Kasus Audit
Bahasan: Pustaka
Cara Diskusi Presentasi dan Pos
membahas diskusi Email
Data Os: Nama : Tn. H Umur : 42 tahun No.Reg: RS1908098
Bangsa : Indonesia Agama : Islam
Alamat : Lubai, Muara Enim
Pekerjaan: Wiraswasta
Nama RS: Rumah Sakit Telp: 0713-382742 Terdaftar sejak :
Pertamina Prabumulih
Data utama untuk bahan diskusi:
1. Diagnosis / Gambaran Klinis: Peritonitis
2. Riwayat Pengobatan : Pasien langsung dibawa ke unit gawat darurat RS
Pertamina Prabumulih
3. Riwayat Kesehatan / Penyakit :
 Riwayat diabetes mellitus, darah tinggi disangkal pasien
 Riwayat stroke, TB, asma dan alergi obat-obatan keluarga pasien
4. Riwayat Keluarga : -
5. Kondisi lingkungan sosial dan fisik : dalam batas normal
6. Riwayat imunisasi (disesuaikan dengan pasien dan kasus): -
7. Lain-lain : -
Daftar Pustaka:

1. http://www.bedahugm.net/Bedah-Digesti/Apendik/Epidemiologi.html
2. De Jong,.W., Sjamsuhidajat, R., 2004. Buku Ajar Ilmu Bedah Edisi 2.
EGC. Jakarta.
3. Hackam, David. 2008. Appendicitis. Retrieved May22, 2010, from Knol –
A Unit of Knowledge : http://knol.google.com/k/dr-david-
hackam/appendicitis/RNKGbbtd/Z1o0Yg
4. Anonim, . Ilmu Bedah dan Teknik Operasi. Bratajaya Fakultas Kedokteran
UNAIR. Surabaya.
5. Schwartz, Spencer, S., Fisher, D.G., 1999. Principles of Surgery sevent
edition. Mc-Graw Hill a Division of The McGraw-Hill Companies. Enigma
an Enigma Electronic Publication.
6. Kartika, Dina, 2005. Chirurgica. Tosca Enterprise. Yogyakarta.
7. Hardin, Mike. 1999. Acute Appendicitis Review and Update. Retrieved
May22, 2009, from American Academy of Family Physicians.:
http://www.aafp.org/afp/991101ap/2027.htm
8. Jehan, E., 2003. Peran C Reaktif Protein Dalam Menentukan Diagnosa
Appendisitis Akut. Bagian Ilmu bedah Fakultas Kedokteran Universitas
Sumatra Utara.http://library.usu.ac.id/download/fk/bedah-
emir%20jehan.pdf.
9. Mansjoer,A., dkk. 2000. Kapita Selekta Kedokteran Edisi Ketiga Jilid
Kedua. Penerbit Media Aesculapius Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia. Jakarta.
10. Itskowiz, M.S., Jones, S.M., 2004. Appendicitis. Emerg Med 36 (10): 10-
15. www.emedmag.com
11. Bedah Digestif. 2008. Apendicitis akut. Retrieved May22, 2010, from Ilmu
Bedah UGM: http://bedahugm.net/Bedah-Digesti/Apendicitis-akut.html
12. Hugh, A.F.Dudley. 1992. Ilmu Bedah Gawat Darurat edisi kesebelas.
GadjahMadaUniversity Press. Yogyakarta.
Hasil Pembelajaran
1. Penegakan diagnosis Peritonitis
2. Penatalaksanaan Peritonitis

1. Subjektif
Keluhan utama:
Nyeri perut
Keluhan tambahan:
Nafsu makan menurun, mual, demam.
Riwayat perjalanan penyakit:
Tn H, 49 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan nyeri
seluruh lapangan perut kurang lebih 1 hari yang lalu yang semakin bertambah
hebat. Nyeri muncul tiba-tiba dan terus menerus terutama di ulu hati dan
perut kanan atas. Pasien menyangkal adanya demam, mual (+), muntah (-),
pusing (-), sesak nafas (-), lemas (+). Pasien juga merasa tidak nafsu makan
karena merasa mual. Pasien mengaku masih dapat BAB dan mengatakan
warna seperti biasa. BAK normal. Pasien kemudian dibawa ke RS Pertamina
Prabumulih.

Riwayat penyakit dahulu:


- Riwayat diabetes mellitus disangkal
- Riwayat darah tinggi disangkal
Riwayat penyakit keluarga: (-)
Riwayat kebiasaan dan pekerjaan:
- Riwayat merokok disangkal
- Riuwayat konsumsi alkohol disangkal
Riwayat obat-obatan: (-)
Riwayat alergi:
Riwayat alergi disangkal
2. Objektif
Status generalis
Keadaan umum : Pasien tampak sakit sedang
Sensorium : Compos Mentis, E4M6V5 = GCS 15
Tekanan darah : 120/80 mmHg
Nadi : 90x/menit
Laju pernafasan : 22x/menit
Suhu tubuh : 37,0oC
BB : 65 kg
TB : 169 cm
IMT : 22.38 (Normal Weight)
Skala nyeri :7

