Anda di halaman 1dari 19

RANGKUMAN MATERI

KONSEP,TEKNIK,DAN PROSEDUR GERAK TARI

A. Konsep gerak tari


1. Pengertian tari
a. Pengertian tari secara perorangan

1. Aristoteles (384-322 SM)


Filsuf Yunani bernama Aristoteles tidak hanya memiliki ketertarikan pada ilmu fisika,
biologi, dan politik.Filsuf terkenal ini juga tertarik pada bidang seni, seperti puisi, teater,
dan musik.Aristoteles mengartikan seni tari sebagai suatu gerak ritmis yang dapat
menghadirkan karakter manusia saat mereka bertindak.
2. John Weaver (1673-1760)
Weaver merupakan seorang berkebangsaan Inggris dan dikenal sebagai master dalam tari
balet, koreografer, dan bapak pantomim dalam sejarah Inggris. Menurut beliau, seni tari
adalah gerak-gerak teratur yang elegan, dibentuk secara harmonis dari sikap yang elok, dan
melawan postur tubuh yang anggun.

3. Curt Sachs (1881-1959)


Sachs adalah pakar musik berkebangsaan Jerman yang telah mempelajari musik sejak usia
belia. Walaupun lebih dominan dalam seni musik, Sachs juga memiliki satu buku yang
membahas seni tari, berjudul Word History of the Dance (1937).Menurut beliau, seni tari
adalah pelafalan jiwa manusia melalui gerak berirama yang memiliki nilai estetika.

4. Judith Mackrell
Mackrell adalah seorang kritikus tari, dan juga menulis banyak artikel berkaitan dengan
seni gerak tubuh ini. Dalam artikelnya yang diunggah dalam media online Britannica.com
dengan judul Dance (2017), seni tari adalah gerak-gerak tubuh yang ritmis, seiring dengan
musik dan dilakukan dalam sebuah ruang, dengan tujuan mengekspresikan ide atau emosi,
melepaskan energy, atau hanya untuk kesenangan semata.

5. Atik Soepandi (1944)


Beliau merupakan salah satu penulis dalam bidang seni yang aktif menulis sejak tahun
1970 hingga tahun 2000.Soepandi dikenal memiliki ketertarikan dalam bidang seni daerah,
khususnya musik tradisional.Pengertian seni tari menurut beliau adalah ekspresi jiwa
manusia melalui gerak-gerak ritmis dan melodi yang indah.
6. Corrie Hartong (1906-1991)
Pakar tari yang satu ini merupakan seorang yang lahir di Belanda, dikenal sebagai guru tari
dan koreografer.Hartong memiliki sekolah tarinya sendiri bernama Rotterdam School of
Dance yang didirikan pada tahun 1931.Hartong mengartikan seni tari sebagai gerak-gerak
badan yang diberi nuansa ritmis dan dilakukan dalam suatu ruang.

7. Yulianti Parani (1939)


Parani merupakan seorang koreografer dan juga sejarawan yang lahir di Jakarta pada tahun
1939. Beliau sudah mnegenal tari balet sejak usia 11 tahun, lalu mengembangkan tari balet
di Indonesia. Beliau juga mendirikan sekolah balet bernama Nritya Sundara pada tahun
1957.Seni tari, menurut Parani, adalah gerak-gerak ritmis sebagian atau seluruhnya dari
tubuh yang terdiri dari pola individual atau kelompok yang disertai ekspresi atau ide-ide
tertentu.

8. Bagong Kussudiarja (1928-2004)


Beliau merupakan seorang koreografer dan pelukis yang berasal dari Indonesia.Bagong
berkarir dalam bidang seni tari di tahun 1954.Beliau juga memiliki pusat latihan tari (PLT)
yang didirikan di tahun 1958.Definisi seni tari menurut beliau adalah suatu seni yang
berupa gerak ritmis yang menjadi alat ekspresi manusia.

9. Enoch Atmadibrata (1927-2011)


Pakar seni yang lahir di Garut ini merupakan salah satu seniman yang dikenal karena
karya-karya koregrafinya.Beliau juga menerima penghargaan Satya Lencana Kebudayaan
dari Presiden Republik Indonesia tahun 2003.Menurut beliau, seni tari adalah susunan
sikap tubuh di dalam ruang, berlandaskan irama dan gerak.

10. Drs. I Gede Ardika (1945)


Beliau adalah Menteri Kebudayaan dan Pariwisata pada masa Kabinet Gotong
Royong.Beliau memegang jabatan tersebut di tahun 2000 hingga 2011.Beliau mengartikan
seni tari sebagai sesuatu yang dapat menyatukan banyak hal hingga semua orang bisa
menyesuaikan diri atau menyelaraskan geraknya menurut caranya masing-masing.

