Anda di halaman 1dari 5

1.

PENGARUH TERJADINYA PRODUK YANG HILANG PADA AKHIR PROSES


PRODUKSI TERHADAP PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI PER
SATUAN.

Produk yang hilang pada akhir proses sudah ikut menyerap biaya produksi yang
dikeluarkan dalam departemen yang bersangkutan, sehingga harus diperhitungkan dalam
penentuan unit ekuivalen produk yang dihasilkan oleh departemen tersebut. Baik didalam
departemen produksi pertama maupun departemen – departemen produksi setelah
departemen produksi pertama, harga pokok produk yang hilang pada akhir proses harus
dihitung, dan harga pokok ini dihitung sebagai tambahan harga pokok produk selesai yang
ditransfer ke departemen produksi berikutnya atau ke gudang. Hal ini akan mengakibatkan
harga pokok per satuan produk selesai yang ditransfer ke departemen berikutnya atau ke
gudang akan lebih tinggi.

Untuk menggambarkan pengaruh terjadinya produk yang hilang pada akhir proses
produksi terhadap perhitungan harga pokok persatuan, akan digunakan data yang disajikan
berikut ini.

PT Elona Sari memiliki dua departemen produksi untuk mnghasilkan produknya :


departemen A dan departemen B. Data produksi dan biaya produksi kedua departemen
tersebut untuk bulan Januari 2017 disajikan dalam tabel berikut ini :

Departemen Departemen
A B
Produk yang dimasukkan dalam proses 1000 kg
Produk selesai yang ditransfer ke departemen B 700 kg
Produk selesai yang ditransfer ke gudang 400 kg
Produk dalam proses akhir bulan, dengan tingkat penyelesaian
sebagai berikut :
Biaya bahan baku & penolong 100% biaya konversi 40% 200 kg
Biaya bahan penolong 60%, biaya konversi 50% 100 kg
Produk yanghilang pada akhir proses 100 kg 200 kg
Menurut bagian akuntansi, biaya produksi yang telah dikeluarkan selama bulan
Januari 2017 disajikan dalam tabgel berikut :

Biaya produksi departemen A dan Departmen B bulan Januari 2017 :

Departemen Departemen
A (Rp) B (Rp)
Biaya bahan baku 22.500
Biaya bahan penolong 26.100 16.100
Biaya tenaga kerja 35.100 22.500
Biaya overhead pabrik 46.800 24.750
Jumlah Biaya Produksi 130.500 63.350

a. Perhitungan harga pokok produk di departemen A

Atas dasar diatas, perhitungan harga pokok produksi persatuan yang dihasilkan
oleh departemen A disajikan dalam tabel berikut :

Jumlah produk yang dihasilkan Biaya Produksi Biaya perkg produk


oleh departemen A Departemen A dihasilkan
(Rp) departemen A (Rp)

Jenis biaya 1 2 2:1


Biaya bahan 700+100%x200kg+100kg = 22.500 22,50
baku 1000kg
Biaya bahan 700+100%x200kg+100kg = 26.100 26,10
penolong 1000kg
Biaya tenaga 700+100%x200kg+100kg = 35.100 39,89
kerja 880kg
Biaya 700+100%x200kg+100kg = 46.800 53,18
overhead 880kg
pabrik
130.500 142,67
Karena produk yang hilang terjadi pada akhir proses, maka produk tersebut sudah
ikut menyerap biaya produksi yang dikeluarkan oleh departemen A dalam bulan Januari
20X1.olehkarea itu prosuk yang hilang tersebutdiikut sertakan dalam hitungan unit
ekuivalensi produk yang dihasilkan oleh departemen A. Akibatnya biaya produksi per kg
produk yang dihasilkan oleh departemen A akan lebih rendah.

Biaya penghitungan harga pokok produk selesai yang ditransfer ke departemen B


dan persediaan produk dalam proses akhir dalam departemen A disajikan dalam tabel
berikut :

Perhitungan biaya produksi departemen A bulan Januari 2017 : Rp99.169

Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke departemen B : 99.169


700 x Rp 141,67
Penyesuaian harga pokok produk selesai karena adanya produk 14.167
yang hilang pada akhir proses : 100 x Rp 141,67
Harga pokok produk setelah ditransfer ke dep B setelah 113.334
disesuaikan
Harga pokok persediaan produk dalam proses akhir bulan
(200kg) : Rp4.500
Biaya bahan baku 200kg x 100% x Rp 22,50 5.220
Biaya bahan penolong 200kg x 100% x Rp 26,10 3.191
Biaya tenaga kerja 200kg x 40% x Rp 39,89 4.254,4
Biaya overhead pabrik 200kg x 40% x Rp 53,18
17.165,60
Jumlah biaya produksi departemen A Rp 130.500
*(99.169 + 14.167) : 700 = Rp 161,91

**jumlah seharusnya adalah Rp 113.336. jumlah tersebut disesuaikan karena adanya


pembulatan perhitungan, dan penyesuaian tersebutdimaksud agar supaya jika dijumlah
dengan pokok persediaan produk dalam proses akhir hasilnya sebesar Rp 130.500, jumlah
biaya produksi departemen A.
Laporan Biaya Produksi Departemen A Bulan Januari 2017. Produk Hilang Pada Akhir
Proses dalam Departemen Produksi Pertama:

PT Eliona Sari
Laporan Biaya Produksi Departemen A
Bulan Januari 2017
Data Produksi
Produk yang dimasukkan dalam proses 1.000
Produk selesai yang ditransfer ke departemen B 700 kg
Produk dalam proses akhir bulan, dengan tingkat
penyelesaian
biaya bahan baku dab penolong 100%, biaya konversi
200
40%
Produk yang hilang pada akhir proses 100
1.000 kg
Biaya yang dibebankan dalam departemen A :
Total Per kg
Biaya bahan baku Rp 22.500 Rp 22,50
Biaya bahan penolong 26.100 26,10
Biaya tenaga kerja 35.100 39,18
Biaya overhead pabrik 46.800 53,18
Jumlah biaya produksi departemen A Rp130.500 Rp141,67

Perhitungan Biaya
Harga pokok produk selesai yang di transfer ke
Rp 99.169,00
departemen B :
700 x Rp141,67
Penyesuaian karena adanya produk yang hilanh pada
14.167,00
akhir
proses: 100 x Rp141,67
Harga pokok produk selesai yang di transfer ke
Rp113.334,40
departemen B :
700 x Rp161,91
Harga pokok persediaan produk dalam proses pada akhir
bulan
(200 kg) :
Biaya bahan baku Rp4.500,00
Biaya bahan penolong 5.220,00
Biaya tenaga kerja 3.191,20
Biaya overhead pabrik 4.254,40
17.165,60
Jumlah biaya produksi departemen A Rp130.500,00