Status lokalis
Kepala : Simetris
Mata :Konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-)
Leher : JVP (5-2) cmH2O, pembesaran KGB (-)
Thorax
Cor : I : Ictus kordis tidak terlihat, thrill (-)
P : Ictus kordis tidak teraba
P : Batas jantung atas ICS II, batas kanan linea
sternalis dextra, batas kiri linea mid
clavicularis sinistra ICS V
A : Bunyi jantung I-II (+) normal, HR=
89x/menit, murmur (-), gallop (-)
Pulmo : I : statis dan dinamis simetris kiri = kanan,
retraksi (-), sela iga melebar (-), laju
pernafasan 22x/menit
P : Stem fremitus kiri = kanan, nyeri tekan (-)
P : Sonor kedua hemithorax
A : Vesikuler (+) normal, wheezing (-), ronki (-)
Abdomen : I : Datar
P : Lemas, nyeri tekan (+) hipokondriak kanan,
illiac kanan dan kiri, Epigastrium
P : Timpani
A : Bising usus (+) normal
Ekstremitas superior : Dalam batas normal
Ekstremitas inferior :Dalam batas normal
Pemeriksaan penunjang ( Agustus 2019)
- Laboratorium
Hematologi
Hb : 13,9 g/dl
Leukosit : 14.400 /mm3
LED : 15 mm/jam
Eosinofil : 0,2%
Basofil : 0,1 %
Neutrofil batang : 0%
Neutrofil segmen : 87.2%
Limfosit : 9,3 %
Monosit : 3,2 %
Ht : 42%
Eritrosit : 4,7 x106/mm3
Trombosit : 369.000/mm3
MCV : 89,1 FL
MCH : 29,1 pg/sel
MCHC : 32,7 g/dl
CT : 7 menit 10 detik
BT : 3 menit 10 detik
Kimia Klinik
GDS : 95 mg/dl
Serologi
HBSAG : NEGATIF
- Elektrokardiogram
- U

Kesan: Normal EKG


- USG

Kesan: Cairan bebas intraabdominal regio abdomen kanan atas dan bawah ec?
3. Assessment
Peritonitis ec susp Perforasi Gaster
Peritonitis ec susp perforasi Appendisitis

4. Plan
DiagnosisKerja :
Appendisitis
Penatalaksanaan
 IVFD RL gtt XX/menit
 Inj. Ceftriaxone 1 gr/12 jam iv
 Inj. Metronidazole 500 mg/8 jam iv
 Inj. Lansoprazole /12 jam iv
 Pro Laparatomi

Prognosis

1. Ad vitam : Dubia ad bonam


2. Ad functionam : Dubia ad bonam
3. Ad sanationam : Dubia ad bonam
Follow up
Tanggal 26 Agustus 2019
S Nyeri perut kiri
O: KU Tampak sakit sedang
Kesadaran Compos mentis
TD 140/90 mmHg
Nadi 90 x/menit, reguler Isi dan Tegangan cukup
Pernafasan 22 x/menit, reguler, torakoabdominal
Suhu 36,8oC
Kepala Conjungtiva palpebra pucat (-), sklera ikterik (-) , atrofi
papil (-)
Leher JVP (5-2) cmH2O, pembesaran kelenjar getah bening (-)
Thorax Retraksi (-), statis dinamis simetris
- Jantung HR 84 x/menit, BJ I-II normal, murmur (-), gallop (-)
- Paru-paru Vesikuler (+) normal, rhonki (-), wheezing (-)
Abdomen Datar, lemas, hepar tidak teraba , lien tidak teraba, timpani,
Bising usus (+) normal. Lemas, nyeri tekan (+)
hipokondriak kanan, illiac kanan dan kiri, Epigastrium
Eksterimitas Edema (-)
A Peritonitis
P Non farmakologis
- Edukasi
- Puasa
Farmakologis
- IVFD RL gtt XX makro
- Ceftriaxone 2x1 gr iv
- Metronidazole 3x500mg po
- Inj Lansoprazole 2x1amp iv
- Pro Laparatomi pukul 15.00 WIB
Tanggal 26 Agustus 2019
S Selesai dilakukan laparatomi
O: KU Tampak sakit sedang
Kesadaran Compos mentis
TD 130/90 mmHg
Nadi 90 x/menit, reguler Isi dan Tegangan cukup
Pernafasan 22 x/menit, reguler, torakoabdominal
Suhu 36,8oC
Abdomen Luka operasi baik, perdarahan aktif (-) terpasang drainase

A Peritonitis ec Perforasi Duodenum Part I


P Non farmakologis
- Oksigen 2l/m via nasal canul
- Puasa
Farmakologis
- IVFD RL gtt XX makro
- Ceftriaxone 2x1 gr iv
- Metronidazole 3x500mg po
- Inj Lansoprazole 2x1amp iv
- Ketorolac 2x1 amp iv
- Aminofluid 1kolf/hari
Tanggal 27 Agustus 2019
S Nyeri post operasi
O: KU Tampak sakit sedang
Kesadaran Compos mentis
TD 130/90 mmHg
Nadi 90 x/menit, reguler Isi dan Tegangan cukup
Pernafasan 22 x/menit, reguler, torakoabdominal
Suhu 36,8oC
Abdomen Luka operasi baik, perdarahan aktif (-) terpasang drainase

A Peritonitis ec Perforasi Duodenum Part I


P Non farmakologis
- Oksigen 2l/m via nasal canul
- Puasa
Farmakologis
- IVFD RL gtt XX makro
- Ceftriaxone 2x1 gr iv
- Metronidazole 3x500mg po
- Inj Lansoprazole 2x1amp iv
- Ketorolac 2x1 amp iv
- Aminofluid 1kolf/hari