11. Walter Sorells


Beliau ini merupakan penulis yang aktif membuat karya tulis dalam bidang tari dan
budaya.Sorells aktif menulis di tahun 1950 hingga 1966.Menurut beliau, seni tari adalah
setiap mengoleng-olengkan tubuh dan anggotanya asal hal ini dilakukan dengan irama
tertentu, ada yang diiringi musik dan ada yang tidak.
12. Hawkins
Menurut Hawkins, seni tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diubah menjadi gerak oleh
imajinasi si penciptanya.

13. Irmgrad Bartenieff dan Forrestine Paulay


Bartenieff dan Paulay merupakan dua pakar seni yang sangat cinta pada seni tari. Mereka
bergabung dalam Lomax’s Performance Style Project di tahun 1965 dan berkontribusi
dalam sebuah buku yang dipublikasikan pada tahun 1968. Menurut kedua pakar iniTari
adalah bentuk seni ekpresionostis yang menggambarkan reaksi jiwa seseorang terhadap
konflik dan masalah di dunia modern.

14. Kealiinomohoku
Beliau merupakan seorang ahli dalam bidag antropologi tari. Menurut beliau, seni tari
adalah seni sesaat dari ekspresi yang dipertunjukkan dengan bentuk serta gaya tertentu
lewat tubuh manusia yang bergerak di dalam ruang.

15. Judith Lynne Hanna (1936)


Hanna adalah seorang yang banyak berkontribusi pada bidang seni dan pengetahuan sosial,
dan juga ahli dalam bidang antropologi.Karya-karya bukunya sudah diterbitkan di Belgia,
Kanada, Prancis, Belanda, dan di beberapa negara lainnya. Menurut Hanna, seni tari adalah
seni plastis dari gerak yang visual terlihat sepintas.

16. M. A. Theodora Retno Maruh (1947)


Beliau adalah maestro tari Jawa klasik gaya Surakarta. Beliau juga merupakan koreografer
yang giat mengembangkan seni tari Jawa klasik. Menurut Beliau, seni tari dapat diartikan
sebagai suatu karya seni yang tidak akan pernah bersifat kontemporer.

17. Waterman
Menurut beliau, seni tari terdiri dari gerak-gerak tubuh secara artistic yang secara kultural
dipola serta distilasi.

18. Kamala Devi Chattopadhyaya (1903-1988)


Beliau merupakan tokoh reformasi yang sangat terkenal di India, bahkan dunia.Tidak
hanya aktif dalam bidang sosial, beliau juga cukup ahli dalam bidang seni.Menurut beliau,
seni tari adalah suatu insting atau desakan emosi di dalam diri manusia yang mendorong
seseorang untuk menemukan ekspresi pada gerak-gerak ritmis.
19. La Meri (1898-1988)
Pakar seni yang satu ini memiliki keahlian dalam tari etnis Amerika, koreografi, dan
guru.Di masa mudanya, beliau mulai mempelajari seni tari dengan mempelajari tari
balet.Seni tari menurut beliau adalah ekspresi simbolis dalam wujud lebih tinggi
yang harus diinternalisasikan untuk menjadi bentuk yang nyata.

20. M. Jazuli
Menurut Jazuli, seni tari adalah gerak-gerak tubuh yang selaras dan seirama dengan
bunyi music yang dapat digunakan untuk mengungkapkan maksud dan tujuan
tertentu.

21. S. Humardani
Beliau mengartikan seni tari sebagai ungkapan ekspresif dalam bentuk gerak yang
ritmis dan indah.

22. Soedarsono (1933)


Beliau merupakan seniman berkebangsaan Indonesia.Beliau merupakan guru besar
dalam bidang Seni dan Sejarah Budaya di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gajah
Mada.Beliau mendefiniskan seni tari sebagai ungkapan ekspresif jiwa manusia dalam
gerak-gerak yang indah dan ritmis.

23. Andre Levinson (1887-1933)


Levinson merupakan jurnalis seni tari berkebangsaan Prancis.Menurut beliau, seni
tari adalah gerak tubuh yang berkesinambungan melewati ruang yang telah
ditentukan sesuai dengan ritme tertentu serta mekanisme, yang radar.

24. Soeryodiningrat
Menurut beliau, seni tari adalah gerak anggota tubuh yang selaras dengan bunyi
music atau gamelan diatur oleh irama sesuai dengan maksud tujuan tari.

