Anda di halaman 1dari 4

Tabel Prioritas Masalah

Komponen
NO MASALAH Analisis Total Ranking
U S G
Capaian Penyakit kusta yang masih tinggi
1 4 4 3 IV
yaitu 4 penderita
Kurangnya pengetahuan orang tua tentang
status gizi pada bayi atau balita sehingga
2 5 4 4 IV
dengan mudah dapat terserang infeksi yang
salah satunya ispa atau pneumoni
Tingkat pengetahuan masyarakat masih
3 5 4 4 V
kurang dalam deteksi dini HIV atau AIDS
4 Masih ada vaksin yang kurang 5 4 5 III
Masih kurangnya masyarakat dalam
5 3 2 3 VII
menetapkan pola hidup bersih
Masih tingginya penderita TB yaitu 17
6 5 5 4 II
penderita
Masih banyak rumah yang terdapat jentik
7 4 4 3 I
nyamuk


Akar Permasalahan

Metode Manusia
Kurangnya pemahaman tentang
Kurang dilakukan sosialisasi kebersihan lingkungan dan PSN
tentang penyakit DBD ( Pemberantasan Sarang Nyamuk )

Pemeriksaan Jentik

Masih Banyak rumah


yang terdampat jentik
nyamuk

( 60 % rumah bebas
Berhubungan dengan bagian Masyarakat belum memahami cara jentik )
Promkes pemberantas nyamuk dengan baik dan belum
menerapkan 4 M Plus

Tidak adanya saling


Kurangnya kesadaran dalam melakukan
keterkaitan dengan program
PHBS dalam kehidupan sehari-hari
kesling

Kurangnya tungkat pengetahuan


Lingkungan tentang PHBS

Alat

2
NO Prioritas Masalah Penyebab Alternatif Pemecahan Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Terpilih

Kepedulian masyarakat  Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang  Penyuluhan tentang kanker serviks  Penyuluhan tentang kanker serviks dan
memeriksakan diri untuk pencegahan
deteksi dini untuk pencegahan pentingnya pencegahan deteksi dini dan kanker payudara kanker payudara
deteksi dini kanker serviks dan
kanker payudara  Kurangnya saling percaya antara masyarakat dan  Monitoring Pasca Pemeriksaan IVA  Memonitoring kembali pasca

petugas  Membina Saling Kepercayaan antara pemeriksaan IVA

 Tempat pemeriksaan belum memadai masyarakat dab petugas  Membina saling percaya antara

 Tidak adanya ketersediaan alat speculum yang  Menyediakan tempat yang layak masyarakat dan petugas

sekali pakai untuk melakukan pemeriksaan  Menyediakan tempat yang layak untuk

 Kinerja Petugas belum maksimal melakukan pemeriksaan

3
BAB IV

PENUTUP

Pedoman pelaksanaan upaya penyehatan lingkungan ini dibuat untuk memberikan


petunjuk dalam pelaksanaan kegiatan kesehatan lingkungan di Puskesmas Sulewana.
Penyusunan pedoman disesuaikan dengan kondisi riil yang ada dipuskesmas, tentu saja
masih memerlukan inovasi-inovasi yang sesuai dengan pedoman yang berlaku secara
nasional. Perubahan perbaikan dan kesempurnaan masih diperlukan sesuai kebijakan,
kesepakatan menuju pada hasil yang optimal. Pedoman ini digunakan sebagai acuan bagi
petugas Kesehatan Lingkungan dalam melaksanakan pelayanan kesehatan lingkungan di
Puskesmas agar tidak terjadi penyimpangan atau pengurangan dari kebijakan yang telah
ditentukan