25. Margaret H’Doubler (1889-1982)


Beliau mulai mengajar seni tari di musim panas tahun 1917.Menurut beliau, seni tari
adalah ekspresi gerak ritmis dari keadaan-keadaan perasaan yang secara estetis
dinilai, yang lambing-lambang geraknya dengan sadar dirancang untuk kenikmatan
serta kepuasan dari pengalaman-pengalaman ulang, ungkapan, berkomunikasi,
melaksanakan, serta dari penciptaan bentuk-bentuk.
26. Suadarsa Pringgo Broto
Tari adalah ketentuan bentuk-bentuk gerakan tubuh dan ruang.

27. Suryo
Tari adalah ekspresi subyektif yang diwujudkan dalam bentuk obyektif.

28. Franz Boas (1858-1942)


Boas merupakan blasteran Jerman Amerika yang ahli dalam bidang
antropologi.Tidak hanya bidang tersebut, beliau juga berkontribusi dalam seni
tari.Menurut beliau, seni tari adalah gerak-gerak ritmis setiap bagian tubuh, lambaian
lengan, gerak dari torso atau kepala, atau gerak-gerak dari tungkai serta kaki.

29. Susanne Langer (1895-1985)


Langer merupakan seorang filsuf dan penulis berkebangsaan Amerika.Menurut
beliau, seni tari berarti gerak-gerak tubuh yang dibentuk secara ekspresif yang
diciptakan manusia untuk dapat dinikmati.

30. Dr. J Verkuyl (1908-2001)


Verkuyl mendefiniskan seni tari sebagai gerak-gerak tubuh dan anggotanya yang
disusun sedemikian rupa, hingga berirama.

31. John Martin (1893-1985)


Martin merupakan seorang kritikus tari yang memulai karirnya di tahun 1927.Seni tari
menurut beliau adalah gerak sebagai pengalaman yang paling awal dari kehidupan
manusia.

32. Curt Sachs (1881-1959)

Curt Sachs mengemukakan seni tari adalah pelafalan jiwa manusia melalui gerak
berirama yang memiliki nilai estetika.

33. Pengertian Seni Tari Menurut Ensiklopedia

Menurut Ensiklopedia seni tari ialah setiap pada saat mengoleng-olengkan tubuh dan
anggotanya asal hal ini dilakukan dengan irama tertentu, ada yang diiringi musik dan
ada yang tidak.
34. S.Humardani

S.Humardani mengemukakan seni tari adalah ungkapan ekspresif dalam bentuk gerak
yang ritmis dan indah

35. Judith Lynne Hanna (1936)

Judith Lynne Hanna mengemukakan seni tari adalah plastis dari gerak yang visual
terlihat sepintas.

35. Irmgrad Bartenieff dan Forrestine Paulay

Irmgrad Bartenieff dan Forrestine Paulay mengemukakan tari adalah bentuk seni
ekspresionostis yang menggambarkan reaksi jiwa seseorang terhadap konflik dan
masalah di dunia modern.

36. Enoch Atmadibrata (1927-2011)

Enoch Atmadibrata mengemukakan seni tari adalah susunan sikap tubuh di dalam
ruang, berlandaskan irama dan gerak.

b. Pengertian Tari Secara Umum


seni tari secara umum adalah suatu gerakan yang berirama, dilakukan di suatu
tempat dan waktu tertentu untuk mengekpresikan suatu perasaan dan menyampaikan
pesan dari seseorang maupun kelompok.

2. Unsur-Unsur Tari
a. Unsur Utama

Tenaga

Elemen seni tari juga meliputi tenaga dimana pengaturan dan pengendalian dari tenaga
saat melakukan pergerakan tari merupakan kunci utama yang harus dimiliki dan
dikuasai oleh para penari agar para penari lebih mudah melakukan pergerakan tari
dan juga hasil tarian nya lebih kreatif sehingga memberikan penampilan yang indah.
Tenaga merupakan salah satu kekuatan yang akan memberikan :
 Pengawakan
 Pengendalian
 Menghentikan Gerak

Timbulnya elemen tenaga yang ada di seluruh tubuh gerakan penari akan menjadikan
gerakan tubuh. Kemudian tenaga yang digunakan dalam gerakan tari ini yang akan
menimbulkan suatu dinamika tarian. Didalam gerakan tari yang sudah menjadi satu
rangkaian maka tidak hanya menggunakan tenaga dengan satu macam saja.

Dalam elemen gerakan tari yang berdasarkan tenaga ini ada beberapa tenaga juga : tenaga
ringan dan tenaga yang kuat. Maka dari itu semua para menari harus hati – hati dalam
melakukan gerakan tari dan harus lebih cermat serta menggunakan konsentrasi yang penuh
agar bisa memanfaatkan tenaga dengan baik dan sesuai. Setiap penari yang ingin
melakukan gerakan tari dengan menggunakan tenaga, maka penari bisa menggunakan
tenaga dalam melakukan gerakan seperti :

 Intensitas : adalah gerakan tari yang berkaitan dengan suatu kuantitas dari tenaga dalam
tarian sehingga akan menghasilkan suatu gerakan dengan tingkat ketenagaan.
 Aksen : adalah gerakan tari yang akan muncul ketika penari melakukan gerakan dengan
cara tiba – tiba dan kontras, hal ini sering juga di sebut dengan tekanan.
 Kualitas : adalah suatu gerakan tari yang timbul dengan cara menggunakan atau
menyalurkan tenaga. Jika di dalam gerakan yang akan melakukan memiliki intensitas yang
tinggi maka bisa menggunakan tenaga yang tinggi atau sebaliknya.

Tanpa menggunakan tenaga maka para penari juga tidak mungkin bisa menghasilkan gerakan
tari yang baik dan sempurna, karena tenaga adalah kekuatan yang akan mengawali,
memberikan pengendalian dan akan menghentikan gerakan. Untuk lebih jelasnya yaitu jika
anda melakukan pergerakan tangan dari arah depan ke belakang dalam pergerakan tari
masal, maka agar gerakan anda terlihat sama dengan yang lain nya maka tenaga yang anda
gunakan juga harus sama dengan tenaga para penari yang lainnya, agar memiliki ayunan
yang sama.

Apabila seorang penari berdiri diatas punggung kedua penari yang lainnya maka tenaga yang
akan di gunakan oleh para penari yaitu untuk menahan teman yang naik di atas punggung
lebih banyak jika di bandingkan dengan penari yang berada di atas punggung. Kekuatan
tenaga yang di gunakan untuk menahan penari yang berada di atas punggung berada di
kedua kaki nya. Dan jika pergerakan nya pindah tempat maka kedua penari yang menjadi
penyangga akan memerlukan tenaga yang lebih kuat, karena gerakan berjalan dan diam di
tempat itu lebih tinggi yang berjalan.

Sehingga hubungan dari gerak tari dan tenaga adalah untuk melakukan pergerakan tari yang
membutuhkan tenaga.Tenaga bisa di wujudkan melalui hasil kualitas yang penari lakukan.
Penggunaan tenaga dalam gerakan tari ini akan di teruskan ke dalam gerakan tari yang
selanjutnya dilakukan oleh penari agar memberikan kesan yang indah dan dinamis dalam
gerakan tari.

Waktu
Setiap gerak yang dilakukan membutuhkan waktu baik gerak estetis maupun gerak
fungsional.Gerak fungsional seperti berjalan menuju ke sekolah tentu membutuhkan
waktu.Jika jarak yang ditempuh dekat maka waktu yang dibutuhkan lebih sedikit
dibandingkan dengan jarak yang jauh. Jika jarak yang jauh ingin sama cepatnya dengan
jarak yang dekat tiba di tempat, maka gerak yang dilakukan haruslah memiliki kecepatan
dua atau tiga kali dari jarak yang dekat (durasi).

Perbedaan cepat atau lambat gerak berhubungan dengan tempo.Jadi tempo merupakan
cepat atau lambat gerak yang dilakukan.Gerak tari juga memiliki tempo.Fungsi tempo pada
gerak tari untuk memberikan kesan dinamis sehingga tarian enak untuk dinikmati.Elemen
waktu berkaitan dengan ritme tubuh dan ritme lingkungan. Gerak yang dilakukan dalam
waktu sedang, cepat maupun lambat akan memberikan daya hidup pada sebuah tarian.
Unsur waktu sangat berkaitan dengan unsur irama yang memberi nafas sehingga tampak
hidup.

Jadi hubungan antara gerak dan waktu adalah waktu atau tempo memberikan kesan
dinamis pada gerakan tari sehhingga gerakan lebih menarik untuk dinikmati. Tempo ini
akan mampu menghidupkan suatu tarian karena biasanya tempo dalam sebuah tarian sering
berubah-ubah sesuai dengan pengungkapan yang diinginkan oleh penciptanya.

Ruang

Ruang merupakan elemen pertama dalam gerak tari dan disini diartikan bahwa elemen
merupkan unsur pokok dalam tari yang juga akan menentukan hasil dari gerak tari. Hal ini
bisa terjadi karena mustahil jika suatu gerakan tari lahir dengan tidak ada ruang gerak.
Setiap penari akan bisa memberikan gerakan karena adanya ruangan yang untuk bergerak.
Ruang gerakan dalam tari ini seperti :
 Posisi, adalah arah dalam gerakan tari yang arah nya berhadapan dan juga arah gerak
 Leve atau Tingkatan Gerak
 Jangkauan gerak

Posisi dalam gerakan tari merupakan aspek ruang yang ada dalam elemen tari. Dimana posisi
ini akan memberikan petunjuk arah yang hadap dan juga arah gerakan yang dilakukan oleh
penari. Arah hadap yang di lakukan oleh para penari saat melakukan gerakan tari salah satu
contohnya yaitu :

 Arah kedepan muka


 Arah kebelekang
 Arah Sudut Kanan dan Sudut Kiri
 Arah Samping Kanan dan Samping Kiri

Selain arah hadap yang di lakukan oleh para penari, maka penari juga memiliki arah gerak
yang di lakukan dalam pementasan tari, arah gerak yang dilakukan oleh para penari
biasanya adalah sebagai berikut ini :

 Arah Maju dan Mundur


 Arah Kesamping Kanan dan Samping Kiri
 Arah Zig – Zag
 Arah Berputar yang searah dengan Jarum Jam

Selain itu gerakan tari juga memiliki ruang yang lainnya yaitu Level atau sering di sebut
dengan tingkatan gerak. Bisa dijelaskan juga bahwa level yang masuk kedalam ruang
lingkup gerakan tari seperti berikut ini :

1. Level Atas : adalah level yang akan ditunjukkan oleh para penari dengan memberikan
penampilan gerakan tari yang di mulai dari posisi kaki menjinjit, kaki tetap menjinjit dan
sampai dengan gerakan – gerakan tari yang lain nya seperti lompat
2. Level Sedang : adalah level gerakan tari yang akan di tunjukkan oleh para penari dengan
berbagai posisi saat menari dengan duduk
3. Level Sedang : adalah level gerakan tari dengan posisi berdiri dan posisi kaki sedikit
menekuk sampai dengan posisi kaki di luruskan kembali

4. Sehingga setiap gerakan – gerakan yang di lakukan oleh penarim dalam tarian – tarian
yang berbeda maka tidak akan jauh dari aturan – aturan yang sudah ada dan aturan yang
harus di taati dalam melakukan gerakan tarian untuk memberikan petunjuk dari beberapa
penata tarian yang lainnya. Maka dari itu, gerakan yang ada di dalam komposisi gerakan
tarian selalu memberikan motivasi dan akan memberikan beberapa alasan tertentu.

Di dalam rangkaian yang ada dalam gerakan tari yang telah di ungkapkan oleh para penari
yang ada maka ada beberapa :

Perubahan
Perbedaan
Kombinasi Penggunaan Arah Hadap
Arah Gerak
Jangkauan Gerak
Peraturan Level

Hal yang sudah di sebutkan di atas akan memberikan kontras masing – masing dan
selanjutnya dari kontras akan menghasilkan beberapa aksen sehingga memberikan kesan
yang menarik dan penuh dengan kekuatan. Maka di lihat dari sini letak potensi yang lahir
nya dari dinamika ruang.

b. Unsur Pendukung Tari

1. Properti Tari

Properti tari sebagai salah satu unsur yang terdapat pada tarian memiliki berfungsi untuk
menciptakan nuansa dalam sebuah pertunjukan tari.

Selain berfungsi sebagai pendukung properti juga berfungi untuk membedakan suatu tarian
dengan tarian lain. Keunikan dan keberagaman properti ini yang kemudian menciptakan
ciri-ciri sebuah tarian

2. Iringan

Iringan merupakan pendukung tari yang biasa berasal dari tubuh para penarinya maupun dari
alat musik pengiring.

Sebagai contohnya iringan dari para penari yakni dapat berupa tepuk tangan, suara yang
mereka lantunkan, hingga hentakan kaki. Sementara iringan dari benda bisa berupa suara
alat musik seperti gendang, rebana, gong, gamelan, piano, dan lain sebagainya.
3. Tata Busana

Busana atau pakaian yang dikenakan oleh para penari merupakan unsur pendukung tari yang
tak kalah penting dengan iringan. Pasalnya busana atau kostum memiliki peran sebagai
penyempurna pertunjukan.

Secara umum tata busana dalam sebuah tarian terdiri dari celana, baju, selendang atau kain,
ikat kepada hingga mahkota. Beberapa tarian di Indonesia seperti tari klasik memiliki ciri
menggunakan pakaian adat setempat dimana tarian terseut berkembang.

4. Tata Panggung

Tata panggung atau juga kerap disebut dengan tata pentas menjadi unsur pendukung yang
cukup penting. Terlebih untuk sebuah pertunjukan tari modern saat ini tata panggung telah
mendapatkan inovasi baik dari segi pencahayaan maupun bentuk panggung sendiri.

Dalam menata panggung seorang penata bukan sekedar menciptakan suasana nyaman bagi
para penari namun juga mempertimbangkan efek artistik serta penonton.

5. Tata Rias

Tata rias merupakan unsur pendukung berupa alat makeup mulai dari lipstik, bedak, dan lain
sebagainya. Tata rias ini berguna sebagai pendukung konsep atau peran yang dibawakan
oleh para penari agar tercipta nuansa pertunjukan yang sempurna.

3. Jenis-Jenis Tari

a. Berdasarkan Jumlah Penari

Tari Tunggal

Tari tunggal adalah tari yang dibawakan oleh seorang penari saja.Contohnya tari Gambyong
dari Surakarta.Namun tari tunggal juga dapat ditarikan oleh banyak penari.

Tari Berpasangan

Tari ini ditarikan secara berpasangan oleh dua orang penari, pasangan bisa pria semua,
wanita semua, ataupun pria dan wanita. Rangkaian gerak tari jenis berpasangan saling
mengisi,melengkapi,dan terdapat interaksi dan respons gerak antar penarinya.
Tari Berkelompok

Tari kelompok ditarikan oleh lebih dari dua orang penari. Gerak yang dilakukan oleh penari
belum tentu sama, sebab setiap penari kadang-kadang mempunyai peran yang berbeda.
Posisi penari pada saat menari juga diatur. Penari yang satu dengan yang lainya harus bisa
bekerja sama.

b. Berdasarkan Fungsi

Tari upacara – tari jenis ini sebagai sarana upacara banyak macamnya, seperti
untuk upacara keagamaan atau upacara penting lainya.

Tari Hiburan – tari jenis ini tujuannya untuk menghibur penonton, biasanya
penonton yang ikut terhibur juga ikut menari karena lagunya enak dan mengasyikkan.
Contoh tari hiburan adalah tari Tayub dari Jawa Tengah, ini adalah tari hiburan yang
dipertunjukkan sehabis panen.

Tari Pertunjukkan -tari jenis ini dipentaskan atau dipertunjukkan dengan


persiapan yang matang dari segi artistik, koreografi, interpretasi, konsepsional dan tema
yang menarik. Tari pertunjukkan juga mempunyai peran untuk mengembangkan pariwisata
daerah

Tari Pendidikan -tari jenis ini mempunyai tujuan untuk mendidik anak agar
bersikap dewasa dan terjaga dari pergaulan yang melanggar norma-norma.
Tari Katarsis – katarsis artinya pembersihan jiwa. Seni tari ini sebagai sarana
katarsis yang mudah dilaksanakan oleh orang-0rang yang mempunyai penghayatan seni
mendalam seperti para seniman.

c. Genre

Tari Tradisional
Jenis tarian ini biasanya tarian yang turun temurun sejak zaman dahulu.Tarian ini biasanya
mempunyai nilai-nilai filosofis juga simbolis serta religius.Tidak banyak perubahan dalam
gerak tari, busana, formasi hingga tata riasnya.

Tari Kreasi
Tarian ini tidaklah baku. Namun, tarian ini tetap memelihara nilai artistik.Tarian ini terus
dikembangkan dengan iringan musik yang lebih bervariasi.
Tarian ini terdiri dari dua jenis, yakni tari kreasi baru yang berpola tradisi seperti karawitan,
koreografi, dan tata rias serta busananya, juga tari kreasi baru tidak berpola tradisi yakni
lepas dari pola tradisi yang ada.

Tari Kontemporer
Adapun gerakan dari tari kontemporer biasanya berbentuk simbolik dan juga terkait pada
koreografi yang bercerita dengan gaya yang unik dan penuh penafsiran.

Pada umumnya diperlukan wawasan khusus untuk menikmati jenis tari yang satu ini.iringan
musik yang digunakan juga banyak yang kuarang lazim digunakan sebagai lagu pengiring,
baik lagu yang sederhana samapi lagu yang menggunakan program musik komputer seperti
Flutyloops.

4. Sejarah
Umum

a) Zaman Prasejarah
Sebelum lahirnya kerajaan-kerajaan di Indonesia, bangsa-bangsa primitif di Indonesia
percaya akan daya magis dan sakral dari seni tari. Berbagai tarian tercipta berdasarkan
kepercayaan tersebut.

Beberapa tarian yang diciptakan adalah, tari kesuburan tanaman, tari hujan, tari eksorsisme,
tari kebangkitan, tari perburuan, tari perang, dan lainnya.

Tarian tersebut diciptakan dengan menirukan gerakan alam dan bersifat imitatif; contohnya
seperti menirukan gerakan binatang yang akan diburu.

Seni tari pada zaman prasejarah umumnya dilakukan berkelompok.

b) Zaman Indonesia Hindu


Pada zaman ini, seni tari kebanyakan dipengaruhi oleh budaya dan peradaban India yang
dibawa oleh para pedagang. Penyebaran agama Hindu dan Buddha menjadi faktor utama
kemajuan seni tari pada zaman tersebut.
Para ahli sejarah percaya bahwa pada zaman Indonesia Hindu, seni tari mulai memiliki
standardisasi dan patokan. Hal ini dikarenakan adanya literatur seni tari karangan Bharata
Muni dengan judul Natya Sastra. Buku ini membahas unsur gerak tangan mudra yang
terdiri dari 64 motif.

c) Zaman Indonesia Islam


Seni tari pada permulaan zaman Indonesia Islam hanya dilakukan oleh orang-orang yang
datang dari luar seperti Sudan, Ethiopia, dan lain-lain. Menari umumnya dilakukan pada
sebuah hari raya atau hari gembira lainnya.

Pada tahun 1755, di bawah perjanjian Giyanti, kerajaan Mataram Islam dibagi menjadi dua
bagian yaitu, Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kasunanan Surakarta.

Kedua kerajaan tersebut mulai mengembangkan identitas diri mereka melalui karya seni tari
yang dihasilkan. Kedua kerajaan tersebut menghasilkan karya tari dengan gerakan dan
penampilan yang berbeda sebagai identitas masing-masing kerajaan.

d) Zaman Penjajahan
Walaupun pada masa penjajahan seni tari di Indonesia mengalami kemunduran dan tidak
berkembang karena suasana peperangan dan penjajahan, tetapi seni tari dalam istana masih
terpelihara secara baik.

Namun seni tari hanya dilakukan untuk acara-acara penting seperti penyambutan tamu raja,
perkawinan, dan penobatan raja baru.

e) Zaman Setelah Merdeka


Setelah Indonesia merdeka, fungsi seni tari dalam masyarakat mulai berjalan kembali. Seni
tari kembali digunakan sebagai upacara adat dan upacara keagamaan.

Seni tari sebagai hiburan juga terus berkembang.

Sekarang sudah mulai banyak sekolah-sekolah dan tempat kursus yang mengajarkan seni
tari sebagai salah satu mata pelajarannya. Mulai banyak penggemar seni tari modern
seperti dansa, tari balet, break dance di Indonesia.
Sejarah Tari Pakarena Gantarang

tarian yang dimainkan oleh kurang lebih empat orang penari perempuan ini pertama kali
ditampilkan pada abad ke 17 tepatnya tahun 1903 saat Pangali Patta Raja dinobatkan
sebagai Raja di Gantarang Lalang Bata[2].

Tidak ada data yang menyebutkan sejak kapan tarian ini ada dan siapa yang menciptakan
Tari Pakarena Gantarang ini namun masyarakat meyakini bahwa Tari Pakarena Gantarang
berkaitan dengan kemunculan Tumanurung. Tumanurung merupakan bidadari yang turun
dari langit untuk untuk memberikan petunjuk kepada manusia di bumi. Petunjuk yang
diberikan tersebut berupa symbol – simbol berupa gerakan kemudian di kenal sebagai Tari
Pakarena Gantarang. Hal ini hampir senada dengan apa yang dituturkan oleh salah seorang
pemain Tari Pakarena Makassar Munasiah Nadjamuddin. Wanita yang sering disapa
Mama Jinne ini mengatakan bahwa Tari Pakarena berawal dari kisah perpisahan penghuni
botting langi (Negeri Kayangan) dengan penghuni lino (bumi) zaman dahulu. Sebelum
berpisah, botting langi mengajarkan kepada penghuni lino mengenai tata cara hidup,
bercocok tanam hingga cara berburu lewat gerakan-gerakan tangan, badan dan kaki.
Gerakan inilah yang kemudian menjadi tarian ritual ketika penduduk di bumi
menyampaikan rasa syukur pada penghuni langit.

B. Teknik Ragam Gerak Tari

a.Gerak Kaki
Telapak kaki berperan penting dalam pelakasanaan sikap dan gerak kaki yang bisa
menambah keindahan sikap gerak seluruh tubuh .Dasar sikap kaki yang utama adalah
sebagai berikut.
 Sikap telapak kaki rapat kembar.
 Sikap telapak kaki rapat silang.
 Sikap telapak kaki renggang silang.
 Sikap telapak kaki rapat siku
 Sikap telapak kaki renggang.
Sikap telapak telapak kaki yang tidak penuh dan banyak menghiasi gerak tari tradisional
yaitu sebagai berikut.
1. Tumit terangkat (jinjit)
2. Menapak pada ujung kaki kembar .
3. Tekukan kaki,pada pergelangan ,lutut,dan pangkal paha.
b.Gerak Tangan
Gerak tangan merupakan ciri yang menonjol dari seni tari dunia timur .pada dunia barat
,gerak tari lebih menonjolkan gerak kaki sebagai ekspresi ide tari.

c.Gerak Bahu dan Kepala


Gerakan ini sangat berperan pada tarian tradisi ketimuran di samping menjadi
pelengkap pada gerak yang dapat memperkuat suatu sikap atau gerak.

d. Gerak Mata
Gerakan ini merupakan pelengkap dari sikap dan gerak kepala dalam mewujudkan
keterpanaan pengungkapan bersama anggota badan lain.

e. Gerak Lambung
Sikap dan gerak lambung mengesankan bentuk badan membesar.
C. Prosedur Ragam Gerak Tari
a. Menentukan tema
Tema merupakan sumber pembuatan karya tari. Pada uraian subbab A, kamu telah banyak
mempelajari tema tari. Hal terpenting dalam pemilihan sebuah tema, yaitu tema itu harus
dapat ditarikan.
b. Eksplorasi gerak tari
Langkah selanjutnya adalah mengeksplorasi berbagai gerak tari. Pada kegiatan ini, penata
tari atau penyusun tari mencari gerak-gerak untuk dibuat menjadi gerak-gerak tari yang
sesuai dengan tema tarinya. Jika karya tari yang dibuat memerlukan alat untuk melakukan
gerak tari, pada saat bereksplorasi juga perlu menggunakan alat. Gerak merupakan unsur
utama dalam karya tari. Jika gerak-gerak tari hasil eksplorasi telah disusun menjadi sebuah
karya tari, sebaiknya segera berlatih untuk memperagakan.

Dalam berlatih memperagakan gerak tari harus memerhatikan beberapa hal berikut:

1) Sikap badan dalam melakukan gerak tari.


2) Kesesuaian gerak dengan iringan tari.
3) Penghayatan terhadap gerak yang dilakukan.

c. Menyiapkan iringan tari


Iringan tari merupakan unsur pendukung dalam karya tari. Namun, tari tanpa iringan
bagaikan sayur tanpa garam. Oleh karena itu, iringan harus dipersiapkan sungguh-sungguh.
Untuk membuat iringan tari, biasanya dibantu oleh penata iringan. Penata iringan bertugas
membuat iringan tari sesuai dengan kehendak penata tari. Iringan tari harus sesuai dengan
tema tari dan gerak-gerak tarinya.

Berikut ini langkah-langkah membuat iringan tari:

1) Penata tari memberitahukan kepada penata iringan tentang tema tari dan gerak-gerak tari
yang telah dibuatnya.
2) Penata iringan menentukan alat musik yang akan digunakan untuk mengiringi karya tari.
3) Penata iringan membuat pola iringan untuk membunyikan alat-alat musik sesuai dengan
tema tari.
4) Para pemain musik untuk iringan tari berlatih membunyikan alat-alat musik.
5) Para penari dan pemain musik menggabungkan antara gerak dan iringan sampai sesuai.
d. Menyiapkan pendukung-pendukung lainnya

Unsur pendukung karya tari ada banyak macamnya, sebagaimana yang sudah kita bicarakan
di depan. Dalam penyusunan sebuah karya tari, semua unsur pendukung tersebut
merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Semuanya harus dipersiapkan
secara matang sesuai dengan tema tarinya.
C. Prosedur Gerak Tari

1. Gerakan Badan Gerakan badan pada tari, diantaranya sebagai berikut.


Hoyog, yaitu gerakan badan dicondongkan ke samping kanan atau kiri.
Engkyek, yaitu gerakan badan dicondongkan ke kiri atau ke kanan, dengan sikap tangan
lurus ke samping. Polatan, yaitu gerakan arah pandangan.
Oklak, yaitu menggerakkan pundak ke depan dan belakang. Entrag, yaitu menghentakkan
badan ke bawah berkali-kali, seolah-olah badan mengeper.
2. GERAK KEPALA yaitu galeong, gelieur dan gelengan kepala tengok kanan dan kiri.
3. Gerakan Kaki Debeg, yaitu menghentakkan ujung telapak kaki. Gejuk yaitu
menghentakan kaki kebelakang dengan jinjit. Kengser, yaitu bergerak ke kiri atau ke kanan
dengan menggerakkan kedua telapak kaki. Srisig, yaitu lari kecil dengan berjinjit. Trecet,
yaitu telapak kaki jinjit bergerak ke kiri dan ke kanan. Tunjak tancep, yaitu sikap berdiri
diam.
4. Gerakan Tangan yaitu lenggang yaitu menggerakkan kedua tangan dengan arah yang
berlawanan, pakblang yaitu meluruskan kedua tangan keatas dengan tepak tangan
mengarah keatas dan kebawah, ngerayung yaitu gerak telapak tangan membuka dan ibu
jari di tekuk ke telapak tangan.